Jumat, 31 Maret 2017

Ajarkan Sejarah dengan Lengkap, Jangan Ditutup-tutupi

Pringsewu, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Chalwani Nawawi mengatakan, saat ini banyak sejarah tentang para pejuang yang tidak dijelaskan dengan lengkap khususnya di sekolah dan madrasah. Hal tersebut diungkapkannya melihat fakta bahwa banyak para pejuang dan pahlawan nasional adalah merupakan para santri dan memang harus diketahui oleh masyarakat.

“Salah satu Pahlawan yang merupakan seorang santri dan juga penganut thariqah adalah Abdul Hamid yang terkenal dengan nama Pangeran Diponegoro,” ujar Kiai Chalwani, Ahad (10/4) malam di Pringsewu, Lampung

Ajarkan Sejarah dengan Lengkap, Jangan Ditutup-tutupi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ajarkan Sejarah dengan Lengkap, Jangan Ditutup-tutupi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ajarkan Sejarah dengan Lengkap, Jangan Ditutup-tutupi

Pangeran Diponegoro lahir di Dusun Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo, Yogyakarta. Mondok pertama kali di Tegalsari, Jetis, Ponorogo kepada KH Hasan Besari. Abdul Hamid ngaji kitab kuning kepada Kiai Taftazani Kertosuro. Ngaji Tafsir Jalalain kepada KH Baidlowi Bagelen. Terakhir Abdul Hamid ngaji ilmu hikmah kepada KH Nur Muhammad Ngadiwongso, Salaman, Magelang.

Bukti otentik jika Pangeran Diponegoro adalah seorang santri adalah peninggalan kamar Diponegoro di eks-Karesidenan Kedu yang di dalamnya ada 3 peningalan, Al-Quran, tasbih, dan Kitab Taqrib.

"Kenapa Al-Qur’an? Diponegoro adalah seorang Muslim. Kenapa tasbih? Diponegoro sorang ahli dzikir, dan bahkan penganut thariqah. Kenapa Kitab Taqrib matan Abu Syuja, yaitu kitab kuning yang dipakai di pesantren? Karena beliau bermadzhab Syafii. Jadi Pangeran Diponegoro bermadzhab Syafii. Maka, karena bermadhab Syafii, Diponegoro shalat Tarawih 20 rakaat, shalat Shubuh memakai doa Qunut, Jumatan adzan dua kali," jelasnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ia sangat menghormati dan menghargai orang yang berbeda madzhab dan pendapat. Akan tetapi, ia mengingatkan agar sejarah harus di sampaikan apa adanya. Jangan ditutup-tutupi jika Pangeran Diponegoro bermadzhab Syafii.

Lanjutnya tokoh pejuang lain yang merupakan santri dan keluarga besar tarikat diantaranya Ki Hajar Dewantara, Proklamator Muhammad Hatta dan RA Kartini. "Mulai sekarang, mari kita terangkan sejarah dengan utuh. Jangan sekali-kali memotong sejarah. Jika Anda memotong sejarah, suatu saat, sejarah Anda akan dipotong oleh Allah SWT, " tegasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Ulama, Bahtsul Masail Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 27 Maret 2017

Keutamaan Berbagi Takjil Kepada Orang Berpuasa

Tiada seorang pun yang mengetahui kualitas puasa orang lain. Karenanya kita sendiri tidak mengetahui kalau ada orang lain menipu kita dengan mengaku bahwa ia berpuasa. Karena saking rahasianya ibadah puasa, maka Allah menyediakan pahala yang besar untuk mereka yang berpuasa.

Terlepas dari kejujuran atau penipuan, Islam mengajurkan kita untuk berbagi takjil baik makanan maupun minuman. Hal ini merupakan salah satu bentuk kebaikan terhadap orang-orang yang berpuasa.

Keutamaan Berbagi Takjil Kepada Orang Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Keutamaan Berbagi Takjil Kepada Orang Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Keutamaan Berbagi Takjil Kepada Orang Berpuasa

Allah SWT menjanjikan ganjaran luar biasa begi merek yang berbagi takjil. Syekh Said Muhammad Ba’asyin dalam Busyral Karim mengatakan sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Artinya, “Orang yang berpuasa disunahkan berbagi sesuatu dengan orang lain untuk buka puasanya meskipun hanya sebutir kurma atau seteguk air. Kalau dengan makan malam, tentu lebih utama berdasar pada hadits Rasulullah SAW.

Beliau bersabda, ‘Siapa yang berbagi takjil kepada orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala puasa tanpa mengurangi pahala puasa orang yang ditraktir takjil.’

Kalau selagi berpuasa tadi orang yang ditraktir melakukan hal-hal yang membatalkan pahala puasanya seperti berbuat ghibah, menghasut orang lain, berdusta, memalsukan kesaksian, atau tindakan tercela lainnya, maka semua itu tidak berpengaruh pada pahala orang yang mentraktirnya.”

