Minggu, 26 Agustus 2012

PBNU: AS Tak Mungkin Tinggalkan Irak Sebelum Dapat Minyak

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengatakan, Amerika Serikat (AS) tak mungkin meninggalkan Irak sebelum berhasil mengeruk keuntungan ekonomis, yakni mendapatkan minyak. Karena hal itulah yang menjadi tujuan utama AS menginvasi negeri 1001 Malam itu.

“Karena kalau sekarang, bondo (modal, Red) Amerika Serikat untuk perang (invasi ke Irak) belum kembali. Sulit kalau untuk menarik pasukannya dari Irak sekarang,” ujar Hasyim kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (30/4)

Desakan dari berbagai pihak pun, menurut Hasyim, sulit mengubah kebijakan Presiden AS Goerge W Bush, terutama dalam pendudukannya terhadap Irak. “PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) saja nggak didengar, juga rakyatnya sendiri, yang jadi korban kebijakan Bush,” terangnya.

PBNU: AS Tak Mungkin Tinggalkan Irak Sebelum Dapat Minyak (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: AS Tak Mungkin Tinggalkan Irak Sebelum Dapat Minyak (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: AS Tak Mungkin Tinggalkan Irak Sebelum Dapat Minyak

Namun demikian, tambah Presiden World Conference on Religion for Peace itu, perlawanan terhadap negara Adidaya itu, apapun caranya, tetap harus digelorakan. Meski sekedar desakan moral yang tak banyak berpengaruh, harus tetap disuarakan.

Indonesia, lanjutnya, sebagai negara yang berdaulat dan memiliki komitmen untuk ikut serta dalam memelihara perdamaian dunia dan keadilan sosial, pun harus melakukan perlawanan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Salah satu caranya adalah melakukan pengggalangan dukungan oleh parlemen Indonesia dengan parlemen negara lain pada sidang majelis Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-116 di Nusa Dua, Bali, 29 April hingga 4 Mei 2007, untuk mendesak penarikan pasukan AS dan sekutunya dari Irak.

Desakan terhadap upaya penarikan pasukan AS dari Irak, baginya, bisa menjadi langkah tepat untuk menaikkan derajat bangsa Indonesia di mata dunia yang menurun akibat dukungan pemerintah Indonesia pada resolusi Dewan Keamanan PBB bernomer 1747 yang menjatuhkan sanksi pada Iran.

“Dengan begitu, Indonesia sebagai polopor gerakan Non-Blok, bisa terangkat derajatnya. Indonesia bisa menyatakan keberpihakannya sebagai sebuah bangsa, bukan keberpihakan terhadap yang kuat,” urai Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars itu.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selain itu, Hasyim menambahkan, desakan terhadap penarikan pasukan pendudukan AS dan sekutunya dari Irak yang juga didukung Kongres AS, bisa menjadi cara untuk membantu memulihkan citra AS di mata dunia yang mulai menurun, terutama di bawah pimpinan Presiden Bush. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Olahraga, Kyai, Quote Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 20 Agustus 2012

Banser Harus Militan dan Ideologis

Jepara, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor kecamatan Batealit Jepara selama tiga hari Jum’at-Ahad, (16-18/10) sukses menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Diklatsar yang digelar di Dukuh Setro, Desa Batealit, kecamatan Batealit kabupaten Jepara itu diikuti 45 peserta yang kini telah dibaiat menjadi angota Banser baru.

Diklatsar itu merupakan kali pertama digelar PAC GP Ansor Batealit. Sementara di Jepara, merupakan Dikltasar angkatan kelima.

Banser Harus Militan dan Ideologis (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Harus Militan dan Ideologis (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Harus Militan dan Ideologis

Peserta yang mengikuti Diklastar itu sebagian besar dari wilayah Kemacatan Batealit dan beberapa ada delegasi dari PAC Tahunan, Keling dan Donorojo.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ketua PAC GP Ansor Batealit, Nur Alimin mengatakan Diklatsar banser diadakan dalam rangka menyiapkan barisan kader muda NU yang tanggap akan problem keumatan dan kebangsaan demi mengawal tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Banser menjadi garda terdepan Ansor maupun NU yang harus memiliki kemampuan untuk menyelesaikan berbagai problem. Khususnya masalah-masalah keumatan dan kebangsaan,” tambahnya sebagaimana rilis yang diterima Pondok Pesantren Attauhidiyyah.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Subchan Zuhri, Wakil Ketua PAC Ansor Batealit menambahkan dalam rangka membentuk kader Banser yang tangguh peserta Diklastar diberi materi yang lengkap. Mulai dari materi Ke-NU-an, Aswaja, Keansoran, Kebanseran, analisis SWOT, leadership, wawasan kebangsaan, PBB, kelalulintasan, SAR, Bagana, dan materi-materi pendukung lainnya.

