Kamis, 26 Mei 2016

Pesantren Nuris, Ladang Subur Persemaian Bibit Aswaja (1)

Jember, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Jika berbicara soal Aswaja, kurang lengkap rasanya kalau tidak memperbincangkan ? Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) Antirogo, Jember, Jawa Timur. Pasalnya, pesantren yang terletak di 5 kilometer ke arah utara Kota Jember ini mengusung komitmen yang kuat untuk menyemai ? bibit-bibit Aswaja.?

Pesantren Nuris, Ladang Subur Persemaian Bibit Aswaja (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nuris, Ladang Subur Persemaian Bibit Aswaja (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nuris, Ladang Subur Persemaian Bibit Aswaja (1)

Berawal dari sebuah kerisauan yang merajam jiwa KH. Muhyiddin Abdusshomad, pengasuh Pesanten Nuris. Sebagai tokoh NU, ia merasa gundah karena posisi Aswaja (NU) yang moderat semakin lama semakin terjepit oleh dua aliran yang berseberangan. Yang satu adalah aliran liberal.?

Dan satunya lagi aliran radikal. Yang disebut terakhir ini, gerakannya cukup massif, dan gampang meraih simpati ? masyarakat. Tidak hanya itu, mereka juga berani terang-terangan mencaci-maki, mencap amaliah NU sebagai amalan bidah, khurarat, bahkan kafir.

Sebagian orang, menilai hal tersebut sebagai persoalan yang remeh-temeh. Namun bagi Kiai Muhyiddin, menjamurnya aliran radikal di Indonesia, termasuk Jember ? merupakan awal petaka. Sebab, mereka mempunyai kemampuan menyusup dan berbaur di tengah-tengah masyarakat.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dengan semangat "dakwah" yang militan, didukung oleh finansial yang memadai, sungguh mereka bisa menjadi ancaman serius bagi NU, bahkan bangsa Indonesia. Betul, Islam mungkin tak akan hilang dari bumi Indonesia. Tapi bukan mustahil, ? NU kelak hanya tinggal papan nama ? jika agresifitas kelompok radikal dibiarkan leluasa bergerak menebar propaganda palsu.?

"Mesir asalnya sunni. Begitu juga ? Turki, Irak dan masih banyak lagi. Tapi akhirnya aliran sunni di situ jadi minoritas bahkan habis sama sekali," tukas putra Kiai Muhyiddin, Ra Robith Qashidi kepada Pondok Pesantren Attauhidiyyah.

Itulah sebabnya, Kiai Muhyiddin mengadakan perlawanan dengan menerbitkan sejumlah buku yang berisi dalil atau argumentasi tentang amaliah warga NU. Sebab, mereka menyerang ajaran atau amaliah NU. Berarti benteng dalilnya harus diperkuat. Diantara bukunya adalah "Fiqih Tradisionalis: Jawaban Pelbagai Persoalan Keagamaan Sehari-hari", "Tahlil Dalam Perspektif Alquran dan As-sunnah (kajian Kitab Kuning)",? dan sebagainya.?

Satu lagi kitab "perlawanan" Kiai Muhyiddin berbahasa Arab, yaitu "Al-Hujjaj ? al-Qathiyyah lil-Aqaaid wal Amaliyyah an-Nahdliyyah". Kitab ini bahkan menjadi materi kajian dan dihatamkan ? di sejumlah pesantren besar seperti Matholiul Falah asuhan Kiai Sahal Mahfudz, Pesantren Ngunut, Tulungagung, pesantren Mojogeneng, Mojokerto, pesantren Langitan, Tuban, Pesantren Ilmu Al-Quran pimpinan Kiai Bashori Alwi, Malang dan Sekolah Tinggi Agama Islam, Tambak Beras Jombang.?

