Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Pengadilan Federal Malaysia Tolak Gugatan kata “Allah”

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pengadilan tertinggi Malaysia menolak gugatan atas pelarangan penggunaan kata "Allah" yang merujuk ke Tuhan bagi umat Kristen.

Pengadilan Federal Malaysia Tolak Gugatan kata “Allah” (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengadilan Federal Malaysia Tolak Gugatan kata “Allah” (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengadilan Federal Malaysia Tolak Gugatan kata “Allah”

Gugatan itu dilayangkan oleh Gereja Katolik yang selama ini paling keras bersuara mengenai larangan penggunaan kata "Allah". Demikian dilansir oleh situs BBC Indonesia.

Tetapi, Pengadilan Federal mengatakan pelarangan yang menguatkan putusan Pengadilan Rendah pada 2013 lalu merupakan keputusan yang benar.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kasus mengenai penggunaan kata "Allah" bermula ketika Kementerian Dalam Negeri Malaysia melarang surat kabar Katolik berbahasa Melayu, The Herald, menggunakan kata "Allah" yang merujuk Tuhan pada 2007 silam.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pada 2009, Pengadilan Tinggi memutuskan umat Kristen dan Katolik berhak menggunakan kata tersebut tatkala merujuk Tuhan.

Namun, pada 2013, Pengadilan Rendah mengubah putusan tersebut sehingga umat Kristen dan Katolik kembali tidak diperbolehkan menggunakan kata "Allah".

Kontroversi

Kasus yang kontroversial ini sempat memicu debat dan juga serangan terhadap masjid dan gereja.

Umat Kristen berpendapat mereka dapat menggunakan kata "Allah" dalam bahasa Melayu yang diambil dari bahasa Arab untuk menyebut Tuhan. Pelarangan justru melanggar hak mereka.

Namun, otoritas Malaysia mengatakan jika kata Allah digunakan oleh umat Kristen, umat muslim akan bingung dan menyebabkan sejumlah orang pindah menjadi pemeluk Kristen.

Umat muslim di Malaysia merupakan mayoritas, mencapai dua pertiga dari seluruh populasi negara tersebut. Meski demikian, komunitas Hindu dan Kristen cukup besar. (mukafi niam) 

foto: Reuters

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Khutbah, Berita, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 04 Februari 2018

IPPNU DKI Tolak Anggapan Anak Emas

Palembang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pimpinan Wilayah IPPNU DKI Jakarta menampik anggapan pengurus IPPNU di daerah-daerah bahwa Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Putri NU mengistimewakan PW IPPNU DKI Jakarta. PW IPPNU menilai kepemimpinan PP IPPNU memperlakukan PW IPPNU DKI Jakarta setara dengan IPPNU daerah lainnya.

IPPNU DKI Tolak Anggapan Anak Emas (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU DKI Tolak Anggapan Anak Emas (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU DKI Tolak Anggapan Anak Emas

“Kami ini independen dalam segala hal. Bahkan untuk kegiatan dan pengembangan program, kami bergerak sendiri,” kata utusan PW IPPNU DKI Jakarta saat LPJ PP IPPNU berlangsung di halaman parkir Asrama Haji Pondok Gede, jalan Kolonel H. Barlian KM.9, Kota Palembang, Ahad, (2/12) siang.

Utusan PW IPPNU DKI Jakarta merasa perlu menyampaikan hal demikian. Utusan DKI Jakarta mencoba meluruskan persoalan dugaan tidak berdasar tersebut di hadapan sidang LPJ. Hal itu diungkapkan ketika sejumlah utusan pengurus daerah IPPNU melontarkan kekecewaannya terhadap PP IPPNU.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Kehadiran sekretariat PP IPPNU di ibu kota Jakarta, bukan berarti memberikan akses istimewa bagi PW IPPNU DKI Jakarta,” tambahnya.

Utusan PW IPPNU DKI Jakarta menunjuk sebuah contoh. Dalam mengadakan Makesta, masa kesetiaan anggota sebagai proses kaderisasi awal, PW IPPNU DKI menggelarnya secara mandiri tanpa bantuan PP IPPNU.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dengan suara lantang, utusan PW IPPNU DKI Jakarta mengimbau semua peserta sidang LPJ untuk menghapus kecemburuan tidak beralasan. Menurutnya, kemandirian pengurus IPPNU daerah perlu dipertegas kembali.

Sidang LPJ sedikitnya dihadiri oleh semua jajaran PP IPPNU. Mereka duduk di atas panggung menghadapi semua pengurus wilayah dan cabang IPPNU se-Indonesia. Sementara ruang sidang dibatasi oleh tali panjang mengulur. Ruang sidang LPJ yang terbuka disterilkan dari pengunjung yang tidak mengenakan penanda peserta.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Khutbah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 01 Februari 2018

Gus Yus: Fisik Santri Lemah, Unggul Jiwa

Semarang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah . Pemerintah Jawa Tengah melalui Sekretariat Daerah mengundang berbagai elemen untuk mengadakan rapat koordinasi penanggulangan tuberculosis (TB) paru di lingkungan pondok pesantren. Kegiatan bertema "Temukan, Obati dan Lindungi Warga Pondok Pesantren dari penularan TB Baru" berlangsung di gedung Bappeda Jateng (19/3). 

Pada pertemuan dengan format dialog interaktif ini menghadirkan Dinas Kesehatan Jateng dengan menyampaikan “Kebijakan Penanggulangan TB dan Penyehatan Lingkungan”, perwakilan Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Magelang menyampaikan “Kecenderungan Meningkatanya Penemuan Kasus Baru TB Di Lingkungan Pesantren dan Upaya Penanggulangannya”, serta Wakil Ketua Pengurus Pusat Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) KH Yusuf Chudlori menyampaikan “Kesehatan dalam Perspektif Pesantren”. 

Gus Yus: Fisik Santri Lemah, Unggul Jiwa (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Yus: Fisik Santri Lemah, Unggul Jiwa (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Yus: Fisik Santri Lemah, Unggul Jiwa

Rapat Koordinasi tersebut berangkat dari penemuan kasus baru TB yang ternotifikasi (CNR) pada 2013 dan 2014 yaitu 114/100.000 penduduk mengalami penurunan 88,43% (2013) dan 87,03% (2014) padahal target nasional sebesar 90%. Hal ini menjadikan Jateng menjadi urutan 12 dengan jumlah TB terbesar di Indonesia. 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dinkes Jateng menaruh perhatian khusus terhadap kasus ini dikarenakan TB banyak ditemukan di lingkungan pesantren karena lingkungan yang tidak bersih dan tidak sehat. Serta kehidupan pesantren yang komunal (sanitasi, tempat tidur, cuci tangan,  belajar dan pembuangan sampah) berpotensi sebagai tempat penularan TB secara luas dan cepat. 

BKPM Magelang merupakan salah satu dari lima BKPM yang ada di Jateng menjadikan pesantren sebagai salah satu tempat untuk pelaksanaan program deteksi dini pada kelompok potensial. Penyebabnya diantaranya populasinya ada yang  lebih besat dari 1000 santri dalam 1 pesantren. 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kedua, droplet infection dan airborne dissease. Ketiga, kebersamaan/persaudaraan yang kuat diantara santri. Keempat, pemantauan minum obat/kepatuhan penanganan TB yang belum mendapat dukungan maksimal. Kelima, santri sebagian besar berusia produktif dan mobilitas Santri yang tinggi. Data di BKPM Magelang menunjukkan 27 santri tahun 2013 meningkat pada tahun 2015 menjadi 35 santri yang dinyatakan BTA positif. 

