Sabtu, 30 Juli 2016

Dampak Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015; Neoliberalisasi Segala Sektor

Probolinggo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo, Jawa Timur membahas AEC (Asean Economic Community) yang akan diterapkan tahun 2015 oleh negara-negara yang tergabung dalam Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), termasuk Indonesia.

Dampak Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015; Neoliberalisasi Segala Sektor (Sumber Gambar : Nu Online)
Dampak Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015; Neoliberalisasi Segala Sektor (Sumber Gambar : Nu Online)

Dampak Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015; Neoliberalisasi Segala Sektor

Bertempat di sekretariat cabang jalan Randupitu, Gending, Probolinggo, Ahad sore (14/12), diskusi itu dihadiri sekitar 25 Kader PMII delegasi komisariat se-Probolinggo.

Ketua PC PMII Probolinggo Muhammad Towil menjelaskan, diskusi ini adalah langkah taktis yang dilakukan oleh PMII Probolinggo untuk memberikan pemahaman awal tentang AEC kepada kader-kader PMII.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sejak ditandatanganinya kesepakatan percepatan Asean Economic Community (AEC) dari tahun 2020 menjadi 2015? pada tahun 2007 di Singapora, Indonesia dituntut untuk bergegas. Semua pihak harus menyiapkan diri. “PMII sebagai bagian dari elemen bangsa, tidak bisa diam menghadapi tantangan pasar bebas ASEAN ini,” katanya.

Penyaji dalam diskusi bulanan ini, Muhammad Al Fayyadl, memaparkan dampak AEC. Menurutnya, dampak nyatanya adalah neoliberalisasi di segala sektor, kompetisi produksi, komoditas oriented, kesenjangan tenaga kerja.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ia menambakan, Indonesia akan jadi surga impor dan investasi yang hanya akan menguntungkan kaum kapitalis. “Jika kita tidak menyiapkan diri, khawatir kita akan kalah di segala sektor,” kata pria alumnus magister Universite De Paris VIII (Vincennes-Saint-Denis), Prancis itu.

Di akhir diskusi berdurasi 2 setengah jam, pria yang akrab dipanggil Gus Fayyadl tersebut berpesan, bahwa sudah saatnya kemandirian ekonomi desa segera digalakkan sebagai langkah antisipiatif dini.

“Untuk PMII, perlu wacana tentang MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) atau AEC ini dimunculkan di media-media. Konsolidasi dengan elemen tenaga kerja harus segera dimulai,” jelasnya.

Gus Fayyadl menambahkan, peningkatan kemampuan bahasa asing dan pengenalan budaya asing sudah saatnya untuk dilakukan.(Beny/Abdullah Alawi)? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pertandingan, Fragmen Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rabu, 27 Juli 2016

Banser Temanggung Turut Tangan di Lokasi Tanah Longsor

Temanggung, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Di saat sebagian masyarakat beramai-ramai menyaksikan fenomena langka gerhana matahari, puluhan anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Temanggung berpartisipasi menangani bencana tanah longsor yang melanda beberapa tempat di Desa Tegalsari, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung. Mereka membantu evakuasi bencana tanah longsor yang mengakibatkan terhambatnya jalur utama yang menghubungkan Kecamatan Wonoboyo dan Kecamatan Tretep.

Nihilnya angkutan desa yang beroprasi pada Rabu itu bukan semata lantaran bertepatan dengan hari libur nasional atau adanya momentum terjadi gerhana matahari, tetapi lebih karena jalur tersebut belum bisa dilewati baik oleh kendaraan roda empat atau roda dua.

Banser Temanggung Turut Tangan di Lokasi Tanah Longsor (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Temanggung Turut Tangan di Lokasi Tanah Longsor (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Temanggung Turut Tangan di Lokasi Tanah Longsor

Hujan lebat mengguyur kawasan Kecamatan Wonoboyo dan Tretep pada Selasa (8/3) sore. Derasnya hujan disertai pula longsor tanah di tiga titik daerah Tretep yang menghalangi jalan raya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menurut Koordinator tim SAR Tretep Yanto, pihaknya merasa sangat terbantu dengan keterlibatan Banser Temanggung dan beberapa elemen lain yang turut menangani tanah longsor di kecamatan Tretep, khususnya yang sempat menimpa jalan raya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Kami mulai menangani longsor ini sejak pagi tadi, berhubung kemarin sore belum memungkinkan untuk turun ke lokasi. Berkat kerja sama dan gotong royong dengan masyarakat daerah dan Banser serta elemen relawan lain, setelah bahu-membahu mengangkat tanah, Alhamdulilah diperkirakan nanti sore jalur ini bisa kembali normal dan sudah bisa dilewati kendaraan," kata Yanto kepada Pondok Pesantren Attauhidiyyah, Rabu (9/3).

