Senin, 12 Maret 2018

PB PMII Tunggu Hasil Kajian Tim Kaderisasi PBNU

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) masih menunggu hasil kajian Tim kaderisasi dari pihak PBNU terkait wacana organisasi mahasiswa ini kembali ke NU.

“Selama ini kader-kader yang setuju hanya pendapat pribadi, secara struktural, PMII belum menyatakan sikap,” ujar Ketua Umum PB PMII Aminuddin Ma’ruf saat berkunjung ke Redaksi Pondok Pesantren Attauhidiyyah, Sabtu, (31/1) malam.

PB PMII Tunggu Hasil Kajian Tim Kaderisasi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
PB PMII Tunggu Hasil Kajian Tim Kaderisasi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

PB PMII Tunggu Hasil Kajian Tim Kaderisasi PBNU

Aminuddin menyatakan, persoalan besar seperti ini tidak bisa diputuskan secara sepihak melainkan harus melalui putusan kongres. Dia juga menuturkan terkait para pendiri dan senior PMII yang menyarankan kembali ke NU, bahwa perjuangan menjaga akidah Aswaja tidak terkait dengan positioning PMII-NU.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Hasil konsolidasi dari tujuh wilayah, saya menegaskan kepada para kader, wajib hukumnya menjaga akidah aswaja NU di kampus,” ? ucapnya di sela-sela acara Harlah ke-89 NU.?

Mengenai batas waktu penentuan sikap hingga pelaksanaan Muktamar 2015 oleh PBNU, Aminudin menerangkan, pihaknya membiarkan Tim PBNU bekerja terlebih dahulu hingga menemukan persepsi yang sama mengenai persoalan ini.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Selama ini kami belum berkomunikasi dengan tim kaderisasi PBNU, pihak kami juga sedang merumuskan makna interdependensi dengan NU yang selama ini belum dijelaskan,” paparnya.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, PBNU telah menyiapkan beberapa langkah kaderisasi NU di tingkat kampus. Hal ini terkait dengan persebaran kader NU di berbagai perguruan tinggi di Indonesia serta semakin banyaknya kampus baru yang didirikan dengan berbadan hukum NU dan prasasti perguruan tinggi NU pun telah ditandatangani Wapres Jusuf Kalla dalam acara Harlah ke-89 NU di PBNU Jakarta.

Sebelumnya diberitakan juga, pada Muktamar 2015 nanti, jika PMII tetap tidak mau bergabung dengan NU, PBNU bahkan siap mengajukan nama organisasi kemahasiswaan NU baru yang akan disahkan dalam Muktamar NU 2015.? (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Syariah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 10 Maret 2018

Karya-karya Hadratusy Syaikh

Sebagai seorang ulama panutan, Hadratusy Syaikh KH M. Hasyim Asyari tidak hanya pandai berbicara di dalam mushola, kelas, atau mimbar-mimbar pengajian umum, tapi juga memiliki tradisi kepenulisan yang kuat. Sejumlah disiplin keislaman di bidang akidah, akhlah, hingga ilmu fiqih ia tulis dengan serius.

Berikut ini sejumlah karya Kiai Hasyim Asy’ari yang masih menjadi kitab  wajib untuk dipelajari di pesantren-pesantren Nusantara. Catatan karya Mbah Hasyim diambil dari website Pesantren Tebuireng (tebuireng.net):

Karya-karya Hadratusy Syaikh (Sumber Gambar : Nu Online)
Karya-karya Hadratusy Syaikh (Sumber Gambar : Nu Online)

Karya-karya Hadratusy Syaikh

1. Adabul Alim Wal Mutaallim adalah sebuah kitab yang mengupas tentang pentingnya menuntut dan menghormati ilmu serta guru. Dalam kitab ini KH. M. Hasyim Asyari menjelaskan kepada kita tentang cara bagaimana agar ilmu itu mudah dan cepat dipahami dengan baik. Kitab yang terdiri dari beberapa bab ini, memberikan pula kepada kita pencerahan tentang mencari dan menjadikan ilmu benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat. Salah satu contoh yang diberikan oleh KH. M. Hasyim Asyari kepada kita adalah bahwa ilmu akan lebih mudah diserap dan diterima apabila kita dalam keadaan suci atau berwudhu terlebih dahulu sebelum mencari ilmu. Banyak hal yang bisa kita petik dalam rangka mencari ilmu ketika kita membaca kitab ini.

