Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Bekas Markas Pejuang, Rumah Kiai Jember Ini Diusulkan Jadi Cagar Budaya

Jember, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Kiai Umar selain sebagai ulama dan pendiri Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Sumberwringin, Sukowono, Jember, Jawa Timur, juga dikenal sebagai pejuang kemerdekaan. Bahkan rumahnya yang menyatu dengan asrama santri pada zaman revolusi itu menjadi markas berkumpulnya para pejuang, khususnya di Jember bagian timur.

Hal tersebut diungkap oleh penulis buku "Kyai dan Santri dalam Perang Kemerdekaan" KH Sholeh Hayat saat menjadi pemateri dalam Seminar dan Bedah Buku “Kyai dan Santri dalam Perang Kemerdekaan” di auditorium IAIN Jember, Sabtu (29/10).

Bekas Markas Pejuang, Rumah Kiai Jember Ini Diusulkan Jadi Cagar Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Bekas Markas Pejuang, Rumah Kiai Jember Ini Diusulkan Jadi Cagar Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Bekas Markas Pejuang, Rumah Kiai Jember Ini Diusulkan Jadi Cagar Budaya

Menurutnya, jasa Kiai Umar dalam merebut kemerdekaan Indonesia juga tidak kecil. Bersama Kiai As’ad Syamsul Arifin, ia bahu-membahu mengusir penjajah. Oleh karena itu, Kiai Sholeh berharap kepada pemerintah agar rumah Kiai Umar dijadikan cagar budaya. “Sudah selayaknya rumah Kiai Umar dijadikan cagar budaya, karena punya nilai historis, lebih-lebih terkait dengan perjuangan bangsa Indonesia,” ucapnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sepenggal cerita sempat dikuak oleh Kiai Sholeh. Katanya, suatu ketika rumah Kiai Umar dikepung oleh serdadu Belanda. Mereka curiga bahwa rumah tersebut menjadi tempat persembunyian para pejuang. Dengan pongahnya, mereka memasuki pekarangan rumah ayahanda Kiai Khotib itu. Namun Kiai Umar tak kurang akal. “Semua pejuang dan tentara, disuruh ganti baju dan pakai kopiah layaknya santri. Sehingga Belanda tidak menemukan apa yang mereka cari,” urainya.

Harapan serupa juga dilontarkan Katib Syuriyah PCNU Jember, Ustadz MN. Harisudin. Menurutnya, apa yang diharapkan Kiai Sholeh tidaklah berlebihan. Sebab, Kiai Umar memang figur pejuang yang menjadi penggerak rakyat untuk melawan penjajah. “Dan rumahnya difungsikan sebagai markas, yang menjadi sentral perjuangan di wilayah tersebut,” ungkapnya. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Aswaja Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 11 Februari 2018

Mahasiswa UMMI Bahas Islam Nusantara

Makassar, Pondok Pesantren Attauhidiyyah?



Gagasan Islam Nusantara yang digulirkan Nahdlatul Ulama pada Muktamar ke-33 NU. Gagasan tersebut menjadi perhatian mahasiwa dan mahasiswi Universitas Muslim Indonesia Makassar (UMMI) Sulawesi Selatan.

Gagasan tersebut dibahas dalam diskusi mingguan Fakultas Ekonomi pada Kajian Rutin SOS SC (KRS) (12/10). Kegiatan tersebut ? mengahadirkan mantan Ketua PMII Rayon Ekonomi UMI Andi Sulolipu.

Mahasiswa UMMI Bahas Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa UMMI Bahas Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa UMMI Bahas Islam Nusantara

Sulolipu menyampaikan, kehadiran Islam tidak memberangus budaya dari bangsanya.

"Cara beragama seperti inilah yang kita harapkan, bisa menjaga harmoni kehidupan. Dengan demikian agama tidak terasa sesuatu yang menakutkan kemudian dihindari,” jelas Mahasiswa asal Bone ini.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ia menegaskan bahwa Islam yang kokoh dengan ajaran rahmatan lil alamin menjadi kian membumi dengan konsep Islam Nusantara.

Kegitan ini dihadiri puluhan anggota Struggle of Economic Students (SOS SC). Menurut Odji Mahmud selaku Ketua SOS SC bahwa kajian rutin (KRS) akan diitensif agar dapat terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan. (Muhammad Aras Prabowo/Abdullah Alawi)?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Aswaja, Pahlawan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 10 Februari 2018

Hadapi Masalah Narkoba sampai Ideologi dengan Bijaksana

Banyuwangi,Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi menggelar "NU Bersholawat bersama Ashabus Syafaah" di Pondok Pesantren Ibnu Sina, Jalen, Kalisetail, Genteng, Banyuwangi. Kegiatan tersebut sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Kamis (24/11) yang diawali dengan pembacaan shalawat, istighotsah, pembacaan Simtud Duror.

Hadapi Masalah Narkoba sampai Ideologi dengan Bijaksana (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi Masalah Narkoba sampai Ideologi dengan Bijaksana (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadapi Masalah Narkoba sampai Ideologi dengan Bijaksana

"Bacaan shalawat, selain menambahkan pahala amal ibadah, juga dapat mendatangkan rezeki dan menolak bahaya. Karenanya bershalawatlah kalian di setiap keadaan dan dimana pun berada," pinta Pengasuh Pondok Pesantren Ibnu Sina Kiai Masykur Ali, saat sambutan awal selaku tuan rumah.

PCNU Banyuwangi diwakilkan kepada Guntur Albadri. Ia menjelaskan saat ini NU tengah menghadapi banyak tantangan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Bahaya narkoba yang merongrong generasi pelajar Nahdlatul Ulama. Narkoba adalah musuh kita bersama. Musuh yang secara perlahan-lahan merusak eksistensi kaum muda. Karenanya kami mengimbau untuk menjauhi narkoba sejak dini," ungkapnya.

Selain bahaya narkoba, menurut dia, NU menghadapi tantangan ideologi kebangsaan. Segelintir kelompok atau golongan sudah mulai banyak membenci empat pilar kebangsaan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Mereka mengajarkan anti-Pacasila, dan Undang-undang. Parahnya mereka mengajarkan dan menyebarkan ideologi dengan cara kekerasan dan aksi teror," imbuhnya.

Terakhir, lanjutnya, NU menghadapi tantangan aqidah. Saat ini, NU menghadapi anti-Ahlussunnah wal-Jama’ah (Aswaja). Mereka mengajarkan dan menyebarkan ideologinya dengan cara radikal dan teror.

"Kita berharap dengan runyamnya masalah yang kita hadapi saat ini, ke depan menjadikan kita semua menjadi umat yang lebih dewasa dan bijaksana. Memang ini adalah masalah yang harus kita selesaikan bersama," tegasnya.

Usai sambutan dari tuan rumah dan Pengurus Cabang NU, dilanjutkan dengan ceramah dari wakil Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Blokagung KH Ali Asikin. Ia menerangkan tentang pentingnya amal ibadah yang dilakukan terus-menerus, walaupun sedikit, berdasarkan hadits "afdholul amal adwamuha, wain qolla".