Salah satu anggota Banser Temanggung yang sempat kami temui pada siang itu menyatakan bahwa aksi sosial turun lapangan semacam ini bukan kali ini saja. Setiap terjadi bencana seperti tanah longsor, Banser Temanggung sudah kerap ikut terjun menanganinya.

Berdasarkan pantauan Pondok Pesantren Attauhidiyyah, akibat tanah lonsor yang menghambat jalan utama kecamatan Tretep ini banyak pedagang yang memilih pulang kembali ketimbang harus melalui jalur alternatif yang jaraknya beberapa kali lipat lebih jauh dari jalan raya yang biasa mereka lewati menuju tempat berdagangnya. Angkutan desa yang biasanya ramai, juga tak tampak pada Rabu itu. (M Haromain/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Quote Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 19 Juli 2016

60 Motivator Muslimat NU Brebes Sosialisasikan KB via Teknologi

Brebes, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Gencarnya penggunaan media online dan media sosial tentang berbagai aktivitas masyarakat disikapi anggota Muslimat NU Kabupaten Brebes dengan cara bijak. Sebanyak 60 aktivis Muslimat NU Brebes menggunakan sejumlah media sosial terutama untuk memotivasi para pasangan usia subur agar ikut Keluarga Berencana (KB).

60 Motivator Muslimat NU Brebes Sosialisasikan KB via Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)
60 Motivator Muslimat NU Brebes Sosialisasikan KB via Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)

60 Motivator Muslimat NU Brebes Sosialisasikan KB via Teknologi

Mereka mengikuti pendidikan di Hotel Grand Dian Jalan Jenderal Sudirman Brebes, Rabu-Jumat (13-15/1). “Mereka mendapatkan pelatihan mengenai metode kontrasepsi dan penggunaan teknologi modern untuk sosialisasi KB dengan cara Islami di tengah masyarakat,” kata Ketua Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKM) Muslimat NU Brebes Hj Nurhalimah.

Selama 10 tahun ke belakang, kata Nurhalimah, peningkatan capaian KB di Indonesia sangat rendah. Di sisi lain tingkat kematian ibu karena melahirkan juga masih tinggi. Ia menyebut kehamilan yang tidak direncanakan dengan baik sebagai salah satu penyebab kematian ibu. Hal ini semakin memperkuat urgensi untuk segera melakukan inovasi dalam bekerja di lapangan.?

Keluarga Berencana di Indonesia sudah dilaksanakan sejak 40 puluh tahun lalu dan sudah mencapai hasil yang sangat baik yang diakui oleh dunia internasional keberhasilannya. Meski demikian, dalam setiap hal pasti akan ada saatnya dimana dibutuhkan cara kerja baru. Di tengah dinamika lingkungan yang sudah berbeda, seperti dinamika kemajuan teknologi, dinamika budaya dan sosial yang sudah berubah diperlukan inovasi agar dapat terus mempertahankan apa yang sudah dicapai dan meningkatkan ke arah yang lebih baik lagi.

Ketua Muslimat NU Dra Hj Chulasoh menambahkan, Kabupaten Brebes memiliki jumlah penduduk terbanyak se-Jawa Tengah. Ia berharap ledakan jumlah penduduk dapat dicegah. “Muslimat NU terpanggil untuk berperan aktif mengatur jumlah kelahiran,” tuturnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Di sisi lain, kata Chulasoh, saat ini hampir 80% orang di Brebes memiliki akses terhadap telepon genggam. Sebagian besar di antaranya sudah memiliki koneksi internet di teleponnya. Mereka menggunakan internet untuk mencari informasi, membaca berita, atau menggunakan sosial media. Hampir 90% masyarakat Brebes memilliki fesbuk.

