Minggu, 09 Desember 2012

Jelang Pilkada, PMII Unsuri Minta Warga Sidoarjo Tolak Politik Uang

Sidoarjo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Jelang pilkada, PMII Universitas Sunan Giri (Unsuri) Sidoarjo, Jawa Timur menggelar aksi solidaritas di paseban alun-alun Sidoarjo, Selasa (1/12). Dalam aksinya, aktivis pergerakan ini meminta kepada warga Sidoarjo untuk teliti dan mencermati dalam menggunakan hak suaranya pada laga pemilihan kepala daerah Sidoarjo yang akan dilaksanakan serentak 9 Desember 2015 mendatang.

"Dari peraturan yang sudah begitu jelas, ini tentunya kesadaran sangat penting dalam memahami Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Sidoarjo. Maka dari itu, masyarakat Sidoarjo harus mencermati sebelum memilih sebuah pemimpin di kota Delta ini. Karena diakui atau tidak, nasib Sidoarjo ditentukan dalam waktu 5 menit untuk 5 tahun ke depan," ucap ketua komisariat PMII Unsuri, Muhtadi.

Jelang Pilkada, PMII Unsuri Minta Warga Sidoarjo Tolak Politik Uang (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Pilkada, PMII Unsuri Minta Warga Sidoarjo Tolak Politik Uang (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Pilkada, PMII Unsuri Minta Warga Sidoarjo Tolak Politik Uang

Selain itu, PMII Unsuri juga meminta masyarakat Sidoarjo agar tidak terprovokasi dengan berbagai isu yang berkembang dan terpengaruh oleh intimidasi. Karena pilkada bersih dan damai merupakan dambaan dari semua mayarakat Sidoarjo.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dalam pemilihan kepala daerah, 9 Desember 2015 nanti, PMII Unsuri siap mengawal agar penyelenggaraan pilkada tersebut  bebas dari money politik, intimidasi, black campaign, golput dan harus bersih serta damai. 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Perubahan kota Delta ini terletak pada pemimpin yang memang memperjuangkan kepentingan masyarakat Sidoarjo atau kepentingan umum, bukan memperjuangkan kepentingan pribadinya. Untuk itu, hindari kecurangan dan pelanggaran," kata Bakrie Irawan salah satu orator aksi.

Tidak sampai disitu saja, PMII Unsuri juga meminta kepada KPUD Sidoarjo agar tetap independen, jujur, adil dan tidak boleh ikut kampanye apalagi menjadi tim sukses dari salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati Sidoarjo.

Beberapa tulisan juga dibentang dalam aksi tersebut, salah satunya bertuliskan "Tolak money politik, tolak serangan fajar, Politisi bersih, Yes, Politisi kotor, No, masyarakat tanpa intimidasi, kawal pilkada besih dan damai". (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Sunnah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 01 Desember 2012

Ini Amalan Rasulullah SAW di Bulan Sya’ban

Kita sekarang berada di bulan Sya’ban dan sebentar lagi Ramadhan datang menghampiri kita. Bulan Sya’ban merupakan waktu yang tepat untuk berpuasa guna melatih diri untuk terbiasa puasa satu bulan penuh selama Ramadhan. Bahkan orang yang puasa Sya’ban termasuk orang yang menghormati bulan Ramadhan. Nabi Muhammad SAW mengatakan, “Puasa? Sya’ban itu untuk menganggungkan Ramadhan,” (HR At-Tirmidzi).

Puasa Sya’ban sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Menurut pengakuan ‘Aisyah RA, “Hanya di bulan Ramadhan Nabi Muhammad berpuasa satu bulan penuh dan saya tidak melihat Beliau sering puasa kecuali di bulan Sya’ban,” (HR Al-Bukhari). Dalam riwayat Ahmad disebutkan, “Puasa yang disukai Nabi Muhammad SAW ialah puasa di bulan Sya’ban.”

Ini Amalan Rasulullah SAW di Bulan Sya’ban (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Amalan Rasulullah SAW di Bulan Sya’ban (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Amalan Rasulullah SAW di Bulan Sya’ban

Syeikh Nawawi Banten di dalam Nihayatuz Zain menjelaskan sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Artinya, “Macam puasa sunah yang kedua belas adalah puasa Sya’ban. Sebab Nabi Muhammad SAW sangat suka berpuasa pada bulan tersebut. Siapa saja yang berpuasa di bulan Sya’ban, ia akan memperoleh sya’faat di hari kelak.”

Sebagai umatnya, puasa sunah yang dilakukan Nabi SAW ini penting untuk kita amalkan. Meskipun tidak mampu meniru sepenuhnya apa yang diamalkan Nabi Muhammad SAW, paling tidak kita coba berpuasa semampunya selama bulan Sya’ban. Selain mendapatkan ganjaran, puasa Sya’ban dapat melatih diri sendiri agar siap melakukan puasa wajib Ramadhan.

Biasanya, orang yang tidak terbiasa berpuasa tentu akan merasa berat melakukan puasa sebulan penuh pada Ramadhan. Untuk itu, biasakan puasa sebanyak-banyaknya di bulan Sya’ban agar nanti di bulan Ramadhan organ lambung tidak terkejut bila tidak beraktivitas selama siang hari.

Demikian pula bagi perempuan yang belum mengqadha puasa Ramadhan tahun lalu, Sya’ban adalah momen terbaik untuk mengqadha puasa. Jangan sampai ketika memasuki bulan Ramadhan nanti, utang puasa belum dibayar tuntas. Semoga kita mampu mengamalkan sunah Nabi Muhammad SAW. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Warta Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 20 November 2012

Inilah Mitos-Mitos Daging Kambing yang Tak Selalu Benar

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Masih ada berbagai mitos seputar daging kambing yang beredar di masyarakat, terutama menjelang Idul Adha, kata Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Jakarta Raya (PAPDI Jaya) Dr Ari Fahrial Syam.

Inilah Mitos-Mitos Daging Kambing yang Tak Selalu Benar (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Mitos-Mitos Daging Kambing yang Tak Selalu Benar (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Mitos-Mitos Daging Kambing yang Tak Selalu Benar

"Di hari raya ini sebagian masyarakat akan menikmati makanan yang mengandung daging kambing atau daging sapi. Jika ingat daging kambing saya ingat beberapa mitos yang sangat diyakini masyarakat kebenarannya," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, 4 Oktober 2014.

Ari memaparkan, mitos pertama adalah masyarakat yang kebetulan diketahui tekanan darahnya rendah atau hipotensi akhirnya meningkatkan makan daging kambing agar tensinya naik.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Padahal, ia mengingatkan bahwa tekanan darah rendah bisa disebabkan oleh berbagai hal antara lain karena perdarahan, kurang minum sampai dehidrasi hingga kelelahan atau kurang tidur.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Tensi yang rendah, lanjutnya, juga dapat disebabkan karena gangguan pada jantung baik karena kelainan katup atau serangan jantung bahkan gagal jantung.

"Kalau tensi turun karena gangguan jantung konsumsi daging kambing yang berlebihan justru akan fatal dan memperburuk keadaan," jelas Ari Fahrial Syam.

Ia juga mengemukakan, dampak langsung akibat menkonsumsi daging kambing berlebihan adalah sembelit dan bila mempunyai penyakit GERD (penyakit asam atau isi lambung balik arah ke atas), maka GERDnya akan bertambah parah setelah mengonsumsi daging kambing berlebihan.

Belum lagi, ujar dia, efek jangka panjang berupa peningkatan kadar lemak dan kolesterol darah, apalagi bila setelah makan langsung tidur karena kekenyangan.

Sedangkan mitos kedua yang juga beredar ditengah masyarakat adalah bahwa testis kambing akan meningkatkan gairah seksual atau sate kambing setengah matang meningkatkan gairah seksual.

"Ternyata hal inipun tidak sepenuhnya benar, memang testis kambing banyak mengandung testosteron yang dapat meningkatkan gairah seksual. Tetap sebenarnya peningkatan gairah seksual terjadi karena multifaktor dan tidak semata-mata berhubungan dengan makanan," katanya.

Ia memaparkan, daging kambing juga daging merah lain seperti daging sapi mengandung tinggi lemak. Lemak hewani biasanya mengandung lemak jenuh.

Lemak jenuh tersebut, jelas dia, banyak mengandung LDL lemak jahat yang bisa menumpuk pada dinding pembuluh darah kita.

"Selain lemak, daging kambing juga mengandung protein hewani. Protein kita butuhkan untuk menggantikan sel-sel yang rusak dan sebagai zat pembangun," katanya.

Dengan demikian, Ari menuturkan bahwa daging kambing termasuk juga daging sapi yang akan menjadi santapan utama Hari Raya Kurban mengandung zat gizi yang memang dibutuhkan tetapi kalau jumlahnya berlebihan akan mengganggu kesehatan.

Untuk itu, ia mengingatkan agar jangan lupa mengimbanginya dengan banyak makan buah dan sayur untuk mengurangi efek samping dari makan daging berlebihan.(antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Ubudiyah, Amalan, RMI NU Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 08 November 2012

Komisariat PMII UIN Suka Gelar Tablig Akbar

Yogyakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan tablig akbar dan pengajian Al-Quran. Acara ini dimaksudkan untuk menanamkan nilai keislman khususnya Aswaja di masjid UIN Suka, Kamis (20/2).

Di laboratorium UIN Sunan Kalijaga, Jum’at (21/2) dini hari, Ketua panitia Badruttamam mengatakan, acara keagamaan ini digelar dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW.

Komisariat PMII UIN Suka Gelar Tablig Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)
Komisariat PMII UIN Suka Gelar Tablig Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)

Komisariat PMII UIN Suka Gelar Tablig Akbar

Ketua Pimpinan Komisariat UIN Suka Arya Putra juga menambahkan bahwa acara seperti ini merupakan agenda yang jarang sekali dilaksanakan oleh mahasiswa.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan upaya menggali semangat yang ada dalam diri nabi. Kita sebagai mahasiswa patut meniru dan mampu memberikan perubahan,” tandas Arya Putra.

Menurut penceramah Katib Aam PBNU KH Malik Madani, kegiatan maulid yang diadakan PMII merupakan tradisi NU. “Walaupun tiada kaitan struktural antara NU dan PMII, tradisi ini banyak manfaatnya di antara sahabat, senior, dan yunior,” pungkas Kiai Malik. (Nur Sholikhin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pesantren, Nahdlatul Ulama, Tokoh Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 01 November 2012

NKRI Harga Mati, NU Bukan Latah dan Tiru-tiru

Jember, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Tak bisa dipungkiri bahwa NU mempunyai kontribusi yang besar dalam perumusan Pancasila dan pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).?

Saat-saat menjelang kemerdekaan, para tokoh dan ulama NU sepakat memilih bentuk NKRI dan ideologi Pancasila karena dinilai paling cocok buat bangsa Indonesia yang multi etnis, agama dan budaya.?

NKRI Harga Mati, NU Bukan Latah dan Tiru-tiru (Sumber Gambar : Nu Online)
NKRI Harga Mati, NU Bukan Latah dan Tiru-tiru (Sumber Gambar : Nu Online)

NKRI Harga Mati, NU Bukan Latah dan Tiru-tiru

Demikian diungkapkan Ketua PCNU Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin saat berceramah dalam rangka memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di aula PB. Sudirman, Kantor Bupati Jember, Jawa Timur, Rabu (10/4).