Pada malam terakhir kemarin, panitia juga menghadirkan KH Subakir dari Kudus untuk memberikan materi penguatan mental spriritual kader banser,” imbuhnya.

Diklatsar Banser di Batealit Jepara itu juga dihadiri Sekretaris Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Tengah, Sholahuddin Ali. Mantan Ketua Umum PKC PMII Jawa Tengah itu menyampaikan materi Keansoran di hari pertama.

Sholahuddin menegaskan, bahwa Banser sebagai kekuatan utama Ansor harus memiliki militansi dan ideologi Islam Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) yang kuat. Tantangan Banser dan Ansor pada saat ini semakin kompleks dan harus dihadapi dengan kemampuan-kemampuan khusus.

“Sikap Banser adalah merepresentasikan Ansor dan NU yang harus menampakkan Islam Ahlussunah Waljamaah. Islam yang ramah, bukan Islam yang marah-marah,” tandasnya. (Syaiful Mustaqim/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah RMI NU, Tegal, Kajian Sunnah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 13 Agustus 2012

Ribuan Jamaah Iringi Pemakaman KH Noor Ahmad

Jepara, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ribuan jamaah turut mengiringi pemakaman KH Noor Ahmad SS, ahli falak Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Rabu (20/6) kemarin. Sejak pagi, tepatnya pukul 10.00 WIB Yi Noor pulang ke rahmatullah. Kediamannya di Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan ramai dengan pentakziyah.?

Ribuan Jamaah Iringi Pemakaman KH Noor Ahmad (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Iringi Pemakaman KH Noor Ahmad (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Iringi Pemakaman KH Noor Ahmad

Puncaknya selepas Ashar. Atas nama shohibul musibah KH Sholeh Taufiq mengatakan sebelum wafat, Kiai Noor masih dalam keadaan baik-baik saja. Saat pukul 08.30 WIB kondisinya sedang kurang baik akhirnya diberangkatkan ke RSUD Kudus. “Kurang lebih jam 10.00 WIB Kiai Noor dalam usia 83 tahun kapundut ila rahmatillah,” paparnya.?

Kiai Noor, dikatakannya adalah seorang Ulama yang ikhlas utamanya dalam membimbing santri dalam ilmu Falak. Santrinya sudah tersebar di berbagai penjuru. Sebagai manusia biasa, lanjut Sholeh Kiai Noor tentu mempunyai urusan haqqul adami. Karenanya urusan hak adam dipasrahkan kepada anaknya, H Romli.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rais Syuriyah PCNU Jepara, KH Ahmad Kholil mengungkapkan, Kiai Noor Ahmad merupakan ulama yang ngrumati masyarakat. Meski beliau telah tiada, tambahnya Lajnah Falakiyah masih tetap membutuhkan pemikirannya. “Hal itulah kemanfataan dari sosok Kiai Noor,” ungkapnya.?

Matinya orang alim adalah matinya alam semesta. Kyai Kholil menjelaskan wafatnya orang alim adalah cobaan yang besar. “Meskipun demikian semoga akan ada yang menggantikan KH Noor Ahmad,” harapnya.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Tiga kategori manusia yang disabdakan Nabi, tegasnya juga tercermin pada pribadi Kiai Noor. Alim, abid dan arif. “Kiai Noor seorang alim pewaris Nabi, seorang abid yang taat beribadah maupun bermujahadah dan seorang arif, mengerti serta menjalankan perintah Rasul,” jelasnya.?

H Ahmad Marzuqi, Bupati Jepara yang turut hadir menghaturkan rasa bela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Cepat atau lambat, imbuhnya semuanya akan menyusul almarhum. “Semoga keluarga yang ditinggalkan tetap diberikan kesabaran atas ujian yang diberikan Allah SWT,” doanya.?

