Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

PBNU Berangkatkan Peserta Kemah Ramadhan IPPNU

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pada bulan Ramadhan ini, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) menggelar “Kemah Ramadhan Pramuka 2010” yang digelar di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta pada 27-29 Agustus 2010.

Sebanyak 80 siswa yang berasal dari Sekolah Menangah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) di Jakarta mengikuti acara ini. Pemberangkatan dilakukan di gedung PBNU oleh Ketua PBNU Slamet Effendy Yusuf seusai sholat Jum’at.

PBNU Berangkatkan Peserta Kemah Ramadhan IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Berangkatkan Peserta Kemah Ramadhan IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Berangkatkan Peserta Kemah Ramadhan IPPNU

Slamet dalam sambutannya mengemukakan IPPNU merupakan wahana pengkaderan bagi generasi muda NU. Ia berharap para pelajar putri ini serius dalam belajar untuk mempersiapkan diri mereka demi masa depan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Para pelajar putri NU ini untuk sepuluh tahun ke depan harus mampu mengambil peran penting, karena itu, saat ini harus mempersiapkan dirinya baik-baik,” katanya.

Jika para kader tersebut mampu memaksimalkan potensi terbaiknya, maka akan mampu memberikan peran yang terbaik untuk bangsa. “Kalian tumbuh subur harapan NU,” tandasnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selama di bumi perkemahan, para remaja putri ini akan dibekali materi kepramukaan agar bisa lebih mandiri, tak lupa materi-materi keagamaan dank e-NU-an. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Doa Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 16 Februari 2018

Kiai Masdar: Tragedi Rohingya Akibat Ketidakadilan Global

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Tragedi Rohingya adalah persoalan ketidakadilan. Semua negara akan terbuka jika mereka memiliki dollar yang banyak. Tapi faktanya justru menutup pintu rapat-rapat karena mereka tidak punya apa-apa. Ini adalah fenomena ketidakadilan global yang sangat menghinakan kemanusiaan. Terlepas dari persoalan etnik, agama, politik, dan konflik di negaranya. 

Kiai Masdar: Tragedi Rohingya Akibat Ketidakadilan Global (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Masdar: Tragedi Rohingya Akibat Ketidakadilan Global (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Masdar: Tragedi Rohingya Akibat Ketidakadilan Global

Demikian disampaikan oleh Rais Syuriyah PBNU, KH Masdar Farid Masudi dalam Diskusi Publik #SaveRohingya: Momentum Indonesia Menegakkan Kemanusiaan Global yang diselenggarakan di Kantor DPP PKB, Jakarta, Jum’at (22/5). 

“Saya kira semua yang ada di majelis ini mempunyai pandangan dan komitmen yang sama dalam menghadapi permasalahan yang mengemuka terkait pengungsi Rohingya ini, yakni kemanusiaan,” ujar Kiai Masdar.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Masdar menerangkan, sekiranya masyarakat Rohingya ini konglomerat, mereka akan disambut dengan karpet merah. Bukan hanya satu negara, bahkan banyak negara akan berebut menyajikan sambutan meriah untuk pengungsi Rohingya dan menawarkan kewarganegaraan. 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Akan tetapi faktanya mereka bukan kumpulan orang berduit, lanjutnya, bahkan bisa dikatakan bukan siapa-siapa. Karena mereka seperti itu (tidak bawa apa-apa kecuali badan dan nyawa) maka diperlakuan sebagaimana kita lihat di media. Perlakuan keji dan sadis selalu mampir ke mereka. 

“Sekali lagi, sesungguhnya mereka bukan siapa-siapa dan tidak punya apa-apa sehingga memperoleh perlakuan begitu keji. Soal akibat konflik politik, beragama tertentu, dari negara tertentu, dari etnik tertentu, itu hanya bumbu pemanis berita,” tuturnya.

Sehingga ketika ada negara kedatangan mereka, imbuhnya, tentu akan dimaknai penambah beban. Sungguh fenomena ketidakadilan global yang melibatkan hampir semua negara sedang dipertontonkan kepada kita. 

Selain Kiai Masdar, hadir sebagai narasumber Andi Rochmanyanto (Kemenlu RI), Syaiful Bahri Anshori (Komisi I DPR Fraksi PKB), dan Nur Munir (moderator). Acara dibuka oleh Andi Muawiyah Ramli (Dewan Syura DPP PKB). (Kholilul Rohman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Kiai, Doa Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 13 Februari 2018

PMII, HMI, GMNI Majalengka Gelar Aksi Bersama Awasi DPRD

Majalengka, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam “Kelompok Cipayung” dari unsur Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Majalengka menggelar aksi bersama di gedung DPRD Majalengka, Jawa Barat, Selasa (5/8).

Massa aksi menuntut kepada anggota DPRD yang baru saja dilantik mampu menjalankan fungsinya sebagai legislator, pengontrol, dan penyusun anggaran yang baik. Mereka mendorong para anggota legislatif tersebut mampu merumuskan sejumlah peraturan daerah (Perda) yang mengutamakan kepentingan rakyat dan mengoptimalkan pengawasan terhadap kinerja pemerintah kabupaten (pemkab) Majalengka.

PMII, HMI, GMNI Majalengka Gelar Aksi Bersama Awasi DPRD (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII, HMI, GMNI Majalengka Gelar Aksi Bersama Awasi DPRD (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII, HMI, GMNI Majalengka Gelar Aksi Bersama Awasi DPRD

Kordinator lapangan aksi ini, Ilham Lahiyah, mengatakan, anggota DPRD harus mampu berkomitmen penuh dengan janji-janji yang sudah ditawarkan kepada masyarakat pada saat mereka kampanye. Sehingga, tidak akan ada lagi politik transaksional yang akhirnya terjebak pada budaya korupsi.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sementara Ketua PC PMII Majalengka Iwan Irwanto menuturkan, hari pertama kerja para wakil rakyat Majalengka menjadi sebuah catatan penting bagi para mahasiswa untuk mengontrol kinerja anggota DPRD Majalengka. Menurutnya, mereka dipilih untuk memperjuangkan aspirasi rakyat dan untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok.

Iwan meminta kepada para anggota DPRD Majalengka untuk mengadakan deklarasi komitmen menjalankan tugasnya di hadapan para mahasiswa dalam waktu dekat. “Karena kami akan tetap mengawal kinerja wakil rakyat lima tahun ke depan,” ujarnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Aksi dilakukan dengan berjalan kaki dari  Lapangan Pujasera menuju Gedung DPRD Majalengka, diiringi dengan orasi dan yel-yel, serta diakhiri dengan doa bersama. (Aris Prayuda/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Doa Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 10 Februari 2018

PMII Sidoarjo Minta Pemerintah Basmi Narkoba

Sidoarjo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2015, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sidoarjo meminta dukungan kepada pemerintah dan pihak terkait untuk menghentikan peredaran narkoba. Pihak pimpinan PMII setempat menganggap di beberapa titik di Sidoarjo masih merupakan kawasan rawan narkoba.

Ketua PMII Sidoarjo Gigin Anggi Zuarinsa menegaskan, melalui momentum peringatan HANI yang jatuh setiap 26 Juni, PMII berharap supaya daerah rawan itu mendapatkan penanganan secara serius.

