Selasa, 31 Oktober 2017

Lagi, JATMAN DKI Jakarta Selenggarakan Pelatihan Tasawuf Dasar

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jamiyyah Ahlith Thariqah al-Mutabarah An-Nahdhiyyah (JATMAN) DKI Jakarta, Sabtu (30/4) menyelenggarakan kembali Pelatihan Tasawuf Dasar angkatan ke-3. Acara dihelat di Zawiyah Utama tarekat Idrisiyyah, Masjid Al-Fatah Harmoni Jakarta Pusat.

Lagi, JATMAN DKI Jakarta Selenggarakan Pelatihan Tasawuf Dasar (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, JATMAN DKI Jakarta Selenggarakan Pelatihan Tasawuf Dasar (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, JATMAN DKI Jakarta Selenggarakan Pelatihan Tasawuf Dasar

Ketua Zawiyah Utama, Ustadz Asep Saefullah menyampaikan, tarekat Idrisiyyah sangat mengapresiasi inisiatif JATMAN menyelenggarakan pelatihan ini. "Saat ini umat sangat membutuhkan tasawuf agar hidupnya lebih terarah," ungkapnya saat memberikan sambutan. 

Sementara itu, H Rusbiyanto Asfa, Sekretaris JATMAN DKI Jakarta menjelaskan bahwa JATMAN saat ini fokus kepada pengembangan kader-kader muballigh tasawuf.  "Setelah pelatihan ini, Insyaallah kita akan mengadakan beberapa program lainnya seperti khalwat, nada, dan dzikir serta pelatihan pendalaman tasawuf," ujarnya.

Ia menambahkan, dalam pelatihan ini mengundang beberapa pembicara dari berbagai tarekat seperti; Ustadz Rizal Fauzi Tarekat Idrisiyyah, Ustadz H. Handri Ramadian dari Tarekat Qadiriyyah Naqsyabandiyyah Suryalaya, Ustadz Ali M. Abdillah dari Tarekat Khalwatiyyah, serta M. Yunus A. Hamid dari Tarekat Tijaniyyah.

"Kita berharap melalui metode tasawuf dapat berkontribusi mengembangkan revolusi mental bangsa," tutupnya. (Nugraha Romadhon/Fathoni)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah IMNU, AlaNu, Berita Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Liberalisasi Politik Menangkan Para Pemodal

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Kepemimpinan di Indonesia terjadi pergeseran akibat sistem politik yang liberal. Dalam sistem seperti ini, kepemimpinan bukan lagi sesuatu yang identik dengan karakter kuat. Tetapi, sistem ini menempatkan modal sebagai pemenang.

Demikian dinyatakan Ketua Umum PP ISNU Ali Masykur Musa yang lazim disapa Cak Ali dalam sesi seminar bertajuk “Pengaruh Proses Pendidikan dalam Membangun Karakter Kepemimpinan” yang masuk pada rangkaian Konbes IPPNU 2014 di Gedung PP PON Kemenpora Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (28/2) sore.

Liberalisasi Politik Menangkan Para Pemodal (Sumber Gambar : Nu Online)
Liberalisasi Politik Menangkan Para Pemodal (Sumber Gambar : Nu Online)

Liberalisasi Politik Menangkan Para Pemodal

“Siapapun pemimpinnya, kepemimpinan dalam sistem demikian dikendalikan kekuatan modal,” kata Cak Ali di hadapan sedikitnya 200 peserta Konbes IPPNU 2014.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Tidak mengherankan kalau kepemimpinan di tingkat nasional maupun daerah cenderung bersifat transaksional dan pragmatis, terang Cak Ali. Akibatnya, kepemimpinan tidak memiliki nyawa. Tongkat kendali tidak berada di tangan pemimpin, tetapi pemodal yang menguasai akses politik dan media.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Model kepemimpinan seperti ini melahirkan oligarki bahkan dinasti di mana para kolega menduduki posisi strategis. Cak Ali menyebut kasus Banten sebagai satu contoh kasus dari sekian banyak kasus di belahan lain Indonesia.

Di akhir, ia mengusulkan peserta untuk membahas seksama model kepemimpinan ideal bagi IPPNU dalam rapat-rapat Konbes. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Ubudiyah, Santri, Bahtsul Masail Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 30 Oktober 2017

Hari Ini Haul ke-56 KHR Asnawi Kudus

Kudus, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Haul ke-56 pendiri NU asal Kudus KHR Asnawi akan diperingati di kompleks makam Menara dan pesantren Raudhatuth Thalibin, Bendan, Kudus, Kamis-Jum’at (24-26/4). Seperti tahun sebelumnya, peringatan haul tahun ini akan dilangsungkan takhtimul Qur’an dan pengajian umum.

Salah seorang sucu KHR Asnawi Abdullah Mun’im mengatakan, peringatan haul selalu diadakan setiap 25 Jumadil Akhir  sesuai hari wafatnya. Pada tahun ini, kegiatan akan diawali dengan takhtimul Qur’an bil ghoib di kompleks pesantren peninggalan KHR Asnawi, Kamis (24/4) malam. 

Hari Ini Haul ke-56 KHR Asnawi Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Ini Haul ke-56 KHR Asnawi Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Ini Haul ke-56 KHR Asnawi Kudus

Sedangkan Jum’at pagi diadakan takhtimul Qur’an bin nazhar yang dilanjutkan dengan tahlilan umum pada sore hari di kompleks makam Menara Kudus. Malam harinya pengajian umum akan dipandu KH Abdul Qoyyum Mansur (Rembang) dan Habib Umar Muthohar (Semarang).

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Melalui kegiatan ini para santri dan generasi penerus bisa menjaga ukhuwwah Islamiyah dan wathaniah seperti ajaran yang disampaikan beliau,” terangnya kepada Pondok Pesantren Attauhidiyyah, Kamis (23/4).

Selain acara yang diadakan keluarga dan pesantren Raudhotuth Thalibin, pelajar Madrasah Qudsiyah juga akan memperingati haul KHR Asnawi dengan sepeda santai pada Ahad (27/4). (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Internasional, Syariah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Peduli Yuyun, Pelajar NU Gelar Shalat Ghaib dan Doa Bersama

Banyuwangi, Pondok Pesantren Attauhidiyyah



Peristiwa tragis yang menimpa Yuyun (14), pelajar SMP di Bengkulu mengundang simpati dan keprihatinan banyak pihak, termasuk para pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

Peduli Yuyun, Pelajar NU Gelar Shalat Ghaib dan Doa Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Yuyun, Pelajar NU Gelar Shalat Ghaib dan Doa Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Yuyun, Pelajar NU Gelar Shalat Ghaib dan Doa Bersama

Puluhan pelajar Pimpinan Cabang IPNU Banyuwangi melaksanakan shalat ghaib dan doa bersama untuk almarhumah Yuyun. Selain itu, juga memanjatkan doa untuk seluruh pelajar Indonesia agar kasus sejenis tak muncul kembali.

“Sebagai bentuk solidaritas dan komitmen kita di dunia pendidikan, kita mendoakan almarhumah Yuyun agar diterima di sisi-Nya dan ke depannya tak ada lagi kasus-kasus demikian menimpa pelajar di Indonesia,” tutur Yahya Muzakki, Ketua PC IPNU Banyuwangi usai doa bersama di Masjid Al-Mujahirin, Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi, Selasa malam (3/5).

Kasus Yuyun, menurut Yahya, bukan sekadar kasus kriminal biasa. Hal ini merupakan tamparan keras terhadap dunia pendidikan Indonesia. Apalagi mengingat para pelaku pemerkosa dan pembunuh Yuyun terhitung masih berusia pelajar, yakni 16 sampai 20 tahun.

“Ini pukulan telak bagi dunia pendidikan Indonesia. Peserta didik tidak hanya menjadi korban, tapi kini mulai merambah menjadi pelaku,” ujar Yahya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Oleh karena itu, terang Yahya, aktivis IPNU bersama IPPNU (Ikatan Pelajar Putri NU) terus menyuarakan toleransi, anti-kekerasan, dan penguatan nilai-nilai keagamaan di kalangan pelajar Banyuwangi. “Kita terus mendampingi pelajar Banyuwangi,” imbuh Yahya.

Sementara itu, angka kekerasan seksual yang menimpa anak-anak terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada tahun 2015 kemarin ada 2.898 kasus kekerasan terhadap anak. Sebanyak 59,3 persen di antaranya merupakan kasus kejahatan seksual. Angka ini naik dari 2.726 kasus kekerasan terhadap anak pada tahun 2014, yang 56 persen di antaranya pelecehan seksual. Ironisnya, hanya 179 kasus yang dilaporkan.

Ragam kekerasan anak berupa kekerasan fisik, penelantaran, penganiayaan, perkosaan, adopsi ilegal, penculikan, perdagangan anak untuk eksploitasi seksual. KPAI mencatat bahwa pelaku kekerasan anak adalah anggota keluarga, tetangga, teman, guru, tokoh agama, tokoh masyarakat dan lain-lain. Dari kasus itu tindak kekerasan terjadi di ruang privat sebesar 62 persen dan ruang publik seperti rumah, sekolah, panti asuhan, lembaga keagamaan sebanyak 38 persen. (Anang Lukman Afandi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Santri, Hadits, Aswaja Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 29 Oktober 2017

Glenn Fredly: Gus Dur Presiden yang Punya Hati

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah tokoh yang menebar jejak kenang dan kesan kepada banyak kalangan. Ketika ia menjadi Presiden keempat RI misalnya, kebijakan Indonesia timur, terutama Papua, menuai kesan mendalam bagi rakyatnya.

Glenn Fredly: Gus Dur Presiden yang Punya Hati (Sumber Gambar : Nu Online)
Glenn Fredly: Gus Dur Presiden yang Punya Hati (Sumber Gambar : Nu Online)

Glenn Fredly: Gus Dur Presiden yang Punya Hati

“Gus Dur adalan presiden yang punya hati. Gus Dur adalah seorang yang selalu memberi inspirasi,” komentar Glenn Fredly saat tampil pada peringatan seribu hari wafat Gus Dur di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jumat malam, (28/9).

