Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Berbahaya, Jika Islam Dipahami Hanya Sebatas Gerakan

Jakarta, NU.Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi dan Syeikh Agung Al-Azhar Prof Dr Mohamed Sayed Tantawi  dalam pertemuannya di Kairo, Mesir, sependapat bahwa Islam tidak bisa dipahami hanya sebagai konsep gerakan semata, tapi harus di pahami secara holistik sebagai sebuah ajaran. Jika pola pikir gerakan yang dikedepankan, ini sangat berbahaya. Pasalnya pemahaman seperti ini hanya akan memberikan penilaian salah dan memasukan Islam sebagai kelompok radikal. Padahal, unsur radikalisme itu ada pada semua agama.

"Dalam pertemuan itu, PBNU dan Al-Azhar sepakat memprakarsai suatu pertemuan internasional di Jakarta untuk menampilkan Islam sebagai ajaran, dan bukan sebagai gerakan atau kekuatan. Sebab, sangat berbahaya, jika Islam hanya dipahami sebagai gerakan," kata Hasyim Muzadi,  Minggu (25/5).

Menurut Gus Hasyim, Pertemuan internasional yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta sekitar akhir 2003 ini, akan dihadiri para rektor universitas Islam di seluruh dunia, di samping para ulama yang membidani bidang ajarannya, bukan politikus Islam.

Muzadi dan Syeikh Tantawi berpandangan bahwa realitas sekarang  yang sangat ditonjolkan adalah Islam sebagai gerakan atau kekuatan, sehingga seolah-olah Islam itu berhadap-hadapan atau saling memusuhi dengan negara-negara Barat atau kelompok non-Islam lainnya.

"Sehingga pada gilirannya sangat merugikan dunia Islam dalam konteks hubungan internasional. Oleh karena itu, perlu kita tampilkan Islam sebagai ajaran atau sebagai filsafat hidup yang mengandung kebenaran rahmatan lil alamin (menjadi rahmat bagi semesta alam)," paparnya.

Pelaksanaan pertemuan internasional yang akan dijadwalkan itu  merupakan bagian dari upaya PBNU dalam langkah menjembatani antara dunia Islam dan dunia Barat, yang dalam hal ini akan difokuskan ke Eropa.

Dalam upaya menjembatani dunia Islam dan dunia Barat ini, PBNU telah berkunjung ke negara-negara Eropa, dan bertemu dengan pimpinan parlemen Uni Eropa serta sejumlah pejabat di sana, khususnya di Jerman beberapa waktu lalu, dan ternyata mereka mengharapkan agar NU menjembatani hal tersebut.

"Bertalian dengan itu, PBNU yakin bahwa jembatan yang paling baik adalah jika Islam ditampilkan sebagai ajaran, dan bukan sebagai kekuatan," tandas Muzadi.

Pada kesempatan tersebut, PBNU dan pihak Al-Azhar sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan. Dalam pertemuan dengan Syeikh Al-Azhar tersebut, Muzadi didampingi sejumlah pimpinan PBNU, di samping Kepala Bidang Politik Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo Agil Salem Al-Attas mewakili Dubes RI untuk Mesir Prof Dr Bachtiar Ali, MA yang saat ini melakukan tugas kerja di Jakarta, dan Kasub-Bidang Protokoler KBRI Krishna Djelani.

KH Hasyim Muzadi bersama rombongan PBNU melakukan kunjungan selama beberapa hari ke Mesir setelah melakukan ibadah umrah di Arab Saudi. Dalam kunjungan tersebut beliau didampingi oleh KH Abdul Aziz Ahmad, KH Masduki Baidlawi,  Ronin Hidayat, KH Sofyan Hidayat Bin Najmuddin. KH. Mas Soebadar, KH A. Idris Muzakki, Slamet Effendy Yusuf,  KH. Abd Wahid Bisri, Fakhrurozi, Muhammad Nafi, Ibu Mutammimah Muzadi,  Siti Aniroh Slamet,  Abd Hikam Hidayat, Elina Almaghfiroh, Laily Abidah, dan Alfi Rahamawati.

Selama di Mesir, selain bertemu dengan Syeikh Al-Azhar, juga Rektor Universtas Al-Azhar Prof Dr Omar Hashim, dan Wakil Menteri Waqaf Mesir. Dalam pertemuan tersebut, PBNU sepakat dengan kementerian wakaf untuk kerja sama di bidang wakaf, dan dalam hal ini PBNU akan mengirim tim khusus untuk melakukan studi banding ke Mesir menyangkut pelaksanaan wakaf.

"Manajeman wakaf  sangat penting dipelajari, karena selama ini kita belum mempraktekan secara baik manajeman wakaf, padahal persoalan ini sangat bertalian dengan pemanfaatan harta umat" ungkapnya.(Kln-S/kol/cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pendidikan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Berbahaya, Jika Islam  Dipahami Hanya Sebatas Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Berbahaya, Jika Islam Dipahami Hanya Sebatas Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Berbahaya, Jika Islam Dipahami Hanya Sebatas Gerakan

Kamis, 15 Februari 2018

As’ad: Keruntuhan ISIS hanya Soal Waktu

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Wakil ketua umum PBNU H As’ad Said Ali berpendapat meskipun keberadaannya sempat “mengguncang” dunia, keruntuhan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) saat ini hanya soal waktu.

As’ad: Keruntuhan ISIS hanya Soal Waktu (Sumber Gambar : Nu Online)
As’ad: Keruntuhan ISIS hanya Soal Waktu (Sumber Gambar : Nu Online)

As’ad: Keruntuhan ISIS hanya Soal Waktu

“Asal kekuatan regional bersatu seperti Saudi, Mesir dan lainnya bersatu, mereka akan segera lemah,” katanya seusai peluncuran buku Al Qaeda: Tinjauan Sosial-Politik, Ideologi dan Sepak Terjangnya, yang merupakan rangkuman hasil pengalaman dan pengetahuannya selama berkarir di Badan Intelejen Negara (BIN).

Gerakan kekerasan di Irak, muncul setelah jatuhnya Saddam Hussein yang beraliran sunni. Pemerintahan lalu didominasi oleh kelompok syiah. Negara-negara Muslim Sunni di regional tersebut seperti Mesir dan Arab Saudi, secara tidak langsung akhirnya mendorong berkembangnya Al Qaeda, sebagai upaya menyeimbangkan dengan rezim Syiah.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Situasi juga diperburuk oleh penarikan tentara Amerika Serikat di Irak yang terlalu cepat yang merubah stabilitas disana dan juga mengganggu kepentingan AS. Kelompok-kelompok Amerika di luar pemerintah lalu melakukan operasi melalui jalurnya di Turki yang juga anggota NATO. Kepentingan kedua pihak ini bertemu karena Turki tidak nyaman dengan adanya kedekatan Irak dengan Iran.?

Pemberian dukungan ini bukan untuk membuat kelompok militan kuat, tetapi sebagai ujung tombak untuk melakukan perubahan yang terjadi di Irak.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Ternyata benar, ketika ISIS naik ke atas, PM Maliki diganti dengan PM Abadi yang lebih dekat dengan sunni. Pada akhirnya akan terjadi keseimbangan dan akhirnya ISIS akan ditekan sedemikian rupa sehingga keruntuhannya hanya akan masalah waktu,” tegasnya.?

Ditanya tentang pola penempatan tentara Amerika yang berlangsung sangat lama seperti di Jerman dan Jepang untuk menciptakan stabilitas nasional, dan sekarang, negara-negara tersebut keamanannya stabil dan menjadi sejahtera, hal tersebut tidak bisa diterapkan di dunia Muslim.

“Ngak bisa karena konteksnya lain, mereka kalah dalam perang dunia. Orang Arab kan nasionalismenya kuat sekali. Kalau ada orang asing, akan melawan,” tandasnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Sejarah, Pendidikan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 16 Januari 2018

PAC Gebang Sabet Juara IPNU League

Purworejo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

PAC Gebang berhasil menyabet Juara IPNU League 2016 setelah di putaran final melumat PAC Pituruh 5 gol tanpa balas. Teguh (13) bermain cemerlang memborong 5 gol kemenangan Gebang.