2. Risalah Ahlis Sunnah Wal Jamaah merupakan pedoman bagi warga NU dalam mempelajari tentang apa yang disebut ahlus sunnah wal jamaah atau sering disingkat dengan ASWAJA. Dalam kitab ini, Hadratus Syaikh juga mengulas tentang beberapa persoalan yang berkembangan dimasyarakat semisal, apa yang disebut dengan bidah? Menerangkan pula tentang tanda-tanda kiamat yang terjadi pada masa sekarang ini. Banyak golongan yang mengaku bahwa mereka juga merupakan golongan ahlus sunnah wal jamaah. Akan tetapi dalam ibadah, amal perbuatannya banyak menyimpang dari tuntunan Rasulullah SAW. Dalam kitab ini diuraikan dengan jelas tentang bagaimana sebenarnya ahlus sunnah wal jamaah tersebut.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

3. At-Tibyan Fin Nahyi An-Muqothoatil Arham Wal Aqorib Wal Ikhwan merupakan kumpulan beberapa pikiran khususnya yang berhubungan dengan Nahdlatul Ulama. Dalam kitab ini, ditekankan pentingnya menjalin silaturrohim dengan sesama serta bahayanya memutus tali sillaturohim. Didalam kitab ini pula, termuat Qunun Asas atau udang-undang dasar berdirinya Nadhatul Ulama (NU) serta 40 hadits nabi yang berhubungan dengan pendirian Nahdlatul Ulama. Dalam kitab ini, dikisahkan bahwa KH. Muhammad Hasyim Asyari pernah mendatangi seorang kyai yang ahli ibadah karena kyai tersebut tidak mau menyambung silaturrohim dengan masyarakat sekitar sehingga sempat terjadi perdebatan antara keduanya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

4. An-Nurul Mubin Fi Mahabbati Sayyidil Mursalin merupakan karya KH. Muhammad Hasyim Asyari yang menjelaskan tentang rasa cinta kepada nabi Muhammad SAW. Dalam kitab tersebut, dijelaskan pula tentang sifat-sifat terpuji nabi Muhammad SAW yang bisa menjadi suri tauladan bagi kita semua. Dijelaskan pula tentang kewajiban kita taat, menghormati kepada perintah Allah SWT yang telah disampaikan melalui nabi Muhammad SAW baik melalui al-qur an atau hadits. Silsilah keluarga nabi Muhammad SAW, tidak luput dari pembahasan. Singkat kata, dalam kitab ini, kita mendapatkan sejarah yang relatif lengkap dan menarik untuk dikaji serta dijadikan tauladan menuju insan kamil.

5. Ziyadatut Taliqot merupakan kitab yang berisi tentang polemik beliau dengan KH. Abdullah Bin Yasin Pasuruan tentang beberapa hal yang berkembang pada masa itu. Perdebatan terjadi pada beberapa masalah yang tidak sesuai antara pandangan Nahdlatul Ulama dengan KH. Abdullah Bin Yasin Pasuruan. Banyak sekali permasalahan yang diperdebatkan sehingga kitab ini begitu tebal dan permasalahan yang diperdebatkan masih terjadi dimasyarakat.

6. At-Tanbihatul Wajibat Li Man Yasna Al-Maulid Bil Munkaroti adalah sebuah kitab tentang pandangan KH. Muhammad Hasyim Asyari tantang peringatan maulid nabi Muhammad SAW yang disertai dengan perbuatan maksiat atau munkar. Dalam kitab tersebut, diceritakan bahwa pada jaman dulu, disekitar Madiun, setelah pembacaan shalawat nabi, para pemuda segera menuju arena untuk mengadu keahlian dalam hal bela diri silat atau pencak. Acara itu, masih dalam rangkaian peringatan maulid serta dihadiri oleh gadis-gadis yang saling berdesakan dengan para pemuda. Mereka saling berteriak kegirangan hingga lupa bahwa saat itu, mereka sedang memperingati maulid nabi Muhammad SAW. Hal tersebut menimbulkan keprihatinan KH. Muhammad Hasyim Asyari sehingga beliau mengarang kitab ini.