"Maka para jamaah ketika pulang dari sini bisa mengamalkan salah satu amal ibadah kebaikan apa saja secara terus menerus walaupun sedikit," tutur Ketua Lembaga Bahsul Masail kabupaten Banyuwangi.

Acara tersebut dihadiri Pengurus Cabang NU banyuwangi, pengurus lembaga, anggota banom NU, perwakilan pemerintah Kecamatan Genteng, Polsek kecamatan Genteng, dan para santri Ibnu Sina dan Darussalam Blokagung. (M. Sholeh Kurniawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Santri, Aswaja, Cerita Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 08 Februari 2018

LP Ma’arif Usulkan Penyeragaman Nama Sekolah NU

Cirebon, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Rapat Pleno PBNU yang berlangsung di Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon Jawa barat dari 23-25 Juli mengusulkan beberapa hal kepada PBNU. Di Komisi A yaitu Organisasi paling terakhir selesai karena banyaknya pembahasan dan banyaknya usulan.

Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif NU H Arifin Junaidi misalnya, mengemukakan tentang penyeragaman nama sekolah di lingkungan NU. Ia mengusulkan dari nama Ma’arif menjadi NU dengan memperhatikan aspek kesejarahan pendiriannya.

LP Ma’arif Usulkan Penyeragaman Nama Sekolah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Ma’arif Usulkan Penyeragaman Nama Sekolah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Ma’arif Usulkan Penyeragaman Nama Sekolah NU

Pendapat Arifin ini mendapat bantahan dari salah seorang angggota komisi, misalnya KH Ghozali Masroeri terkait akan susahnya perubahan nama tersebut. Lembaga sekolah yang didirikan warga NU menurut pengalamannya, keberatan diganti.

Tapi menurut Arifin, penyeragaman itu tidak menghilangkan atau mengganti nama sekolah tersebut, melainkan menambahkan Nahdlatul Ulama. Namun penambahan tersebut harus disepakati terlebih dahulu berada di depan atau di belakang nama tersebut.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selain penyeragaman sekolah, dibahas juga tentang usia untuk kepengurusan di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Peserta menyepakati maksimal umur Ketua PC 23 tahun, PW 25 tahun dan PP 27 tahun. Tak ketinggalan dibahas status Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia di NU.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rapat Pleno yang diketuai Robikin Emhas dan sekretaris Sulthonul Huda tersebut mengusulkan penyelenggaraan Munas dan Konbes digelar PBNU pada Juli 2017. Pada kesempatan tersebut disebutkan alternatif tempat yaitu di Bali, Kalimantan Timur, Lampung dan Banten.

Hal lain yang ditetapkan sebagai usulan di antaranya tentang Peraturan Organisasi (PO), kaderisasi, pedoman pembentukan badan otonom, sinergitas lembaga dan badan otonom, syarat menjadi pengurus NU, pembuatan Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama, dan lain-lain. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pondok Pesantren, Humor Islam, Aswaja Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 25 Januari 2018

Pemerintah Jangan Sepihak Tetapkan Kebijakan Pendidikan

Kudus, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Dalam menata dunia pendidikan, pemerintah diminta tidak sepihak menetapkan kebijakan baru. Pemerintah  sebaiknya mensosialisasikan gagasannya terlebih dahulu sebelum menjadi kebijakan  kepada para pemangku kepentingan pendidikan seperti pihak sekolah. 

Demikian yang dikatakan Ketua PC IPPNU Kudus Risda Umami kepada Pondok Pesantren Attauhidiyyah Kamis (2/5) pandangannya terkait refleksi hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh 2 Mei kemarin.

Pemerintah Jangan Sepihak Tetapkan Kebijakan Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Jangan Sepihak Tetapkan Kebijakan Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Jangan Sepihak Tetapkan Kebijakan Pendidikan

Risda menyoroti dunia pendidikan nasional belakangan  ini yang memprihatinkan. Banyak kebijakan baru yang kurang terkoordinasikan dengan baik bahkan cenderung morat-marit melenceng jauh dari harapan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Pelaksanaan Ujian Nasional misalnya, jika memang dirasa cuma menekan psikologis anak dan menjadikan pelajaran lain jadi termarginalkan, saya kira perlu perlu dipertimbangkan peninjauan kebijakannya,” tandasnya.

Menurut aktifis jebola IAIN Walisongo Semarang ini, masyarakat bawah masih merasakan biaya pendidikan (sekolah) yang terlalu mahal. Hal ini, katanya, akibat praktek komersialisasi pendidikan sebagaimana kebijakan Rintisan Sekolah Berbasis Internasional (RSBI). 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“RSBI yang sudah dibubarkan Mahkamah Konstitusi ini, dulunya sangat diskriminatif bagi masyarakat yang tidak mampu. Setelah dibubarkan, semoga saja tidak ada lagi komersialisasi pendidikan dalam bentuk yang lain,” tegas Risda.

Ia juga mendesak pemerintah untuk segera mencairkan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang hingga kini belum turun dari pusat. Pembiayaan operasional madrasah (swasta) sangat bergantung pada dana BOS tersebut.

“Bila belum cair sampai sekarang, roda madrasah bisa terganggu,” tegas Risda yang juga seorang pendidik sebuah madrasah Ibtidaiyah di Kudus.

Pernyataan serupa disampaikan sekretaris PC IPNU Kudus Ali Syafi’i. Menurutnya, wajah pendidikan kian terkungkung oleh kebijakan atau undang-undang seperti terbitnya aturan dari Komisi Nasional Perlindungan Anak menyebabkan keresahan di kalangan guru pendidik.

“Metode pengendalian kenakalan anak dalam pendidikan mengalami kesulitan karena merasa terbatasi. Guru menjadi tidak tegas, khawatir dianggap berbuat kekerasan,” ujar Ali kepada Pondok Pesantren Attauhidiyyah.

 

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Qomarul Adib.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Ahlussunnah, Hadits, Aswaja Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rabu, 24 Januari 2018

Manfaatkan Agen, Omzet Setahun BMTNU Camplong Capai 2,7 Miliar

Sampang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) Jawa Timur Cabang Camplong Kabupaten Sampang kuasa menghasilkan laba hingga Rp288 juta dalam setahun. Angka tersebut paling besar di area Kabupaten Sampang dan Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

Pengurus BMTNU Camplong Ra Hassan Al-Mandury menegaskan, capaian tersebut tidak lepas dari kesadaran para pengurus dan anggota untuk serius menjadi bagian dari kemandirian di bidang ekonomi.

Manfaatkan Agen, Omzet Setahun BMTNU Camplong Capai 2,7 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)
Manfaatkan Agen, Omzet Setahun BMTNU Camplong Capai 2,7 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)

Manfaatkan Agen, Omzet Setahun BMTNU Camplong Capai 2,7 Miliar

"Simpanan terbesar BMTNU Camplong juga terbesar di area Kabupaten Sampang dan Pamekasan, yakni menembus Rp2,7 miliar," ujar Ra Hassan saat ditemui di Kantor PCNU Pamekasan, Jalan R Abd Aziz Pamekasan, Ahad (15/1) malam.

