Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Cara Kepala MTs Ini Membawa Madrasahnya Berprestasi

Bagi Drs. Suhardi, M.Pd.I., Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Pamulang, Banten, terget yang ditetapkan oleh madrasah harus jelas dan kongkret. Setiap tahun madrasah yang dipimpinnya harus mendapatkan prestasi, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga untuk berbagai kompetisi non akademik.

Suhardi tercatat oleh Kementerian Agama sebagai salah satu kepala madrasah yang luar biasa. Madrasah yang dulunya tidak diminati bahkan tidak dikenal, sekarang diperebutkan oleh para orang tua calon siswa baru dan mendapatkan penghargaan tingkat nasional. Para siswa MTsN 2 Pamulang juga mencatatkan segudang prestasi tingkat lokal, nasional bahkan internasional.

Di luar bidang akademik, MTs ini tercatat pernah memenangi lomba UKS, Juara Umum Porseni beberapa bidang olahraga, marcing band, dan kontes robotik. Untuk marching band, madrasah ini telah memeroleh Piala Wakil Presiden 2010 dan Piala Presiden 2010. Untuk robotik, MTsN 2 Pamulang bahkan sampai memperoleh juara pda kontes robotik tingkat internasional di Malaysia.

Cara Kepala MTs Ini Membawa Madrasahnya Berprestasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Kepala MTs Ini Membawa Madrasahnya Berprestasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Kepala MTs Ini Membawa Madrasahnya Berprestasi

Suhardi punya cerita tersendiri mengenai awal mula kegiatan marching band di madrasahnya. “Tahun 2010 saya punya waka kesiswaan yang hobi marching band. Lalu saya tantang, kamu bisa nggak bikin marching band berkelas nasional? Katanya, bisa pak. Saya tidak tahu bagaimana caranya, tapi kata dia, gampang pak. Kita jalan-jalan ke pasar baru lihat toko-toko marching band yang bagus-bagus nanti kita kerjasama saja,” katanya.

“Akhirnya kita pergi ke pasar baru. Ketemulah toko Wijaya milik orang India. Saya katakan, saya ingin merintis marching band tapi saya tidak punya alat dan saya janji kalau saya akan membeli alat-alat akan ke bapak terus. Saya datang ke situ dan bikin MOU. Jadi saat latihan kita pakai alat yang bagus dan harganya mahal sekali 20 jutaan itu,” kata Suhardi bercerita.

Semenjak itu MTsN 2 Pamulang selalu langganan juara marching band. Puncaknya madrasah tsanawiyah ini berhasil memeroleh Piala Presiden dan sering kali menang kompetisi dengan sekolah lain seluruh Indonesia bahkan dengan grup marching band tingkat SMA dan perguruan tinggi.

Kembali ke toko Wijaya yang pertama meminjamkan alat marching band, setelah beberapa kali juara, pemilik toko makin percaya kepada Suhardi. Bahkan anak dari penjaga toko juga disekolahkan ke MTsN 2 Pamulang.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kata Suhardi, ketidaktersediaan sarana bukan hambatan untuk meraih prestasi. Dengan tekat juara, beragam cara bisa ditempuh.

Prestasi lain yang sangat membanggakan diraih MTSN 2 pada akhir tahun 2014 di bidang robotik. MTsN ini memborong sejumlah penghargaan dalam kontes robotik tingkat internasional di Johor Malaysia. Padahal kegiatan eskul robotik baru dimulai pada 2013, baru satu tahun sebelum prestasi internasional diraih. Hampir mirip seperti marching band, pada awalnya madrasah ini juga tidak punya peralatan robotik. Salah satu kunci sukses dalam hal ini adalah kerjasama dengan pihak-pihak yang kompeten dan kejelian memilih siswa yang berbakat di bidang logika, matematika, sains dan informatika.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Di bidang akademik, prestasi akademik yang diperoleh MTsN 2 Pamulang lebih banyak lagi, dari mulai lomba cerdas cermat di berbagai tingkatan, olympiade matematika, oimpiade bahasa Inggris, dan lomba karya tulis tingkat nasional. Untuk institusi madrasah sendiri, tahun 2008 MTsN 2 Pamulang telah ditetapkan sebagai madrasah berprestasi tingkat Kanwil Kemenag Banten, dan tahun 2009 MTsN mendapatkan Juara I Lomba Madrasah Berpretasi Tingkat Nasional.

Menurut Suhardi, MTsN 2 Pamulang menyusun kalender pendidikan dengan sangat rapi. Hasil rapat kerja juga dicetak dengan baik dan karena melibatkan semua komponen maka hasil rapat kerja ini bersifat mengikat semua pihak. Semua yang telah dirumuskan bersama harus dilaksanakan.

MTsN 2 Pamulang juga telah menyusun dan menerbitkan buku pedoman khusus tentang pengelolaan Kelas Bina Prestasi.

Kata Suhardi, target yang ingin dicapai oleh madrasah jelas, yakni harus berprestasi. Dari berbagai prestasi yang telah dicapai, maka tingkat kepercayaan masyarakat kepada madrasah otomatis akan meningkat. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Santri, Pondok Pesantren, Fragmen Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 15 Februari 2018

Pasca Teror Cikokol, Mahasiswa NU Tengerang Tuntut Bebas Khilafah

Tangerang,Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pasca kejadian teror pos polisi Cikokol dengan terduga simpatisan Islamic State of Iraq an Syiria (ISIS), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang menggelar aksi cinta tanah air dan NKRI Harga mati. Aksi dimulai dari depan kampus, dilanjutkan dengan berjalan kaki ke tugu Akhlakul Karimah dan berakhir di depan Kantor Pemerintah Kota Tangerang. Pada aksi Jumat (21/10) tersebut, mereka menuntut Tangerang Raya bebas ideologi Khilafah Islamiyah.

Koordinator aksi Aflahul Mumtaz mengatakan, aksi ini adalah bentuk keperihatinan mahasiswa NU Tangerang atas hilangnya rasa cinta tanah air, dan hilangnya rasa cinta terhadap falsafah bangsa Pancasila disebagian generasi muda. Mereka lupa, bahwa bangsa ini dibentuk dengan darah yang menginginkan Indonesia damai, nyaman dan sejahtera. Bukan malah melakukan teror, dan men thogut-kan hasil capaian Ulama dan founding father bangsa ini.

Pasca Teror Cikokol, Mahasiswa NU Tengerang Tuntut Bebas Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasca Teror Cikokol, Mahasiswa NU Tengerang Tuntut Bebas Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasca Teror Cikokol, Mahasiswa NU Tengerang Tuntut Bebas Khilafah

"Kita akan tuntut Pemerintah Kota Tangerang mendeklarasikan diri sebagai garda terdepan membebaskan Kota Tangerang dari ideologi Khilafah Islamiyah," ujar Ketua Komisariat PMII STISNU ini melalui siaran pers.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Mahasiswa Nahdlatul Ulama akan menjadi garda terdepan untuk mengawal pancasila dan UUD 1945. Dahulu 22 Oktober Hadrotussyekh KH Hasyim Asy’ari menggelorakan jihad mengusir penjajah, puncaknya gerakan 10 November para santri berjuang mempertahankan bangsa dan negara.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Maka pada momentum ini tugas kami melawan siapa saja yang akan merusak integrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Hasanudin Petoy, koordinator aksi dari BEM STISNU mengkritik pemerintah daerah yang bungkam dan diam atas kejadian ini. Ia juga menyesalkan bahwa kampus NU Tangerang sudah memperingatkan tentang minimnya pemahaman pelajar atas pilar kebangsaan yang sejatinya sudah sesuai dengan ajaran agama. Sehingga banyak di antara pelajar yang tertipu pemahamannya dalam beragama, berbangsa dan negara, dengan formalisasi syariat.