Pada Ahad, 24 Januari 2016, memasuki hari kedua IPNU League persaingan di grup semakin panas. Beberapa tim yang perkasa di fase grup justru bertumbangan di sistem gugur. An Nawawi dan Nurus Salaf yang memiliki poin sempurna di grup sama-sama kandas di perempat final. Sementara itu, PAC Gebang yang susah payah di grup karena hanya mengantongi dua hasil imbang di dua pertandingan awal berhasil bangkit dan melenggang mulus hingga final.

PAC Gebang Sabet Juara IPNU League (Sumber Gambar : Nu Online)
PAC Gebang Sabet Juara IPNU League (Sumber Gambar : Nu Online)

PAC Gebang Sabet Juara IPNU League

Di pertandingan terakhir grup, PAC Gebang berhasil menaklukkan SMK Hasyim Asyary dengan skor 5-3. Di babak pertama PAC Gebang sempat unggul 3 gol tanpa balas. Namun, SMK Hasyim memberikan kejutan di 3 menit awal babak kedua karena berhasil menyamakan skor menjadi 3 – 3. Tidak mau malu, Gebang akhirnya mengunci skor akhir menjadi 5 – 3. Gebang lolos ke perempat final dan bertemu dengan SMK VIP Kemiri.

Di perempat final PAC Gebang sedikit kesulitan mengembangkan permainan karena tekanan ketat yang diterapkan SMK VIP. Setelah saling balas gol, Gebang berhasil menang 4 – 3. Di Semifinal Gebang harus berhadapan dengan PAC Bruno yang menekuk Nurus Salaf melalui adu penalti. Bruno sempat memberikan perlawanan sengit dan unggul terlebih dahulu. Di babak kedua Gebang panas dan berhasil membalikkan keadaan sekaligus memastikan tiket ke final dengan kemenangan 3 – 1.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pituruh yang menjadi penantang PAC Gebang di Final datang dengan rapor menarik. Di perempat final Pituruh mengalahkan unggulan MA An Nawawi. Setelah itu Pituruh juga mengalahkan unggulan lain MA Al Iman Bulus melalui adu penalti. MA Al Iman sendiri akhirnya berhasil mengunci peringkat ketiga.

Namun diluar dugaan Pituruh tidak mampu berbuat banyak kala bertemu Gebang di final. Agung yang tampil kesetanan banyak melakukan umpan jarak jauh yang merepotkan. Terbukti Agung membawa Gebang unggul cepat 3 – 0 dengan usaha-usahanya dari jarak jauh. Pituruh sempat memberikan perlawanan, namun Agung menambah lagi 2 gol untuk mempertegas kemenangan Gebang menjadi 5 – 0 sekaligus memastikan Gebang meraih juara IPNU League yang pertama. (Muhammad Hidayatullah/Mukafi Niam)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pendidikan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 05 Januari 2018

Antisipasi Radikalisme, PWNU NTT Kumpulkan Imam Masjid

Kupang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengantisipasi berbagai bentuk radikalisme yang dikembangkan oleh kelompok tertentu. Antisipasi dilakukan dengan mengumpulkan para imam masjid se-kota Kupang dan sejumlah perwakilan ormas Islam.

Ketua PWNU NTT Jamal Ahmad mengatakan, radikalisme ini dimulai dari penafsiran ajaran agama secara tekstual sehingga terjebak pada pemikiran sempit dan menganggap orang atau kelompok lain sebagai musuh. Kelompok radikal menilai kelompok lain harus dilawan bahkan harus dimusnahkan dari muka bumi.

Antisipasi Radikalisme, PWNU NTT Kumpulkan Imam Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Antisipasi Radikalisme, PWNU NTT Kumpulkan Imam Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Antisipasi Radikalisme, PWNU NTT Kumpulkan Imam Masjid

“Dengan dalih perjuangan dan menjalankan doktrin-doktrin agama mereka bahkan menghalalkan pembunuhan terhadap orang atau kelompok lain,” katanya di Kantor PWNU NTT Jalan Amabi No. 76 Ruko Masjid Perumnas Kupang, Kamis (19/12), menjelang pelaksanaan seminar kebangsaan yang dihadiri para imam masjid se-kota Kupang, Ormas, dan sejumlah OKP yang terdaftar pada Kesbangpol NTT di Kupang.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dikatakannya, paham radikalisme yang mengatasnamakan agama tertentu sudah membius dan menjebak pada orang atau kelompok yang dangkal akidahnya melalui pencucian otak dan memasukkan doktrin-doktrin yang radikal. Tindakan ini telah merusak nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan.

“Demi untuk mencegah kelompok radikal yang selalu mengatasnamakan agama, PWNU memberikan pemahaman kepada seluruh imam masjid, ormas Islam dan OKP-OKP yang ada di NTT, agar bisa menghadapi kelompok itu,” katanya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jamal mengatakan, aktivitas kelompok radikal perlu diantsipasi sejak dini, terutama dalam hal rekrutmen anak-anak muda dan orang-orang yang dangkal imannya.

Hadir dalam jumpa pers menjelang pelaksanaan seminar kebangsaan itu, antara lain, tokoh muslim Ir. Habib Abdussalam Alwi Al-Hinduan, Sekretaris PWNU NTT Abdullah Ulumando, Ketua GP Ansor NTT Abdul Muis, Ketua PW IPNU NTT Iksan Arman Pua Upa dan Dansat Banser NTT Gulam Mansur Ibrahim.

Menurut Jamal, keterlibatan imam masjid dan Ormas maupun OKP sebagai ikon pembentukan karakter umat dalam Seminar Kebangsaan tersebut diharapkan dapat mengantisipasi radikalisme guna menciptakan tatanan kehidupan umat yang aman tertib dan beradab.

Sekretaris PWNU NTT, Abdullah Ulumando mengatakan, kegiatan seminar kebangsaan akan berlangsung sehari di Asrama Haji Kupang, Sabtu (21/12) akan dibuka oleh Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dengan Narasumber dari Kakanwil Kemenag NTT, Kepala Kesbangpol NTT, Kapolda NTT dan para tokoh agama.

“Tujuan kegiatan ini, untuk memberikan wawasan kebangsaan bagi imam masjid dan ormas Islam yang ada di Provinsi NTT dan upaya pencegahan paham radikalisme terhadap jamaah masjid dan ormas Islam,” katanya.? Seminar juga diharapkan dapat menyatukan persepsi kita tentang konsep dan pelaksanaan kebangsaan dalam umat beragama.

Habib Abdussalam Alwi Al-Hinduan menambahkan, munculnya berbagai aliran dalam Islam maupun agama lain disebabkan kurangnya pemahaman tentang konsep agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Ajhar Jowe/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Kajian Sunnah, Pendidikan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 28 Desember 2017

Toleransi, Tenggangrasa dan Ucapan Selamat Natal

Tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Manusia selalu memerlukan orang lain guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebab itulah manusia dijuluki sebagai makhluk sosial. Demikian padatnya kebutuhan manusia sehingga persinggungan diantara mereka tidak mungkin terelakkan. Bahkan di dunia yang semakin mengglobal ini, persinggungan itu telah menembus batas. Batas ruang, waktu, budaya, agama dan juga ideologi.

Persinggungan ini harus dikelola dengan baik, agar tidak berubah menjadi gesekan yang akan menghanguskan harmonisme kehidupan. Untuk menjaga ritem ini diperlukan sebuah konsep saling mengerti, yang dalam bahasa kita dikenal dengan teposeliro atau tenggangrasa. Yaitu sikap saling menghormati dan saling menghargai perasaan orang lain. Karena hanya dengan sikap inilah keselarasan hidup bersama orang lain akan tetap terseleggara. Apalagi jika mengingat keberadaan negara Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, ras, agama dan juga bahasa. Maka memiliki sikap tenggangrasa menjadi sebuah kewajiban bagi saiapapun yang hidup di Indonesia.