7. Dhouul Misbah Fi Bayani Ahkamin Nikah berisi pikiran ataupun pandangan KH. Muhammad Hasyim Asyari tentang lembaga perkawinan. Dalam kitab tersebut, beliau menangkap betapa pada saat itu, banyak pemuda yang ingin menikah, akan tetapi tidak mengtahui syarat dan rukunnya nikah. Tidak tahu pula tentang tata cara / sopan santun dalam pernikahan sehingga dalam mereka menjadi bingung karenanya. Dalam kitab tersebut, terkandung beberapa nasehat yang penting agar lembaga perkawinan betul-betul bisa menjadi sebuah keluarga yang Sakinah, Mawaddah Wa Rahmah sesuai tuntunan agama.

Selain menulis kitab, Kiai Hasyim juga rajin menyebarkan ilmu dan penapatnya di sejumlah media yang beredar secara nasional pada waktu itu, di antaranya, majalah Soeara Moeslimin Indonesia (majalah milik Masyumi), Berita NO, Soeloeh NO, Swara NO, dan sebagainya. 

Tema yang beliau tulis tidak sebatas bidang ilmu keagamaan, tapi juga meliputi pertanahan dan pertanian, politik internasional, kolonialisme, dan macam-macam lagi. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Ulama Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 09 Maret 2018

Keutamaan Dzikir Setelah Shalat Wajib

Usai mengerjakan shalat sebaiknya jangan langsung beranjak dari tempat shalat. Biasakan diri untuk dzikir sejenak dan berdo’a untuk kebaikan kita di dunia dan akhirat. Sebab dzikir merupakan ibadah yang sangat dianjurkan saat selesai shalat.

Ia termasuk ibadah yang mudah dan ringan dilakukan, namun ganjaran yang diberikan sangatlah besar. Kendati mudah dilakukan, ada banyak godaan yang harus disingkirkan agar tetap istiqamah dalam berdzikir. Di antara godaan yang dimaksud adalah malas.

Keutamaan Dzikir Setelah Shalat Wajib (Sumber Gambar : Nu Online)
Keutamaan Dzikir Setelah Shalat Wajib (Sumber Gambar : Nu Online)

Keutamaan Dzikir Setelah Shalat Wajib

Dalam Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali memasukkan bahasan khusus tentang do’a dan dzikir. Menurutnya, salah satu dzikir yang sangat dianjurkan ialah membaca subhânallâh, alhamdulillâh, dan allâhu akbar sebanyak 33 kali. Kemudian ditutup dengan melafalkan lâ ilâha illallâh lâ syarîka lahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alâ kulli syai‘in qadîr satu kali.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pendapat ini didasarkan pada hadis riwayat Abu Hurairah yang berbunyi:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Artinya, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Siapa yang bertasbih, bertahmid, dan bertakbir setelah shalat sebanyak 33 kali dan menutupnya dengan membaca lâ ilâha illallâh lâ syarîka lahu lahul mulku wa lahulhamdu wa huwa ‘alâ kulli syai’in qadîr, maka dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan,’” (HR. Malik).

Dengan demikian, budayakan setelah shalat membaca semua dzikir di atas. Berdasarkan hadits yang dikutip di atas, orang yang terbiasa melakukan ibadah ini, dosanya akan diampuni Allah Yang Maha Pengampun meskipun dosanya sebanyak buih di lautan. Wallahu a‘lam. (Hengki Ferdiansyah).

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Tokoh, Warta, Kyai Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rabu, 07 Maret 2018

Pemuda Harus Jadikan Sejarah sebagai Refleksi

Banyuwangi, Pondok Pesantren Attauhidiyyah 

Tugas pemuda bukan hanya membaca sejarah, tapi mengingat dan menjadikannya refleksi. Kaum muda memperjuangkan kemerdekaan dengan semangat yang sangat tinggi. Bagi mahasiswa harus mengingat sejarah kemerdekaan yang kala itu dimotori oleh para pemuda. 



Hal tersebut disampaikan Direktur Student Crisis Centre IPNU Banyuwangi, Ibnu Tsani Rosyada pada kegiatan Ngobrol Pintar (Ngopi)) Pelajar Keren di Taman Hijau Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng, Banyuwangi (16/09).

Pemuda Harus Jadikan Sejarah sebagai Refleksi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Harus Jadikan Sejarah sebagai Refleksi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Harus Jadikan Sejarah sebagai Refleksi

Ibnu yang akrab disapa Noe, mengungkapkan pentingnya organisasi, mengingat para pemuda dulu juga berorganisasi dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Yang terpenting dalam sebuah organisasi adalah proses. Dan, pemuda dituntut sebagai insan yang terpelajar yang dapat menghadirkan perubahan. Tidak melihat saja," katanya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Noe juga mengatakan para pemuda hari ini diharapkan menjadi penerus generasi selanjutnya.