Keterangan di atas menunjukkan kuatnya anjuran untuk berbagi saat berbuka puasa. Anjuran ini sama sekali terlepas dari bagaimana kualitas puasa orang yang menjadi partner berbagi. Untuk itu kita juga dituntut untuk berbaik sangka terhadap orang lain. Wallahu A’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Meme Islam, Sholawat, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 26 Maret 2017

PWNU DIY Adakan Konvensi Anggota DPD RI

Yogyakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Keberadaan warga Nahdliyyin di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) cukup besar, menurut Lembaga Survei Indonesia (LSI) warga Nahdliyyin di DIY sebanyak 60 persen. 

Dengan posisi seperti itu, layak jika NU memiliki perwakilan di lembaga-lembaga strategis dalam pemerintahan untuk memperjuangkan suara masyarakat. Begitu juga dengan harapan memiliki perwakilan di tingkat Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari warga Nahdlatul Ulama (NU).

PWNU DIY Adakan Konvensi Anggota DPD RI (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU DIY Adakan Konvensi Anggota DPD RI (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU DIY Adakan Konvensi Anggota DPD RI

Menanggapi keinginan warga NU DIY melalui Pengurus Cabang yang menghendaki adanya proses pemilihan calon anggota DPD RI yang diusulkan dari warga NU. Maka, untuk menjembatani hal itu Pengurus Wilayah Nahdlatu Ulama (PWNU) DIY mengadakan Konvensi Penjaringan Calon Anggota DPD RI Periode 2014-2019 Dari Kader NU di Kantor PWNU DIY Jl MT Haryono, pada Ahad (17/3) siang.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Masyhuri selaku panitia pelaksana mengatakan bahwa memikirkan NU di masa depan adalah sesuatu yang menjadi miliki bersama. 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Pelaksanaan konvensi sudah dibuka sejak tanggal 11-14 Maret 2013. Selama empat hari pendaftaran terdapat tiga calon yang mendaftar, yakni HA Hafidz Asrom, HA Taufiqurrahman, dan H Fairus Ahmad,” tuturnya dalam sambutan.

Dari ketiga bakal calon itu ternyata tidak ada satupun yang dinyatakan lolos oleh panitia. Hal ini perlu diambil hikmah dan perlu dipikirkan bersama oleh segenap warga Nahdliyyin, terutama PWNU. 

Merespon hal itu jajaran PWNU DIY mengadakan musyawarah untuk mencari solusi terbaik.

Dari usulan-usulan pengurus cabang dari rapat selama dua malam, diambil yang terbaik yakni semua calon diluluskan sekalipun tidak memenuhi persyaratan.

Konvensi ini dihadiri dari berbagai macam kalangan, di antaranya partisipan pengurus Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-DIY, Majelis Wakil Cabang (MWC) se-DIY. Turut Hadir juga, jajaran Rais Syuriyah PWNU DIY dan Ketua Tanfidziyah PWNU DIY.

KH Asyhari Abta memberikan arahan sekaligus membuka acara konvensi yang juga dihadiri pengurus Badan Otonom (Banom) PWNU DIY. 

“Dari tiga calon tersebut, PWNU hanya merestui dua calon untuk maju menjadi calon DPD RI. Dengan dua calon itu, diharapkan bisa mengelola konflik dengan baik, artinya jangan sampai menimbulkan gesekan-gesekan antara dua tim sukses maupun antara pemilih,” harap KH Asyhari Abta.

Harapan PWNU dalam menghadapi konvensi ini dapat melaksanakan dengan jiwa penuh ketakwaan. Ia menjelaskan bahwa jangan ada tendensi lain, kecuali tendensi dalam rangka berlakunya program-program NU dengan memiliki dua calon DPD itu. Selanjutnya, kepentingan jam’iyah harus lebih diutamakan.

“Bersaing boleh, tapi bersaing yang sehat, bersaing dengan akhlaqul karimah. Kemudian jangan sampai menggunakan permainan kotor, misalnya money politic,” pesannya.

Namun, di luar dugaan, dari pihak H Fairus Ahmad ternyata mengundurkan diri saat diberikan waktu untuk menyampaikan visi misinya sehingga, dua calon yang direstui PWNU sudah terpilih tanpa pemilihan. 

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Rokhim, Hendra

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah AlaNu, Internasional, Amalan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 25 Maret 2017

Pemuda Ansor Probolinggo Diminta Aktif Bangun Daerah

Probolinggo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari mengajak para pemuda Ansor yang tergabung dalam GP Ansor Kota Kraksaan dan Kabupaten Probolinggo untuk terlibat aktif dalam pembangunan, terutama dalam hal pemberantasan minuman keras (miras).

Ajakan tersebut disampaikan Bupati Probolinggo pada pelantikan kepengurusan GP Ansor Kota Kraksaan masa khidmah 2014-2018 yang digelar di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Kamis (7/1).