KH Yusuf Chudlori mengatakan, perlu disadari kesehatan fisik santri lemah, namun dalam kesehatan jiwa lebih unggul. Pesantren berangkat dari apa adanya terkait kesehatan. Minimnya pengetahuan tentang kesehatan menjadi salah satu faktor kenapa penyakit mudah menyebar di lingkungan pesantren. 

"Pesantren sangat terbuka terkait masalah kesehatan, sebenaranya masalah mindset atau pola pikir hidup sehat yang perlu kita kembangkan di kalangan pesantren", ungkap kiai yang akrab disapa Gus Yus tersebut. 

Menurut pengasuh pesantren  API Tegalrejo ini, pesantren sebagai lembaga pendidikan tempat melatih kesabaran. Makanya tak heran di lembaga pendidikan tertua di Indonesia tersebut selalu menerapkan pola hidup sederhana seperti makan. Ia mengakui di API Tegalrejo, santri makan daging atau telor hanya ada tiap Jumat. 

Ia juga menjelaskan, sarana dan prasarana pesantren disesuaikan dengan kemampuan kiai dan dukungan masyarakat setempat. Biasa tanpa kehadiran pemerintah pesantren bisa berdiri. Hal ini menjadi bagian dari kemandirian pesantren yang masih dianut oleh beberapa pesantren yang tidak mau menerima bantuan dari pemerintah. 

Pihak BKPM menyarankan pesantren untuk menyaratkan bebas TB ketika menerima santri baru, adanya penyuluhan dan sosialisasi TB, pemeriksaan deteksi dini, dan lingkungan belajar dan istirahat yang mendukung di lingkungan pesantren. 

Namun perlu adanya komitmen bersama dari berbagai pihak ditambah adanya dorongan pesantren memiliki poliklinik/pos kesehatan pesantren dengan pendampingan dari Dinkes, BKPM, Kemenag, RMI-NU (asosiasi pesantren) untuk mewujudkan pesantren yang perspektif kesehatan, sehingga akan dihasilkan santri religius yang sehat. (M. Zulfa/Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Syariah, Khutbah, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 21 Januari 2018

Danrem, Polisi hingga Santri Bershalawat Nariyah

Lampung, Pondok Pesantren Attauhidiyyah?

Peringatan Hari Santri Nasional ( HSN) berlangsung di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Ketua Hipsi Lampung H Karim, di Bandar Lampung, Jumat (21/10) malam menjelaskan, Danrem 043/Garuda Hitam Kolonel Kav Supriyatna turut hadir membaca sholawat nariyah di Pesantren Darusaadah, Seputih Jaya, Gunung Sugih, Lampung Tengah.

Selain Danrem, Katib Suriyah PBNU KH Mujib Quryubi, Ketua PWNU Lampung KH Soleh Bajuri, jajaran pengurus MUI dan Hipsi juga turut menghadiri pembacaan 1 miliar sholawat nariyah bersama para santri di Lampung Tengah.

Danrem, Polisi hingga Santri Bershalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Danrem, Polisi hingga Santri Bershalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Danrem, Polisi hingga Santri Bershalawat Nariyah

"Alhamdulillah. Di Kampung Gunung Tiga, Kecamatan Pugung, Tanggamus juga sangat meriah. Warga juga turut hadir, lalu dari kepolisian sektor Pugung pun turut serta dalam pembacaan solawat nariyah. Total sekitar 750 orang," ujar aktivis Gusdurian Lampung dan Yayasan Pendidikan Islam Pondok Pesantren (YPIPP) Nurul Falah Tanggamus, WD Fatchurrochman Syam.

Di Bandar Lampung, salah satu tempat pembacaan sholawat nariyah adalah sekretariat Hipsi Lampung, Jalan ZA Pagaralam Nomor 95, Gedung Meneng, samping museum Lampung.

Di Kabupaten Pringsewu, pelaksanaan pembacaan sholawat nariyah berlangsung di Pesantren Miftahul Huda, Ambarawa. Usai membaca, para santri diajak bakar-bakar ikan sembari menyaksikan pemutaran film Sang Kiai.

Adapun di Way Kanan, salah satu tempat membaca shalawat yang mempunyai sejumlah fadilah seperti menghilangkan segala macam kesusahan, memudahkan pekerjaan, menerangkan hati, memperbaiki budi pekerti, menghindarkan malapetaka dan perbuatan buruk itu berlangsung di Pesantren Roudhotul Mutaqin asuhan KH Rofiul? Bashori, Kecamatan Bumi Agung. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi).

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Khutbah, RMI NU Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 19 Januari 2018

Ini Sikap Jaringan Gusdurian Terhadap Pemblokiran Situs-situs Radikal

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Sebagaimana dikabarkan oleh sejumlah media, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah melakukan permintaan pemblokiran puluhan situs yang dianggap berbau radikal kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kemudian beredar surat Kementerian Komunikasi dan Informatika kepada penyelengara ISP yang meminta menambahkan sejumlah situs ke dalam sistem filtering.?

Ini Sikap Jaringan Gusdurian Terhadap Pemblokiran Situs-situs Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Sikap Jaringan Gusdurian Terhadap Pemblokiran Situs-situs Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Sikap Jaringan Gusdurian Terhadap Pemblokiran Situs-situs Radikal

Menurut Alissa Wahid, Koordinator Jaringan GUSDURian Indonesia, hal tersebut memicu kontroversi. Selama ini sejumlah situs memang ditengarai menganjurkan kekerasan dan menebarkan kebencian. Sejumlah situs bahkan ditengarai mengajarkan aksi terorisme.

"Jaringan GUSDURian sangat menentang isi sejumlah situs yang mengajarkan kekerasan dan kebencian terhadap kelompok lain yang berbeda," ujar Alissa melalui rilis yang diterima Pondok Pesantren Attauhidiyyah, Selasa (31/3).

Secara prinsip, katanya, hak berekspresi dan berpendapat adalah hak asasi yang dijamin oleh konstitusi. Setiap tindakan pembatasan terhadap hak asasi oleh negara, harus dilakukan dengan memenuhi kaidah pembatasan, yakni pembatasan tersebut harus diatur di dalam undang-undang serta dilakukan dengan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Oleh karena itu, lanjut Alissa, terhadap pemblokiran sejumlah situs yang dianggap radikal, Jaringan GUSDURian Indonesia menyatakan:

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

1. Mendukung upaya Negara untuk menindak situs-situs dan pihak-pihak yang menyebarkan informasi yang bertujuan menimbulkan kebencian dan permusuhan, utamanya untuk menanamkan semangat teror.?

2. Mendesak agar tindakan terhadap pihak-pihak penyebar kebencian tersebut dilakukan dengan cara yang sesuai dengan konstitusi dan dilakukan secara transparan dan akuntabel kepada publik.?

3. Setiap tindakan pembatasan hak berpendapat, termasuk pemblokiran situs, harus dilakukan berdasar pada undang-undang dan tidak boleh dilakukan secara semena-mena.?

4. Mendesak pemerintah untuk menegakkan hukum tanpa diskriminasi terhadap semua warga negara, dan tidak ragu terhadap kelompok penekan yang mengingkari falsafah dasar NKRI.?

5. Menyerukan kepada segenap Gusdurian dan masyarakat luas untuk tidak terpengaruh dan terprovokasi oleh muatan situs-situs yang menganjurkan kebencian dan kekerasan.?

