Rabu, 21 Maret 2012

Turki Mulai Wajibkan Pendidikan Agama dari SD-SMA

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Presiden Turki terpilih Recep Tayyip Erdogan, dibantu oleh Perdana Menteri baru Ahmet Davutoglu memulai masa jabatannya dengan perbaikan besar-besaran pada sistem pendidikan di negeri ini. 

Turki Mulai Wajibkan Pendidikan Agama dari SD-SMA (Sumber Gambar : Nu Online)
Turki Mulai Wajibkan Pendidikan Agama dari SD-SMA (Sumber Gambar : Nu Online)

Turki Mulai Wajibkan Pendidikan Agama dari SD-SMA

Meskipun telah ditetapkan setahun yang lalu, rencana reformasi, yang sebagian besar tidak menarik perhatian publik, mulai dilaksanakan tahun ini dan memperluas pendidikan agama Islam untuk semua tingkat sekolah. 

Turki baru Erdogan, yang akan merayakan seratus tahun Republik Turki sekuler yang didirikan oleh Kemal Ataturk pada 2023, mewajibkan pendidikan agama Islam dari tingkat sekolah dasar dan menengah untuk 12 jenjang kelas. Sampai saat ini, pendidikan agama hanya tersedia di sekolah menengah berbasis agama seperti Aliyah di Indonesia, mulai di kelas 9. 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Perubahan signifikan lain adalah bahwa lulusan sekolah agama sekarang dapat mendaftar di seluruh fakultas di universitas agar bisa mendapat keahlian untuk posisi administrasi publik. Bahkan presiden Turki saat ini, yang mempelajari Administrasi Bisnis, bukan ilmu politik, harus keluar karena dia lulusan sekolah agama. 

Tampak jelas bahwa sistem sekolah yang dimimpikan oleh para pemimpin AKP terinspirasi oleh sekolah agama yang ada. 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Langkah berikutnya dalam reformasi adalah pengajaran bahasa Arab, bahkan sebagai bahasa kedua, untuk memungkinkan siswa untuk memahami Al-Quran. 

Namun, sekolah Turki Armenia dan Ortodoks tidak perlu untuk memberikan pendidikan agama Islam untuk siswa mereka yang masing-masing berjumlah 2.000 dan 250. 

Mereka yang tidak ingin masuk sekolah negeri untuk menghindari pendidikan agama harus masuk ke sekolah swasta, yang hanya bisa dimasuki orang kaya karena biaya pendidikan yang tinggi. (islam. ru/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Olahraga, Pertandingan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 12 Maret 2012

PKPT IPNU-IPPNU Unsuri Gelar Unsuri Bersholawat

Sidoarjo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IPNU-IPPNU Universitas Sunan Giri (Unsuri) Sidoarjo, Jawa Timur menggelar acara Unsuri Bersholawat. Acara tersebut digelar di aula Rektorat Unsuri, Ahad (10/1) lalu dan diikuti oleh ratusan mahasiswa Unsuri, perwakilan PAC IPNU-IPPNU se-Sidoarjo, dan PMII Unsuri.

"Unsuri bersholawat ini dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhamad SAW. Dengan adanya Unsuri bersholawat, semoga prestasi kami selalu didampingi berkah bulan maulid dan mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW. Semoga semangat dalam menyiarkan sholawat agar menyholawatkan masyarakat dan memasyarakatkan sholawat," kata ketua PKPT IPNU Unsuri, M Asrori Bahiruddin.

PKPT IPNU-IPPNU Unsuri Gelar Unsuri Bersholawat (Sumber Gambar : Nu Online)
PKPT IPNU-IPPNU Unsuri Gelar Unsuri Bersholawat (Sumber Gambar : Nu Online)

PKPT IPNU-IPPNU Unsuri Gelar Unsuri Bersholawat

Ketua PKPT IPPNU Unsuri Imroatul Mufidah menambahakan, dengan adanya Unsuri bersholawat ini, diharapkan mampu menanamkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Semoga PKPT IPNU-IPPNU Unsuri lebih maju dari sebelumnya dan untuk semuanya semakin cinta kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW," harap Mufidah.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rektor Unsuri Sidoarjo, H Soenarjo mengapresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. Pihaknya meminta kepada IPNU-IPPNU untuk terus melakukan kegiatan yang bersifat positif terutama bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. "Teruskan kegiatan semacam ini," ucapnya singkat. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Cerita Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 09 Maret 2012

Kongres Pagar Nusa Digelar Pertengahan Juli

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ikatan Pencak Silat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama akan menyelenggarakan Kongres pada pertengahan Juli 2007 nanti. Kongres akan memilih Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Pagar Nusa NU yang baru dan merumuskan langkah-langkah strategis setelah sempat vakum sepeninggal "sang pendekar" KH Maksum Jauhari Lirboyo (Gus Maksum).