Bagi umat Islam sendiri perbedaan ini bukanlah sebuah masalah. Karena memang demikianlah Allah swt menciptakan kehidupan di dunia ini, sebagaimana firmannya dalam al-Hujarat ayat 13

Toleransi, Tenggangrasa dan Ucapan Selamat Natal (Sumber Gambar : Nu Online)
Toleransi, Tenggangrasa dan Ucapan Selamat Natal (Sumber Gambar : Nu Online)

Toleransi, Tenggangrasa dan Ucapan Selamat Natal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  . Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal…

Memang mengelola perbedaan bukanlah hal yang mudah, hanya muslim yang berkwalitas iman dan taqwanya yang dititipi oleh Allah swt kemampuan menjaga keseimbangan ini. Karena sejatinya perbedaan itu merupakan kasunyatan yang sengaja dihadirkan Allah swt sebagai cobaan bagi umat muslim. Sebagaimana diandaikan Allah sendiri dalam surat al-Maidah 48.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Seandainya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan  satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,

 

Ayat di atas merupakan sebuah petunjuk bagi umat muslim, bahwasannya persamaan dan kesatuan hanyalah sekedar pengandaian adapaun kenyataannya sesungguhnya adalah perbedaan, dan sekaligus Allah swt menjadikan yang nyata itu sebagai ‘soal’ ujian bagi manusia. Karena Allah swt mengetahui bahwa manusia tidak akan mampu menjawab soal ujian yang bersifat pengandaian seperti di atas. Dengan kata lain manusia tidak akan mampu bertahan hidup jika Allah swt menciptakan manusia dalam satu macam saja.

Dalam rangka mempermudah manusia menemukan jawaban dari soal ujian tentang perbedaan ujian ini, Allah swt perintahkan Rasulullah saw turun ke bumi untuk mengajar umatnya. Sayangnya persinggungan Rasulullah saw dengan pemeluk agama lain (yahudi dan nasrani) tidak tergambar dengan komplit dalam hadits-haditsnya kecuali sangat sedikit sekali. Diantaranya adalah hadits riwayat Abu Hurairah;

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

? ? ? ? ? ? r ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Janganlah kamu memulai salam kepada orang Yahudi dan Nasrani, dan bila kamu berjumpa dengan mereka di jalan maka desaklah mereka ke tempat yang lebih sempit.” (HR. Muslim)

Melalui hadits di atas Rasulullah saw mengajarkan kepada umatnya bagaimana cara memperlakukan pemeluk agama lain ketika berpapasan di tengah jalan. Demikian pula seharusnya ajaran ini diqiyaskan secara aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Hendaknya seorang muslim tetap menyediakan ‘ruang sosial’ untuk menghormati mereka, tetapi ruang itu harus lebih sempit adanya dibandingkan dengan ruang sosial yang kita sediakan sesama muslim. Hal ini sebagai bukti keteguhan hati dalam beragama Islam.

Ruang itupun harus jelas batasannya. Imam Nawawi dalam Tafsir Munir menjelaskan bahwa penghormatan itu hanya boleh dilakukan dalam batas urusan duniawi (sosial saja) tidak menyinggung soal aqidah. Itupun harus disertai dengan keyakinan bahwa hanya Islamlah agama yang paling haq, adapun yang lain adalah bathil. Jikalau penghormatan itu terlalu berlebihan hingga melahirkan rasa simpati kepada agama lain, maka hal itu dilarang. Karena dapat menyebabkan kekufuran.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

Demikian pula pendapat Imam ar-Razi yang termaktub dalam tafsirnya Mafathul Ghaib. Meski demikian keterangan dalam Hasyiyah al-Bujairami alal Khatib memberikan pengecualian bahwa berhubungan dengan pemeluk agama lain sangat dianjurkan apabila dirasa mampu memberikan maslahah secara syar’i atau dapat menghindarkan diri dari bahaya

 ? (? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ... ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  ? ?

Pembahasan mengenai hubungan dengan agama lain menjadi sangat kontekstual ketika musim natal dan tahun baru tiba. Apalagi kalau tidak soal hukum mengucapkan natal dan tahun baru kepada pemeluk agama lain?

Beranjak dari keterangan teks di atas, memang tidak ada satupun kata yang menunjuk pada ucapan selamat natal ataupun tahun baru. Mungkin saja tradisi semacam itu tidak terdapat dalam kehidupan penulis pada zaman dan dilingkungannya. Akan tetapi teks tersebut bisa menjadi sumber simpulan melarang mengupkan selamat natal dan tahun baru kepada pemeluk agama lain, kecuali hanya sebagai basa-basi saja. Bukan diniatkan sebagai do’a apalagi sebagai rasa simpati dengan aqidahnya.

Demikialah tradisi saling berucap selamat ini dilakukan oleh umat bergama di Indonesia. Mereka saling mengucap selamat di hari raya dan tahun baru sebagai mujamalah dhahriyah (basa-basi saja) tanpa ada rasa dalam hati. Ini merupakan salah satu nilai yang terkandung dalam konsep tenggangrasa. Yaitu saling menjaga perasaan antara satu dan lainnya yang diejawantahkan dalam bentuk basa-basi dan kesopanan. Ini sangatlah penting karena ‘yang lain’ itu pada dasarnya adalah bagian dari keluarga besar Indonseia juga. Tenggangrasa tidak pernah meganggap yang lain adalah benar-benar orang lain. Tenggangrasa melihat perbedaan sebagaimana adik-kakak yang berbeda pendirian, berbeda selera dan keinginan tetapi mereka adalah satu keluarga. Sesuai dengan firman Allah swt 

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata,

Hal ini sungguh berbeda dengan konsep toleransi yang memandang orang lain adalah benar-benar orang lain, bukan bagian dari keluarga. Sehingga harus dihormati dan diberi kesempatan selayaknya menghormati seorang tamu bukan saudara. Diantaranya dengan membiarkan (tolere) apapun yang mereka lakukan meskipun itu berbeda dengan kita. Terasa sekali adanya unsur ‘agak memaksa’ dalam memberikan penghormatan menurut konsep toleransi. Dalam toleransi tersirat adanya kepentingan dalam ‘menghormati’ orang lain, penghormatan yang tidak lahir dari tulusnya hati tapi karena seuatu hadirnya sesutau yang lain.

Sesungguhnya jika diangan lebih dalam berbagai masalah yang timbul seputar wacana hubungan antar pemeluk agama (mulai dari ucapan selamat natal, valentine day, tahun baru, dll) itu muncul berbarengan dengan munculnya konsep toleransi itu sendiri. Walhasil apakah kita masih ingin melanjutkan keterjebakan kita dalam goa toleransi yang selalu menghadirkan permasalahan? Atau menggeser diri keluar dari kegelapan goa toleransi dan kembali pada terang tenggangrasa? (Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pendidikan, Internasional Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 26 Desember 2017

Benarkah Lindsay Lohan Jadi Mualaf?

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah



Mantan bintang Disney Lindsay Lohan dikabarkan menjadi mualaf setelah memeluk agama Islam. Ahad lalu, pemeran Cady Heron dalam film "Mean Girls" (2004) itu menghapus semua unggahan di media sosialnya; Instagram dan Twitter.

Benarkah Lindsay Lohan Jadi Mualaf? (Sumber Gambar : Nu Online)
Benarkah Lindsay Lohan Jadi Mualaf? (Sumber Gambar : Nu Online)

Benarkah Lindsay Lohan Jadi Mualaf?

Akhir pekan ini rumor pun beredar Lohan sudah berubah keyakinan menjadi seorang Muslim karena salam berbahasa Arab di laman Instagram miliknya, "Alaikum salam" yang kurang lebih berarti semoga kedamaian selalu menyertaimu, salam yang umum digunakan kaum Muslim.

Aktris berusia 30 tahun itu sebelumnya membuat heboh dengan menenteng Al-Quran pada hari pertama saat memberikan layanan sosial di New York musim panas tahun lalu.

Lohan mengatakan dia baru saja jatuh cinta kepada Islam dan dia mengungkapkan kalau dia sudah mempelajari agama untuk memuaskan rasa penasaran intelektual dan spiritualitasnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dia mengatakan kepada The Sun: "Saya orang yang sangat spiritual dan sangat terbuka untuk belajar,"?

Lohan yang terlahir Katolik itu juga mengungkapkan bahwa adik perempuannya Ali juga sedang menjelajahi sisi spiritualnya dan sudah beralih menganut Budha.

Selain itu, Lohan juga menjelaskan bahwa dia mempraktikan sebuah bentuk meditasi yang disebut "tapping", yang meliputi mengosongkan diri untuk mencapai ketenangan jiwa.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Itu jauh dari awal dia menunjukkan ketertarikannya kepada agama.

Selama masa kejayaannya menjadi bintang remaja, dia mengenakan gelang merang Kabbalah yang dipercaya menangkal nasib buruk yang diakibatkan oleh "si mata jahat".