Capaian tersebut di atas BMTNU Jawa Timur Cabang Pakong Pamekasan dengan capaian rp2,3 miliar. Bedanya, omzet Cabang Pamong tersebut hanya dikumpulkan dalam tenggang waktu 10 bulan.

Menurut Ra Hassan, prestasi BMTNU Camplong tidak terlepas dari inovasi para pengurus atau pengelola dalam menjaring calon peserta. Yakni, membentuk agen di beberapa desa yang potensial dan didominasi warga nahdliyin.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Kami jemput bola untuk merekrut anggota, bukan menunggu bola. Dengan kata lain, kata datang langsung ke objek calon anggota, tidak menunggu duduk manis di kantor," ujarnya. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Aswaja, Lomba, Kajian Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 22 Januari 2018

Ironis, Kondisi Makam Pendiri IPNU Ini Kurang Terawat

Solo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pada penelusuran jejak penyebaran Islam di daerah Pajang Laweyan Surakarta, belum lama ini (16/3), kami sempat singgah ke sebuah kompleks Pemakaman Pulo, yang kebetulan terletak tak jauh dari Masjid Laweyan.? Menurut kabar yang kami terima, di pemakaman tersebut terdapat makam satu pendiri Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), KH Mustahal bin KH Ahmad Masyhud. Momentum ziarah ini tentu juga tepat, mengingat organisasi pelajar NU ini baru saja memperingati Hari Lahir ke-63.

Tiba di pemakaman, kami pun sempat berziarah ke beberapa makam para tokoh ulama Solo yang dimakamkan di tempat tersebut, antara lain KH Ahmad Shofawi, KH Asy’ari, KH Muhammad Sulaiman, dan lain sebagainya.

Ironis, Kondisi Makam Pendiri IPNU Ini Kurang Terawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ironis, Kondisi Makam Pendiri IPNU Ini Kurang Terawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ironis, Kondisi Makam Pendiri IPNU Ini Kurang Terawat

Makam para tokoh tersebut terletak dalam sebuah bangunan, yang kemungkinan menjadi area pemakaman keluarga dari KH Ahmad Shofawi, yang merupakan salah satu pendiri Pesantren Al-Muayyad. Namun, letak makam yang menjadi tujuan pencarian kami belum jua ditemukan.

Penuh Semak Belukar

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Hingga akhirnya, kami pun bertemu dengan seorang warga setempat. Saat kami temui, wanita yang enggan menyebut namanya tersebut, tampak sedang menyapu sekitar belakang bangunan makam keluarga KH Ahmad Shofawi.

Kami kemudian ditunjukkan ke salah satu makam yang penuh dengan rerumputan dan tanaman liar. “Ini makamnya Pak Mustahal dan istrinya. Ya kondisinya memang tidak terawat begini. Paling kalau lebaran atau ruwah, ada yang ke sini,” kata dia.

Setelah kami cek, tulisan yang tertera pada makam memang betul: H. Mustahal Achmad Masyhoed. 8 Januari 1935. Wf 1 Juli 1994. (tulisan ini sekaligus meralat tulisan berjudul? KH Mustahal Ahmad, Perintis Tiga Banom NU, di mana disebutkan KH Mustahal Achmad lahir 31 Januari 1935,-red).

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sembari membersihkan makam, ia pun menunjuk makam yang ada di dekat makam KH Mustahal. Kondisinya bahkan dipenuhi semak belukar. “Kalau yang ini makam Bapak dan Ibu Mawardi (Machmudah Mawardi,-red),” ujarnya.

Machmudah Mawardi merupakan kakak Mustahal, yang pernah mengemban amanah sebagai Ketua PP Muslimat NU selama delapan periode.

Keadaan kedua makam tersebut, tentu sangat disayangkan. Mengingat jasa keduanya yang begitu besar, baik untuk NU maupun Umat Islam.

Saat kami konfirmasi hal ini kepada sejumlah pengurus IPNU dan PMII di Kota Solo, sebagian dari mereka bahkan mengaku tidak mengetahui keberadaan makam tersebut.

“Insyaallah akan kita masukkan dalam agenda ziarah, sebagai rangkaian Harlah PMII mendatang,” terang Ketua PC PMII Surakarta, Bahar.? (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Santri, Aswaja, RMI NU Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 18 Januari 2018

Ratusan Santri Pesantren Zaha Genggong Tanam Mangrove

Probolinggo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Sebagai upaya untuk bersama-sama mencegah abrasi pantai dan menjaga ekosistem hutan bakau, ratusan santri Pondok Pesantren Zainul Hasan (Zaha) Genggong Kecamatan Pajarakan kabupaten Probolinggo menanam seribu pohon mangrove di Pantai Bentar Desa Curahsawo Kecamatan Gending, Rabu (22/2).

Ratusan santri ini merupakan siswa kelas X dan XI SMK Zainul Hasan Genggong dari berbagai jurusan. Meskipun cahaya matahari cukup menyengat, tetapi mereka terlihat semangat dan gembira menanam pohon mangrove tersebut.

Ratusan Santri Pesantren Zaha Genggong Tanam Mangrove (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Santri Pesantren Zaha Genggong Tanam Mangrove (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Santri Pesantren Zaha Genggong Tanam Mangrove

Pembina OSIS SMK Zainul Hasan Genggong Muhamad Ilyas mengungkapkan banyak manfaat yang bisa didapat dari menanam mangrove. Selain mencegah erosi dan abrasi pantai, mangrove bisa menjadi tempat hidup dan sumber makanan beberapa jenis satwa, sekaligus menstabilkan daerah pesisir.?

“Disamping itu, pertumbuhan mangrove ini juga dapat memperluas batas pantai. Jika dikembangkan bisa menjadi kawasan obyek wisata Pantai Bentar,” katanya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Melalui kegiatan ini Ilyas ingin mengajarkan kepada anak didiknya tentang aplikasi pelajaran di sekolah secara langsung di lapangan. Sehingga diharapkan kegiatan ini bisa memberi edukasi kepada siswa, termasuk masyarakat sekitarnya untuk ikut berpartisipasi menjadi penyelamat lingkungan dan kerusakan ozon.

“Kami memberikan apresiasi kepada santri yang terlibat dalam kegiatan untuk menyelamatkan lapizan ozon dan lingkungan yang rusak parah. Sebenarnya mangrove disini sudah terjaga dengan baik. Namun ada beberapa yang rusak dan perlu ditanami lagi untuk memperkokoh kekuatan garis pantai,” tegasnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sementara Khafsah, salah satu siswi SMK Zainul Hasan Genggong mengaku jika awalnya merasa sangat takut untuk turun ke pantai. Tetapi karena tidak bisa menanam jika tidak turun, maka diapun turun. Ternyata setelahnya dia merasa nyaman menanam pohon mangrove.