Menurut penyanyi kelahiran Jakarta berdarah Maluku ini, bukti Gus Dur memimpin dengan hati ialah melihat dan menjawab permasalahan Papua dengan dialog.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Kepada masyarakat Papua, Gus Dur memberi kesempatan berbicara, membiarkan dan memberikan kesempatan hak-hak politiknya,” ujarnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ia berharap, pemimpin ke depan, terutama pemimpin hari ini, bisa melihat bahwa hak politik setiap anak bangsa ini adalah hak yang dilindungi Undang-Undang.

“Pemimpin jangan menerapkan cara-cara kekerasan. Tapi berdialog dari hati ke hati, Bukan pemimpin yang berbicara dengan pencitraan. Tapi pemimpin yang bicara dengan hati. Dan Gus Dur sudah melakukannya,” tegasnya.

Seperti diketahui, semasa jadi presiden, Gus Dur menerapkan beberapa kebijakan kepada rakyat Papua. Ia memperbolehkan mengganti nama Irian Jaya menjadi Papua pada tahun 2000. Bahkan memberi izin dan bantuan dana bagi tokoh-tokoh Papua untuk menggelar Kongres Nasional Rakyat Papua II pada Maret 2000.

Kongres itu kemudian menetapkan berdirinya Presidium Dewan Papua yang dipimpin oleh dua tokoh Papua,Theys Hiyo Eluay asal Sentani dan Tom Beanal asal Pegunungan Tengah.

Tak cuma itu, Gus Dur memperbolehkan berkibarnya bendera Bintang Kejora sebagai simbol adat Papua bersama Merah Putih sebagai bendera negara. Bahkan lagu Hai Tanahku Papua pun boleh didendangkan setelah lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Karena itulah, Glenn mengaku, dalam hidupnya hanya dua orang yang dijadikannya sebagai inspirasi, yaitu Ketua Umum PBNU 1984-1999, dan penyanyi Franky Sahilatua.

“Saya merasa terhormat menyanyi untuk mengenang Gus Dur malam ini,” katanya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Sholawat Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Bank Sulselbar Akan Lengkapi Infrastruktur Universitas Islam Makassar

Makassar, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Bank Sulselbar tertarik melengkapi infrastruktur salah satu perguruan tinggi NU, Universitas Islam Makassar (UIM). Perhatian serius itu dibuktikan dengan kunjungan Direktur Umum Bank Sulselbar Ambo Syamsuddin ke Rektor UIM Dr. Ir. Hj. Majdah Agus Arifin Nu’mang, Selasa (16/12) kemarin.

Kunjungan itu dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran konkret kemajuan yang telah dicapai universitas yang dipimpin istri Wagub Sulsel itu, terutama dari segi sarana dan prasarana. Setelah di terima di ruang kerja, Ambo Syamsuddin bersama Majdah didampingi Pembantu Rektor II Ir. Saripuddin Muddin meninjau langsung ke Auditorium KH Muhyiddin Zain yang tengah dalam tahap penyelesaian akhir. Auditorium itu akan menampung sekitarb 4000 undangan dilengkapi dengan panggung berukuran besar dan balkon di bagian belakang.

Bank Sulselbar Akan Lengkapi Infrastruktur Universitas Islam Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)
Bank Sulselbar Akan Lengkapi Infrastruktur Universitas Islam Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)

Bank Sulselbar Akan Lengkapi Infrastruktur Universitas Islam Makassar

Menurut Ambo Syamsuddin, pihaknya memang menaruh perhatian besar kepada UIM karena telah mengalami perkembangan yang begitu pesat setidaknya dalam tiga tahun terakhir ini. Selain telah terbangun 11 gedung perkuliahan dan fasilitas lainnya yang cukup megah, juga perkembangan mahasiswanya telah mencapai 6.000 orang.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Untuk lengkah awal, pada tahun 2015 nanti Bank Sulselbar sudah menyiapkan bantuan khusus untuk melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan gedung auditorium. Gedung ini perlu kita dukung sepenuhnya karena dapat difungsikan secara produktif, baik oleh mahasiswa maupun masyarakat di daerah ini.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Kami terpanggil memberi bantuan nyata karena memang pengelolaan UIM semakin mapan di tangan ibu Rektor. Pembangunan fisiknya saja sudah tampak jauh dari bebrapa tahun lalu yang masih kelihatan dipenuhi pada rumput. Sekarang sudah dipenuhi gedung bertingkat,” tandasnya. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pendidikan, Sejarah, Amalan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 28 Oktober 2017

Istighotsah Kubra, Ribuan Jamaah Padati Masjid Gus Dur

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ribuan jamaah dari Jakarta dan sekitarnya, Selasa (21/5) malam, memadati Masjid Jami’ al-Munawwarah yang terletak di kompleks kediaman KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Mereka mengikuti istighotsah kubra.

Istighotsah yang digelar bersemaan dengan peringatan Isra’ dan Mi’raj ini berlangsung khidmat. Sejumlah lantunan ayat al-Qur’an, dzikir dan shalawat bergema sejak wirid sembahyang isya’ selesai. Di luar masjid, puluhan pedagang berjajar turut memeriahkan acara.

Hadir dalam kesempatan ini, guru Tarekat Syadziliyah KH Lukman Hakim, Sekretaris Pengurus Pusat LDNU H Nurul Yakin Ishaq, pengasuh Pesantren al-Mishbah Jakarta KH Mishbahul Munir, serta sejumlah pengurus NU dan kiai setempat.

Istighotsah Kubra, Ribuan Jamaah Padati Masjid Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Istighotsah Kubra, Ribuan Jamaah Padati Masjid Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Istighotsah Kubra, Ribuan Jamaah Padati Masjid Gus Dur

Dalam sambutannya, Yakin mengingatkan tentang pentingnya menjalin persatuan antarumat, salah satunya melalui forum istighotsah. Menurut dia, sejak awal para NU menegaskan bahwa Negara Kesatuan Repulik Indonesia (NKRI) bersifat final, dan menjadi tugas umat Islam sekarang untuk merawat dan mengisinya dengan positif.

Saat berceramah, Lukman menjelaskan, istighotsah atau memohon pertolongan kepada Allah seyogiannya dilakukan setiap saat. Tak perlu menunggu datangnya bencana atau musibah, karena sifat manusia sejatinya senantiasa membutuhkan pertolongan.

Istihotsah kubra ini sedianya dihadiri Pemimpin Tarekat Naqsabandi Haqqani Amerika Serikat Syekh Hisyam Kabbani dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Karena terkendala sejumlah hal, mereka terpaksa tidak datang.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

 

Penulis: Mahbib Khoiron

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Amalan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ketegangan Sunni-Syiah Jadi Ancaman Perdamaian Dunia

Dubai, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ketegangan Muslim Sunni dengan Syiah adalah ancaman terbesar bagi keamanan dunia, kata menteri luar negeri Iran dalam tanggapan disiarkan pada Senin, dengan menuduh negara Arab Sunni "mengipasi api" sengketa aliran.

Ketegangan Sunni-Syiah Jadi Ancaman Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketegangan Sunni-Syiah Jadi Ancaman Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketegangan Sunni-Syiah Jadi Ancaman Perdamaian Dunia

Perang saudara semakin bersifat aliran di Suriah menyeret kekuatan kawasan dengan Iran -yang Syiah- mendukung Presiden Bashar Assad dan negara Sunni teluk Arab dan terutama Sunni Turki membantu pemberontak, lapor Reuters.

Kemelut itu mengancam meluas ke negara terbagi antara Sunni dengan Syiah, seperti, Lebanon dan Irak.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ketegangan aliran adalah ancaman keamanan paling tinggi, tidak hanya untuk kawasan itu, tapi untuk dunia pada umumnya, kata Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif kepada jaringan berita Inggris BBC.

"Saya pikir kita perlu memahami bahwa perpecahan aliran di dunia Islam adalah ancaman bagi kita semua," katanya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Zarif, didikan Amerika Serikat dan mantan duta besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, menyeru kekuatan kawasan secara bersama menyelesaikan kemelut di Suriah.

Ia adalah tokoh dalam upaya Presiden Hassan Rouhani meredakan ketegangan Iran dengan dunia luar.

"Saya pikir, kita semua," katanya, "Terlepas dari perbedaan kita tentang Suriah, perlu bekerja sama pada masalah aliran."

Namun, kata BBC, tanpa menyebut langsung nama negara, Zarif menuduh pemimpin Arab Sunni "mengipasi api" kekerasan aliran.

"Urusan memicu ketakutan adalah urusan umum," katanya, "Seharusnya, tak seorang pun mencoba mengobarkan api kekerasan aliran. Kita harus menguasainya, mendekatinya, mencoba menghindari sengketa, yang akan merugikan keamanan semua orang." (antara/mukafi niam)

Foto: Huffingtonpost

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah RMI NU, Bahtsul Masail Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 27 Oktober 2017

Pawai Panjang Jimat Meriahkan Maulid Nabi di Pekalongan

Pekalongan, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ribuan orang dari berbagai komunitas ikut memeriahkan Pawai Panjang Jimat di Pekalongan, Sabtu (24/1) siang. Acara ini merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan Kanzus Sholawat.

Dalam kirab tersebut, tampak dalam barisan paling depan, rombongan pembawa bendera Merah Putih. Rombongan tersebut terdiri dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama Polri, Banser, Satpol PP dan puluhan pelajar.

Pawai Panjang Jimat Meriahkan Maulid Nabi di Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pawai Panjang Jimat Meriahkan Maulid Nabi di Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pawai Panjang Jimat Meriahkan Maulid Nabi di Pekalongan

Sedangkan di belakang rombongan pembawa bendera, ikut mengiringi aneka atraksi ditampilkan oleh peserta pawai. Selanjutnya, iring-iringan pecinta sepeda ontel, berbagai grup drumband/marching band dari beberapa sekolah di Kota dan Kabupaten Pekalongan dan Batang, barisan anggota Banser, IPNU-PPNU, Pemuda Pancasila dan kelompok rebana.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Di tengah-tengah rombongan, masyarakat dihibur dengan aksi egrang batik dari Paguyuban Terbang Egrang Kebahan Lor, Banyuri Ageng Kota Pekalongan. Dan grup barongsai dan liong Naga Mas Pekalongan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rais ‘Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (Jatman) Habib Luthfy bin Yahya mengatakan, pawai panjang jimat ditampilkan setiap menjelang kegiatan peringatan maulid yang diadakan Kanzus Sholawat.