Dia juga dikabarkan menghadiri sejumlah kelas Kabbalah dan pada 2012 dia bergabung dengan grup Budha-nya Courtney Love. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Amalan, Pendidikan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 08 Desember 2017

PBNU: Kami Kecewa Demo Damai Umat Islam Berujung Ricuh

Cirebon, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Said) menyayangkan demonstrasi 4 November oleh sedikitnya 24 ormas Islam berujung bentrok. Demonstrasi, kata Kang Said, harusnya sarana untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai.

"Bentrokan begini yang kita sayangkan, kita khawatirkan, dan kita takutkan. Ternyata kejadian juga," kata Kang Said kepada Pondok Pesantren Attauhidiyyah di kediamannya di Pesantren Kiai Haji Aqil Siroj (KHAS), Kempek, Cirebon, Jumat (4/11) malam.

PBNU: Kami Kecewa Demo Damai Umat Islam Berujung Ricuh (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Kami Kecewa Demo Damai Umat Islam Berujung Ricuh (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Kami Kecewa Demo Damai Umat Islam Berujung Ricuh

Itulah kenapa PBNU tidak memperkenankan nahdliyin turun berdemonstrasi di lapangan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Semestinya, kata Kang Said, peserta demonstrasi segera membubarkan diri setelah aspirasi mereka direspon pemerintah.

Kericuhan seperti ini jelas mencederai umat Islam.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Alhamdulillah NU tidak mengerahkan massanya," tandas Kang Said. (Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pendidikan, Quote Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 03 Desember 2017

Keutamaan Bulan Rajab Menurut KH Sholeh Darat Semarang (1)

Oleh M Rikza Chamami

Bulan Rajab sangat banyak dinanti oleh orang Islam. Sebab bulan ini semakin mendekatkan hadirnya bulan Ramadan yang sangat agung. Oleh sebab itu, perlu kembali kita renungkan bagaimana KH Sholeh bin Umar Assamarani (dikenal Mbah Sholeh Darat) menjelaskan tentang fadlilah bulan Rajab ini.

Dalam Kitab Lathaifut Thaharah wa Asrarus Sholat karya Mbah Sholeh Darat halaman 83-88 dituliskan bab khusus tentang "Bab Fadlilah Rajab". Kitab yang ditulis dengan pegon dan diterbitkan oleh Thoha Putra Semarang ini sangat detail menjelaskan keutamaan Rajab merujuk pada hadits Nabi.

Keutamaan Bulan Rajab Menurut KH Sholeh Darat Semarang (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Keutamaan Bulan Rajab Menurut KH Sholeh Darat Semarang (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Keutamaan Bulan Rajab Menurut KH Sholeh Darat Semarang (1)

KH Sholeh menjelaskan: "Nabi bersabda: Barang siapa yang mengucapkan kalimat ? ? ? sebanyak 100 kali tiap hari pada sepuluh hari awal Rajab,? mengucap ? ? ? sebanyak 100 kali tiap hari pada sepuluh hari kedua, dan mengucap ? ? sebanyak 100 kali tiap hari pada sepuluh hari ketiga, maka tidak ada orang yang bisa menghitung pahalanya".

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Hadits ini memberikan pengertian tentang bacaan atau wirid yang perlu didawamkan untuk dibaca setiap hari di bulan Rajab. Dan pahala yang didapatkan sangat banyak sekali, sehingga tidak bisa dihitung.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dan Rasulullah Saw juga menyampaikan bahwa bulan Rajab adalah bulannya Allah Swt, sedangkan bulan Syaban adalah bulannya Rasulullah, sementara bulan Ramadan merupakan bulannya umat Muhammad. Maka Nabi selanjutnya menegaskan bahwa siapa saja yang menjalankan puasa sehari di bulan Rajab murni karena Allah tanpa niat lainnya, maka akan selalu mendapatkan ridla agung Allah dan dijanjikan tempat surga Firdaus.

Sedangkan pahala puasa Rajab dua hari akan mendapatkan kelipatan dua kali hitungan semua gunung di dunia. Puasa tiga hari mendapat pahala penghalang neraka. Puasa empat hari mendapat pahala diselamatkan dari segala bala yang menimpa semacam junun, judzam dan barash serta diselamatkan dari fitnah Dajjal.

Sedangkan pahala puasa selama lima hari akan selamat dari siksa kubur. Pahala puasa enam hari adalah jaminan wajahnya bersinar saat keluar dari qubur sebagaimana sinar rembulan tanggal empat belas.

Adapun puasa tujuh hari adalah ditutupnya tujuh pintu neraka. Untuk pahala puasa delapan hari adalah dibukakan delapan pintu surga. Pahala puasa sembilan hari adalah akan bangun dari qubur dengan memanggil kalimat ? ? ? ? dan langsung masuk surga. Dan pahala sepuluh hari berpuasa adalah jalan mulus menuju shiratal mustaqim.

Mbah Sholeh Darat masih melanjutkan pahala puasa sebelas hari adalah tidak akan mendapat tandingan pahala kecuali orang yang sama menjalankan puasa 11 hari. Dan pahala puasa dua belas hari adalah mendapatkan pengakuan sebagai hamba yang mulia dibandingkan dunia dan seisinya.

Bersambung.....

Alfatihah.

Penulis adalah Wakil Ketua KOPISODA/Komunitas Pecinta Mbah Sholeh Darat, Alumni Qudsiyyah dan Dosen UIN Walisongo

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pendidikan, Internasional Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 23 November 2017

Kenapa Nabi Muhammad Diceritakan Kisah Orang Saleh Terdahulu?

Pacitan, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Habib Umar Muthohar dari Semarang, Jawa Tengah menuturkan, membaca kisah para ulama dapat mencerahkan hati karena mengandung keteladanan yang dapat memberikan semangat dalam kehidupan.

"Kisah para wali, orang saleh, dan para ulama akan menjadi tentara untuk membuka hati kita," kata Habib Umar dalam Peringatan Maulidurrosul dan Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani di Pesantren Salafiyah Al-Falah Karangrejo, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur, Jumat malam (22/1).

Kenapa Nabi Muhammad Diceritakan Kisah Orang Saleh Terdahulu? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Nabi Muhammad Diceritakan Kisah Orang Saleh Terdahulu? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Nabi Muhammad Diceritakan Kisah Orang Saleh Terdahulu?

Habib Umar menjelaskan, dibalik kisah para orang saleh dan ulama terdapat hikmah yang dapat dipetik, bermanfaat sebagai obat bagi hati yang gundah, sumber keceriaan, dan penyejuk jiwa.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Bila kita malas beribadah, bacalah kisah orang saleh ahli ibadah, bila kita malas bekerja, bacalah kisah orang hebat yang sukses. Karena itu semua dapat menggugah jiwa kita," kata Habib memberi semangat.

Allah SWT? dalam kitab suci Al-Qur’an,? menceritakan kepada Nabi muhammad SAW tentang kisah-kisah para nabi terdahulu yang dikenal gigih berjuang dalam menjalankan perintah Allah SWT. Hal itu tak lain agar nabi muhammad semakin mantap dalam mengemban risalah kenabiannya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Nabi Muhammad saja yang merupakan kekasih Allah masih diceritakan tentang kisah pendahulunya. Apalagi kita yang hanya umatnya," jelasnya.

Membaca dan mempelajari perjalanan hidup Nabi melalui pembacaan maulid dan shalawat merupakan pintu berkah menuju kebahagiaan. Bahkan kebahagiaan seseorang tergantung pada sejauh mana ia mengikuti petunjuk-petunjuk Nabi Muhammad SAW.

"Ingin bahagia, pelajari dan ikuti jejak orang saleh dan para ulama sebab mereka pasti bersambung dengan Rasulullah Muhammad SAW," pungkasnya.

Peringatan Maulidurrosul dan Haul Syaikh Abdul Qodir Al Jilani diisi dengan Tahtimul Quran, pembacaan tahlil dan Manaqib serta pembacaan Shalawat bersama Grup Ahbabul Mustofa, Madiun.

Selain dihadiri ribuan warga nahdliyin Pacitan, acara juga dihadiri oleh para kiai seperti, KH Umar Syahid, KH Faqih Sujak, KH Mahmud dan Kiai Muhammad Aminudin, Kiai Sardi dan Kiai Rizal Al Hafidz.. (Zaenal Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah IMNU, Ubudiyah, Pendidikan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 20 November 2017

CBDRMNU Sosialisasi Bencana Melalui Kegiatan Seni dan Budaya

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Upaya penanganan bencana tak henti-hentinya terus dilakukan, apalagi belakangan ini gempa yang cukup besar cukup terasa di Jakarta sehingga masyarakat perlu kesiapan untuk menghadapinya.