“Ini memang pengalaman pertama kalinya saya turun ke pantai dan menanam mangrove. Ternyata asyik juga sambil menanam mangrove untuk kelestarian dan mencegah abrasi pantai,” katanya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Lomba, Aswaja, Kajian Sunnah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 15 Januari 2018

Media Belum Berimbang atas Sikap Keberagamaan

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatu Ulama KH Said Aqil Siroj menilai, media selama ini masih sering memberitakan aspek kekerasan berlatar agama ketimbang aspek kedamaiannya. Pemberitaan ini dianggap tak berimbang, mengingat kelompok garis keras di Indonesia tergolong minoritas.

Menurutnya, Islam yang merupakan agama terbesar di Indonesia dianut oleh orang-orang yang mayoritas berpaham moderat. NU, misalnya, menjadi ormas Islam terbesar yang sejak awal mampu hidup harmonis dengan perbedaan.

Media Belum Berimbang atas Sikap Keberagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Media Belum Berimbang atas Sikap Keberagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Media Belum Berimbang atas Sikap Keberagamaan

Doktor Universitas Ummul Qura Mekkah ini menyatakan, NU memiliki 21.000 pesantren. Masing-masing pesantren mendidik ratusan hingga belasan ribu santri. Tak satu pun dari jumlah tersebut yang terlibat aksi terorisme.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Tapi karena yang diberitakan yang keras-keras, akhirnya mereka nggak kelihatan,” katanya saat menerima kunjungan dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Uni Indonesia Kawasan Barat di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (15/10).

Kang Said mengingatkan untuk berhati-hati dengan stigma kekerasan yang disemat kepada agama. Popularitas kelompok garis keras lebih disebabkan oleh sikap vokal  dan ekspos media.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

 

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Kyai, Aswaja Pondok Pesantren Attauhidiyyah

PCNU Semarang Sambut Harlah Ke-91 NU dengan Khotmil Qur’an

Semarang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Khataman al-Quran 30 juz diinisiasi PCNU Kota Semarang, Jawa Tengah untuk menyambut 91 tahun hari lahir Nahdlatul Ulama. Dimulai dari kepengurusan PCNU usai melaksanakan khataman dilanjutkan lembaga, lajnah, badan otonom dan pesantren di lingkungan PCNU Semarang.?

Hingga berita ini diturunkan sudah lebih dari 5 khataman dilaksanakan yang lain sedang berlangsung. "Dengan khataman ini kita mengingat ghiroh para pejuang NU,” papar Wakil Sekretaris PCNU, Kiai Nur Siroj.

PCNU Semarang Sambut Harlah Ke-91 NU dengan Khotmil Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Semarang Sambut Harlah Ke-91 NU dengan Khotmil Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Semarang Sambut Harlah Ke-91 NU dengan Khotmil Qur’an

Dia mengatakan, kegiatan positif seperti ini harus ditradisikan. Hal ini mendapatkan respon bagus di kalangan Nahdliyyin di kota Semarang. Banyak tradisi yang kian luntur. Beberapa kegiatan besar NU sudah digelorakan dengan shalawat Nariyah, dzibaan dan istighotsah.?

“Tak ada salahnya kita mengadakan khataman untuk menyambut Harlah NU ke-91,” ujarnya.

Semangat untuk menjaga kebersamaan ini terus dipupuk kepengurusan PCNU Semarang. Membaca al-Quran dengan dibagi melalui grup media sosial ini bisa dikerjakan di sela-sela waktu kegiatan PCNU.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Dengan khataman ini kita juga ikut menjaga ruh dakwah NU," tambah mutakharrijin Sirojuth Thalibin ini.

Puncak dari khataman ini akan dilaksanakan di Kantor PCNU Kota Semarang sekaligus memperingati Harlah NU. Selain itu khataman seperti ini menguatkan persaudaraan baik antara pengurus dengan warga NU. (Zulfa/Fathoni)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Syariah, Aswaja, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 14 Januari 2018

Inilah Lambang NU Afganistan

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) yang baru saja didirikan di Afganistan telah merilis sebuah lambang yang mirip dengan organisasi NU di Indonesia. Lambang menggunakan gambar utama bola dan warna dominan hijau.

Inilah Lambang NU Afganistan (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Lambang NU Afganistan (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Lambang NU Afganistan

Fokus yang ditunjukkan dalam bola dunia itu adalah peta negara Afganistan. Di bagian atas bola dunia tertulis kalimat “Bismillahirrahmanirrahim”, dan di sisi kanan dan kiri bola dunia tertulis nama NU Afganistan, semuanya dalam bahasa Arab. Lalu tepat di tengah bola dunia terdapat gambar masjid.

Di bawah logo tertulis kalimat “Al-ulama’u warotsatul Ambiya” merujuk pada hadits Nabi Muhammad SAW yang berarti “Ulama adalah pewaris para Nabi”. Di bawah kalimat itu tertulis NUA atau Nahdlatul Uama Afganistan. Berbeda dengan lambang NU di Indonesia dengan sembilan bintang di sekeliling bola dunia, dalam lambang NU Afganistan hanya terdapat lima bintang di sisi bagian atas.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Lambang NU Afganistan telah dikirimkan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta. Pondok Pesantren Attauhidiyyah belum mendapatkan konfirmasi mengenai makna sebenarnya yang dimaksud dalam lambang tersebut.

Lima bintang yang dimaksud sepertinya merujuk pada lima prinsip yang diadopsi dari NU di Indonesia yang dinamakan “NUA? Principals” yakni Attawasoot, Attawazon, Al-Adalah, Attasamoh, dan Al-Musharakah. (A. Khoirul Anam)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Berita, Aswaja Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 11 Januari 2018

Harlah Ke-81, GP Ansor Resmikan Masjid KH Abdurrahman Wahid

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor meresmikan masjid baru memasuki hari lahir (Harlah) ke-81 yang jatuh tepat pada Jumat (24/4). Masjid dua lantai yang diberi nama "KH Abdurrahman Wahid" ini terletak di Jalan Kramat Raya 65A, Jakarta.

Harlah Ke-81, GP Ansor Resmikan Masjid KH Abdurrahman Wahid (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-81, GP Ansor Resmikan Masjid KH Abdurrahman Wahid (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-81, GP Ansor Resmikan Masjid KH Abdurrahman Wahid

Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti masjid oleh mantan ibu negara Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Ketua Umum PP GP Ansor Nusron Wahid dan disaksikan ratusan kader GP Ansor yang datang dari Jabodetabek.

Nusron menjelaskan, bagian bawah bangunan masjid yang berada di depan kantor PP GP Ansor ini berfungsi sebagai tempat media center dan aktivitas ekonomi, seperti toko buku dan pernak-pernik NU, juga koperasi simpan-pinjam.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Ini tak hanya sebuah penghargaan tapi juga kebanggaan bagi kami sekeluarga. Ini bukti bahwa jejak perjuangan Gus Dur terus membekas pada generasi muda NU,” ujar Hj Sinta Nuriyah, Jumat malam, yang didampingi putrinya, Yannuba Arifah Chafsah atau Yenny Wahid.