6. Menyerukan kepada segenap Gusdurian dan masyarakat luas untuk memperkuat situs-situs dan gerakan yang mendorong perdamaian dan toleransi. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Humor Islam, Pondok Pesantren, Khutbah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 06 Januari 2018

Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi

Surabaya, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia sudah menapaki usia yang ke-53 tahun. Seperti manusia, usia PMII ini sudah tidak muda lagi. Usia yang semestinya cukup matang bagi sebuah organisasi dalam melibatkan diri dan merancang bangun perjalanan bangsa Indoensia.

Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi

Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur mengajak seluruh kader untuk merefleksikan kembali demi menata fondasi PMII sebagai organisasi kader dan pergerakan yang betul-betul pergerakan.

"Pada Harlah PMII ke-53 kali ini harus dijadikan momentum untuk menyemarakkan kembali kagiatan-kegiatan kaderisasi di Jawa Timur,"kata Bendahara Umum PKC PMII Jatim, Rusman Hadi, di Surabaya, Selasa (2/4).

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sehingga, menurut dia, peringatan Harlah PMII tidak sekadar bersifat rutinitas tahunan belaka. Menyemarakkan kegiatan kaderisasi sangat urgen. Sebab, kader merupakan ujung tombak sekaligus tulang punggung keberlangsungan sebuah organisasi.

Mantan Ketua Umum PC PMII Sumenep ini menyadari, di usianya yang ke-53 ini, PMII masih lebih banyak mampu melahirkan kader-kader politisi. Sementara ruang-ruang lain bisa dikatakan masih sangat sedikit yang dijamah.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Jadi saat inilah momentum untuk melahirkan kader-kader PMII yang siap berkompetisi dalam banyak lini, tidak hanya pada ruang politik semata,"tegasnya.

Bagi dia, pengembangan potensi kader akan menjadi jawaban terhadap kebutuhan organisasi di masa sekarang dan akan datang.

Ia mencontohkan Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa (LKTIM) tingkat Jawa Timur yang diselenggarakan oleh PKC PMII Jatim. "Ini dalam rangka menantang para kader untuk berkarya, meningkatkan kemampuan, agar jati diri mahasiswa sebagai agen intelektual muncul,"tandasnya.

Pada momentum Harlah ke-53 ini, PKC PMII Jawa Timur menggelar LKTIM berhadiah total Rp 16,5 juta plus tropy bagi tiga pemenang dan tiga juara harapan. Hingga H-3 batas akhir penyetoran naskah LKTIM (batas akhir pada tanggal 5 April), baru belasan naskah yang masuk ke panitia.

"Pada hari terakhir, tanggal 5 April nanti insya Allah mencapai lebih 40 naskah peserta yang masuk, ini sudah banyak yang menghubungi, "kata Sekretaris Panitia LKTIM Anang Romli.

Rusman Hadi menambahkan, menggalakkan kegiatan kaderisasi tersebut, juga dalam rangka menguatkan mentalitas dan moralitas kader di tengah krisis moral yang melanda bangsa kita.

"Harapannya, PMII mampu melahirkan kader profesional yang bermoral, kader politik yg bermoral tak seperti para penguasa sekarang yang cenderung korup,"pungkasnya.

Kontributor: Abdul Hady JM

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah RMI NU, Habib, Khutbah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 05 Januari 2018

Ke Tambakberas, Menko Kesra Klaim Kemiskinan Menurun

Jombang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono mengklaim, angka kemiskinan di Indonesia terus mengalami penurunan. Menurutnya, penurunan ini terjadi setelah program pemerintah untuk penanggulangan kemiskinan berjalan sesuai harapan.

Ke Tambakberas, Menko Kesra Klaim Kemiskinan Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke Tambakberas, Menko Kesra Klaim Kemiskinan Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke Tambakberas, Menko Kesra Klaim Kemiskinan Menurun

“Secara bertahap, angka kemiskinan terus turun, dari 12,9 persen kini tinggal 11,25 persen. Dan kita targetkan penurunan itu bisa mencapai 10 persen,” ujarnya usai bersilaturrahmi dengan beberapa Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Selasa (15/7).

Hadir dalam acara kunjungan Menkokesra ini Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum KH Hasib Abdul Wahab, Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid, serta Pengasuh Pesantren Darul Ulum Peterongan KH Dimyati Rimly. Bupati dan Wakil Bupati Jombang, Nyono Suharly dan Munjdiah Wahab, juga turut mendampinginya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Meski telah mengalami penurunan, Agung mengakui, pada akhir-akhir ini program penanggulangan kemiskinan mengalami keterlambatan. Hal ini dikarenakan beberpa hal yang belum bisa berjalan maksimal. “Namun secara keseluruhan angka kemiskinan mengalami penurunan, termasuk angka penganguran juga mengalami penurunan,” imbuhnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Agung berharap, program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan kementriannya bisa dilanjutkan oleh presiden terpilih mendatang. Salah satunya adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat  Mandiri (PNPM Mandiri).

”Siapapun presidennya, saya berharap PNPM ini bisa dilanjutkan,” pintanya seraya mengatakan, pihaknya sudah membuat rekomendasi untuk disampaikan kepada presiden terpilih nanti.

Mengapa PNPM? Menko Kesra yang juga wakil ketua DPP Golkar ini mengungkapkan,  alasannya karena PNPM sangat bermanfaat bagi pembangunan masyarakat khususnya dipedesaan. “Yakni untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan desa, air, pembangunan ekonomi, dan juga sosial kemasyarakatan, dan proyeknya tidak terlalu besar,” imbuhnya.

Apalagi, lanjutnya, dalam pelaksanaannya di lapangan, PNPM melibatkan masyarakat langsung dan secara nasional untuk angka kebocorannya sangat minim. “Secara nasional, angka kebocorannya  hanya 0,02 persen,” tandasnya.

Sementara itu, dalam safarinya ke Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Agung menyerahkan bantuan ke pesantren di antaranya untuk koperasi pesantren sebesar Rp 200 juta, sembako dari BAZNAS sebesar Rp 50 juta, serta sertifikat peserta BPJS untuk kalangan pesantren.

Menko Kesra juga menyerahkan sertifikat Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) sebesar Rp 33,05 miliar dari PNPM Mandiri, serta bantuan untuk pembangunan museum sebesar Rp 20 Miliar dari Dirjen Kebudayaan. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pahlawan, Khutbah, Fragmen Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 14 Desember 2017

SMA Pesantren Darul Ulum Gelar Olimpiade Sains dan Sosial Nasional

Jombang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Puluhan pelajar tingkat SMP dan sederajat dari berbagai daerah di Indonesia mengadu kepintaran untuk merebut tropi dari Menteri Pendidikan dan Gubernur Jawa Timur. Para pelajar kelas 9 ini selama 4 hari mengikuti Olimpiade Sains dan Sosial (SSO) yang digelar SMA Darul Ulum 2 BPPT, Pesantren Rejoso Peterongan Kabupaten Jombang Jawa Timur.

SMA Pesantren Darul Ulum Gelar Olimpiade Sains dan Sosial Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
SMA Pesantren Darul Ulum Gelar Olimpiade Sains dan Sosial Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

SMA Pesantren Darul Ulum Gelar Olimpiade Sains dan Sosial Nasional

Djihan Islahiyah dan dua rekannya peserta asal SMP Islam Al Azhar, Pontianak? misalnya mengaku sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba tingkat Nasional ini. Sebagai wakil dari luar Jawa, Djihan sangat berharap bisa memenangi olimpiade Sains dan Sosial. "Kita dating bertiga, dan sekolah kita memang jauh hari telah mempersiapkan muridnya untuk mengikuti lomba ini," katanya ditemui usai mengikuti lomba.