"Kami hadir di sini, untuk mendorong pemerintah Kota Tangerang peka atas perubahan pemahaman keagamaan dan nasionalisme di kalangan pelajar. Sebab itu, kita menuntut Pemerintah membuat kurikulum muatan lokal wawasan kebangsaan dalam perspektif agama agama. Tujuannya, agar mereka diideologisasi bahwa Pancasila? dan NKRI sah dalam kacamata agama manapun," ujarnya.

Petoy menambahkan, kita sangat perihatin sekolah sekolah? dan kampus kampus tidak pernah mengajarkan atau menumbuhkan penanaman ideologi kebangsaan, mereka seakan diberikan kebebasan tanpa adanya pengarahan untuk berbuat dan berkehendak.

"Kami anak pesantren, oleh kiai kami sudah disumpah setia cinta tanah air dan NKRI adalah harga mati. Termasuk kampus NU Tangerang, membaiat kami sumpah setia pada bangsa dan negara. Kenapa di sekolah tidak...?" tanyanya menggebu gebu.

Kita ingin, semua tunduk dan mengamalkan nilai nilai luhur pancasila sebagai identitas bangsa. Siapa pun itu, mulai dari pejabat, rakyat jelata, orang kaya, orang miskin, muslim atau nonmuslim bersatu atas nama bangsa dan negara. Mengamalkan Pancasila, berati menjauhkan diri prilaku korup, hedon, acuh dan tak peduli. Mengamalkan Pancasila berarti mengajarkan semua peduli, berbhineka tunggal ika, dan saling menjaga serta menghormati satu sama lainnya. Tidak ada lagi yang dikafir-kafikan, tidak ada lagi yang thogut thoguthkan. (Red. Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Makam, Pondok Pesantren Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 08 Februari 2018

LP Ma’arif Usulkan Penyeragaman Nama Sekolah NU

Cirebon, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Rapat Pleno PBNU yang berlangsung di Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon Jawa barat dari 23-25 Juli mengusulkan beberapa hal kepada PBNU. Di Komisi A yaitu Organisasi paling terakhir selesai karena banyaknya pembahasan dan banyaknya usulan.

Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif NU H Arifin Junaidi misalnya, mengemukakan tentang penyeragaman nama sekolah di lingkungan NU. Ia mengusulkan dari nama Ma’arif menjadi NU dengan memperhatikan aspek kesejarahan pendiriannya.

LP Ma’arif Usulkan Penyeragaman Nama Sekolah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Ma’arif Usulkan Penyeragaman Nama Sekolah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Ma’arif Usulkan Penyeragaman Nama Sekolah NU

Pendapat Arifin ini mendapat bantahan dari salah seorang angggota komisi, misalnya KH Ghozali Masroeri terkait akan susahnya perubahan nama tersebut. Lembaga sekolah yang didirikan warga NU menurut pengalamannya, keberatan diganti.

Tapi menurut Arifin, penyeragaman itu tidak menghilangkan atau mengganti nama sekolah tersebut, melainkan menambahkan Nahdlatul Ulama. Namun penambahan tersebut harus disepakati terlebih dahulu berada di depan atau di belakang nama tersebut.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selain penyeragaman sekolah, dibahas juga tentang usia untuk kepengurusan di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Peserta menyepakati maksimal umur Ketua PC 23 tahun, PW 25 tahun dan PP 27 tahun. Tak ketinggalan dibahas status Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia di NU.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rapat Pleno yang diketuai Robikin Emhas dan sekretaris Sulthonul Huda tersebut mengusulkan penyelenggaraan Munas dan Konbes digelar PBNU pada Juli 2017. Pada kesempatan tersebut disebutkan alternatif tempat yaitu di Bali, Kalimantan Timur, Lampung dan Banten.

Hal lain yang ditetapkan sebagai usulan di antaranya tentang Peraturan Organisasi (PO), kaderisasi, pedoman pembentukan badan otonom, sinergitas lembaga dan badan otonom, syarat menjadi pengurus NU, pembuatan Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama, dan lain-lain. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pondok Pesantren, Humor Islam, Aswaja Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 06 Februari 2018

PBNU Dukung Pelaku Ekonomi Ultramikro

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah



PBNU berkomitmen menggerakkan pertumbuhan ekonomi seluruh Nahdliyin. Pertumbuhan ekonomi tersebut juga meliputi berbagai sektor dan semua kalangan, termasuk ultramikro. 

“Komitmen PBNU sesuai Muktamar NU tahun 2015 adalah menggerakkan ekonomi warga nahdliyin baik di sektor formal maupun informal. Juga dukungan kepada pelaku usaha sektor mikro, menengah, bahkan juga ultramikro,” kata Ketua PBNU H Eman Suryaman menegaskan kepada Pondok Pesantren Attauhidiyyah, Jumat (15/9) di Gedung PBNU, Jakarta. 

PBNU Dukung Pelaku Ekonomi Ultramikro (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Dukung Pelaku Ekonomi Ultramikro (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Dukung Pelaku Ekonomi Ultramikro

Menurutnya, dukungan kepada pelaku ultramikro sangatlah penting, mengingat selama ini mereka menjadi bagian dari pelaku usaha dan masyarakat yang belum tersentuh.

“Kalau usaha mikro kan sudah tersentuh permodalan dengan adanya Kredit Usaha Rakyat (KUR). Nah, pelaku usaha ultamikro ini belum sama sekali. Karena mereka belum punya rumah, misalnya masih ada yang tinggal di pinggir kali,” kata penulis buku Jalan Hidup Sunan Gunung Jati.

Oleh karena itu, lanjut pria yang pernah diamanahi sebagai Ketua PWNU Jawa Barat, dukungan kepada kalangan pelaku usaha ultramikro adalah dengan permodalan tanpa jaminan. Hal ini juga sebagai upaya memberikan berbagai alternatif kepada masyarakat.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Untuk mewujudkan hal tersebut PBNU telah dan terus bekerjasama dengan pemerintah.

“Pemerintah belum lama ini menggulirkan apa yang disebut arus baru ekonomi berbasis syariah. Ini bisa kita sinergikan,” tandasnya. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pondok Pesantren Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 23 Januari 2018

Tuan Guru Bengkel, Ulama yang Produktif dalam Menulis

Mataram, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Banyak warga Nahdliyin yang tidak mengenal dan memahami pemikiran para tokoh peletak dasar Nahdlatul Ulama (NU) di Nusa Tenggara Barat. Diantara ulama yang seharusnya terus digali pikiran adalah Tuan Guru Haji M Shaleh Hambali Bengkel. Ia adalah Rais Syuriah NU Nusa Tenggara Barat pertama.

Demikian disampaikan mantan Rektor Mansur Maksum dalam acara bedah buku Pemikiran Lokal: TGH M Shaleh Hambali Bengkel di Halaman Kantor PWNU NTB, Rabu (22/11).

Dia menilai, Tuan Guru Bengkel adalah seorang ulama yang sangat alim dan mampu menjadi penengah manakala ulama-ulama berbeda pendapat.?

Tuan Guru Bengkel, Ulama yang Produktif dalam Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Tuan Guru Bengkel, Ulama yang Produktif dalam Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Tuan Guru Bengkel, Ulama yang Produktif dalam Menulis

“Jika ada perbedaan diantara ulama, beliau yang didengar waktu itu,” katanya.