Dalam rangka memperingati hari pengurangan risiko bencana, Community Based Disaster Risk Management Nahdlatul Ulama (CBDRMNU) atau komunitas penanganan bencana berbasis komunitas NU menyelenggarakan sosialisasi bencana melalui kegiatan seni dan budaya.

CBDRMNU Sosialisasi Bencana Melalui Kegiatan Seni dan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
CBDRMNU Sosialisasi Bencana Melalui Kegiatan Seni dan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

CBDRMNU Sosialisasi Bencana Melalui Kegiatan Seni dan Budaya

Acara yang diselenggarakan di kantor PCNU Jakarta Barat, yang berada di Masjid Rusun Flamboyan, Jln. Flamboyan Cengkareng Barat, Jakarta Barat, Ahad (25/10) dengan acara lomba mewarnai gambar risiko bencana bagi anak PAUD dan TK, istighotsah dan pementasan seni daerah bertema pengurangan risiko bencana.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Kegiatan sosialisasi melalui seni dan budaya ini merupakan bagian dari penghargaan terhadap kesenian dan budaya lokal sebagai alat sebagai media pemahaman masyarakat pada pengurangan risiko bencana sehingga timbul kesadaran pentingnya pengelolaan bencana dan mendukung kegiatan pengurangan risiko bencana,” kata Sultonul Huda dari CBDRMNU

Beberapa bentuk kesenian yang ditampilkan adalah Marawis oleh Santri Siaga Bencana (SSB) Cengkareng, Hadrah dari SSB Assidiqiyah, Seni Beladiri dari SSB Grogol Petamburan, Qasidah Modern dan Band dari SSB Kebun Jeruk serta Lenong Betawi dari SSB Kalideres.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Media kesenian dan kebudayaan sebagai bagian dari kearifan lokal dapat mengembangkan kreatifitasnya dalam melakukan sosialisasi isu penanggulangan bencana kepada masyarakat dalam pentas-pentas yang dilakukannya,” tandasnya.

Ditambahkannya, melalui kegiatan seni ini, masyarakat juga diharapkan mengenal lebih luas tentang CBDRMNU Jakarta Barat sebagai organisasi yang bekerja pada penanggulangan bencana, sehingga mendukung segala jenis kegiatan yang dilaksanakannya.

Firdaus Mansur, asisten kesra Jakarta Barat menyambut baik adanya kegiatan ini karena wilayah Jakarta Barat sering terjadi bencana, terutama kebakaran. Dikatakannya, antara Januari-Oktober 2009 ini, terdapat 300 kali kebakaran, baik kecil dan besar.

Peserta Membludak

Dari target 500 peserta lomba menggambar, ternyata yang mengikuti acara ini mencapai sekitar 2000 peserta yang datang dari TK se Jakarta Barat. Sebagian peserta sampai harus menggambar dibawah pepohonan karena masjid dan aula yang disediakan tidak mancukupi. Terdapat tiga buah jenis sketsa yang disediakan panitia, yang selanjutnya diwarnai sesuai kreatifitas yang mereka miliki.

Ibu-ibu dengan setia menemani putra-putri mereka menggambar, sebagian malah memberikan petunjuk warna-warna yang harus dipakai. Rizky, 3 tahun yang ditemui Pondok Pesantren Attauhidiyyah malah ngambek karena tidak PD melihat banyaknya peserta dan tidak mengumpulkan gambarnya.

Sulton mengemukakan, sebenarnya yang menjadi target dari lomba menggambar ini adalah orang tua peserta lomba. “Jika mengumpulkan orang tua saja susah, makanya kita kasih lomba menggambar, pasti orang tuanya ikut dan disitu kita melakukan sosialisasi pentingnya penanganan bencana,” jelasnya.

Hal ini tampaknya cukup efektif, ibu Dimmah yang ditemui Pondok Pesantren Attauhidiyyah di lokasi menjadi mengenal lebih baik tentang pentingnya pengelolaan risiko bencana. “Ya, kita menjadi lebih tahu mengenai berbagai bencana dan bagaimana menanganinya,” tandasnya.

Berhasil menjadi juara pertama dalam lomba menggambar ini Indri dari TK Muslimat II yang mendapat hadiah 1 juta, Cahaya Madani, juara dua, dari TK Melati dengan hadiah 750 ribu, serta juara ketiga, Naila dari TK Lestari Indah dengan hadiah 500 ribu. Terdapat juga tiga juara harapan ditambah 20 orang yang mendapat piala nominasi.

Penilaian didasarkan atas kreatifitas, ketepatan waktu serta perpaduan antara kerapian, kebersihan dan kecocokan warna.

Lenong Gaul yang ditampilkan oleh SSB Kalideres juga tampil memukau. Mereka menceritakan upaya bagaimana menyelamatkan diri dari gempa dengan cara yang menarik dan tidak menggurui. Penonton diajak untuk masuk dalam sebuah alur cerita para Santri Siaga Bencana yang merupakan kader NU melakukan sosialisasi ke satu RW bagaimana jika bencana terjadi. Mereka menjadi tahu bagaimana menyelamatkan diri dan tahu keberadaan NU.

Selain di Jakarta, kegiatan serupa juga dilaksanakan di Magelang Jawa Tengah dan Jember Jawa Timur dengan format yang berbeda sesuai dengan kesedian dan tradisi lokal yang hidup di daerahnya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pendidikan, Lomba, Kyai Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 17 November 2017

Fatayat Sulsel Gelar Penyuluhan di Lapas hingga Pengobatan Gratis

Makassar, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pimpinan Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan bakal menggelar serangkaian acara dalam rangka menyambut hari lahir (halah) Fatayat NU yang jatuh pada 24 April nanti. Kegiatan praharlah ini diwujudkan dalam bentuk bakti sosial.

Fatayat NU Sulsel akan mengadakan antara lain penyuluhan narkoba bagi perempuan di Lapas Bolangi Kabupaten Gowa pada 23 April, layanan pengobatan gratis di Makassar pada 24 April 2016, dan donor darah di Makassar pada 26 April.

Fatayat Sulsel Gelar Penyuluhan di Lapas hingga Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat Sulsel Gelar Penyuluhan di Lapas hingga Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat Sulsel Gelar Penyuluhan di Lapas hingga Pengobatan Gratis

Hal ini disampaikan Ketua PW Fatayat NU Sulsel Nurul Ulfa dalam diskusi publik praharlah Fatayat NU di Aula Kantor PWNU Sulawesi Selatan, Jalan Perintis Kemerdekaan Km 9, Kompleks Universitas Islam Makassar, Kamis (21/4).

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Diskusi publik tersebut mengangkat tema "Meretas Profesionalisme dan Kompetensi Perempuan Sulsel dari Stereotip Sosial Kultural, menuju Pembangunan Berkeadilan". Narasumber yang hadir di antaranya Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof Masrurah Muktar, anggota DPRD Kabupaten Soppeng Andi Nurhidayati, dan Nurfadillah Mappaselleng, pakar budaya Sulsel.

Peran besar perempuan

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Prof Masrurah Muktar dalam paparannya banyak menyinggung eksistensi perempuan di dunia modern dewasa ini. Menurutnya, saat ini perempuan memiliki peran ganda, di dalam dan di luar keluarga.

"Sehingga ruang-ruang yang ada saat ini, baik itu dunia pendidikan, politik, dan lain sebagainya semua bisa berkontribusi, tanpa harus melihat gender," tambahnya.

Senada, Nurfadillah Mappaselleng berpendapat, laki-laki dan perempuan memiliki derajat sosial yang sama dan yang membedakan hanyalah fisik. "Dewasa ini, tanpa melihat jenis kelamin, semua orang memiliki kontribusi terhadap pembangunan bangsa, sehingga semuanya harus dihargai sesuai perannya masing-masing," tuturnya.

Namun, ia menilai saat ini masih banyak pandangan mengatasnamakan agama yang mereduksi peran perempuan.

Salah satu Anggota DPRD Kabupaten Soppeng Andi Nurhidayati banyak mengulas keterlibatan perempuan dalam politik 30 persen. Menurutnya, keterlibatan perempuan di parlemen memiliki kontribusi besar terhadap maju tidaknya pembangunan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat.