Pemuda Ansor Probolinggo Diminta Aktif Bangun Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Ansor Probolinggo Diminta Aktif Bangun Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Ansor Probolinggo Diminta Aktif Bangun Daerah

“Pemuda Ansor harus terlibat secara aktif membantu pemerintah daerah, terutama dalam pemberantasan peredaran miras. Sebab miras ini merupakan sebuah ancaman yang sangat nyata yang merusak moral anak muda. Tentunya akan merusak masa depan generasi muda. Butuh kerja sama dan kerja keras dalam memberantas miras,” ujarnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menurut Tantri, saat ini Pemkab Probolinggo tengah fokus meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan menurunkan prosentase angka kemiskinan. Dalam program ini, pemuda Ansor diminta untuk ambil bagian di dalamnya melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Buatlah sebuah program yang mampu memberdayakan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pemuda Ansor. Saya yakin, pemuda Ansor lebih tahu apa yang dibutuhkan masyarakat demi mengangkat derajat dan kesejahteraan hidupnya,” jelasnya.

Walaupun Kota Kraksaan resmi menjadi ibukota Kabupaten Probolinggo jelas Tantri, pemuda Ansor dan masyarakat diminta agar tidak meniru budaya orang kota di luar Probolinggo yang bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan dan syariat agama.

“Karena itu, kalau ada hal yang dinilai menyimpang dari ketentuan perundang-undangan dan syariat agama, harap segera melaporkan kepada pihak berwajib,” pintanya.

Sementara Ketua GP Ansor Kota Kraksaan Taufik berharap agar Ansor bisa istiqomah berkontribusi mengawal tegaknya Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan tertanamnya semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta pro aktif mengawal program pemerintah agar dapat dirasakan masyarakat, khususnya warga NU.?

Mohon doa dan dukungan dari para alim ulama dan pemerintah,” katanya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Jadwal Kajian, News, Meme Islam Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 20 Maret 2017

Alfamart Bantah Mustolih soal Donasi Konsumen untuk CSR

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (PT SAT Tbk) menyatakan, melalui Program Donasi Konsumen Alfamart (DonasiKu), bekerja sama dengan berbagai yayasan kredibel, baik berskala nasional maupun internasional, sudah melewati prosedur resmi sesuai arahan Kementerian Sosial (Kemsos) RI. Termasuk laporan pertanggungjawaban dan transparansi untuk realisasi penerima bantuan.

Demikian disampaikan Manager Umum Komunikasi Perusahaan, Nur Rachman. PT SAT Tbk membantah tudingan Mustolih bahwa Alfamart mengklaim DonasiKU sebagai program CSR.?

Alfamart Bantah Mustolih soal Donasi Konsumen untuk CSR (Sumber Gambar : Nu Online)
Alfamart Bantah Mustolih soal Donasi Konsumen untuk CSR (Sumber Gambar : Nu Online)

Alfamart Bantah Mustolih soal Donasi Konsumen untuk CSR

(Baca: Mustolih: Alfamart Klaim Donasi Konsumen sebagai CSR Perusahaan)

“Klaim dan tudingan ini menurut kami tidak mendasar karena dalam annual report tahunan yang kami sampaikan kepada publik, sebagai perusahaan terbuka, jelas tertera bahwa laporan donasi setiap periodenya sudah dipublikasikan. Baik dengan pencantuman nama yayasan yang diajak bekerja sama maupun program yang dijalankan,” katanya kepada Pondok Pesantren Attauhidiyyah via surat elektronik, Rabu (15/3) malam.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dalam laporan tahunan tersebut, lanjut Rachman, juga tercantum perbedaan antara program CSR yang dilakukan perusahaan dan program DonasiKU. Oleh karena itu pihak Alfamart menganggap tudingan Mustolih harusnya berdasarkan fakta dan bukan opini semata.

“Untuk pihak-pihak yang membutuhkan konfirmasi atas tudingan tersebut, dapat mengunduh laporan versi lengkapnya di link berikut ini: http://corporate.alfamartku.com/laporan-tahunan,” tambahnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Kajian, Pesantren Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 19 Maret 2017

Doa Istimewa Memindah dan Menghentikan Hujan

Menghentikan hujan atau mengalihkannya ke tempat yang lain bukanlah semata keinginan pawang hujan. Semua orang berhak menghindarkan dirinya dari kuyuban air hujan. Bisa dengan berlindung di bawah payung, di balik mantel anti hujan, atau meneduh di bawah pohon. Itu adalah pilihan bebas, sebagaimana seseorang juga bebas memohon kepada Allah swt Yang Memiliki Kuasa atas Segalanya termasuk juga mengatur Hujan.

Sesungguhnya hal ini pernah dilakukan Rasulullah saw semasa hidupnya sebagaimana diterangkan dalam Sahih Bukhari yang diriwayatkan oleh Anas, beliau pernah berdo’a

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Allahumma hawalayna wa la ‘alayna, Allahumma alal akami wad thirobi, wa buthunil audiyyati wa manabitis syajari.

Doa Istimewa Memindah dan Menghentikan Hujan (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Istimewa Memindah dan Menghentikan Hujan (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Istimewa Memindah dan Menghentikan Hujan

Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami, dan jangan turunkan kepada kami untuk merusak kami.  Ya Allah turunkanlah hujan di dataran tinggi, beberapa anak bukit, perut lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.