Tuan Guru Bengkel juga adalah seorang ulama yang produktif dalam menulis. Tercatat, ada delapan belas kitab yang ditulisnya, yaitu Talim Al Shibyan Bi Ghayat Al Bayan, Bintang Perniagaan, Cempaka Mulia Perhiasan Manusia, Wasiat Al Musthafa, Mawaidh Al Shalihiyah, Intan Berlian Perhiasan Perhiasan Laki Perempuan, Manzalul Al Amrad, Hidayat Al Athfal, Al Lulu Al Mantsur, dan lainnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ketua Lembaga Kajian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (PWNU NTB) Muhammad Akbar Jadih menilai, Tuan Guru Bengkel adalah sosok ulama yang memiliki kemampuan manajemen yang baik, baik dalam mengelola karya-karyanya ataupun pesantrennya.

“Beliau sudah memiliki staf khusus dalam menulis karya-karya beliau,” katanya.

Ia mengajak Nahdliyin untuk meneladani Tuan Guru Bengkel, terutama dalam melahirkan karya tulis. Ia berharap, ke depan Tuan Guru Bengkel akan dianugerahi oleh pemerintah menjadi pahlawan nasional.?

Ada tiga tema besar yang menjadi perhatian khusus Tuan Guru Bengkel di dalam karya-karyanya, yaitu fikih, ushul fikih, dan tasawuf. Hampir sebagian besar karya Tuan Guru Bengkel ditulis dalam bahasa Arab Melayu. (Muchlishonn Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Olahraga, Pondok Pesantren, Kajian Islam Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 19 Januari 2018

Stroke Warnai Kisah Penciptaan Kasidah Burdah

Oleh Diana Manzila



Al-Burdah adalah kata yang diambil dari bahasa Arab yang berarti jaket belang (bisa hitam dan putih, atau yang lain). Maknanya sama dengan ? ? ? yang memiliki arti sama secara harfiah, ? ? ? ? semisal jaket biasa yang digunakan kebanyakan orang. Korelasi kasidah burdah yang ternama dengan makna burdah bermakna jaket memiliki kisah tersendiri.?

Stroke Warnai Kisah Penciptaan Kasidah Burdah (Sumber Gambar : Nu Online)
Stroke Warnai Kisah Penciptaan Kasidah Burdah (Sumber Gambar : Nu Online)

Stroke Warnai Kisah Penciptaan Kasidah Burdah

Konon, pada masa Rasul, ada penyair “sakti” bernama ? ? ? ? ? (wafat pada 662 M). Penyair tersebut dalam tiap rajutan kata yang dikemas dapat menjadi sihir tersendiri bagi pembaca atau pendengarnya.?

Pujangga satu ini adalah seorang penyair ternama pada masanya. Namun sayang seribu sayang, sebelum masuk Islam, untaian syairnya tertuju pada olok-olok pada ? ? , yakni nabi Muhammad. Jelas saja, kala itu aktris bagi bangsa arab atau orang terpandang kala itu menjadi buah bibir. ? Ada tiga golongan yang saat itu menjadi sorotan; ? ? ? (pujangga), ? ? (tukang sihir), dan ? ? ? (dukun).?

Syair-syair luar biasa karya Ka’ab, membombardir hati para pembenci Nabi untuk lebih membenci beliau. Kala rentetan kata ia lontarkan, masyarakat setempat langsung hafal dan membacanya. Bahkan anak kecil pun ikut memeriahkan olok-olok pada Muhammad.?

Hal itu membuat resah segenap sahabat dekat Rasul. Mereka kemudian menemukan ide jitu untuk membumihanguskan penyair tersohor tersebut. Ide tersebut ternyata diamini Rasul. Setelah diadakan musyawarah singkat, para sahabat berlomba untuk bisa melenyapkan penyair ulung yang kerap menjelek-jelekkan utusan tuhan di depan khalayak.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Suatu ketika, saat Muhammad, pemuda padang pasir berkumpul dengan sahabatnya, datang seorang misterius bercadar hitam berlutut di hadapan beliau seraya berkata;

“Hai Muhammad, aku dengar ada penyair yang memprovokasi masyarakat untuk membencimu?” tanyanya.

“Benar,” jawab singkat Nabi.

“Dan lagi, kauhalalkan sahabat-sahabatmu untuk membunuhnya?” ujarnya lagi.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Ya,” lanjut beliau.

“Bagaimana jika sang pujangga bersimpuh padamu dan bertobat atas perbuatan nistanya?”

“Aku akan memaafkannya,” jawab Nabi lugas.

Hening sesaat, lelaki dibalik cadar tiba-tiba membuka cadar dan mempersilahkan Nabi untuk bertindak apa saja terhadap dirinya. Seketika itu banyak sahabat berebut ingin membunuh Ka’ab, tapi sebelum hal itu terjadi, Ka’ab mengajukan permintaan pada Nabi. Permintaannya adalah, sebelum dirinya menjadi bangkai, ingin membacakan puisi di hadapan Nabi.

Puisi tersebut berisi 63 bait, yang secara keseluruhan memuji sagala sifat-sifat Nabi. Belum selesai Ka’ab mengeksplore segala kekagumannya, Nabi memintanya berhenti dan menyematkan burdah sebagai bentuk hadiah kepadanya. Puisi pertama berkisah Nabi tersebut bernama Banaat Su’ad yang dibaca secara spontanitas oleh sang penyair ulung Ka’ab bin Zuhair.

Sampai pada keempat kholifah, burdah tersebut di jadikan jubah kebesaran tiap pemimpin umat Islam. Hingga pada masa Bani Umayyah, jubah tersebut diburu oleh petinggi Islam pada masanya hingga proses pembelian terhadap Ahlul Bait Ka’ab bin Zuhair.?

Sekarang, jubah fenomenal tersebut berada di museum Topkavi (Konstantinopel, Istambul, Turki). ?

Kilas Sejarah?

Kehidupan dunia tidak lebih dari perpindahan parodi antara digelar dan dinalar. Laju sang detik tidak pernah berdiam barang berulang. Demikian pula kehidupan sang puitis negara bernama ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, tidak lain pengarang terbaik dunia yang dikenal dengan nama Imam Busyiri. Sejatinya nama tersebut diambil dari kota di mana sang cendekia itu berdomisili.

Mahakarya agung Imam Busyiri yang popular dengan nama“Burdah” memiliki cerita unik. Puisi ini sejatinya bernama" ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? Begitu banyak barisan kata indah teruntai dari ucap dan cakap sang pujangga, seringkali sang Busyiri dipanggil menteri bahkan kepala negara untuk bersyair di istana. Ia diminta merangkai huruf dan menulis untuk memuji tindak tanduk dengan seronai kata. Lama pekerjaan itu ia lakoni. Berjalan kesana ke mari sembari berpusi. Siapa yang tidak mengenalnya kala itu. Namanya tersohor di semua penjuru negeri.?

Ada setitik jenuh dalam hati sang pujangga ternama ini. Ia mulai gunda-gulana dengan segala aktivitas bersyairnya. Di puncak rasa sedihnya, ia menemukan secercah cahaya dan hatinya berkata, ”Bagaimana bisa saya salama ini merangkai untaian kata dengan mudahnya pada seseorang petinggi negara. Padahal terkadang aku manipulasi isi dan teras kata-kataku. Sedangkan hampir tidak pernah aku memuji Sang Musthofa (Nabi Muhammad), perangai seseorang yang Tuhannya pun berkata mulia.”

