Minggu, 12 Juli 2015

Ansor Sumbar Terus Benahi Organisasi dan Kader

Padangpariaman,Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat terus melakukan pembenahan dengan konsolidasi kepengurusan Pimpinan Cabang di kabupaten dan kota. Kader Cabang-cabang yang sudah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) diminta mempersiapkan diri melaksanakan PKD lanjutan dan Konferensi Cabang (Konfercab).

Demikian diungkapkan Ketua Tim Carateker Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat Rahmat Tuanku Sulaiman pada rapat Tim Carateker PW Ansor Sumbar, Selasa (8/9) di batas Kota Padang – Padangpariaman.

Ansor Sumbar Terus Benahi Organisasi dan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sumbar Terus Benahi Organisasi dan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sumbar Terus Benahi Organisasi dan Kader

Dikatakan Rahmat, sesuai dengan SK Pengesahan Penunjukkan Tim Caretaker PW GP Ansor Sumbar tahun 2015 tertanggal 2 September 2015, menetapkan penasehat Rahmat Hidayat Pulungan (PP GP Ansor) dan Drs. Rusli Intan Sati, MM. Ketua Rahmat Tuanku Sulaiman, Sekretaris Hafnizon dengan anggota Armaidi, Firdaus, Zeki Ali Wardana dan Afriendi Sikumbang.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menurut Rahmat Tuanku Sulaiman, dalam waktu dekat Tim Caretaker berkoordinasi dengan kader Ansor di sejumlah Kabupaten/Kota di Sumatera Barat. "Untuk lebih memaksimalkan kerja Tim Caretaker, masing-masing anggota mengkonsolidasi kabupaten/kota. Hafnizon (Kota Solok, Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan), Afriendi (Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam dan Kota Padangpanjang), Armaidi (Kota Pariaman, Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat), Zeki Ali Wardana (Kabupaten 50 Kota, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Pesisir Selatan), Firdaus (Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Dhamasraya)," katanya.

"Kami berharap kader-kader Ansor, pemuda nahdiyin dan aktifis pemuda lainnya untuk menyiapkan diri masuk dalam kepengurusan Ansor di masing-masing Kabupaten/Kota. Sebelum dilaksanakan Konfercab, masing-masing pengurus diharuskan mengikuti PKD," kata Rahmat.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rapat Tim Caretaker ini dihadiri Ketua Rahmat Tuanku Sulaiman, Sekretaris Hafnizon dengan anggota Armaidi, Zeki Ali Wardana dan Afriendi Sikumbang, minus Firdaus yang berhalangan hadir.

Di bagian lain, Rahmat menambahkan, pada Mei 2015 lalu PW GP Ansor Sumbar sudah melaksanakan PKD sebanyak 5 angkatan yang menghasilkan 205 kader yang sudah mengikuti PKD. "Syarat menjadi pengurus PC Ansor di Kabupaten/Kota harus mengikuti PKD yang disetujui oleh PP GP Ansor. Selain itu, instruktur PKD langsung dari PP GP Ansor Jakarta," tutur Rahmat mantan anggota KPU Kabupaten Padangpariaman ini. (armaidi tanjung/abdullah alawi)

Keterangan foto:

Rahmat Tuanku Sulaiman sedang memimpin Rapat Tim Caretaker, Selasa (8/9/2015)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Sunnah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 11 Juli 2015

Pencairan Dana Talangan, Mensos Minta Kumpulkan Berkas Selambatnya 31 Juli

Sidoarjo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah? . Menteri Sosial Republik Indonesia Hj Khofifah Indar Parawansa meminta kepada para korban lumpur lapindo yang berada di dalam Peta Area Terdampak (PAT) untuk segera melengkapi berkas atau persyaratan pencairan dana talangan korban lumpur yang masih kurang selambat-lambatnya tanggal 31 Juli 2015.

Pencairan Dana Talangan, Mensos Minta Kumpulkan Berkas Selambatnya 31 Juli (Sumber Gambar : Nu Online)
Pencairan Dana Talangan, Mensos Minta Kumpulkan Berkas Selambatnya 31 Juli (Sumber Gambar : Nu Online)

Pencairan Dana Talangan, Mensos Minta Kumpulkan Berkas Selambatnya 31 Juli

"Sekarang masih kita cocokkan sejumlah 3337 berkas dan baru 1027 berkas yang tervalidasi. Kami juga masih menunggu kelengkapan warga sampai 31 Juli. Supaya pada pencairan nanti warga sama-sama menerima," kata Khofifah kepada ratusan warga korban lumpur lapindo di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (14/7).

Menurutnya, semua dokumen harus masuk paling lambat 31 Juli 2015. Kalau ada surat keterangan kematian, mohon Bupati Sidoarjo untuk membantu percepatan dokumen yang dibutuhkan warga. "Bagi warga yang belum melengkapi surat-suratnya, supaya meminta bantuan Bupati, Camat dan Lurah setempat," tegas Pimpinan PP Muslimat NU ini.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dia juga meminta kepada Pansus DPRD Tingkat II terkait dengan korban lumpur Sidoarjo untuk pro aktif membantu kelengkapan percapatan dokumen. Tidak hanya itu saja, dirinya juga meminta kepada Minarak Lapindo Jaya, BPLS, Pemkab Sidoarjo dan DPRD untuk sama-sama pro aktif dalam membantu masyarakat.

“Jika semua berkas sudah lengkap, maka data tersebut akan dibawa ke KPKN dan akan ditransfer ke warga korban lumpur lapindo lewat rekening BRI,” jelasnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sementara Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah mengingatkan, bahwa awal musibah luapan lumpur di Porong, Tanggulangin dan Jabon terjadi sejak 29 Mei 2006. Dirinya bersama pemerintah sudah bersusah payah melakukan cara untuk melunasi dana bagi para korban. Saat ini sedang berlangsung proses validasi diharapkan selesai secepatnya.

"Bagi warga yang belum melengkapi persyaratannya supaya diselesaikan secepatnya. Memecahkan permasalahan ini tidak gampang, karena ini uang negara. Sekali lagi tidak gampang. Maka warga korban lumpur harus sabar," ungkap Abah Ipul sapaan akrab Bupati. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Aswaja Pondok Pesantren Attauhidiyyah