Ilmu Falak yang dimiliki Kiai Noor Ahmad papar Marzuqi dibutuhkan masyarakat maupun pemerintah. Oleh karenanya, apa yang dicita-citakan almarhum di waktu berikutnya bisa diteruskan sanak keluarga maupun para santri.?

Karena banyaknya pentakziyah, shalat jenazah dilaksanakan tiga kali bertempat di Masjid Al-Makmur. Almarhum KH Noor Ahmad SS dikebumikan di makam Jabang Bayi.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Ahlussunnah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 11 Agustus 2012

Kopri Prihatin Narkoba dan Kekerasan Seksual Meningkat di Jombang

Jombang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pengurus Cabang Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Putri (Kopri) Jombang berupaya menekan maraknya penyalahgunaan narkoba dan kekerasan seksual yang menimpa masyarakat setempat.

Kopri Prihatin Narkoba dan Kekerasan Seksual Meningkat di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopri Prihatin Narkoba dan Kekerasan Seksual Meningkat di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopri Prihatin Narkoba dan Kekerasan Seksual Meningkat di Jombang

Upaya demikian tercermin dalam pagelaran seminar terbuka dengan tema “Kopri PMII : Melawan Teror Narkoba dan Kekerasan Seksual” sebagai pembukaan kegiatan Sekolah Kader Kopri (SKK) pada Kamis, (10/11), di aula Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang.

Ketua PC Kopri Jombang Priwahayu menyebutkan bahwa dua problem itu terus mengalami peningkatan di Jombang. Kesimpulan itu diperoleh dari data Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur dan hasil kajian sejumlah data yang diperoleh dari penanganan kasus kekerasan seksual oleh Woman Crisis Center (WCC) setempat selama beberapa tahun sebelumnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Berdasarkan data BNN Provinsi Jawa Timur, bahwa Kabupaten Jombang sebagai daerah dengan kasus narkoba tertinggi kelima tingkat Jawa Timur. Dan hasil kajian kami dan WCC bahwa jumlah kekerasan seksual di Jombang pada 2004 lalu sebanyak 29 kasus, namun pada tahun 2015 mengalami peningkatan hingga 36 kasus," katanya, Rabu (9/11).

Sementara itu, lanjut dia, usia korban kekerasan seksual rata-rata di bawah 18 tahun. "Sebanyak 85 persen, kekerasan seksual masih berumur di bawah 18 tahun, kemudian pelakunya adalah orang terdekat korban, seperti orang tua, saudara, pacar, teman dan tetangga," imbuhnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Terjadinya kasus kekerasan seksual cenderung berkaitan erat dengan penyalahgunaan narkoba dalam perkembangannya. Sehingga ketika kasus penyalahgunaan narkoba mengalami peningkatan, maka juga terkadang akan memicu terhadap naiknya kasus kekerasan seksual.

"Akibat penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak fisik, namun juga mental, sehingga tidak bisa mengontrol dirinya, dan akan mudah melakukan hal-hal yang di luar kekuasaannya, seperti kekerasan seksual. Kemudian naiknya angka kasus kekerasan terhadap perempuan dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya penyalahgunaan narkoba," tegasnya.

Untuk itu, Ayu panggilan akrab Priwahayu mengajak kepada segenap elemen masyarakat juga pemerintah untuk melek dua persoalan tersebut, kemudian mencari solusi tepat untuk menanganinya.

"Dalam Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 dijelaskan bahwa masyarakat bisa berpartisipasi dalam pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Di pasal 104 berbunyi kalau masyarakat mempunyai kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta dalam membantu upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika," tutur mahasiswa asal Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Peterongan Jombang itu.

Menurutnya, seminar tersebut adalah salah satu media dalam memberikan pemahaman lebih kepada khalayak terkait dua persoalan itu, dan juga upaya pencegahannya.

Seminar akan dihadiri sejumlah perwakilan organisasi kemasyarakatan (Ormas) se-Jawa Timur, anggota dan kader PMII se-Jawa Timur, lembaga dan instansi pemerintah terkait, pondok pesantren se-Jombang, seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa se-Jombang.

Sementara untuk narasumber kegiatan diantaranya Drs Amrin Remico MM, Kepala BNPP Jawa Timur, Andy Irfan, Ketua Kontras Surabaya dan Muklinah Shohib, Ketua DPD Nasdem Jombang. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Nahdlatul, Makam, Internasional Pondok Pesantren Attauhidiyyah