“Tentunya perlu ada persiapan baik ilmu pengetahuan maupun sebuah karya," tambah Noe.

Menurutnya banyak cara ketika pemuda dalam berkarya. Seperti memberikan sebuah pemikiran, atau menghasilkan produk tertentu. 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Acara yang digelar Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi IPNU IPPNU Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng tersebut berjalan aktif. Para peserta didominasi kader-kader Nahdliyin muda, mahasiswa baru, dan pengurus PMII Ibrahimy Genteng. Dipenghujung diskusi, para peserta Ngopi Pelajar Keren diajak mengumandangkan shalawat badar. (Red/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Jadwal Kajian, Kajian Sunnah, Nahdlatul Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 06 Maret 2018

Kemenpora Inisiasi Gerakan Pemuda Pelopor Bela Negara

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menginisiasi program Pemuda Pelopor Bela Negara. Program ini diinisiasi sebagai upaya untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme generasi muda di daerah perbatasan terluar, terdalam, dan tertinggal di Indonesia.

Dalam akun twitter resminya @KEMENPORA_RI, mereka menjelaskan bahwa program ini penting karena pemuda Indonesia harus menjadi pelopor masyarakat untuk cinta Pancasila dan rela berkorban bagi bangsa dan negara.

Kemenpora Inisiasi Gerakan Pemuda Pelopor Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenpora Inisiasi Gerakan Pemuda Pelopor Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenpora Inisiasi Gerakan Pemuda Pelopor Bela Negara

Kemenpora juga menjelaskan, program ini sesuai dengan visi-misi Presiden Jokowi yang berupaya untuk membangun Indonesia dari pinggiran.

“Para pemuda direkrut untuk dilatih dan dididik kedisiplinan, etos kerja kuat, berkarakter, dan cinta tanah air,” tulis Kemenpora dalam akun twitternya tersebut, Kamis (3/3).

Dalam keterangannya, Kemenpora mengungkapkan bahwa pada periode 2016, Kemenpora akan merekrut pemuda sebanyak 450 kader dari 15 kabupaten terluar dan tertinggal.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Jadi, kepeloporan pemuda harus diperkuat demi kemajuan bangsa di masa yang akan datang,” tutupnya.?

Sebelumnya, Kemenpora juga meluncurkan program Pemuda Maritim. Program ini berupaya memberdayakan para pemuda di pesisir untuk memanfaatkan sumber daya laut agar diperoleh produk-produk laut berkualitas. Rencanaya, Kemenpora akan meresmikan program Pemuda Maritim bulan Maret 2016 ini. (Baca:? Kemenpora Luncurkan Program Pemuda Maritim)?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah





(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Cerita, News Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pagar Nusa Dikembangkan tanpa Acuhkan Kearifan Lokal

Jember, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Pagar Nusa ingin mengembangkan pencak silat tanpa mengabaikan kearifan lokal. Sebab, ketika kearifan lokal diacuhkan, maka ia sangat berpotensi menimbulkan ketegangan, bahkan benturan di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ketua PW Pagar Nusa Jawa Timur H Faidhul Mannan saat memberikan pengarahan dalam acara Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) di Pondok Pesantren Al-Qodiri, Gebang, Jember, Ahad (10/12).

Pagar Nusa Dikembangkan tanpa Acuhkan Kearifan Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Dikembangkan tanpa Acuhkan Kearifan Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Dikembangkan tanpa Acuhkan Kearifan Lokal

Menurutnya, Pagar Nusa akan mengakomodasi kelompok silat manapun untuk bergabung, membangun kekuatan demi kejayaan NU, bangsa dan negara. "Oleh karena itu, saya mengajak bagi warga (pesilat) NU yang masih berada di mana-mana, mari kembali ke habitat aslinya.  Sekarang NU sudah punya wadah pesilat resmi, yaitu Pagar Nusa," ucapnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pria kelahiran Situbondo itu menambahkan bahwa di tubuh Pagar Nusa sendiri cukup beragam aliran silat sesuai dengan budaya daerah, misalnya aliran Cimande, Kuntu, Gasmi, Pamor (Pamekasan), Jokotole, Bawean, dan sebagainya. Aliran-aliran silat tersebut tetap bisa eksis, bahkan dikembangkan dengan catatan platform dan visi misinya harus mengikuti Pagar Nusa.