"Momentum peringatan maulid di samping untuk meningkatkan rasa cinta kepada Rasulullah, juga meningkatkan rasa kebersamaan dalam kedamaian sesama ummat manusia di muka bumi ini," ujarnya.

Pawai yang dimulai sejak pukul 1 siang tersebut, diawali Stadion Kraton menyusuri Jalan Kemakmuran, Jalan Imam Bonjol, Jalan Pemuda, Jalan Hayamwuruk, Jalan dr. Cipto dan berakhir di Jalan dr. Wahidin Pekalongan. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah AlaNu, Tegal Pondok Pesantren Attauhidiyyah

NU Dirikan Aswaja Center di Belanda

Den Haag, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda mendirikan Aswaja Center di Den Haag, Belanda. Pusat kegiatan Ahlussunnah wal Jama’ah ini bertempat di Masjid al-Hikmah PS Indonesia.

NU Dirikan Aswaja Center di Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Dirikan Aswaja Center di Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Dirikan Aswaja Center di Belanda

Masjid Al-Hikmah sebagai tempat Aswaja Center berdiri di atas tanah seluas 2000 meter persegi. Bangunan terdiri dari dua lantai itu ada di kompleks perumahan di Heeswijkplein 170-171, Den Haag. Lantai pertama buat kantor, perpustakaan, dapur, tempat tinggal, dan lain-lain.?

"Mari bersama-sama kita baca Basmalah untuk menandai lahirnya Aswaja Center Den Haag," ajak Ahmad Chozin Chumaidy, Dubes RI untuk Lebanon, kepada jamaah NU yang hadir di Masjid Al-Hikmah Den Haag, seperti dilaporkan Hamzah Sahal dari Den Haag, Selasa (28/3) siang waktu setempat.

Chozin berharap, dengan didirikannya Aswaja Center ini, nilai-nilai Aswaja NU yang moderat, toleran, berjamaah, dan mencintai tanah airnya menjadi semakin kokoh.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Katib Syuriyah PBNU KH Zulfa Mustofa yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan rasa bangga dan syukur atas berdirinya Aswaja Center ini. "Kami akan melaporkan kepada Ketua Umum PBNU di Jakarta. Ini perjuangan PCINU sangat luar biasa, padahal baru dua tahun. PBNU harus men-support," katanya.

"PCINU Belanda ini baru dua tahun, dulu Kiai Nur Hasyim sebagai rais syuriyah dan Fakhrizal Affandi dilantik oleh KH. Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus yang waktu itu menjabat sebagai Rais ‘Aam PBNU," imbuhnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ketua PCINU Belanda Fakhrizal Affandi berharap dengan adanya Aswaja Center kegiatan keislaman di Belanda makin semarak, baik kajian, amaliyah ataupun dakwah.

Acara ditutup doa yang dilantunkan oleh KH Ahmad Hambali Maksum, WNI asal Kebumen. Laki-laki berumur 78 tahun tersebut adalah alumni pesantren Tebuireng Jombang, teman sejawat Gus Dur dan KH Mahfud Ridwan Salatiga.

"Tantangan orang Islam di Belanda berat sekali akhir-akhir ini. Tapi bagi penganut mazhab Aswaja ala NU, insya Allah banyak jalan keluarnya," ujar Hambali yang sudah 40 tahun tinggal di Belanda. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Aswaja, Hadits Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Gelar Tuanku Dikukuhkan Untuk Ketua PMII Pariaman

Padangpariaman, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kota Pariaman Satria Efendi ditetapkan sebagai tuanku pada pengangkatan tuanku di pesantren Madrasah Miftahul Istiqamah (MMI) Sungai Asam kecamatan 2 X 11 VI Lingkungan, Padangpariaman, Sabtu (7/6). Satria dikukuhkan dengan gelar Tuanku Kuning.

Gelar Tuanku dikukuhkan setelah Satria Effendi menempuh pendidikan di MMI selama 6 tahun. Normalnya, gelar itu rata-rata dikukuhkan setelah santri menempuh pendidikan selama 10 tahun.

Gelar Tuanku Dikukuhkan Untuk Ketua PMII Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Tuanku Dikukuhkan Untuk Ketua PMII Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Tuanku Dikukuhkan Untuk Ketua PMII Pariaman

“Alhamdulillah saya menyelesaikannya lebih cepat. Ini berkat dukungan pimpinan pesantren MMI BuyaTuanku Musawir Tuanku Kuning, para guru senior, dan keluarga,” kata Satria Effendi menambahkan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Wakil pimpinan pesantren MMI Syafrizal Tuanku Bagindo  mengingatkan tuanku yang baru dikukuhkan ini agar selalu memperhatikan larangan bagi seorang tuanku. Di antaranya, ulama tidak boleh digaji, profesi yang harus dijalani dalam keseharian harus pula sesuai dengan status tuanku yang disandangnya. Tetap menjaga adab sebagai seorang tuanku. Pihak keluarga pun diminta menjaga muru’ah tuanku yang disandang anaknya.

“Ini penting ditekankan kepada setiap tuanku yang sudah diangkat dan dikukuhkan. Jangan sampai sikap, perilaku, dan adabnya, sama saja dengan sebelum diangkat jadi tuanku. Kita berharap, para tuanku mengembangkan ilmu pengetahuan dan pemahaman keagamaan yang dimilikinya di tengah masyarakat. Perannya sudah ditunggu untuk turut berperan memperbaiki akhlak umat,” kata Syafrizal Tuanku Bagindo.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Mantan Ketua PMII Kota Pariaman Zeki Aliwardana mengatakan, pengukuhan ini semakin memperkuat perjuangan PMII Kota Pariaman dalam mengawal nilai-nilai Islam Aswaja yang rahmatan lil alamin.

“PMII organisasi yang berpahamkan Aswaja memang harus banyak yang berbasis pesantren. Sehingga memudahkan kadernya untuk terus berkomunikasi dengan para tuanku, ulama khas Pariaman ini,” kata Zeki yang kini diamanahkan Ketua GP Ansor Padangpariaman.

Pengukuhan dihadiri pimpinan pesantren MMI Musawir Tuanku Kuning dan ratusan undangan yang terdiri atas alumni, orangtua, keluarga, dan masyarakat sekitar pesantren. Selain Satria,  3 rekan lain menerima gelar. Defri Tanjung bergelar Tuanku Marajo berasal dari Barangan, Lurah Ampalu. Fuad Jamal bergelar Tuanku Sidi berasal dari Bungo Tanjuang Sungai Geringging. Dedi Sulhendra bergelar Tuanku Sinaro berasal dari Sungai Putih Sungai Geringging. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Kyai Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 26 Oktober 2017

Liga Muslim Dunia: Moderasi dan Toleransi, Pilar Utama Islam

Makkah, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Moderasi dan toleransi dalam Islam adalah pilar utama. Penyimpangan apa pun terhadapnya berasal dari ketidaktahuan atau gagasan yang keliru. Moderasi dan toleransi adalah ciri khas umat Islam sepanjang sejarah yang sejalan dengan Al-Qur’an dan Sunnah.

Demikian di antara gagasan pokok forum Liga Muslim Dunia yang digelar pada musim haji ini di Mina, Arab Saudi, dengan mengusung tema "Moderasi dan Toleransi dalam Islam: Teks dan Realitas", sebagaimana dikutip Arab News, Rabu (6/9).

Liga Muslim Dunia: Moderasi dan Toleransi, Pilar Utama Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Liga Muslim Dunia: Moderasi dan Toleransi, Pilar Utama Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Liga Muslim Dunia: Moderasi dan Toleransi, Pilar Utama Islam

Forum tersebut dihadiri para utusan dari berbagai negara seperti Mufti Agung Mesir Shawqi Allam, Mufti Al-Quds dan Palestina Syekh Mohammed Ahmed Husain, Mufti Agung Republik Chechen Syekh Salah Medjiyev, Mufti Agung Arab Saudi Abdul Aziz bin Abdullah Al-Asheikh, serta sejumlah ilmuwan dari 72 negara Arab dan Islam.

Dalam pidato pembukaan di forum tersebut, Al-Asheikh menekankan bahwa moderasi, keadilan dan toleransi adalah ciri utama dari ajaran Islam dan Nabi Muhammad SAW. Ia juga menyerukan kepada para ilmuwan, pendakwah, intelektual, dan penulis untuk menunjukkan sisi moderasi dan toleransi dalam Islam

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sementara itu Shawqi Allam mengatakan, Islam adalah peradaban yang masuk ke hati mendahului tubuh. “Kita telah melihat dalam sejarah kita bagaimana para sahabat dan tabi’in ketika mereka keluar dari Jazirah Arab tidak hanya lewat khutbah tapi menerjemahkan makna Islam dalam bentuk perilaku yang memikat hati,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Mufti Agung Chechnya Syekh Salah Medjiyev. Ia mengatakan, Allah menggambarkan umat Islam sebagai umat moderat dan oleh karena itu umat Islam mendapat derajat tertinggi dari Tuhan.

Dia mengatakan bahwa teks-teks syariah banyak mempromosikan toleransi. Ia berpendapat gagasan dan teror takfiri menyebabkan pertumpahan darah dan kehancuran.

Forum Liga Muslim Dunia berlangsung pada Sabtu (2/9). Pertemuan lembaga non-pemerintah yang didirikan di Makkah pada tahun 1962 tersebut juga diwarnai ucapan selamat untuk pemerintah Arab Saudi yang sukses menyelenggarakan ibadah haji tahun ini. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Warta Pondok Pesantren Attauhidiyyah

PMII UPI Gelar Aksi Solidaritas untuk Mahasiswa Kesulitan Biaya

Bandung, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung melakukan aksi teatrikal di depan gedung Gymnasium UPI pada Rabu, 18 Desember 2013.

PMII UPI Gelar Aksi Solidaritas untuk Mahasiswa Kesulitan Biaya (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII UPI Gelar Aksi Solidaritas untuk Mahasiswa Kesulitan Biaya (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII UPI Gelar Aksi Solidaritas untuk Mahasiswa Kesulitan Biaya

Gerakan tersebut tercetus sebagai solidaritas atas mahasiswa UPI yang sedang mengalami kesulitan biaya di tengah bayaran kuliah yang sangat mahal, terutama mahasiswa baru yang sampai saat ini menyandang status penangguhan. Teatrikal tersebut bersamaan dengan acara wisuda bagi mahasiswa UPI yang telah menyelesaikan proses studinya.