Do’a di atas menunjukkan betapa manusia hanya bisa berdoa mengharap belas kasihannya ketika berhadapan dengan kekuatan alam yang merupakan Tajjaliy dari-Nya. Bahkan hanyan sekedar mengatur airpun manusia tidak mampu. Oleh karena itu semoga Allah menghindarkan air hujan yang menyebabkan kerusaka, banjir, wabah dan sebagainya. (red. Ulil H

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Tegal Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 16 Maret 2017

Di Kelurahan Lirboyo, Ada Surat Suara Bergambar Gus Dur

Kediri, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ada-ada saja kelakuan para pemilih di di TPS 02 Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto Kediri. Bukannya menyonteng salah satu capres, Gambar Gus Dur malah ditempelkan di kertas suara sehingga menutupi pasangan SBY-Boediono dan JK-Win.



Di Kelurahan Lirboyo, Ada Surat Suara Bergambar Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Kelurahan Lirboyo, Ada Surat Suara Bergambar Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Kelurahan Lirboyo, Ada Surat Suara Bergambar Gus Dur

Temuan gambar Gus Dur ini diketahui oleh petugas KPPS ketika melakukan proses penghitungan suara. "Sekitar hitungan ke 57, poster (tempelan kertas) dengan 3 gambar Gus Dur yang berjejer, dan menutupi gambar pasangan calon itu ditemukan. Jadi, hanya dua gambar calon ditepi sedikit terbuka," kata Ketua KPPS di TPS 02 Sukarni.

Tentu saja, surat suara bergambar Gus Dur dinyatakan tidak sah oleh sejumlah saksi, dan kemudian dimasukkan ke kotak suara. "Kami menyatakan tidak sah, karena ada gambar itu, dan tidak ada contrengan. Namun, kami tidak membuatkan berita acara," tandas Sukarni, ditemui di rumahnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sukarni mengaku tidak bisa memperkirakan siapa orang iseng yang ngefans berat sama Gus Dur ini.. "Lha ini meskipun tadi ditemukan pada hitungan ke 57 kan belum tentu pemilih dengan urutan ke 57 yang melakukannya. Dalam kotak surat suara kan tidak disusun rapi, tapi justru saling tumpang tindih," ujarnya. (mad)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Habib, Hikmah, Berita Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rabu, 15 Maret 2017

Inilah 7 Sikap PMII Kota Metro Lampung Terkait Rohingya

Kota Metro, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Sebanyak 130 kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Metro Propinsi Lampung menggelar agenda doa bersama tokoh-tokoh lintas agama untuk masyarakat Rohingya Myanmar Bertempat di halaman Masjid Taqwa Kota Metro Propinsi Lampung, Senin (11/9) malam.

“Inilah salah satu wujud kepedulian kami selaku generasi muda Indonesia kepada saudara-saudara kami di Rakhine Myanmar. Kami menginginkan perdamaian, keharmonisan di antara sesama manusia walaupun kita berbeda agama dan suku, kami yakin konflik di sana bukan konflik atas nama agama,” kata Ketua PMII Kota Metro Galih Pangestu di sela sambutannya.

Inilah 7 Sikap PMII Kota Metro Lampung Terkait Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah 7 Sikap PMII Kota Metro Lampung Terkait Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah 7 Sikap PMII Kota Metro Lampung Terkait Rohingya

Atas nama kemanusiaan, kami Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kota Metro Lampung menyatakan beberapa sikap:

1. Kami mengecam keras segala bentuk kekerasan yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan, bahwa tidak ada satupun agama di dunia ini yang membenarkan tindakan kekerasan dalam kehiduan umat manusia.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

2. Kami mengecam keras pembunuhan massal yang dilakukan oleh satuan keamanan dan pengusiran terhadap saudara-saudara kami Rohingya.

3. Atas nama kemanusiaan, kami meminta Pemerintah Myanmar untuk menghentikan kekerasan yang terjadi di Rohingya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

4. Kami mengajak seluruh masyarakat, terutama masyarakat Kota Metro, baik unsur Pemerintah Kota, DPRD, Kepolisian, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh agama hingga keseluruhan untuk senantiasa mengampanyekan kehidupan yang damai, saling menghargai dan melindungi sesama manusia, meskipun berbeda agama dan keyakinan.

5. Kami mengajak siapapun untuk terus menggalang solidaritas dan bantuan kemanusiaan guna meringankan beban penderitaan masyarakat Rohingya Myanmar.

6. Kami meminta Pemerintah Indonesia melaksanakan amanat UUD 1945 untuk melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, melalui diplomasi dan usaha-usaha untuk mendesak Pemerintah Myanmar mengakui status kewarganegaraan Muslim Rohingya.

7. Kami mengimbau semua pihak untuk saling menjaga situasi dan kondisi aman, tertib dan kondusif di masyarakat, dengan lebih selektif dalam mengkonsumsi berita dan tidak menyebarkan berita hoaks atau belum jelas sumbernya dan kebenarannya yang berpotensi menimbulkan konflik SARA, tetapi lebih menebarkan cinta kasih sesama manusia.