Dengan menggunakan seragam, khas pelajar berjilbab ini mengatakan bahwa sekolah yang diwakilinya pernah mendapatkan medali perak dari lomba sains tingkat provinsi. "Dengan materi yang dilombakan, kita optimis bisa menjadi Juara," tambahnya seraya mengatakan dirinya sudah berulang kali mengikuti ajang lomba serupa di daerah.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Berbeda dengan peserta asal Pontianak,? Padil pelajar SMP Negeri Palu Sulawesi Selatan, meski bisa menjawab soal-soal yang dilombakan, namun pihaknya mengaku pesimis. Pasalnya dirinya hanya datang bersama dua rekannya. "Kita datang cuman dua orang, karena yang satu sakit saat akan berangkat ke sini, jadi ada satu materi yang kurang kayaknya," ungkapnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Untuk menghadi olimpiade ini, Saifullah Kamil menceritakan,? sekolah memberikan materi tambahan khusus bagi pelajar yang ditunjuk untuk mengikuti lomba. "Latihan latihan itu diwajibkan 2 kali setiap minggu. Dan ini adalah lomba yang pertama kita ikuti," ungkapnya dengan logat khas Palu.

Ahmad Kaseri Kepala SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT mengatakan, olimpiade Sains dan Sosial kali ini diikuti sebanyak 1. 629 peserta. Terdiri dari 68 Tim peserta Sains dan 51 Tim peserta Sosial yang datang dari berbagai daerah dan provinsi.

"Antusias peserta cukp tinggi, disamping hadiah uang pembinaan, mereka yang juara berhak mendapatkan tropi bergilir dari Menteri Pendidikan dan Tropy dari Gubernur Jatim," jelasnya seraya mengatakan untuk pemenang olimpiade, Kusairi menyebutkan, jika masuk SMA DU 2 ini, akan mendapatkan tambahan biasiswa selama 1 tahun. (Muslim Abdurrahman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Khutbah, Fragmen Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 01 Desember 2017

KH Mahfudz Cholil Tokoh Pejuang Kemerdekaan dari Lasem

Kakak alm Mbah Abdus Salam, Pak Udin berpenampilan sederhana dan rendah hati putra Kiai Mahfudz mewakili keluarga turun langsung selama jalannya renovasi. Makam pejuang tanpa pamrih itu yang telah ditata rapi oleh Pengurus Masjid semakin nyaman bagi peziarah dengan dibangun lantai kramik oleh pihak keluarga.?

Letak makam di sebelah selatan Makam Mbah Sambu, hanya berjarak 6 meter. Mudah ditemui, jika berjalan menuju pintu masuk makam Mbah Sambu, sebelumnya peziarah akan menemukan makam Kiai Mahfudz. Di Komplek Masjid Jami Lasem juga terdapat makam tokoh perang sabil yang dikenal juga dengan nama perang kuning tahun 1751 yaitu KH Ali Baidlowi atau Ki Joyo Tirto, timur makam Mbah Sambu

KH Mahfudz Cholil Tokoh Pejuang Kemerdekaan dari Lasem (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Mahfudz Cholil Tokoh Pejuang Kemerdekaan dari Lasem (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Mahfudz Cholil Tokoh Pejuang Kemerdekaan dari Lasem

Kiai Mahfudz kakak Kiai Mansyur ayah dari Gus Qayyum. Putra KH Cholil Lasem salah satu pendiri NU, terbilang Keponakan Mbah Mashoem Lasem, merupakan putra Kyai Abdur Rasyid mantan Kepala Desa Soditan yang selama hidupnya tercatat sebagai Kontraktor pembangunan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, sehingga banyak warga Lasem diikutkan bekerja.?

Untuk mengenangnya, dulu tokonya di Alun-alun Lasem diberi nama Toko Tanjung Perak, kemudian dibongkar terkena pelebaran jalan raya Lasem-Jatirogo. Jiwa pejuang KH Mahfudz Cholil juga menurun dari kakek jalur ibu yaitu juga bernama Kyai Mahfudz ayah dari KH Sahal Mahfudz Kajen Pati, yang gugur dalam Perang Palagan Ambarawa melawan penjajah, wilayah perjuangan Panglima Besar Jendral Soedirman.?

Dari garis ibu juga ada pertalinan kerabat dengan KH Abdullah Salam Kajen dan KH Syansuri Badawi Denanyar. ? Teman seperjuangan Kyai Mahfudz Cholil antara lain KH A Hamid Syarif Pohlandak, KH Zuber ayah KH Maemun Zuber Sarang, dan Kolonel Suyono mantan Bupati Jember.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selama masa perjuangan di Kab Rembang hidup berpindah-pindah, bergrilya di Watu Pecah, Sedan, Lasem dll, sehingga Pak Udin anaknya lahir di Luar Lasem. Kyai Mahfudz lahir tahun 1920, wafat tahun 1973, pada usia 53 tahun. Beliau biasa disapa Gus Fud, di akhir hidupnya banyak berhidmat di Masjid Jami Lasem aktif mengelola dan merenovasi Madrasah Jailaniyah.

Pasca perjuangan fisik, di masa damai mengundurkan diri dari barak militer kembali ke pesantren atau pengabdian di masyarakat berpangkat Letnan, sebagian teman beliau mengurus status veteran, ada pula yang melebur/ masuk TNI melalui proses seleksi pangkat, tes baca tulis dan lain-lain. Sebagaimana tertulis dalam sejarah Laskar Mujahidin Hizbullah, PETA, BKR, TKR sampai pembentukan TNI.

Tahun 1966 beliau menjadi Kordinator Latihan Tutup Tahun Wisuda AKABRI dulu bernama AMN, Posko latihan berpusat di Soditan Lasem. Berupa latihan darat, laut dan terjun payung di Pemotan, Sedan dan Lapangan sekarang jadi ? Pasar Lasem.?

Dihadiri langsung Jenderal Ahmad Taher selaku Gubernur AKMIL, pemerintah kemudian memberikan Piagam Penghargaan atas suksesnya latihan tersebut. Ahmad Taher kemudian menjadi menteri, termasuk Jenderal Agum Gumelar menantunya dan anaknya. (Abdullah Hamid)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah IMNU, Khutbah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 27 November 2017

KBIHNU Gelar Taaruf Jamaah Calon Haji

Jepara, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Nahdlatul Ulama (KBIHNU) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menggelar Ta’aruf Jamaah Calon Haji (JCH) tahun 2014/1435 H di Gedung NU lantai 2, Jalan Pemuda No.51, Ahad (9/2).

KBIHNU Gelar Taaruf Jamaah Calon Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
KBIHNU Gelar Taaruf Jamaah Calon Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

KBIHNU Gelar Taaruf Jamaah Calon Haji

Kegiatan yang diikuti 100 orang tersebut dihadiri KH Ahmad Kholil (Rais Syuriah PCNU), KH Asyhari Syamsuri (Ketua PCNU), KH Imam Abi Jamrah (Wakil Ketua KBIHNU), KH Abdul Hamid Suyuti (Pembimbing KBIHNU) dan H Ali Arifin (Bidang pelaksanaan Ibadah Haji Kemenag Jepara).

KH Imam Abi Jamrah, Wakil Ketua KBIHNU kepada ratusan orang yang hadir mengatakan, sebelum menunaikan ibadah haji, jamaah diharapkan menunaikan tiga hal, yakni mengetahui ilmu haji, tobat dan memohon ampunan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Hal itu dikemukakan Kiai Abi Jamrah sebagaimana mengutip pendapat Imam Ghazali. “Yaitu meminta ampunan kepada Allah dan sesama manusia,” jelasnya.

