Jumat, 28 September 2012

Hipsi DIY: Bangga Jika Santri Punya Usaha!

Yogyakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Meskipun berat, namun harus tetap melaksanakan tanggung jawab yang telah ditangguhkan di atas pundaknya. Demikian gambaran perasaan H Buchori Al-Zahrowi, tatkala pengusaha-pengusaha NU Yogyakarta mendaulatnya sebagai ketua Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) cabang Yogyakarta, Sabtu (1/6) sore, di gedung PWNU DIY, Jl MT Haryono, 41-42.

Hipsi DIY: Bangga Jika Santri Punya Usaha! (Sumber Gambar : Nu Online)
Hipsi DIY: Bangga Jika Santri Punya Usaha! (Sumber Gambar : Nu Online)

Hipsi DIY: Bangga Jika Santri Punya Usaha!

Ditemui Pondok Pesantren Attauhidiyyah usai memimpin rapat perdana pembentukan kepengurusan HIPSI Yogya, bapak yang akrab disapa H Buchori AZ ini pun menuturkan perihal empat harapannya untuk HIPSI Yogya ke depan.

Pertama, tumbuhnya mindset enterpreneur. Kedua, meningkatnya ghirah wirausaha santri. Ketiga, bertambahnya link, dan keempat, memiliki data base pengusaha santri,” tuturnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Bendahara GP Ansor DIY ini pun menambahkan, bahwa selain pelantikan dan musyawarah kerja, hal yang pertama akan dilakukan oleh HIPSI Yogya adalah road show ke pondok-pondok dan kampus-kampus yang ada di Yogya. 

“Setelah ini kita akan road show ke pondok dan kampus, agar kita juga punya data base santri yang berwirausaha,” tandasnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Mengenai lembaga yang menjadi sasaran dari HIPSI Yogya, H. Buchori AZ telah memetakan bahwa sebagian besar sasarannya adalah wilayah pesantren. Mengingat bahwa HIPSI sendiri merupakan ‘anak’ yang lahir dari ‘rahim’ RMI (Rabithah Ma’ahid Islamiyyah). Namun tidak menutup kemungkinan juga akan menggandeng lembaga usaha di luar pesantren.

“Jika diprosentasekan, ya mungkin pesantren 60% lah, yang 40% luar pesantren,” papar pemilik usaha bakery ‘Aflah’ tersebut.

Ia pun berpesan kepada generasi muda, bahwa sekarang sudah bukan saatnya motivasi lagi, melainkan waktunya bertindak. Mengingat bahwa hal yang paling penting dalam berwirausaha adalah tindakan, bukan teori. 

“Kita akan bangga jika memiliki santri yang punya usaha,” pungkasnya sore itu.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Dwi Khoirotun Nisa’

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Sunnah, Kajian Islam Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 15 September 2012

5 Hari Usai Peluncuran, Batik IPNU-IPPNU Pekalongan Laris Manis

Pekalongan, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, secara resmi meluncurkan seragam batik IPNU-IPPNU menjelang akhir masa bakti organisasi di bawah kepemimpinan Abraham Usman (ketua IPNU) dan Fitriyah (ketua IPPNU) ini.

Ketua PC IPNU Kabupaten Pekalongan Abraham Usman, dalam rilis Kamis (10/3), menyatakan, baru 5 hari sejak peresmiannya, batik IPNU-IPPNU ini telah terjual sebanyak 1000 potong. Ia berharap omzet penjualannya akan terus meningkat sehingga PC IPNU IPPNU Kabupaten Pekalongan dapat menjadi organisasi yang mandiri secara finansial.