PMII Sidoarjo Minta Pemerintah Basmi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Sidoarjo Minta Pemerintah Basmi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Sidoarjo Minta Pemerintah Basmi Narkoba

"Bahwasanya Sidoarjo masih sangat rawan akan peredaran gelap narkoba. Seperti di kecamatan Tarik, Taman, dan Krian merupakan daerah rawan yang perlu penanganan secara serius oleh pihak terkait," ungkap Gigin, Jumat (26/6).

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selain itu, lanjut Gigin, gerakan bersama untuk melakukan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), dalam menyadarkan masyarakat, dan harus didukung oleh pemerintah.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Kami berharap, tahun 2015 ini, di Sidoarjo penggunanya semakin berkurang dan yang sudah terlanjur menggunakan narkoba supaya segera direhabilitasi. Pengguna narkoba itu lebih baik direhabilitasi daripada dipenjarakan," tegas Gigin.

Selain meminta dukungan pihak terkait, pimpinan PMII Sidoarjo juga membalut peringatan hari anti narkoba internasional dengan bagi-bagi takjil kepada para pengendara di jalan A Yani, sebelah timur alun-alun Sidoarjo. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Doa Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 28 Januari 2018

PCNU Kota Semarang Gerakkan Komitmen Keikhlasan Kader NU

Semarang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Semarang mengadakan peringatan hari lahir Ke-94 Nahdlatul Ulama di Aula PCNU jalan Puspogiwang I beberapa hari lalu. Peringatan ini dimulai dengan khataman Al-Quran bada Maghrib dilanjutkan dengan Shalat Isya berjamaah dan istighotsah yang dipimpin KH Hadlar Ihsan.

"Kita instruksikan untuk menyebarkan semarak harlah NU dan kegiatan NU yang lain di media sosial. Alhamdulillah acara di Kebumen Istighotsah dan Apel Kader Penggerak NU berjalan lancar," kata Ketua PCNU Kota Semarang KH Anashom.

PCNU Kota Semarang Gerakkan Komitmen Keikhlasan Kader NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kota Semarang Gerakkan Komitmen Keikhlasan Kader NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kota Semarang Gerakkan Komitmen Keikhlasan Kader NU

Data yang dihimpun panitia menyebutkan, terdapat 16.650 nahdliyyin-nahdliyyat yang hadir di pantai Petanahan Kebumen. Dari kota Semarang menyumbang 150 kader menggunakan dua bus besar dan tujuh kendaraan roda empat. Kader yang berangkat ini merupakan alumni PKPNU tiga angkatan, PCNU, Banom dan MWCNU.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kegiatan ini menjadi bagian untuk meramaikan harlah Ke-94 NU. Semangat kebersamaan terus dipupuk bersama dan ditularkan kepada nahdliyyin. Selain itu media sosial yang kita punya harus dipenuhi dengan konten-konten yang menyejukkan. Pada kegiatan di Kebumen ini banyak netizen menggunakan tagar #CintaNUcintaNKRI sebagai bagian dari kampanye nasionalisme.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"NU harus punya gerakan (harakah) yang harus dievaluasi dan ditingkatkan, dimulai dengan diri sendiri," pesan Rais Syuriyah PCNU Kota Semarang KH Hanief Ismail.

Pesan ini disampaikan dalam sambutan sekaligus refleksi dengan pemotongan tumpeng sebagai rangkaian harlah NU 94. Pesan selanjutanya bahwa dalam ber-NU harus ikhlash. Di samping itu totalitas dalam ber-NU. Kita harus mengetahui secara mendalam NU itu sendiri. Jangan sampai menjelek-jelekkan NU karena dalam NU sudah ada amaliyah yang paten dan khittah yang jelas. (Zulfa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah AlaNu, Doa, Kyai Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rabu, 24 Januari 2018

Proses Kaderisasi NU Jelas

Pamekasan, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. NU adalah organisasi yang paling jelas proses kaderisasinya. Tidak hanya berhenti di kalangan mahasiswa dan atau pelajar di lingkungan lembaga pendidikan, melainkan juga hingga ke daerah-daerah terpencil di pelosok desa. Ada istilah Pimpinan Ranting (PR) untuk kepengurusan NU dan perangkat-perangkatnya di tingkat akar rumput.

Kesimpulan demikian terbesit ketika sebanyak 30 orang PR IPNU-IPPNU Desa Pamaroh sudah dibentuk, Ahad (8/4) lalau. Pembentukan yang ditempatkan di balai desa tersebut berjalan secara khidmat, disaksikan oleh puluhan petinggi NU Desa Pamaroh. Para pengurus harian IPNU-IPPNU Kadur sebagai penyelenggara dan ketua PC IPNU Pamekasan Nasiruddin menambah suasana pembentukan kian mengesankan.

Proses Kaderisasi NU Jelas (Sumber Gambar : Nu Online)
Proses Kaderisasi NU Jelas (Sumber Gambar : Nu Online)

Proses Kaderisasi NU Jelas

Pada kesempatan itu, ketua IPNU Kadur Faisol Ansori menekankan betapa pentingnya menyeriusi proses kaderisasi. Dirinya sangat menaifkan ketika ada seseorang langsung dimasukkan ke dalam kepengurusan organisasi NU tanpa melalui proses kaderisasi yang matang dan panjang.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Kami ke sini dalam rangka silaturahim serta membentuk kader-kader yang mau serius mengabdi dan belajar di NU,” tegas Faisol. “Dan siapa pun yang tidak serius dalam belajar, dengan berat hati kami sangat tidak mereka kader semacam itu. Berorgansiasi di NU butuh keseriusan dan keuletan dalam belajar.”

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Berumah tangga saja, lanjut Faisol, masih memerlukan kader. Kehidupan rumah tangga tentu dinilai kurang sempurna tanpa kehadiran seorang kader (keturunan) yang nantinya menjadi penerus perjuangan sang orangtua.

“Sama halnya di NU. Kalau proses kaderisasi di tubuh IPNU maupun IPPNU sudah melemah, maka tunggulah kehancuran NU beberapa tahun ke depan,” katanya dengan nada kalem. “Dan jelas kita tidak menginginkan hal itu.”

Dari itulah pihaknya sangat berharap agar para pengurus PR IPNU-IPPNU Pamaroh bisa diajak kerja sama menghidupkan organisasi NU di tingkat desa, khususnya di Desa Pamaroh.

Pernyataan Faisol Ansori yang disampaikan saat sambutan tersebut mendapat dukungan seutuhnya dari para petinggi NU Pamaroh dan kepala desa Pamaroh. 

“Kami siap mendampingi, membina, dan membantu segala program kerja yang hendak dilaksanakan nanti,” ujar ketua PR NU Pamaroh K Abdus Syukur.

“Saya juga begitu. Saya akan selalu dukung segala kegiatan yang bernafas ke-NU-an,” kata A’wan PR NU Pamaroh yang kini menjabat kepala desa, Ustaz Moh Riski Abdullah.

Semangat berorganisasi tersebut disimak secara serius oleh para pengurus PR IPNU-IPPNU Pamaroh yang merupakan perwakilan dari 4 dusun yang ada di Pamaroh, meliputi Dusun Oray, Madis, Panconan, dan Sumber Waru. Sebelum azan Magrib menggema, pembentukan PR IPNU-IPPNU Pamaroh sudah selesai.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Kontributor: Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Doa, Sejarah, Meme Islam Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 22 Januari 2018

Digitalisasi Karya Ulama Nusantara, PBNU Gandeng Perpusnas RI

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Banyaknya karya ulama Nusantara berupa manuskrip maupun kitab serta dokumen-dokuemn primer NU menjadi perhatian Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk melakukan digitalisasi.?