Meminta ampun kepada Allah bisa dilaksanakan dengan intensitas beribadah kepada-Nya. Sementara kepada sesama manusia, lanjut Katib Syuriah PCNU ini, meski agak susah dilaksanakan, harus tetap dilakukan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Di samping itu, JCH harus mengetahui ilmu tentang ibadah haji. Senada dengan Kiai Abi Jamrah, KH Asyhari Syamsuri, Ketua PCNU menambahkan, mengetahui ilmu tentang haji berarti mengetahui dasar al-Qur’an dan hadits serta ijtihad ulama.

Apalagi Kepala SMKN 3 Jepara itu juga mengutip hadits yang intinya yang menginginkan dunia dan akhirat harus dengan ilmu. Kiai Asyhari juga menjelaskan posisi seorang pembimbing ibadah haji laiknya pembimbing “skripsi”.

Sehingga, yang dibimbing lanjutnya mempunyai hak penuh untuk? melaksanakan ibadah sesuai aturan. Tidak asal-asalan. “Suami istri juga harus paham masing-masing. Agar disana tidak saling nebeng. Karena ibadah ini bersifat individu,” tambahnya.? ?

Bidang Pelaksanaan Ibadah Haji Kemenag Jepara, H Ali Arifin lebih banyak menyampaikan teknis pelaksanaan ibadah haji. Diantaranya JCH melaksanakan tiga kali bimbingan: kelompok, bimbingan di kecamatan dan di kabupaten.

Sementara, M Nasrullah Huda dari Sekretariat KBIHNU mengungkapkan pihaknya memberikan pelayanan ekstra kepada JCH. Alhasil, KBIH yang telah beroperasi sejak 2004 itu membagi dalam beberapa wilayah: Keling-Donorojo, Kembang-Bangsri-Mlonggo-Pakis Aji, Tahunan-Batealit-Kedung, Pecangaan dan Nalumsari-Mayong-Welahan.

Di samping itu, Huda menyinggung tentang transparansi anggaran KBIH agar semua pihak mengerti dan tidak ada yang dikecewakan. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Khutbah, Ubudiyah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 24 November 2017

Festival Musik Patrol PMII Pare-pare Berlangsung Meriah

Parepare, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Kemeriahan Festival Musik Patrol Pemuda Remaja Masjid (PRM) yang dihelat Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Parepare, Sulawesi Selatan, sudah berlansung tiga malam di pelataran Islamic Center Kota Parepare.

Kegiatan yang dilaksanakan berkat kerja sama dengan beberapa komunitas dan organisasi kepemudaan (OKP) ini akan memperebutkan hadiah jutaan rupiah dan tropi. Beberapa mitra kerja sama perlombaan ini antara lain Pare Pos, Ikatan Pelajar NU (IPNU), Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU), Dema STAIN Parepare, Libam STAIN Parepare, Animasi, dan Mec Indonesia

Festival Musik Patrol PMII Pare-pare Berlangsung Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Festival Musik Patrol PMII Pare-pare Berlangsung Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Festival Musik Patrol PMII Pare-pare Berlangsung Meriah

“Kegiatan ini kita persembahkan untuk masyarakat Parepare. Semoga menjadi inspirasi anak muda khususnya remaja masjid di Kota Parepare dalam membangunkan masyarakat di waktu sahur,” ujar Aidil Muiz selaku Sekertaris PC PMII Parepare, Selasa (21/6).

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pihaknya berharap dukungan dari pemerintah untuk melakukan pembinaan serta memberikan perhatian khusus untuk remaja masjid dalam peningkatan sumber daya manusia sehingga kegiatan yang identik dengan kota Pinrang ini bisa diadopsi di Kota Parepare.

“Sejauh ini kita sudah komunikasikan dengan Pemkot, tinggal kita tunggu responnya,” tambhanya. (Husnil/Mahbib)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Lomba, Internasional, Khutbah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 21 November 2017

Menag: Dana Haji Boleh Diinvestasikan untuk Pembangunan Infrastruktur

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa dana setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) boleh dikelola untuk hal-hal yang produktif, termasuk pembangunan infrastruktur. Kebolehan ini mengacu pada konstitusi maupun aturan fiqih.?

Menag: Dana Haji Boleh Diinvestasikan untuk Pembangunan Infrastruktur (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag: Dana Haji Boleh Diinvestasikan untuk Pembangunan Infrastruktur (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag: Dana Haji Boleh Diinvestasikan untuk Pembangunan Infrastruktur

“Dana haji boleh digunakan untuk investasi infrastruktur selama memenuhi prinsip-prinsip syariah, penuh kehati-hatian, jelas menghasilkan nilai manfaat, sesuai dengan peraturan perundang-undangan, dan demi untuk kemaslahatan jamaah haji dan masyarakat luas,” ujar Menag Lukman melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (29/7).?

Menag mengutip hasil Keputusan Ijtima Ulama Komisi Fatwa Se-Indonesia IV Tahun 2012 tentang Status Kepemilikan Dana Setoran BPIH Yang Masuk Daftar Tunggu (Waiting List). Disebutkan bahwa dana setoran BPIH bagi calon haji yang termasuk daftar tunggu dalam rekening Menteri Agama boleh di-tasharruf-kan untuk hal-hal yang produktif (memberikan keuntungan), antara lain penempatan di perbankan syariah atau diinvestasikan dalam bentuk sukuk.?

Hasil investasi itu menjadi milik calon jemaah haji. Adapun pengelola berhak mendapatkan imbalan yang wajar/tidak berlebihan. Namun demikian, dana BPIH ? tidak boleh digunakan untuk keperluan apa pun kecuali untuk membiayai keperluan yang bersangkutan.?

Fatwa itu juga sejalan dengan aturan perundangan terkait pengelolaan dana haji. UU Nomor 34 tahun 2014 mengatur bahwa BPKH selaku Wakil akan menerima mandat dari calon jemaah haji selaku Muwakkil untuk menerima dan mengelola dana setoran BPIH.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Mandat itu merupakan pelaksanaan dari akad wakalah yang diatur dalam Perjanjian Kerja Sama antara Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama, dan Bank Penerima Setoran BPIH tentang penerimaan dan pembayaran BPIH.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Akad wakalah ditandatangani setiap calon jemaah haji ketika membayar setoran awal BPIH. Melalui akad wakalah, calon jemaah haji selaku Muwakkil memberikan kuasa kepada Kementerian Agama selaku Wakil untuk menerima dan mengelola dana setoran awal BPIH yang telah disetorkan melalui Bank Penerima Setoran (BPS) BPIH sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.?

UU 34/2014 mengamanatkan pengelolaan keuangan haji dilaksanakan oleh BPKH. Badan ini berwenang berwenang menempatkan dan menginvestasikan keuangan haji dalam bentuk produk perbankan, surat berharga, emas, investasi langsung dan investasi lainnya. Nilai manfaat (imbal hasil) atas hasil pengelolaan keuangan haji ini dimaksudkan untuk sebesar-besarnya kepentingan jemaah haji.?

Namun, investasi yang dilakukan BPKH juga harus mempertimbangkan aspek keamanan, kehati-hatian, nilai manfaat, dan likuiditas serta kesesuaian dengan prinsip syariah. Hal ini mengingat dana haji adalah dana titipan masyarakat yang akan melaksanakan ibadah haji.?