Tampak hadir Wakil Ketua PW Muslimat NU Sulsel Nurjannah Abna, ratusan pengurus Fatayat NU Sulsel, kader PMII Sulsel, pengurus IPNU Sulsel, dan ratusan mahasiswa Universitas Islam Makassar. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pertandingan, Pendidikan, Hikmah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 14 November 2017

Jenius, Kiai Desain NU Jadi Islam Tradisional Plus

Bandung Barat, Pondok Pesantren Attauhidiyyah?

Sekretaris Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya ManusiaPWNU Jawa Barat Wawan Gunawan mengatakan, NU merupakan organisasi Islam yang unik dan khas ala Indonesia. Lahir dengan identik sebagai komunitas tradisional, namun senantiasa berpikiran maju ke depan.?

Jenius, Kiai Desain NU Jadi Islam Tradisional Plus (Sumber Gambar : Nu Online)
Jenius, Kiai Desain NU Jadi Islam Tradisional Plus (Sumber Gambar : Nu Online)

Jenius, Kiai Desain NU Jadi Islam Tradisional Plus

Sisi tradisionalismenya, menurut dia, NU senantiasa akomodatif dengan adat dan tradisi masyarakat Indonesia. Demikian pula, NU merupakan pilar penting yang mengokohkan bangunan kebangsaan Indonesia hingga saat ini.

“Sisi tradisionalismenya, NU akomodatif dengan budaya dan kearifan lokal masyarakat. Tidak ada dalam kamus NU untuk memberantas adat dan budaya lokal. Selama tidak bertentangan dengan syariat, nilai dan tradisi lokal tetap dilestarikan dan diperkaya dengan nilai-nilai keislaman sebagaimana jalan dakwah yang ditempuh para Wali Songo itu,” katanya pada Sarasehan Nahdliyyin Bandung Barat di Pondok Pesantren al-Ghuroba, Sindangkerta, Sabtu (20/5).

Kemudian, dengan kejeniusan para kiainya, NU juga mampu mengawinkan pandangan keagamaan dengan wawasan kebangsaan secara komprehensif. Inilah poin plus nya-NU yang belum kita temukan pada belahan dunia Islam lainnya atau pun ormas lain di Indonesia.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Dalam konteks politik kebangsaan, di belahan dunia Muslim lainnya nasionalisme dan Islam masih belum ada titik temu dan seringkali terlibat konflik, bahkan peperangan satu sama lain. Maka, sebagai bangsa, kita wajib bersyukur dengan kehadiran NU karena adanya merupakan berkah bagi bangsa Indonesia yang aneka ragam ini,” ujar Wawan.

Jauh sebelum kemerdekaan, lanjut Wawan, NU melalui muktamarnya tahun 1936 di Banjarmasin telah menegaskan bahwa Indonesia sebagai darussalam (negeri damai), bukan darul islam atau daulah islam. Demikian pula, saat ijtihad kebangsaan KH Wahid Hasyim merelakan Pancasila sebagai dasar negara dalam sidang BPUPKI tahun 1945. Pada tahun 1983 dalam Munas Alim Ulama di Situbondo, NU merupakan organisasi pertama yang mencetuskan penerimaan asas tunggal Pancasila.

Wawan meyakini, pada masanya nanti dengan model corak keislaman yang dikembangkan NU, Islam Indonesia akan menjadi kiblat dari peradaban Islam dunia dalam menciptakan harmoni dan perdamaian.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Acara Sarasehan yang diigagas Nahdliyyin Bandung Barat ini diikuti tidak kurang dari 250-an ajengan dan aktivis Nahdliyyin. Selain Wawan, hadir juga sebagai narasumber diskusi adalah Ketua PW Ansor Jabar Deni Ahmad Haidar. Selepas disukusi, dilanjutkan dengan pembahasan draft rekomendasi yang dipandu KH Hilman Farid (inisiator sarasehan). Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula taushiyah Rais Syuriah PCNU KH Aa Maulana. (Edi Rusyandi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Internasional, AlaNu, Pendidikan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rabu, 08 November 2017

Bersama 6 Organisasi Pemuda Keagamaan

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan perwakilan dari enam organisasi pemuda keagamaan mengirim surat kepada Presiden Amerika Serikat (AS) dengan mendatangi Kedutaan Besar Amerika Serikat, di Jakarta, Jumat (17/11). Sedianya, surat tersebut dikirim ke Bush melalui Duta Besar AS untuk Indonesia, Lynn Pascoe.

Selain GP Ansor, organisasi yang turut menyurati Bush itu, antara lain, Pemuda Muhammadiyah, Generasi Muda-mudi Budha Indonesia (Gema Budhi), Pradah Indonesia, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Pemuda Katolik dan Generasi Muda (GM) Konghucu.

Sekretaris Jenderal PP GP Ansor, A Malik Haramain, mengatakan, dalam surat yang dikirim untuk Bush itu berisi tuntutan agar AS tidak bersikap sewenang-wenang terhadap negara lain dengan mengusung isu Hak Asasi Manusia (HAM) dan demokrasi. Surat protes itu juga menuntut agar Bush menghentikan politik standar ganda yang biasa dilakukan kepada negara lain.

Bersama 6 Organisasi Pemuda Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama 6 Organisasi Pemuda Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama 6 Organisasi Pemuda Keagamaan

“Kami juga meminta Pemerintah Amerika menghentikan invasi dan agresi kepada negara-negara di Timur Tengah dan AS dapat menempatkan diri sejajar dengan negara-negara lain,” kata Malik, demikian panggilan akrabnya, kepada Pondok Pesantren Attauhidiyyah usai bertemu Dubes AS.

Malik mengatakan, AS selama ini telah menghegemoni negara-negara dunia ketiga, termasuk Indonesia. Karenanya, dalam surat itu dicantumkan pula desakan kepada Bush dalam kunjungannya kali ini tidak untuk semakin menghegemoni Indonesia, serta negara-negara lain di Asia dan Timur Tengah.

”Kami juga meminta agar Bush menghentikan hegemoninya terhadap negara berkembang. Kita minta Bush menempatkan hubungannnya setara atau sejajar dengan negara-negara yang lain. AS jangan menjadi negara kanibal,” jelasnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dalam pertemuan itu, kata Malik, Dubes AS menanggapi positif surat protes tersebut. Pascoe berjanji akan menyerahkannya kepada Bush saat berkunjung ke Istana Bogor 20 November 2006 mendatang. ”Surat itu sekarang sudah dibawa Dubes. Katanya nanti akan disampaikan ke Bush,” ungkapnya.

Semua organisasi Pemuda Keagamaan itu juga berharap agar Pemerintah Indonesia tidak bersikap berlebihan dalam menyambut Bush dan dapat memanfaatkan pertemuan itu untuk menunjukkan bahwa masyarakat Indonseia cinta damai, antiperang dan tidak setuju dengan kebijakan luar negeri Amerika. (amh/rif)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Habib, Pendidikan, Aswaja Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 05 November 2017

Dana Kesejahteraan Umat Brebes Naik 100 Persen

Brebes, Pondok Pesantren Attauhidiyyah 

Dana Kesejahteraan Umat Kabupaten Brebes naik 100 persen. Bila tahun 2012 hanya Rp 3,29 milyar, tahun 2013 meningkat menjadi 6,77 milyar. Begitupun umat yang menerima pada tahun 2012 semula  5.620 orang, tahun 2013 menjadi 17.089 orang. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) H Mabruri SH di ruang kerjanya, Brebes, Jawa Tengah, pada Selasa (9/7).

Dana Kesejahteraan Umat Brebes Naik 100 Persen (Sumber Gambar : Nu Online)
Dana Kesejahteraan Umat Brebes Naik 100 Persen (Sumber Gambar : Nu Online)

Dana Kesejahteraan Umat Brebes Naik 100 Persen

Menurutnya, peningkatan dana tersebut untuk mendukung program 6 pilar kepemimpinan Bupati besutan Hj Idza Priyanti SE dan Narjo. 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari enam pilar tersebut, antara lain akan memberikan kesejahteraan untuk imam masjid sebanyak 8 ribu orang akan diberikan transport sebesar Rp 200 ribu per orang. Guru ngaji sebanyak 5500 orang masing-masing menerima Rp 500 ribu per orang. Dai daerah sebanyak 800 orang akan diberikan dana sebesar Rp 500 ribu per orang. Untuk Guru Madrasah sebanyak 2.664 orang masing-masing menerima Rp 500 ribu per orang. 