“Gerakan ini merupakan propaganda yang bertujuan untuk memberikan pencerdasan kepada semua orang bahwa di UPI masih banyak mahasiswa yang saat ini kebingungan untuk membayar SPP,” cetus Mujia Rosiadi selaku Kordinator Lapangan aksi tersebut melalui per rilis yang dikirim kepada Pondok Pesantren Attauhidiyyah, Kamis (19/12).

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Aksi itu dilakukan dengan membagikan tulisan mengenai kondisi mahasiswa yang terancam cuti paksa, penampilan seni, shalat berjamaah, doa bersama dan penyebaran kencelng (celengan) bagi yang ingin memberikan bantuan.

Muhammad Ridwan selaku Ketua PMII Komisariat UPI memaparkan, aksi ini merupakan inisiatif sekaligus bentuk follow up Mapaba, karena yang mempersiapkan gerakan ini adalah anggota PMII yang baru saja menjalani proses kaderisasi pertama tersebut.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ridwan juga menjalaskan bahwa sebenarnya di UPI terdapat lembaga yang menampung anggaran dana untuk mahasiswa yang tidak mampu, hanya saja karena kemarin UPI dilaporkan terindikasi korupsi sehingga lembaga tersebut sedang dalam proses audit dari Inspektorat Jendral Pendidikan Tinggi.

Namun yang anehnya, audit tersebut telah berjalan lama dan sampai sekarang belum ada keputusan dari Dikti. Hal itu menjadi alasan bagi UPI untuk tidak mengeluarkan dana bagi mahasiswa yang membutuhkan, padahal dana yang ada mencapai miliyaran.

Ketua angkatan Mapaba ke-7 Komisariat UPI Deden Indra berharap semakin banyak orang yang sadar bahwa pendidikan itu bukan hanya kebutuhan orang kaya tetapi seluruh manusia, yang kaya dan miskin. “Ternyata, di balik kebahagiaan yang diwisuda, masih banyak mahasiswa yang mencari uang untuk biaya kuliah,” ungkapnya.

Gerakan tersebut berakhir dengan pembacaan do’a, dan seluruh peserta aksi kembali ke tempat. (Abdulllah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Internasional Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Doa Shalat Sunah Tasbih

Doa merupakan ibadah yang mengiringi di hampir seluruh jenis ibadah lainnya. Apalagi dengan sembahyang. Hubungan keduanya sulit dipisahkan. Demikian juga dengan sembahyang tasâbih atau lebih lazim disebut sembahyang tasbîh.

Berikut ini merupakan doa sembahyang tasbih. Selain membaca tasbih sebanyak 300 kali, kita juga dianjurkan membaca doa berikut ini.

Doa Shalat Sunah Tasbih (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Shalat Sunah Tasbih (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Shalat Sunah Tasbih

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Allâhumma innî as’aluka taufîqa ahlil hudâ, wa a‘mâla ahlil yaqîn, wa munâshahata ahlit taubah, wa ‘azma ahlis shabri, wa wajala ahlil khasyyah, wa thalaba ahlir raghbah, wa ta‘abbuda ahlil wara‘i, wa ‘irfâna ahlil ‘ilmi hattâ akhâfak.

Allâhumma innî as’aluka makhâfatan tahjizunî ‘an ma‘âshîka hattâ a‘mala bi thâ‘atika ‘amalan astahiqqu bihî ridhâka wa hattâ unâshihaka bit taubah, khaufan minka hattâ akhlusha lakan nashîhata hayâ’an minka wa hattâ atawakkala ‘alaika fil ’umûri kullihâ wa hattâ akûna ’uhsinuz zhanna bika, subhâna khâliqin nûr (lain riwayat khâliqin nâr).



Artinya, “Ya Allah, kepada-Mu aku meminta petunjuk mereka yang terima hidayah, amal-amal orang yang yakin, ketulusan mereka yang bertobat, keteguhan hati mereka yang bersabar, kekhawatiran mereka yang takut (kepada-Mu), doa mereka yang berharap, ibadah mereka yang wara’, dan kebijaksanaan mereka yang berilmu agar aku menjadi takut kepada-Mu.

Ya Allah, masukkanlah rasa takut di kalbuku yang dapat menghalangi diri ini untuk mendurhakai-Mu. Dengan demikian aku dapat beramal saleh yang mengantarkanku pada ridha-Mu, dan aku bertobat setulusnya karena takut kepada-Mu. Dengan itu pula aku beribadah secara tulus karena malu kepada-Mu. Dengan rasa takut itu aku menyerahkan segala urusanku kepada-Mu. Karena itu juga aku dapat berbaik sangka selalu kepada-Mu. Mahasuci Engkau Pencipta cahaya (lain riwayat, Pencipta api).”

Doa ini dikutip dari kitab Nihayatuz Zain karya Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani. Menurutnya, doa ini dibaca setelah tasyahhud akhir, tetapi sebelum salam. Semoga Allah mengangkat derajat kita semua dan menempatkan kita di jalan yang Dia restui. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Syariah, Warta Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rabu, 25 Oktober 2017

Aktivis PMII di Kalimantan Shalat Ghaib untuk Palestina

Pontianak, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Para aktivis yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam indonesia (PMII) Kota Pontianak dan Kubu Raya Kalimantan menyampaikan aksi protes terhadap agresi militer Israel terhadap rakyat Palestina.

Aksi mahasiswa berjas biru tersebut dengan cara menggelar shalat ghaib untuk warga Palestina yang menjadi korban kebiadaban negara Zionis itu. Aksi dilakukan pada Kamis (22/11) sore di bundaran digulis Universitas Negeri Tanjung Pura Pontianak itu berjalan kondusif.

Aktivis PMII di Kalimantan Shalat Ghaib untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis PMII di Kalimantan Shalat Ghaib untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis PMII di Kalimantan Shalat Ghaib untuk Palestina

“Shalat ghaib ini merupakan bentuk keprihatinan terhadap rakyat Palestina. Kami juga berharap arwah mereka yang menjadi korban bisa tenang dan keluarga yang ditinggalkan dapat bersabar,”  kata Samsul Hadi Wijaya, koordinator aksi.

Aksi dimulai dari pukul 14.15-15.45 WIB. Mahasiswa dalam orasinya mengecam agresi militer Israel terhadap rakyat palestina. Mereka juga menuntut pemerintah RI dalam hal ini presiden dapat mengambil langkah strategis untuk menghentikan agresi tersebut, karena pasca kesepakatan gencatan senjata serangan tetap diluncurkan oleh pihak Israel.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Aksi juga diwarnai dengan aksi pembakaran keranda yang bergambar bendera israel. “Aksi mahasiswa ini menunjukan bahwa Israel untuk dihancurkan karena sudah melanggar HAM dan tidak berprikemanusiaan,” kata seorang mahasiswa.

Menurut Samsul Hadi, agresi militer Israel terhadap palestina yang sudah banyak menelan jiwa warga yang tak berdosa. “Bilamana dicermati, agresi Israel tidak terlepas dari campur tangan AS,” tambahnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Abdul Ghani Elmabhuts, ketua PMII Kota Pontianak berharap semua elemen masyarakat turut serta dalam mendukung kemerdekaan bangsa Palestina. “Israel tak ubahnya penjahat perang dunia,” katanya.

Pihaknya masyarakat untuk sama-sama memboikot produk-produk Israel dan negara-negara sekutunya termasuk AS.

Aksi ini ditutup dengan penggalangan dana untuk korban Palestina. Menurut Samsul Hadi, aksi akan dilangsungkan selama tiga hari, yang akan difokuskan di ruas-ruas jalan protokol perempatan lampu merah.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Firman

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Olahraga Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Tradisi Menulis Kalangan Pesantren Perlu Ditingkatkan

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ilmu dan pemikiran yang dimiliki oleh para kiai dan ulama pesantren seharusnya lebih banyak didokumentasikan dalam bentuk tulisan yang bisa dilacak lintas generasi.

“Para kiai adalah orang yang murah hati untuk membagikan ilmunya, tetapi waktunya kan terbatas dan tak semua orang memiliki waktu. Karena itu penulisan pemikiran menjadi sangat penting,” tandas Mohammad Sobary dalam acara launching Majalah Mata Air di Jakarta, Kamis malam.

Menurutnya jika tradisi menulis ini memiliki akar yang kuat, maka jejak pemikiran para ulama dan kiai NU akan terlacak sampai masa yang panjang. “Jika ini bisa dilakukan, maka akan banyak menteri-menteri yang datang dari NU,” imbuhnya.

Tradisi Menulis Kalangan Pesantren Perlu Ditingkatkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Menulis Kalangan Pesantren Perlu Ditingkatkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Menulis Kalangan Pesantren Perlu Ditingkatkan

Dikatakannya bahwa kiai NU lebih banyak menjalani kesalehan pribadi dengan menjalankan ritual-ritual keagamaan, namun ini akhirnya menjadi kemewahan pribadi dan menjadi kemubadziran sosial.

Sementara itu Pengasuh Ponpes Raudhatut Thalibien KH Mustofa Bisri tidak sepakat dengan pendapat Kang Sobary kalau para kiai tidak memiliki tradisi menuliskan pemikirannya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Mustasyar PBNU ini mencontohkan KH Bisri, kakeknya, meskipun setiap hari mengajar 39 kitab, setiap malam masih sempat menulis. Demikian juga para sesepuh NU seperti KH Hasyim Asy’ari juga suka menulis diwan atau puisi sampai dengan KH Ali Ma’sum, mantan rais aam PBNU. “KH Hamid Pasuruan itu juga sastrawan, tapi tertutup oleh kewaliannya,” paparnya.