“Selanjutnya, badan pelaksana maupun dewan pengawas BPKH bertanggung jawab secara tanggung renteng jika ada kerugian investasi yang ditimbulkan atas kesalahan dan/atau kelalaian dalam pengelolaanya,” tandasnya.?

Investasi produktif

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo ingin agar dana haji yang tersimpan di pemerintah bisa diinvestasikan untuk pembangunan infrastruktur.

Hal ini disampaikan Jokowi usai melantik Anggota Dewan Pengawas dan Anggota Badan Pelaksana Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (26/7).

Jokowi menekankan bahwa pengelolaan keuangan haji adalah hal yang paling penting. "Jadi, bagaimana uang yang ada, dana yang ada ini, bisa dikelola, diinvestasikan ke tempat-tempat yang memberikan keuntungan yang baik," kata Jokowi.?

Menurut Jokowi, cara seperti ini sudah dipakai di negara lain seperti Malaysia. "Bisa saja kan (untuk infrastruktur). Daripada uang ini diam, ya lebih baik diinvestasikan tetapi pada tempat-tempat yang tidak memiliki risiko tinggi, aman, tapi memberikan keuntungan yang gede," ucap Jokowi. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Kajian Islam, Khutbah, Cerita Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 19 November 2017

Unusia Terima Kunjungan Sekolah Tinggi Teologi Korsel

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) menerima kunjungan rombongan delegasi Yonsei University, The United Graduate School of Theology Korea Selatan di Gedung PBNU, Rabu (9/8) siang. Keduanya terlibat dialog perihal demokrasi, toleransi, dan studi kawasan Asia Tenggara.

Tampak hadir Wakil Ketua Umum PBNU H Maksoem Mahfudz, Wasekjen PBNU H Sulthon Fathoni, dosen Unusia Mh Nurul Huda.

Unusia Terima Kunjungan Sekolah Tinggi Teologi Korsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Unusia Terima Kunjungan Sekolah Tinggi Teologi Korsel (Sumber Gambar : Nu Online)

Unusia Terima Kunjungan Sekolah Tinggi Teologi Korsel

Rombongan dari Yonsei University ini sedikitnya berjumlah sepuluh orang dengan dibimbing seorang pengajar.

Mereka antara lain bertanya soal peran mayoritas pemuka agama Islam di Indonesia sehingga membentuk wajah Islam yang moderat di Nusantara.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Para guru dan kiai kami sejak ratusan tahun menegaskan bahwa dalam soal muamalah kita bebas. Artinya, kita boleh berinteraksi di bidang muamalah dengan kalangan non-Muslim sekalipun. Adapun dalam hal ibadah, kita tetap memegang prinsip-prinsip bermadzhab dalam Islam,” kata H Maksoem.

Di akhir kunjungan, rombongan menceritakan bahwa Muslim di Korea dirasakan cenderung konservatif dan lebih ke kanan. Hal ini sangat berbeda jauh dari wajah Islam di Indonesia. Mereka kemudian menanyakan resep pendidikan keislaman yang berlangsung ratusan tahun di Indonesia. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Olahraga, Pesantren, Khutbah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 18 November 2017

Kartanu Potong 20% Ongkos Kesehatan

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu) memberikan jaminan potongan sebesar 20% biaya di Rumah Sakit Islam Surabaya bagi siapa saja yang memilikinya.



Kartanu Potong 20% Ongkos Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kartanu Potong 20% Ongkos Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kartanu Potong 20% Ongkos Kesehatan

Karenanya, Kartanu memberikan kemudahan bagi anggota NU sendiri.?

Perihal ini disampaikan oleh M. Nuh, Mendikbud RI saat memberikan kata sambutan pembukaan Rapat Kerja Nasional 2013 LP Maarif NU di Wisma Syahida Inn, Kampus II UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Senin (21/1) sore.

“Setiap kecamatan di kota Surabaya mendapatkan jadwal khusus yang melayani warga NU yang ingin membuat Kartanu,” kata M. Nuh saat mempresentasikan Pengembangan Kurikulum 2013 Depdikbud RI.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

M. Nuh menambahkan, pembuatan Kartanu diawali dengan pendataan pribadi. Untuk administrasi, mereka dikenakan biaya sebesar 8000 saat pembuatan Kartanu. Pembuatan kartu anggota tersebut diliput langsung oleh TV 9, salah satu stasiun televisi lokal Jawa Timur.

Kartu itu suatu saat nanti dapat digunakan untuk meringankan biaya Rumah Sakit Islam yang ada di Surabaya. Materi pendataan kartu tersebut kemudian diolah oleh pengurus NU dan semua rumah sakit Islam yang ada di Surabaya, tambah M. Nuh.

Nuh menegaskan, warga NU yang tidak memiliki Kartanu, saat berurusan dengan rumah sakit Islam, tidak dapat keringanan biaya pengobatan. Karena, data pribadi mereka tidak terdapat dalam arsip yang dikelola oleh pihak rumah sakit maupun pengurus NU setempat.

Perihal pendataan dalam kasus Kartanu di Surabaya, diuraikan oleh M. Nuh dalam rangka pentingnya sebuah kesadaran akan data. Kesadaran akan data, dapat dibangun sejak dini melalui institusi pendidikan, tegas M. Nuh di hadapan peserta Rakernas 2013 LP Maarif.

‘Melek’ akan data, dapat menumbuhkan sikap ilmiah dan kritis. Sebab, mereka yang ‘melek’ data dapat mempertanggungjawabkan dan memberikan rasa aman atas persoalan yang tengah dihadapi, tutup M. Nuh.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Nahdlatul Ulama, Pahlawan, Khutbah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rabu, 08 November 2017

Kelemahan Pengelolaan Organisasi Jadi Perhatian GP Ansor Gerokgak

Buleleng,Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Dalam momentum Ramadhan ini, Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali mengadakan pembekalan keorganisasian dan administrasi kepada seluruh Pimpinan Ranting.

Kelemahan Pengelolaan Organisasi Jadi Perhatian GP Ansor Gerokgak (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelemahan Pengelolaan Organisasi Jadi Perhatian GP Ansor Gerokgak (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelemahan Pengelolaan Organisasi Jadi Perhatian GP Ansor Gerokgak

Kegiatan yang berlangsung di gedung NU Kecamatan Gerokgak pada Sabtu, 18 Juni 2016 ini bertujuan memberikan pemahaman keorganisasian secara menyeluruh.

Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Gerokgak Abdul Karim Abraham mengatakan, kelemahan organisasi di tubuh NU adalah persoalan pengelolaan (manajerial) organisasi. Hal itu seringkali menyebabkan tugas-tugas atau bahkan target organisasi tidak bisa dicapai dengan maksimal.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ia menambahkan, kebanyakan pemuda yang bergabung dengan Ansor ini lebih pada alasan ikatan emosioanal. “Sehingga mereka bergabung hanya sekadar ngumpul-ngumpul, yang kemudian memunculkan fanatisme buta, yang tergadang berperilaku reaksioner,” jelasnya. ?

Oleh karenanya, menurut dia, pada moment tersebut pengurus Ranting diberikan pemahaman-pemahaman kesejarahan dan visi organisasi yang harus dicapai.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pada pembekalan yang dimulai pukul 16.00 Wita ini, panitia memberikan beberapa materi, di antaranya Sejarah GP Ansor, Ketertiban Administrasi Organisasi, Job Discribtion, dan tata cara penyusunan program kerja.