Untuk tujuan ini, PBNU menggandeng Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) dengan meneken kerja sama dan nota kesepahaman (MoU) terkait digitalisasi dan program-program lain, Selasa (23/2/2016) di Aula lantai 8 Gedung PBNU Jakarta. MoU ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Kepala Perpusnas RI, Hj Sri Sularsih.

Digitalisasi Karya Ulama Nusantara, PBNU Gandeng Perpusnas RI (Sumber Gambar : Nu Online)
Digitalisasi Karya Ulama Nusantara, PBNU Gandeng Perpusnas RI (Sumber Gambar : Nu Online)

Digitalisasi Karya Ulama Nusantara, PBNU Gandeng Perpusnas RI

Dalam sambutan sebelum melakukan penandatanganan MoU, Kang Said mengatakan, NU sebagai organisasi besar yang telah menginjak usia 90 tahun, banyak manuskrip karya ulama nusantara yang perlu dipublikasikan secara digital.

“Ulama nusantara tidak hanya mempunyai banyak karya, tetapi mereka juga masyhur dan dikenal di negara-negara Timur Tengah,” jelas Guru Besar Ilmu Tasawuf ini.

Bukan hanya, kitab-kitab berbahasa Arab, lanjut Kang Said, mereka juga menulisnya dengan berbagai tulisan dan bahasa seperti Arab Pegon dan Bahasa Jawa. “Kiai Pesantren banyak menulis kitab, tetapi karena keterbatasan akses, akhirnya karya-karya tersebut tidak diterbitkan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Padahal semuanya sangat bermanfaat seperti Kitab Tafsir karya KH Bisri Mustofa, ayahnya Gus Mus yang menulis tafsir hingga 30 jilid berbahasa Jawa dengan menggunakan tulisan tangan,” papar Kiai asal Kempek Cirebon ini.

Menurutnya, Perpustakaan PBNU di lantai dua Gedung PBNU Jl Kramat Raya juga banyak menyimpan menuskrip, dokumen-dokumen primer NU, dan karya ulama nusantara yang bisa didigitalisasikan sehingga bisa dipelajari dan diakses banyak kalangan. “Karya-karya tersebut sangat kontekstual dengan kondisi saat ini,” ujar Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur Jakarta Selatan ini.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dalam MoU yang juga dhadiri oleh para pimpinan Perpusnas RI dan PBNU ini, terdapat beberapa poin yang menjadi kesepakatan bersama di antaranya:

1. Pemanfaatan sumber daya informasi koleksi untuk kepentingan pendidikan dan penelitian.

2. Pengembangan perpustakaan digital berbasis koleksi keislaman.

3. Pengembangan minat baca.

4. Penyeleggaraan pertemuan ilmiah dan publikasi.

5. Penyerahan hasil terbitan.

6. Promosi setiap kegiatan melalui jaringan media yang dimiliki.

7. Preservasi bahan perpustakaan untuk kepentingan pembangunan perpustakaan digital.

8. Peningkatan kompetensi SDM melalui pendidikan dan pelatihan.

9. Pemanfaatan fasilitas untuk kepentingan kegiatan.

10. Perluasan jejaring perpustakaan lingkup nasional dan internasional.

Hadir dalam MoU ini, Ketua RMI PBNU, KH Abdul Ghaffar Rozien, Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra, beberapa Ketua PBNU dan Wakil Sekretaris Jenderal, serta Kepala Perpustakaan PBNU H Syatiri Ahmad.? (Fathoni) ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Doa Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 21 Januari 2018

Doa ketika Mengalami Kram atau Kesemutan

Suatu kali seorang kaki pria di sebelah Ibnu Abbas mengalami kebas (kejang otot, kram, kesemutan). Ibnu Abbas berkata

? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ?

Doa ketika Mengalami Kram atau Kesemutan (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa ketika Mengalami Kram atau Kesemutan (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa ketika Mengalami Kram atau Kesemutan

“Sebutkan nama manusia yang paling mencintaimu! Pria itu lantas mengucapkan ‘Muhammad shallallâhu ‘alaihi wasallam (semoga Allah melimpahkan rahmat dan kesejahteraan kepada beliau)’. Penyakit itu pun lantas hilang.” (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jadi, salah satu ikhtiar mengatasi kebas selain gerakan-gerakan fisik tertentu adalah dengan membaca shalawat. Redaksinya bisa beragam, seperti allâhumma shalli wa sallim ‘alâ sayyidinâ Muhammad, atau shallallâhu ‘ala sayyidinâ Muhammad, atau yang lebih panjang dari ini. (Mahbib)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Meme Islam, Berita, Doa Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 20 Januari 2018

Hartford Seminary Sesalkan AS Ikut Kampanyekan Islamophobia

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sebuah kampus teologi di Amerika serikat Hartford Seminary berpendapat, ekstremisme dan sikat anti-toleransi bisa lahir dari penganut ajaran agama mana pun. Hal ini pula yang terjadi di Amerika Serikat.

"Itu semua terjadi karena adanya kesalahan dalam hubungan antaragama, juga kesalahan hubungan lintas budaya," terang Presiden Hartford Seminary School Heidi Hadsell saat berkunjung ke DPD RI bersama Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat, Senin (17/10).

Hartford Seminary Sesalkan AS Ikut Kampanyekan Islamophobia (Sumber Gambar : Nu Online)
Hartford Seminary Sesalkan AS Ikut Kampanyekan Islamophobia (Sumber Gambar : Nu Online)

Hartford Seminary Sesalkan AS Ikut Kampanyekan Islamophobia

Heidi menambahkan, paham ekstrem yang kerap ditampilkan media sebagai wajah Islam adalah bagian dari kampanye Islamophobia di negara-negara yang memang minoritas kaum muslimin. "Saya amat menyesal dengan sikap pemerintah Amerika yang ikut andil dalam mengampanyekan Islamophobia," ujarnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad yang menerima rombongan Hartford Seminary dan Pengurus ICMI Pusat mengaku merasa beruntung menerima kunjungan ini. Dia berharap hubungan Indonesia dengan berbagai negara dapat terjalin positif seperti hubungan Indonesia-AS.

"Kemampuan Indonesia mengelola perbedaan agama dan budaya dapat menginspirasi dunia," ucapnya di Nusantara III Kompleks Parlemen, Jakarta, sebagaimana rilis yang diterima Pondok Pesantren Attauhidiyyah.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menurut dia, saat ini berkembang ketakutan terhadap budaya dan agama tertentu seperti munculnya Islamophobia, gerakan separatis, dan pemimpinan berpaham xenophobic (ketidaksukaan terhadap bangsa asing). "Globalisasi membawa dampak positif namun juga diiringi dengan ketidakpastian dan ketakutan di berbagai penjuru dunia," jelas senator asal Nusa Tenggara Barat itu.

Dalam ketidakpastian ini, lanjutnya, pemimpin harus menjadi penggerak perdamaian. Mereka harus menyampaikan pernyataan yang membawa keharmonisan antara budaya dan agama. Dirinya juga yakin bahwa tidak ada agama yang mendukung terorisme dan kekerasan yang mengancam kemanusiaan.

"Poin ini yang berhasil didorong DPD pada 24th Resolution of the 24th Annual Meeting of the Asia Pasific Parliamentary Forum (APPF) tanggal 17-21 Januari 2016 di Vancouver, Kanada," kata Farouk.