Pikirannya membuat ia diterpa resah yang berkepanjangan. Resah hingga ia terkulai lemah dan jatuh sakit. Sakitnya ini, tercatat dalam sejarah adalah sakit ? (stroke). Dalam diam sakit yang melanda, hati yang gundah-gulana, nestapa yang tidak bermuara, ia bergumam syair tentang sang junjungan Nabi akhir zaman.?

Hingga suatu malam sang Rasul datang bertandang, menyematkan “burdah” pada tubuhnya. Sang pecinta Muhammad pun bangkit dari sakit yang memasungnya dari berbagai aktivitas selama ini. Ia sembuh total keesokan harinya.?





*Tulisan ini dibuat saat penulis mengikuti kajian Burdah di Sekolah Tinggi Filsafat Al-Farabi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pesantren, Pondok Pesantren, Jadwal Kajian Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ini Sikap Jaringan Gusdurian Terhadap Pemblokiran Situs-situs Radikal

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Sebagaimana dikabarkan oleh sejumlah media, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah melakukan permintaan pemblokiran puluhan situs yang dianggap berbau radikal kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kemudian beredar surat Kementerian Komunikasi dan Informatika kepada penyelengara ISP yang meminta menambahkan sejumlah situs ke dalam sistem filtering.?

Ini Sikap Jaringan Gusdurian Terhadap Pemblokiran Situs-situs Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Sikap Jaringan Gusdurian Terhadap Pemblokiran Situs-situs Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Sikap Jaringan Gusdurian Terhadap Pemblokiran Situs-situs Radikal

Menurut Alissa Wahid, Koordinator Jaringan GUSDURian Indonesia, hal tersebut memicu kontroversi. Selama ini sejumlah situs memang ditengarai menganjurkan kekerasan dan menebarkan kebencian. Sejumlah situs bahkan ditengarai mengajarkan aksi terorisme.

"Jaringan GUSDURian sangat menentang isi sejumlah situs yang mengajarkan kekerasan dan kebencian terhadap kelompok lain yang berbeda," ujar Alissa melalui rilis yang diterima Pondok Pesantren Attauhidiyyah, Selasa (31/3).

Secara prinsip, katanya, hak berekspresi dan berpendapat adalah hak asasi yang dijamin oleh konstitusi. Setiap tindakan pembatasan terhadap hak asasi oleh negara, harus dilakukan dengan memenuhi kaidah pembatasan, yakni pembatasan tersebut harus diatur di dalam undang-undang serta dilakukan dengan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Oleh karena itu, lanjut Alissa, terhadap pemblokiran sejumlah situs yang dianggap radikal, Jaringan GUSDURian Indonesia menyatakan:

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

1. Mendukung upaya Negara untuk menindak situs-situs dan pihak-pihak yang menyebarkan informasi yang bertujuan menimbulkan kebencian dan permusuhan, utamanya untuk menanamkan semangat teror.?

2. Mendesak agar tindakan terhadap pihak-pihak penyebar kebencian tersebut dilakukan dengan cara yang sesuai dengan konstitusi dan dilakukan secara transparan dan akuntabel kepada publik.?

3. Setiap tindakan pembatasan hak berpendapat, termasuk pemblokiran situs, harus dilakukan berdasar pada undang-undang dan tidak boleh dilakukan secara semena-mena.?

4. Mendesak pemerintah untuk menegakkan hukum tanpa diskriminasi terhadap semua warga negara, dan tidak ragu terhadap kelompok penekan yang mengingkari falsafah dasar NKRI.?

5. Menyerukan kepada segenap Gusdurian dan masyarakat luas untuk tidak terpengaruh dan terprovokasi oleh muatan situs-situs yang menganjurkan kebencian dan kekerasan.?

6. Menyerukan kepada segenap Gusdurian dan masyarakat luas untuk memperkuat situs-situs dan gerakan yang mendorong perdamaian dan toleransi. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Humor Islam, Pondok Pesantren, Khutbah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 18 Januari 2018

Awal Ramadhan pada 9 atau 10 Juli 2013

Surabaya, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim) memprediksi awal Ramadhan 1434 Hijriah akan jatuh pada 9 atau 10 Juli 2013, namun NU tetap melakukan rukyatul hilal atau melihat hilal/bulan sabit secara kasat mata.

"Prediksi tanggal 9 Juli atau 10 Juli itu merujuk pada empat kitab dan satu rumus modern yang digunakan ahli hisab di lingkungan NU, namun kami tetap melakukan rukyatul hilal," kata koordinator Tim Rukyatul Hilal PWNU Jatim, HM Sholeh Hayat, di Surabaya, Ahad.

Awal Ramadhan pada 9 atau 10 Juli 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Ramadhan pada 9 atau 10 Juli 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Ramadhan pada 9 atau 10 Juli 2013

Menurut dia, waktu ijtimak yang merupakan konjungsi (pertemuan secara astronomis antara rembulan dengan matahari) terjadi pada hari Senin Pon tanggal 8 Juli sekira pukul 14.10 WIB - 14.17 WIB.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Namun, kitab Sullamun Nayyiren menyebut ijtimak terjadi pada 12.07 WIB, dengan demikian irtifak hilalnya setinggi 02,45 derajat, sedangkan tiga kitab menyebut irtifak masih di bawah ufuk antara 0,16 hingga 0,31 derajat," katanya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ketiga kitab, yakni Nurul Anwar, Irshodul Jadid dan Irshodul Murid menyebut irtifak ketinggian hilal masih di bawah ufuk antara 0,16-0,31 derajat, sedangkan rumus kontemporer Ephemeris menghitung irtifak hilal juga masih minus 0,32 derajat.

"Jadi, kitab Sullamun Nayyiren dan Irshodul Jadid menyimpulkan 1 Ramadhan pada hari Selasa tanggal 9 Juli, sedang dua kitab dan satu rumus modern menyimpulkan 1 Ramadhan jatuh pada hari Rabu 10 Juli," katanya.

Menyikapi hal itu, PWNU Jatim menunggu hasil rapat Badan Hisab dan Rukyat Provinsi Jatim, hasil Rukyatul Hilal pada 8 Juli 2013, dan hasil Isbat Menteri Agama pada hari yang sama.

"Kita tunggu, apakah bulan Syaban diistikmalkan, disempurnakan 30 hari, atau hilal mungkin dirukyat," katanya.

Sementara itu, Muhammadiyah memastikan awal Ramadhan 1434 Hijriah jatuh pada Selasa Wage atau 9 Juli 2013 Masehi, berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal, dan hasil musyawarah Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

"Pimpinan Pusat Muhammadiyah sudah menyepakatinya melalui ketentuan yang telah ditetapkan. Awal Ramadhan pada 9 Juli 2013," ujar Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Nadjib Hamid.

Penetapan yang ditandatangani oleh Ketua umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Sekretaris umum PP Mummadiyah Danarto, seperti tertuang dalam Maklumat No.04/MLM/I.0/E/2013 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah 1434 H tertanggal 23 Mei 2013.

"Tahun ini, awal Ramadhan berpotensi terjadi perbedaan dalam penetapan awal Ramadhan, karena diperkirakan ketinggian hilal kurang dari satu derajat, namun diperkirakan Hari Raya Idul Fitri bersamaan. Meski berpotensi tidak sama di awal puasa, namun tidak perlu ada perdebatan," katanya menambahkan. 

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber  : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pondok Pesantren, Pahlawan, Cerita Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 17 Desember 2017

Tata Niat Memasuki Ramadhan, Ibadah Jangan Cuma Ikut-Ikutan

Pringsewu, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Bulan suci Ramadhan 1437 H sebentar lagi datang. Di dalamnya banyak sekali ibadah dan fadhilah yang dapat diraih oleh umat Islam. Hal yang paling penting dalam memasuki bulan suci ini adalah penataan hati dan niat untuk beribadah kepada Allah SWT.