Doa sekaligus pesan damai untuk Rohingya ini dihadiri ratusan aktivis PMII tokoh agama Islam, tokoh agama Katolik, tokoh agama Protestan, tokoh agama Buddha, tokoh agama Hindu, HMI, Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia, unsur Polres Kota Metro, dan lain-lain. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Kajian Sunnah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Mendes Promosikan Produk Desa dan Perkenalkan Transmigran Teladan

Kayong Utara, Pondok Pesantren Attauhidiyyah ?

Sail Karimata 2016 yang diselenggarakan di Pantai Pulau Datuk, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat merupakan momentum untuk membangkitkan pembangunan dan perekonomian masyarakat. Dengan kegiatan tersebut, Kayong Utara yang masih masuk kategori daerah tertinggal, bisa memperkenalkan potensinya di tingkat nasional bahkan internasional.

Demikian disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo di sela-sela acara Sail Karimata kepada wartawan, Sabtu (15/10) melalui siaran pers yang diterima Pondok Pesantren Attauhidiyyah.

Mendes Promosikan Produk Desa dan Perkenalkan Transmigran Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes Promosikan Produk Desa dan Perkenalkan Transmigran Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes Promosikan Produk Desa dan Perkenalkan Transmigran Teladan

Selain memperkenalkan beberapa produk unggulan dari beberapa daerah di Kalbar, dalam kesempatan tersebut Menteri Eko juga memperkenalkan peraih penghargaan transmigran teladan dari Provinsi Sulawesi Tengah, Munaksan kepada Presiden Jokowi.

Menteri Eko menjelaskan Munaksan Transmigran teladan yang dikenalkan kepada Jokowi, telah berhasil mengubah nasibnya setelah mengikuti program transmigrasi. Ia berhasil memiliki jumlah penghasilan hingga 700 juta dalam per-tahun. Penghasilan sebanyak itu ia dapatkan dari kesuksesannya mengembangkan pertanian jagung. Bahkan dari hasil penjualan jagung ini, Munaksan mampu membeli lahan lain diluar lokasi transmigrasi untuk mengembangkan usaha jagungnya.?

"Dalam satu bulan Munaksan mampu menjual jagung yang ia tanam di lokasi transmigrasi hingga 200 ton," ujar Menteri Eko.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selain membawa transmigran teladan, Menteri Eko juga mengajak Dirut BUMDES Ponggok, Kabupaten Klaten, Untung Hari Margana untuk memberikan motivasi kepada 43 kepala desa di Kabupaten Kayong untuk menggerakan ekonomi perdesaan melalui BUMDES.

"Dirut BUMDES Ponggok ini kita jadikan sebagai percontohan. Keberhasilan BUMDES ponggok kalau bisa dijadikan inspirasi bagi 43 desa di Kabupaten Kayong, kita kemarin mengadakan dialog dengan kepala desa dan pak Untung kita jadikan narasumber untuk memotivasi bagaimana sukses dalam membikin BUMDES," ujarnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sebagai informasi puncak acara Sail Karimata 2016 yang diselenggarakan di Kabupaten Kayong Utara juga dihadiri oleh sejumlah Menteri Kabinet Kerja. Diantara menteri yang hadir mendampingi Jokowi adalah Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, Menko Maritim, Luhuy Binsar Panjaitan, Menteri Pariwisata Arif Yahya, Menkominfo Rudi Rudiyantara, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Wakil Ketua MPR Osman Sapta Odang. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Khutbah, Pertandingan, Meme Islam Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 12 Maret 2017

Wisata Ziarah Kini Mulai Diminati Kalangan Menengah ke Atas

Lamongan, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, terutama kalangan modern dengan tuntutan pekerjaan yang tinggi menyebabkan banyak diantara mereka yang terkena stress. Kini terdapat kecenderungan kalangan menengah mulai menyukai wisata ziarah sebagai upaya untuk mencari ketenangan batin dari permasalahan yang mereka hadapi.

“Wisata ziarah sudah berkembang lama dan memiliki kecenderungan berkembang sangat tinggi dan kita ingin menggalakkan lebih tinggi dengan meningkatkan layanan. Ini bukan konsumsi golongan bawah saja, tetapi golongan menengah dan atas juga mulai terlihat,” tutur  Dirjen Pengembangan Tujuan Wisata Debudpar Sambudjo Parikesit kepada Pondok Pesantren Attauhidiyyah beberapa waktu lalu.

PBNU bersama Debudpar telah melakukan Pencanganan wisata ziarah yang dilaksanakan pada hari Jum’at 29 Desember lalu di kompleks Makam Sunan Drajat Lamongan. Dalam hal ini PBNU berperan memberikan nilai-nilai keagamaan sedangkan Debudpar mengembangkan produk wisatanya.