Farouk menambahkan, dunia ini butuh penggerak perdamaian. Ia juga merasa senang bahwa para penggerak perdamaian hadir di acara kunjungan ini. "Sebagai kesimpulan, DPD berharap Hartford Seminary akan selalu sukses," lontarnya.

Selain itu, DPD memiliki peran penting dalam mengelola perbedaan budaya dan agama di Indonesia melalui aspirasi yang disampaikan masyarakatnya. Lantaran, Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki berbagai agama, etnik, budaya dan bahasa yang tersebar di seluruh penjuru pulau. "Menjadi hal yang penting untuk mendengar dan menyampaikan semua aspirasi dari Sabang sampai Merauke agar bisa didengar oleh pemerintah pusat," jelas Farouk. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah IMNU, Internasional, Doa Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 18 Januari 2018

Cerita Tentang Gus Dur, Voorijder, dan Mobil Jenazah di Papua

 Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Sekretaris Jenderal Majelis Muslim Papua Thaha Al-Hamid mengaku sering satu mobil dengan KH Abdurrahman “Gus Dur” Wahid setiap kali Presiden keempat Indonesia itu bertolak ke Papua.

Thaha menceritakan, suatu ketika ia berada dalam satu mobil dengan Gus Dur untuk menghadiri undangan Dewan Adat Papua. Dalam perjalanan itu, Gus Dur dikawal oleh voorijder atau iring-iringan mobil pengawal agar perjalanan tidak terhambat.

Cerita Tentang Gus Dur, Voorijder, dan Mobil Jenazah di Papua (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerita Tentang Gus Dur, Voorijder, dan Mobil Jenazah di Papua (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerita Tentang Gus Dur, Voorijder, dan Mobil Jenazah di Papua

Saat melintasi suatu jalan, jelas Thaha, tiba-tiba Gus Dur meminta untuk berhenti dan memerintahkan voorijder untuk berhenti pula. 

“Tiba-tiba Gus Dur bilang, perintahkan voorijder berhenti,” kata Thaha menirukan Gus Dur di Graha Gus Dur, Rabu (26/7).

Kemudian, imbuh Thaha, para pengawal itu protes karena prosedur yang ada tidak memperkenankan voorijder tersebut berhenti di tengah jalan seperti itu.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Thaha menambahkan, karena voorijder tidak mau berhenti, maka mereka diminta untuk memperlambat mobilnya. 

“Jadi voorijder (iring-iringan pengawal) terpaksa memperlambat (mobilnya), dan tidak lama kemudian mobil ambulan lewat bawa seorang jenazah,” ungkap Thaha.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Setelah mobil jenazah tersebut lewat, lalu rombongan Gus Dur kembali melanjutkan perjalanan dan mempercepat mobilnya sebagaimana sedia kala. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Doa Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 01 Januari 2018

Tak Hanya Berkoar di Jalanan, PMII Gelar Pelatihan Penulisan Artikel

Semarang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesi (PMII) cabang kota Semarang menggelar pelatihan penulisan artikel. Bertempat di aula masjid Al-Jauhari tampak ? puluhan kader dari Universitas Islam Walisongo, Universitas Diponegoro, dan Universitas Negeri Semarang dan Universitas Wahid Hasyim, Ahad (17/5).?

Acara dibuka langsung oleh KH Ahmad selaku sesepuh pergerakan Ahlussunnah wal Jamaah di lingkungan Semarang.?

Tak Hanya Berkoar di Jalanan, PMII Gelar Pelatihan Penulisan Artikel (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Hanya Berkoar di Jalanan, PMII Gelar Pelatihan Penulisan Artikel (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Hanya Berkoar di Jalanan, PMII Gelar Pelatihan Penulisan Artikel

KH Ahmad yang pernah menjadi wakil gubernur Jawa Tengah menanggapi positif diselenggarakannya pelatihan ini.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Pembelaan dari segi pers dan jurnalis harus kita tingkatkan," tambah sesepuh asli Magelang ini. Tulisan di media bisa mengarahkan kebenaran dan keburukan yang terjadi di masyarakat. Sudut pandang dan cara penulisan jurnalis menjadi salah satu cara untuk mengontruksi kebenaran tersebut.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ia juga bercerita mengenai seorang muslimah berkewarganegaraan Jerman yang menyelamatkan seorang wanita yang diperkosa di sebuah kafe. Namun, muslimah tersebut terbunuh oleh geng pemerkosa. Kebanyakan media tidak menonjolkan bahwa wanita tersebut muslimah. Kiai Ahmad yang pernah menjadi ketua tanfidziyyah menambahkan banyak pemberitaan yang menyudutkan Islam.?

Selain itu, hadir M. Rikza Chamami M.Si dosen UIN Walisongo Semarang yang sering mengirimkan artikelnya ke media massa memberikan motivasi kepada kader yang hadir. Selain itu, Ida Nur Laila redaktur Harian Jawa Pos Radar Semarang memberikan materi teknik dan cara penulisan artikel dan trik menembus media massa.?

Pelatihan penulisan sehari ini memberikan suntikan semangat sendiri bagi kader-kader agar mulai memandang pentingnya dunia penulisan dalam dunia pergerakan.?

"Peningkatan kualitas penulisan dan pemahaman kader dalam dunia jurnalistik ke depan harus lebih baik," ungkap Abdur Rahman selaku ketua cabang. Media massa yang ada di Semarang bisa menjadi alternatif bagi kader-kader untuk menyalurkan ide dan gagasan dalam dunia tulis-menulis. Berbagai macam rubrik bisa menjadi tujuan dari kader PMII kota Semarang.?

Dengan lahirnya kader baru pergerakan dalam dunia tulis menulis harapannya PMII tidak hanya berkoar di jalan menyuarakan aspirasi rakyat namun, melalui pembentukan opini di media massa. Selain itu dunia tulis-menulis juga bisa menjadi lahan belajar bagi kader pergerakan dalam memahami dunia jurnalistik. (m zulfa/mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Warta, Doa, Fragmen Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 25 Desember 2017

Muktamar Ke-33 Sukses, PCNU Padang Gelar Syukuran

Padang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Padang bersyukur atas suksesnya perhelatan Muktamar Ke-33 NU di Jombang yang memilih KH Maruf Amin sebagai Rais Aam PBNU dan KH Said Aqil Siroj Ketua Umum PBNU. Dengan terpilihnya pimpinan PBNU yang baru, PCNU Padang berharap semua pihak yang merasa tidak puas bisa menerimanya.

Muktamar Ke-33 Sukses, PCNU Padang Gelar Syukuran (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamar Ke-33 Sukses, PCNU Padang Gelar Syukuran (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamar Ke-33 Sukses, PCNU Padang Gelar Syukuran

Syukuran yang dirangkai dengan acara halal bi halal ini berlangsung di kantor PCNU Padang di Jalan Ranah Binuang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Jumat (21/8) malam. Hadir dalam kesempatan ini Kepala Kemenag Kota Padang Japeri, Rais Syuriah PCNU Kota Padang Sumardi Basir, Sekretaris PW Fatayat NU Sumbar Desri Nora, dan warga Nadhiyin lainnya.

Ketua PCNU Kota Padang Yultel Ardi mengungkapkan, bagi PCNU Padang, siapa pun yang terpilih melalui muktamar NU, kita akan dukung dalam menjalankan program PBNU lima tahun ke depan. Sebagai sebuah proses pemilihan, tentu ada yang terpilih dan ada pula yang belum terpilih. "Kita berharap, bagi yang belum terpilih, silakan ikut pada muktamar yang akan datang," kata Yultel.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Nadhiyin di Kota Padang memang mendengar kegaduhan selama Muktamar melalui media. Namun, menurutnya, sesungguhnya tidak terlalu gaduh seperti diberitakan media. "Melalui halal bihalal dan syukuran ini, kami sampaikan bahwa muktamar NU sudah berhasil memilih pemimpin PBNU lima tahun mendatang," kata Yultel menambahkan.