Statistik ini didapatkan berdasarkan studi terakhir di tahun 2015 yang dilakukan oleh Johns Hopkins Center for Communication Program bekerja sama dengan Universitas Indonesia di 11 kabupaten kota wilayah kerja program Pilihanku, dengan total responden lebih dari 20,000 Pasangan Usia Subur (PUS).

“Dengan media sosial dan instant messaging saya sekarang dapat terkoneksi dengan seluruh orang di dunia,” tambah Soimah salah seorang peserta.?

Ketua Pelaksana Program Pilihanku Muslimat NU Hj Kusnia Nasser menjelaskan, Muslimat NU bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Johns Hopkins Center for Communication Program (CCP) melihat potensi yang sangat besar untuk menjangkau masyarakat dengan informasi akurat tentang Keluarga Berencana melalui pemanfaatan teknologi online dan media sosial.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Muslimat NU sejak tahun 1967 setuju dengan Keluarga Berencana dan bahkan aktif mengumpulkan para ulama NU untuk diajak diskusi tentang KB ditinjau dari perspektif Islam sehingga pada tanggal 25 September 1969 menghasilkan 8 Fatwa PB Syuriah NU berupa Pedoman Pokok tentang KB untuk jam’iyah NU”, jelasnya.?

Cara-cara Islami yang dimaksud adalah yang sesuai dengan delapan fatwa ulama Syuriyah PBNU. Pertama, KB harus diartikan sebagai pengaturan penjarakkan kehamilan untuk kesejahteraan dan bukan pencegahan untuk pembatasan kehamilan. Kedua, KB harus dijelaskan dalam kepentingan kesejahteraan Ibu dan Anak dan bukan karena takut miskin. Ketiga, KB tidak boleh dilakukan dengan pengguguran kandungan. Keempat, tidak boleh merusak dan menghilangkan bagian tubuh. Kelima, KB adalah masalah perseorangan dan sukarela. Keenam, KB harus mendapat persetujuan suami dan istri. Ketujuh, KB tidak boleh bertentangan dengan hukum agama Islam. Kedelapan, KB jangan disalahgunakan untuk kepentingan maksiat.

Motivator yang rata-rata tinggal di pedesaan dari 17 Pimpinan Anak Cabang se-Kabupaten Brebes itu diberi bekal cara menggunakan media komunikasi tablet yang sudah dilengkapi dengan aplikasi tentang Keluarga Berencana. “Alhamdulillah, saya bisa mengoperasikan tablet yang biasa digunakan anak saya,” tuturnya.

Tablet yang menjadi hak milik para peserta pelatihan tersebut, juga dilengkapi aplikasi perencanaan keluarga yang diberi nama SKATA ? (berasal dari Seiya Sekata bersama pasangan) kini sudah dapat diunduh dari Google Play dan App Store. SKATA adalah aplikasi baru tentang perencanaan keluarga yang dapat diunduh secara gratis oleh pengguna Android atau IOS (iPhone). Selain itu SKATA juga dapat diakses di www.skata.info bagi mereka yang memiliki operating system berbeda, seperti misalnya Blackberry.

Dengan mengunduh SKATA atau melihat websitenya masyarakat dapat memperoleh informasi tentang perencanaan keluarga lewat artikel yang ditulis oleh para ahli. SKATA memberikan penjelasan mendetail tentang masing-masing metode kontrasepsi seperti IUD dan implan, metode kontrasepsi jangka panjang yang memberikan perlindungan 3-12 tahun yang dapat dihentikan pemakaiannya sewaktu-waktu atau berbagai jenis metode kontrasepsi yang cocok bagi ibu yang baru melahirkan. Melalui SKATA juga dapat diperoleh lokasi bidan terdekat untuk konsultasi. SKATA memberikan kuis-kuis untuk mengetes pengatahuan dan bahkan dapat digunakan menjadi menjadi agenda pribadi perencanaan keluarga seperti pengingat imunisasi, kalender menstruasi, kalender kontrasepsi, dan lain-lain.