Menurutnya, NU mempunyai sejarah yang panjang dalam dialektika pembentukan NKRI dan Pancasila. Selain bergerak di tataran gagasan dan pergulatan pemikrian, para tokoh dan ulama NU juga bergerak di lapangan, berperang untuk menegakkan NKRI.?

"Jadi kalau NU sering berteriak NKRI adalah harga mati, mohon maaf, itu bukan latah, bukan meniru-meniru TNI, tapi memang ada referensi sejarahnya," tukas Gus Aab, sapaan akrabnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ia menambahkan, walaupun sempat muncul gagasan agar Indonesia dijadikan negara agama (Islam) karena faktor demografis yang ? mayoritas muslim, namun para tokoh dan ulama NU (bersama tokoh-tokoh yang lain) ketika itu menolak gagasan tersebut. Sebab, Indonesia multi agama dan etnis, sehingga tidak cocok menjadi negara agama.?

Menurutnya, NKRI dan Panasila itu adalah pilihan moderat dan terbaik. Bukan negara agama, memang. Tapi Indonesia memberi kebebasan kepada pemeluk agama apapun untuk melaksakanan ibadahnya dengan baik.?

“Inikan konsep hehat. Mohon maaf, saya adalah muslim. Dan saya wajib yakin bahwa Islam adalah agama yang paling benar bagi saya. Tapi keyakinan saya pada agama Islam tidak boleh menutup ruang pemeluk agama lain untuk meyakini dan melaksanakan ajaran agamanya secara baik. Itulah Indonesia, dan itu (NKRI dan Pancasila) harus kita pertahankan sampai kapanpun," urainya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Makam, Fragmen, Lomba Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 05 Oktober 2012

Dukung Munas-Konbes NU, Ini yang Dilakukan Jaringan Santri Indonesia Tengah

Mataram, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Jaringan Santri Indonesia Tengah (Jarsit) mendukung terselenggaranya acara Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas dan Konbes NU) 2017 yang diselenggarakan di Lombok Nusa Tenggara Barat. 

Sebagai bentuk dukungannya, Jarsit membagikan buku gratis dan mendeklarasikan delapan poin komitmen untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan memegang teguh Ahlussunnah wal Jama’ah. 

“Jarsit membagikan buku secara gratis pada acara Pembukaan Munas-Konbes NU di Islamic Center Masjid Raya Hubbul Wathan Mataram Nusa Tenggara Barat,” kata Ketua Jarsit Aditia Wahyudi, Kamis (23/11).

Dukung Munas-Konbes NU, Ini yang Dilakukan Jaringan Santri Indonesia Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
Dukung Munas-Konbes NU, Ini yang Dilakukan Jaringan Santri Indonesia Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

Dukung Munas-Konbes NU, Ini yang Dilakukan Jaringan Santri Indonesia Tengah

Menurut Aditia, ini juga adalah sebagai bentuk penegasan kembali kepada publik bahwa santri sejak dahulu memiliki komitmen kebangsaan, keindonesiaan dan keislaman yang kuat. Dengan ini, ia juga menegaskan, santri Indonesia Tengah mendukung pembangunan yang dicanangkan pemerintah dan menolak segala bentuk ujaran kebencian.

“Santri Indonesia mendukung pembangunan nasional yang sudah diprogramkan pemerintah," ucapnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Berikut delapan komitmen yang dideklarasikan Jarsit:

Pertama, kami santri Indonesia Tengah berpegang teguh pada akidah Ahlussunnah wal Jamaah.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dua, kami santri Indonesia Tengah mengukuhkan dan memelihara Islam Wathoniah sebagai santri Indonesia Tengah.

Tiga, kami santri Indonesia Tengah  siap berperan aktif mengamalkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.

Empat, kami santri Indonesia Tengah  siap berperan aktif menangkal segala bentuk radikalisme.

Lima, kami santri Indonesia Tengah siap berperan aktif menjaga Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Enam, kami santri Indonesia Tengah  siap berperan aktif menjunjung tinggi toleransi umat beragama.

Tujuh, kami santri Indonesia Tengah  siap menjaga khasanah keilmuan dan memelihara nilai-nilai kehidupan pondok pesantren serta bersedia menjadi pelopor pengawal muru’ah kiai dan ulama.

Delapan, kami santri Indonesia Tengah menerima dan mendukung hasil pembangunan nasional demi kemaslahatan umat.





(Red: Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Anti Hoax, PonPes, Hikmah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 28 September 2012

Hipsi DIY: Bangga Jika Santri Punya Usaha!

Yogyakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Meskipun berat, namun harus tetap melaksanakan tanggung jawab yang telah ditangguhkan di atas pundaknya. Demikian gambaran perasaan H Buchori Al-Zahrowi, tatkala pengusaha-pengusaha NU Yogyakarta mendaulatnya sebagai ketua Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) cabang Yogyakarta, Sabtu (1/6) sore, di gedung PWNU DIY, Jl MT Haryono, 41-42.

Hipsi DIY: Bangga Jika Santri Punya Usaha! (Sumber Gambar : Nu Online)
Hipsi DIY: Bangga Jika Santri Punya Usaha! (Sumber Gambar : Nu Online)

Hipsi DIY: Bangga Jika Santri Punya Usaha!

Ditemui Pondok Pesantren Attauhidiyyah usai memimpin rapat perdana pembentukan kepengurusan HIPSI Yogya, bapak yang akrab disapa H Buchori AZ ini pun menuturkan perihal empat harapannya untuk HIPSI Yogya ke depan.

Pertama, tumbuhnya mindset enterpreneur. Kedua, meningkatnya ghirah wirausaha santri. Ketiga, bertambahnya link, dan keempat, memiliki data base pengusaha santri,” tuturnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Bendahara GP Ansor DIY ini pun menambahkan, bahwa selain pelantikan dan musyawarah kerja, hal yang pertama akan dilakukan oleh HIPSI Yogya adalah road show ke pondok-pondok dan kampus-kampus yang ada di Yogya. 

“Setelah ini kita akan road show ke pondok dan kampus, agar kita juga punya data base santri yang berwirausaha,” tandasnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Mengenai lembaga yang menjadi sasaran dari HIPSI Yogya, H. Buchori AZ telah memetakan bahwa sebagian besar sasarannya adalah wilayah pesantren. Mengingat bahwa HIPSI sendiri merupakan ‘anak’ yang lahir dari ‘rahim’ RMI (Rabithah Ma’ahid Islamiyyah). Namun tidak menutup kemungkinan juga akan menggandeng lembaga usaha di luar pesantren.

“Jika diprosentasekan, ya mungkin pesantren 60% lah, yang 40% luar pesantren,” papar pemilik usaha bakery ‘Aflah’ tersebut.

Ia pun berpesan kepada generasi muda, bahwa sekarang sudah bukan saatnya motivasi lagi, melainkan waktunya bertindak. Mengingat bahwa hal yang paling penting dalam berwirausaha adalah tindakan, bukan teori. 

“Kita akan bangga jika memiliki santri yang punya usaha,” pungkasnya sore itu.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Dwi Khoirotun Nisa’

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Sunnah, Kajian Islam Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 15 September 2012

5 Hari Usai Peluncuran, Batik IPNU-IPPNU Pekalongan Laris Manis

Pekalongan, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, secara resmi meluncurkan seragam batik IPNU-IPPNU menjelang akhir masa bakti organisasi di bawah kepemimpinan Abraham Usman (ketua IPNU) dan Fitriyah (ketua IPPNU) ini.

Ketua PC IPNU Kabupaten Pekalongan Abraham Usman, dalam rilis Kamis (10/3), menyatakan, baru 5 hari sejak peresmiannya, batik IPNU-IPPNU ini telah terjual sebanyak 1000 potong. Ia berharap omzet penjualannya akan terus meningkat sehingga PC IPNU IPPNU Kabupaten Pekalongan dapat menjadi organisasi yang mandiri secara finansial.

5 Hari Usai Peluncuran, Batik IPNU-IPPNU Pekalongan Laris Manis (Sumber Gambar : Nu Online)
5 Hari Usai Peluncuran, Batik IPNU-IPPNU Pekalongan Laris Manis (Sumber Gambar : Nu Online)

5 Hari Usai Peluncuran, Batik IPNU-IPPNU Pekalongan Laris Manis

Batik tersebut diluncurkan pada acara pembukaan Konferensi XVIII Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Pekalongan yang berlangsung 4-6 Maret 2016. Seragam batik ini sekaligus menjadi seragam resmi peserta konferensi bertema "Komitmen Pelajar Islam yang Berbudaya untuk Toleransi dan Pembangunan Negeri" itu.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Batik diresmikan oleh Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Pekalongan mewakili bupati setempat, didampingi bupati Pekalongan terpilih Asip Kholbihi. Turut serta pula pada kesempatan itu anggota DPR RI H Bisri Romly dan anggota DPRD Jawa Tengah Abdul Khamid.

Abraham juga berharap ke depan batik IPNU-IPPNU ini bisa digunakan oleh kader IPNU IPPNU seluruh Indonesia. Dirinya menjamin bahwa kualitas dan harga batik buatan PC IPNU-IPPNU Kabupaten Pekalongan tidak mengecewakan.

Ia berpesan bagi kader IPNU IPPNU dimana saja berada yang berminat untuk mendapatkan batik ini bisa menghubungi Abdul Khafidz (085741909585) selaku koordinator pemasaran. (Red: Mahbib)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Hikmah, Berita, Sejarah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rabu, 12 September 2012

Wakil Rais ‘Aam PBNU Kritik Gerakan HTI dan FPI

Kubu Raya, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dalam Halaqah Alim Ulama NU yang digelar PWNU Kalimantan Barat di Pondok Pesantren Darul Ulum, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Ahad (30/4/2017), Wakil Rais Aam PBNU, KH Miftahul Akhyar mengungkapkan perlunya kewaspadaan warga NU terhadap organisasi transnasional seperti HTI, Wahabi, Syiah, termasuk Jaulah.

Wakil Rais ‘Aam PBNU Kritik Gerakan HTI dan FPI (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakil Rais ‘Aam PBNU Kritik Gerakan HTI dan FPI (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakil Rais ‘Aam PBNU Kritik Gerakan HTI dan FPI

"Kalau kita runut, kelompok ini adalah kelompok Khawarij. Karena mereka nolak madzhab," ujarnya.

Mengenai maraknya penolakan-penolakan terhadap kelompok tersebut, menurut Kiai Miftah adalah wajar. "Kalian datang melawan tradisi dan madzhab di Indonesia. Ingin membentuk madzhab dan akidah baru, secara frontal, jadi wajar ditolak," tandasnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Lebih lanjut, kata Kiai Miftah, penolakan terhadap kelompok transnasional ini semakin mengental lantaran kelompok tersebut juga ingin mengubah dasar negara RI, serta rajin menebar fitnah dan berita palsu.