Mustasyar PWNU Sumbar Prof. Dr. Asasriwarni dalam tausyiahnya mengatakan, acara syukuran ini wajar diadakan PCNU Padang. "Kita bersyukur terpilih pimpinan baru PBNU. Karena bersyukur itu penting kita lakukan sebagai manusia, hamba Allah," kata Asasriwarni guru besar IAIN Imam Bonjol Padang ini.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Asasriwarni memberikan contoh, orang yang memiliki gubuk tua yang hampir runtuh, tidak memiliki kaki, masih saja selalu bersyukur kepada Allah. Kenapa ia bersyukur? Ternyata ia merasa masih memiliki gubuk tua, sementara orang lain tidak punya. Ia kehilangan kaki, sementara orang lain kehilangan kaki dan tangan, bahkan nyawa orang lain pun sudah berpisah dengan badan. "Artinya, sudah sepantasnya kita selalu bersyukur terhadap apa yang kita miliki dan rasakan," kata Asasriwarni menambahkan. (Armaidi Tanjung/Mahbib)

Foto: Tampak Ketua PCNU Padang Yultel Ardi, Kepala Kemenag Kota Padang Japeri dan Musytasyar PWNU Sumbar Asasriwarni.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Fragmen, Doa, Syariah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 12 Desember 2017

Pemuda Islam Indonesia, Harusnya Seperti Apa?

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Wakil Ketua Umum Majelis Pemuda Islam Indonesia (MPII) Pusat Arif Fachrudin mengatakan, pemuda Islam Indonesia seharusnya pandai dan cermat dalam membaca perubahan zaman yang terus berubah semakin cepat.  

"Di era seperti saat ini, era milenial, anutan dan tatanan nilainya pun mengalami perubahan,"  Arif di sela-sela acara Rakernas MPII di Pondok Gede Jakarta, Sabtu (4/1).

Menurut dia, pemuda harus tetap memegang tegung nilai-nilai baik yang telah diwariskan oleh para generasi sebelumnya. Namun, mereka juga harus memaksimalkan nilai-nilai baik yang berkembang pada eranya ini.

Pemuda Islam Indonesia, Harusnya Seperti Apa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Islam Indonesia, Harusnya Seperti Apa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Islam Indonesia, Harusnya Seperti Apa?

Saat ini, pemuda tidak hanya sebagai objek, namun mereka sudah menjadi subjek perubahan. Kalau pemuda Islam hanya pasif dan menjadi konsumen peradaban maka mereka akan terbawa arus ke dalam budaya dan pemikiran yang kadangkala bertentangan dengan Islam Indonesia yang moderat.

"Kita berada di era arus bebas ideologi, dari yang liberal hingga yang radikal semuanya menyasar ke pemuda," terangnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Wakil Sekretaris Lembaga Pendidikan Maarif Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LP Maarif PBNU) itu mengingatkan, potensi pemuda Islam harus dikelola dengan baik dan tepat mengingat Indonesia dalam beberapa tahun mendatang akan mengalami bonus demografi.

"Kalau potensi yang dimiliki pemuda-pemudi Islam tidak dimaksimalkan dengan tepat guna, maka akan terjadi tabdzir (mubaziran) sumber daya manusia," ungkapnya.

Nabi Muhammad dan pemuda

Arif menceritakan, Nabi Muhammad mengangkat seorang pemuda untuk menjadi sekretarisnya dalam menulis wahyu yaitu Zaid bin Tsabit. Sedangkan pada zaman kekhalifahan Ustman bin Affan, Zaid bin Tsabit diangkat menjadi salah seorang panitia kodifikasi Al-Quran.

"Pemuda itu sangat dipercaya Nabi Muhammad," ucapnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selain itu, Nabi Muhammad selalu mengandalkan pemuda Ali bin Abi Thalib karena kecerdasan dan keberaniannya. Saat Nabi Muhammad Hijrah, Ali menggantikan tempat tidurnya yang saat itu dikepung oleh kafir Quraish. Ali juga selalu ikut serta dengan Nabi Muhammad dalam banyak perperangan, mulai dari perang Badar, Uhud, Khaibar, dan perang lainnya, kecuali perang Tabuk. (Muchlishon Rochmat) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Berita, Doa Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 07 Desember 2017

Ini Keutamaan Zikir Menurut Ibnu Athaillah

Zikir adalah aktivitas seorang hamba dalam menyebut nama Allah. Dalam berzikir, kondisi orang berbeda-beda. Ada orang yang mulutnya berzikir, tetapi hatinya lalai. Ada juga yang menyebut nama Allah dengan hati terjaga. Sebagian orang berzikir dengan hati waspada sebagai disinggung Ibnu Athaillah dalam hikmah berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ?)

Ini Keutamaan Zikir Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Keutamaan Zikir Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Keutamaan Zikir Menurut Ibnu Athaillah

Artinya, “Jangan tinggalkan zikir karena kelalaian hatimu yang tidak bersama Allah karena kelalaian tanpa zikir lebih buruk daripada kelalaian dengan zikir. Bisa jadi Allah mengangkatmu dari zikir dengan kelalaian ke zikir dengan hati terjaga, dari zikir dengan hati terjaga ke zikir dengan hati waspada, dari zikir dengan hati waspada ke zikir fana. Allah berfirman, ‘Dan yang demikian itu bagi Allah tidak sulit,’ (Surat Ibrahim ayat 20).”

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ibnu Athaillah menganjurkan kita berzikir dengan hati lalai sekalipun. Ini menunjukkan betapa pentingnya zikir. Mengapa demikian? Zikir merupakan jalan utama mereka yang menempuh perjalanan Ilahi. Allah SWT sendiri memerintahkan kita untuk menyebut nama-Nya secara mutlak terus-menerus sebagaimana disinggung Ibnu Ajibah berikut ini.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ?" ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Menurutku, zikir adalah pilar utama dari jalan yang ditempuh para sufi. Ia adalah amalan paling utama. Allah berfirman, ‘Sebutlah nama-Ku, Aku akan menyebut namamu,’ dan ‘Wahai orang-orang yang beriman, sebutlah nama Allah dengan sebutan yang banyak.’ Maksud dari ‘Sebutan yang banyak’ adalah tidak melupakan Allah di hati selamanya. Ibnu Abbas berkata, ‘Allah menentukan waktu-waktu khusus untuk semua ibadah dan memaafkan hamba-Nya yang menunaikan ibadah itu di luar waktunya kecuali ibadah zikir karena Allah tidak menentukan waktu khusus untuk ibadah ini. Allah berfirman, ‘Sebutlah nama Allah dengan sebutan yang banyak,’ dan ‘Bila kamu sekalian telah menunaikan sembahyang, maka sebutlah nama Allah saat kalian duduk, berdiri, dan berbaring.’ Seorang sahabat Rasul bertanya, ‘Ya rasul, syiar Islam kelewat banyak. Sebutlah satu amalan ringkas untukku di mana aku dapat menyusul ketertinggalan di masa lalu?’ ‘Jagalah lisanmu agar selalu basah menyebut nama Allah,’ jawab Rasul senyum. Rasulullah SAW bersabda, ‘Kalau ada seseorang memiliki banyak dirham di pangkuannya lalu ia membagikannya sampai habis, lalu seorang lagi hanya berzikir menyebut nama Allah, niscaya orang kedua lebih utama di sisi-Nya,’’” (Lihat Ibnu Ajibah, Syarhul Hikam, Beirut, Darul Fikr, tanpa tahun, juz I, halaman 79-80).