Hal ini dilakukan agar tiap keluarga di Indonesia memiliki inspirasi untuk merencanakan keluarganya dan merencanakan kebahagiannya sehingga setiap keluarga di Indonesia adalah keluarga yang sejahtera, harmonis, dan berdaya saing tinggi untuk Indonesia yang lebih baik. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Hadits, Nahdlatul, Pahlawan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 16 Juli 2016

‘Ngundhuh Berkahing Gusti’, Mensyukuri Karunia Padi

Klaten, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Sejauh mata memandang, terhampar luas area persawahan, penuh dengan kemilau padi yang menguning. Pemandangan ini mungkin akan mengingatkan kita kembali, akan sebutan Pulau Jawa sebagai Jawa Dwipa, Pulau Padi.

‘Ngundhuh Berkahing Gusti’, Mensyukuri Karunia Padi (Sumber Gambar : Nu Online)
‘Ngundhuh Berkahing Gusti’, Mensyukuri Karunia Padi (Sumber Gambar : Nu Online)

‘Ngundhuh Berkahing Gusti’, Mensyukuri Karunia Padi

Pemandangan yang indah tersebut, dipadu dengan sejuknya semilir angin dan suasana alam desa yang begitu asri. Begitulah suasana di sebuah daerah di Klaten Jawa Tengah, tepatnya di  Segawoh, Karangwungu, Kecamatan Karangdowo, Sabtu (4/1).

Sejurus kemudian, datang sejumlah iring-iringan warga dengan membawa bermacam makanan. Sebagian dari mereka juga membawa tumpeng. Rupanya, mereka hendak menggelar tradisi Ngundhuh Berkahing Gusti. Sebuah tradisi ungkapan syukur warga, yang diadakan untuk menandai datangnya panen padi.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pemimpin acara, Lawu Warta, mengungkapkan acara ini bertujuan untuk mensyukuri berkah Tuhan yang diberikan melalui alam. “Sebagai manusia, kita harus menjaga keharmonisan ini. Menjaga alam dan selalu ingat dengan pencipta, dengan mengucap syukur,” tuturnya.

Hal tersebut digambarkan Lawu Warta dengan dua buah kayon, semacam gunungan wayang. “Kayon dengan aksara jawa itu merupakan simbol dari doa, sedangkan kayon yang berwujud pohon merupakan simbol dari alam. Keduanya, bersama dengan manusia yang membawanya merupakan simbol dari keharmonisan kehidupan,” jelasnya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Nasional, Hadits Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 15 Juli 2016

Para Pendekar Blitar Bentuk Paguyuban Silat Pencak Dor

Blitar, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Para jawara pencak silat dor (open bar) Blitar Raya, Jawa Timur membentuk paguyuban Forum Pencak Door Blitar Raya dengan nama Paguyuban Pencak Dor Blitar Raya. Olahraga dan Beladri khas santri NU itu selama ini berlangsung alami tanpa ada koordinasi antar-kelompok latihan. Sehingga terkesan berdiri sendiri-sendiri dengan nama yang macam-macam.

Para Pendekar Blitar Bentuk Paguyuban Silat Pencak Dor (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Pendekar Blitar Bentuk Paguyuban Silat Pencak Dor (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Pendekar Blitar Bentuk Paguyuban Silat Pencak Dor

Namun mulai 17 September 2016 lalu, para pendekar pencak dor sepakat membentuk organisasi resmi dengan nama Paguyuban Pencak Dor Blitar Raya dengan Ketua Umum Agus Tri Setiyadi.?

Selain dalam rangka sebagai media selaturrahmi diantara para pendekar pencak dor, paguyuban ini juga sekaligus sebagai wahana pemersatu antara pendekar. Karena didalam organisasi ini bercokol beberapa pendekar kawakan dari NU yang sudah malang melintang di dunia pendekar pencak dor.?

Misalnya Mbah Satijan dedengkot Banser Blitar, Mohammad Shobiri, tokoh Pagar Nusa Blitar, Mohammad Kasani, tokoh pendekar pencak dor, Mohammad Mansuri ? pendekar pencak silat dari Porsigal Blitar, H Moh.Yusuf pendekar asal Bangle Kanigoro.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selain itu, ada juga beberapa mantan petinju nasional juga ikut gabung dalam paguyuban yang bernaung ? di bawah bendera Forum Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia ( FORMI) ini. Misalnya Stack Poncogati, Purnomo, dan lainnya.