Menurutnya permasalahan turunnya tradisi penulisan dikalangan NU terjadi ketika muncul teknologi speaker yang menyebabkan aktifitas para kiai lebih banyak tersita untuk berdakwah secara oral.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Namun demikian, tradisi penulisan belakangan ini mulai berkembang lagi. Diberbagai pesantren saat ini banyak anak-anak muda yang sudah mampu menulis dengan bagus. Ia juga mencontohkan Pesantren Lirboyo saat ini telah memiliki penerbitan majalah yang dikelola secara bagus dan terbit secara rutin dengan nama Miskat. “Jangan sampai yang di Jakarta kalah sama santri di daerah,” tandasnya memberi semangat. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Nahdlatul Ulama, Ahlussunnah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 24 Oktober 2017

Kiai Said Ajak Warga NU Sukseskan Pilkada

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengajak warga NU untuk mensukseskan Pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada Rabu, 9 Desember 2015.?

“Ini akan menentukan sistem demokrasi kita. Kalau sukses, ini luar biasa dan menjadi contoh demokrasi yang ideal. Kita tunjukkan bahwa kita warga NU mempunyai prinsip yang ideal,” katanya di gedung PBNU, Senin (7/12).?

Kiai Said Ajak Warga NU Sukseskan Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Ajak Warga NU Sukseskan Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Ajak Warga NU Sukseskan Pilkada

Ia menegaskan bahwa memilih bukan kewajiban, melainkan hak. Karena itu, dengan jumlah pengikut sampai 80 juta, perilaku warga NU yang beradab, bermartabat, dan berbudaya dalam mensukseskan Pilkada dapat menjadi contoh di Indonesia dan di dunia.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Mengenai NU secara organisasi, Kiai Said mengatakan NU tetap memegang khittah, tetapi warga NU harus memilih calon-calon yang memiliki latar belakang NU.

“Kalau ngak ada calon NU-nya, ya calon yang dekat dengan NU, kalau ngak ada, calon yang memiliki sikap moderat. NU-nya memegang prinsip khittah, warga NU-nya harus memenangkan calon pemimpin yang dari NU,” tandasnya. (Mukafi Niam)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pendidikan, Lomba, Kyai Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kemendes Ubah Paradigma Pembangunan Perbatasan Menjadi Investasi

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menjalankan berbagai program untuk merubah paradigma pembangunan perbatasan negara, dari semula lebih pada pendekatan keamanan menjadi pusat pertumbuhan dan investasi.

Kemendes Ubah Paradigma Pembangunan Perbatasan Menjadi Investasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemendes Ubah Paradigma Pembangunan Perbatasan Menjadi Investasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemendes Ubah Paradigma Pembangunan Perbatasan Menjadi Investasi

"Isu paling dominan di perbatasan saat ini adalah investasi, kita susun buku potensi investasi perbatasan. Perbatasan selama ini diabaikan dalam konteks koridor ekonomi. Inilah target kami, bagaimana merubah paradigma ini menjadi investasi," ujar Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu (PDTu) Kemendes PDTT, Suprayoga Hadi di Jakarta, Senin (30/5).

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Suprayoga mengakui, untuk merubah paradigma menjadi investasi membutuhkan waktu dan ketekunan. Dalam hal ini, Kemendes PDTT akan mencoba model KEK (Kawasan Ekonomi Khusus), dan memberikan kemudahan bagi investor untuk masuk ke kawasan tersebut.

"Meyakinkan investor itu perlu waktu. Sebelum MEA, kita buka Kalimantan untuk dibuka perkebunan kelapa sawit, itu sudah antre investor," ujarnya.

Menurut Suprayoga, daerah perbatasan selama ini tidak pernah dipandang sebagai growth areas (area pertumbuhan). Inilah yang menyebabkan wilayah perbatasan sulit terentas dari ketertinggalan.

"Inilah kekurangan kita. Maka, pengembangan perbatasan juga harus dilakukan melalui pendekatan investasi. Tanpa investasi daerah akan sulit untuk maju, mereka hanya akan menjadi saksi," ujarnya.

Suprayoga melanjutkan, daerah perbatasan menjadi semakin seksi ketika dihadapkan dengan era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Di mana pada era tersebut, daerah perbatasan akan menjadi sentra pertemuan antara Indonesia dengan negara-negara lainnya.

"Dalam MEA, yang paling terpapar adalah perbatasan. Dan investasi di wilayah perbatasan yang diawali oleh pemerintah itu iya. Investasi tersebut berupa investasi dasar seperti listrik, air bersih, telekomunikasi, dan sebagainya. Setelah investasi dasar terpenuhi baru investor biasanya mau masuk, jika dari awalnya biasanya tidak mau," ujarnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Ahlussunnah, Sholawat Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ma’rif NU Harus Terdepan Pertahankan NKRI dan Aswaja

Semarang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah?

Usai mengikuti Rapat Kerja Nasional Pengurus Pusat LP Maarif NU pada 5-7 Desember 2016 di Jakarta Pengurus Wilayah LP Maarif Jawa Tengah langsung menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Hotel Siliwangi Semarang.

Ma’rif NU Harus Terdepan Pertahankan NKRI dan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’rif NU Harus Terdepan Pertahankan NKRI dan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’rif NU Harus Terdepan Pertahankan NKRI dan Aswaja

Ketua Umum PP LP Maarif NU H. Arifin Junaidi mengatakan, sinergitas dan integritas merupakan dua nilai penting yang menjadi modal utama untuk menggerakkan lembaga pendidikan.

“Sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan NU, Maarif NU berkomitmen untuk menjadi garda terdepan mempertahankan NKRI dan merawat kebinekaan,” tuturnya dalam sambutan pembukaan Rakerwil II, Sabtu (10/12)

Lebih lanjut ia menjelaskan, merujuk pada visi dan misi LP Maarif NU, tugas utamanya ada empat, yaitu penguatan paham Aswaja, pengembangan dalam kelembagaan, peningkatan kapasitas pendidik dan pemanfaatan Informasi dan teknologi (IT) secara profesional.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Arifin juga mengharapkan seluruh Pengurus Cabang Maarif NU se-Jateng untuk benar-benar membentengi akidah Aswaja an-Nahdiyah dari ancaman paham transnasional di wilayah masing-masing.

"Ancaman terhadap akidah Aswaja NU sudah ada di tangan kita yaitu gajet atau handphone. Oleh karena itu, Pengurus Maarif terus memantau satuan pendidikan di wilayahnya masing-masing," tegasnya pada Rakerwil bertema “Bersama Maarif NU Kita Wujudkan Pendidikan yang Nasionalis, Religius bernafaskan Aswaja".

Sedangkan ketua PW LP Maarif NU Jateng, H. Agus Sofwan Hadi menegaskan bahwa LP Maarif NU harus memiliki tiga, yaitu mandiri, profesional dan unggul.

Ia mencontohkan keunggulan Maarif yang terbukti dengan salah satu siswa Maarif NU dari Jepara yg berhasil menyabet juara 1 olimpiade internasional di Singapura.

Rakerwil dibuka oleh Kepala Dinas Provinsi Jateng, Nurhadi dan dihadiri pengurus PWNU Jateng, ketua tanfidziyah dan Rais Syuriyah. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Olahraga, Amalan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Wayang Kulit Semarakkan 1000 Hari Gus Dur

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pagelaran wayang kulit turut meramaikan peringatan 1000 hari wafatnya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ciganjur, Jagakarsa, Jakartas Selatan, Rabu (26/9) malam hingga Kamis dini hari.

Pertunjukan yang dibanjiri ribuan penonton ini menampilkan lakon “Kumbokarno Gugur” yang menganologikan ketokohan Gus Dur.

Wayang Kulit Semarakkan 1000 Hari Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Wayang Kulit Semarakkan 1000 Hari Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Wayang Kulit Semarakkan 1000 Hari Gus Dur

Sang dalang, Ki Enthus Susmono, menggambarkan sosok Kumbokarno selayak raksasa berhati kesatria, berprinsip kebenaran, dan berperangai bijaksana. Namun, risiko pahit harus menimpanya akibat kebusukan politik Dasamuka yang rakus kekuasaan. Kumbokarno akhinya gugur sebagai pahlawan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Putri sulung Ketua Umum PBNU selama tiga periode ini, Alissa Wahid, mengatakan, wayang adalah salah satu seni tradisi yang sangat digemari ayahandanya. Wayang dinilai mampu menghadirkan pesan positif melalui jalan cerita yang diperagakannya.

“Wayang senantiasa memberikan pelajaran tentang yang baik dan benar. Nah, kita ingin pagelaran kali ini membawa manfaat bagi semua,” tuturnya mewakili Yayasan Bani Abdurrahman Wahid sebagai penyelenggara.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Acara yang digelar di lingkungan Pesantren Ciganjur atau Yayasan A Wahid Hasyim ini juga dimeriahkan sinden asal Amerika Serikat. Tampak hadir pula istri mendiang Gus Dur Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid, Kepala Direktorat Pengedaran Uang BI Gatot Sugiono, dan sejumlah pengurus Yayasan Bani Abdurrahman Wahid.

Peringatan 1000 hari kewafatan Gus Dur digelar di berbagai daerah. Untuk di Jakarta, rangkaian acara dimulai sejak Selasa dengan bedah buku “Sang Zahid, Mengarungi Sufisme Gus Dur”. Usai pagelaran wayang kulit, khatmul qur’an, tahlil akbar dan gema shalawat bersama Habib Syekh dijadwalkan Kamis ini. Agenda lain selanjutnya, doa lintas iman, ziarah budaya, pameran, halaqah, konferensi, dan Gus Dur Award.

Redaktur : A. Khoirul Anam 

Penulis    : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Tegal, Pesantren, Amalan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Beri Santunan, PCNU Cirebon Siap Tampung Anak Fitriyah di Pesantren

Cirebon, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Derita memilukan yang dialami Fitriyah memunculkan keprihatinan sejumlah pihak. Kondisi kemiskinan, penyakit yang diderita Fitriyah dan anak bungsunya, plus tiga anak lainnya yang putus sekolah, menggugah Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Cirebon untuk turun tangan.

Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Cirebon membuka donasi cepat di kalangan pengurus dan nahdliyin. Hanya dalam dua hari jutaan dana terkumpul dan langsung diserahkan kepada Fitriyah yang sedang terbaring di Rumah Sakit (RS) Permata Cirebon, Sabtu (10/6).