Wisata Ziarah Kini Mulai Diminati Kalangan Menengah ke Atas (Sumber Gambar : Nu Online)
Wisata Ziarah Kini Mulai Diminati Kalangan Menengah ke Atas (Sumber Gambar : Nu Online)

Wisata Ziarah Kini Mulai Diminati Kalangan Menengah ke Atas

Dalam hal ini Debudpar akan memberikan dukungan berupa pelatihan manajemen bagi pengelola makam, peningkatan daya saing, perbaikan fasilitas pendukung di sejumlah makam sampai dengan sosialisasi makam-makam terkenal seluruh Indonesia melalui buku Ziarah Makam dan Masjid.

Dikatakan oleh Parikesit, wisata ziarah memang berbeda dengan wisata lainnya yang sifatnya mungkin lebih rekreatif. Dalam wisata ziarah ini terdapat aspek religi, budaya, pendidikan, rekreasi dan ekonomi.

“Ini bukan semata-mata untuk mereka yang beragama Islam, pemeluk agama lainnya dalam melakukan kunjungan dengan ketentuan yang berlaku untuk melihat meninggalan budayanya. Ini juga berlaku untuk agama lainnya,” imbuhnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Mengenai kelompok lain yang tidak setuju dengan wisata ziarah karena dianggap sebagai bid’ah, Parikesit berharap agar masing-masing fihak saling menghormati pandangan yang dimilikinya. “

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Sebaiknya jangan mempertentangkan, masing-masing punya nilai dan cara pandang berlainan, kita harus saling menghormati,” tuturnya.

Hari Sabtu Minggu Ramai

Kini, hari-hari masyarakat yang berkunjung ke lokasi wisata ziarah juga mulai berkembang sesuai dengan kondisi masyarakat. Jika pada masa lalu makam ramai dikunjungi pada malam Jum’at, kini hari Sabtu dan Minggu, yang merupakan hari libur pekerja kantoran, pun sejumlah makam wali di Gresik ramai dikunjungi masyarakat.

Suratno, sie keamanan yang sehari-hari bertugas di Makam Sunan Drajat mengungkapkan bahwa rombongan banyak yang datang pada hari Sabtu dan Minggu selain hari Jum’at. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Humas Makam Maulana Malik Ibrahim Harry Kartono yang ditemui Pondok Pesantren Attauhidiyyah di arena pameran bahwa makam Malik Ibrahim juga ramai dikunjungi masyarakat pada hari-hari libur. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Makam, Santri Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 11 Maret 2017

GP Ansor dan KPU Waykanan Buat Kesepahaman Pemilu Berkualitas

Waykanan, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. PC GP Ansor dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Waykanan, Lampung menandatangani nota kesepahaman di pesantren Roudhotul Mutaqin asuhan KH Rofiul Bashori Ans di kampung dan kecamatan Bumiagung, Selasa (25/3).

"GP Ansor Waykanan mendorong terciptanya Indonesia damai, karena itu nota kesepahaman ini ditandatangani," ujar Ketua PC GP Ansor Waykanan Supri Iswan di Blambangan Umpu, Selasa (25/4).

GP Ansor dan KPU Waykanan Buat Kesepahaman Pemilu Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor dan KPU Waykanan Buat Kesepahaman Pemilu Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor dan KPU Waykanan Buat Kesepahaman Pemilu Berkualitas

Nota kesepahaman ini ditandatangani Supri Iswan dan Komisioner KPU Waykanan Sukindra mewakili Ketua KPU Waykanan Iskardo P Panggar.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menurut seorang Komisioner KPU Waykanan lainnya Erwan Bustami, dari beberapa organisasi kepemudaan di Waykanan, baru GP Ansor yang melakukan langkan cerdas ini. Ia berharap, organisasi kepemudaan lain di Waykanan dapat mengikuti jejak GP Ansor.

"Seperti dengan cerdas menyuarakan penolakan politik uang, politik wani piro," ujar Erwan di hadapan 51 peserta Diklatsar Banser dan 40 peserta PKD Ansor.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

KPU Waykanan membebaskan masyarakat memilih calon dari partai apa saja, demikian Erwan menambahkan, tetapi sebaiknya dipilih berdasarkan kapasitasnya.

Terserah siapa dipilih, namun dengan adanya peran serta Ansor, kami berharap partisipasi pemilih pada Pemilu 2014 mencapai 80 persen, naik dari Pilkada 2010 dengan tingkat partisipasi 78 persen, kata Erwan.

Ia mengingatkan, kertas suara dengan list hijau untuk memilih anggota DPRD Waykanan, biru untuk memilih anggota DPRD Provinsi, kuning untuk memilih anggota DPR RI, dan kertas suara merah untuk memilih anggota DPD RI dari Lampung sebanyak 26 orang.

"Pemilu besok dicoblos, bukan dicentang seperti pada pemilu 2009," kata dia lagi. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Amalan, Doa, Kyai Pondok Pesantren Attauhidiyyah

PC IPNU-IPPNU Sleman Dilantik

Sleman, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Sleman masa khidmat 2013-2015, Ahad (16/6) kemarin dilantik di Rumah Dinas Pemerintah Kabupaten Sleman, Jl. Magelang tersebut.