“Semua pendekar di Blitar hadir dalam pembentukan paguyuban ini. Termasuk para mantan petinju nasional,” ungkap Agus Tri.

“Untuk membuktikan bahwa ? pencak dor ini sebagai olahraga para santri maka logo paguyuban, memakai gambar tali jagat khas NU. Lalu gambar pendekar dan latar belakang warna merah putih sebagai simbul nasionalisme pendekar bahwa NKRI harga mati,” jelas Agus.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ia menjelaskan, pencak dor merupakan olahraga beladiri santri yang berkembang di wilayah Karesidenan Kediri. Beberapa pesantren memiliki pendekar pencak dor. Misalnya Pesantren Lirboyo, Pesantren Kencong Kediri, Pesantren Kerjen Blitar, Pesantren ? Modangan Blitar dan lainnya. H

ingga kini, tradisi ini masih berjalan baik dan hampir setiap malam minggu dalam satu bulan pasti ada pentas olahraga santri ini. Selain di wilayah Blitar, juga bisa bertempat di wilayah Kediri. Misalnya penyelenggaraan tanggal 25 September 2016 mendatang bertempat di Kecamatan Banyakan Kediri.?

“Bisa disaksikan para pendekar dari karesidenan Kediri akan tampil pada acara ini. Meski mereka bertarung di atas pentas. Nanti setelah sampai dibawah mereka bersahabat lagi sambil makan nasi yang disediakan oleh panitia,” ungkap Agus. (Imam Kusnin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Kyai, Halaqoh, Tegal Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 04 Juli 2016

Kapolres Ajak Pelajar NU Boyolali Jadi Mitra

Boyolali, Pondok Pesantren Attauhidiyyah -

Salah satu rangkaian kegiatan untuk menyambut Hari Lahir (Harlah) IPNU ke-63 yang dilakukan Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, yakni audiensi ke Polres setempat.

Pada kunjungan yang diadakan, Kamis, (23/2), perwakilan pengurus IPNU bersama IPPNU Boyolali tersebut diterima langsung Kapolres Boyolali AKBP Agung M. Suyono.

Kapolres Ajak Pelajar NU Boyolali Jadi Mitra (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolres Ajak Pelajar NU Boyolali Jadi Mitra (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolres Ajak Pelajar NU Boyolali Jadi Mitra

Dalam sambutannya, Agung memberikan apresiasi kepada para pengurus baru IPNU-IPPNU Boyolali, serta siap untuk menjadikan organisasi pelajar NU tersebut, sebagai mitra dan partner polisi, khususnya di kalangan pelajar.

Ia juga mengingatkan akan bahaya provokasi yang kini banyak disebar untuk memecah umat Islam. "NU benar, penjajahan terhadap umat Islam hari ini adalah dengan memecah umat Islam sendiri, sehingga umat Islam disibukkan dengan urusan perpecahan tersebut. Bagaimana cara berkembang tak pernah terlintas di benak Umat Islam sendiri," ujarnya.

Ketua PC IPNU Boyolali Khamidurrahim menjelaskan, audiensi kali ini, selain sebagai agenda menyambut Harlah, juga sebagai media untuk memperkenalkan pengurus baru masa khidmah 2016-2018. “Kita sampaikan pula visi misi kita, serta program pada kepengurusan yang baru ini,” kata dia.

Selain audiensi, dalam momentum Harlah IPNU ke-63 ini, IPNU Boyolali juga mengadakan kegiatan lainnya antara lain ziarah ke makam para sesepuh IPNU, serta acara pengajian “Dzikir dan Shalawat Harlah NU”. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pahlawan, Khutbah, Internasional Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 03 Juli 2016

Mbah Maimoen: Indonesia Harus Lepas dari Teroris dan Aliran Keras

Pekalongan, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. KH Maimoen Zubair, ulama sepuh dan kharismatik dari Rembang, Jawa Tengah menyampaikan bahwa sudah semestinya umat Islam berpandangan luas dan terbuka, tidak sempit mengingat keberagaman dan kemajemukan bangsa Indonesia. Sebab itu menurutnya, bangsa Indonesia harus lepas dari tindakan teror dan aliran keras.