Karim juga mengingatkan kepada Pimpinan Ranting untuk terus melakukan komunikasi dengan Ranting NU dan Muslimat di masing masing desa. Sebab, jangan sampai kegiatan yang diadakan oleh Ranting GP Ansor berbenturan dengan agenda yang sudah ada. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Hadits, Khutbah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

900 "Mupasirin" Ngaji Hikam di Azzainiyyah

Sukabumi, Pondok Pesantren Attauhidiyyah? . Sekitar 900 mufasirin atau santri-santri yang mengikuti pasaran (kajian kilat selama Ramadhan) di Pondok Pesantren Azzainiyyah Nagrog, Sukabumi, Jawa Barat. Mupasirin tersebut adalah santri dari luar pesantren tersebut. Jika dihitung bersama santri Azzainiyyah sendiri, lebih 1000 peserta.?

900 Mupasirin Ngaji Hikam di Azzainiyyah (Sumber Gambar : Nu Online)
900 Mupasirin Ngaji Hikam di Azzainiyyah (Sumber Gambar : Nu Online)

900 "Mupasirin" Ngaji Hikam di Azzainiyyah

Para mupasirin tersebut pasaran kitab Al-Hikam karya Ibnu Athoillah dibawah bimbingan Pengasuh Pondok Pesantren Azzainiyyah KH Zezen Zainal Abidin Bazul Asyhab. Ia adalah Wakil Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Barat dan salah seorang rais di Jam’iyyah Tariqah Muktabaroh An-Nahdliyah (JATMAN) di tingkat pusat.?

Menurut salah seorang pengajar Azzainiyyah KH Aang Abdullah Zein, para mufasirin berasal dari berbagai daerah. “Terutama daerah-daerah Jawa Barat, Jabodetabek, Jawa Tengah, dan ada juga yang dari Sumatera Barat,” ungkap salah seorang putra Ajengan Zezen tersebut.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Salah seorang mufasirin adalah Ajengan Cecep (55). Ia berasal Kecamatan Curug Kembar, sekitar 75 km arah selatan Kota Sukabumi. Ia bersama 8 orang temannya mengikuti pengajian Hiikam tersebut, “Nambihan (menambah, red.) pengetahuan sareng (serta, red) pengamalan,” tuturnya kepada Pondok Pesantren Attauhidiyyah ketika rehat pasaran, di majelis Azzainiyyah Selasa dini hari (16/7).?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ia berpendapat, penjelasan kitab Hikam Ajengan Zezen memudahkan dirinya, “Jarang-jarang penjelasan Hikam sepertos kieu (seperti ini, red). Biasana mah (biasanya, red.) ngalogat sebagaimana biasanya. Apalagi pasaran,” jelasnya.?

Hal serupa dituturkan Ahmad Hidayat dari Majelis Dzikir dan Taushiyah (Majidah) Cigondewah, Kota Bandung, Jawa Barat. “Dulu pernah dengar, bahwa Hikam sangat tabu dipelajari awam karena bahasanya yang sangat kompleks, multimakna dan tafsir,” jelas pria yang datang bersama empat sahabatnya.?

Ketika datang ke sini, tambah dia, pendapat bahwa Hikam itu tabu, jadi hilang. Ternyata Hikam bisa dipelajari oleh siapapun asal punya guru. “Dalam artian tidak bisa secara otodidak, melainkan punya guru pembimbing,” tambahnya.

Tidak semua mufasirin mengikuti dari awal hingga usai. Ahmad Bukhori, peserta asal Ciledug, Tangerang, datang Selasa dini hari (16/7) dan pulang Rabu (17/7) dini hari. Ia hanya mendengarkan penjelasan dari Ajengan Zezen. Ia datang bersama dua orang temannya.?

Ia mengakui, sebenarnya tidak terlalu paham dengan pengajian tersebut karena sering dijelaskan menggunakan bahasa Sunda, meski penjelasan Ajengan Zezen sering dengan bahasa Indonesia.

“Bagus dan enak. Pengajian Ajengan Zezen nyambung ke semua kalangan karena semuanya kebahas menyangkut sikap hidup,” pria 28 tahun tersebut berpendapat.

Ada hikmah yang menempel yang akan dibawanya pulang dari penjelasan Ajengan Zezen. Ia terkesan pendapat terkait sikap hidup kepada sesama. “Kita jangan merendahkan orang yang dianggap orang lain rendah. Misalnya preman. Jangan merasa paling benar. Karena merasa benar sendiri, belum tentu benar di mata Allah. Dalam artian kita nggak boleh sombong,” pungkasnya.?

Penulis: Abdullah Alawi ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pahlawan, Khutbah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rabu, 01 November 2017

Cak Imin: PKB Dukung Penuh Penetapan Hari Santri

Brebes, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar mendukung penuh petapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional (HSN). Penetapan ini layak karena santri telah terbukti nyata mempertahankan NKRI dari rongrongan penjajah. Di samping itu, penduduk Indonesia juga mayoritas santri dari Sabang sampai Merauke.?

Dukungan tersebut disampaikan Cak Imin, demikian sapaan akrabnya, saat melantik Pengurus DPC PKB Kabupaten Brebes, di lapangan desa Larangan, Kecamatan Larangan Brebes, Ahad Sore (18/10).

Cak Imin: PKB Dukung Penuh Penetapan Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Cak Imin: PKB Dukung Penuh Penetapan Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Cak Imin: PKB Dukung Penuh Penetapan Hari Santri

Cak Imin mengaku sangat bangga dengan kepemimpinan Jokowi yang mengerti akan arti pentingnya sumbangsih santri dalam perjuangan mempertahankan NKRI. Termasuk, hingga saat ini santri sangat kuat menjaga NKRI dari rongrongan teroris dan paham radikalisme serta ISIS.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“ISIS, Teroris, Radikalisme yang disusupkan ke Indonesia terlibas sendiri karena persatuan dan kesatuan para santri,” tegasnya yang diikuti tepuk tangan puluhan ribu pengunjung.

Santri yang telah kental dengan paham Ahlussunah wal Jamaahnya, terbukti pula dengan gigih di garis terdepan menjaga para kiai, pemimpin, bangsa dan negara.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ia berjanji akan memperhatikan para santri dari seluruh penjuru Nusantara lewat program program partai.?

Sementara Ketua DPW PKB KH Yusuf Chudori mengingatkan kepada Pengurus dan Kader PKB untuk terus merapat dan bersinergi dengan pengurus NU di segala tingkatannya. Karena sesungguhnya, PKB terlahir dari NU dan dari pesantren, kiai, ulama dan Nahdliyinlah masa riil PKB. (Wasdiun?Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Hadits, Khutbah, Santri Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 22 Oktober 2017

Kaligrafi Bisa Menjadi Jembatan Perdamaian

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Seni lukis kaligrafi bisa menjadi semangat keimanan, ‘jembatan’ perdamaian dan inspirasi kelestarian manakala manusia menyadari bahwa pena adalah senjata pemusnah keingkaran dan keinginan yang berlebihan, dengan kitab suci sebagai jendela pemandu akal dan keinginan.

Demikian dikatakan pelukis kaligrafi Jauhari Abd Rosyad saat menjadi narasumber pada diskusi “Multicultural Calligraphy by Jauhari Abd Rosyad” di Kantor The Wahid Institute, Jalan Taman Amir Hamzah, Jakarta, Selasa (22/5). Hadir pula sebagai narasumber pada acara tersebut, Pelukis dan Sastrawan Acep Zamzam Nur.

Jauhari, begitu panggilan akrab pria yang pernah nyantri di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, itu, menjelaskan, karya kaligrafi yang ia buat seluruhnya bersumber dari ayat-ayat Al-Quran. Ia mengaku ingin menyampaikan pesan-pesan perdamaian dan toleransi yang ada dalam Al-Quran kepada masyarakat.