Istri mendiang Gus Dur ini mengingatan, kini banyak nama tokoh yang disematkan pada tempat-tempat dengan maksud mengenang. Namun sayangnya tempat-tempat tersebut ternyata banyak yang tak mencerminkan karater dan kepribadian sang tokoh yang menjadi label itu.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Tapi saya yakin dan percaya bahwa tempat ini tidak akan menjadi tempat seperti itu karena Ansor adalah urat nadi dari bangsa Indonesia,” tuturnya sembari menyebut bahwa jauh sebelum perayaan harlah GP Ansor malam ini, nama suaminya telah menjadi pula nama sebuah perpustakaan di New York Amerika Serikat.

Graha Ansor empat lantai yang menjadi kantor GP Ansor juga rampung diperbaiki bersamaan dengan selesainnya pembangunan masjid. Rencananya, kata Nusron, lantai 4 gedung ini menjadi perpustakaan yang juga bernama KH Abdurrahman Wahid, lantai 3 sebagai lokasi perkuliahan perbankan syariah STAINU Jakarta, lantai dua menjadi kantor, lalu lantai satu adalah aula yang bisa disewa secara umum.

Hadir pula dalam acara yang diselenggarakan di halaman Graha Ansor ini Rais Syuriah PBNU KH Saifuddin Amsir dan KH Masdar Farid Mas’udi, Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud, Ketua Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU) KH Abdul Manan A Ghani, dan sejumlah pejabat pemerintah.

Peringatan Harlah ke-81 GP Ansor diawali dengan acara manaqiban, khatmul quran, dan pembacaan shalawat dengan mengusung tema “Transformasi Jamaah Menuju Jami’iyah Nahdliyah”. Melalui tema ini, Nusron mengatakan pihaknya hendak menegaskan bahwa pemuda NU yang sangat besar lebih solid dalam gerakan teroganisasi secara modern tanpa kehilangan jati diri tradisinya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Internasional, Aswaja, AlaNu Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 25 Desember 2017

NU Batang Jateng Motori Pengembangan Biogas

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Demi mewujudkan kemandirian di sektor energi, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang, Jawa Tengah, sedang gencar mengembangkan produksi biogas di daerah setempat dan sejumlah kabupaten lainnya.

Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian NU (LPPNU) Batang Turjaun mengatakan, sumber energi yang dihasilkan dari limbah peternakan tersebut dapat menjadi bahan bakar alternatif untuk sejumlah kebutuhan, seperti aktivitas memasak dan penerangan.

NU Batang Jateng Motori Pengembangan Biogas (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Batang Jateng Motori Pengembangan Biogas (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Batang Jateng Motori Pengembangan Biogas

Turjaun mengaku sudah berhasil membangun biogas digester yang sudah memproduksi biogas dan dimanfaatkan warga di tempatnya. Bahkan, melalui pengembangan teknologi ini, salah satu desanya meraih peringkat dua pada sebuah lomba untuk kategori desa mandiri energi se-Jawa Tengah.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

”Ada permintaan juga di Jawa Barat, petani punya 300 sapi minta dibangunkan biogas dengan kapasitas 30 kubik. Kalau 30 kubik itu minimal bisa (menjadi energi alternatif) untuk 10 rumah,” katanya saat berkunjung ke kantor redaksi Pondok Pesantren Attauhidiyyah, Jakarta, Senin(1/4) sore.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menurut Turjaun, penerapan biogas di daerah yang memiliki potensi peternakan akan membawa keuntungan ekonomis. Selain memanfaatkan limbah yang selama ini cukup terabaikan, juga mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap elpiji, terlebih saat elpiji mengalami kenaikan harga.

Selain di Batang, ia juga mengembangkan teknologi ini di kabupaten lain. ”Di Rembang mulai April ini insyaallah akan dibangun 75 unit biogas digester, hampir per kecamatan ada, masing-masing kapasitas 6m3,” imbuhnya.

Ditambahkan, biogas digester juga akan dibangun di Kabupaten Kendal sebanyak 2 unit, dan di Kabupaten Demak 2 unit, masing-masing berukuran 20m3. Proses pembangunan ini bekerjasama dengan dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jateng.

Sejauh ini, sambung Turjaun, belum ada hambatan yang berarti untuk tugasnya ini. Hanya saja, teknologi biogas yang pihaknya kembangkan belum sampai pada tahap kemasan dalam tabung, sebagaimana elpiji, sehingga belum bisa dipasarkan secara masif.

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Daerah, Aswaja, Ubudiyah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 16 Desember 2017

Gerakan Pesantren Tangerang Raya Tolak Ideologi Islam Radikal

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Forum Silaturrahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kota Tangerang memfasilitasi kegiatan bedah fatwa MUI Tangerang perihal ideologi yang dapat merusak integritas kebangsaan Republik Indonesia. Di Villa Binual Cilember, Bogor, Selasa-Rabu (25-26/11), mereka mencoba melihat posisi gerakan ideologi keislaman di tengah konsep negara Indonesia.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya para kiai di kampus STISNU. Ketua FSPP KH A Baijuri Khotib berkata, “Pertemuan ini bertujuan membangun persepsi dari seluruh ormas Islam di Tangerang yang cinta NKRI terkait integritas kebangsaan.”

Gerakan Pesantren Tangerang Raya Tolak Ideologi Islam Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Pesantren Tangerang Raya Tolak Ideologi Islam Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Pesantren Tangerang Raya Tolak Ideologi Islam Radikal

Sementara Ketua PCNU Kota Tangerang H A Bunyamin memandang, pilar-pilar kebangsaan secara subtansi tidak bertentangan dengan ajaran luhur keislaman. Sebab itu, merawat keutuhan NKRI dengan antara lain memerangi ideologi transnasional harus digalakkan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Kita harus menyiapkan generasi kita di masa depan agar negara ini tetap ada sampai hari Kiamat,” kata H Bunyamin.

Pertemuan ini dihadiri oleh FSPP kabupaten Tangerang KH Hasbiyallah, FSPP Tangerang Selatan KH Muslihuddin, FSPP Kota Tangerang KH M Tabar, PCNU Tangsel KH Abbas Hurobby, Syuriyah PCNU Kota Tangerang KH Mamun, dan STISNU Nusantara Tangerang HM Qustulani. (Alhafiz K)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Olahraga, Amalan, Aswaja Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 04 Desember 2017

Belajar Bahasa Inggris, Siswa SMK Plus NU Sidoarjo Dengarkan Narsum dari Aljazair

Sidoarjo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Ratusan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Plus Nahdlatul Ulama Sidoarjo mengikuti proses pembelajaran bahasa Inggris yang disampaikan oleh penutur langsung (native speaker) dari Al-Jazair, Mr I Yazeed Chergui di aula SMK Plus NU Sidoarjo. Mereka terlihat ceria dan antusias mengikuti penjelasan dari Yazeed.

Koordinator Bahasa Inggris SMK Plus NU Sidoarjo Lely Retno Septyo Rini mengatakan, penutur langsung ini sengaja didatangkan dari luar negeri melalui tempat kursus Bahasa Inggris "Kampung Sinau" yang berada di Desa Siwalan Panji Buduran Sidoarjo.