Sementara pengasuh pondok pesantren sebanyak 175 orang masing-masing diberi transport sebesar Rp 750 ribu per orang. Dan Hafidz-Hafidzah sebanyak 750 orang masing-masing diberikan Rp 750 ribu per orang.Dari 17.089 orang, lanjutnya, dana  yang digelontorkan untuk tahun ini sebesar Rp 6.775.750.000.00.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pentasyorufan (pembagian) dana tersebut kata Mabruri, mulai 12-24 Juli 2013. Untuk imam masjid, pengasuh pondok pesantren dan guru madin dipusatkan di kantor kecamatan masing-masing. Sedangkan untuk guru ngaji, dai daerah dan hafidz-hafidzah diberikan di pendopo. Para penerima sudah melalui tahapan verifikasi dan validitas data. 

“Antara lain, kalau suatu pesantren belum mendapatkan ijin operasional maka tidak berhak menerima, ” terangnya.

Dia menjelaskan, pembagian dana kesejahteraan umat di saat bulan Ramadhan merupakan tradisi bagi Pemerintah Kabupaten Brebes. “Program ini kami tempatkan di triwulan III, dan selalu jatuh pada bulan Ramadhan. Mudah-mudahan bermanfaat,” paparnya. 

Redaktur     : Abdullah Alawi 

Kontributor : Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Cerita, Pendidikan, Nahdlatul Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 29 Oktober 2017

Bank Sulselbar Akan Lengkapi Infrastruktur Universitas Islam Makassar

Makassar, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Bank Sulselbar tertarik melengkapi infrastruktur salah satu perguruan tinggi NU, Universitas Islam Makassar (UIM). Perhatian serius itu dibuktikan dengan kunjungan Direktur Umum Bank Sulselbar Ambo Syamsuddin ke Rektor UIM Dr. Ir. Hj. Majdah Agus Arifin Nu’mang, Selasa (16/12) kemarin.

Kunjungan itu dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran konkret kemajuan yang telah dicapai universitas yang dipimpin istri Wagub Sulsel itu, terutama dari segi sarana dan prasarana. Setelah di terima di ruang kerja, Ambo Syamsuddin bersama Majdah didampingi Pembantu Rektor II Ir. Saripuddin Muddin meninjau langsung ke Auditorium KH Muhyiddin Zain yang tengah dalam tahap penyelesaian akhir. Auditorium itu akan menampung sekitarb 4000 undangan dilengkapi dengan panggung berukuran besar dan balkon di bagian belakang.

Bank Sulselbar Akan Lengkapi Infrastruktur Universitas Islam Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)
Bank Sulselbar Akan Lengkapi Infrastruktur Universitas Islam Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)

Bank Sulselbar Akan Lengkapi Infrastruktur Universitas Islam Makassar

Menurut Ambo Syamsuddin, pihaknya memang menaruh perhatian besar kepada UIM karena telah mengalami perkembangan yang begitu pesat setidaknya dalam tiga tahun terakhir ini. Selain telah terbangun 11 gedung perkuliahan dan fasilitas lainnya yang cukup megah, juga perkembangan mahasiswanya telah mencapai 6.000 orang.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Untuk lengkah awal, pada tahun 2015 nanti Bank Sulselbar sudah menyiapkan bantuan khusus untuk melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan gedung auditorium. Gedung ini perlu kita dukung sepenuhnya karena dapat difungsikan secara produktif, baik oleh mahasiswa maupun masyarakat di daerah ini.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Kami terpanggil memberi bantuan nyata karena memang pengelolaan UIM semakin mapan di tangan ibu Rektor. Pembangunan fisiknya saja sudah tampak jauh dari bebrapa tahun lalu yang masih kelihatan dipenuhi pada rumput. Sekarang sudah dipenuhi gedung bertingkat,” tandasnya. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pendidikan, Sejarah, Amalan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 24 Oktober 2017

Kiai Said Ajak Warga NU Sukseskan Pilkada

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengajak warga NU untuk mensukseskan Pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada Rabu, 9 Desember 2015.?

“Ini akan menentukan sistem demokrasi kita. Kalau sukses, ini luar biasa dan menjadi contoh demokrasi yang ideal. Kita tunjukkan bahwa kita warga NU mempunyai prinsip yang ideal,” katanya di gedung PBNU, Senin (7/12).?

Kiai Said Ajak Warga NU Sukseskan Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Ajak Warga NU Sukseskan Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Ajak Warga NU Sukseskan Pilkada

Ia menegaskan bahwa memilih bukan kewajiban, melainkan hak. Karena itu, dengan jumlah pengikut sampai 80 juta, perilaku warga NU yang beradab, bermartabat, dan berbudaya dalam mensukseskan Pilkada dapat menjadi contoh di Indonesia dan di dunia.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Mengenai NU secara organisasi, Kiai Said mengatakan NU tetap memegang khittah, tetapi warga NU harus memilih calon-calon yang memiliki latar belakang NU.

“Kalau ngak ada calon NU-nya, ya calon yang dekat dengan NU, kalau ngak ada, calon yang memiliki sikap moderat. NU-nya memegang prinsip khittah, warga NU-nya harus memenangkan calon pemimpin yang dari NU,” tandasnya. (Mukafi Niam)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pendidikan, Lomba, Kyai Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rabu, 18 Oktober 2017

Pesantren Al-Badriyyah Mranggen Gelar Ziarah Makam Wali dan Ulama

Demak, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Pascaujian akhirus sanah dan muwada’ah, para santri kelas akhir Pesantren Al-Badriyyah Mranggen, Kabupaten Demak, melakukan ziarah ke makam sejumlah wali dan para kiai. Tradisi tahunan ini dimaksudkan untuk mendoakan para kekasih Allah, tetapi mengharapkan keberkahan demi kelancaran mereka menempuh pendidikan lebih inggi pascakelulusan.

“Saat jelang ujian kemarin, kita giatkan belajar. Sekarang giat berdoa. Ini juga bentuk rasa syukur karena ujian nasional dan ujian pesantren sudah kita lewati dengan lancar,” kata salah seorang santri Hasyim Ahmad.

Pesantren Al-Badriyyah Mranggen Gelar Ziarah Makam Wali dan Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Badriyyah Mranggen Gelar Ziarah Makam Wali dan Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Badriyyah Mranggen Gelar Ziarah Makam Wali dan Ulama

Kegiatan ini diikuti sebanyak 60 santri dari total 500 santri. Kegiatan ziarah ini berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu (17-18/5) yang dipimpin langsung pengasuh Pesantren Al-Badriyyah KH Muhibbin Muhsin.

“Wisata ziarah merupakan tradisi yang sudah dijalankan oleh warga NU sejak lama untuk menghormati leluhur dan para wali atau orang saleh yang dianggap mendedikasikan hidupnya untuk Agama Islam,” kata Ketua panitia H Badrul Munir.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menurut dia, ziarah juga merupakan salah satu tradisi yang telah berlangsung lama dilestarikan pesantren, selain tahlil, muludan, manaqiban, dan lain-lain.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

KH Muhibbin Muhsin mengatakan, kegiatan semacam ini perlu dilakukan untuk memperkenalkan sekaligus meneladani para wali. Kegiatan ini diadakan untuk memperoleh keberkahan dan meneladani semangat para wali dalam berjuang mempelajari dan menyebarkan ilmu tentang Islam terutama ilmu Al-Quran.

“Dari ziarah ini, para santri dapat mengambil teladan terutama bagaimana para wali beinteraksi dengan Al-Qur’an dan? mengimplementasikannya dalam hidup keseharian,” kata Kiai Muhibbin.

Ia juga mewanti-wanti agar para santri saat berziarah di makam auliya dan ulama selalu menjaga akhlak dan tatakrama. Salah satunya yakni ketika bertawassul niat dan tujuannya untuk berdoa kepada Allah SWT bukan kepada makamnya, karena hanya Allah SWT semata yang dapat mengijabah setiap doa.

