Senin, 29 Agustus 2011

Bakti Sosial Awali Haul Ke-27 Pendiri Pesantren Blokagung di Jakarta

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Para alumni Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Karangdoro, Tegalsari, Banyuwangi, Jawa Timur, yang bermukim di Jakarta dan sekitarnya memperingati haul ke-27 pendiri pesantren tersebut, KH Mukhtar Syafa’at bin Abdul Ghafur.

Acara ini digelar di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Sabtu (1/4). Acara yang rutin digelar tiap tahun ini tak hanya dihadiri alumni dan simpatisan, namun juga 30 keluarga Kiai Syafa’at dari Banyuwangi.

Bakti Sosial Awali Haul Ke-27 Pendiri Pesantren Blokagung di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Bakti Sosial Awali Haul Ke-27 Pendiri Pesantren Blokagung di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Bakti Sosial Awali Haul Ke-27 Pendiri Pesantren Blokagung di Jakarta

Peringatan haul itu diawali dengan bakti sosial berupa pemberian santunan kepada 1000 anak yatim yang didatangkan dari berbagai daerah di Jakarta dan sekitarnya. Acara santunan ini dimulai sejak pukul 08.00 WIB sampai 10.00 WIB.

Yang didaulat sebagai penceramah pada acara ini adalah KH. Syarif Rahmat. Pada kesempatan ini, kiai yang selalu memakai blangkon ini mengatakan bahwa fungsi ulama adalah seperti gunung. “Gunung selalu membuat daerah sekitarya sejuk. Ulama pun demikian,” tuturnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pengasuh Pondok Pesantren Ummul Qurra’, Pondok Cabe ini juga mengingatkan pentingnya kita mencari berkah kepada petilasan para salafussalih, seperti kuburan, dan lain-lain.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Saya berharap, alumni Blokagung ini, meskipun telah memperingati haul kiainya, untuk menyempatkan ziarah ke makam Kiai Syafa’at di Banyuwangi sana,” tambahnya.

Kiai Syarif juga mengingatkan akan pentingnya regenerasi para ulama, karena jika ulama telah tiada, maka bumi akan menjadi “panas”.

Acara itu juga dihadiri pengasuh Pondok Pesantren As-Shiddiqiyah, Jakarta, KH Nur Muhammad Iskandar. Kiai Nur Muhammad dipercaya untuk memimpin doa di akhir acara. (M. Nurul Huda/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Amalan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 08 Agustus 2011

Qasidah Al-Karimiyyah Meriahkan Pembukaan Makesta

Subang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Grup Qasidah “Band Kepret” dari Pesantren Al-Karimiyyah turut berpartisipasi dalam memeriahkan kegiatan Pembukaan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) dan sekaligus Pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecatamatan Patokbeusi, Subang, Jawa Barat, di gedung Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Al-Huda, Ahad (10/3) kemarin.

Qasidah Al-Karimiyyah Meriahkan Pembukaan Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)
Qasidah Al-Karimiyyah Meriahkan Pembukaan Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)

Qasidah Al-Karimiyyah Meriahkan Pembukaan Makesta

Salah satu keunikan dari Grup Qasidah yang digawangi oleh Nashori, Cecep, Ino, Epul, Wisnu, Gofur, Irfan, Radi, Yadi dan Sopyan tersebut ketika tampil di hadapan sedikitnya 78 orang peserta dan 30 orang panitia adalah berhasil membawakan beberapa lagu shalawat dengan beberapa arransemen dan para penabuh yang mengiringinya pun dapat menyesuaikan dengan arransemen yang dibawakan oleh Nashori, sang vokalis.

Selain itu, keunikan lainnya adalah dalam Grup Qasidah ini pun terdapat beberapa alat musik yang tidak biasanya hadir dalam Grup Qasidah “Band Kepret”, karena selain alat musik konvensional dari “band kepret”, juga dilengkapi dengan tam-tam, kotek, symbal dan drum tenor.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menurut Nashori, kolaborasi alat musik tersebut merupakan hasil karyanya sendiri, naluri dan imajinasi musiknya berhasil membuat inovasi suara dalam “band kepret” apalagi kemampuan musiknya selalu dilatih dalam seminggu paling tidak 2 kali.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Jadwal latihan kita seminggu dua kali, hari jum`at sore dan minggu sore,” ujarnya

Menurut mahasiswa STAI Riyadlul Jannah ini, dibandingkan dengan marawis dan hadroh, qasidah dihitung lebih mudah dalam melakukan inovasi.

“Menurut saya, untuk membuat kreasi dan inovasi musik lebih gampang qasidah daripada marawis dan hadrah,” ungkapnya

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Pengurus MWCNU Patokbeusi, PC IPNU Subang, Sekretaris Kecamatan dan beberapa tokoh masyarakat tersebut grup qasidah Al-karimiyyah cukup menghibur hadirin dan hadirin pun terlihat khusu dalam mendengarkan beberapa lantunan shalawat yang dibawakan oleh mereka.

Redaktur? ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Aiz Luthfi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Meme Islam, Kajian Pondok Pesantren Attauhidiyyah