Belajar Bahasa Inggris, Siswa SMK Plus NU Sidoarjo Dengarkan Narsum dari Aljazair (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Bahasa Inggris, Siswa SMK Plus NU Sidoarjo Dengarkan Narsum dari Aljazair (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Bahasa Inggris, Siswa SMK Plus NU Sidoarjo Dengarkan Narsum dari Aljazair

Menurutnya, penutur langsung ini rencananya akan didatangkan ke sekolah sedikitnya dua bulan sekali, dari berbagai negara.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Tahun ajaran baru ini, baru pertama kali diadakan. Ke depan akan kami adakan dua bulan sekali. Kami berharap agar anak-anak bisa termotivasi untuk belajar bahasa Inggris di dalam sekolah pada khususnya, dan pada umumnya di sekitar sekolah atau di lingkungan perumahan Bluru ini. Sehingga di sini bisa menjadi kampung Inggris seperti di pare Kediri," kata Lely, Selasa (26/7).

Lely menerangkan, pihak sekolah sengaja memberikan pendidikan bahasa Inggris kepada para siswanya agar mereka bisa menggunakan bahasa Inggris dengan benar. Pasalnya, para siswa nantinya akan melaksanakan Praktik Kerja Industri (Prakerin) ke luar negeri seperti di Brunei, Thailand, Filipina dan Malaysia.

"Untuk jurusan yang akan mengikuti prakerin ke luar negeri yakni jurusan Keperawatan, lalu menyusul Farmasi dan Desain Komunikasi Visual (DKV). Kami berharap para siswa yang lulus nanti bisa bekerja dan diterima di luar negeri. Karena saat ini banyak perawat yang dibutuhkan di luar negeri, terlebih di Cina," jelasnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Lebih lanjut Lely mengemukakan, untuk memotivasi para guru dan siswa biar mereka lebih terpacu menggunakan bahasa Inggris di tahun ini, SMK Plus NU Sidoarjo mencanangkan untuk berbicara bahasa Inggris setiap hari Selasa.

"Selama lima hari (Senin-Jumat) mulai pukul 07.00-08.00 WIB di lingkungan sekolah harus menggunakan atau berbahasa Inggris. Jika ada yang tidak menggunakan bahasa Inggris akan dikenakan hukuman," pungkasnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Aswaja Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rabu, 22 November 2017

Impor Paha Ayam Harus Distop

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah
Pemerhati masalah pertanian, H Imam Churmen, berpendapat, paha dan sayap ayam asal Amerika Serikat tidak layak dikonsumsi karena di negara asalnya merupakan limbah.

"Rakyat AS tak mau mengkonsumsi paha dan sayap ayam karena mengandung kolesterol," kata Imam Churmen dalam diskusi terbuka mencegah masuknya impor paha dan sayap ayam dari AS yang diselenggarakan Petani Centre IPB di kampus IPB, Bogor, Kamis (6/10)kemarin.

Ia juga berpendapat, masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam meragukan kehalalan paha dan sayap ayam asal AS itu karena cara pemotongannya diragukan.

Mantan Wakil Ketua Komisi III DPR (dulu membidangi pertanian) ini menandaskan, apabila impor paha dan sayap ayam dari AS itu dikabulkan pemerintah, berarti pemerintah tak menunjukkan kepeduliannya terhadap nasib peternak yang sedang terpuruk. Padahal, peternakan ayam di dalam negeri belakangan terpuruk dan belum bangkit akibat wabah flu burung.

Impor paha dan sayap ayam juga dinilai hanya menguntungkan segelintir kelompok orang saja. "Oleh karena itu saya mengimbau kepada pengusaha yang berminat mengimpor paha dan sayap ayam dari AS itu untuk membatalkan niatnya. Sebaiknya, dana yang dimiliki digunakan untuk membantu peternak dalam negeri agar mampu bangkit kembali menekuni bidang usahanya." kata mantan ketua Lembaga Pertanian NU (LPNU)

Ia juga menegaskan, `apabila pemerintah mengizinkan impor paha dan sayap ayam dari AS tersebut, saya akan menyatakan menolak kebijakan itu."

Imam juga mengatakan, meskipun agribisnis ayam ras sempat mengalami guncangan akibat krisis ekonomi, ke depan peluang pengembangannya sangat prospektif. Faktor yang mendukungnya, jumlah penduduk sekitar 210 juta jiwa, konsumsi daging dan telur ayam per kapita penduduk tergolong rendah, yakni 3,02 kg, atau sedikit di atas Vietnam dengan konsumsi per kapita 2,1 kg per tahun.

Karena bahan pangan asal unggas diktegorikan dalam sembilan bahan pokok (sembako), maka komoditas daging dan telur ayam menjadi target kebijakan pangan nasional, yang perlu diwujudkan keterediaannya dalam dimensi jumlah, kualitas, ruang, waktu dan keterjangkauannya.

Imam mencatat, akibat krisis multidimensi sejak pertengahan Agustus 1997, agribisnis ayam ras Indonesia mengalami penurunan drastis. Menurut data Ditjen Peternakan produksi DOC final stock broiler 1998 merosot sekitar 50 persen dari produksi 1997.

Hal senada juga dikemukakan Ketua Umum Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional, Tri Hardiyanto, menurutnya  sejak kasus flu burung menyerang Indonesia, permintaan akan ayam broiler menurun drastis mencapai 60 persen. Padahal, kematian unggas akibat flu burung hanya 0,12 persen dari total populasi yang mencapai 1,2 miliar ekor. Saat ini ada sekitar 11,2 juta ton stok ayam broiler di dalam negeri yang belum dipasarkan hingga dua bulan mendatang. "Kondisi ini akan semakin hancur, bila paha dan sayap ayam dari Amerika masuk ke Indonesia," katanya.

"Karena itu pemerintah harus berani menolak masuknya CLQ asal Amerika untuk melindungi peternak dalam negeri. Memang konsumen mendapat harga murah untuk CLQ, tetapi dampaknya lebih besar menanti yaitu hancurnya industri peternakan dalam negeri. Setelah hancur kita akan dikuasai Amerika dalam pasokan ayam," ujarnya menegaskan. (atr/sk/cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Aswaja Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Impor Paha Ayam Harus Distop (Sumber Gambar : Nu Online)
Impor Paha Ayam Harus Distop (Sumber Gambar : Nu Online)

Impor Paha Ayam Harus Distop

Selasa, 21 November 2017

Sumber-sumber Radikalisme

Oleh M. Kholid Syeirazi



Radikalisme agama dibentuk oleh pikiran radikal. Pikiran radikal menghasilkan sikap eksklusif dan intoleran. Sikap eksklusif dan intoleran pintu masuk untuk bertindak radikal, melakukan teror, dan kekerasan. Orang yang berpikir radikal dan bersikap eksklusif belum tentu bersedia melakukan tindakan radikal, kekerasan, apalagi teror. Tetapi semua teroris atas nama agama bertindak karena pikiran-pikiran radikal. Bahan baku pikiran radikal di kalangan Muslim adalah kombinasi kompleks dari bermacam-macam sumber. 