"Masih banyak pesantren besar lain yang bahkan menjadikan buku dan kitab abah sebagai materi pelajaran wajib bagi santrinya," lanjut Ra Robith.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Gerakan Kiai Muhyiddin ternyata merangsang timbulnya ghirah di kalangan tokoh NU dan pengasuh ? pesantren. Antusiasme sejumlah pesantren di atas dalam mengkaji kitab dan buku ? karya Kiai Muhyiddin ? menjadi petunjuk sahih betapa langkah dan gerakannya dapat menginspirasi "perlawanan" pesantren terhadap aliran kontra NU, dengan cara memperkuat benteng dalil amaliyah NU.

Dalam perkembangan yang sama, Kiai Muhyiddin juga mendorong pendirian Aswaja Center ? dan memaksimalkan kiprah Lembaga Bahtsul Masail PCNU Jember. Munculnya nama-nama seperti Ustdaz Idrus Ramli, Mahmulul Huda, Abdul Haris, Gus Wahab ? dan lain-lain tak lepas dari besutan tangan dingin Kiai Muhyiddin.?

Mereka siap "tempur" untuk mendebat aliran radikal dan liberal dalam kondisi dan situasi apapun. Kiai Muhyiddin sendiri saat itu juga keliling Nusantara memenuhi undangan pelatihan Aswaja.

Pesantren Nuris, tentu saja menjadi ladang subur untuk menyemaikan bibit Aswaja. Karena itu, Kiai Muhyidin lalu mencanangkan tekad bahwa pesantren yang dipimpinnya ? merupakan kawah candradimuka bagi lahirnya kader-kader Aswaja yang mumpuni. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Makam, Jadwal Kajian Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 19 Mei 2016

Indonesia Siap Berperan Dukung Kemerdekaan Palestina

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah



Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia siap berperan untuk mendukung tercapainya perdamaian di Palestina.

"Indonesia siap berperan untuk mendukung proses perdamaian ini," kata Jokowi dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Balai Sidang Jakarta pada Ahad sore.

Indonesia Siap Berperan Dukung Kemerdekaan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Siap Berperan Dukung Kemerdekaan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Siap Berperan Dukung Kemerdekaan Palestina

Menurut Presiden, dengan diselenggarakannya KTT Luar Biasa ke-5 Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) maka seluruh negara anggota dapat lebih bersatu menjunjung kemerdekaan Palestina.

Konferensi tersebut diharapkan Presiden RI dapat mendorong negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk mendukung kepentingan Palestina dan juga ASEAN di semua hal.

"Saya berharap negara-negara Islam lebih banyak mendukung proses perdamaian di Palestina dan Israel," tegas Presiden.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sebelumnya, Presiden mengatakan Indonesia selalu mendukung agar Palestina menjadi negara berdaulat.

Hal itu, jelas Presiden, ditunjukkan melalui pembukaan kantor konsulat kehormatan di Kota Ramallah, Palestina pada Maret 2016.

KTT LB ke-5 OKI yang diselenggarakan di Jakarta pada 6-7 Maret 2016 juga merupakan bentuk nyata upaya negara-negara OKI, termasuk Indonesia, untuk mendorong penyelesaian konflik di Palestina.

Indonesia telah diminta negara Mesir dan Palestina untuk menyelenggarakan KTT Luar Biasa yang membahas kedaulatan Palestina dan pendirian Al Quds Al Syarif. (Antara/Mukafi Niam)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Humor Islam Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 08 Mei 2016

Sidang Paripurna DPD RI Dorong Daerah Siap MEA 2015

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Selasa (13/1) ini, Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) akan menggelar Sidang Paripurna ke-9 dengan ? agenda di ? Gedung Nusantara V MPR RI/DPD RI. Sidang paripurna akan membahas mengenai Acara Persidangan DPD RI Massa Sidang 2014-2015.

Sidang Paripurna DPD RI  Dorong Daerah Siap MEA 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
Sidang Paripurna DPD RI Dorong Daerah Siap MEA 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

Sidang Paripurna DPD RI Dorong Daerah Siap MEA 2015

Kepala Pusat Data dan Informasi Sekretariat Jenderal DPD RI Nana Sutisna, dalam rilis pers yang diterima Pondok Pesantren Attauhidiyyah mengatakan, Sidang Paripurna DPD RI dilaksanakan dengan agenda Sidang Pidato Pembukaan Masa Sidang II DPD RI Tahun Sidang 2014-2015 oleh Ketua DPD RI Irman Gusman, didampingi wakil ketua Farouk Muhammad dan GKR Hemas dan diakhiri dengan laporan Kegiatan Anggota DPD RI di daerah Pemilihan.

