Jumat, 30 September 2011

Kembangkan Perpustakaan sebagai Jantung Pendidikan

Pondok Pesantren memegang peranan penting di masyarakat, sementara di perguruan tinggi masing-masing tempat para mahasiswa menuntut ilmu porsi pembinaan spiritual dan karakter mental masih sangat kurang. Karenannya harus tersedia tempat untuk membina moral, membangun karakter dan memperkuat basis keilmuan sehingga kelak akan mampu berperan secara maksimal di dunia kerja dan masyarakat yang tetap disemangati dengan nilai-nilai Keislaman, kebudayaan dan ke Indonesiaan. Hal itu yang selalu diungkapkan oleh Pendiri Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang, KH A Hasyim Muzadi.

Akhirnya pada tanggal 3 Juli 1989 berdiri Yayasan Al Hikam Malang dengan akte notaris NO 47/ 1989. Kemudian Pesantren Mahasiswa Al Hikam sendiri secara resmi berdiri pada tanggal 17 Ramadlan 1413 H/ 21 Maret 1992.

Kembangkan Perpustakaan sebagai Jantung Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembangkan Perpustakaan sebagai Jantung Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembangkan Perpustakaan sebagai Jantung Pendidikan

Pesantren Mahasiswa (Pesma) Al Hikam yang beralamatkan di Jl. Cengger Ayam No. 25 Lowokwaru Kota Malang bercita-cita untuk menggabungkan sisi positif perguruan tinggi dan pesantren untuk mewujudkan generasi yang mempunyai penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, berbudi pekerti luhur serta memiliki kepribadian dengan tetap memegang budaya dan semangat keIndonesiaan. Selain itu, Pesma Al-Hikam yang biasa disebut oleh para santri memiliki Motto “Amaliah Agama, Prestasi Ilmiah, dan Kesiapan Hidup

Untuk sampai kepada tujuan pendidikan di Pesma Al Hikam. Santri diberikan kesempatan untuk mengaktualisasikan minat dan bakatnya di berbagai media aktivitas yang ada di pesantren Mahasiswa Al Hikam. Media-media aktivitas tersebut antara lain : Organisasi Santri Pesantren Mahasiswa Al Hikam (Ospam), KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) Al Hikam, Taman Pendidikan Al-Qur’an Al Hikam, Mini Market Al Hikam, dan Unit Teknologi Informasi (UTI).

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Diharapkan dengan berbagai aktivitas positif di dalam masing-masing unit tersebut santri yang aktif akan memiliki keterampilan dan pengetahuan praktis dalam mengelola lembaga, mengenal, melayani orang lain dan lingkungan, menyusun program, pengalaman kepemimpinan, dan keterampilan teknis tertentu yang mungkin tidak didapat secara langsung dari kelas baik di kampus maupun di pesantren.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pengembangan perpustakaan 

Keberadaan perpustakaan dan pusat informasi berawal adanya taman bacaan, dimana koleksinya masih berupa kumpulan koleksi milik pengasuh yakni KH A Hasyim Muzadi yang dimanfaatkan oleh para santri untuk kebutuhan pengkayaan ilmu pengetahuan dan penumbuhan daya pikir santri. Pada saat itu koleksi perpustakaan masih belum dikelola secara profesional.

Sesuai dengan perkembangan waktu, keberadaan taman bacaan semakin dirasakan sebagai kebutuhan untuk mendukung kegiatan lembaga induknya, yaitu Pesma Al Hikam, STAI Ma’had Aly (STAIMA), maka sejak tahun 2003 bersamaan dengan berdirinya STAI Ma’had Aly (STAIMA), unit tersebut menjadi unit perpustakaan dan pusat informasi yang dikelola secara profesional oleh para pustakawan ahli yang terdiri dari 2 orang sarjana perpustakaan, 1 orang tenaga teknisi perpustakaan, 2 orang tenaga bantu yang memiliki kualifikasi kemampuan bahasa Inggris dan bahasa Arab.

Pada tahun 2011 koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan mencapai 5850 judul, 15.992 eksemplar yang dilengkapi dengan barkode dan terekam dalam pangkalan data (database) dan dilengkapi dengan opac (online public acces catalogue) dan jaringan internet. Disamping itu memiliki koleksi virtual library yang berjumlah 68 judul dengan subyek Al-Qur’an, Tafsir, Hadits, bahasa Arab, bahasa Inggris, kajian keislaman. Koleksi tersebut terpasang dalam OPAC (Online Public Acces Catalouge) atau AISAL (Al-Hikam Integreted Self Access Learning). Untuk mengetahui koleksi buku dan kitab yang dimiliki oleh perpustakaan al-Hikam dapat diakses di: http://al-hikam.ddns.net/   

Sedangkan terkait akses ilmu pengetahuan, menurut Wakil Pengasuh Pesma Al-Hikam, KH Muhammad Nafi’ perpustakaan Al Hikam juga sudah sangat representatif. Dari data perpustakaan Al Hikam, terdapat 6.704 judul buku dengan total 17.304 eksemplar. Selain itu, terdapat sekitar 5.000 judul kitab berupa e-Book. 

”Kita sadar akan pentingnya perpustakaan, apalagi pesantren kita khusus untuk mahasiswa,” tandas pengurus PCNU Kota Malang yang juga menantu Mbah Muhith Muzadi. (Ahmad Rosyidi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Aswaja Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 11 September 2011

Elit PDIP Silaturrahim ke PBNU

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menerima kunjungan dan silaturrahim elit pengurus Parta Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sore ini, Jumat (8/1) di Gedung PBNU Jl Kramat Raya 164.