Sumber pertama adalah teks-teks agama (? ?)  baik Al-Quran, Hadits maupun pendapat ulama  yang dijustifikasi sebagai referensi untuk berpikir dan bertindak radikal. Teks-teks ini umumnya dipahami secara harfiah, dilepaskan dari konteksnya, tidak mengikuti metodologi istinbath, dan dilepaskan dari illat (faktor) kekinian. Jika ada ayat "Bunuhlah orang-orang kafir di mana pun kalian temukan mereka," maka  tidak ada tafsir lain selain perintah menghunus pedang dan memanggul senjata. Jika ada ayat "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela sebelum kalian ikuti agama mereka," maka tidak ada makna lain selain kita harus bersitegang dan curiga tanpa batas tanpa reserve. Kita bisa temukan banyak ayat lain yang bisa jadi bahan baku berpikir dan bertindak radikal, termasuk larangan mengangkat orang kafir sebagai ? yang bikin geger orang Indonesia tempo hari itu.

Sumber-sumber Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Sumber-sumber Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Sumber-sumber Radikalisme

Sumber kedua adalah klaim tentang kebusukan demokrasi, nation-state, dan pemimpin politik yang mengakui demokrasi dan nation-state. Radikalisme memikat anak-anak muda karena menyediakan alternatif untuk memahami deprivasi relatif yang menimpa mereka. Seluruh kekacauan tertib sosial dan politik, termasuk isu pengangguran, kemiskinan, ketimpangan, dan dominasi asing dalam perekonomian adalah kesalahan sistem sekuler. Mereka mengutuk pemimpin demokrasi dan negara-bangsa, mencari celah membusukkan mereka, dan menyodorkan alternatif Islam (? ? atau ? ?) bagi nation-state sekuler.

Jadi masalahnya bukan siapa presidennya, tetapi sistem yang diikutinya. Karena itu, tidak perlu heran, radikalis yang sekarang kritis sama Jokowi dan punya agenda membusukkan rezim Jokowi, dulu juga kritis sama SBY dan ingin membusukkan rezim SBY. Jika sekarang mereka berteman dg SBY dan memuji SBY yang dulu lunak kepada mereka, itu semata karena SBY tidak lagi jadi presiden dari sebuah sistem sekuler.

Sumber ketiga adalah perasaan teraniaya dari Barat dan ingin membalas seluruh kekejian mereka terhadap Islam dan kaum Muslimin. Para pelaku teror adalah mereka yang marah dengan Amerika dan Israrel serta sekutu-sekutu mereka yang keji terhadap Islam dan kaum Muslimin. Teror di sini adalah dalam rangka membalas perbuatan mereka di sana. Bunuh diri adalah cara terhormat untuk membalas perbuatan Amerika yang membunuh banyak orang di Timur Tengah, Asia Tengah, Afrika dan merampok kekayaan alam mereka.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Inilah sumber-sumber nalar radikal. Tanpa kejujuran mengakui sumber-sumber ini, kita tidak akan bisa membereskan gejala radikalisme Islam yang mewabah dimana-mana, termasuk Indonesia.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Penulis adalah Sekjen Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Berita, Aswaja Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 17 November 2017

Hukum Shalat Jamaah dengan Pacar

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Kepada yang terhormat admin Pondok Pesantren Attauhidiyyah, saya mau menanyakan perihal shalat jamaah dengan pacar. Apakah hukum shalat jamaah tersebut? Atas penjelasannya kami ucapkan terima kasih. Wassalamu ’alaikum wr. wb. (Rahmat Hidayat/Sidoarjo)

Hukum Shalat Jamaah dengan Pacar (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Shalat Jamaah dengan Pacar (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Shalat Jamaah dengan Pacar

Jawaban

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Pertama-tama yang harus dipahami adalah bahwa dalam konteks ini ada dua permasalahan. Pertama menyangkut soal dua orang berlainan jenis yang bukan mahram melakukan khalwat atau berduaan di tempat sepi. Kedua, menyangkut status hukum shalat berjamaahnya.  

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menyangkut permasalahan pertama hemat kami sudah sangat jelas bahwa menurut ajaran Islam, laki-laki yang berduaan dengan perempuan yang bukan mahramnya jelas tidak diperbolehkan/haram. Di antara dalil menjadi landasan dalam hal ini adalah sebagai berikut.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali berkhalwat (berduaan) dengan perempuan yang bukan mahram karena yang ketiga di antara mereka adalah setan,” (HR Ahmad).

Hadits ini dengan terang menjelaskan bahwa keimanan itu meniscayakan untuk menafikan khalwat dengan perempuan yang bukan mahram atau ajnabiyyah. Karena hal tersebut bisa menjerumuskan kepada sesuatu yang dilarang.

Dari sini kemudian dapat dipahami kenapa berkhalwat atau berduaan dengan perempuan yang bukan mahram diharamkan. Jadi larangan tersebut bisa dipahami sebagai upaya untuk menutup hal-hal yang tidak diinginkan (saddud dzari’ah).

Atas dasar inilah kemudian dengan tegas Abu Ishaq Asy-Syirazi dalam kitab Al-Muhadzdzab fi Fiqhil Imamis Syafi’i menyatakan bahwa makruh seorang laki-laki shalat dengan seorang perempuan ajnabiyyah atau yang bukan mahramnya karena didasarkan hadits Nabi yang melarang seorang laki-laki berduaan dengan perempuan yang bukan mahram.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Dan dimakruhkan seorang laki-laki shalat dengan seorang perempuan ajnabiyyah karena didasarkan pada sabda Nabi SAW, ‘Jangan sekali-kali seorang laki-laki berkhalwat dengan perempuan karena yang ketiga di antara mereka adalah setan,” (Lihat Abu Ishaq Asy-Syirazi, Al-Muhadzdzab fi Fiqhil Imamis Syafi’i, Beirut, Darul Fikr, tt, juz I, halaman 98).

Kemakruhan dalam konteks ini menurut Muhyiddin Syarf An-Nawawi adalah makruh tahrim sebagaimana yang beliau kemukakan dalam anotasi atau syarah atas pernyataan Abu Ishaq Asy-Syirazi di atas. Sedangkan makruh tahrim itu sendiri pengertian adalah sama dengan haram.

? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Yang dimaksud makruh (dalam pernyataan Abu Ishaq Asy-Syirazi di atas) adalah makruh tahrim. Hal ini apabila si laki-laki tersebut berduaan dengan seorang perempuan ajnabiyyah atau bukan mahramnya,” (Lihat Muhyiddin Syarf An-Nawawi, Al-Majmu` Syarhul Muhadzdzab, Jeddah, Maktabah Al-Irsyad, juz IV, halaman 173).