Sebagian ulama bahkan menyebut zikir sebagai kunci pembuka penyatuan seorang hamba dan Allah. Melalui zikir, seorang hamba dapat memasuki majelis mulia bersama Allah SWT. Hal ini  disebutkan oleh Syekh Burhanuddin As-Syadzili Al-Hanafi berikut ini. Menurutnya, tidak ada ketentuan terhadap lafal zikir. Artinya, zikir dengan lafal yang mana saja dapat membuka pintu langit.

? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ?" ? "?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Menurut saya, zikir yang diperintahkan ustadznya apakah itu ‘Lâ ilâha illallâh’, ‘Allâh’, atau zikir lainnya sesuai pertimbangan kemaslahatan ustadz adalah kunci pintu ruang utama penyaksian Allah, penyatuan dengan-Nya, pokok dari fondasi kehadiran (wushul) jiwa-jiwa suci di majelis Allah nan suci lagi mulia,” (Lihat Syekh Burhanuddin As-Syadzili Al-Hanafi, Ihkamul Hikam fi Syarhil Hikam, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah, 2008 M/1429 H, halaman 51).

Syekh Zarruq memandang pentingnya zikir. Menyebut asma Allah dapat menghidupkan batin seseorang. Tetapi lupa akan Allah dapat berakibat fatal, jatuh di lembah maksiat.

?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Peringatan: zikir itu menghidupkan hati. Lalai itu mematikan hati. Sementara puncak dari kelalaian itu nanti berakhir pada menganggap baik sesuatu yang sebenarnya adalah tidak baik. Sedangkan awal dari semua itu adalah lupa atas ketidakbaikan hal itu,” (Lihat Syekh Zarruq, Syarhul Hikam, As-Syirkatul Qaumiyyah, 2010 M/1431 H, halaman 61).

Selalai apapun, zikir tetap harus dilakukan karena zikir dapat mendekatkan kita kepada Allah. Kalaupun baru berzikir dengan hati lalai, minimal lisannya sudah dekat dengan Allah. Sebagai manusia, kita hanya berusaha. Selebihnya kita serahkan kepada Allah SWT.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?... ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Tidak zikir itu tanda jauh dari Allah baik secara hati maupun lisan. Lain halnya dengan zikir karena meskipun hatimu jauh dari Allah, lisanmu tetap dekat dengan-Nya karena itu kau tetap harus menyebut nama Allah sekalipun hatimu lalai terhadap-Nya saat zikir... (untuk sampai ke sana) seorang murid hanya berkewajiban menjalani sebab (sebagai syariat), sementara kesampaian dan terangkatnya hijab adalah wewenang Allah,” (Lihat Syekh Syarqawi, Syarhul Hikam, Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyah, tanpa tahun, juz I, halaman 40). Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Sunnah, Sholawat, Doa Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 02 Desember 2017

Nyai Hj Makkiyah Asad Sebut Kompak Ibadah sebagai Kunci Harmonis Berkeluarga

Pamekasan, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Pengasuh tiga pesantren Nyai Hj Makkiyah Asad mengajak umat untuk menjaga keharmonisan dalam berkeluarga. Salah satu caranya, kata putri Almarhum KH Asad Asad Syamsul Arifin ini, ialah dengan menjaga kekompakan suami-istri dalam beribadah. Muara dari kekompakan ini diharapkan dapat mewujudkan kelanggengan suami-istri hingga akhirat kelak.

Demikian disampaikan Nyai Makkiyah pada pengajian rutin Ikatan Hajjah Muslimat (IHM NU) Larangan di kediaman Kiai Nasib Berruh, Desa Blumbungan Timur, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Selasa (9/2) siang.

Nyai Hj Makkiyah Asad Sebut Kompak Ibadah sebagai Kunci Harmonis Berkeluarga (Sumber Gambar : Nu Online)
Nyai Hj Makkiyah Asad Sebut Kompak Ibadah sebagai Kunci Harmonis Berkeluarga (Sumber Gambar : Nu Online)

Nyai Hj Makkiyah Asad Sebut Kompak Ibadah sebagai Kunci Harmonis Berkeluarga

Di hadapan sekitar 150 Muslimat NU itu, ia menyatakan bangga atas keistiqamahan kegiatan IHM NU yang ia dirikan khususnya di Muslimat NU Larangan. Ia mengajak hadirin untuk selalu istiqamah menjaga kemabruran haji agar menjadi teladan bagi keluarga, utamanya masyarakat yang ibadahnya masih belum istiqamah.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Agar juga tidak hanya Islam dan bertitel haji di KTP," terangnya.

Nyai Makkiyah merupakan Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Sukorejo, Situbondo, Pesantren Al-Huda Sumber Nangka, Duko Timur, Larangan Pamekasan, dan Pesantren As-Shidqiyah Perum Batu Kencana, Kabupaten Sumenep.

Sementara khodim Pesantren Al-Huda Nyai Hj Aisyatul Asadiyah Shidqie menambahkan, acara ini merupakan kegiatan silaturami yang dikemas dalam pengajian rutin. Teknisnya, digilir dari satu rumah anggota ke rumah anggota lainnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Yang ikut pengajian ini tidak harus yang sudah haji. Yang belum haji pun juga kami ajak bersama mengaji. Tujuannya, supaya bisa menyinergikan hal positif dalam ibadah haji pada yang masih belum ditakdir ke Baitullah," pungkasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Nahdlatul, Doa Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 04 November 2017

Ini Sebab Jamaah Haji Harus Bayar Dam

Selain menunaikan rukun, seorang jamaah haji perlu memerhatikan juga tentang Wajib Haji. Dalam masalah haji, penting untuk membedakan istilah rukun dan wajib haji. Keduanya adalah perkara yang harus dilaksanakan, tetapi ada perbedaan di antara keduanya.

Pada rukun haji, ketika seseorang tidak melaksanakannya, maka hajinya batal dan harus diulang. Sedangkan pada wajib haji, orang yang tidak melaksanakannya bisa menggantinya dengan membayar dam.

Ini Sebab Jamaah Haji Harus Bayar Dam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Sebab Jamaah Haji Harus Bayar Dam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Sebab Jamaah Haji Harus Bayar Dam

Berdasarkan kitab Al-Fiqhul Manhaji lil Imam As-Syafi’i, wajib haji mencakup lima hal berikut.

1. Memulai Ihram dari Miqat.

Seseorang yang memulai haji akan melaksanakan ihram, dengan berniat, lalu mengenakan pakaian ihram. Amaliyah ihram ini harus dilakukan di miqat yang telah ditetapkan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Miqat dibagi menjadi dua, yaitu miqat zamani dan miqat makani. Miqat zamani ini adalah waktu bagi seorang jamaah haji untuk memulai ihram, mulai bulan Syawwal sampai bulan Dzulhijjah. Kemudian, selain memerhatikan waktunya, penting diketahui untuk miqat makani adalah lokasi tempat dimulainya ihram. Lokasi miqat makani ini berbeda-beda berdasarkan daerah masing-masing, dan disebutkan tiap-tiap patokannya dalam berbagai kitab fikih.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

2. Menginap (Mabit) di Muzdalifah

Kegiatan ini dilakukan seusai ritual wukuf di Arafah, tepatnya saat terbenamnya matahari. Muzdalifah ini adalah lokasi di antara Arafah dan Mina. Hendaknya menginap di sana sekiranya sebagian malam saja, tidak wajib sampai Subuh esok hari tiba.

