Selasa, 27 September 2016

Mahasiswa Angkatan Pertama Politeknik Ketenagakerjaan Mulai Ikuti Kegiatan Kampus

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Untuk memperkenalkan kampus kepada mahasiswa baru, Politeknik Ketenagakerjaan secara resmi mengadakan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru Angkatan 2017/2018. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 16-19 Oktober 2017, di Pusdiklat Kemnaker, Jakarta Timur.

“Atas nama Politeknik Ketenagakerjaan, saya mengucapkan selamat atas keberhasilan saudara-saudara diterima menjadi mahasiswa Politeknik Ketenagakerjaan angkatan pertama,” kata Plt. Sekjen Kemnaker Haiyani Rumondang saat membuka kegiatan, Senin (16/10).

Mahasiswa Angkatan Pertama Politeknik Ketenagakerjaan Mulai Ikuti Kegiatan Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Angkatan Pertama Politeknik Ketenagakerjaan Mulai Ikuti Kegiatan Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Angkatan Pertama Politeknik Ketenagakerjaan Mulai Ikuti Kegiatan Kampus

Para mahasiswa baru akan mendapatkan materi yaitu Pengenalan Kehidupan Kampus, Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan, Penggulangan Bahaya Narkoba, Penanggulangan Radikalisme dan Terorisme serta Pengembangan Karakter.

Dikatakan Haiyani, total pendaftar Politeknik Ketenagakerjaan berjumlah 2.605 orang. Namun, setelah mengikuti tes seleksi, hanya 90 mahasiswa yang diterima.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Ada beberapa tes yang calon mahasiswa harus ikuti, diantaranya seleksi kelengkapan berkas, Test Potensi Akademik, psikotes, dan terakhir wawancara,” jelas Haiyani.

Haiyani menambahkan, 90 mahasiswa yang diterima terdiri dari beberapa kejuruan, yaitu Diploma 4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang nantinya akan mendapat gelar S.Tr.K3, Diploma 4 Relasi Industri dengan gelar S.Tr. M., dan Diploma 3 Manajemen Sumber Daya Manusia dengan gelar Amd. (Ahli Madya) MSDM.

Selain itu, Kurikulum pada setiap Program studi disusun berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI).

“Nantinya setelah lulus mereka tidak hanya akan menerima ijazah tanda kelulusan, akan tetapi sekaligus menerima sertifikat kompetensi sesuai dengan program studi masing-masing,” papar Haiyani.

Adapun kegiatan perkuliahan Politeknik Ketenagakerjaan akan dimulai 23 Oktober 2017,di Gedung Balai Besar Peningkatan Produktivitas (BBPP) Bekasi. Kegiatan praktik prodi D4 K3 akan dilakukan di Balai K3 Jakarta, Cempaka Putih.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Tujuan Pendirian Politeknik Ketenagakerjaan adalah memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten di bidang ketenagakerjaan baik di instansi pemerintah, dunia industri, maupun masyarakat pada umumnya.

“Hal ini dilakukan karena permasalahan ketenagakerjaan semakin komplek, dan menghadapi derasnya tuntutan globalisasi, sehingga memerlukan SDM yang kompeten di bidang ketenagakerjaan,” paparnya.

Haiyani berpesan kepada para mahasiswa supaya menyelesaikan studi tepat waktu.

“Dengan lulus tepat waktu, berarti saudara-sadara telah memberi kesempatan yang seluas-luasnya kepada mereka-mereka yang ingin menikmati studi di Politeknik Ketenagakerjaan di tahun-tahun mendatang,” pungkasnya. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Amalan, Halaqoh Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 10 September 2016

Bupati: Sugeng Rawuh di Boyolali

Boyolali, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. “Sugeng Rawuh (selamat datang) di Boyolali,” menjadi kalimat pembuka yang disampaikan Pj Bupati Boyolali Sri Ardiningsih, dalam acara penyambutan para peserta Kongres IPNU ke-XVIII dan IPPNU ke-XVII di Pendhapa Alit Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (4/12) malam.