Namun persoalannya tidak hanya sampai di sini saja. Jika shalat hanya berduaan, yaitu hanya seorang laki-laki (imam) dan perempuan (makmum) yang bukan mahramnya atau hanya berdua dengan pacar adalah haram dengan mengacu pada penjelasan di atas, maka pertanyaannya adalah apakah sah shalat jamaah tersebut?

Dalam pandangan kami, shalat berjamaah dengan perempuan yang bukan mahram atau dengan pacar sebagaimana dijelaskan di atas adalah tetap sah. Sebab keharaman shalat berduaan dengan pacar atau perempuan yang bukan mahramnya karena adanya sesuatu yang berada di luar shalat (li amrin kharijiy ‘anis shalah). Yaitu berkhalwat atau berduaan dengan perempuan yang bukan mahramnya. Sedang berkhalwat tersebut bisa terjadi melalui perantara shalat dan yang lainnya.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Hindari dan jauhi keinginan untuk berdua-duaan dengan pacar, karena bisa menjerumuskan ke dalam perbuatan yang dilarang. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Aswaja, Santri, Hikmah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 12 November 2017

Pesantren Kempek: Ahlan Wasahlan Para Musyawirin

Cirebon, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Salah seorang pengasuh pengsuh pondok pesantren Kempek-Cirebon KH Ja’far Aqil Siroj, mengucapkan selamat datang kepada para pesarta Musyarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2012. 

Pesantren Kempek: Ahlan Wasahlan Para Musyawirin (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Kempek: Ahlan Wasahlan Para Musyawirin (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Kempek: Ahlan Wasahlan Para Musyawirin

Assalmu ’alaikum warahmatullahi wabaokatuh

Saya sebagai shohibul bait mengucapkan selamat datang kepada para musyawirin. Marhaban, ahlan wa syahlan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kami ucapkan selamat datang. Juga saya menyampaikan mohon maaf, apabila, ya pasti banyak hal yang kurang berkenan dari segi pelayanan panitia; dari kulemna (tidur), tuangna (makan), terus ibakna (mandi), ka cai (toilet). Banyak hal yang kurang berkenan.

Saya, semua keluarga besar Pesantren Kempek, sebagai sohibul bait, mengucapkan selamat bermusyarah. Mari kita ikuti agenda persidangan sebab acara ini tidak saban tahun ada. Kesempatan mengungkapkan menyampaikan pemikiran-pemikiran dari para pemikir, tokoh NU, di sinilah kesempatannya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Saya berharap para musyawirin mengikuti persidangan setiap agenda persidangan. Butir-butir keputusannya akan menjadi manfaat bagi orang banyak.

Munas kali ini isu sentralnya ke khittah NKRI 1945. Dengan khittah 45 ini, Indonesia makin kokoh, makin kuat. Kuatnya Indonesia, maka NU harus berada di sana, berperan.”

Wallahul muwafiq ilaa aqwamith thariq. Wassalamu a’laikum warahmatullahi wabarakatuh



Laporan: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Nahdlatul Ulama, Aswaja, Fragmen Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 10 November 2017

SBY: Saya Berterima Kasih kepada Habib Luthfy

Pekalongan, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara pribadi dan mewakili bangsa Indonesia menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada Habib Muhammad Luthfy bin Yahya atas prakarsa dan upaya yang telah dan akan dilakukan untuk menjaga keutuhan NKRI.

SBY: Saya Berterima Kasih kepada Habib Luthfy (Sumber Gambar : Nu Online)
SBY: Saya Berterima Kasih kepada Habib Luthfy (Sumber Gambar : Nu Online)

SBY: Saya Berterima Kasih kepada Habib Luthfy

“Dengan gerakan yang dipelopori beliau Habib Luthfy, melalui Majelis Maulidurrasul seperti yang kita saksikan bersama ini, yakni menjaga persatuan dan kesatuan dan menegakkan NKRI,” katanya.

SBY menambahkan, kalau bangsa Indonesia memiliki tekad, semangat dan upaya seperti yang dicontohkan Rais Aam Jamiyyah Ahli Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) selama ini, kita bersatu dan bekerja keras bersama membangun negeri, maka atas izin Allah SWT, Indonesia makin ke depan akan semakin maju, makin aman dan rakyatnya makin sejahtera.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Demikian dikatakan Presiden RI ke-6 saat memberikan sambutan pengarahan di hadapan puluhan ribu umat Islam yang menghadiri Majelis Maulidurrasul SAW 1435 H yang berlangsung di Gedung Kanzus Sholawat Pekalongan Rabu (5/2).

"Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih atas komitmen dan kebulatan tekad yang dipimpin Habib Luthfy untuk seti menjaga keutuhan NKRI," ujar Presiden SBY.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dikatakan, kalau bangsa Indonesia bisa bersatu dalam keberbedaan, baik berbeda dalam beragama, suku, etnis, bahasa, akan tetapi tetap bersatu dan berikhtiyar bersama, maka tidak ada persoalan seberat apapun yang tidak bisa kita hadapi.

Kehadiran Presiden SBY di Majelis Maulidurrasul yang diprakarsai Habib Luthfy merupakan yang keduakalinya setelah yang pertama pada bulan April 2008 yang lalu, sedangkan kali ini merupakan kunjungan yang kedua dari rangkaian kunjungan kenegaraan di beberapa daerah di jalur Pantura.

Dalam kesempatan kehadiran di Kota Batik Pekalongan, Presiden dan rombongan yang menggunakan kereta api luar biasa juga menyempatkan melihat kerusakan jalan di jalur Pantura dan beberapa sentra batik di Pekalongan bersama ibu negara Ani Yudhoyono.

Sementara itu, Khodimul Maulid Habib Luthfy bin Yahya mengatakan, kekuatan cinta tanah air sesungguhnya ada di pundak TNI dan Polri dan dirinya beserta seluruh jamaah siap mendukung sepenuhnya.

Di hadapan Presiden SBY, Habib Luthfy mengajak kepada seluruh jamaah yang hadir untuk berjanji untuk tetap setia mempertahankan NKRI dan akan melawan sekaligus menghadapi segala kekuatan yang akan menggoyahkan NKRI.

Tampak hadir beberapa menteri kabinet Indonesia Bersatu jilid 2, yakni Mensesneg Sudi Silalahi, Mendikbud HM. Nuh, Menteri Agama H. Surya Dharma Ali, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Sosial Saleh Al Jufri, Menteri Pertanian Suswono dan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faisal Zaini. Kemudian Kapolri Jendral Polisi Sutarman, Panglima TNI Jendral TNI Moeldoko, ribuan ulama, kiai, habaib dari berbagai pelosok tanah air.

Kegiatan maulid di Kanzus Sholawat dimulai sejak pagi diisi dengan pembacaan qasidah maulid Simtud Duror, Dalailul Khoirot, jamaah Shalat Dhuhur dan puncak acara maulid dan diakhiri dengan sambutan shohibul bait, sambutan Gubernur Jawa Tengah dan sambutan pengarahan Presiden. (Abdul Muiz/Abdullah Alawi)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Aswaja Pondok Pesantren Attauhidiyyah