3. Melempar Jumrah

Setelah menginap di Muzdalifah seorang jamaah haji menuju tempat-tempat jumrah, dan melempar masing-masing tujuh kerikil. Waktunya merentang sejak tengah malam Idul Adha sampai waktu maghrib. Jumrah sendiri ada tiga macam: Jumrah ula, jumrah wustha dan jumrah aqabah.

4. Menginap di Mina pada dua malam hari Tasyriq

Setelah ritual melempar jumrah, jamaah haji menuju Mina dan menginap di sana pada hari Tasyriq. Menginap ini diartikan untuk bermalam pada sebagian besar waktu pada dua hari Tasyriq di Mina itu.

5. Thawaf wada’

Thawaf ini dilakukan setelah menunaikan semua amalan haji, dan hendak keluar dari Mekkah.

Jika wajib haji itu tidak dilaksanakan, maka orang tersebut wajib membayar dam. Dam dalam kitab Matan Taqrib karya Syekh Abu Syuja’ terbagi atas beberapa kriteria, sesuai dengan larangan haji yang dilaksanakan atau kewajiban haji yang ditinggalkan. Kriteria dam untuk orang yang meninggalkan wajib haji dalam Matan Taqrib adalah sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Dam wajib disebabkan meninggalkan ibadah (dalam hal ini wajib haji) dipilih secara berurutan (sesuai kondisi). Yang pertama, dengan seekor kambing. Jika tidak ada kambing, maka ditunaikan dengan berpuasa sepuluh hari. Tiga hari ketika berada di Mekkah, dan tujuh hari ketika kembali ke kampung halaman.”

Dengan demikian, wajib haji kiranya perlu diperhatikan agar ibadah haji menjadi lebih sempurna dilaksanakan. Semoga jamaah haji sekalian menjadi haji yang mabrur dan diterima Allah. Wallahu a’lam. (M Iqbal Syauqi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Doa, Hikmah, Lomba Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 21 Oktober 2017

Buka 4 Fakultas, UNU Kalbar Siap Terima Mahasiswa Perdana

Pontianak, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Barat (Kalbar) secara resmi berdiri bersamaan dengan ditandatanganinya “Prasasti Universitas Nahdlatul Ulama” oleh Wakil Presiden RI H Muhammad Jusuf Kalla, Sabtu (31/1), dalam momen peringatan hari lahir ke-89 NU di Jakarta. Prasasti itu menjadi simbol bagi berdirinya 23 perguruan tinggi NU di berbagai daerah di Tanah Air.

"Alhamdulillah, Pak Wapres sudah meresmikan UNU Kalbar. Itu berarti juga tahun ini kita siap menerima mahasiswa perdana. Kita mulai mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari sekarang," kata Rektor UNU Kalbar Dr Agung Hartoyo M Pd di kantornya, Senin (2/2).

Buka 4 Fakultas, UNU Kalbar Siap Terima Mahasiswa Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka 4 Fakultas, UNU Kalbar Siap Terima Mahasiswa Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka 4 Fakultas, UNU Kalbar Siap Terima Mahasiswa Perdana

Ia menambahkan, pihaknya tengah mengisi kepengurusan atau personel UNU Kalbar, mulai dari dekan fakultas, ketua program studi, kepala biro, tenaga administrasi, keuangan, perpustakaan, laboratorium, tenaga informasi teknologi, dan sebagainya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

UNU merupakan universitas kelima di Kalbar, selain Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak, Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP), dan Universitas Kapuas (Unka) Sintang. "Kita sama-sama memberikan kontribusi untuk kemajuan pendidikan di Kalbar. Untuk itu, mohon dukungan dari seluruh masyarakat agar UNU Kalbar bisa diterima," harap Agung.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Begitu berdiri, UNU Kalbar langsung membuka empat fakultas, antara lain Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Pertanian (Faperta), Fakultas Teknik (FT), dan Fakultas Ekonomi (Fekon). "Semuanya umum," ujarnya.

Keempat fakultas itu terdiri dari 10 program studi (prodi). Untuk FKIP terdiri tiga prodi, yakni Prodi Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Bahasa Inggris. Kemudian, Faperta terdiri empat prodi, yakni Prodi Agribisnis, Prodi Manajemen Sumber Daya Perairan, Prodi Agro Teknologi, dan Prodi Teknologi Hasil Perikanan.

"Untuk Fakultas Ekonomi hanya satu prodi, yakni Prodi Akuntansi. Sedangkan untuk Fakultas Teknik terdiri dua prodi, yakni Prodi Sistem Informasi dan Prodi Ilmu Lingkungan. Ini untuk tahap awal. Apabila nanti berkembang, bukan tidak mungkin kita menambah prodi, bila perlu fakultas," urai Agung yang dosen FKIP Untan ini.

Kampus sementara UNU Kalbar berada di Gang Jeruk Jalan KH Ahmad Dahlan, di samping kantor PMI Provinsi Kalbar. UNU Kalbar menerapkan sistem perkuliahan modern meski fasilitas kampus masih sederhana.

"Sistem perkuliahan menggunakan aplikasi yang dibuat oleh PBNU. Semua akan terkoneksi, baik materi kuliah, tugas belajar, sampailah pada soal keuangan. Dengan adanya sistem ini, untuk akreditasi menjadi sangat mudah. Tinggal buka aplikasi, semua akan terekam dengan jelas," beber Agung.

Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kalbar ini berharap, pembukaan mahasiswa perdana UNU Kalbar mendapat respons positif. Bagi masyarakat yang ingin memasukkan anaknya kuliah di UNU, tunggu pengumuman resminya. "Nanti akan kita publikasikan secara luas ke masyarakat soal pendaftaran mahasiswa baru. Termasuklah segala persyaratannya," ujarnya. (Rosadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Doa, Meme Islam Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 10 Oktober 2017

Krisis, Muslim Amerika Minta Bantuan ke Israel Dihentikan

Washington, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Penghentian sementara operasi pemerintah sejak 17 tahun terakhir mendorong sekelompok Muslim Amerika meminta penghentian bantuan finansial kepada Israel, yang mengatakan bahwa hal ini menambah beban keuangan pada anggaran Amerika.

Krisis, Muslim Amerika Minta Bantuan ke Israel Dihentikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Krisis, Muslim Amerika Minta Bantuan ke Israel Dihentikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Krisis, Muslim Amerika Minta Bantuan ke Israel Dihentikan

“Ini tidak dapat dibenarkan bahwa kita terus membiayai militer Israel ketika pemerintah kita tidak dapat membayar pegawainya atau membiayai layanan penting lainnya,” kata Dr Osama Abu Irshaid, anggota dewan nasional American Muslims for Palestine (AMP), kepada Palestine News Network, pada Rabu, 2 October.

“Dukungan tanpa syarat kita pada Israel melukai gambaran seluruh dunia dan melemahkan keamanan kita."