Para senator dari 33 propinsi telah melakukan reses ke daerah masing-masing dengan agenda melalukan pemantauan langsung; Salah satu point adalah Kesipan Daerah menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Tahun 2015.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Salah satu point penting adalah kesiapan daya saing masing-masing daerah dalam masyarakat ekonomi ASEAN 2015 karena disadari atau tidak daerah yang paling merasakan dampaknya disamping menurunnya daya beli masyarakat disebabkan kenaikan bahan bakar minyak (BBM), dan tingginya tingkat pengangguran di daerah. Untuk itu diharapkan pemerintah harus bekerja keras melakukan percepatan semua kebijakan ekonomi demi mendongkrak daya saing bangsa di regional ASEAN.

Daerah-daerah harus mengangkat produk khas daerah yang berkualitas dan terstandarisasi sehingga daerah mendapatkan efek positif di era pasar bebas kawasan ASEAN tersebut.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sidang paripurna DPD RI merupakan bagian dari mekanisme sistem pengawasan anggota DPD RI.

Dalam Laporan ? kegiatan setiap anggota DPD RI di daerah pemilihannya biasanya juga akan membahas tentang kesiapan daerah dalam berbagai aspirasi masyarakat melingkupi antara lain otonomi daerah, pendidikan; agama; kebudayaan; kesehatan; pariwisata; pemuda dan olahraga; kesejahteraan sosial; pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak; tenaga kerja dan transmigrasi; ekonomi kreatif; dan permasalahan lainnya yang berhubungan dengan aspirasi masyarakat dan daerah yang ditampung oleh anggota dewan.

Menurut rencana, dalam Sidang paripurna yang akan dihadiri oleh para senator dari 33 provinsi tersebut, juga akan membahas beberapa program kerja ke depan; salah satunya adalah membangun komunikasi dengan media massa. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah IMNU Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 02 Mei 2016

Pelajar dan Santri Peringati Hari Kesaktian Pancasila

Jepara, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ratusan pelajar dan santri SMP – SMK dan pesantren Az Zahra desa Sekuro kecamatan Mlonggo kabupaten Jepara memperingati Hari Kesaktian Pancasila dengan upacara bendera berlangsung di halaman kompleks Az Zahra, Rabu (1/10).

Pelajar dan Santri Peringati Hari Kesaktian Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar dan Santri Peringati Hari Kesaktian Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar dan Santri Peringati Hari Kesaktian Pancasila

Inspektur upacara, Misbah dalam amanatnya menyampaikan upacara bukan sekadar ritual tapi perlunya mengunduh sebuah nilai. Kepala SMP Az Zahra itu menyontohkan petugas upacara yang dilakukan kelas VII. Jika ada kekurangan, terangnya tidak perlu ditertawarakan namun dijadikan pelajaran berharga.

"Kekurangan yang ada pada petugas upacara kelas VII, tingkatan terendah di Az Zahra bukan dijadikan bahan tontonan tetapi tuntunan. Oh, maklum mereka masih belajar. Kedepan kelak mereka tambah baik," jelas Misbah.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ia melanjutkan dengan Pancasila sebagai salah satu dasar negara merupakan komitmen bangsa untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Disamping itu perlu pula didasari akhlak mulia. Hal itu sebagaimana tercermin dalam lembaga dipimpinnya. "Di SMP ada pembelajaran praktik yakni shalat Dluha sedangkan di SMK mapel takhasus," imbuhnya.

Hal itu sambungnya untuk menguatkan kualitas akhlak peserta didik. Dengan akhlak, etika dan moral niscaya pelajar tetap disegani dimana pun berada apalagi eksitensi bangsa juga perlu didasari moral bangsa.(Syaiful Mustaqim/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Sunnah, Budaya, Quote Pondok Pesantren Attauhidiyyah