Mereka menziarahi makam Sunan Kalijaga, Sunan Ampel, Sunan Drajat, Sunan Giri, Sunan Maulana Ibrahim As-Samarqandi, Sunan Bonang, KH Ma’shum Lasem, dan KH Kholil Bangkalan Madura. (Ben Zabidy/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pendidikan, Cerita Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rabu, 20 September 2017

Mensos Khofifah Dukung Program Perburuan Anak Putus Sekolah

Sungailiat, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa mendukung sepenuhnya pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepuluan Bangka Belitung yang mencanangkan program "perburuan anak putus sekolah" (Bunastulah).

Mensos Khofifah Dukung Program Perburuan Anak Putus Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Khofifah Dukung Program Perburuan Anak Putus Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Khofifah Dukung Program Perburuan Anak Putus Sekolah

"Saya mendukung sepenuhnya program Bunastulah yang digagas pemerintah Kabupaten Bangka, dan program ini baru pertama kali ini saya mengetehuinya," katanya di Sungailiat, Rabu, (5/4) saat menyerahkan bantuan sosial nontunai di Desa Silip Kecamatan Riausilip, Sungailiat seperti dilansir Antara.

Dengan dicanangkan program itu, dia minta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat memperioritaskan agar program yang cukup bagus ini dapat berjalan sesuai yang diinginkan bersama.

"Berbagai program sosial pemerintah pusat maupun daerah harus berdasarkan data yang valid, sehingga bantuan sosial dapat tepat sasaran," ucapnya, menegaskan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ia mengatakan, validasi data menjadi persoalan yang harus diselesaikan bersama antara pemerintah pusat dan daerah, karena seharusnya data diambil secara berjenjang dari pemerintah daerah mulai dari RT, kepala desa, camat, bupati, gubernur hingga akhirnya sampai ke menteri.

"Saya menginginkan adanya perubahan rezim beda data yang selama menjadi suatu persoalan bersama, namun jika pola pendataan dimulai dari tingkat RT sampai jenjang akhir ke menteri, Insyaallah beda data dapat dikurangi," ujarnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menurutnya, banyak program sosial pemerintah Kabupaten Bangka yang harus didukung semua pihak, mulai dari program Bunastulah, program "Perburuan Ibu Hamil Beresiko Tinggi" (Bumil Resti), dan "Perburuan Orang tua Hidup Sendiri" (Buratuhiri).

"Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masuk dalam kota yang menerima program beras sejahtera (ranstra) dari 44 kota di Indonesia," ujarnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Ubudiyah, Tokoh, Pendidikan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 24 Agustus 2017

Gus Syaikhul Minta Lapindo Hentikan Rencana Pengeboran di Tanggulangin

Sidoarjo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Komisi VII DPR RI yang membidangi energi, sumber daya mineral, ristek dan dikti, Syaikhul Islam Ali meminta Lapindo Brantas Inc untuk menghentikan rencana pengeboran gas dan minyak di sumur Tanggulangin I desa Kedungbanteng Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo. Menurut Syaikhul, pengeboran harus jauh dari pemukiman warga.

Gus Syaikhul Minta Lapindo Hentikan Rencana Pengeboran di Tanggulangin (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Syaikhul Minta Lapindo Hentikan Rencana Pengeboran di Tanggulangin (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Syaikhul Minta Lapindo Hentikan Rencana Pengeboran di Tanggulangin

"Jangan ngebor di situ karena dalam Industri Migas sesuatu yang sangat dihindari. Jarak 10-20 meter dari perkampungan warga harus dihindari. Karena sangat mengutamakan safety. Jadi harus dihentikan. Selain dekat dengan warga juga dekat dengan semburan lumpur Lapindo di Porong Sidoarjo," tegas Politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, Senin (11/1).

Menurutnya, dalam proses pengeboran harus ada izin dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) setempat, izin dengan SKK Migas (rencana kerja dan anggaran), ada juga izin keselamatan pengeboran dari Dirjen ESDM.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Sementara Lapindo ini bermasalah di ketiganya. Pertama izin lama dan belum dievaluasi oleh Lapindo. Ada izinnya, tapi itu izin lama. Kita juga harus melihat dampaknya yang pernah terjadi sebelumnya. SKK Migas juga menggunakan izin lama. Terus khusus izin dari Dirjen Migas ternyata belum ada izinnya," ungkap putra pemangku pesantre Bumi Sholawat itu.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Gus Syaikhul menjelaskan bahwa peristiwa semburan lumpur Lapindo itu membawa dampak luar biasa bagi masyarakat Sidoarjo. Untuk itu, sebelum dilakukan pengeboran kembali harus dievaluasi dan dikaji ulang izinnya.

Ia sebelumnya juga pernah mengirimkan surat kepada Kepala satuan kerja khusus pelaksana kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi, Kamis 7 Januari 2016.

Surat yang bernomor 001//A.63/DPR-RI/V/2016 itu tertulis bahwa Komisi VII dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta kejelasan terhadap rencana pengeboran sumur di Tanggulangin I oleh pihak Lapindo Brantas Inc di Desa Kedungbanteng Tanggulangin Sidoarjo.

"Kami mengklarifikasi izin kepada SKK Migas, terkait semua perizinan yang dimiliki Lapindo. Karena menurut Lapindo mereka disuruh SKK Migas. Blok Brantas luas, jangan mengebor di daerah berbahaya. Cari di sana yang jauh dari pemukiman warga. Lapindo kan punya lokasi pengeboran selain di Sidoarjo?" cetusnya.

Lebih jauh Gus Syaikhul menyebutkan, terkadang daerah tidak bisa menolak kalau perizinannya turun dan sudah lengkap. Pasalnya, daerah juga tidak mau dianggap menghambat investor. Namun, di sisi lain SKK Migas tidak harus memperhatikan perizinan di atas meja saja. Tetapi, juga melihat kondisi di luar sana.

Semua pihak harus mengambil pelajaran terkait semburan Lumpur Lapindo di Porong Sidoarjo, baik SKK Migas, Pemkab Sidoarjo maupun warga Sidoarjo Itu lebih dari cukup kerugian, baik materil maupun immateril. Sekarang juga masih belum selesai.

"Pertama, manusia harus diperioritaskan dari pada sekadar mengeruk sumber daya alam. Jadi kalau masyarakat menolak, itu artinya harus dilihat sebagai aspirasi, bukan direpresi dengan polisi dan tentara. Kedua, benefitnya untuk Sidoarjo tidak banyak. Ini jadi persoalan, karena itu sebagai uang jajan saja dari Lapindo dan besarannya tidak pasti sangat kecil sekali. Sementara risikonya sangat besar dengan kerugian sangat besar," ujarnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pendidikan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rabu, 07 Juni 2017

Penasehat Presiden Iran Kunjungi Redaksi NU Online

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah
Usai berdialog dengan sejumlah petinggi PBNU, Penasehat Presiden Republik Islam Iran Ayatullah Taqi Misbah Yazdi menyempatkan diri mengunjungi Kantor Redaksi Pondok Pesantren Attauhidiyyah di Gedung PBNU lantai 5, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, (22/5).

Misbah, begitu ulama Iran ini akrab disapa, yang saat itu didampingi Ketua Divisi Budaya Lembaga Internasional Majma’ Ahlul Bait, Hojjatul Islam Sayed Rois Zadeh Musawi dan Direktur Islamic Cultural Center (ICC), Sayyed Mohsin Hakimullohi, tampak kagum mengetahui bahwa NU memiliki Situs Resmi.

Ia semakin kagum saat melihat salah satu berita pada sebuah komputer tentang kunjungan Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad ke PBNU pada tanggal 12 Mei lalu. Berita berjudul ’Dari Kunjungan Ahmadinejad ke PBNU; Menolak Tunduk Pada Amerika’ itu tampak ia perhatikan cukup lama.

Namun sayang, ia tak memahami apa isi berita itu. Pasalnya ia tak mengerti bahasa Indonesia, sebagaimana berita itu ditulis.

“Bisa diterjemahkan?,” tanya Misbah kepada salah seorang penerjemah yang turut mendampinginya.

Tak lama kemudian sang penerjemah menerjemahkan sekilas isi berita tersebut kepada Misbah dalam bahasa Persia (bahasa Iran).

Setelah diterjemahkan, Misbah menganggukkan kepala tanda mengerti maksud dari berita tersebut. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Anti Hoax, Kajian Islam, Pendidikan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Penasehat Presiden Iran Kunjungi Redaksi NU Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Penasehat Presiden Iran Kunjungi Redaksi NU Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Penasehat Presiden Iran Kunjungi Redaksi NU Online