Beri Santunan, PCNU Cirebon Siap Tampung Anak Fitriyah di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Beri Santunan, PCNU Cirebon Siap Tampung Anak Fitriyah di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Beri Santunan, PCNU Cirebon Siap Tampung Anak Fitriyah di Pesantren

Dana kepedulian diberikan langsung Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani Amin (Kang Wawan). Kang Wawan datang bersama Wakil Bendahara PCNU H Bisri Latief, Pengurus LAZISNU Cirebon Asep Saefullah, dan Pengurus Karang Taruna Kecamatan Losari Agus Salamun.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dalam kesempatan tersebut Kang Wawan memberikan motivasi agar Fitriyah dan keluarganya tabah menghadapi cobaan hidup. Cobaan itu menunjukkan bahwa Allah sayang terhadap keluarga Fitriyah.

Ia juga mendoakan agar penyakit yang diderita keluarga Fitriyah segera disembuhkan. Kang Wawan juga berharap anak-anaknya mau dipondokkan dan disekolahkan di pesantrennya tanpa biaya sepeser pun.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Kami berharap anak-anak bisa mondok di pesantren. Makan, minum, sekolah insya Allah kami yang tanggung. Selain untuk masa depan mereka, juga meringankan beban Bu Fitriyah, sehingga tidak berat mencari nafkahnya," tutur pengasuh Buntet Pesantren, Kecamatan Astanajapura itu.

Dengan kalimat menahan haru, Fitriyah menyampaikan terima kasih kepada NU. Ia juga menceritakan kondisi keluarga, mulai dari penyakit tumor payudara yang diderita, gizi buruk anak bungsunya, beratnya mencari nafkah menghidupi empat anak tanpa suami, anak-anak yang putus sekolah, dan hal lainnya yang membuat suasana menjadi haru.

"Terima kasih pak kiai dan kepada NU atas perhatiannya. Doakan kami diberikan kekuatan dan kemudahan. Nanti saya akan bujuk anak-anak untuk mau mesantren," kata Fitriyah yang mengaku baru selesai menjalani operasi payudara.

Usai menjenguk Fitriyah, pengurus NU juga menengok anak bungsunya yang juga dirawat di RS setempat, tak jauh dari kamar ibunya. Kondisinya sangat memprihatinkan. Meski usianya 4 tahun, tapi tubuhnya seperti anak normal usia satu tahun.

Pantauan wartawan, tubuh Ahmad Ramadani (4) tampak kurus kering. Matanya seperti menatap tajam, meskipun menurut neneknya ia tidak bisa melihat. Jauh dari anak seusianya, Ramadani tak bisa bicara. Untuk mendengar juga tidak terlalu peka. Bereaksi hanya terhadap suara yang lebih keras.

Sebelumnya, pemberitaan nasib Fitriyah bin Wari, warga Desa Astanalanggar RT/RW 02/05, Kecamatan Losari itu menjadi sorotan media. Fitriyah terpaksa mengurus anak-anaknya sendirian, setelah ditinggal suaminya tiga tahun lalu karena panyakit paru.

Ia hanya mengandalkan kerja serabutan beburu mengupas kulit bawang untuk menghidupi anak-anaknya. Seiring berjalannya waktu, keterbatasannya mulai memunculkan persoalan baru yang tak kalah berat. Satu per satu anak-anaknya putus sekolah (drop out).

Dimulai anak pertamanya Gelistina Henia (13) yang tidak lulus Sekola Dasar (SD). Tak lama adiknya, Tia yang kini berusia 12 tahun, juga putus sekolah saat menginjak kelas III. Sedangkan adiknya Lisa Septianingsih, meski sudah masuk usia sekolah, tapi sama sekali tak mengenyam pendidikan dasar. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Tokoh Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 22 Oktober 2017

Gus Dur: Jiwa Ekonomi Liberal tidak Dikenal oleh UUD 1945

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Saat ini terdapat dua buah instrumen dasar atau Undang-Undang Dasar (UUD) yang mengatur kehidupan negara dan bangsa Indonesia. Hal ini tidak akan efektif sehingga salah satu dari dua instrumen itu harus dibuang.

“Yang sebuah adalah UUD 1945 dan sebuah lagi adalah upaya perubahan atau amandemen atasnya yang dirampungkan oleh MPR RI pada tahun 2002,” kata mantan Ketua Umum PBNU KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) digedung PBNU, Senin (10/7).

Menurut Gus Dur, secara prosedural UUD 1945 belum pernah dicabut, dan UUD perubahan itu pun belum pernah diundangkan dalam lembaran negara. Karena itu, perubahan itu tidak memiliki kekuatan hukum.

Gus Dur: Jiwa Ekonomi Liberal tidak Dikenal oleh UUD 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: Jiwa Ekonomi Liberal tidak Dikenal oleh UUD 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: Jiwa Ekonomi Liberal tidak Dikenal oleh UUD 1945

“Kita memiliki dua instrumen dasar saja itu sudah tidak benar. Padalah, kita belum mempersoalkan kenyataan sesuaiakah perumusan UUD perubahan itu terhadap pembukaan UUD 1945. Seingat saya, jiwa ekonomi liberal yang ada dalam UUD perubahan tidak dikenal oleh pembukaan UUD 1945,” kata Gus Dur.

Dikatakannya, perubahan UUD itu telah “diselundupkan” oleh lembaga-lembaga asing melalui para anggota MPR yang waktu itu dipimpin oleh Prof. Dr. Amin Rais. “Semua orang tahu dia itu siapa,” kata Gus Dur.

Didampingi para tokoh nasional lainnya, diantaranya sesepuh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Soetarjo Surjogoeritno dan budayawan Ridwan Saidi, Gus Dur menyatakan akan terus melakukan upaya-upaya untuk menolak UUD perubahan itu.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dikatakan Gus Dur, upaya itu tidak ada kaitannya dengan keinginan untuk menumbangkan kepresidenanan Susilo Bambang Yudhoyono. “Dua hal itu harus dipisahkan,” kata Gus Dur.

Sikap berpegang pada kepada UUD 1945 adalah kewajiban setiap warga negara. Dikatakan Gus Dur, penolakan terhadap perubahan UUD yang tidak sesuai dengan semangat dan jiwa bangsa Indonesia sedianya tidak dimaknai politis belaka. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Daerah, Ubudiyah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kaligrafi Bisa Menjadi Jembatan Perdamaian

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Seni lukis kaligrafi bisa menjadi semangat keimanan, ‘jembatan’ perdamaian dan inspirasi kelestarian manakala manusia menyadari bahwa pena adalah senjata pemusnah keingkaran dan keinginan yang berlebihan, dengan kitab suci sebagai jendela pemandu akal dan keinginan.

Demikian dikatakan pelukis kaligrafi Jauhari Abd Rosyad saat menjadi narasumber pada diskusi “Multicultural Calligraphy by Jauhari Abd Rosyad” di Kantor The Wahid Institute, Jalan Taman Amir Hamzah, Jakarta, Selasa (22/5). Hadir pula sebagai narasumber pada acara tersebut, Pelukis dan Sastrawan Acep Zamzam Nur.

Jauhari, begitu panggilan akrab pria yang pernah nyantri di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, itu, menjelaskan, karya kaligrafi yang ia buat seluruhnya bersumber dari ayat-ayat Al-Quran. Ia mengaku ingin menyampaikan pesan-pesan perdamaian dan toleransi yang ada dalam Al-Quran kepada masyarakat.

Kaligrafi Bisa Menjadi Jembatan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaligrafi Bisa Menjadi Jembatan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaligrafi Bisa Menjadi Jembatan Perdamaian

Karena itulah, tuturnya, seni lukis kaligrafi bisa menjadi jembatan bagi upaya perdamaian. Ajaran-ajaran suci Al-Quran akan bisa terwujudkan melalui karya seni menulis indah itu.

Tak hanya itu. Menurut Jauhari, seni melukis dengan tema utama ayat-ayat Al-Quran itu, sekaligus juga mampu menumbuhkan semangat religius pada penikmatnya. “Karena semua sumbernya adalah Al-Quran, maka semangat religiusitas itu akan muncul dengan sendirinya,” pungkasnya.

Senada dengan Jauhari, Acep mengatakan, kaligrafi dengan menggunakan ayat-ayat Al-Quran sebagai sumber inspirasinya, memang bisa menimbulkan semangat religius bagi penikmat maupun pelukisnya sendiri. Namun hal itu sifatnya sangat subyektif, tergantung pada penafsiran penikmatnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Dalam hal ini, saya punya teori ‘Bulu Kuduk’. Misal, ketika kita melihat sebuah lukisan, apapun temanya, kemudian bulu kuduk kita berdiri, maka di situlah muncul semangat religius. Artinya juga si pelukis cukup berhasil menyampaikan pesan religius yang dimaksud,” ujar Acep.

Meski demikian, dalam diskusi yang dipandu Direktur Eksekutif The Wahid Institute Ahmad Suaedy itu, Acep mengkritik pemahaman masyarakat Indonesia tentang kaligrafi yang ia nilai salah kaprah. Menurutnya, pada dasarnya, kaligrafi adalah murni seni menulis indah dan tidak ada hubungannya dengan ajaran agama tertentu.

Kaligrafi, tambahnya, tidak terpaku pada ayat-ayat Al-Quran yang ditulis dalam huruf dan Bahasa Arab. Melainkan bisa menggunakan huruf serta bahasa mana pun. “Bisa pakai huruf Cina, Jepang, Arab, Latin, dan sebagainya. Tapi di Indonesia, kaligrafi identik dengan Arab, identik dengan Islam. Seolah-olah kaligrafi adalah Islam,” paparnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Khutbah, Santri, Olahraga Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 21 Oktober 2017

GP Ansor Ciamis Kawal Program Pendataan Tanah

Ciamis, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - GP Ansor Kabupaten Ciamis memfasilitasi masyarakat untuk menyukseskan program Pendataan Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang saat ini menjadi salah satu program strategis Jokowi di Sukaresik dan Sukasenang, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis.

Aksi ini berangkat dari keprihatinan atas banyak bidang tanah milik masyarakat yang belum memiliki tanda kepemilikan yang sah atau sertifikat serta kondisi Desa Sukaresik dan Desa Sukasenang yang berada di kaki Gunung Syawal dan terhitung relatif tertinggal, sehingga program-program pemerintah yang semestinya landing membutuhkan proses fasilitasi dari pihak-pihak yang memiliki concern dalam pendampingan terhadap masyarakat, termasuk dalam hal ini GP Ansor.