Bupati: Sugeng Rawuh di Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati: Sugeng Rawuh di Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati: Sugeng Rawuh di Boyolali

Dalam sambutannya, Sri ikut menitipkan pesannya kepada para para peserta yang dihadiri dari perwakilan pimpinan pusat, wilayah Jateng, dan cabang Boyolali itu.

“Tantangan yang akan kita hadapi di masa depan jauh lebih berat. Semoga di tangan anak muda, IPNU-IPPNU, Indonesia menjadi lebih jaya di masa depan,” kata dia.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sementara itu, Ketua Umum PP IPNU Khairul Anam HS, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Boyolali atas segala dukungan yang diberikan untuk ikut mensukseskan jalannya kongres.

“Kongres kali ini kita mengambil tema bertema Pelajar Islam Berbudaya Untuk Toleransi dan Persatuan Bangsa. Tema ini diambil karena terjadi disparitas antara agama dan budaya,” kata dia.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ditambahkan Anam, kegiatan Kongres IPNU-IPPNU ini rencananya akan dilangsungkan selama lima hari (4-8/12) di Asrama Haji Donohudan Boyolali. Dalam kegiatan tersebut juga diadakan berbagai kegiatan seminar yang menghadirkan pembicara sejumlah menteri dan tokoh lainnya.

Kogres IPNU-IPPNU secara resmi dibuka, Sabtu (5/12) di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Jawa Tengah. Pembukaan Kongres ditandai dengan pemukulan gong oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Aswaja Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 04 September 2016

NU Afganistan Bebaskan Seorang Sandera Taliban

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Perwakilan ulama Afganistan dari Provinsi Maidan Wardak yang tergabung dalam Nahdlatul Ulama Afghanistan (NUA) berhasil membebaskan seorang sandera yang diculik oleh keompok Taliban. Proses pembebasan dilakukan dengan cara damai.

“Mereka berhasil membebaskan sandera beberapa minggu lalu karena membawa nama Nahdlatul Ulama Afghanistan,” kata Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali kepada Pondok Pesantren Attauhidiyyah di Jakarta, Kamis (18/9).

NU Afganistan Bebaskan Seorang Sandera Taliban (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Afganistan Bebaskan Seorang Sandera Taliban (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Afganistan Bebaskan Seorang Sandera Taliban

Alhamdulillah, organisasi Nahdlatul Ulama Afghanistan telah mendapat kepercayaan dari lapisan masyarakat setempat, baik dari kalangan pemerintah maupun oposisi,” tambahnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menurut As’ad, warta mengenai pembebasan sandera itu menjadi salah satu bagian dalam laporan Workshop NUA 17 September 2014 kemarin yang dilaporkan kepada PBNU di Jakarta. Workshop sendiri diselenggarakan dalam rangka memperkuat jaringan NUA di seluruh wilayah Afghanistan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Workshop tersebut diadakan di kantor Noor Educational and Capacity Development Organization (NECDO), Butcher St, Shahr-e-now, Kabul Afghanistan. Sementara dalam laporan juga disebutkan bahwa Gubernur Maidan Wardak telah memberikan salah satu ruangan untuk kantor perwakilan NU Afghanistan, serta akan membantu sepenuhnya NUA dalam mempersiapkan peresmian dan pelantikan pengurusnya.

Setelah ada pelantikan secara resmi, NUA akan secepatnya disosialisasikan ke seluruh Provinsi Afghanistan. Menurut As’ad, dalam waktu dekat pihak NUA juga akan mengadakan silaturahim dengan kedua kandidat calon presiden Afghanistan yaitu DR Abdullah Abdullah dan DR Ashraf Ghani.

“Secara khusus NU Afganistan menyampaikan ucapan terimakasih kepada PBNU di Indonesia yang telah mensupport pendanaan, support teknis dan support politis, serta mengharapkan PBNU Indonesia untuk hadir dalam pelantikan NUA,” katanya.

Ditambahkan, seperti NU di Indonesia, NU Afghanistan akan bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan serta melayani masyarakat dan tidak terlibat dalam politik praktis.