Mbah Maimoen: Indonesia Harus Lepas dari Teroris dan Aliran Keras (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Maimoen: Indonesia Harus Lepas dari Teroris dan Aliran Keras (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Maimoen: Indonesia Harus Lepas dari Teroris dan Aliran Keras

Hal ini Mbah Moen sampaikan di sela-sela perhelatan Konferensi Ulama Internasional bertajuk Bela Negara: Konsep dan Urgensinya dalam Islam yang diselenggarakan oleh Jamiyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) pada Kamis (28/7) di Pekalongan, Jawa Tengah. Mbah Moen bersama 300 ulama thariqah dunia berupaya memberikan sumbangsih nyata bagi persatuan umat Islam di dunia.

“Saya mengharapkan agar tidak terjadi apa yang disebut dengan fanatik ashabiyyah (kesukuan, red). Tetapi Islam bangkit dari hal-hal yang kadang menimbulkan pertentangan. Nabi lahir didukung oleh Bani Hasyim dan Bani Mutthalib, tetapi kebangkitan Islam (secara meluas ke berbagai negeri) terjadi di masa sahabat, ada Muhajirin dan ada Anshar,” urainya.

Padahal, lanjut Mbah Moen, para sahabat Muhajirin dan Anshar dengan Bani Hasyim kadang timbul perselisihan. “Untuk itulah Islam membutuhkan pandangan yang luas, tidak sempit. Lebih-lebih di Indonesia, harus lepas dari teroris dan aliran-aliran keras,” jelas Pengasuh Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang ini.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Keamanan itu penting, kalau di dalam al-Quran, Wattiini wazzaytuuni wa thuuri siiniina wa haadzal BALADIL AMIIN. Barangkali dengan ini para ulama bisa mengamankan, bersama pemerintah, menyatukan kekuatan lahir dan batin,” imbuh salah satu Mustasyar PBNU ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Internasional, Fragmen, Pendidikan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Orang Bertakwa Menunaikan Kewajiban Berzakat

Bandar Lampung, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Direktur Fundraising NU Care LAZSINU Nur Rahman mengatakan karena zakat adalah kewajiban, sehingga orang yang di dalam hatinya ada ketakwaan kepada Allah SWT akan melaksanakan kewajiban berzakat.

“Orang yang bertakwa akan merasa terpanggil untuk mensyiarkan perintah-perintah Allah termasuk kewajiban zakat,” kata Rahman saat mengisi “Ngaji Fundraising” dalam rangka Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) LAZISNU Lampung di Gedung PWNU Lampung, Ahad (30/4).?

Orang Bertakwa Menunaikan Kewajiban Berzakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Bertakwa Menunaikan Kewajiban Berzakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Bertakwa Menunaikan Kewajiban Berzakat

Ia meneruskan zakat tidak akan syiar di masyarakat jika proses untuk menjadi kebiasaan bagi para muzakki tidak diajarkan sejak dini. Untuk itu sangat dianjurkan belajar berzakat sebelum kewajiban berzakat datang.?

“Kapan kewajiban berzakat datang? Kewajiban berzakat datang ketika sudah ada satu nishob dan haul. Satu nishob adalah ukuran minimal sebuah harta yang wajib dikeluarkan zakatnya yaitu 85 gram harga emas murni. Susah rasanya seseorang jika tidak dibiasakan berzakat. Maka belajar zakat sebelum nishob itu suatu keniscayaan,” papar Rahman.?

Ia menyayangkan walaupun berzakat merupakan salah satu kewajiban umat Islam sekaligus tiang agama, berzakat sering dilupakan umat Islam sendiri.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Zakat tidak sepopuler kewajiban dan perintah-perintah Allah yang lain seperti shalat, puasa, haji. Padahal shalat diajarkan sejak kecil, puasa dan haji juga di ajarkan sejak taman kanak-kanak? Kenapa zakat tidak, apakah zakat juga tidak perlu diajarkan sejak dini?” katanya mengajak merenung peserta Rakorwil yang merupakan perwakilan UPZIS dan JPZIS di Provinsi Lampung.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Hj Rita Linda dari BAZNAS Provinsi Lampung. Rita menyampaikan pihaknya siap bermitra dengan NU Care LAZISNU Lampung dalam mengembangkan dan mengelola zakat infak dan sedekah di Provinsi Lampung. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Hadits, AlaNu, Anti Hoax Pondok Pesantren Attauhidiyyah