Kedatangan elit partai pemenang pemilu 2014 itu dalam rangka mengundang secara khusus Ketua Umum dan Sekjend PBNU ke acara Rakernas dan Harlah PDI-P pada tanggal 10 Januari 2016 di JJC Kemayoran Jakarta Pusat.

Elit PDIP Silaturrahim ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Elit PDIP Silaturrahim ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Elit PDIP Silaturrahim ke PBNU

Dalam sambutannya, Sekjend PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa ada banyak kesamaan visi antara PBNU dengan PDIP terutama yang menyangkut pendampingan wong cilik dan program-program kerakyatan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“PDIP memiliki visi memberdayakan rakyat kecil dan itu sejalan dengan visi NU yang sangat peduli pada rakyat kecil,” tandas Hasto.

Sementara itu, Wasekjen PDIP Ahmad Basarah menceritakan, ia telah melaporkan kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri soal dirinya yang bergabung dalam kepengurusan LAZISNU periode 2015-2020 ini. Menanggapi hal itu Megawati sangat berbahagia dan mendukung sepenuhnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sementara itu dalam sambutannya KH Said Aqil Siroj menyatakan bahwa PDIP sebagai partai penguasa hendaknya harus terus bersinergi dengan ormas-ormas yang ada untuk urusan sosial kemasyarakatan.

Selain itu, Dosen Pascasarjana STAINU Jakarta itu juga banyak memberi masukan soal keadaan terkini dunia Islam terutama soal kondisi konflik yang mendera negara-negara teluk di kawasan Timur Tengah.

“Di saat negara-negara teluk berkonflik, kita di Indoenesia harus memberi contoh, bahkan harus siap memediasi,” tandas Kang Said.

Lebih Lanjut, Sekjen HA Helmy Faishal Zaini mengatakan bahwa Indonesia sangat siap untuk menjadi juru damai dan mediator konflik yang terjadi antara Arab Saudi dan Iran ini.

“Kita sangat siap untuk menjadi juru damai konflik negara-negara teluk yang sangat meresahkan itu. Kedua negara baik Iran mapun Arab Saudi adalah representasi negara Islam. Jadi sebagai sesama muslim kita siap membantu mengatasi konflik,” ujar Kang Helmy.

Selain KH Said Aqil Siroj dan H Helmy Faishal Zaini, hadir juga Bendum PBNU, Bina Suhendra, Wasekjen PBNU H Imam Pituduh, dan H Ishfah Abidal Aziz.

Sementara dari pihak PDIP rombongan terdiri dari Sekjen Hasto Kristiyanto, Wasekjen Ahmad Basarah serta beberapa pengurus harian lainnya. (Fariz Alniezar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Sunnah, Olahraga Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 09 September 2011

Ini Cara Bertemu dengan Walisongo dan Orang Saleh

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Warga NU Kampung Semeru Distrik Iwaka, Papua, mengadakan halal bihalal dan pembukaan rutinan istighosah. Acara yang dimulai setelah Maghrib diikuti oleh jamaah putra dan putri.

"Kita ini terlalu ngoyo bekerja secara fisik, tetapi kurang diimbangi secara spiritual," kata Ketua Takmir Mushala Ikhlasul Amal, H Asyari.

Ini Cara Bertemu dengan Walisongo dan Orang Saleh (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Bertemu dengan Walisongo dan Orang Saleh (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Bertemu dengan Walisongo dan Orang Saleh

Sementara Wakil Ketua PCNU Mimika Sugiarso menyebut perlunya saling bermaafan meskipun mereka belum berjumpa sebelumnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Walaupun kita belum bertemu bisa jadi kita punya dosa. Misalnya teman kita menggunjing temannya, lalu kita ikut nimbrung, itu kita ikut kena dosa. Makanya kepada siapapun kita harus minta maaf," kata Sugiarso.

Ia mengajak para jamaah untuk istiqamah mengikuti upacara istighosah. “Insya Allah doa kita mustajab. Istiqamah lebih baik dari karamah. Doa kiai NU dalam Resolusi Jihad dan Perang 10 November manjur berkat keistiqamahan ibadah mereka," terangnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ustadz Hasyim Asyari mengajak jamaah untuk bersatu. "Mari kita kuatkan persatuan dengan silaturahim dan saling memberi dan meminta maaf. Bahkan kita sambung dengan silatur ruh agar bisa sambung dengan para Walisongo dan orang saleh. Caranya kita kirim Al-Fatihah. Istighotsah sarana untuk berkomunikasi dengan ruh mereka dan dengan Allah agar sinyal kita kuat. Istighotsah ibarat mengisi pulsa. Jika tidak punya pulsa, kita tidak bisa menelpon Allah."

Acara dilanjutkan dengan sholat Isya dan ramah tamah. Selanjutnya rutinan Istigosah akan diadakan malam Ahad Wage ba‘da Magrib.

PCNU Mimika juga membagikan stiker "Aku Bangga Jadi NU" dan "Alhamdulillah kami sekeluarga  NU." Jamaah mengisi lembar data untuk tanda terima stiker ini.

Diharapkan stiker bisa ditempel di motor, pintu, dan tempat lain sebagai Ke-NUan dan sebagai tanda keanggotaan jamaah istighotsah. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pondok Pesantren, Kajian Pondok Pesantren Attauhidiyyah