Tata Niat Memasuki Ramadhan, Ibadah Jangan Cuma Ikut-Ikutan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tata Niat Memasuki Ramadhan, Ibadah Jangan Cuma Ikut-Ikutan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tata Niat Memasuki Ramadhan, Ibadah Jangan Cuma Ikut-Ikutan

"Puasa jangan cuma ikut-ikutan. Jangan karena orang pada puasa kita ikut-ikutan. Jangan niatan tarawih karena malu orang-orang pada tarawih. Ini salah niat," jelas KH Muhammad Sadullah di depan Jamaah Ngaji Ahad (Jihad) di Gedung PCNU Pringsewu, Ahad (22/5).

Kiai Sadulloh yang merupakan Wakil Rais Syuriyah PCNU Tulang Bawang, Lampung ini mengingatkan juga bahwa peningkatan kualitas ibadah dalam bulan puasa harus diutamakan. "Jangan pula ibadah yang dilakukan dalam bulan Ramadhan ini hanya dijadikan ritual tahunan," tegasnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menjadi tamu mulia dan agung bulan suci Ramadhan, menurutnya, merupakan tiket untuk mendapat ampunan dari Allah SWT sehingga surge pun akan dengan mudah diraih. "Persiapkan diri dengan sebaik mungkin untuk meraih tiket surga. Siaplah merugi apabila kita menyia-nyiakannya," katanya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kiai kelahiran Gresik Jawa Timur ini mengibaratkan perjuangan ibadah di bulan Ramadhan seperti kompetisi merebut sebuah tropi piala dunia dan akhirat. "Sepuluh hari pertama penyisihan, 10 hari kedua perempat final dan 10 hari terahir merupakan babak final. Kalau kita berhasil maka tidak hanya mendapatkan piala dunia tapi piala akhirat pun dapat kita peroleh," jelasnya.

Yang tak kalah penting ia mengingatkan dan mengimbau bahwa dalam mengawali bulan Ramadhan, warga NU harus menunggu keputusan pemerintah tentang penetapan awal Ramadhan yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Agama RI melalui sidang Isbat 1437 H. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Nahdlatul Ulama, Pondok Pesantren Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 15 Desember 2017

Beda Pilihan Politik Jangan Rusak Persatuan NU

Rembang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Warga NU diminta untuk tetap menjaga kekompakan dan persatuan meskipun saling berbeda soal pandangan politik. KH Abdul Ghofur Maimun (Gus Ghofur) mengatakan hal ini di hadapan pengurus Majelis Wakil Cabang NU Sedan, Rembang, Jawa Tengah, Senin (9/9).

Beda Pilihan Politik Jangan Rusak Persatuan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Beda Pilihan Politik Jangan Rusak Persatuan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Beda Pilihan Politik Jangan Rusak Persatuan NU

Gus Ghofur menyampaikan, sebagian masyarakat dengan mudah terprovokasi oleh keadaan yang ditimbulkan situasi politik menjelang pemilihan umum. Nahdliyin diimbau mengendalikan diri dari sikap yang merusak keharmonisan antarsesama.

“Sebagai warga yang menjujung tinggi ajaran Ahlussunnah wal jama’ah, kita harus bisa menentukan sikap tenggang rasa dan saling menghormati,” ucapnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Putra Mustasyar PBNU KH Maimun Zubair ini mengakui bahwa masih banyak masyarakat yang belum paham tentang arti perbedaan dalam hal menentukan pilihan. Maka, ia mengajak masyarakat bisa keluar dari kondisi semacam ini.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sementara itu, ketua MWCNU Sedan Muhktar mengatakan, pihaknya sengaja menggelar dialog bersama Gus Ghofur untuk memperluas kesadaran warga NU dalam menghadapi pemilihan legislatif 2014 mendatang.

Muhtar berharap perbedaan tidak menjadikan Warga NU terpecah belah dan tercerai berarai hanya demi memenuhi ambisi. (Ahmad Asmu’i/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Kajian, Berita, Pondok Pesantren Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 07 Desember 2017

Kini, Aplikasi Tahlilan Hadir di Android

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Berbahagialah bagi warga NU dan umat Islam secara umum. Karena sejumlah bacaan dan doa-doa ibadah keseharian, termasuk tahlil, kini bisa dinikmati melalui perkakas berupa tablet maupun telepon genggam yang mendukung sistem andorid.

Kini, Aplikasi Tahlilan Hadir di Android (Sumber Gambar : Nu Online)
Kini, Aplikasi Tahlilan Hadir di Android (Sumber Gambar : Nu Online)

Kini, Aplikasi Tahlilan Hadir di Android

Usai meluncurkan aplikasi berbasis android “TV Aswaja” dan “Rawi",? Persaudaraan Profesional Muslim (PPM) Aswaja kembali meluncurkan aplikasi android baru berupa “Majmu Lathif & Doa Harian”.

Menurut anggota Tim Developer PPM Aswaja, Ichwanul Muslim, peluncuran aplikasi baru tersebut bertujuan untuk mempermudah kalangan Nahdiyyin dalam menjalankan kegiatan keagamaan mereka terutama dalam hal akses doa-doa serta bacaan-bacaan Al-Quran lewat media elektronik.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Kami yakin aplikasi ini sangat bermanfaat, karena di dalamnya berisi berbagai doa penting mulai dari bacaan dan doa Tahlil, Yasin, al-Waqiah, al Mulk, doa awal tahun, doa Nisyfu Sya’ban dan Asyura, serta doa lainnya," terang Ichwan, Kamis (12/6).

Ditambahkan, peluncuran aplikasi “Majmu Lathif & Doa Harian” memang sengaja dilakukan menjelang Nisfu Syaban sebagai bagian dari isi yang terangkum dalam aplikasi.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Kami berharap, aplikasi ini bisa memberi manfaat dan kemudahan kepada seluruh warga nahdiyyin hususnya dan ummat islam pada umumnya," lanjut Ichwan.

Seperti aplikasi android sebelumnya, aplikasi Majmu Lathif & Doa Harian ini juga bisa diunduh gratis oleh pengguna android di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.aswajanu.majmulathif. Atau cari di Play Store dengan kata kunci "Majmu Lathif".

"Bagi yang sudah mengunduh dan mencoba aplikasi ini, jika berkenan bisa disebarkan informasi ini kepada teman, saudara dan pemakai android lainnya agar lebih bermanfaat bagi khalayak muslim lainnya," pungkasnya. (Mukhlisin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pondok Pesantren, Sejarah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 16 Oktober 2017

Mahasiswa UNU Indonesia dan STAINU Ikuti Pelatihan Dakwah Transformatif Aswaja

Bogor, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Bekerja sama dengan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), sejumlah mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia mengikuti Training Leadership Dakwah Transformatif Aswaja.

Mahasiswa UNU Indonesia dan STAINU Ikuti Pelatihan Dakwah Transformatif Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa UNU Indonesia dan STAINU Ikuti Pelatihan Dakwah Transformatif Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa UNU Indonesia dan STAINU Ikuti Pelatihan Dakwah Transformatif Aswaja

Kegiatan yang berlangsung Selasa-Kamis, (12-14) ini menghadirkan narasumber diantaranya, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, KH Mujib Qulyubi, MH, Pembantu Ketua IV STAINU Jakarta, Aris Adi Leksono, KH Wafiudin Sakam, dan Nugroho Ramadhan.