Kebiasaan menebar kabar dusta tanpa tabayyun itu juga kerap dilakukan oleh FPI. Laskar bentukan Habib Rizieq itu, menurut Kiai Miftah, juga kurang melakukan tabayyun. Sehingga FPI juga mendapat penolakan di berbagai tempat, termasuk di Kalbar.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Ini kritik saya terhadap FPI. Meski amar maruf nahi munkar perlu diupayakan, tapi harus lebih santun. FPI juga sering bicara keras, menuduh kita (NU), tanpa tabayyun. Ini kekurangan FPI yang membuat banyak resistensi masyarakat," ungkapnya.

Kiai Miftah juga menyesalkan para pengurus FPI yang kurang selektif dalam rekrutmen anggotanya. Sehingga banyak anggota yang masuk berlatar belakang dendam dan menunggangi gerakan-gerakan FPI.

"Jadi banyak anggota FPI berlatar belakang tidak jelas. Sehingga malah menunggangi dan merusak citra FPI," ujarnya. Meski demikian, Kiai Miftah mengakui bahwa secara amaliah dan akidah, FPI serupa dengan NU. (Malik Mughni/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Habib, Nahdlatul Ulama, Pesantren Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 26 Agustus 2012

PBNU: AS Tak Mungkin Tinggalkan Irak Sebelum Dapat Minyak

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengatakan, Amerika Serikat (AS) tak mungkin meninggalkan Irak sebelum berhasil mengeruk keuntungan ekonomis, yakni mendapatkan minyak. Karena hal itulah yang menjadi tujuan utama AS menginvasi negeri 1001 Malam itu.

“Karena kalau sekarang, bondo (modal, Red) Amerika Serikat untuk perang (invasi ke Irak) belum kembali. Sulit kalau untuk menarik pasukannya dari Irak sekarang,” ujar Hasyim kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (30/4)

Desakan dari berbagai pihak pun, menurut Hasyim, sulit mengubah kebijakan Presiden AS Goerge W Bush, terutama dalam pendudukannya terhadap Irak. “PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) saja nggak didengar, juga rakyatnya sendiri, yang jadi korban kebijakan Bush,” terangnya.

PBNU: AS Tak Mungkin Tinggalkan Irak Sebelum Dapat Minyak (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: AS Tak Mungkin Tinggalkan Irak Sebelum Dapat Minyak (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: AS Tak Mungkin Tinggalkan Irak Sebelum Dapat Minyak

Namun demikian, tambah Presiden World Conference on Religion for Peace itu, perlawanan terhadap negara Adidaya itu, apapun caranya, tetap harus digelorakan. Meski sekedar desakan moral yang tak banyak berpengaruh, harus tetap disuarakan.

Indonesia, lanjutnya, sebagai negara yang berdaulat dan memiliki komitmen untuk ikut serta dalam memelihara perdamaian dunia dan keadilan sosial, pun harus melakukan perlawanan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Salah satu caranya adalah melakukan pengggalangan dukungan oleh parlemen Indonesia dengan parlemen negara lain pada sidang majelis Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-116 di Nusa Dua, Bali, 29 April hingga 4 Mei 2007, untuk mendesak penarikan pasukan AS dan sekutunya dari Irak.

Desakan terhadap upaya penarikan pasukan AS dari Irak, baginya, bisa menjadi langkah tepat untuk menaikkan derajat bangsa Indonesia di mata dunia yang menurun akibat dukungan pemerintah Indonesia pada resolusi Dewan Keamanan PBB bernomer 1747 yang menjatuhkan sanksi pada Iran.

“Dengan begitu, Indonesia sebagai polopor gerakan Non-Blok, bisa terangkat derajatnya. Indonesia bisa menyatakan keberpihakannya sebagai sebuah bangsa, bukan keberpihakan terhadap yang kuat,” urai Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars itu.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selain itu, Hasyim menambahkan, desakan terhadap penarikan pasukan pendudukan AS dan sekutunya dari Irak yang juga didukung Kongres AS, bisa menjadi cara untuk membantu memulihkan citra AS di mata dunia yang mulai menurun, terutama di bawah pimpinan Presiden Bush. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Olahraga, Kyai, Quote Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 20 Agustus 2012

Banser Harus Militan dan Ideologis

Jepara, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor kecamatan Batealit Jepara selama tiga hari Jum’at-Ahad, (16-18/10) sukses menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Diklatsar yang digelar di Dukuh Setro, Desa Batealit, kecamatan Batealit kabupaten Jepara itu diikuti 45 peserta yang kini telah dibaiat menjadi angota Banser baru.

Diklatsar itu merupakan kali pertama digelar PAC GP Ansor Batealit. Sementara di Jepara, merupakan Dikltasar angkatan kelima.

Banser Harus Militan dan Ideologis (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Harus Militan dan Ideologis (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Harus Militan dan Ideologis

Peserta yang mengikuti Diklastar itu sebagian besar dari wilayah Kemacatan Batealit dan beberapa ada delegasi dari PAC Tahunan, Keling dan Donorojo.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ketua PAC GP Ansor Batealit, Nur Alimin mengatakan Diklatsar banser diadakan dalam rangka menyiapkan barisan kader muda NU yang tanggap akan problem keumatan dan kebangsaan demi mengawal tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Banser menjadi garda terdepan Ansor maupun NU yang harus memiliki kemampuan untuk menyelesaikan berbagai problem. Khususnya masalah-masalah keumatan dan kebangsaan,” tambahnya sebagaimana rilis yang diterima Pondok Pesantren Attauhidiyyah.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Subchan Zuhri, Wakil Ketua PAC Ansor Batealit menambahkan dalam rangka membentuk kader Banser yang tangguh peserta Diklastar diberi materi yang lengkap. Mulai dari materi Ke-NU-an, Aswaja, Keansoran, Kebanseran, analisis SWOT, leadership, wawasan kebangsaan, PBB, kelalulintasan, SAR, Bagana, dan materi-materi pendukung lainnya.

Pada malam terakhir kemarin, panitia juga menghadirkan KH Subakir dari Kudus untuk memberikan materi penguatan mental spriritual kader banser,” imbuhnya.

Diklatsar Banser di Batealit Jepara itu juga dihadiri Sekretaris Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Tengah, Sholahuddin Ali. Mantan Ketua Umum PKC PMII Jawa Tengah itu menyampaikan materi Keansoran di hari pertama.

Sholahuddin menegaskan, bahwa Banser sebagai kekuatan utama Ansor harus memiliki militansi dan ideologi Islam Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) yang kuat. Tantangan Banser dan Ansor pada saat ini semakin kompleks dan harus dihadapi dengan kemampuan-kemampuan khusus.

“Sikap Banser adalah merepresentasikan Ansor dan NU yang harus menampakkan Islam Ahlussunah Waljamaah. Islam yang ramah, bukan Islam yang marah-marah,” tandasnya. (Syaiful Mustaqim/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah RMI NU, Tegal, Kajian Sunnah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 13 Agustus 2012

Ribuan Jamaah Iringi Pemakaman KH Noor Ahmad

Jepara, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ribuan jamaah turut mengiringi pemakaman KH Noor Ahmad SS, ahli falak Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Rabu (20/6) kemarin. Sejak pagi, tepatnya pukul 10.00 WIB Yi Noor pulang ke rahmatullah. Kediamannya di Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan ramai dengan pentakziyah.?

Ribuan Jamaah Iringi Pemakaman KH Noor Ahmad (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Iringi Pemakaman KH Noor Ahmad (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Iringi Pemakaman KH Noor Ahmad

Puncaknya selepas Ashar. Atas nama shohibul musibah KH Sholeh Taufiq mengatakan sebelum wafat, Kiai Noor masih dalam keadaan baik-baik saja. Saat pukul 08.30 WIB kondisinya sedang kurang baik akhirnya diberangkatkan ke RSUD Kudus. “Kurang lebih jam 10.00 WIB Kiai Noor dalam usia 83 tahun kapundut ila rahmatillah,” paparnya.?

Kiai Noor, dikatakannya adalah seorang Ulama yang ikhlas utamanya dalam membimbing santri dalam ilmu Falak. Santrinya sudah tersebar di berbagai penjuru. Sebagai manusia biasa, lanjut Sholeh Kiai Noor tentu mempunyai urusan haqqul adami. Karenanya urusan hak adam dipasrahkan kepada anaknya, H Romli.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rais Syuriyah PCNU Jepara, KH Ahmad Kholil mengungkapkan, Kiai Noor Ahmad merupakan ulama yang ngrumati masyarakat. Meski beliau telah tiada, tambahnya Lajnah Falakiyah masih tetap membutuhkan pemikirannya. “Hal itulah kemanfataan dari sosok Kiai Noor,” ungkapnya.?

Matinya orang alim adalah matinya alam semesta. Kyai Kholil menjelaskan wafatnya orang alim adalah cobaan yang besar. “Meskipun demikian semoga akan ada yang menggantikan KH Noor Ahmad,” harapnya.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Tiga kategori manusia yang disabdakan Nabi, tegasnya juga tercermin pada pribadi Kiai Noor. Alim, abid dan arif. “Kiai Noor seorang alim pewaris Nabi, seorang abid yang taat beribadah maupun bermujahadah dan seorang arif, mengerti serta menjalankan perintah Rasul,” jelasnya.?

H Ahmad Marzuqi, Bupati Jepara yang turut hadir menghaturkan rasa bela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Cepat atau lambat, imbuhnya semuanya akan menyusul almarhum. “Semoga keluarga yang ditinggalkan tetap diberikan kesabaran atas ujian yang diberikan Allah SWT,” doanya.?

Ilmu Falak yang dimiliki Kiai Noor Ahmad papar Marzuqi dibutuhkan masyarakat maupun pemerintah. Oleh karenanya, apa yang dicita-citakan almarhum di waktu berikutnya bisa diteruskan sanak keluarga maupun para santri.?

Karena banyaknya pentakziyah, shalat jenazah dilaksanakan tiga kali bertempat di Masjid Al-Makmur. Almarhum KH Noor Ahmad SS dikebumikan di makam Jabang Bayi.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Ahlussunnah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 11 Agustus 2012

Kopri Prihatin Narkoba dan Kekerasan Seksual Meningkat di Jombang

Jombang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pengurus Cabang Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Putri (Kopri) Jombang berupaya menekan maraknya penyalahgunaan narkoba dan kekerasan seksual yang menimpa masyarakat setempat.

Kopri Prihatin Narkoba dan Kekerasan Seksual Meningkat di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopri Prihatin Narkoba dan Kekerasan Seksual Meningkat di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopri Prihatin Narkoba dan Kekerasan Seksual Meningkat di Jombang

Upaya demikian tercermin dalam pagelaran seminar terbuka dengan tema “Kopri PMII : Melawan Teror Narkoba dan Kekerasan Seksual” sebagai pembukaan kegiatan Sekolah Kader Kopri (SKK) pada Kamis, (10/11), di aula Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang.

Ketua PC Kopri Jombang Priwahayu menyebutkan bahwa dua problem itu terus mengalami peningkatan di Jombang. Kesimpulan itu diperoleh dari data Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur dan hasil kajian sejumlah data yang diperoleh dari penanganan kasus kekerasan seksual oleh Woman Crisis Center (WCC) setempat selama beberapa tahun sebelumnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Berdasarkan data BNN Provinsi Jawa Timur, bahwa Kabupaten Jombang sebagai daerah dengan kasus narkoba tertinggi kelima tingkat Jawa Timur. Dan hasil kajian kami dan WCC bahwa jumlah kekerasan seksual di Jombang pada 2004 lalu sebanyak 29 kasus, namun pada tahun 2015 mengalami peningkatan hingga 36 kasus," katanya, Rabu (9/11).