Berbeda dengan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di luar negeri yang beranggotakan warga Indonesia, NUA didirikan dan beranggotakan masyarakat setempat. Menurut As’ad, organisasi ini akan mengadopsi AD/ART dari PBNU yang ada di Indonesia dengan beberapa penyesuaian terkait regulasi dan kondisi negara setempat. (A. Khoirul Anam)

Gambar: Logo NU Afganistan

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Hikmah, AlaSantri Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 02 September 2016

MWC NU Cengkareng Gelar Konferensi ke IV

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Cengkareng menggelar Konferensi ke empat. Acara tersebut digelar di Ranting NU Kapuk Cengkareng, Jl Pasar Alam, Jakarta Barat, Sabtu (20/9/2015). Istighotsah dan Dzikir Qubro yang dipimpin Katib PBNU KH Mujib Qulyubi merupakan rangkaian konferensi yang digelar pada malam tersebut. Konferensi ini mengambil tema “Memantapkan Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah, ala Thoriqoh Annahdliyyah dalam Bingkai Nusantara”.

MWC NU Cengkareng Gelar Konferensi ke IV (Sumber Gambar : Nu Online)
MWC NU Cengkareng Gelar Konferensi ke IV (Sumber Gambar : Nu Online)

MWC NU Cengkareng Gelar Konferensi ke IV

Ketua Panitia Konferensi IV MWC NU Cengkareng yang juga Ketua Tanfidziyah NU Kapuk Cengkareng KH Gus Siroj Ronggo Laawe mengatakan “Alhamdulillah Konferensi berjalan lancar, mulus tanpa hambatan berarti, sebelumnya kami menggelar acara Istighotsah dan Dzikir Qubro yang dipimpin Katib PBNU KH Mujib Qulyubi dengan harapan acara konferensi ini berjalan lancar,” katanya.

Terpilih sebagai ketua MWC NU secara demokrasi Agus Salim menggantikan Almarhum KH Abdul Wahid Sholeh. Sementara itu Ketua Ranting NU Kapuk Cengkareng, KH Gus Siroj Ronggo Lawe yang diharapkan maju untuk MWCNU mengaku masih ingin bertahan mengurus Ranting NU Kapuk Cengareng?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Saya sifatnya mengantar dan ngopeni NU, kenapa saya tidak naik ke MWC NU, karena saya masih ngormati NU Ranting, sebelum Ranting ini kuat akarnya saya belum bisa meninggalkan Ranting Kapuk ini, tapi nanti setelah akarnya kuat sekali, baru saya akan ngurusi MWCNU itupun atas ijin Mbah Hasyim Ashari,” ujar Gus Siroj.

Ia mengatakan MWC NU yang sekarang ini harus betul-betul berani mengatakan Islam Nusantara harus secara terbuka dan menjadikan MWC NU Cengkareng menjadi barometer NU di Jakarta Barat.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Kami Ranting NU Kapuk Cengkareng mendorong MWC NU Cengkareng untuk lebih berani mengatakan Islam Nusantara, harus menjadikan MWC NU Cengareng menjadi barometer NU di Jakarta Barat, dan mendorong sepenuhnya MWC Cengkareng membuka jatidiri NU yang sebenarnya karena untuk menangkis wahabi-wahabi yang saat ini berselimut dengan bahasa NU tapi ternyata mereka menjegal NU secara terang-terangan,” tegas Ketua Ranting NU Kapuk Cengkareng itu.

Hadir ? dalam acara tersebut Katib PWNU DKI Jakarta KH Zuhri Yaqub dan Ketua NU Jakarta Barat KH Abdurrohman Mahmud, Rais Syuriyah Jakarta Barat KH Abdurraman Shoheh dan disaksikan Pengasuh Pondok Pesantren Ashidiqiyah KH M Nur Iskandar SQ turut hadir Banom-banom NU yaitu IPNU, IPPNU, Ansor, Banser, Muslimat dan Fatayat. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Warta Pondok Pesantren Attauhidiyyah