"Kalau di Jember berkembang  aliran Cimande, ya tidak apa-apa. Silakan diakomodasi, dan ciri khas Cimandenya tak akan hilang, namun tetap harus mengikuti garis besar Pagar Nusa," ungkapnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ketua Pencak Silat Pagar Nusa Jember H Fathorrozi menegaskan bahwa kegiatan UKT dimaksudkan untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas para pesilat secara berjenjang sehingga semakin  lama semakin banyak pesilat yang memenuhi kualifikasi. "Saya punya target, dalam lima tahun kedepan minimal ada 5000 pelatih," tukasnya saat memberikan sambutan.

UKT itu sendiri diikuti oleh 600-an pesilat Pagar Nusa yang datang dari berbagai  kecamatan di Kabupaten Jember. Hadir dalam acara  tersebut, fungsionaris Pimpinan Pusat Pagar Nusa Lora Fadil Muzakki yang  menjadi tuan rumah, Wakil Ketua PCNU Jember H Misbahus Salam. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Syariah, PonPes, Bahtsul Masail Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 05 Maret 2018

Enam Tips Tetap Sehat Selama Puasa Ramadhan

Oleh : Masludi S



Marhaban Ya Ramadhan

Marhaban barasal dari kata rahb yang berarti luas atau lapang. Marhaban menggambarkan suasana penerimaan tetamu yang disambut dan diterima dengan lapang dada, dan penuh kegembiraan. Marhaban ya Ramadhan (selamat datang Ramadhan), mengandungi arti bahwa kita menyambut Ramadhan dengan lapang dada, penuh kegembiraan, tidak dengan keluhan.?

Enam Tips Tetap Sehat Selama Puasa Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Enam Tips Tetap Sehat Selama Puasa Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Enam Tips Tetap Sehat Selama Puasa Ramadhan

Rasulullah sendiri senantiasa menyambut gembira setiap datangnya Ramadhan. Dan berita gembira itu disampaikan pula kepada para sahabatnya seraya bersabda: "Sungguh telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan. Allah telah memfardlukan atas kamu puasanya. Di dalam bulan Ramadhan dibuka segala pintu surga dan dikunci segala pintu neraka dan dibelenggu seluruh setan. Padanya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa tidak diberikan kepadanya kebaikan malam itu maka sesungguhnya dia telah dijauhkan dari kebajikan" (HR. Ahmad)?

Bagi kaum muslimin, ibadah puasa, baik puasa wajib maupun puasa sunah, bukanlah sesuatu yang asing. Umat Islam telah terbiasa melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan dan merupakan ibadah mahdhah yang wajib dilaksanakan. Umat Islam diwajibkan berpuasa di bulan Ramadhan sebulan penuh ketika sudah berusia akil balig. Seorang dipandang sudah akil balig apabila laki-laki sudah mimpi basah (mengeluarkan sperma) dan perempuan sudah mengalami menstruasi atau haid.

Bagi umat Islam, Pengertian as-shaum (puasa) menurut bahasa adalah menahan diri dari sesuatu. Sedangkan menurut istilah agama (syara’) adalah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari dengan niat dan syarat-syarat tertentu. Jadi puasa adalah menahan diri dari makan dan minum serta hal-hal lain yang membatalkannya mulai terbit fajar hingga matahari terbenam, dengan niat dan beberapa syarat. Al-Quran mengungkapkan bahwa puasa adalah aktivitas ubudiyah agar orang-orang beriman mencapai derajat takwa. Dalam Al-Quran surah al-Baqarah: 183 dijelaskan tentang puasa, sebagai berikut:?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang-orang yang bertaqwa. (Al-Baqarah:183)