PC IPNU-IPPNU Sleman Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
PC IPNU-IPPNU Sleman Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

PC IPNU-IPPNU Sleman Dilantik

Kegiatan berlangsung dengan khidmat. Sebelum acara dimulai, terlebih dahulu diisi dengan penampilan grup hadrah PAC IPNU-IPPNU Turi.

"Alhamdulillah, itulah kata yang dapat kami utarakan. Mengingat nikmat yang sangat besar bisa terlimpahkan bagi kami, karena dapat melaksanakan pelantikan PC IPNU-IPPNU Sleman masa khidmat 2013-2015," demikian dalam kata sambutan yang disampaikan oleh ketua PC IPNU Sleman, Biky Uthbek Mubarok, setelah mengikuti prosesi pelantikan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Untuk menjalankan roda kepengurusan, Biky Uthbek Mubarok juga meminta bimbingan dan doa kepada para Kiai, Masayikh dan alumni, sehingga bisa menjalankan kepemimpinan selanjutnya. 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Kami juga berharap, dengan adanya pelantikan PC IPNU-IPPNU Sleman ini kelak kami dapat mencetak kader NU yang mempunyai jiwa patriotisme yang berlandaskan Ahlus Sunah Wal Jamaah," tandasnya.

Secara terpisah, Nurul Hasanah, selaku ketua PC IPPNU Sleman mengatakan kepada Pondok Pesantren Attauhidiyyah terlebih dahulu akan menguatkan solidaritas antar pengurus. "Setelah itu kami akan membuat gebrakan. Mengingat IPNU-IPPNU merupakan pusat kaderisasi, maka kami juga akan menghidupkan kembali sepuluh PAC yang ada di Sleman," imbuhnya.

Prosesi pelantikan yang mengangkat tema "Menumbuhkan sifat keikhlasan dan kebersamaan dalam berjuang" tersebut selesai pada pukul 11:00. Turut hadir beberapa kader IPNU-IPPNU se-Sleman, perwakilan PP IPNU-IPPNU, PCNU Sleman, Anshor, Fatayat dan Muslimat. Selain itu, hadir pula PW IPNU-IPPNU DIY yang sekaligus melantik kepengurusan baru PC IPNU-IPPNU Sleman.

Masruroh, sebagai perwakilan dari Fatayat yang turut hadir, menekankan bahwa hal yang harus diperhatikan adalah kaderisasi, khususnya bagi IPPNU. "Karena hal itu akan berpengaruh ke depan. Kalau dari PC IPPNU saja sudah kurang, nanti di Fatayat dan Muslimat juga akan kurang," ujarnya kepada Pondok Pesantren Attauhidiyyah.

Setelah prosesi pelantikan, acara dilanjutkan dengan rapat kerja pengurus PC IPNU-IPPNU Sleman, guna merumuskan program-program selama kepengurusan satu periode ke depan.

Redaktur    : A. Khoirul Anam 

Kontributor: Sholikhin-Dwi Khoirotun Nisa’

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Syariah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 07 Maret 2017

Peringati Maulid Nabi, IPNU-IPPNU Cirebon Undang 500 Pelajar

Cirebon, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Cirebon siap mengundang 500 pelajar untuk mengikuti acara silaturrahmi, marhabanan serta diskusi publik yang akan digelar Sabtu (25/1).

Wahyono, Ketua PC IPNU Kabupaten Cirebon mengatakan, kegiatan yang dihelat dengan tajuk Pelajar Bershalawat ini bertujuan agar setiap pelajar mampu meneladani ketokohan Nabi Muhammad SAW sebagai sosok penting perubahan dunia, penebar kedamaian dan rahmat bagi seluruh alam.

Peringati Maulid Nabi, IPNU-IPPNU Cirebon Undang 500 Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Maulid Nabi, IPNU-IPPNU Cirebon Undang 500 Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Maulid Nabi, IPNU-IPPNU Cirebon Undang 500 Pelajar

“Selain itu, tentu sebagai wujud memuliakan Nabi Muhammad SAW,” ungkap Wahyono, Ahad (19/1).

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sementara itu, Aan Aisyah, Ketua Pelaksana mengungkapkan, sekitar 500 pelajar yang direncanakan diundang tersebut merupakan para siswa dan santri dari beberapa sekolah dan pondok pesantren yang terdapat di wilayah Cirebon. 

“Sementara diskusi publik yang akan kami gelar bertema Suri Tauladan Nabi Sebagai Solusi Gerakan Pelajar NU,” ungkapnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kegiatan diskusi publik tersebut dijadwalkan akan dihadiri oleh H Zaenal Abidin, Pembina PC IPNU Kabupaten Cirebon serta Eva Nur Arofah Pembina PC. IPPNU Kabupaten Cirebon sebagai pembicara, serta dilaksanakan di sekretariat PC. IPNU – IPPNU Kabupaten Cirebon, Jl. Pengayoman, Weru, Cirebon. (Sobih Adnan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Daerah, Berita, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Belajar dari Soekarno, Substansi Lebih Penting dari Kemasan

Tangerang Selatan, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Mocahmad Nur Arifin mengambil pelajaran penting dalam bacaannya tentang Soekarno, yakni substansi lebih penting dari kemasan.