Sementara itu, lanjut dia, usia korban kekerasan seksual rata-rata di bawah 18 tahun. "Sebanyak 85 persen, kekerasan seksual masih berumur di bawah 18 tahun, kemudian pelakunya adalah orang terdekat korban, seperti orang tua, saudara, pacar, teman dan tetangga," imbuhnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Terjadinya kasus kekerasan seksual cenderung berkaitan erat dengan penyalahgunaan narkoba dalam perkembangannya. Sehingga ketika kasus penyalahgunaan narkoba mengalami peningkatan, maka juga terkadang akan memicu terhadap naiknya kasus kekerasan seksual.

"Akibat penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak fisik, namun juga mental, sehingga tidak bisa mengontrol dirinya, dan akan mudah melakukan hal-hal yang di luar kekuasaannya, seperti kekerasan seksual. Kemudian naiknya angka kasus kekerasan terhadap perempuan dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya penyalahgunaan narkoba," tegasnya.

Untuk itu, Ayu panggilan akrab Priwahayu mengajak kepada segenap elemen masyarakat juga pemerintah untuk melek dua persoalan tersebut, kemudian mencari solusi tepat untuk menanganinya.

"Dalam Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 dijelaskan bahwa masyarakat bisa berpartisipasi dalam pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Di pasal 104 berbunyi kalau masyarakat mempunyai kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta dalam membantu upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika," tutur mahasiswa asal Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Peterongan Jombang itu.

Menurutnya, seminar tersebut adalah salah satu media dalam memberikan pemahaman lebih kepada khalayak terkait dua persoalan itu, dan juga upaya pencegahannya.

Seminar akan dihadiri sejumlah perwakilan organisasi kemasyarakatan (Ormas) se-Jawa Timur, anggota dan kader PMII se-Jawa Timur, lembaga dan instansi pemerintah terkait, pondok pesantren se-Jombang, seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa se-Jombang.

Sementara untuk narasumber kegiatan diantaranya Drs Amrin Remico MM, Kepala BNPP Jawa Timur, Andy Irfan, Ketua Kontras Surabaya dan Muklinah Shohib, Ketua DPD Nasdem Jombang. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Nahdlatul, Makam, Internasional Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rabu, 18 Juli 2012

PMII Jombang Garap Pesantren Aswaja

Jombang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Jombang, Jawa Timur tengah menyiapkan kegiatan Pesantren Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah) dan seminar deradikalisasi aliran anti Pancasila dan NKRI.?

PMII Jombang Garap Pesantren Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Jombang Garap Pesantren Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Jombang Garap Pesantren Aswaja

Rencananya acara tersebut berlangsung selama tiga hari, sejak tanggal 16-18 September 2016 mendatang bertempat di Gedung Islamic Center Jombang.?

"Susunan kegiatannya, sebelum kegiatan Pesantren Aswaja berlangsung, lebih dulu kami menyajikan seminar deradikalisasi untuk seluruh kader PMII Jombang pada tanggal 16 September yang insyaallah akan disampaikan oleh pihak Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang," kata Rizki Amalia, Ketua Pelaksana kegiatan ini, Ahad (27/8).?

Khusus saat kegiatan Pesantren Aswaja, delegasi peserta hanya dari Wakil Ketua III Bidang Keagamaan komisariat maupun rayon. "Pesertanya itu Wakil ketua III bidang keagamaan komisariat maupun rayon yang memiliki wawasan cukup prihal Aswaja dan siap dikader menjadi fasilitator Aswaja untuk follow up materi Aswaja di rayon maupun Komisariat," imbuhnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Disinggung terkait indikator kegiatan, ia menekankan pada kualitas out put kader yang didorong oleh dua belas pemateri handal, tujuh pemateri diantaranya dari Aswaja NU Center Jombang, dan lima pemateri dari pakar dan alumni PMII sendiri. "Mereka cukup mumpuni untuk menggembleng peserta menjadi ahli dalam bidang keaswajaan," tandasnya.?

Pada gilirannya, lanjut dia, masing-masing diantara mereka sudah siap menjadi instruktur atau fasilitor tentang materi Aswaja di lintas komisariat dan rayon se-Jombang.?

"Tidak hanya berhenti pasca kegiatan tersebut, nanti akan ada RTL sebagai pembekalan lebih lanjut para calon fasilitor Aswaja yang mesti siap dikirim ke rayon dan komisariat se-Jombang," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Fragmen, Olahraga, Warta Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 17 Juni 2012

Pesantren Terus Pacu Etos Berwirausaha

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Fungsi pesantren sebagai area kaderisasi ulama, dakwah Islam, dan penjaga moralitas umat, kini terus tumbuh seiring dengan kebutuhan zaman. Pertumbuhan itu mengarah kepada peran aktifnya untuk mengembangkan masyarakat di sektor ekonomi melalui penguatan etos berwirausaha.

Kenyataan ini seperti terlihat di Pesantren Al-Huda, Turalak, Baregbeg, Ciamis, Jawa Barat. Kurangnya alternatif usaha masyararakat Baregbeg yang selama ini banyak menggantungkan hidup pada hasil budidaya ikan air tawar, menggugah sang pengasuh, KH. Deden Abdul Aziz, berinisiatif merintis Koperasi Pesantren SMK Pesantren Al-Huda di bidang perkayuan dan pertukangan.

Pesantren Terus Pacu Etos Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Terus Pacu Etos Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Terus Pacu Etos Berwirausaha

Selama tiga hari (9-12 Maret), Pesantren Al-Huda melatih 30 kader muda dari dalam dan luar pesantren untuk produktif secara mandiri di bidang perkayuan dan pertukangan. Kegiatan difasilitasi oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) bekerjasama dengan Corporate Social Responbility (CSR) Bank Mandiri.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Entepreneur harus bervisi besar. Setelah itu buat perencanaan, laksanakan, dan evaluasi. Semua orang kalau mau bisnis apa saja, harus melakukan empat hal ini,” tegas wirausahawan sukses Aunur Rofiq saat mengisi materi Penguatan Etos Kewirausahaan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

RMI berkomitmen akan terus memfasilitasi dan mengembangkan semangat kewirausahaan ini ke pesantren-pesantren lain di Indonesia. Pengembangan akan disesuaikan dengan sumberdaya yang secara khas dimiliki masing-masing pesantren dan lingkungannya.

Seperti telah dijadwalkan, pelatihan serupa akan dilaksanakan di Pesantren Al-Ikhlas, Boyolali, Jawa Tengah, dengan segmen pelatihan Penggemukan Sapi pada 27-30 Maret 2012. Sementara di Pesantren Kempek Cirebon, Jawa Barat, dengan segmen pelatihan Usaha Kecil Menengah di sekitar pesantren, rencananya akan terealisasi pada bulan April mendatang.

“Nabi Muhammad SAW itu saudagar yang kaya raya. Karena itu umat Islam tidak boleh miskin karena panutannya adalah seorang yang sukses. Tentu modal penting beliau adalah sidiq (jujur),” tandas Sekretaris RMI Miftah Faqih.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Kajian Sunnah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 26 Mei 2012

11 Keunikan Perguruan Islam Mathali’ul Falah Kajen

Entah mengapa selepas menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar di desaku, saya berhasrat sekali untuk meneruskan pendidikan di Perguruan Islam Mathali’ul Falah Kajen, Margoyoso, Pati, Jawa Tengah atau biasa dikenal dengan Mathole’, sebuah sebuah sekolah yang terletak di desa Kajen. Saya tahu bahwa di sekolah tersebut muridnya diwajibkan untuk menghapal bait-bait dan atau matan kitab kuning, suatu hal yang dijauhi teman saya pada waktu itu, tapi saya tidak gentar dan mantap untuk meneguk ilmu di Mathole’ karena tertantang. Keinginan kuat saya untuk belajar di Mathole’ didasari atas dua hal: hafalan kitab dan tidak ada Ujian Negeri (UN). Bagi saya, itu ‘sesuatu’ banget.

Namun sayang beribu sayang, orang tua saya tidak memperkenankan saya untuk mendaftar di sekolah tersebut karena berbagai alasan, diantaranya adalah usia saya yang masih kecil. Karena kalau saya jadi mendaftar di sekolah tersebut, saya harus sekaligus tinggal di pesantren yang ada di sekitar Mathole’(salah satu peraturan Mathole’ adalah murid yang jarak rumahnya lebih dari 5 km dari Mathole’, maka wajib mesantren). Itu yang mungkin tidak diinginkan oleh orang tua saya, yakni meninggalkan mereka di saat saya masih bocah.

Setelah tamat dari Madrasah Tsanawiyah, segera saya daftarkan diri di Mathole’. Singkat cerita, dari sekitar 99 orang (kalau tidak salah) yang mendaftarkan diri untuk tingkat Aliyah di Mathole’,hanya ada 9 orang yang diterima pada tingkat Aliyah, termasuk saya. Adapun selebihnya masuk ke tingkat Diniyah Wustho satu dan dua. Kelas persiapan sebelum masuk ke tingkat Aliyah, masing-masing masa pendidikannya berlangsung selama satu tahun. Kalau ada yang diterima di Diniyah Wustho satu, maka ia harus melewati Diniyah Wustho dua terlebih dahulu sebelum menginjak jenjang Aliyah.?

11 Keunikan Perguruan Islam Mathali’ul Falah Kajen (Sumber Gambar : Nu Online)
11 Keunikan Perguruan Islam Mathali’ul Falah Kajen (Sumber Gambar : Nu Online)

11 Keunikan Perguruan Islam Mathali’ul Falah Kajen

Selama tiga tahun mengenyam pendidikan Islam yang berhaluan Aswaja dan memiliki tagline “Tafaqquh Fiddin, Menuju Insan Sholih Akrom” tersebut, saya menemukan beberapa keunikanyang ada di Mathole’dan itu sudah melekat dan menjadi karakteristiknya. Berikut adalah keunikan-keunikan yang ada di Mathole’.?

1. Menggunakan perhitungan Hijriyah

Pada umumnya, sekolah-sekolah yang ada di Indonesia menggunakan perhitungan bulan Masehi untuk menentukan tahun pelajaran atauawal-akhir dari proses belajar mengajar (akhir Juli adalah waktu kenaikan kelas). Namun tidak demikian dengan Mathole’, Mathole’ menggunakan tahun dan bulan Hijriyah sebagai patokan untuk menentukan tahun pelajaran.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kalau sekolahan yang lain menetapkan akhir Juli sebagai awal dari proses belajar mengajar, maka Mathole’ menetapkan bulan Syawal (bulan ke-10 dari tahun Hijriyah) sebagai awal dari tahun pelajaran dan bulan Sya’ban (bulan ke-8 dari tahun Hijriyah) sebagai akhir dari proses belajar mengajar. Jadi pada bulan ke-9 dari bulan Hijriyah, bulan Ramadhan, murid Mathali’ul Falah libur penuh. Dan biasanya selama bulan puasa ini, mereka mengaji posonan di pesantrennya masing-masing atau di pesantren yang menyediakan program posonan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Syawwal memiliki arti peningkatan. Setelah satu bulan penuh menjalani puasa pada bulan Ramadlan, maka orang-orang yang beriman akan mendapatkan peningkatan keimanan dan ketakwaan. Berangkat dari situ, maka masyayikh Mathole’ menetapkan Syawwal sebagai awal tahun pelajaran sebagai bulan peningkatan intelektualitas murid Mathole’ atau kenaikan kelas.Cerita yang saya dengar seperti itu. Entah benar atau tidak, Wallahu ‘Alam. Namun yang pasti, tahun pelajaran baru Mathole’ berbeda dengan tahun pelajaran baru sekolah-sekolah lainnya.

