Minggu, 22 November 2015

NU Menuju Organisasi Profesional

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Sekjen PBNU Ir Iqbal Sullam menegaskan, arah dan kebijakan NU ke depan adalah menuju organisasi yang memiliki tradisi profesional agar bisa bersaing dengan umat yang lainnya. Semuanya tersebut, diarahkan untuk menghasilkan kesejahteraan ummat.

“Untuk mencapai itu, perlu dilakukan secara konsisten sehingga mampu menghasilkan keahlian,” katanya ketika menerima rombongan dari MWC NU Kangkung Kendal, Selasa (21/12).

NU Menuju Organisasi Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Menuju Organisasi Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Menuju Organisasi Profesional

Untuk memperbaiki kinerja NU, Iqbal menganjurkan agar MWC atau Cabang NU yang sudah maju dapat menjadi contoh bagi yang lainnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Drs Khofidin, wakil ketua MWC NU Kangkung menjelaskan, saat ini Maarif NU yang ada di daerahnya telah mengelola sejumlah lembaga pendidikan, diantaranya ada 2 Madrasah Tsanawiyah, 6 Madrasah Ibtidaiyah, 1 Madrasah Aliyah, 1 SMA, 23 Madrasah Diniyah, 16 Madrasah Wustho, 24 PTQ dan 1 Madrasah Ulya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Khofidin yang juga kepala sekolah di MTs NU Kangkung menjelaskan, kurikulum dan pengorganisasian sekolah-sekolah di Kendal sudah ditata rapi. MTs NU Kangkung sendiri saat ini terdaftar sebagai MTsNU nomor 20, dari total 29 MTsNU yang ada di Kendal. Saat ini Maarif NU Kendal sudah mengelola 29 MTs, 10 SMP, 5 SMA dan 3 SMK.

“Kita berharap agar PBNU mampu mendorong PCNU Kendal untuk membuat perguruan tinggi,” katanya.

Meskipun jumlah lembaga pendidikan yang dikelola sudah banyak, tetapi perlu peningkatan kualitas agar mampu bersaing dengan sekolah lainnya.

Hadir dalam rombongan tersebut ketua PAC Muslimat NU, Fatayat NU dan Ansor NU. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Cerita, Habib, Santri Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 17 November 2015

Habis Ciamis, Langsung Tasikmalaya

Tasikmalaya, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Setelah kemarin digelar di Kabupaten Ciamis, Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda); dalam rangka knsolidasi dan koordinasi para imam, khotib, dan DKM, akan digelar pula di Tasikmalaya, hari ini, Ahad (10/2).

Habis Ciamis, Langsung Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Habis Ciamis, Langsung Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Habis Ciamis, Langsung Tasikmalaya

Kegiatan tersebut rencananya akan berlangsung di aula PCNU Kabupaten Tasikmalaya. Acara akan dimulai pukul 09.00, dibuka amanat Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F. Mas’udi. Kemudian dilanjutkan materi pertama Revitalisasi masjid untuk memperkuat struktur dan kultur NU; akan disampaikan Ketua PP LTMNU KH Abdul Manan A. Ghani.

Kemudian materi fundrising (keuangan masjid) disampaikan KH Mansur Saeroji, pengembangan ekonomi masjid oleh Ir. Suaidi MM., database masjid oleh Sekretaris PP LTMNU KH Ibnu Hazen dan Ir. Soecipto, pentingnya sertifikasi wakaf nadzir NU dan tekniknya oleh KH Sholeh Qosim MM.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kegiatan yang diagendakan berakhir pukul 17.00 tersebut bertema “Wujudkan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat”; diikuti 200 orang peserta dari Kabupaten/Kota Tasikmalaya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rapimda tersebut terselenggara atas kerjasama PP LTMNU, PCNU Kabupaten/Kota Tasikmalaya dan PT Sinde Budi Sentosa.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Halaqoh Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 10 November 2015

Mahasiswa Pascasarjana NU di UGM Bahas Pangan Fungsional untuk Masyarakat

Yogyakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah  

Dalam rangka memperingati hari pangan dunia yang jatuh pada tanggal 16 Oktober, Forum Silaturrahmi Mahasiswa Pascasarjana Nahdlatul Ulama UGM bekerjasama dengan Pusat Studi Energi UGM menyelenggarakan diskusi bulanan ke-3 pada Rabu, (18/10). Diskusi ini mengusung tema “Peran Pangan Fungsional untuk Kesejahteraan Masyarakat.” 

Mahasiswa Pascasarjana NU di UGM Bahas Pangan Fungsional untuk Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Pascasarjana NU di UGM Bahas Pangan Fungsional untuk Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Pascasarjana NU di UGM Bahas Pangan Fungsional untuk Masyarakat

Hadir sebagai pembicara Satyaguna Rakhmatullah, alumni S2 Fakultas Peternakan UGM yang sekarang menjadi  peneliti di Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM. Selain itu ia juga aktif sebagai pengurus Lembaga Pengembangan Pertanian PWNU DIY. 

Satyaguna menyampaikan bahwa pangan fungsional itu erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Pangan fungsional ini adalah pangan yang tidak hanya memberikan nutrient atau nilai gizi, tetapi juga memberikan nilai kesehatan lebih bagi tubuh kita. 

Lebih lanjut, Satyaguna mengatakan bahwa pangan fungsional yang jumlahnya sangat banyak itu dapat kita temukan di lingkungan sekitar kita baik dalam bentuk umbi, sayur, maupun buah-buahan lokal. 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pemerintah diharapkan dapat mendorong kampanye pangan fungsional ini dalam rangka untuk meningkatkan taraf hidup masyarkat baik dalam sisi kesehatan maupun dalam konteks ekonomi. Setiap desa diharapkan dapat mengembangkan pangan fungsional yang berasal dari hasil alam yang organik sebagi ciri khas daerah tersebut dan sekaligus untuk menguatkan ketahanan pangan masyarakat.