GP Ansor Ciamis Kawal Program Pendataan Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Ciamis Kawal Program Pendataan Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Ciamis Kawal Program Pendataan Tanah

Sosialisasi dan fasilitasi seperti yang dilaksanakan pada Sabtu (14/10) siang di Balai Desa Sukasenang telah membesarkan hati masyarakat untuk menyambut program PTSL ini dengan memenuhi target minimal 1000 bidang tanah per desa. Menghadirkan tiga fasilitator, GP Ansor Ciamis memberikan penjelasan seputar pelaksanaan dan kiat-kiat sukses serifikasi massal ini.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dalam sambutannya di forum sosialisasi dan fasilitasi, Kepala Desa Sukasenang Darus Salim menyatakan akan segera melakukan pendataan dan pendaftaran warganya untuk penyertifikatan lahannya dan akan mengajukan permohonan pada Kepala BPN setempat.

“Program ini sesungguhnya sangat ditunggu masyarakat. Apalagi dengan jaminan tanpa biaya dan hanya dipungut pembiayaan yang sudah ditentukan dalam peraturan sebesar Rp. 150.000,-. Untuk itu kami, seluruh aparat desa akan bekerja dengan keras untuk memenuhi target minimal 1000 bidang ini,” kata Darus Salim.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Anggota GP Ansor Ciamis Fathan Arionaldo yang ikut menjadi fasilitator kegiatan ini mengatakan, kegiatan sosialisasi ini merupakan lanjutan dari kegiatan sosialisasi sebelumnya di Desa Sukaresik.

Pendamping Desa yang sekaligus santri dari Pesantren Qoshrul Arifin Atas Angin pimpinan Hazrat Syaikh M Irfa’I Nahrowi An-Naqsyabandi ini menyebutkan bahwa pihaknya juga telah menjalin komunikasi dengan kepala Badan Pertanahan Nasioanal Ciamis untuk menyukseskan program PTSL di dua desa ini.

“Target kami tidak hanya dua desa ini karena desa-desa di sekitaran kaki gunung Syawal ini banyak dan kondisinya (administrasi asetnya-red) hampir sama.” Kata Fathan.

Selain karena program ini juga memang merupakan bagian dari kebijakan Kemendesa yang dituangkan dalam SKB tiga menteri, ia juga menekankan akan pentingnya penataan aset masyarakat, lebih-lebih aset milik desa.

Atabik Janka Dausat yang merupakan salah satu pengurus GP Ansor Ciamis mengatakan bahwa advokasi ini dilakukan dengan spontanitas dan secara sukarela saja.

“Kita mendampingi masyarakat untuk menyertifikasi lahannya agar memiliki surat yang berkekuatan hukum dan sah secara hukum,” katanya.

Menurutnya, gerakan advokasi ini dilakukan bersama-sama dengan santri yang tergabung dalam Ansor. Selain sebagai media silaturrahmi dengan masyarakat, katanya, juga sebagai bentuk sumbangsih kami, Pesantren Atas Angin untuk kemajuan masyarakat. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Kajian Sunnah, Aswaja, Bahtsul Masail Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Bagi Ibu Hamil Harus Perhatikan Hal Berikut Ini

Sidoarjo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Hamil adalah suatu hal yang perlu dipersiapkan. Tiga bulan sebelum kehamilan, seorang ibu hamil harus mengkonsumsi asam folat, nutrisinya juga harus terpenuhi. Hal itu diungkapkan dokter spesialis kandungan, Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, dr. Raz Fides Umi, kepada Pondok Pesantren Attauhidiyyah di sela-sela seminar Awal Kehidupan Terbaik untuk Masa Depan Si Kecil di ruang pertemuan RSI Siti Hajar jalan Raden Patah, Sidoarjo, Sabtu (11/3).

"Awal kehidupan terbaik untuk masa depan si kecil ialah proses kehamilan dimulai sebelum kehamilan maupun setelah kehamilan. Seribu hari pertama merupakan hari pertama kehidupan dan hal paling penting terdapat 27 hari di saat kehamilan, 730 hari di saat setelah bayi itu dilahirkan," kata dr Umi.

Bagi Ibu Hamil Harus Perhatikan Hal Berikut Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagi Ibu Hamil Harus Perhatikan Hal Berikut Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagi Ibu Hamil Harus Perhatikan Hal Berikut Ini

Menurutnya, stimulasi sangat penting untuk mempersiapkan awal kehamilan. Pasalnya, saat ibu hamil diperlukan mengkonsumsi asam folat, nutrisi yang baik dan stimulasi, sehingga akan membuat tumbuh generasi yang optimal.

Lebih lanjut Umi menegaskan, setiap jam, harus ada gerakan dalam perut. Kalau tidak ada gerakan, seorang ibu harus merangsangnya dengan memberikan musik di perut supaya bayinya bisa terangsang. Jika sudah melakukan hal itu, namun tidak ada gerakan sama sekali, harus diperiksakan ke dokter. Karena dalam setiap jam harus ada gerakan dari si bayi.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Dengan melakukan stimulasi dapat membentuk perkembangan otak yang optimal. Dan pada saat setelah melahirkan, pada usia 2 tahun? seorang ibu harus memberikan nutrisi yang optimal. Sebab, ibu yang pintar akan menghasilkan anak yang pintar, bukan karena bapaknya, tapi yang berpengaruh adalah ibunya," tegasnya. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Khutbah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Buka 4 Fakultas, UNU Kalbar Siap Terima Mahasiswa Perdana

Pontianak, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Barat (Kalbar) secara resmi berdiri bersamaan dengan ditandatanganinya “Prasasti Universitas Nahdlatul Ulama” oleh Wakil Presiden RI H Muhammad Jusuf Kalla, Sabtu (31/1), dalam momen peringatan hari lahir ke-89 NU di Jakarta. Prasasti itu menjadi simbol bagi berdirinya 23 perguruan tinggi NU di berbagai daerah di Tanah Air.

"Alhamdulillah, Pak Wapres sudah meresmikan UNU Kalbar. Itu berarti juga tahun ini kita siap menerima mahasiswa perdana. Kita mulai mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari sekarang," kata Rektor UNU Kalbar Dr Agung Hartoyo M Pd di kantornya, Senin (2/2).

Buka 4 Fakultas, UNU Kalbar Siap Terima Mahasiswa Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka 4 Fakultas, UNU Kalbar Siap Terima Mahasiswa Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka 4 Fakultas, UNU Kalbar Siap Terima Mahasiswa Perdana

Ia menambahkan, pihaknya tengah mengisi kepengurusan atau personel UNU Kalbar, mulai dari dekan fakultas, ketua program studi, kepala biro, tenaga administrasi, keuangan, perpustakaan, laboratorium, tenaga informasi teknologi, dan sebagainya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

UNU merupakan universitas kelima di Kalbar, selain Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak, Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP), dan Universitas Kapuas (Unka) Sintang. "Kita sama-sama memberikan kontribusi untuk kemajuan pendidikan di Kalbar. Untuk itu, mohon dukungan dari seluruh masyarakat agar UNU Kalbar bisa diterima," harap Agung.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Begitu berdiri, UNU Kalbar langsung membuka empat fakultas, antara lain Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Pertanian (Faperta), Fakultas Teknik (FT), dan Fakultas Ekonomi (Fekon). "Semuanya umum," ujarnya.

Keempat fakultas itu terdiri dari 10 program studi (prodi). Untuk FKIP terdiri tiga prodi, yakni Prodi Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Bahasa Inggris. Kemudian, Faperta terdiri empat prodi, yakni Prodi Agribisnis, Prodi Manajemen Sumber Daya Perairan, Prodi Agro Teknologi, dan Prodi Teknologi Hasil Perikanan.

"Untuk Fakultas Ekonomi hanya satu prodi, yakni Prodi Akuntansi. Sedangkan untuk Fakultas Teknik terdiri dua prodi, yakni Prodi Sistem Informasi dan Prodi Ilmu Lingkungan. Ini untuk tahap awal. Apabila nanti berkembang, bukan tidak mungkin kita menambah prodi, bila perlu fakultas," urai Agung yang dosen FKIP Untan ini.

Kampus sementara UNU Kalbar berada di Gang Jeruk Jalan KH Ahmad Dahlan, di samping kantor PMI Provinsi Kalbar. UNU Kalbar menerapkan sistem perkuliahan modern meski fasilitas kampus masih sederhana.

"Sistem perkuliahan menggunakan aplikasi yang dibuat oleh PBNU. Semua akan terkoneksi, baik materi kuliah, tugas belajar, sampailah pada soal keuangan. Dengan adanya sistem ini, untuk akreditasi menjadi sangat mudah. Tinggal buka aplikasi, semua akan terekam dengan jelas," beber Agung.

Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kalbar ini berharap, pembukaan mahasiswa perdana UNU Kalbar mendapat respons positif. Bagi masyarakat yang ingin memasukkan anaknya kuliah di UNU, tunggu pengumuman resminya. "Nanti akan kita publikasikan secara luas ke masyarakat soal pendaftaran mahasiswa baru. Termasuklah segala persyaratannya," ujarnya. (Rosadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Doa, Meme Islam Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 20 Oktober 2017

Gus Ipul: UMKM Penopang Ekonomi Indonesia

Sidoarjo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Keberadaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sangat penting bagi perekonomian Indonesia. Pasalnya, UMKM merupakan salah satu penunjang perekonomian Indonesia. Di saat Indonesia mengalami krisis ekonomi, UMKM tampil sebagai penyelamatnya.

Demikian diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Timur H Saifullah Yusuf pada pembukaan pasar rakyat dan gebyar produk UMKM Sidoarjo di alun-alun Sidoarjo, Jumat (30/10) malam.

Gus Ipul: UMKM Penopang Ekonomi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Ipul: UMKM Penopang Ekonomi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Ipul: UMKM Penopang Ekonomi Indonesia

"Indonesia maju, Jawa Timur maju dan Kabupaten Sidoarjo bisa maju karena ada UMKM," kata Gus Ipul.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah meminta semua pihak khususnya pelaku usaha untuk selalu aktif dan senantiasa berpartisipasi dalam memacu perkembangan UMKM. Hal itu guna menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Maka perlu peningkatan kreativitas serta inovasi.