2. Tidak ada Ujian Nasional

Sekolah yang didirikan oleh KH Abdussalam pada tahun 1912 ini tetep keukeuh tidak mau mengikuti Ujian Nasional (UN). Konon, pada masa Orde Baru, Mathole’ diminta pemerintah untuk ikut serta dalam Ebtanas/UN dengan iming-iming Mathole’ akan diberikan bantuan untuk pembangunan gedung. Namun KH Sahal Mahfudh, Direktur Mathali’ul Falah pada waktu itu, menolak dengan tegas tawaran dari pemerintah tersebut dan tetap mempertahankan kurikulum Mathole’ yang tidak ikut Ujian Nasional hingga sekarang.

Meski tidak ada Ujian Nasional, ijazah yang dikeluarkan Mathole’ memiliki status mu’adalah (setara) dengan sekolah-sekolah yang mengikuti UN dan bisa digunakan untuk mendaftarkan diri ke Perguruan Tinggi baik swasta maupun negeri.Sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2852 tahun 2015 tentang penetapan status kesetaraan, ada 31 pondok pesantren yang disetarakan dengan Madrasah Aliyah/ sederajat, termasuk diantaranya adalah Mathali’ul Falah Kajen, Pati. ? ?

Namun demikian, jangan dikira murid Mathole’akan lulus dengan mudah meski tidak ada Ujian Nasional.Angkatan saya saja ada sekitar 20 teman saya yang tidak lulus karena beberapa alasan seperti tidak lulus tes baca kitab, tidak lulus tes baca Al-Quran, dan lain sebagainya. ?

3. Semua yang mendaftar pasti diterima

Di buku Sekolah Anak-anak Juara, Munif Chatib menyatakan bahwa ada tiga tingkatan (maqam) dalam sebuah institusi pendidikan. Pertama, sekolah yang menetapkan tes standar masuk adalah maqam terendah. Kedua, sekolah yang hanya mau menerima anak-anak pintar dan baik, sebagai maqam kedua. Terakhir, sekolah yang menerima semua kategori alias menerima semua siswa yang mendaftar adalah sekolah denga maqam tertinggi.?

Pada sekolah maqam tertinggi,murid-murid tersebut diklasifikasikan ke dalam kelas sesuai dengan gaya belajarnya masing-masing.Chatib menyakini setiap murid itu cerdas, tinggal bagaimana mereka diperlakukan dengan sesuai dan tepat.

Pun di Mathole’, tidak ada satu pun murid yang mendaftar yang tidak diterima, semuanya diterima. Tes masuk yang dilakukan Mathole’ hanya bersifat untuk mengetahui kompetensi masing-masing murid, sehingga mereka bisa ditempatkan di kelas yang sesuai dengan kemampuan mereka.?

Sesuai dengan informasi yang saya terima, siswi Mathole’ atau biasa disebut Banatbeberapa tahun terakhir ini membludak hingga lokal kelas yang ada di komplek Perguruan Islam Mathali’ul Falah tidak cukup untuk menampungnya, meski demikian Mathole’ tetap menerima murid yang mendaftar tersebut. Hingga akhirnya, gedung TPQ yang berada di sebelah selatan Masjid Kajen dijadikan sebagai tempat belajar mengajar Banat. Karena dalam sejarahnya, Mathole’ tidak pernah menolak murid yang ingin belajar.

4. Hafalan sebagai sebuah kewajiban

Salah satu keunikan dan karakteristik dari Mathali’ul Falah adalah menjadikan hafalan nadzaman atau matan kitab-kitab kuning sebagai syarat kenaikan kelas. Sepintar dan sebagus apapun nilainya, tapi kalau tidak hafal, ya harus tinggal di kelas yang sama. Di Mathole’, hafalan sudah mendarah daging dan itu sudah dimulai sejak tingkat Madrasah Ibtidaiyyah (setingkat Sekolah Dasar).

Hafalan untuk kelas tiga Madrasah Ibtidaiyyah adalah Durusul Fiqhiyyah bagian pertama (Fiqih), kelas empat Ibtidaiyyah juga Durusul Fiqhiyyah, tapi bagian yang terakhir. Untuk kelas lima dan enam Ibtidaiyyah hafalannya adalah Arbain Nawawi (hadis) dan Amtsilati Tasrifiyyah (sorof), berturut-turut bagian pertama dan bagian akhir.

Adapun hafalan kelas satu Tsanawiyyah adalah 500 bait Alfiyah ibnu Malik (nahwu) bagian pertama, untuk 500 bait berikutnya dihafal di kelas dua Tsanawiyah dan ditambah dengan 110-an bait Kifayatut Tullab (ilmu faroid). Kelas tiga Tsanawiyah, murid harus hafal matan Tashilut Turuqot 140-an bait (ushul fikih). Sementara kelas satu Aliyah, hafalannya adalah 280-anbait Jauharul Maknun (balaghoh) dan 140-an bait Sullamul Munauroq (mantiq).?

Satu, dua, atau tiga hari sebelum setoran, biasanya banyak ditemukan murid-murid Mathali’ul Falah yang begadang sampai subuh di makan Mbah Mutamakkin, makam Mbah Syamsuddin, dan Makam Mbah Ronggo Kusumo. Mereka menghafal bagian-bagian yang mereka belum hafal atau sekedar mengulang dan melancarkan bait-bait yang sudah mereka hafal. Di Mathole’ masih menggunakan sistem Cawu (Catur Wulan), yaitu Cawu satu, dua, dan tiga. Untuk setoran hafalan, biasanya diselenggarakan tiga kali: setelah Cawu satu dan dua, serta sebelum Cawu tiga.?

5. Karya Tulis Arab (KTA)

Kalau hafalan menjadi syarat kenaikan kelas, maka Karya Tulis Arab (KTA) adalah syarat untuk mengikuti ujian Catur Wulan dua pada saat kelas tiga Aliyah. Kewajiban menulis karya tulis ini dimulai sejak sejak tahun 1998 dengan tujuan untuk mengembangkan dan melestarikan budaya tulis-menulis di kalangan pesantren yang kian hari kian susut. KTA ini wajib ditulis tangan secara manual, tidak diperkenankan diketik dengan komputer kecuali tulisan sampulnya.?

Para murid Mathole’ dibimbing oleh musyrif (pembimbing) dalam menyusun karya tulis tersebut. Selain menulis, mereka juga harus mampu memahami dan menjelaskan apa yang mereka tulis. Setelah KTA berhasil disusun, maka sesis selanjutnya adalah munaqosah (ujian KTA). Di sinilah mereka diminta untuk mempertanggungjawabkan apa yang mereka tulis di hadapan tim penguji. Jadi kalau lulus Mathole’ kemudian melanjutkan ke Perguruan Tinggi, Insya Allah tidak akan kaget lagi denganhal-hal yang berkaitan dengan tulis-menulis karya tulis. Hehe, semoga.

6. Tes Al-Quran dan Kitab sebagai syarat kelulusan

Jika dibandingkan dengan sekolah lain, Mathole’ memang memiliki persyaratan kelulusan yang lebih banyak. Mulai dari menulis KTA, tes Al Quran, tes kitab, dan nilai yang harus melebihi standar adalah rangkaian syarat untuk lulus dari Mathali’ul Falah.?

Tes Al Quran dan tes kitab dilaksanakan sebelum ujian Catur Wulan tiga. Ada empat kitab yang diujikan; Tafsir Jalalain, Bulughul Marom, Tukhfatut Tullab, dan Ghoyatul Wushul.? Sekitar satu jam sebelum tes kitab, murid-murid baru dikasih tahu kitab apa yang akan diujikan kepadanya. Maka dari itu, merekaharus mempersiapkan ke-empat-empatnya dengan matang.Dalam tes kitab, mereka diminta untuk memaknai teks dengan utawi iki iku, kemudian mereka menjelaskan maksud dari teks tersebut. Waktu itu saya kebagian kitab Tuhfatut Tullab dan mendapatkan bab-bab awal. Hehe,?

7. Absen yang sangat ketat

Menurut saya, Mathole’ memiliki sistem absensi yang super ketat. Bagaimana tidak, murid yang tidak masuk kelas, lari atau L istilah yang digunakan Mathole’, sebanyak tujuh kali dalam satu tahun pelajaransecara berturut-turut tanpa keterangan maka ia dianggap mengundurkan diri dari Mathole’ atau dikeluarkan.Sedangkan, murid yang lari (L) sebanyak sepuluh kali tanpa alasan, mereka tidak akan naik kelas meski nilainya bagus-bagus dan hafalannya tuntas. ?

Pada zaman saya masih sekolah di sana, murid yang datang telat diminta untuk membaca Al Quran beberapa juz tergantung dari tingkat keterlambatannya. Mungkin sistem absesi dan sanksi bagi yang datang telat telah berubah. Terlepas dari itu semua, saya berkeyakinan bahwa hal tersebut diterapkan Mathole’ untuk mendidikdan menerapkan kedisiplinan tingkat tinggi. semoga tidak ada lagi yang tidak naik kelas gara-gara “L”.?

8. Direktur, sebutan untuk Kepala Sekolah?

Di Mathali’ul Falah, Direktur bertanggung jawab atas Madrasah Aliyah, Diniyah Wustho, Madrasah Tsanawaiyyah, Diniyah Ula, dan Madrasah Ibtidaiyyah. Sebagaimana tulisan Musthofa Asrori dalam buku Kekhasan Pendidikan Islam, sampai sekarang Mathali’ul Falah sudah dipimpin oleh empat orang. Mereka adalah KH. Mahfudh Salam (1922-1944), KH. Abdullah Zen Salam dan dibantu KH. Muhammadun Abdul Hadi (1945-1963), KH. Sahal Mahfudh (1967-2014), KH. Nafi’ Abdillah (2014-2017), dan Ustadz H. Muhammad Abbad (2017-sekarang).

Pada zaman KH. Mahfudh Salam, Mathole’ menggunakan kurikulum klasikal dengan pembagian kelas shifir awwal, tsani, dan tsalis. Sedang pada kepemimpinan KH. Abdullah Salam, dikembangkan sistem penjenjangan: kelas 1-6 Ibtidaiyyah dan kelas 1-3 Tsanawiyyah. Selanjutnya KH. Sahal Mahfudh mengembangkan Mathole’ hingga tingkat Aliyah untuk putra-putri, Diniyah Ula, dan Diniyah Wustho.?

