Kamis, 25 Juni 2015

Mustasyar PCNU Probolinggo Sambut 564 Jamaah Haji

Probolinggo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin menyambut kedatangan 564 jamaah haji yang baru tiba dari tanah suci, Kamis (30/10). Para tamu Allah SWT tersebut disambut di obyek wisata religius Miniatur Ka’bah Desa Curah Sawo Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo.

Dibandingkan dengan waktu pemberangkatan, jumlah jamaah haji berkurang 3 (tiga) jamaah. Pasalnya selama menjalankan ibadah haji, ketiga jamaah haji tersebut wafat di tanah suci. Yaitu, Sudarko bin Kastam (51), warga Desa/Kecamatan Sukapura, Suwito bin Sidin (54), warga Desa Pesisir Kecamatan Sumberasih dan Nirjo (63), warga Desa Alas Tengah Kecamatan Besuk.

Mustasyar PCNU Probolinggo Sambut 564 Jamaah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustasyar PCNU Probolinggo Sambut 564 Jamaah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Mustasyar PCNU Probolinggo Sambut 564 Jamaah Haji

Kedatangan jamaah haji Kabupaten Probolinggo terbagi dalam dua gelombang. Yakni gelombang pertama adalah jamaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 46 dengan 123 jamaah haji. Sementara gelombang kedua dengan 441 jamaah haji yang tergabung dalam Kloter 47.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Berkat kesiapan dan kesigapan petugas keamanan, proses kedatangan jamaah haji dan penjemputan oleh keluarganya mulai malam hingga dini hari itu berjalan lancar dan sukses. Meskipun ketika rombongan bus yang mengangkut jamaah haji tiba, gerombolan massa sempat memaksa untuk maju mendekat pagar pembatas.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Perasaan tidak sabar menahan rasa rindu ingin bertemu keluarga membuat ribuan penjemput sempat memaksa menerobos masuk. Hiruk-pikuk massa yang mencari keluarganya segera bercampur dengan keharuan dan isak tangis bahagia tatkala mereka bertemu dengan orang-orang yang sangat dirindukannya.

Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H. Hasan Aminuddin menyampaikan ucapan selamat datang dan bersyukur karena jamaah haji Kabupaten Probolinggo telah tiba di Tanah Air dalam kondisi sehat dan selamat. ”Selamat datang kembali di Kabupaten Probolinggo. Semoga menjadi haji yang mabrur,” ungkapnya.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo H Busthami mengungkapkan jamaah haji yang baru tiba dari Tanah Suci itu langsung menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya untuk menyelesaikan beberapa proses administrasi seperti pemeriksaan paspor dan cek kesehatan.

“Setelah melalui pemeriksaan paspor, barang bawaan dan pemeriksaan kesehatan, selanjutnya jamaah haji diserahkan kepada petugas Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo untuk pemulangannya ke Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.

Terkait dengan wafatnya 3 jamaah haji, Busthami mengaku masih menunggu Surat Keterangan Kematian (SKK) dari Konsulat Jenderal (Konjen) Indonesia di Arab Saudi. ”Setelah SKK didapatkan, kami akan mengurusi administrasi untuk pencairan asuransi yang akan diberikan pada ahli waris,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Internasional, Kyai Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 18 Juni 2015

14.250 Warga Sumberasih Ikuti Pemotretan Kartanu

Probolinggo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pelaksanaan pemotretan program Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) tiap-tiap ranting di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo berjalan dengan sukses dan lancar. Tidak tanggung-tanggung, tercatat sedikitnya 14.250 warga Nahdliyin turut serta dalam program yang digagas oleh PBNU tersebut.

14.250 Warga Sumberasih Ikuti Pemotretan Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
14.250 Warga Sumberasih Ikuti Pemotretan Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

14.250 Warga Sumberasih Ikuti Pemotretan Kartanu

Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi evaluasi pelaksanaan program Kartanu yang digelar oleh MWCNU Kecamatan Sumberasih, Kamis (11/4) malam. Menurut Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Sumberasih Imam Syafi’i, jumlah ini merupakan perolehan terbesar untuk program Kartanu di Kabupaten Probolinggo.