Dalam keterangannya, KH Mujib Qulyubi mengatakan, kegiatan ini penting untuk mempertajam sisi spiritualitas mahasiswa STAINU Jakarta dan UNU Indonesia sebagai sebuah keunggulan tersendiri.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Selain itu, leadership juga menjadi modal penting untuk pengembangan potensi diri. Karena kedisiplinan, kreativitas, serta kemampuan berkomunikasi yang baik merupakan dampak dari jiwa kepemimpinan yang terbentuk melalui pelatihan secara berkelanjutan,” papar Mujib.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Katib Syuriyah PBNU ini juga menuturkan, dengan modal ketajaman spiritual dan leadership tersebut, mahasiswa dari kedua kampus kepunyaan NU itu akan mampu berperan sebagai penggerak Aswaja di tengah masyarakat. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pertandingan, Pondok Pesantren, Makam Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rabu, 04 Oktober 2017

NU dan 10 Lembaga Kemanusiaan Turut Berdayakan Warga di Rakhine

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) bersama sepuluh lembaga lain yang tergabung dalam Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM) melakukan pemberdayaan kepada masyarakat di Negara Bagian Rakhine, Myanmar selama dua tahun.

NU dan 10 Lembaga Kemanusiaan Turut Berdayakan Warga di Rakhine (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan 10 Lembaga Kemanusiaan Turut Berdayakan Warga di Rakhine (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan 10 Lembaga Kemanusiaan Turut Berdayakan Warga di Rakhine

Selain LPBI NU, terdapat juga anggota lainnya seperti MDMC, PKPU, Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, DPU Darut Tauhid, LMI, LAZIS Wahdah, LAZIS DDII, STF UIN Syahid Jakarta, dan ACT.

Ketua pelaksana AKIM M. Ali Yusuf mengatakan, program ini tidak sekadar membantu, melainkan juga melakukan pemberdayaan selama dua tahun dengan menggarap empat bidang, yakni pendidikan, kesehatan ekonomi dan bantuan dasar.

Menurutnya, pemberdayaan terhadap Rakhine State itu karena daerah tersebut sangat terbelakang. Kalau Indonesia, katanya membandingkan, itu lebih parah dari daerah tertinggal, kondisinya seperti Indonesia tahun 1960.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Rahinstit itu provinsi yang terpinggirkan. Ya mungkin kurang diperhatikan pemerintah, ya. Jadi mudah muncul konflik,” katanya pada Pondok Pesantren Attauhidiyyah di lantai 7, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (31/8).

Ia menjelaskan, program-program yang dilakukan AKIM tidak terkait dengan konflik agama atau lainnya yang terjadi di Myanmar, melainkan karena daerah tersebut miskin dan memerlukan bantuan.

“Misalnya disitu ada dua komunitas; muslim dan budhis sama-sama miskin dan membutuhkan bantuan, ? makanya nanti kami membantunya tidak hanya muslim, tapi juga budhis,” kata Yusuf yang juga ketua LPBI NU.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Berbagai fasilitas di daerah Rakhine State jauh dari memadai. Sebagai contoh sekolah. Menurutnya, sekolah di daerah tersebut cukup memprihatinkan.?

“Kita membangun sekolah dan fasilitas yang dibutuhkan termasuk perlengkapan sekolah untuk anak-anak, seragam sekolah, karena cukup mengenaskan kondisinya,” katanya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Quote, IMNU, Pondok Pesantren Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rabu, 09 Agustus 2017

Pimpinan PWNU Jatim Terserah pada Pilihan PCNU

Surabaya, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Perhelatan Konferensi Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur diantara agendanya adalah memilih calon rais dan ketua. Semuanya diserahkan kepada PCNU untuk mencari kader terbaik.

Ketua Panitia Konferwil NU Jatim H Masyhudi Mukhtar menadaskan bahwa siapa saja berhak dicalonkan dan dipilih menjadi kandidat rais dan ketua PWNU Jatim 2013-2018.?

Pimpinan PWNU Jatim Terserah pada Pilihan PCNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pimpinan PWNU Jatim Terserah pada Pilihan PCNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pimpinan PWNU Jatim Terserah pada Pilihan PCNU

“Itu sangat bergantung kepada suara PCNU yang memang memiliki hak untuk memilih dan menentukan siapa yang paling pantas,” katanya saat dihubungi Pondok Pesantren Attauhidiyyah (29/4).

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pak Masyhudi, sapaan akrabnya tidak menampik kalau selama ini telah beredar sejumlah nama yang akan bertarung pada perhelatan lima tahunan ini. Dari informasi yang berkembang, untuk jabatan rais sepertinya masih tetap akan diamanahkan kepada KH Miftachul Akhyar.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Namun untuk jabatan ketua tanfidziyah, beberapa nama telah muncul, di antaranya KH Abdurrahman Utsman (Jombang), H Husnul Khuluq (Gresik), KH Abdullah Syamsul Arifin (Jember), H Ali Aziz dan H Ridwan Nashir (keduanya dari IAIN Sunan Ampel) serta tentunya KH Mutawakkil Alallah, ketua sekarang.

Terhadap munculnya sejumlah nama ini, Sekretaris PWNU Jatim ini tidak terlalu merisaukan. “Semakin banyak calon, tentu akan semakin baik,” katanya.?

Sebelumnya, Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (MA IPNU) mengharapkan akan ada regenerasi di PWNU Jatim. ?

“Kami berharap ada regenerasi, dan calonnya jangan hanya satu,” kata Presidium MA IPNU, Sudarsono Yusuf. Penegasan serupa disampaikan oleh H Hasan Aminuddin.?

“Sudah saatnya anak muda direkrut menjadi pengurus khususnya di tingkatan tanfidziyah,” katanya kepada sejumlah insan media (28/4). ? Mantan Bupati Probolinggo beralasan bahwa tantangan pengurus NU ke depan lebih berat dari sebelumnya.?

Konferwil NU Jatim akan berlangsung 31/5 hingga ? 2/6 mendatang di Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat Lebo Sidoarjo. Sejumlah kegiatan juga akan diselenggarakan demi menunjang Konferwil dari mulai kegiatan sosial, budaya, ilmiah serta olah raga.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Aswaja, Pondok Pesantren, Olahraga Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 24 April 2017

Ulama Yordania: Pemuda NU Mampu Pelopori Peradaban Islam Dunia

Malang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Sejarah perkembangan Islam di Nusantara tak sama dengan perkembangan Islam di Timur Tengah. Jika di sana umumnya Islam disebarkan dengan cara penaklukan (peperangan), maka di Indonesia agama tersebut tersebar melalui jalur yang damai. Sehingga, Indonesia mampu menjadi negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Ulama Yordania: Pemuda NU Mampu Pelopori Peradaban Islam Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Yordania: Pemuda NU Mampu Pelopori Peradaban Islam Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Yordania: Pemuda NU Mampu Pelopori Peradaban Islam Dunia

Demikian disampaikan Syekh Aun Al-Qaddoumi, ulama Ahlussunnah wal Jamaah dari Yordania saat memberikan ceramah dalam forum Seminar Internasional “Peran Pemuda dalam Kebangkitan Peradaban Islam di Era Global” di Ruang Sidang Rektorat Universitas Islam Malang, Senin (17/2).