Setahu saya hanya Mathali’ul Falah yang menggunakan istilah Direktur untuk menyebut kepala sekolahdi instutusi pendidikan setingkat Madrasah Aliyah atau sederajatnya.?

9. Asatidz adalah Para Alumni PIM

Selama saya sekolah di Mathali’ul Falah, (setahu saya) hanya ada satu guru yang tidak alumni Mathole’. Guru tersebut mengajar pelajaran ilmu eksak. Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk memberdayakan alumni-alumni Mathole’ yang berilmu mumpuni baik lulusan pondok pesantren ataupun lulusan Perguruan Tinggi dalam maupun luar negeri,terlebih alumni Timur Tengah. Ada program mengabdi untuk Mathole’ selama satu tahun bagi lulusan-lulusan Timur Tengah,terutama bagi yang “diberangkatkan” oleh Mathali’ul Falah.

10. Pakai Jarit

Unik, menarik, dan tidak ada duanya. Murid perempuan Mathali’ul Falah atau biasa disebut banatmemiliki seragam yang khas. Jarit. Kain bawahan yang tidak berjahit. Iya, banat tidak diperkenankan menggunakan bawahan selain jarit. Jarit tersebut dililitkan melingkari perut kemudian diikat dengan korset.

Banat memiliki tiga style seragam; pertama, kerudung hitam, baju putih, dan jarit hitam. Kemudian, kerudung putih, baju dan jarit warna hijau daun. Dan, kerudung putih, baju putih, serta jarit warna krem. Semua bawahannya adalah jarit.?

Kalau sekolah lain menggunakan rok untuk bawahan siswa perempuan, maka Mathole’ tetap mewajibkan siswinya untuk menggunakan jarit. Sebuah keunikan tersendiri bukan?

11. Banin dan Banat Dipisah

Banin (Siswa laki-laki) dan banat (siswi perempuan) Mathali’ul Falah memiliki jadwal pelajaran yang berbeda. Banin dan banat belajar pada gedung yang sama, namun mereka tidak belajar bersama. Banin belajar dari pukul tujuh pagi sampai pukul setengah satu siang, sementara banat belajar dari pukul satu siang sampai pukul lima sore.Dengan demikian, antara murid laki-laki dan murid perempuan tidak bisa bertemu dan berinteraksi satu sama lain karena perbedaan jam pelajaran tersebut dan memang tidak diperkenankan untuk berkomunikasi kecuali urusan organisasi, itu pun terbatas dan tidak di tempat umum.Siapapun yang ketahuan berinteraksi dengan yang bukan mahromnya, maka sanksi akan menantinya.

Terkait perbedaan jam pelajaran tersebut, saya punya cerita yang menggelitik. Saat itu, saya tertidur pada jam pelajaran terakhir. Setelah pelajaran selesai, tidak ada satu temanpun yang membangunkan saya (mereka sudah bersepakat), mereka membiarkan dan malah mengerjai saya dengan menyembunyikan peci, buku, dan sepatu di laci-laci meja secara acak. Saya tertidur hingga anak banat datang. Saya kaget bukan kepalang, terdengar suara cewek membangunkan saya dengan menggebrak-gebrak meja.?

Mbak-mbak yang membangunkan tersebut langsung keluar dan di luar terlihat banyak anakbanat yang sepertinya tidak berani masuk karena ada anak banin yang tertidur tersebut. Saya langsung bangun, mencari peci, buku, dan sepatu yang diumpatkan tersebut. Kemudian lari terbirit-birit menerjang pojok-pojok gedung Mathole’ yang sudah dipenuhi oleh anak-anak banat. Hanya orang yang pernah tertidur (bukan sengaja tidur) di kelas dan dibangunkan mbak-mbak lah yang bisa merasakan bagaimana malunya hal tersebut, apalagi kalau tidurnya ‘membuat pulau’.Karena ada juga anak banin yang sengaja tidur di jam akhir pelajaran agar terlanjur dan dibangunkan oleh mbak-mbak banat. (Ati-ati modus, hehe)

Itulah sebelas keunikan yang dimiliki oleh Mathali’ul Falah dan mungkin tidak dimiliki oleh sekolah-sekolah lain. Selain itu, mungkin ada keunikan-keunikan lain. Tapi menurut saya, kesebelas itulah yang menjadikan Mathole’ ‘berbeda’ dengan sekolah-sekolah yang lainnya. Wallahu ‘Alamu Bisshowab.

Muchlishon Rochmat, Alumni Perguruan Islam Mathali’ul Falah Kajen, Margoyoso, Pati.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Tokoh, Ulama, Makam Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 01 Mei 2012

Pendudukan Israel atas Palestina, Sampai Kapan?

Hingga tahun 2017 ini pendudukan Israel atas Palestina sudah berlangsung selama lima puluh tahun. Pelanggaran demi pelanggaran terus dilakukan oleh Israel. Warga Palestina dipersekusi, diusir, bahkan dibunuh. Semua aktifitas warga Palestina diawasi oleh Israel hingga detik ini. Semuanya diatur oleh Israel: suplai air, makanan, dan kebutuhan lainnya. Bahkan untuk pindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya pun warga Palestina harus mengantongi izin dari Israel.

Dunia internasional mengecam dan mengutuk apa yang dilakukan Israel. Meski demikian, Israel sepertinya tidak menghiraukannya. Ia terus saja melakukan ‘kejahatan kemanusiaan’ dan perampokan hak asasi manusia warga Palestina.

Perhatian dan dukungan dunia untuk Palestina seolah tak pernah surut. Palestina memiliki wilayah yang sangat strategis: pusat tiga agama Abrahamik (Islam, Kristen, dan Yahudi), pusat wisata dunia, dan pusat peradaban dunia. Selain itu, konflik Palestina-Israel bukan hanya soal agama, tetapi juga kemanusiaan.

Pendudukan Israel atas Palestina, Sampai Kapan? (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendudukan Israel atas Palestina, Sampai Kapan? (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendudukan Israel atas Palestina, Sampai Kapan?

Ada banyak negara yang mengecam Israel dan mendukung Palestina. Indonesia adalah salah satunya. Sikap Indonesia tegas terhadap Israel. Yaitu menutup hubungan diplomasi dengan Israel selama Palestina belum merdeka. 

Namun yang menjadi pertanyaan adalah sampai kapan konflik Palestina-Israel akan berakhir? Untuk menciptakan perdamaian di sana harus dimulai mana? Dan apakah yang sudah dilakukan Indonesia untuk Palestina sudah cukup? 

Untuk menjawab itu, Jurnalis Pondok Pesantren Attauhidiyyah A Muchlishon Rochmat berkesempatan mewawancarai Direktur Sekolah Kajian Ilmu Stratejik dan Global Universitas Indonesia (UI) Muhammad Luthfi Zuhdi.

Hingga hari ini, konflik Palestina dan Israel masih berlarut-larut dan tidak kunjung usai. Apa sebetulnya penyebab konflik Palestina dan Israel?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ada banyak faktor. Pertama, Israel sendiri memiliki ambisi untuk menjadi negara besar di situ. Selalu merasa tidak cukup dengan tanah yang mereka miliki. Israel bukan hanya mencaplok wilayah Palestina, tetapi juga mencaplok negara-negara di sekitarnya. Bahkan, pendudukan Israel seharusnya sampai Madinah dan Irak. 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kedua, negara-negara besar belum memiliki minat untuk mendukung Negara Palestina yang merdeka. Kunci-kunci hubungan internasional yang ada di muka bumi ini adalah negara-negara besar. Pengakuan mereka sangat menentukan di PBB. Kalau mereka tidak menyetujui, maka Negara Palestina tidak akan berdiri. 

Israel seringkali melanggar kesepakatan-kesepakatan internasional, namun sepertinya Israel tidak mendapat hukuman. Bagaimana itu?

Banyak orang yang melakukan protes, tetapi itu seperti orang yang teriak di gurun pasir. Apapun protes yang ditujukan kepada Israel, tetapi Israel terus jalan terus. Dan Israel didukung oleh negara-negara besar, khususnya Amerika. Sehingga protes tersebut tidak membuahkan hasil apapun. 

Selama negara-negara besar tidak memiliki iktikad untuk memberikan hak kemerdekaan kepada Palestina, maka Negara Palestina tidak akan pernah terwujud karena hak veto dikuasai oleh negara-negara besar.

 

Bagaimana Anda membaca situasi dan kondisi Palestina kini terutama setelah Fatah dan Hamas berdamai?

Saya menghimbau agar mereka belajar Indonesia. Bagaimana berdemokrasi, bagaimana menyikapi perbedaan pendapat. Timur Tengah tidak terbiasa dengan demokrasi. Katakan mereka berdemokrasi, pemilihan umum di Mesir. Ketika menang, mereka mengambil seluruhnya. Lalu, kemudian ada upaya untuk saling menghilangkan posisi orang lain. Ini bahaya kalau itu yang terjadi. 

Kalau misalnya mereka melakukan pemilihan umum. Kemudian satu kelompok Hamas menang, lalu ia meniadakan yang lain dengan tidak memberikan posisi mesti akan terjadi sebuah konflik yang lebih besar lagi. Jadi harus dibagi posisinya. Yang menang jangan mengambil semuanya, tetapi harus berbagi kepada yang lain. Seperti di Indonesia bahwa yang menang tidak mengambil semuanya.  

Hingga saat ini Indonesia tetap konsisten mendukung dan membantu Palestina –baik dalam tataran diplomasi ataupun bantuan logistik, kesehatan, dan pendidikan- serta menentang Israel. Menurut Anda, apakah yang dilakukan Indonesia sudah cukup?

Untuk ukuran tertentu sudah cukup baik, tetapi artinya bukan cukup. Namun Pemerintah Indonesia perlu didorong terus. Indonesia tidak boleh berhenti di tempat. Indonesia harus jalan terus. Apa yang sudah dilakukan hingga saat ini sudah bagus, meskipun harus dilakukan peningkatan-peningkatan. Seperti pelatihan capacity building terhadap warga Palestina. Ini sudah bagus tetapi harus ditingkatkan. Sehingga ketika mereka merdeka nanti mereka siap untuk bekerja.

Jika dibandingkan dengan negara lain, Indonesia adalah negara yang tidak menyukai hal-hal provokatif. Indonesia tidak suka ngomong kesana kemari. Tetapi terus konsisten mendukung Palestina. Ini dirasakan oleh pejabat Palestina sendiri dan mereka menganggap Indonesia sebagai negara yang paling konsisten mendukungnya baik di lapangan maupun di dunia diplomatik serta dalam perjanjian-perjanjian. 

Kalau belum cukup, apa lagi yang seharusnya dilakukan Indonesia?

Pertanyaan saya apakah Indoensia sudah waktunya untuk mencoba masuk ke wilayah yang lebih dalam bagaimana terlibat dalam menciptakan perdamaian di Timur Tengah tersebut. Namun itu tidak mudah karena masalah Palestina itu seperti blackhole, apapun yang masuk hilang di situ.  Indonesia harus hati-hati dalam hal ini. 