Kaligrafi Bisa Menjadi Jembatan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaligrafi Bisa Menjadi Jembatan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaligrafi Bisa Menjadi Jembatan Perdamaian

Karena itulah, tuturnya, seni lukis kaligrafi bisa menjadi jembatan bagi upaya perdamaian. Ajaran-ajaran suci Al-Quran akan bisa terwujudkan melalui karya seni menulis indah itu.

Tak hanya itu. Menurut Jauhari, seni melukis dengan tema utama ayat-ayat Al-Quran itu, sekaligus juga mampu menumbuhkan semangat religius pada penikmatnya. “Karena semua sumbernya adalah Al-Quran, maka semangat religiusitas itu akan muncul dengan sendirinya,” pungkasnya.

Senada dengan Jauhari, Acep mengatakan, kaligrafi dengan menggunakan ayat-ayat Al-Quran sebagai sumber inspirasinya, memang bisa menimbulkan semangat religius bagi penikmat maupun pelukisnya sendiri. Namun hal itu sifatnya sangat subyektif, tergantung pada penafsiran penikmatnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Dalam hal ini, saya punya teori ‘Bulu Kuduk’. Misal, ketika kita melihat sebuah lukisan, apapun temanya, kemudian bulu kuduk kita berdiri, maka di situlah muncul semangat religius. Artinya juga si pelukis cukup berhasil menyampaikan pesan religius yang dimaksud,” ujar Acep.

Meski demikian, dalam diskusi yang dipandu Direktur Eksekutif The Wahid Institute Ahmad Suaedy itu, Acep mengkritik pemahaman masyarakat Indonesia tentang kaligrafi yang ia nilai salah kaprah. Menurutnya, pada dasarnya, kaligrafi adalah murni seni menulis indah dan tidak ada hubungannya dengan ajaran agama tertentu.

Kaligrafi, tambahnya, tidak terpaku pada ayat-ayat Al-Quran yang ditulis dalam huruf dan Bahasa Arab. Melainkan bisa menggunakan huruf serta bahasa mana pun. “Bisa pakai huruf Cina, Jepang, Arab, Latin, dan sebagainya. Tapi di Indonesia, kaligrafi identik dengan Arab, identik dengan Islam. Seolah-olah kaligrafi adalah Islam,” paparnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Khutbah, Santri, Olahraga Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 21 Oktober 2017

Bagi Ibu Hamil Harus Perhatikan Hal Berikut Ini

Sidoarjo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Hamil adalah suatu hal yang perlu dipersiapkan. Tiga bulan sebelum kehamilan, seorang ibu hamil harus mengkonsumsi asam folat, nutrisinya juga harus terpenuhi. Hal itu diungkapkan dokter spesialis kandungan, Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, dr. Raz Fides Umi, kepada Pondok Pesantren Attauhidiyyah di sela-sela seminar Awal Kehidupan Terbaik untuk Masa Depan Si Kecil di ruang pertemuan RSI Siti Hajar jalan Raden Patah, Sidoarjo, Sabtu (11/3).

"Awal kehidupan terbaik untuk masa depan si kecil ialah proses kehamilan dimulai sebelum kehamilan maupun setelah kehamilan. Seribu hari pertama merupakan hari pertama kehidupan dan hal paling penting terdapat 27 hari di saat kehamilan, 730 hari di saat setelah bayi itu dilahirkan," kata dr Umi.

Bagi Ibu Hamil Harus Perhatikan Hal Berikut Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagi Ibu Hamil Harus Perhatikan Hal Berikut Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagi Ibu Hamil Harus Perhatikan Hal Berikut Ini

Menurutnya, stimulasi sangat penting untuk mempersiapkan awal kehamilan. Pasalnya, saat ibu hamil diperlukan mengkonsumsi asam folat, nutrisi yang baik dan stimulasi, sehingga akan membuat tumbuh generasi yang optimal.

Lebih lanjut Umi menegaskan, setiap jam, harus ada gerakan dalam perut. Kalau tidak ada gerakan, seorang ibu harus merangsangnya dengan memberikan musik di perut supaya bayinya bisa terangsang. Jika sudah melakukan hal itu, namun tidak ada gerakan sama sekali, harus diperiksakan ke dokter. Karena dalam setiap jam harus ada gerakan dari si bayi.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Dengan melakukan stimulasi dapat membentuk perkembangan otak yang optimal. Dan pada saat setelah melahirkan, pada usia 2 tahun? seorang ibu harus memberikan nutrisi yang optimal. Sebab, ibu yang pintar akan menghasilkan anak yang pintar, bukan karena bapaknya, tapi yang berpengaruh adalah ibunya," tegasnya. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Khutbah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 15 September 2017

Rais Aam PBNU Sebut Dua Prioritas Pengurus NU

Pasuruan, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Maruf Amin menghadiri Haul Al-Arif Billah KH Abdul Hamid Pasuruan pada (21/12). Ia disambut PCNU Kota Pasuruan dengan mengadakan kegiatan bertajuk "Silaturahim PBNU dengan Pengurus NU se-Pasuruan Raya".

Rais Aam PBNU Sebut Dua Prioritas Pengurus NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU Sebut Dua Prioritas Pengurus NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU Sebut Dua Prioritas Pengurus NU

Silaturahim yang berlangsung di aula PCNU Kota Pasuruan tersebut dimulai dengan pembacaan istighosah dipimpin Rais Syuriyah PCNU Kota Pasuruan KH Said Kholil. Kemudian dilanjutkan dengan ucapan selamat datang dari ketua PCNU Kota Pasuruan KH Halim Masud.

Dalam taushiyahnya, KH Maruf Amin menyampaikan, prioritas kegiatan pokok pengurus NU. Pertama, adalah penguatan Aqidah Ahlusunnah wal-Jamaah An-Nahdliyah.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Islam Nusantara, kata dia, yang menjadi perbincangan ramai di masyarakat, sebenarnya adalah sebuah kemasan dengan isi Islam Ahlusunnah wal jamaah An Nahdliyah. “Jadi, bukan aliran baru seperti banyak dituduhkan oleh pihak yang tidak mau bertabayun,” tegasnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dengan corak dakwahnya yang santun dan teduh, lanjut Kiai Ma’ruf, Islam Nusantara diharapkan menjadi solusi atas problematika bagi dunia Islam dewasa ini.

Kedua, adalah perbaikan dan pemberdayaan jam’iyah dengan prinsip aktif, dinamis, kreatif. Hal itu dilakukan secara berkelanjutan di semua bidang dengan menggalakkan pada sektor ekonomi dan pendidikan.

“Untuk mewujudkan tujuan NU maka diperlukan konsolidasi organisasi dan semangat ke-NU an,” pungkasnya.

Rais Aam menegaskan bahwa NU tidak boleh sekedar besar jumlahnya tetapi kecil perannya. NU harus besar jumlahnya dan besar pula perannya. Maka yang perlu ditingkatkan adalah semangat ke-U-an yang akan mengembalikan kejayaan NU sebagaimana di tangan para pendirinya. 

Acara ini dihadiri para pengurus PCNU Kota Pasuruan dan PCNU Kabupaten Pasuruan dengan dipandu cucu Almaghfurlah KH Abdul Hamid, Muchamad Nailur Rohman. (zulkarnaian mahmud/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Bahtsul Masail, Kiai, Khutbah Pondok Pesantren Attauhidiyyah