Menurut H Saiful, MEA merupakan tantangan sekaligus peluang bagi pelaku usaha. Untuk mendorong daya saing itu, Pemkab Sidoarjo setiap tahunnya senantiasa mengadakan pasar rakyat dan gebyar produk UMKM.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Salah satu kunci keberhasilan pelaku UMKM dalam memanfaatkan MEA yakni dengan meningkatkan daya saing yang dimilikinya," kata H Ipul. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Nahdlatul, Fragmen Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Prancis Jadi Destinasi Wisata Eropa Paling Populer bagi Muslim

Paris, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Paris telah muncul sebagai tujuan wisata yang paling diinginkan di Eropa oleh wisatawan Muslim khususnya di kalangan wisatawan Malaysia, menurut jajak pendapat pada wisatawan di Timur Tengah dan Asia Tenggara. 

Dari 400 responden Muslim dari Arab Saudi, Malaysia, dan Uni Emirat Arab, 30 persen menyebut Perancis sebagai tujuan utama Eropa mereka, diikuti oleh Inggris dan Italia (diikat di 28 persen), Jerman dan Turki (26 persen) seperti dilansir oleh falalfocus.net dari AFP Relaxnews

Prancis Jadi Destinasi Wisata Eropa Paling Populer bagi Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Prancis Jadi Destinasi Wisata Eropa Paling Populer bagi Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Prancis Jadi Destinasi Wisata Eropa Paling Populer bagi Muslim

Perancis sangat populer di kalangan wisatawan Malaysia, 28 persen di antaranya menyebut negara itu sebagai pilihan mereka.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Laporan tersebut merupakan Hasil Indeks Wisata Muslim 2014 yang dirilis dari Konferensi Pariwisata Halal yang diadakan di Andalusia, Spanyol awal pekan ini. 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menurut laporan itu, sektor pariwisata halal itu bernilai $ 140 milyar tahun lalu, mewakili 13 persen dari belanja perjalanan global dan diperkirakan akan meningkat menjadi $ 192 milyar pada tahun 2020. 

Laporan lain dari DinarStandard juga meramalkan bahwa 14 persen dari perjalanan internasional akan dilakukan oleh umat Islam pada tahun 2020, melampaui rata-rata global tingkat pertumbuhan perjalanan wisata dunia. 

Di Inggris saja, pengunjung dari Timur Tengah menghabiskan £ 1.1 milyar ($ 1.8 milyar) pada tahun 2013. 

Berikut adalah tujuan top Eropa bagi wisatawan Muslim menurut Indeks Travel Muslim 2014: 

1 Perancis (30%) 

2 Italia (28%), Inggris (28%) 

3 Jerman (26%), Turki (26%) 

4. Spanyol (23%) 

5. Belanda (17%) 

6 Austria (14%) 

7 Scotland (12%) 

8 Yunani (11%), Swedia (11%) 

9. Portugal (9%) 

10. Belgia (7%) 

Tujuan Eropa Terbaik untuk Arab Saudi: Jerman 

Malaysia: Prancis 

Uni Emirat Arab: Turki 

(mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Lomba Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 19 Oktober 2017

Di Muzdalifah, Jemaah Haji Dibuat Nyaman dengan Hamparan Karpet

Muzdalifah, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Setelah terbenam matahari pada 9 Dzulhijjah, jutaan jemaah haji, termasuk jemaah Indonesia mulai diberangkatkan menuju Muzdalifah. Mereka akan melakukan prosesi mabit (menginap) di sana sembari mencari batu kerikil untuk melontar jumrah di Jamarat.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, hamparan luas Muzdalifah di 6 sektor jemaah haji Indonesia dilengkapi dengan karpet merah seukuran 1,5 x 2 meter. Di sektor satu maktab 10, jemaah haji merasa nyaman dengan fasilitas tambahan yang disediakan oleh Muassasah Asia Tenggara.

Di Muzdalifah, Jemaah Haji Dibuat Nyaman dengan Hamparan Karpet (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Muzdalifah, Jemaah Haji Dibuat Nyaman dengan Hamparan Karpet (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Muzdalifah, Jemaah Haji Dibuat Nyaman dengan Hamparan Karpet

"Alhamdulillah bagus dan nyaman," kata beberapa jemaah dari Bombana Kolaka kompak, Senin (11/9) tengah malam, sembari duduk santai di atas karpet merah yang tersedia. Sebagian lainnya terlahat tiduran menikmati suasana malam di Muzdalifah usai mengimpulkan batu kerikil untuk lontar Jumrah di sana.

"Alhamdulillah sekarang menjadi tidak kotor lagi," tambah jemaah lainnya. Sebelumnya mereka perlu membawa bekal alas, kini tidak perlu lagi dan bisa langsung beristirahat setibanya di Muzdalifah.

"Nyaman, enak, duduknya tertib," kesan lain yang dirasakan jemaah haji lainnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sejumlah karpet merah tampak menghampar di beberapa titik, terutama di areal terdekat kumpulan baru kerikil yang telah disiapkan Pemerintah Saudi dan juga dekat tempat buang air kecil (toilet). Penambahan fasilitas karpet merah tahun ini baru diberlakukan oleh Muasasah Asia Tenggara di mak-maktab negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Namun demikian, karpet merah yang disediakan belum menutup seluruh hamparan muzdalifah. Beberapa bagian masih terbuka dan jemaah harus menggelar alas untuk beristirahat di sana. "Nyaman, bagus, apalagi kalau karpetnya bisa semua," demikian harapan jemaah lainnya agar karpet merah diperbanyak jumlahnya.

Hal sama disampaikan oleh Tini, jemaah asal kloter satu Embarkasi Surabaya (SUB 01). Dia mengaku merasa nyaman dengan adanya fasiltas karpet di muzdalifah. Meski demkian, dia berharap jumlahnya diperbanyak sehingga semua jemaah haji Indonesia bisa merasakannya.

"Lebih nyaman. Enak tidak usah ada alas lagi dan bisa langsung duduk di karpet. Pengennya tetap dikasih karpet dan lebih luas lagi," harapnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Melewati tengah malam (muntashif al-lail), jemaah haji mulai diberangkatkan secara bergelombang menuju Mina untuk menginap di sana. Hari ini, jemaah haji Indonesia mulai melakukan wajib haji lainnya, yaitu lontar Jumrah Aqabah sebelum mereka bertahallul dan mengganti pakaian ihramnya dengan baju biasa. Sebagian jemaah ada juga yang memilih langsung menuju Masjidil Haram untuk melakukan Tawaf Ifadlah dan bertahallul di sana, sebelum melakukan Jumrah Aqabah. (Kemenag/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Bahtsul Masail Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017

Banyuwangi, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Rasa syukur dan terima kasih terucap di bibir M Sholeh Mubarok selepas terpilih sebagai juara pertama pemilihan duta kang santri (kategori laki-laki), saat dimintai keterangan Pondok Pesantren Attauhidiyyah Banyuwangi via telpon, Senin (25/9) pagi.

"Alhamdulillah. Saya bersyukur terutama kepada Allah SWT dan kepada segenap panitia, guru, dan dewan juri pemilihan duta kang dan mbak santri tahun 2017. Karena saya menjadi juara pertama pemilihan duta kang santri," kata Sholeh.

Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017

Santri yang masih menempuh pendidikan di Institut Agama Islam Darussalam ini mengatakan, dengan menjadi juara tahun ini menjadi sebuah tantangan dan spirit untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Juara kali ini bukan untuk kesombongan, melainkan untuk memacu saya menjadi lebih berprestasi kembali. Menjadi lebih giat untuk belajar di pesantren. Karena di atas langit masih ada langit. Saya siap untuk menjadi yang lebih baik," tutur santri semester tiga, Jurusan Pendidikan Bahasa Arab.

Selain itu, menurut Sholeh, segala bentuk takdir dan kelebihan butuh diimbangi dengan nilai-nilai akhlaqul karimah.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Kosong. Jika banyaknya kelebihan dan ilmu yang dimiliki seseorang tanpa dihiasi dengan nilai-nilai akhlaqul karimah. Karena ini saling berkaitan. Tidak dapat dipisahkan. Bukankah akhlaq, perhiasan bagi seseorang yang memiliki ilmu?" tutur santri yang mondok di Pesantren Darussalam, Tegalsari selama empat tahun.

Dalam hal penyampaian manfaat dan keilmuan di masyarakat luas, Sholeh menegaskan butuh wadah organisasi sebagai wasilah.

"Organisasi ideal bagi saya adalah terlibat dalam Nahdlatul Ulama. Karena NU memiliki kelengkapan di setiap lembaga dan badan otonomnya. Juga ditambah organisasi sosial kemasyarakatan ini memiliki basis massa terbesar di Indonesia, bahkan di dunia," jelas santri yang juga aktif dalam organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

Terkait dengan hal yang persiapan materi pelajaran yang dibutuhkan untuk pemilihan duta kang dan mbak santri, Sholeh lebih banyak belajar masalah wawasan kebangsaan, sejarah, dan ke-NUan.

"Firasat saya benar. Ternyata banyak teman-teman santri yang berguguran karena minimnya wawasan kebangsaan, sejarah, dan keorganisasian, khususnya terkait ke-NUan. Ini adalah cambuk bagi santri-santri sudah saatnya untuk bangkit dengan keseimbangan ilmu-ilmu yang kontekstual. Bukan hanya unggul dalam keilmuan khas pesantren," tegasnya.

Hadiah yang diberikan oleh panitia akan digunakan untuk hal-hal kebaikan yang dapat meringankan dan membuat tersenyum kedua orang tuanya.

"Uang pembinaan ini akan saya gunakan untuk melunasi biaya administrasi kuliah yang masih kurang. Saya ingin meringankan beban kedua orang tua saya. Pun sudah waktunya untuk melatih hidup mandiri, tanpa bersandar di balik punggung kedua orang tua," kata Sholeh.

"Semoga ini memberikan kemanfaatan dan keberkahan untuk diri saya dan orang tua menjadi lebih baik ke depannya," harap santri yang berusia 20 tahun ini. (M Sholeh Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Fragmen Pondok Pesantren Attauhidiyyah