“Inilah saatnya mempertahankan uang di rumah sendiri untuk membantu rakyat Amerika yang sangat membutuhkan.” 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pemerintah Amerika menutup sebagian operasinya pada Selasa, 1 October, setelah Kongres gagal menyepakati anggaran baru.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Lebih dari 700.000 pegawai negeri federal terpaksa diliburkan tanpa dibayar dan taman nasional, museum dan banyak bangunan lain terpaksa ditutup.

Pada Selasa, Presiden Barrack Obama bersumpah tidak mengizinkan anggota kongres asal Partai Republik merusak legislasi layanan kesehatan, sebagai syarat untuk memulai pemerintahan.

“Mereka menutup operasi pemerintah atas perang ideologi untuk memberi pelayanan asuransi yang terjangkau bagi rakyat Amerika,” kata Obama di Gedung Putih.

“Dengan kata lain, mereka meminta tebusan untuk melakukan pekerjaan mereka.”

Menindaklanjuti penutupan pada Selasa tersebut, AMP mengumumkan rencananya untuk memperluas kampanye penghentian bantuan pada Israel secara nasional.

Iklan tersebut berbunyi “Rakyat Amerika memberi Israel $3 milyar dolar (33 trilyun rupiah) per tahun! Akhiri kebijakan apartheid ini! Hentikan bantuan Amerika pada Isreal.”

Kelompok penekan pro-Israel seperti J Street dan AIPAC secara aktif bekerja untuk mengarahkan kebijakan luar negeri AS yang mendukung Israel.

Amerika Serikat menyediakan bantuan militer $3.1 milyar setiap tahun, meskipun Amerika dihadapkan pada permasalahan ekonomi domestik. (onislam.net/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Ulama, Doa Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 14 September 2017

Muslimat Sulsel: Bangun Daerah Harus Bebas Narkoba

Takalar, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Ketua Pimpinan Wilayah Muslimat Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan Majdah Agus Arifin Numang resmi melantik Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Takalar masa khidmah 2016-2021 bertempat di Gedung PCNU Takalar, Sabtu (19/11). Majdah mengingatkan peran penting pengurus dan anggota Muslimat NU Takalar terkait pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Adapun yang dilantik adalah Ketua Muslimat NU Takalar Dahlia S, Sekretaris Muslimat NU Takalar Suriati, Bendahara Muslimat NU Takalar Ramlah Amir. Kegiatan ini dirangkai dengan Deklarasi Laskar Anti-Narkoba yang diikuti seluruh kader Muslimat NU, kader IPNU Takalar, kader IPPNU, dan badan otonom NU lainnya.

Muslimat Sulsel: Bangun Daerah Harus Bebas Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat Sulsel: Bangun Daerah Harus Bebas Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat Sulsel: Bangun Daerah Harus Bebas Narkoba

Majdah menyerahkan secara simbolis Kartamus kepada Dahlia.

Ketua PCNU Takalar Hasid Hasan Palogai menyambut baik pelantikan Muslimat NU Takalar. Ia berharap pengurus Muslimat NU Takalar senantiasa memberikan sumbangsih kepada masyarakat.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Selain itu, kegiatan yang dirangkaian dengan rapat kerja pengurus mampu merumuskan program kerja yang strategis berdasarkan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga NU." tambahnya.

Menurut Majdah, awal dari pegurus untuk memulai pekerjaan, pengabdian pada agama, nusa, dan bangsa adalah bersatu padu memberantas bahaya laten narkoba.

"Narkoba bukan lagi menjadi masalah nasional, tapi sudah menjadi masalah internasional. Karenanya Muslimat NU harus mengambil peran pemberantas narkoba, dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan masyarakat luas."

Menurutnya, narkoba merupakan salah satu sarana untuk menghancurkan sebuah bangsa dan negara, tidak lagi melalui senjata, tetapi menghancurkan generasinya. (Andy Muhammad Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Doa Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 26 Agustus 2017

9 Batu dan Doa Ditanam di Pondasi Pusdiklat PMII Centre

Jepara, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Pengurus Cabang (PC) Ikatan Alumni (IKA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jepara telah memulai langkah baru dalam merealisasikan keinginan untuk membangun gedung Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) bagi kader-badernya. Peletakan batu pertama untuk pembangunan gedung Pusdiklat PMII Centre itu dilaksanakan Rabu, (14/9).

Peletakan batu pertama diselenggarakan di tanah seluas 945 meter persegi yang berlokasi di Kelurahan Karangkebagusan RT. 02 RW. 01 Kecamatan Jepara Kabupaten Jepara. Tanah tersebut telah dibeli IKA PMII Jepara dengan hasil iuran para alumni PMII.

9 Batu dan Doa Ditanam di Pondasi Pusdiklat PMII Centre (Sumber Gambar : Nu Online)
9 Batu dan Doa Ditanam di Pondasi Pusdiklat PMII Centre (Sumber Gambar : Nu Online)

9 Batu dan Doa Ditanam di Pondasi Pusdiklat PMII Centre

Turut serta meletakkan batu dalam acara tersebut Ketua PW IKA PMII Jawa Tengah H. Noor Ahmad, Rois Syuriah PCNU Jepara KH Ubaidillah Noor Umar, Ketua PCNU Jepara KH Khayatun Abdullah Hadziq beserta sekretaris PCNU Jepara H. Ulul Absor.

Kemudian turut hadir Ketua MPC IKA PMII Jepara KH. Ahmad Bahrowi beserta Sekretaris MPC KH. Mashudi? yang juga ketua MUI Jepara, anggota MPC H. Zainuri Toha, para alumni dan pengurus PC IKA PMII, kader-kader PMII serta warga di Kelurahan Karangkebagusan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dalam peletakan batu pertama, ada sembilan batu yang ditanam. Pertama dimulai dari sesepuh warga di Kelurahan Karang Kebagusan, Sulaiman yang juga mengawali memberi doa untuk kelancaran pembangunan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kemudian berturut-turut batu kedua oleh KH Ubaidillah Noor, KH Khayatun Abdullah Hadziq, H. Noor Ahmad, KH. Ahmad Bahrowi, KH. Mashudi, H Zainuri Toha, Musim Aisha dan batu kesembilan ditanam Ketua PC PMII Jepara, Fandeli.

Ketua IKA PMII Jepara, Muslim Aisha mengatakan pembangunan Pusdiklat PMII menjadi salah satu program prioritas dalam kepengurusannya periode 2015-2020.

Dikatakannya, dalam waktu setahun kepengurusannya, IKA PMII Jepara sudah mampu membeli sebidang tanah yang saat ini akan dibangun Gedung PMII Centre. “Semoga upaya IKA PMII untuk membangun gedung yang kedepan dapat dijadikan pusat pendidikan dan latihan kader ini dapat berjalan lancar,” ujarnya.

Ketua PW IKA PMII Jawa Tengah, H. Noor Ahmad megapresiasi atas usaha IKA PMII Jepara. Menurutnya pembangunan pusat pendidikan dan latihan bagi kader-kader PMII di Jepara ini akan dapat menghasilkan kader-kader yang militan. Anggota Komisi X DPR RI ini juga juga memberikan support agar upaya IKA PMII Jepara ini berjalan lancar.

Sementara Rais Syuriah PCNU Jepara, KH Ubaidillah Noor berharap agar apa yang dilakukan IKA PMII maupun para kader PMII dapat membantu proses kaderisasi di kalangan NU. Kader-kader PMII yang merupakan kader NU diharapkan menjadi kader yang teguh dalam memperjuangkan Islam ahlussunah wal jamaah. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Doa, Khutbah, Tegal Pondok Pesantren Attauhidiyyah