Pada umumnya munculnya berbagai macam penyakit yang menimpa banyak manusia, lebih-lebih di zaman modern sekarang ini, lebih banyak disebabkan oleh keresahan, kegelisahan, ketegangan jiwa, stres berat, dan juga akibat pola makan yang tidak baik dan tidak benar. Apalagi makan dan minum yang berlebih-lebihan. Keresahan, kegelisahan, ketegangan jiwa, stres berat akan menyebabkan saraf menjadi tegang dan meningkatnya kekalutan, kemudian mempengaruhi saraf-saraf lambung, seringkali menyebabkan sulitnya pencernaan, luka lambung (maag), denyut jantung tidak normal, sukar tidur, dan pusing-pusing.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menurut Ilmu Kedokteran terbukti bahwa, makan dan minum yang berlebih-lebihan bisa membahayakan lambung, menghancurkan hati, memberatkan kerja jantung, menyebabkan mengerasnya pembuluh darah, sesak dada, naiknya tekanan darah, dan kencing manis. Sehubungan dengan hal ini Allah SWT sudah mengingatkan, Makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. (QS al-A’raaf: 31). Rasulullah SAW juga bersabda, yang artinya, Perut itu gudangnya penyakit. Agaknya tidak ada cara pencegahan dan pengobatan atas penyakit-penyakit tersebut kecuali dengan tidak makan dan minum yang berlebih-lebihan, yakni dengan membatasi nafsu makan (diet), dan yang lebih baik tentunya adalah dengan puasa.

Puasa Ramadhan menjadi hal yang penting dipahami manfaatnya. Apalagi jika dilakukan secara ikhlas dan disertai kepercayaan dan pengetahuan yang memadai tentang manfaat pelaksanaan puasa bagi kesehatan tubuh, khususnya dalam metabolisme dan sistem endokrim.

Dengan menjalankan puasa, berarti suatu aktivitas fisik dan biologis, usaha untuk mengatur dan memperbaiki metabolisme tubuh. Hal ini dapat dimengerti, karena pelaksanaan puasa mengajarkan dan melatih tubuh secara disiplin untuk makan dan minum secara tidak berlebihaan dan mengatur kuantitas dan kualitas makanan yang dikonsumsi. Dengan demikian, maka puasa akan memberi manfaat kesehatan bagi orang yang menjalankannya. Bepuasa akan melatih seseorang untuk hidup teratur dan disiplin serta mencegah kelebihan makan. Menurut penelitian, puasa akan menyehatkan tubuh, sebab makanan berkaitan erat dengan proses metabolisme tubuh. Saat berpuasa, karena ada fase istirahat setelah fase pencernaan normal, yang diperkirakan 6 sampai delapan jam, maka pada fase tersebut terjadi degradasi dari lemak dan glukosa darah.?

Puasa terbukti mampu meningkatkan derajat kesehatan. Penyakit maag, tekanan darah tinggi, dan kadar gula darah akan lebih terkontrol. Hausnya itu lho nggak tahan? kata-kata ini biasanya muncul bagi yang baru pertama kali memulai puasa Ramadhan. Walau merasa sangat haus, toh akhirnya kalau diniatai dengan ikhlas puasa bias sampai tiba bedug Maghrib. Yang terpikirpun begitu menyeruput teh manis saat buka,”aduuh rasanya nikmat banget”. Rasa haus yang seharian kutahan itupun hilang sudah.

Menahan lapar dan haus, apalagi pada siang hari yang panas terik, terkadang memang butuh perjuangan tersendiri. Namun, jika puasa kita dilandasi dengan iman dan keikhlasan untuk ibadah, rasanya rasa lapar dan haus itu tak berarti apa-apa. Apalagi jika kita menyadari bahwa puasa ternyata juga membawa begitu banyak hikmah dan manfaat buat kita, salah satunya manfaat kesehatan. Penelitian menunjukkan, puasa sangat baik dilakukan oleh orang yang kadar kolesterol di dalam darahnya tinggi. Bukan rahasia lagi, kadar kolesterol darah yang tinggi secara jangka panjang bisa mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah. Bila hal ini terjadi di otak, maka terjadilah stroke, dan bila terjadi di daerah jantung maka timbullah penyakit jantung.

Dari hasil penelitian pula diketahui, puasa bisa meningkatkan kolesterol baik (HDL) sebanyak 25 titik, dan menurunkan lemak trigliserol sekitar 20 titik. Lemak trigliserol merupakan bahan pembentuk kolesterol jahat (LDL). Puasa juga akan mengurangi produksi senyawa oksigen yang bersifat racun (radikal bebas oksigen). Tahukah Anda? radikal bebas oksigen yang berlebihan di dalam tubuh akan mengurangi aktivitas kerja enzim, menyebabkan terjadinya mutasi, dan kerusakan dinding sel. Ada sekitar 50 penyakit degeneratif, termasuk penyakit jantung dan stroke, dicetuskan dan diperparah oleh senyawa radikal bebas. Bagi orang yang sehat, puasa juga akan mengurangi risiko terkena penyakit diabetes tipe-2. Ini karena saat puasa, dengan sendirinya konsumsi kalori secara fisiologis akan berkurang. Hal ini akan mengurangi sirkulasi hormon insulin dan kadar gula darah. Lebih jauh, hal ini akan meningkatkan sensitivitas hormon insulin dalam menormalkan kadar gula darah. Pengontrolan gula darah yang baik akan mencegah penyakit diabetes tipe-2.?