Muktamar ke-31 NU di Solo Jawa Tengah, pada akhir November 2004 silam menitahkan organisasi pencak silat kebanggaan warga pesantren itu untuk mengukuhkan diri sebagai "badan otonom" di bawah naungan Nahdlatul Ulama yang menangani "dunia persilatan"

Kongres akan berlangsung selama empat hari (19-21 Juli 2007), di Asrama Haji, Pondok Gede Jakarta, bertema "Memperkokoh Persatuan dan Persaudaraan Sejati;  Membangun Kebersamaan untuk Penguatan Profesi dan Prestasi."

Kongres Pagar Nusa Digelar Pertengahan Juli (Sumber Gambar : Nu Online)
Kongres Pagar Nusa Digelar Pertengahan Juli (Sumber Gambar : Nu Online)

Kongres Pagar Nusa Digelar Pertengahan Juli

Rencananya Kongres akan dibuka oleh Menegpora Adhyaksa Dault dan Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi serta akan ditutup oleh para pinisepuh Pagar Nusa NU. Selain memilih Ketua Umum Pagar Nusa yang baru menggantikan Gus Maksum, kongres ini sekaligus sebagai deklarasi Pagar Nusa dari lembaga yang berada di bawah NU menjadi badan otonom.

Ketua Panitia Konggres KH Fuad Anwar yang didampingi sekretaris H Mujtahidur Ridho kepada wartawan di Gedung DPR/MPR RI Jakarta, Kamis (28/6) kemarin, mengatakan, Kongres itu akan dihadiri oleh 211 cabang lebih dari 21 provinsi se-Indonesia. Sebanyak 87 cabang berada di Jawa dan 60 cabang lainnya berada di luar Jawa.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kongres juga akan menghadirkan Panglima TNI, Kapolri Jenderal (Pol) Sutanto, Menteri Agama HM. Maftuh Basyuni, Menegpora Adhyaksa Dault, IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia).

Fuad Anwar mengatakan, Pagar Nusa dalam kiprahnya juga pernah ikut membantu mengamankan negara. Sedangkan Kapolri juga untuk mengawal keamanan di tengah masyarakat sejalan dengan program polisi masyarakat (Polmas Polri).

"Pagar Nusa mempunyai sejarah panjang dalam mengawal perjuangan NU, yang kemudian menjadi lembaga Pencak Silat resmi di lingkungan NU. Sebagai sebuah pengabdian moral kepada para kiai Pagar Nusa mengalami perkembangan pesat di seluruh Indonesia," katanya.

Karena itu, dikatakan, sejalan dengan krisis berkepanjangan yang terjadi di negeri ini, Pagar Nusa NU harus mampu memimpin dan membenahi dirinya secara kreatif, kompak, dan saling tolong-menolong serta memberikan kontribusinya pada terciptanya keamanan, kedamaian, ketentraman, dan kehidupan yang tolerans di tengah masyarakat.

Ditambahkan Fuad Anwar, hadirnya Menegpora karena Pencak Silat itu bagian dari olahraga dan olah mental yang berhubungan dengan kesehatan tubuh dan mental. Semantra Menteri Agama diundang terkait adanya aliran-aliran di dunia persialtan yang disebut sebagai aliran putih, merah, dan hitam.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Dari aliran itu kira-kira yang mana yang benar menurut agama dan sebagainya. Untuk Menteri Pariwisata dan Seni, karena silat juga erat hubungan dengan seni bela diri. Sedangkan dengan IPSI tentu saja terkait dengan pencak silat itu sendiri,” ujar Fuad Anwar.(nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Syariah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 05 Maret 2012

Sempat Vakum, Pelajar NU Lumbang Kembali Gerak

Probolinggo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Setelah sempat vakum, akhirnya kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) kecamatan Lumbang kabupaten Probolinggo periode 2015-2017 terbentuk. Kepengurusan ini pun resmi dilantik di pesantren Zainul Hasan IV desa Boto kecamatan Lumbang, Ahad (1/1).