Namun demikian, Indonesia memiliki pengalaman untuk mendamaikan beberapa negara seperti Kambodia dan Filipina Selatan. Bahkan mendamaikan konflik yang ada di Indonesia sendiri. Kita berhasil menyelesaikan konflik di Ambon, Poso, dan Aceh. Tidak banyak yang memiliki pengalaman ini sebagaimana yang Indonesia miliki. Dengan modal itu, Indonesia diharapkan bisa memberikan masukan kepada mereka.

Apakah Indonesia terkena dampak langsung dari konflik Palestina-Israel itu?

Dalam hal-hal tertentu ada. Indonesia sudah seharusnya mendukung Palestina. Pertama, di dalam konstitusi kita bahwa Indonesia anti penjajahan. Kedua, sejarah membuktikan bahwa orang yang pertama mengakui dan mendukung kemerdekaan Indonesia adalah Palestina. Ketiga, ini adalah bukan hanya masalah agama saja, tetapi juga masalah kemanusiaan. 

Kalau Indonesia kurang mendukung Palestina, maka ini dijadikan sebagai alat politik oleh oposisi untuk menjatuhkan pemerintahan. Atau paling tidak memojokkan pemerintah karena kurang mendukung Palestina. Artinya, ini bisa menjadi isu politik. Itu dampak langsungnya bagi Indonesia.

Sedangkan dampak lainnya adalah ada puluhan ribu orang Indonesia yang berkunjung ke Yerussalem. Menurut perhitungan yang saya baca, lebih dari enam puluh ribu orang Indonesia pergi ke Yerussalem setiap tahunnya. Ini berdampak langsung kepada ekonomi pariwisata Israel. Semakin banyak yang datang ke Yerussalem, maka semakin banyak yang didapat Israel. 

Kalau dampak ekonomi Israel kepada Indonesia?

Mungkin tentang perdagangan yang jumlahnya belum tahu persis karena itu tidak terbuka. Produk-produk Israel sendiri masuk ke Indonesia bisa melalui negara ketiga. Seperti produk Indonesia dulu saat diekspor ke Amerika dan Eropa juga melalui Singapura. Banyak produk Israel yang bagus dan unggul seperti alat-alat pertanian. Indonesia sebagai negara pertanian tidak bisa lepas dari itu. 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Daerah, Pertandingan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rabu, 21 Maret 2012

Turki Mulai Wajibkan Pendidikan Agama dari SD-SMA

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Presiden Turki terpilih Recep Tayyip Erdogan, dibantu oleh Perdana Menteri baru Ahmet Davutoglu memulai masa jabatannya dengan perbaikan besar-besaran pada sistem pendidikan di negeri ini. 

Turki Mulai Wajibkan Pendidikan Agama dari SD-SMA (Sumber Gambar : Nu Online)
Turki Mulai Wajibkan Pendidikan Agama dari SD-SMA (Sumber Gambar : Nu Online)

Turki Mulai Wajibkan Pendidikan Agama dari SD-SMA

Meskipun telah ditetapkan setahun yang lalu, rencana reformasi, yang sebagian besar tidak menarik perhatian publik, mulai dilaksanakan tahun ini dan memperluas pendidikan agama Islam untuk semua tingkat sekolah. 

Turki baru Erdogan, yang akan merayakan seratus tahun Republik Turki sekuler yang didirikan oleh Kemal Ataturk pada 2023, mewajibkan pendidikan agama Islam dari tingkat sekolah dasar dan menengah untuk 12 jenjang kelas. Sampai saat ini, pendidikan agama hanya tersedia di sekolah menengah berbasis agama seperti Aliyah di Indonesia, mulai di kelas 9. 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Perubahan signifikan lain adalah bahwa lulusan sekolah agama sekarang dapat mendaftar di seluruh fakultas di universitas agar bisa mendapat keahlian untuk posisi administrasi publik. Bahkan presiden Turki saat ini, yang mempelajari Administrasi Bisnis, bukan ilmu politik, harus keluar karena dia lulusan sekolah agama. 

Tampak jelas bahwa sistem sekolah yang dimimpikan oleh para pemimpin AKP terinspirasi oleh sekolah agama yang ada. 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Langkah berikutnya dalam reformasi adalah pengajaran bahasa Arab, bahkan sebagai bahasa kedua, untuk memungkinkan siswa untuk memahami Al-Quran. 

Namun, sekolah Turki Armenia dan Ortodoks tidak perlu untuk memberikan pendidikan agama Islam untuk siswa mereka yang masing-masing berjumlah 2.000 dan 250. 

Mereka yang tidak ingin masuk sekolah negeri untuk menghindari pendidikan agama harus masuk ke sekolah swasta, yang hanya bisa dimasuki orang kaya karena biaya pendidikan yang tinggi. (islam. ru/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Olahraga, Pertandingan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 12 Maret 2012

PKPT IPNU-IPPNU Unsuri Gelar Unsuri Bersholawat

Sidoarjo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IPNU-IPPNU Universitas Sunan Giri (Unsuri) Sidoarjo, Jawa Timur menggelar acara Unsuri Bersholawat. Acara tersebut digelar di aula Rektorat Unsuri, Ahad (10/1) lalu dan diikuti oleh ratusan mahasiswa Unsuri, perwakilan PAC IPNU-IPPNU se-Sidoarjo, dan PMII Unsuri.

"Unsuri bersholawat ini dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhamad SAW. Dengan adanya Unsuri bersholawat, semoga prestasi kami selalu didampingi berkah bulan maulid dan mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW. Semoga semangat dalam menyiarkan sholawat agar menyholawatkan masyarakat dan memasyarakatkan sholawat," kata ketua PKPT IPNU Unsuri, M Asrori Bahiruddin.

PKPT IPNU-IPPNU Unsuri Gelar Unsuri Bersholawat (Sumber Gambar : Nu Online)
PKPT IPNU-IPPNU Unsuri Gelar Unsuri Bersholawat (Sumber Gambar : Nu Online)

PKPT IPNU-IPPNU Unsuri Gelar Unsuri Bersholawat

Ketua PKPT IPPNU Unsuri Imroatul Mufidah menambahakan, dengan adanya Unsuri bersholawat ini, diharapkan mampu menanamkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Semoga PKPT IPNU-IPPNU Unsuri lebih maju dari sebelumnya dan untuk semuanya semakin cinta kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW," harap Mufidah.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rektor Unsuri Sidoarjo, H Soenarjo mengapresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. Pihaknya meminta kepada IPNU-IPPNU untuk terus melakukan kegiatan yang bersifat positif terutama bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. "Teruskan kegiatan semacam ini," ucapnya singkat. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Cerita Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 09 Maret 2012

Kongres Pagar Nusa Digelar Pertengahan Juli

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ikatan Pencak Silat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama akan menyelenggarakan Kongres pada pertengahan Juli 2007 nanti. Kongres akan memilih Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Pagar Nusa NU yang baru dan merumuskan langkah-langkah strategis setelah sempat vakum sepeninggal "sang pendekar" KH Maksum Jauhari Lirboyo (Gus Maksum).

Muktamar ke-31 NU di Solo Jawa Tengah, pada akhir November 2004 silam menitahkan organisasi pencak silat kebanggaan warga pesantren itu untuk mengukuhkan diri sebagai "badan otonom" di bawah naungan Nahdlatul Ulama yang menangani "dunia persilatan"

Kongres akan berlangsung selama empat hari (19-21 Juli 2007), di Asrama Haji, Pondok Gede Jakarta, bertema "Memperkokoh Persatuan dan Persaudaraan Sejati;  Membangun Kebersamaan untuk Penguatan Profesi dan Prestasi."

Kongres Pagar Nusa Digelar Pertengahan Juli (Sumber Gambar : Nu Online)
Kongres Pagar Nusa Digelar Pertengahan Juli (Sumber Gambar : Nu Online)

Kongres Pagar Nusa Digelar Pertengahan Juli

Rencananya Kongres akan dibuka oleh Menegpora Adhyaksa Dault dan Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi serta akan ditutup oleh para pinisepuh Pagar Nusa NU. Selain memilih Ketua Umum Pagar Nusa yang baru menggantikan Gus Maksum, kongres ini sekaligus sebagai deklarasi Pagar Nusa dari lembaga yang berada di bawah NU menjadi badan otonom.

Ketua Panitia Konggres KH Fuad Anwar yang didampingi sekretaris H Mujtahidur Ridho kepada wartawan di Gedung DPR/MPR RI Jakarta, Kamis (28/6) kemarin, mengatakan, Kongres itu akan dihadiri oleh 211 cabang lebih dari 21 provinsi se-Indonesia. Sebanyak 87 cabang berada di Jawa dan 60 cabang lainnya berada di luar Jawa.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kongres juga akan menghadirkan Panglima TNI, Kapolri Jenderal (Pol) Sutanto, Menteri Agama HM. Maftuh Basyuni, Menegpora Adhyaksa Dault, IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia).

Fuad Anwar mengatakan, Pagar Nusa dalam kiprahnya juga pernah ikut membantu mengamankan negara. Sedangkan Kapolri juga untuk mengawal keamanan di tengah masyarakat sejalan dengan program polisi masyarakat (Polmas Polri).

"Pagar Nusa mempunyai sejarah panjang dalam mengawal perjuangan NU, yang kemudian menjadi lembaga Pencak Silat resmi di lingkungan NU. Sebagai sebuah pengabdian moral kepada para kiai Pagar Nusa mengalami perkembangan pesat di seluruh Indonesia," katanya.

Karena itu, dikatakan, sejalan dengan krisis berkepanjangan yang terjadi di negeri ini, Pagar Nusa NU harus mampu memimpin dan membenahi dirinya secara kreatif, kompak, dan saling tolong-menolong serta memberikan kontribusinya pada terciptanya keamanan, kedamaian, ketentraman, dan kehidupan yang tolerans di tengah masyarakat.

Ditambahkan Fuad Anwar, hadirnya Menegpora karena Pencak Silat itu bagian dari olahraga dan olah mental yang berhubungan dengan kesehatan tubuh dan mental. Semantra Menteri Agama diundang terkait adanya aliran-aliran di dunia persialtan yang disebut sebagai aliran putih, merah, dan hitam.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Dari aliran itu kira-kira yang mana yang benar menurut agama dan sebagainya. Untuk Menteri Pariwisata dan Seni, karena silat juga erat hubungan dengan seni bela diri. Sedangkan dengan IPSI tentu saja terkait dengan pencak silat itu sendiri,” ujar Fuad Anwar.(nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Syariah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 05 Maret 2012

Sempat Vakum, Pelajar NU Lumbang Kembali Gerak

Probolinggo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Setelah sempat vakum, akhirnya kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) kecamatan Lumbang kabupaten Probolinggo periode 2015-2017 terbentuk. Kepengurusan ini pun resmi dilantik di pesantren Zainul Hasan IV desa Boto kecamatan Lumbang, Ahad (1/1).

Sempat Vakum, Pelajar NU Lumbang Kembali Gerak (Sumber Gambar : Nu Online)
Sempat Vakum, Pelajar NU Lumbang Kembali Gerak (Sumber Gambar : Nu Online)

Sempat Vakum, Pelajar NU Lumbang Kembali Gerak

Pelantikan yang dipimpin oleh Ketua IPNU Probolinggo Eko Cahyono ini dihadiri oleh para pengurus IPNU Probolinggo, pengurus IPNU Lumbang, IPNU Kuripan dan seluruh pengurus Pimpinan Ranting IPNU sekecamatan Lumbang.

