Rabu, 18 Februari 2015

Berdoa kepada Allah Harus Didasarkan pada Prasangka Baik

Sidoarjo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Setiap doa yang dipanjatkan manusia kepada Allah SWT, hanya Allah yang tahu kapan doa itu akan dikabulkan. Pasalnya, berdoa itu, diibaratkan Wakil Gubernur Jawa Timur, H Saifullah Yusuf, seorang anak berusia 9 tahun yang meminta motor kepada orang tuanya.

Berdoa kepada Allah Harus Didasarkan pada Prasangka Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Berdoa kepada Allah Harus Didasarkan pada Prasangka Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Berdoa kepada Allah Harus Didasarkan pada Prasangka Baik

"Berdoa itu ibarat anak kecil berusia 9 tahun minta motor ke orang tuanya. Apakah harus dikasih, kapan permintaan itu dikasih. Itulah ibarat kita berdoa. Kalau tidak dikasihkan ke kita, mungkin dikasih ke anak, cucu atau nanti ketika kita di surga. Oleh karena itu, setiap doa yang dipanjatkan kepada Allah, harus didasari dengan prasangka baik," kata Gus Ipul saat memberikan arahan pada acara pengajian umum di perumahan Park Royal Regency, Buduran Sidoarjo, Ahad (2/4).

Menurutnya, anak yang berusia 9 tahun ini rentan mengalami kecelakaan jika diberikan motor. Karena, seorang anak berusia 9 tahun belum selayaknya diberikan motor. "Jangan kan anak kecil, orang tua saja masih banyak yang melanggar lalu lintas. Umur 9 tahun itu jika dikasih motor akan menimbulkan musibah," ujarnya.

Lebih lanjut Gus Ipul mengatakan, suatu ketika ada seorang anak sedang mengendarai motor. Mereka berboncengan tiga, tanpa memakai helm, belum mempunyai SIM, melanggar lalu lintas. Akhinya, polisi yang mengetahui hal itu langsung memperingatkan kepada anak tersebut. Dan anak itu mengakui kalau tidak mematuhi peraturan lalu lintas. Hanya satu yang tidak diketahui anak itu.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Dengan berbagai pertanyaan dari polisi, sang anak kemudian menjawab, saya tidak mengetahui kalau disini ada Pak Polisi. Kalau saya tahu, mungkin saya tidak lewat sini," kata Gus Ipul yang kemudian disambut tawa hadirin.

Untuk mengatisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Gus Ipul berpesan kepada orang tua, agar senantiasi memberikan pendidikan karakter yang baik serta mendoakan yang terbaik untuk anak-anaknya. Agar generasi penerus bangsa mampu menjadi anak yang berprestasi, sehingga bisa menjadi pemimpin di masa mendatang. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Ubudiyah, Internasional Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 14 Februari 2015

MTQ Bertujuan Syiarkan Al-Quran

Pontianak, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQ) yang digelar Jam’iyyatul Qurra` Wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) maupun yang digelar Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) sama-sama bertujuan menysiarkan syiar Al-Quran di seluruh persada Indonesia.

Hal itu ditegaskan Rais Majelis Ilmi JQHNU Prof. Dr. KH Ahsin Sakho Muhammad pada malam penutupan MTQ Nasional VII antar-Pondok Pesantren, MTQ Internasional I dan Musyawarah Nasional IV JQH NU, Ahad malam (8/7) di stadion Sultan Syarif Abdurahman, Pontianak, Kalimantan Barat.?

MTQ Bertujuan Syiarkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
MTQ Bertujuan Syiarkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

MTQ Bertujuan Syiarkan Al-Quran

“Dengan demikian, LPTQ dan JQHNU adalah mitra yang saling mendukung, sama-sama berjuang menyebarkan Al-Quran,” tambahnya.

Menurut Ahsin, jumlah provinsi di Indonesia lebih dari 30. MTQ Nasional yang diselenggarakan dua tahun sekali, sehingga satu provinsi yang telah menyelenggarakan MTQ, harus menunggu sekitar 60 tahun ke depan.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Nah, MTQ Jam’iyyatul Qurra` Wal Huffazh ingin mengisi provinsi-provinsi yang sedang lama menunggu itu,” ujarnya. Ahsin juga memuji pemerintah Kalimantan Barat dan dan warga masyarakat yang berhasil mendukung dan menyukseskan MTQ JQH NU.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Pontianak menjadi tonggak bersejarah Jam’iyyatul Qurra` Wal Huffazh Nahdaltul Ulama, karena untuk pertama kalinya, di bumi khatulistiwa ini, MTQ Internasional I Jam’iyyatul Qurra` Wal Huffazh diselenggarakan,” ungkapnya, disambut gegap gempita ribuan hadirin yang memenuhi stadion dan haru para pengurus JQH NU.

MTQ ditutup secara resmi Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya ditandai dengan pemukulan bedug bertalu-talu. Kemudian disambut tepuk tangan seluruh hadirin dan pesta kembang api warna-warni dan mercon yang memenuhi langit Pontianak.

Penulis : Abdullah Alawi

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Santri, Fragmen Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 12 Februari 2015

Kader PMII UMI Pimpin KNPI Sulsel

Makassar, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Selawesi Selatan menggelar Musyawarah Daerah yang diikuti puluhan organisasi kepemudaan yang tegabung dalam KNPI Sulsel. Dalam musyawarah tersebut Yasir Mahmud terpilih menjadi pemimpin.

Yasir Mahmud merupakan salah satu Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) komisariat UMI dari Fakultas Ekonomi UMI.

Kader PMII UMI Pimpin KNPI Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII UMI Pimpin KNPI Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII UMI Pimpin KNPI Sulsel

Ketua PMII Komisariat UMI Cabang Makassar Fajar Rakasiwi mengucapkan selamat atas kemenangan tersebut. "Semoga dengan terpilihnya beliau dapat membawa perubahan di dunia pemuda khususnya di Sulsel," ujarnya.

Lanjut Fajar, kami yakin sahabat Yasir Mahmud dapat mempersatukan pemuda Sulawesi Selatan guna dapat berkonstribusi dalam pengawalan kebijakan di daerah. “Kami dari PMII UMI siap mengawal sahabat Yasir Mahmud,” tegas Fajar.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dalam musyawarah di Hotel Clarion Rabu (14/12) tersebut, terdapat 4 kandidat calon ketua. Mereka diantaranya Arsoni, Yasir Mahmud, Ramanda Manji, dan? Mujiburrahman.

Yasir Mahmud terpilih secara aklamasi kerena ketiga kandidat mengundurkan diri saat musyawarah berlangsung. "Semoga kepemimpinan Yasir Mahmud dapat mendapatkan legalitas secepatnya agar dapat menjalankan kepengurusan KNPI Sulsel," jelas Fajar. (Muhammad Aras Prabowo/Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah IMNU, Makam, Tokoh Pondok Pesantren Attauhidiyyah