Sementara Ahmad Rahma Wardhana, perwakilan Pusat Studi Energi menyampaikan bahwa yang terpenting dalam menyelenggarakan diskusi seperti ini adalah keistiqomahan. 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selain itu ia juga menyampaikan, sebagai forum yang berisi mahasiswa dari litas disiplin, forum ini memungkinkan kita untuk mengembangkan sudut pandang multi perspektif, untuk keluasan dan kedewasaan dalam mengambil keputusan. 

Diskusi ini diikuti oleh sekitar 30 mahasiswa S2 dan S3 yang berasal dari bebagai jurusan di kampus UGM, UIN Sunan Kalijaga dan UNY.  Forum ini merupakan wadah diskusi untuk mengembangkan intelektualitas mahasiswa Pascasarjana dari berbagai disiplin ilmu yang terikat oleh satu rasa emosi yang sama, yakni sebagai keluarga besar Nahdhlatul Ulama. (Irsyadul Ibad/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Kajian Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pesantren Al Hikam Gelar Sesarehan Pra Munas

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Meskipun pelaksanaan musyawarah nasional (munas) dan konferensi besar (konbes) yang sejatinya diselenggarakan pada 30-31 Agustus ini diundur pada 1-2 November, pesantren Al Hikam yang menjadi tuan rumah tetap menggelar kegiatan dalam bentuk silaturrahim halal bihalal dan sarasehan nasional ulama pesantren serta penataan program pra munas dan konbes.?

Pesantren Al Hikam Gelar Sesarehan Pra Munas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al Hikam Gelar Sesarehan Pra Munas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al Hikam Gelar Sesarehan Pra Munas

Ahmad Millah Hasan, panitia tim media dari pesantren Al Hikam, Kamis (28/8) menjelaskan, kegiatan tetap dilaksanakan karena panitia lokal sudah mempersiapkan semua kebutuhan yang diperlukan, sementara keputusan pengunduran jadual baru dilakukan dalam waktu yang mepet.

Rapat gabungan syuriyah-tanfidziyah yang diselenggarakan pada Rabu (27/8) memutuskan munas-konbes diundur agar rekomendasi jatuh pada tangan yang tepat, yaitu pemerintah baru, agar masukan dapat dilaksanakan. Hadir pada rapat tersebut Rais Aam KH Musthofa Bisri, Katib Aam KH Malik Madany, Ketua Umum KH Said Aqil Siroj, Wakil Ketua Umum H As’ad Said Ali dan para pengurus lainnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Akan hadir dalam pertemuan di pesantren Al Hikam tersebut 80 ulama terkemuka dari Jatim, 70 ulama pesantren dari Jateng, 62 ulama dari Jabar, dan 32 ulama Banten selain para peserta dari pengurus wilayah NU seluruh Indonesia.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sejumlah masalah penting masuk dalam agenda pembahasan yaitu Ahlussunnah dan Islam moderat dalam lintas Indonesia dan dunia, dan Indonesia masa depan pasca pilpres. Selain itu, dalam acara itu akan dibacakan "maklumat kebangsaan" tentang Indonesia masa depan.

Sejumlah nama tokoh nasional dijadwalkan hadir menjadi pembicara. Yaitu Presiden terpilih Joko Widodo, Jimly Asshiddiqie, Wahiduddin Adams, Jenderal Moldoko, Prof Masud Said, Refly Harun, Prof Gumilar Rusliwa, dll. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Hikmah, Makam Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 05 November 2015

Tablig Akbar Iringi Haflah Tilawah Al-Qur’an NU Sulsel

Makassar, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Kegiatan Tilawah Al-Qur’an NU Sulsel di Al Markaz Al Islami Makassar, Ahad (16/12), diiringi dengan tabligh akbar. Wagub Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, membuka Tablig Akbar dan Haflah Qur’an Nasional seusai shalat dhuhur berjamaah yang dilaksanakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulsel.

Mantan Ketua Umum PBNU yang juga salah satu Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi tampil sebagai penceramah inti dalam Tablig Akbar tersebut.

Tablig Akbar Iringi Haflah Tilawah Al-Qur’an NU Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Tablig Akbar Iringi Haflah Tilawah Al-Qur’an NU Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)

Tablig Akbar Iringi Haflah Tilawah Al-Qur’an NU Sulsel

Dalam ceramahnya ia berpesan agar sekiranya warga Nahdliyyin menjaga tradisi-tradisi keberagamaan dan berpengetahuan. Disisi lain beliau berpesan untuk ? senantiasa menjaga keberislaman kita semua. Beliau juga turut prihatin dengan maraknya konflik negara Timur Tengah.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Tak luput pula ia berpesan Nahdliyyin di Sulsel berperan serta menjadikan Pilgub Sulsel menjadi Pilkada damai. “Mudah-mudahan Pilgub di Sulsel bisa berjalan aman dan lancar serta bisa memilih pemimpin dengan damai”.

Agus Arifin Nu’mang ? berharap, Tablig Akbar tidak hanya berperan menambah pengetahuan di bidang agama, tetapi juga paling penting artinya untuk perbaikan moral dan mempererat hubungan silaturrahm dan kekerabatan, bukan hanya di kalangan umat Islam saja, tapi setidaknya juga bisa memperkokoh persaudaraan antar umat beragama.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Agus Arifin Nu’mang adalah salah satu anggota Musytasar PWNU Sulsel dan salah satu Pembina PW IPNU wilayah tersebut.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Andi Muhammad Idris

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Budaya, Habib, Makam Pondok Pesantren Attauhidiyyah