Senin, 10 Oktober 2016

Kang Said: Jika Pemahaman Benar, Agama Timbulkan Toleransi

Cirebon, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menilai, konflik yang berkecamuk di beberapa negara merupakan akibat dari sikap intoleran. Radikalisme yang dikembangkan segelentir umat beragama di beberapa negara telah menimbulkan perpecahan dan kekisruhan di antara mereka.

“Padahal jika ajaran agama dipahami dan diamalkan secara benar, tidak akan menimbulkan kebencian terhadap siapapun, justru yang timbul adalah sikap toleran dan solidaritas,” jelasnya saat bertausiah pada haflah akhirissanah Madrasah Al Hikamus Salafiyah (MHS) Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (30/5).

Kang Said: Jika Pemahaman Benar, Agama Timbulkan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Jika Pemahaman Benar, Agama Timbulkan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Jika Pemahaman Benar, Agama Timbulkan Toleransi

Di hadapan ribuan hadirin, Kiai asal Cirebon ini bersyukur peristiwa tersebut relatif tidak ada di Tanah Air. Menurutnya, umat beragama di Indonesia mayoritas bersikap moderat dan hal itu merupakan jasa dari kiprah pesantren.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Alhamdulillah kalau di Indonesia, kita punya warisan sistem pendidikan keagamaan yang mampu mencetak generasi muslim yang moderat, menanamkan karakter bangsa yang luhur, serta mengedepankan akhlakul karimah. Sistem pendidikan tersebut adalah pondok pesantren,” lanjut Kang Said, sapaan akrabnya.  

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sementara itu, mudir Madrasah Al Hikamus Salafiyah KH Azka Hammam Syaerozi dalam sambutannya menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya berorientasi pada pendidikan karakter berbasis pesantren, sehingga mereka diharapkan mampu menjadi figur khoiru ummah (teladan masyarakat), “Madrasah Al Hikamus Salafiyah merupakan lembaga yang memiliki kurikulum independen, mengacu pada pendalaman kitab kuning, mulai dari tingkat ibtida’iyah, tsanawiyah, aliyah dan ma’had aly”.  

Bersama para kiai babakan, Kang Said Aqil juga diberi kehormatan untuk mewisuda siswa MHS dari seluruh tingkatan. Prosesi wisuda ini dipimpin langsung oleh KH Makhtum Hannan, sesepuh pondok Pesantren Babakan Ciwaringin.

Acara puncak haflah akhirussanah yang berlangsung di halaman utama Madrasah Al Hikamus Salafiyah itu, sebelumnya diawali dengan atraksi sepak bola api dan mandi petasan di lapangan bola Desa Babakan, Ciwaringin. Hal ini merupakan tradisi yang sudah berjalan puluhan tahun, dilakukan oleh para siswa kelas I Aliyah Madrasah Al Hkamus Salafiyah. Masyarakat sekitar pun menyambutnya dengan sangat antusias. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah RMI NU, Internasional Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 04 Oktober 2016

Pimpinan SBPAC Thailand Sowan ke PBNU

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pimpinan Pusat Pemerintahan Provinsi Perbatasan Thailand Selatan (SBPAC-Southern Border Provinces Administrative Center of The Kingdom of Thailand) berkunjung ke kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Senin (27/5) petang.

”Kami datang ke sini adalah dalam rangka silaturahim dan menjalin kerja sama di antara Indonesia, khususnya Nadlatul Ulama, dan Thailand Selatan,” kata Ketua Dewan Penasehat SBPAC Abdul Azis bin Hawan.

Azis datang bersama belasan pimpinan SBAC lainnya dan diterima KetuaUmum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekretaris Jendral PBNU H Marsudi Syuhud, Bendahara Umum H Bina Suhendra, Ketua PBNU H Iqbal Sulam, dan sejumlah pengurus lainnya.

Pimpinan SBPAC Thailand Sowan ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pimpinan SBPAC Thailand Sowan ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pimpinan SBPAC Thailand Sowan ke PBNU

Menurut Azis, secara kebudayaan Thailand memiliki banyak kemiripan dengan Indonesia. ”Kami berharap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menjadi saham untuk kerja sama meningkatkan bidang pendidikan, kebudayaan, dan keagamaan,” ujarnya.

Forum pertemuan berlangsung dialogis. Kang Said, sapaan KH Said Aqil Siroj, menjelaskan bahwa karakter Islam yang diusung NU adalah moderat, toleran, berwawasan kebangsaan, dan menjunjung tinggi asas kemanusiaan. Sebanyak 21 ribu pesantren NU mengembangkan ajaran ini dan mampu bersinergi dan menjadi perekat bagi keanekaragaman budaya di Indonesia.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pihak SBPAC juga mengenalkan, Thailand Selatan memiliki 468 pesantren, dan dari jumlah tersebut 286 di antaranya telah menjadi sekolah agama. ”Mengenai ajaran, saya rasa hampir sama. Kami juga mengenal adanya Kitab Kuning,” kata Persatuan Alumni Indonesia di Thailand Selatan Abdul Hafiz Hiley yang ikut bersama rombongan.

Sementara itu, Iqbal menambahkan, NU pernah memberi masukan kepada pemerintahan Thailand pada periode kepengurusan lalu terkait krisis di negara ini. NU pada waktu itu berkunjung dan mengusulkan agar pemerintah tidak mengedepankan pendekatan militer dan menginternasionalisasi isu konflik.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Di hadapan forum, Kang Said tak lupa juga mengucapkan selamat hari Waisak kepada peserta rombongan yang beragama Budha. Mayoritas dari mereka adalah muslim yang memiliki perhatian terhadap proses perdamaian di negaranya.

”Semoga ini bukan pertemuan terakhir. Kami berharap ada pertemuan-pertemuan lanjutan. Kami mengundang NU dapat datang ke negara kami untuk memberi pengenalan Islam di sana,” kata Azis.

 

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Budaya, Hikmah, Fragmen Pondok Pesantren Attauhidiyyah