Kamis, 17 September 2009

Pesantren Nurul Jadid Segera Kembangkan Universitas Berbasis Pesantren

Probolinggo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah



Dalam rangka mengembangkan lembaga pendidikan tinggi (Dikti), Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo melakukan kunjungan ilmiah ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang, Ahad (20/8).

Kunjungan ke pesantren yang juga mengelola lembaga Dikti Universitas KH Wahab Chasbullah (Unwaha) ini diikuti oleh tiga pimpinan tiga perguruan tinggi yang berada di Pesantren Nurul Jadid, yakni Rektor IAI Nurul Jadid, Ketua STT Nurul Jadid dan Ketua STIKes Nurul Jadid Paiton.

Pesantren Nurul Jadid Segera Kembangkan Universitas Berbasis Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nurul Jadid Segera Kembangkan Universitas Berbasis Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nurul Jadid Segera Kembangkan Universitas Berbasis Pesantren

Rombongan diterima oleh Dr. Fathullah Malik, selaku Wakil Rektor 1 Universitas KH. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang beserta segenap jajaran. Selanjutnya mereka melakukan dialog seputar perkembangan lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang.?

“Kunjungan ini bertujuan untuk mengembangkan lembaga tinggi di Pesantren Nurul Jadid Paiton menjadi universitas yang berbasis pesantren,” kata Kepala Pesantren Nurul Jadid Paiton KH Hamid Wahid.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menurut Kiai Hamid, kedatangannya ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum tidak lain adalah untuk menimba ilmu terkait dengan merger perguruan tinggi yang ada di pesantren menjadi universitas di bawah naungan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek dan Dikti) Republik Indonesia.?

“Kami tidak bisa menunggu lagi, karena perguruan tinggi pesaing juga sudah berkompetisi untuk meningkatkan mutu PTKI (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam). Mumpung ada peluang dari Kemenristek dan Dikti, maka kita mencoba ambil peluang menjadi universitas. Dengan model beberapa program studi di lembaga kami, Insya Allah kami bisa apabila disertasi kesungguhan, ikhtiar dan doa,” tegasnya.

Sementara Wakil Rektor 1 Unwaha Jombang Dr. Fathullah Malik menyampaikan bahwa antara Pesantren Nurul Jadid dan Pesantren Bahrul Ulum sekilas memiliki budaya yang sama. Yakni, lembaga pendidikan tinggi yang berada di pondok pesantren dan perguruan tinggi yang berasaskan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) atau berbasis Nahdliyin.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Universitas yang kita miliki ini merupakan cita-cita dari KH. Wahab Chasbullah yang sangat visioner. Tentunya tidak mudah untuk mewujudkan universitas ini, diperlukan ? ketelatenan dan usaha keras untuk mewujudkan ini semua,” katanya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Amalan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rabu, 16 September 2009

Mengangkat tangan dan Mengusap Muka ketika Berdo’a

Pada dasarnya mengangkat tangan ketika berdo’a dan dan mengusap wajah sesudahnya bukanlah sekedar tradisi yang tanpa dasa. Keduanya merupakan sunnah Rasulullah saw. sebagaimana termaktub dalam salah satu haditsnya yang diceritakan oleh Ibn Abbas:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  ? (? ? ?)

Apabila engkau memohon kepada Allah, maka bermohonlah dengan bagian dalam kedua telapak tanganmu, dan jangan dengan bagian luarnya. Dan ketika kamu telah usai, maka usaplah mukamu dengan keduanya.

Mengangkat tangan dan Mengusap Muka ketika Berdo’a (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengangkat tangan dan Mengusap Muka ketika Berdo’a (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengangkat tangan dan Mengusap Muka ketika Berdo’a

Demikian pula keterangan para ulama dari beberapa kitab. Bahkan mereka menganjurkan ketika semakin penting permintaan agar semakin tinggi pula mengangkat tangan. Adapun ukuran mengangkat tangan adalah setinggi kedua belah bahu. Dalam I’anatut Thaibin Juz Dua diterangkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dan diwaktu berdoa disunnahkan mengangkat kedua tangannya yang suci setinggi kedua bahu, dan disunnahkan pula menyapu muka dengan keduanya setelah berdo’a.

Keterangan ini ditambahi oleh keterangan Syaikh Muhammad bin Sulaiman al-Kurdy dalam Al-Hawasyil Madaniyyah  dengan sangat singkat.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

? ? ? ? ? ? ? ?

Batas maksimal mengangkat tangan adalah setinggi kedua bahu, kecuali apabila keadaan sudah amat kritis, maka ketika itu bolehlah melewati tinggi kedua bahu.

 Akan tetapi, di masa sekarang ini banyak kelompok yang meragukan dan menyangsikan sunnah Rasulullah saw ini. mereka meanyakan kembali tentang keabsahannya. Sungguh hal ini bukanlah sesuatu yang baru karena dulu telah disinggung oleh pengarang kitab al-Futuhatur rabbaniyyah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sang pengarang telah berkata bahwa “telah ada hadits-hadits yang tak terbatas banyaknya mengenai mengangkat tangan ke langit ketika berdo’a, barang siapa menganggap itu tidak ada, maka ia telah keliru.

Red. Ulil H.  

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Bahtsul Masail, Sholawat, Nasional Pondok Pesantren Attauhidiyyah