Menurut dia, Indonesia adalah negara dengan tingkat kerukunan hidup beragama yang sangat tinggi. Syekh Aun Al-Qaddoumi melontarkan apresiasinya terhadap Nahdlatul Ulama yang dianggap berperan serta dalam mewujudkan toleransi beragama di Indonesia.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ia juga mendukung usaha NU dalam mengembangkan Islam yang ramah di Indonesia, yang selama beberapa waktu terakhir ini telah diperluas ke lingkup berskala internasional. “Saya melihat Indonesia ini seperti gambaran Islam di Madinah yang dibina oleh Rasulullah,” kata Syekh Aun.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Syekh Aun juga memuji pemikiran-pemikiran para ulama pendiri NU. Dia mengaku sangat yakin bahwa Nahdlatul Ulama ke depan akan menjadi pelopor dalam membangun peradaban Islam di dunia.

“Ke depan, Nahdlatul Ulama sangat memungkinkan untuk melanjutkan membangun peradaban Islam di dunia dengan generasi mudanya yang potensial. Dengan bimbingan para Kiai Nahdlatul ulama tentunya,” tambahnya.

“Mulai zaman dulu, sejak Zaman Rasulullah yang membawa sebuah peradaban Islam dalam setiap periode masa, selalu muncul tokoh-tokoh Islam yang membangun peradaban. Seperti Umar bin Al-Khattab, Shalahuddin Al-Ayyubi (dari Dinasti Ayyubiyah) dan Muhammad Al-Fatih (dari Dinasti Turki Utsmani),” kata Syaikh Aun.

Berkali-kali ia menyebutkan dalam ceramahnya bentuk jamak (plural) dari kata ‘kiai’ dengan ‘kiaiat’. Syekh Aun berbicara di hadapan sekitar 60 mahasiswa pascasarjana dan para civitas akademika Universitas Islam Malang (Unisma). Habib Jamal bin Toha Baagil juga hadir dalam kesempatan itu sebagai penerjemah.

Turut hadir dalam forum ini Pembantu rektor I Unisma Badat Muwakhid, Pembantu Rektor III Masykuri Bakri,? Direktur Pascasarjana Unisma Bashori Muchsin, Ketua Program Studi (KPS) Pendidikan Islam Pascasarjana Unisma Ilyas Tohari, dan Dekan Fakultas Agama Islam Unisma Abdul Munir Ilham. (Ahmad Nur Kholis/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Fragmen, Jadwal Kajian, Pondok Pesantren Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 20 Maret 2015

Rektor IAI Nganjuk Dorong Anak Muda Masuk Perguruan Tinggi

Nganjuk, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Generasi muda menjadi bagian penting untuk pembangunan bangsa. Karenanya, perlu diberikan perhatian khusus bagi anak muda Indonesia masuk perguruan tinggi, terlebih hanya 9 persen masyarakat kita yang pernah mengenyam perguruan tinggi.

Demikian pernyataan Rektor Institut Agama Islam (IAI) Pangeran Diponegoro, Drs Riduwan M.Pd.I, saat membuka Sanlat BPUN 2016, di Aula Kampus Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro, Nganjuk, Jawa Timur, Ahad (10/4).

Rektor IAI Nganjuk Dorong Anak Muda Masuk Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rektor IAI Nganjuk Dorong Anak Muda Masuk Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rektor IAI Nganjuk Dorong Anak Muda Masuk Perguruan Tinggi

Menurut Riduwan, salah satu syarat menjadi negara maju yakni harus mendorong anak-anak muda supaya lebih banyak lagi masuk ke perguruan tinggi. "Sekarang ini baru 9 persen anak-anak Indonesia yang masuk ke perguruan tinggi, setidaknya harus 20 persen. Malaysia sudah 20 persen, jangan sampai anak muda usia 18-21 semakin sedikit yang masuk ke perguruan tinggi," ujarnya.

Indonesia dalam beberapa tahun ke depan, lanjut dia, berada pada masa emas, dimana jumlah usia produktif rakyat Indonesia mendominasi. Sementara di berbagai negara justru sudah sebaliknya karena masuk pada generasi tua.

Jumlah pelajar yang meneruskan ke perguruan tinggi di Indonesia kalah jauh dibandingkan Korea dan Malaysia. Ada anggapan rendahnya angka partisipasi itu karena biaya kuliah di Indonesia yang mahal.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Karenanya ? bagi pelajar yang nantinya tidak lolos seleksi pesantren kilat (Sanlat) BPUN 2016 di Kabupaten Nganjuk, pihaknya akan memberikan bantuan. “Kami Istitut Agama Islam Pangeran Diponegoro Kabupaten Nganjuk membuka beasiswa bagi siswa/siswi program beasiswa yayasan” ujar Ketua LPTNU Nganjuk ini.

Kampus IAI Pangeran Diponegoro membuka beasiswa untuk Fakultas Ushuludin dan Studi Agama (FUSA) meliputi ? Ilmu Quran dan Tafsir (IAT), Akhlaq Tasawuf ( AT), Fakultas Dakwah Komunikasi Islam (FDKI) Menejemen Dakwah (MD) dan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI).

Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro memiliki empat Fakultas ? yaitu Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) meliputi (PAI), (PGMI) dan (PGRA). Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI)) meliputi Ekonomi Syariah (ES), Hukum Tata Negara/Siyasah (HTN). Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), Manajemen Dakwah (MD) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Fakultas Usuludhin dan Studi Agama (FUSA) meliputi ? Ilmu Al Quran dan Tafsir (IAT), Akhlak Tasawuf (AT).

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Sekarang dalam proses pembangunan fakultas kesehatan (Stikes) dan Tehnik (STIT). Insyaallah tahun depan sudah beroprasi. Target kami 2020 sudah jadi universitas,” pungkas Ketua MWC NU Kecamatan Wilangan ini. (Anwar Muhammad/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pondok Pesantren Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 26 Januari 2015

Pesan ini 3 Kali Disampaikan Gus Dur kepada Khofifah

Jakarta,Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Sebagai anggota Kabinet Persatuan Nasional di bawah kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Khofifah Indar Parawansa memiliki kenangan tak terlupakan dari presiden keempat Republik Indonesia itu.

Pesan ini 3 Kali Disampaikan Gus Dur kepada Khofifah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan ini 3 Kali Disampaikan Gus Dur kepada Khofifah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan ini 3 Kali Disampaikan Gus Dur kepada Khofifah

Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan itu menceritakan pesan unik Gus Dur kepada dirinya. Pesan tersebut bahkan diulangi Gus Dur hingga tiga kali dalam tiga kesempatan berbeda. Terakhir kali disampaikan pada pertengahan Oktober 2009.

“Ada amanat Gus Dur yang mudah-mudahan malam ini saya punya keberanian menyampaikan kepada keluarga beliau,” kata Menteri Sosial Khofifah kepada wartawan di sela-sela haul kelima KH Abdurrahman Wahid di Jl Warung Sila No 10 Ciganjur-Jagakarsa-Jakarta Selatan, Sabtu (27/12/2014) malam.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ketua umum PP Muslimat NU ini menambahkan, rahasia tersebut telah ia pendam beberapa tahun lamanya sebelum Gus Dur wafat pada 30 Desember 2009 silam. Bahkan, sejak dua tahun sebelum wafat, Gus Dur memintanya menuliskan sebuah kalimat di pusara makamnya.

“Kata beliau, Mbak, kalau saya meninggal, tolong di batu nisan saya ditulisi ‘The Humanist Died Here’. Tiga kali beliau pesan begitu kepada saya,” ungkap Khofifah menirukan ucapan Gus Dur.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sebagai seorang pemimpin, lanjut Khofifah, Gus Dur dikenal sebagai tokoh pluralisme dan multikulturalisme yang bergerak karena hati nuraninya. Bagi dia, Gus Dur lebih merupakan tokoh humanisme. Ia menilai, Gus Dur sebagai figur yang memiliki sisi kemanusiaan di atas rata-rata.