“Dari MWC-MWC yang sudah melaksanakan pemotretan Kartanu, jumlah warga Nahdliyin yang mengikuti Kartanu di Kecamatan Sumberasih merupakan yang terbesar se Kabupaten Probolinggo. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat menyambut antusias program Kartanu ini,” ujarnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menurut Imam, keberhasilan dan kesuksesan pelaksanaan program Kartanu ini diraih berkat kerja sama seluruh pengurus NU, lembaga, lajnah dan badan otonom yang ikut melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang penting dan manfaatnya Kartanu sebagai database warga NU.

Alhamdulillah, semua warga Nahdliyin menyambut baik program Kartanu ini. Mereka datang ke lokasi pemotretan Kartanu sejak pagi untuk ikut antri dan mendapatkan Kartanu. Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada warga Nahdliyin yang ikut memberikan database kepada pengurus NU,” jelasnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dikatakan Imam, sebenarnya warga NU di MWCNU Sumberasih lebih dari 14.250 orang. Hanya saja sebagian besar dari mereka ada yang belum sempat mengikuti pemotretan Kartanu di waktu yang telah ditentukan.

“Selain karena keterbatasan waktu, sebagian besar masyarakat ada yang sedang bekerja ke luar kota sehingga tidak dapat mengikuti pemotretan Kartanu. Tetapi kami akan mengupayakan supaya bisa diadakan pemotretan Kartanu susulan kepada PCNU kabupaten Probolinggo,” terangnya.

Imam mengungkapkan bahwa kesuksesan pendataan Kartanu ini tentunya membantu pengurus NU dalam mendapatkan data keanggotaan yang benar-benar valid dan akurat. ”Melalui keberadaan Kartanu ini kami berharap data keanggotaan warga Nahdlatul Ulama khususnya di Kecamatan Sumberasih benar-benar valid dan akurat. Sehingga bisa diketahui siapa saja masyarakat yang memang setia kepada NU,” tegasnya.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Syariah, Kajian Sunnah, Makam Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 13 Juni 2015

Giliran Ribuan Anggota Banser Blitar Gelar Apel Kesetiaan NKRI

Blitar, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ribuan anggota Gerakan Pemuda Ansor dan organisasi semi otonomnya, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Kabupaten Blitar, Jumat (3/4) sore mengadakan apel kesetiaan pada bangsa dan negara.

Apel dalam rangka menyambut hari lahir ke-81 GP Ansor ini akan dilaksanakan di lapangan Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. “Apel akan dilaksanakan setelah shalat Jum’at. Sekitar 1000 lebih pasukan akan ikut ambil bagian dalam acara ini,” ujar Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Blitar Ir H Lutfi Azis kepada Pondok Pesantren Attauhidiyyah pagi ini.

Giliran Ribuan Anggota Banser Blitar Gelar Apel Kesetiaan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Giliran Ribuan Anggota Banser Blitar Gelar Apel Kesetiaan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Giliran Ribuan Anggota Banser Blitar Gelar Apel Kesetiaan NKRI

Apel akan diikuti pasukan Banser dari berbagai Satuan Koordinator Rayon? (Satkoryon) di Kababupaten Blitar yang terdiri dari 22 kecamatan atau satuan rayon. “Semua satkoryon memastikan bisa ikut dalam apel kesetian ini,” ungkap Lutfi Azis yang kini juga menjabat sebagai ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar itu.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selain anggota Banser, beberapa ulama dan tokoh akan hadir dalam apel tersebut, termasuk Bupati Blitar H Herry Noegroho bersama anggota Forpinda (Forum Pimpinan Daerah) Kabupaten Blitar. “Sore kita akan apel kesetiaan, malam harinya kita gelar pentas seni yang dilanjutkan gelar Bazar Ekonomi,” tambah Kepala Satkorcab Banser Kabupaten Blitar, Imron Rosyadi.

Imron menambahkan, selain dalam rangka memperingati hari lahir GP Ansor dan Banser tahun ini, kegiatan ini juga sekaligus sebagai ajang konsolidasi anggota menjelang diadakannya Muktamar Ke-33 NU di Kabupaten Jombang, 1-5 Agustus mendatang.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

”Ini saatnya ‘manasi mesin’ istilahnya. Apalagi Banser juga menjadi sasaran ancaman ISIS setalah TNI dan Polri. Maka sudah waktunya kita manasi mesin,”? katanya. (Imam Kusnin Ahmad/Mahbib)

?

Foto: Ilustrasi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Bahtsul Masail, Syariah, Kiai Pondok Pesantren Attauhidiyyah