5 Hari Usai Peluncuran, Batik IPNU-IPPNU Pekalongan Laris Manis (Sumber Gambar : Nu Online)
5 Hari Usai Peluncuran, Batik IPNU-IPPNU Pekalongan Laris Manis (Sumber Gambar : Nu Online)

5 Hari Usai Peluncuran, Batik IPNU-IPPNU Pekalongan Laris Manis

Batik tersebut diluncurkan pada acara pembukaan Konferensi XVIII Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Pekalongan yang berlangsung 4-6 Maret 2016. Seragam batik ini sekaligus menjadi seragam resmi peserta konferensi bertema "Komitmen Pelajar Islam yang Berbudaya untuk Toleransi dan Pembangunan Negeri" itu.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Batik diresmikan oleh Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Pekalongan mewakili bupati setempat, didampingi bupati Pekalongan terpilih Asip Kholbihi. Turut serta pula pada kesempatan itu anggota DPR RI H Bisri Romly dan anggota DPRD Jawa Tengah Abdul Khamid.

Abraham juga berharap ke depan batik IPNU-IPPNU ini bisa digunakan oleh kader IPNU IPPNU seluruh Indonesia. Dirinya menjamin bahwa kualitas dan harga batik buatan PC IPNU-IPPNU Kabupaten Pekalongan tidak mengecewakan.

Ia berpesan bagi kader IPNU IPPNU dimana saja berada yang berminat untuk mendapatkan batik ini bisa menghubungi Abdul Khafidz (085741909585) selaku koordinator pemasaran. (Red: Mahbib)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Hikmah, Berita, Sejarah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rabu, 12 September 2012

Wakil Rais ‘Aam PBNU Kritik Gerakan HTI dan FPI

Kubu Raya, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dalam Halaqah Alim Ulama NU yang digelar PWNU Kalimantan Barat di Pondok Pesantren Darul Ulum, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Ahad (30/4/2017), Wakil Rais Aam PBNU, KH Miftahul Akhyar mengungkapkan perlunya kewaspadaan warga NU terhadap organisasi transnasional seperti HTI, Wahabi, Syiah, termasuk Jaulah.

Wakil Rais ‘Aam PBNU Kritik Gerakan HTI dan FPI (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakil Rais ‘Aam PBNU Kritik Gerakan HTI dan FPI (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakil Rais ‘Aam PBNU Kritik Gerakan HTI dan FPI

"Kalau kita runut, kelompok ini adalah kelompok Khawarij. Karena mereka nolak madzhab," ujarnya.

Mengenai maraknya penolakan-penolakan terhadap kelompok tersebut, menurut Kiai Miftah adalah wajar. "Kalian datang melawan tradisi dan madzhab di Indonesia. Ingin membentuk madzhab dan akidah baru, secara frontal, jadi wajar ditolak," tandasnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Lebih lanjut, kata Kiai Miftah, penolakan terhadap kelompok transnasional ini semakin mengental lantaran kelompok tersebut juga ingin mengubah dasar negara RI, serta rajin menebar fitnah dan berita palsu.

Kebiasaan menebar kabar dusta tanpa tabayyun itu juga kerap dilakukan oleh FPI. Laskar bentukan Habib Rizieq itu, menurut Kiai Miftah, juga kurang melakukan tabayyun. Sehingga FPI juga mendapat penolakan di berbagai tempat, termasuk di Kalbar.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Ini kritik saya terhadap FPI. Meski amar maruf nahi munkar perlu diupayakan, tapi harus lebih santun. FPI juga sering bicara keras, menuduh kita (NU), tanpa tabayyun. Ini kekurangan FPI yang membuat banyak resistensi masyarakat," ungkapnya.

Kiai Miftah juga menyesalkan para pengurus FPI yang kurang selektif dalam rekrutmen anggotanya. Sehingga banyak anggota yang masuk berlatar belakang dendam dan menunggangi gerakan-gerakan FPI.

"Jadi banyak anggota FPI berlatar belakang tidak jelas. Sehingga malah menunggangi dan merusak citra FPI," ujarnya. Meski demikian, Kiai Miftah mengakui bahwa secara amaliah dan akidah, FPI serupa dengan NU. (Malik Mughni/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Habib, Nahdlatul Ulama, Pesantren Pondok Pesantren Attauhidiyyah