“Selama ini pesan itu saya pendam saja. Saya pernah tanya kepada beberapa teman, ada yang pernah diberi pesan seperti saya nggak? Tapi saya belum mendapatkan kesamaan pesan itu,” ujarnya.

Selain Khofifah Indarparawansa, hadir juga Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali, mantan Katib Am Syuriah PBNU KH Nasaruddin Umar,

mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli, mantan Ketua DPR Akbar Tandjung, para ulama, para pemuka agama, dan ribuan warga yang meluber hingga halaman Yayasan KH A Wahid Hasyim Ciganjur.

Ketua panitia haul Inayah Wahid mengatakan, haul kelima ini mengusung tema “Kepemimpinan Etis dan Tawadhu’ yang Berpihak kepada Umat” karena sesuai sikap politik Gus Dur. “Keberanian Gus Dur muncul karena tawadhu kepada rakyat, bukan tunduk kepada kemewahan. Makanya, kami mengusung tema itu,” tutur putri bungsu Gus Dur ini. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pondok Pesantren, Kiai Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 25 Oktober 2014

H-2 Pemilu, Kang Said Ajak Pemimpin Parpol Istighatsah

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj siang ini, Senin (7/4) mengajak para pimpinan partai politik peserta Pemilu 2014 melaksanakan Istighotsah. Acara yang digelar di pesantren Luhur Al-Tsaqafah jalan M Kahfi I nomor 22 Cipedak-Ciganjur kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan ini akan dihadiri semua ketum parpol.

Ketika dihubungi Pondok Pesantren Attauhidiyyah via telepon, staf Ketua Umum PBNU Muhammad Nabil Harun mengatakan, para pimpinan parpol menyatakan siap datang memenuhi undangan. Yang sudah konfirmasi antara lain Ketua Umum Gerindra Suhardi, Ketua Umum PAN M Hatta Radjasa.

H-2 Pemilu, Kang Said Ajak Pemimpin Parpol Istighatsah (Sumber Gambar : Nu Online)
H-2 Pemilu, Kang Said Ajak Pemimpin Parpol Istighatsah (Sumber Gambar : Nu Online)

H-2 Pemilu, Kang Said Ajak Pemimpin Parpol Istighatsah

“Pak Jokowi juga dijadwalkan memberi sambutan selaku Gubernur DKI Jakarta. Yang membuka acara tentu Kang Said,” ujar Nabil.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Hingga berita ini ditulis, suasana di sepanjang jalan raya M Kahfi I hingga menuju pesantren Luhur Al-Tsaqafah asuhan KH Said Aqil Siroj terpantau ramai lancar.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Beberapa pengguna jalan baik yang berkendaraan roda empat maupun roda dua tampak sesekali melirik spanduk bergambar Kang Said bersama para pemimpin parpol. Bahkan ada juga yang berhenti sembari membaca informasi Istighotsah yang sebentar lagi digelar. (Ali Musthofa Asrori/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pondok Pesantren, Anti Hoax, Pesantren Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 17 Agustus 2014

Pengurus NU Larangan Tokol Dilantik di Pesantren Az-Zubair

Pamekasan, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Sebanyak 500 warga menyaksikan pelantikan pengurus baru ranting NU Larangan Tokol di pesantren Az-Zubair, Langgar Rajeh, Sumberanyar, Pamekasan. Pelantikan yang bersamaan dengan peringatan maulid ini juga dihadiri anggota badan otonom NU seperti Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, dan IPPNU.

Pengurus NU Larangan Tokol Dilantik di Pesantren Az-Zubair (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus NU Larangan Tokol Dilantik di Pesantren Az-Zubair (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus NU Larangan Tokol Dilantik di Pesantren Az-Zubair

Pengurus baru ini dilantik oleh Wakil Ketua PCNU Pamekasan KH Moh Ramli pada Rabu, (28/1). Kiai Ramli dalam sambutannya mengimbau pengurus baru NU untuk bersinergi dengan banom, lembaga, dan lajnah NU.

“Dengan demikian pelantikan tidak hanya seremonial, tetapi sebagai awal untuk lebih menyejahterakan masyarakat utamanya Nahdliyin dan tetap dalam koordinasi para Ulama NU,” tegas Kiai Ramli.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Penyampai taushiyah maulid ialah pengasuh pesantren As-Salafiyah As-Safi’iyah As-Suja’iyah Pati Jember KH Misbach Kholili. Pengurus PCNU Jember ini mengingatkan bahwa tantangan NU ke depan semakin kompleks dari segala sisi lebih-lebih gempuran kaum Wahabi yang selalu menganggap salah segala amaliah warga NU.

“Untuk itu warga NU harus membentengi diri dengan ilmu-ilmu yang diajarkan oleh para ulama NU,” kata Kiai Misbach.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Hadir pula pengurus PCNU Pamekasan beserta Banom, Pengurus MWCNU Tlanakan, aparat kecamatan Tlanakan, Kapolsek, dan Danramil Tlanakan. (Moh Wahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pondok Pesantren, Sunnah, Santri Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 09 Februari 2014

NU Diusulan Miliki Lembaga Kelautan

Subang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Luas wilayah Indonesia lebih banyak lautan dibanding daratan. Dengan kondisi semacam ini, Nahdlatul Ulama semestinya mempunyai lembaga khusus yang menangani persoalan kelautan. Demikian disampaikan A Hisyam Karim, Ketua Pengurus Ranting NU Caracas, Kalijati, Subang, Jawa Barat.

"Sebagai negara maritim, bagusnya NU punya lembaga khusus yang menangani kelautan karena wilayah kita lebih banyak laut daripada darat. Dulu kan Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) juga waktu jadi Presiden bikin Depertamen Kelautan dan Perikanan karena beliau tahu laut ini penting," ungkapnya usai Ngaji Pasaran NU Caracas di Pesantren Al-Mukhtariyyah, Selasa (8/7) malam.

NU Diusulan Miliki Lembaga Kelautan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Diusulan Miliki Lembaga Kelautan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Diusulan Miliki Lembaga Kelautan

Menurut mahasiswa Pascasarjana STAINU Jakarta ini, laut Nusantara adalah anugerah dari Allah untuk bisa dimanfaatkan dengan baik, seperti sebagai sumber mata pencaharian para nelayan yang mayoritas adalah warga NU, eksplorasi energi, dan lainnya. Agar terfokus ia mengatakan mestinya NU melembagakannya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Bukan hanya itu, laut atau maritim juga mempengaruhi dalam pembentukan sebuah kebudayaan, makanya dalam kajian budaya ada budaya maritim dan budaya kontinental," tambahnya

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Hisyam mencontohkan, salah satu ciri atau karakteristik budaya maritim adalah tidak ada hak cipta dalam sebuah karya dan sebaliknya hak cipta merupakan budaya kontinental.

"Jadi royaltinya maritim sifatnya moril, kalau kontinental sifatnya materiil. Coba kalau wayang, lenong, lagu, syair atau kitab? karya ulama Nusantara ada hak ciptanya, keturunannya bisa jadi kaya raya karena punya royalti," selorohnya.

Untuk itu, Hisyam mengharapkan agar ke depan NU bisa mempunyai lembaga kemaritiman dan bisa membentuk peradaban dari jalur kelautan sebagaimana jargon Jalesveva Jayamahe (Di Atas Lautan Kita Berjaya). (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pondok Pesantren, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Attauhidiyyah