Dalam kepengurusan ini, Multazam diberi amanah untuk memimpin organisasi pelajar NU di Lumbang dua tahun mendatang. “Alhamdulillah, setelah sempat vakum kepengurusan PAC IPNU Lumbang bisa terbentuk kembali,” kata Eko Cahyono.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Eko berharap pengurus yang baru dilantik ini dapat betul-betul menjalankan roda organisasi sesuai dengan tupoksinya sebaik-baiknya demi memajukan IPNU di Probolinggo.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Selamat bergabung dan berjuang bersama kami dengan rekan dari kecamatan lain untuk membina watak generasi muda. Kami juga memohon agar para ulama, pejabat serta tokoh masyarakat turut serta mendukung kegiatan kepemudaan,” ungkapnya.

Multazam menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah yang diberikan dengan sebaik-baiknya dan yakin bisa lebih eksis lagi serta lebih maju lagi dari sebelum-sebelumnya.

”Semoga kita terbang dengan ilmunya dan kita berlayar dengan pengalamannya serta kita tercantum sebagai sosok yang berakhlaqul karimah. Mohon doa dan dukungannya supaya kami bisa menjalankan amanah dengan sebaik mungkin,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Hadits, Pondok Pesantren Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ribuan Massa Hadiri Puncak Acara

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Puncak acara penyelenggaraan Global Peace Festival yang diselenggarakan di Gelora Bung Karno, Ahad (17/10)  dihadiri oleh ribuan massa yang terdiri dari para santri, pelajar dan mahasiswa.



Ribuan Massa Hadiri Puncak Acara (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Massa Hadiri Puncak Acara (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Massa Hadiri Puncak Acara

Secara bersama-sama mereka menyerukan tentang pentingnya perdamaian yang belakangan ini terus menghadapi tantangan.

Beberapa perguruan tinggi yang terlibat aktif dalam acara ini diantaranya adalah Universitas Indonesia, Universitas Nasional, Universitas Guna Darma, UIN Jakarta, Universitas Kristen Indonesia, Presiden University, London School, Budi Luhur dan lainnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Seluruh badan otonom juga mengerahkan anggotanya untuk memeriahkan acara ini seperti IPNU, IPPNU, Fatayat NU, Muslimat NU, Pagar Nusa, Ansor NU dan lainnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Acara ini dimeriahkan dengan sejumlah pentas seni yang mewakili tradisi di Indonesia, seperti tari saman, barongsai, Soreang yang merupakan tradisi masyarakat lereng Merbabu, lagu-lagu daerah dan lainnya. Turut pula ditampilkan hadrah yang sudah akrab bagi warga NU. Marching band siswa Maarif NU Blitar yang telah menjadi juara tingkat internasional juga unjuk kebolehan.

Audiens juga dihibur dengan pentas seni dari para artis terkenal seperti Harvey Malaiholo, Mike Mohede serta Maudi Wilhemina. Para penonton yang sebagian besar masih berusia muda menantikan aksi dari penyanyi Rossa, Evelyn Young, Sarwana serta Slank menutup acara. Tak ketinggalan Slanker dengan setia mengikuti kemana pujaan mereka beraksi.

Pada kesempatan tersebut program power of rupiah yang merupakan upaya mengumpulkan dana melalui koin-koin untuk membantu kelompok tidak mampu, yang telah berjalan sekitar sebulan ini diserahkan kepada panitia yang selanjutnya akan dikelola oleh PBNU untuk kelompok masyarakat miskin dan anak tak mampu sekolah.

Program ini bertemakan aksi kecil harapan besar, tidak bermaksud untuk mengumpulkan milyaran rupiah, tetapi lebih pada upaya memberdayakan masyarakat untuk membantu orang lain.

Hadir pada acara tersebut KH Said Aqil Siradj, pendiri Global Peace Foundation Hung Jim Moon, Ketua MK Mahfud MD, Menakertrans Muhaimin Iskandar, sekitar seratus peserta Global Peace Leadership Conference dari 17 negara serta para tokoh lintas agama. (mkf) Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah RMI NU, Hadits, Doa Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 02 Maret 2012

Sejak Kapan Tradisi Bedug Diganti Lonceng

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah



Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU) A Helmy Faishal Zaini berhasil meluncurkan buku terbarunya, “Miqat Kebinekaan: Sebuah Renungan Meramu Pancasila, Nasionalisme, dan NU sebagai Titik Pijak Perjuangan” di gedung PBNU, Jakarta, Jumat (9/6).

Peluncuran tersebut menghadirkan narasumber Pendeta Andreas Yawangoe (PGI), Romo Agus Uluhayana (KWI), dan Biksu Dutavira Mahasthravira.

Sejak Kapan Tradisi Bedug Diganti Lonceng (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejak Kapan Tradisi Bedug Diganti Lonceng (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejak Kapan Tradisi Bedug Diganti Lonceng

Di sela-sela sambutannya, Helmy mengungkapkan alasannya mengapa menggunakan kata peluncuran bukan kata ‘launching.’?

Menurut dia, pada acara Pra-Muktamar NU Makasaar, ia pernah dikritik oleh Wakil Rais ‘Aam karena menggunakan istilah ‘launching’ dalam menyelenggarakan suatu acara.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Sengaja kami menggunakan peluncuran Pak, tidak launching karena pernah dikritik oleh Wakil Rais ‘Aam,” ungkapnya. “Sejak kapan tradisi bedug diganti lonceng?” ucapnya menirukan ucapan Wakil Rais ‘Aam saat itu yang mungkin salah dengar. Sontak hadirin tertawa berderai.

Maka dari itu, imbuh Helmy, sejak itu NU tidak pernah menggunakan istilah ‘launching’ lagi saat mengadakan sebuah acara yang bertemakan peluncuran.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Buku Miqat Kebinekaan itu mengangkat tiga tema besar, yaitu Pancasila, Islam, dan NU. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Khutbah, AlaSantri Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 07 Februari 2012

Radikalisme Sasar Mahasiswa Awam Pengetahuan Agama

Bandung, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Penyebaran radikalisme agama semakin berkembang ke berbagai lapisan masyarakat, khususnya di kalangan mahasiswa. Kelompok garis keras sengaja merekrut anak muda yang cerdas, mempunyai emosionalnya tinggi, tetapi awam pengetahuan agamanya alias tidak berbasis pesantren.

Demikian muncul dalam seminar bertajuk “Mencegah Kekerasan Atas Nama Agama” yang digelar Dewan Mahasiswa (Dema) Fakultas Tarbiyyah dan Keguruan, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, di aula fakultas setempat, Senin (28/3).

Radikalisme Sasar Mahasiswa Awam Pengetahuan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Radikalisme Sasar Mahasiswa Awam Pengetahuan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Radikalisme Sasar Mahasiswa Awam Pengetahuan Agama

“Akibatnya mereka mudah dicuci otaknya. Termasuk juga para preman yang baru tobat kemudian diberi konsep-konsep jihad,” ujar Ketua Mahasiswa Ahlit Thariqah al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (Matan) Adjid Thohir.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sementara itu, Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tedi Priatna menjamin mahasiswa Fakultas Tarbiyyah dan Keguruan tidak akan menjadi teroris, karena cara pendidikannya sudah benar.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Makanya saya percaya betul, salah satu faktornya munculnya radikalisme adalah bagaimana cara membelajarkan dan mendidik mereka,” kata Tedi di hadapan ratusan aktivis mahasiswa dari kalangan NU, Muhammadiyah, Persis dan PUI.

Tedi mengingatkan kepada para mahasiswa bahwa adalah hal yang tidak masuk akal ketika agama yang mengajarkan kebahagiaan, kedamaian, tiba-tiba menjadi momok yang menyeramkan karena dianggap berpotensi menjadi menjadi jahat.

Untuk itu pihaknya mengajak mahasiswa untuk berpartisipasi dalam mengajarkan pendidikan toleransi antarumat beragama. Sebab munculnya pemahaman radikal dan tindakan ekstrem lantaran terdapat kesalahan dalam mendidik umat beragama.

“Mudah-mudahan ini menjadi wawasan bagi mahasiswa untuk mengetahui untuk kemajuan dan syiar Islam untuk tetap menjadi Islam rahmatan lil alamin,” pungkasnya. (M. Zidni Nafi’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Quote Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 14 Januari 2012

KH Lukman Harits Imbau Warga dan Santri di Lampung Bela Prinsip Negara

Lampung Tengah, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Katib Syuriyah PBNU KH Lukman Harits Dimyati menyampaikan, santri-santri NU selain menguasai kitab kuning dan hidup bermasyarakat harus memahami pilar-pilar negara. Salah satunya adalah mamahami Pancasila. Bagi NU, Pancasila sudah final dan sudah sesuai dengan syariat Islam.

Demikian disampaikan Kiai Harits di hadapan seribu warga dalam rangka khataman kitab Al-‘Imrithi Haflah Akhirussanah di halaman kompleks Pesantren Baitul Mustaqim Sidomulyo Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah asuhan Ketua Idaroh Syu’biyyah Jatman Lampung Tengah KH Muhtar Ghozali, Ahad (14/5).

KH Lukman Harits Imbau Warga dan Santri di Lampung Bela Prinsip Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Lukman Harits Imbau Warga dan Santri di Lampung Bela Prinsip Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Lukman Harits Imbau Warga dan Santri di Lampung Bela Prinsip Negara

“Warga Nahdlatul Ulama di Provinsi Lampung umumnya dan khususnya di Kabupaten Lampung Tengah harus hati-hati dengan adanya upaya gerakan-gerakan, kelompok Islam radikal yang merongrong Pancasila. Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, UUD 1945 adalah harga mati. Yang Tidak sepaham dengan Pancasila. Silakan pergi dari Indonesia,” kata Kiai Harits yang juga Koordinator Nasional Gerakan Ayo Mondok Pesantrenku Keren ini.

“Gerakan merongrong Pancasila jangan-jangan juga menjalar ke para pegawai negeri sipil di Lampung Tengah. Pak Wakil Bupati Lampung Tengah mohon disisir para ASN (aparatur sipil negara) di kabupaten ini. Mereka anti-Pancasila, pemerintah adalah thoghut tapi setiap bulan menerima gaji negara. Pemkab Lampung Tengah harus tanggap dengan kondisi ini,” tegas Katib Suriyah PBNU ini.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Tampak hadir pada haflah ini Rais Syuriyah PCNU Lampung Tengah KH Nur Daim, Sekretaris Jatman Lampung Tengah KH Nur Salim, Wakil Ketua PCNU Lampung Tengah KH Slamet Anwar, Sekretaris Fatayat NU Lampung Nurhayati, Wakil Bupati Lampung Tengah H Lukman Djoyosumarto, Dosen IAIM NU Kota Metro Lampung Aminan, Kabag Perekonomian Lampung Tengah Ahmad Jailani, Kadis Kominfo Lampung Tengah H Sarjito, anggota DPRD Lampung H Midi Iswanto, Camat Punggur, para kepala kampung, anggota TNI dan Polri, dan puluhan generasi muda NU lainnya. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pahlawan, Kyai, Kajian Sunnah Pondok Pesantren Attauhidiyyah