Selain itu, ada beberapa manfaat lain dari puasa untuk kesehatan, yaitu: Mendorong terjadinya rejuvinasi (pergantian) sel-sel tubuh a). Membantu menurunkan tekanan darah bagi yang menderita tekanan darah tinggi. Berat badan juga akan turun. b). Dispepsia (maag) fungsional kebanyakan akan membaik berkat puasa. c). Penyakit kulit khususnya jamur akan lebih cepat membaik. d). Puasa dapat meningkatkan volume semen, persentase spermatozoa hidup dan jumlah total spermatozoa.?

Lakukan secara benar, agar puasa yang tengah kita jalankan ini memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesehatan, maka laksanakan puasa dengan benar. Puasa yang benar artinya puasa yang sesuai dengan kaidah agama, juga kesehatan. Untuk itu, simak beberapa tips :

Pertama, makan dan minum yang cukup, sekitar 8-10 gelas sehari. Dalam hal minum ini, para lansia (lanjut usia) seringkali tidak merasa haus walau baru minum sedikit. Namun demi kesehatan, gaya hidup hendaknya diusahakan untuk minum yang cukup meski tidak haus. Minum air di sini tidak selalu berarti air putih semata, tetapi minum teh, susu, jus buah, koktil buah, bahkan kuah sayur juga termasuk dalam jumlah air yang kita konsumsi.?

Kedua, untuk kebutuhan kalori, biasanya wanita membutuhkan kalori sekitar 1.900 kalori, sementara pria 2.100 kalori. Kalori sebanyak ini bisa terpenuhi dari makanan dan minuman yang disantap selama sahur dan buka puasa. Tapi tentunya, makanan dan minuman itu harus memenuhi standar gizi yaitu 50 persen karbohidrat, 25 persen lemak, 10-15 persen protein, serta vitamin dan mineral secukupnya. Untuk makanan, sebaiknya pilih makanan alami karena lebih aman. Misalnya: karbohidrat diperoleh dari nasi, kentang, mi atau jagung. Protein dari daging, ikan, tempe, tahu, dan lain-lain. Sedangkan sumber vitamin dan mineral ada pada sayuran dan buah-buahan berwarna kuning, hijau tua, dan merah.?

Ketiga, saat berbuka puasa, hendaknya tidak makan sekaligus banyak, tapi secara bertahap. Dimulai dengan menikmati makanan ringan atau minuman yang manis-manis. Jika Anda suka kurma, makanlah buah yang berasa manis ini. Selain berguna untuk menyuplai energi, kurma juga kaya kandungan zat gizi seperti kalium, magnesium, niasin, dan serat.

Keempat, sedangkan pada saat sahur, meski kurang bernafsu untuk makan karena rasa kantuk belum hilang, sebaiknya digunakan sebaik-baiknya. Ada anjuran untuk makan sahur selambat mungkin, kira-kira setengah jam sebelum Imsak. Tapi ingat, sebaiknya makan sahur tidak terlalu kenyang, kira-kira sepertiga dari kebutuhan kalori sehari.?

Kelima, jika tidak bisa makan nasi dalam jumlah yang cukup banyak (karena ada perubahan pada lambung dan gerakan usus) cobalah untuk makan camilan. Untuk mencegah sembelit, sebaiknya sayur dan buah dikonsumsi setiap hari. Jika perlu mengonsumsi suplemen.

Kelima, istirahat di waktu siang hari. Ini berguna untuk menghindari keluarnya keringat yang sangat banyak.?

Keenam, Jika ingin olahraga, bisa dilakukan pada sore hari sekitar satu atau setengah jam sebelum berbuka.

Penulis adalah dokter umum, warga NU yang berdomisili di Kec. Sliyeg-Indramayu

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Sunnah, Olahraga, Pahlawan Pondok Pesantren Attauhidiyyah