Belajar dari Soekarno, Substansi Lebih Penting dari Kemasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari Soekarno, Substansi Lebih Penting dari Kemasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari Soekarno, Substansi Lebih Penting dari Kemasan

Hal tersebut ia sampaikan saat bincang bukunya berjudul Bung Karno “Menerjemahkan” Al-Quran di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (15/8).

Ia mengatakan demikian pasalnya dalam bukunya, ia menuangkan beberapa transformasi makna ayat-ayat Al-Quran yang terdapat dalam pemikiran Bung Karno. 

Meskipun Presiden Pertama Republik Indonesia itu tidak secara langsung menyebut ayat Al-Qurannya. Ia menyebut Al-Qur’an Surat Al-Balad yang sejalan dengan pemikiran Bung Karno tentang berdikari dalam ekonomi.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pada acara tersebut, pria yang mendapat rekor MURI karena terpilih sebagai wakil bupati termuda itu juga mengingatkan agar kita tidak hanya menyalah-nyalahkan orang lain, menghardik orang lain dengan berbagai tuduhan.

“Jika kamu menghardik orang lain, lalu di mana pernamu untuk Indonesia?” katanya menyindir.

Tidak berhenti di situ, pemuda saat ini jangan sampai Kaya visi miskin isi, kaya gagasan miskin teladan. Maka dari itu, Wakil Bupati Trenggalek itu mengingatkan agar sama-sama berjuang demi kebangkitan Indonesia.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Jika ada kata saling, maka perjuangan itu tidak bisa dilakukan sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, pembanding bincang buku Tsamara Amany (politisi muda) mengambil peran kesetaraan Bung Karno. Ia mengatakan, bahwa Indonesia itu seperti burung. 

“Perempuan dan laki-laki adalah sayapnya,” ujarnya. Tanpa kehadiran salah satunya, maka Indonesia tidak akan bisa terbang tinggi. (Syakirnf/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Kajian Islam, Hadits, RMI NU Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 03 Maret 2017

Kiai Musthofa Aqil Ngaji Kitab Bidayatul Hidayah

Cirebon, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ngaji pasaran merupakan tradisi pesantren dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, satu kitab khusus dibacakan di hadapan santri dan masyarakat umum selama hampir sebulan penuh. Salah satunya pesantren Kempek Cirebon, KH Musthofa Aqil akan membacakan kitab Bidyatul Hidayah karangan Imam Ghazali selama Ramadhan 1434 H ini.

Kiai Musthofa Aqil Ngaji Kitab Bidayatul Hidayah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Musthofa Aqil Ngaji Kitab Bidayatul Hidayah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Musthofa Aqil Ngaji Kitab Bidayatul Hidayah

Kiai Musthofa menuturkan bahwa kitab Bidayatul Hidayah menjadi penting untuk dibacakan pada bulan Ramadhan tahun ini, karena kajian di dalamnya memiliki simpulan penting bagi umat Islam agar menjadikan Ramadhan sebagai sarana untuk membersihkan diri.

“Saya memilih untuk membaca kitab Bidayatul Hidayah ini karena inti dari kitab ini adalah tentang pentingnya membersihkan hati, pikiran, dan jiwa. Hal ini sangat berhubungan dengan Ramadhan sebagai sarana untuk membersihkan diri, sudah waktunya kita menyisihkan kehidupan duniawi dan berkonsentrasi selama sebulan penuh untuk mencari ridla Allah Swt,” tutur kiai yang kerap disapa Kang Muh ini.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pengasuh Ma’had Al-Ghadier Pesantren Kempek Cirebon ini menambahkan, bahwa godaan keduniaan sebelum Ramadhan memang tidak dapat dinilai sederhana, mulai dari tuntutan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, hiruk pikuk politik hingga persoalan-persoalan lain yang terlalu kerap membuat manusia lupa kepada Tuhannya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Ramadhan adalah bulan yang dipilih oleh Allah Swt untuk menurunkan pedoman manusia berupa Al-Quran suci,” tambahnya.

Selain itu, juga merupakan bulan khusus untuk menganugerahkan rahmat-Nya secara lebih berlimpah. Maka Ramadhan juga sebagai pilihan terbaik bagi umat manusia untuk kembali kepada Tuhannya.

“Serta bulan yang bisa dijadikan sebagai medan latihan penyeimbangan antara kebutuhan duniawi dan akhirat,” tambah Kiai Musthofa.

Pengajian pasaran Ramadhan kitab Bidayatul Hidayah ini rencananya akan disiarkan langsung di radio Pondok Pesantren Attauhidiyyah setelah shalat Tarawih. Selain Bidayatul Hidayah, Kiai Musthofa juga membaca kitab Tafsir Jalalain dan Ihya Ulumuddin seusai shalat Shubuh, dan kitab Hujjatu Ahlis Sunnah Wal-Jama’ah rangan Mbah Ali Maksum Krapyak kaseusai shalat Ashar.

Redaktur    : Abdullah Alawi

Kontributor: Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Attauhidiyyah