Sempat Vakum, Pelajar NU Lumbang Kembali Gerak (Sumber Gambar : Nu Online)
Sempat Vakum, Pelajar NU Lumbang Kembali Gerak (Sumber Gambar : Nu Online)

Sempat Vakum, Pelajar NU Lumbang Kembali Gerak

Pelantikan yang dipimpin oleh Ketua IPNU Probolinggo Eko Cahyono ini dihadiri oleh para pengurus IPNU Probolinggo, pengurus IPNU Lumbang, IPNU Kuripan dan seluruh pengurus Pimpinan Ranting IPNU sekecamatan Lumbang.

Dalam kepengurusan ini, Multazam diberi amanah untuk memimpin organisasi pelajar NU di Lumbang dua tahun mendatang. “Alhamdulillah, setelah sempat vakum kepengurusan PAC IPNU Lumbang bisa terbentuk kembali,” kata Eko Cahyono.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Eko berharap pengurus yang baru dilantik ini dapat betul-betul menjalankan roda organisasi sesuai dengan tupoksinya sebaik-baiknya demi memajukan IPNU di Probolinggo.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Selamat bergabung dan berjuang bersama kami dengan rekan dari kecamatan lain untuk membina watak generasi muda. Kami juga memohon agar para ulama, pejabat serta tokoh masyarakat turut serta mendukung kegiatan kepemudaan,” ungkapnya.

Multazam menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah yang diberikan dengan sebaik-baiknya dan yakin bisa lebih eksis lagi serta lebih maju lagi dari sebelum-sebelumnya.

”Semoga kita terbang dengan ilmunya dan kita berlayar dengan pengalamannya serta kita tercantum sebagai sosok yang berakhlaqul karimah. Mohon doa dan dukungannya supaya kami bisa menjalankan amanah dengan sebaik mungkin,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Hadits, Pondok Pesantren Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ribuan Massa Hadiri Puncak Acara

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Puncak acara penyelenggaraan Global Peace Festival yang diselenggarakan di Gelora Bung Karno, Ahad (17/10)  dihadiri oleh ribuan massa yang terdiri dari para santri, pelajar dan mahasiswa.



Ribuan Massa Hadiri Puncak Acara (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Massa Hadiri Puncak Acara (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Massa Hadiri Puncak Acara

Secara bersama-sama mereka menyerukan tentang pentingnya perdamaian yang belakangan ini terus menghadapi tantangan.

Beberapa perguruan tinggi yang terlibat aktif dalam acara ini diantaranya adalah Universitas Indonesia, Universitas Nasional, Universitas Guna Darma, UIN Jakarta, Universitas Kristen Indonesia, Presiden University, London School, Budi Luhur dan lainnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Seluruh badan otonom juga mengerahkan anggotanya untuk memeriahkan acara ini seperti IPNU, IPPNU, Fatayat NU, Muslimat NU, Pagar Nusa, Ansor NU dan lainnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Acara ini dimeriahkan dengan sejumlah pentas seni yang mewakili tradisi di Indonesia, seperti tari saman, barongsai, Soreang yang merupakan tradisi masyarakat lereng Merbabu, lagu-lagu daerah dan lainnya. Turut pula ditampilkan hadrah yang sudah akrab bagi warga NU. Marching band siswa Maarif NU Blitar yang telah menjadi juara tingkat internasional juga unjuk kebolehan.

Audiens juga dihibur dengan pentas seni dari para artis terkenal seperti Harvey Malaiholo, Mike Mohede serta Maudi Wilhemina. Para penonton yang sebagian besar masih berusia muda menantikan aksi dari penyanyi Rossa, Evelyn Young, Sarwana serta Slank menutup acara. Tak ketinggalan Slanker dengan setia mengikuti kemana pujaan mereka beraksi.

Pada kesempatan tersebut program power of rupiah yang merupakan upaya mengumpulkan dana melalui koin-koin untuk membantu kelompok tidak mampu, yang telah berjalan sekitar sebulan ini diserahkan kepada panitia yang selanjutnya akan dikelola oleh PBNU untuk kelompok masyarakat miskin dan anak tak mampu sekolah.

Program ini bertemakan aksi kecil harapan besar, tidak bermaksud untuk mengumpulkan milyaran rupiah, tetapi lebih pada upaya memberdayakan masyarakat untuk membantu orang lain.

Hadir pada acara tersebut KH Said Aqil Siradj, pendiri Global Peace Foundation Hung Jim Moon, Ketua MK Mahfud MD, Menakertrans Muhaimin Iskandar, sekitar seratus peserta Global Peace Leadership Conference dari 17 negara serta para tokoh lintas agama. (mkf) Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah RMI NU, Hadits, Doa Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 02 Maret 2012

Sejak Kapan Tradisi Bedug Diganti Lonceng

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah



Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU) A Helmy Faishal Zaini berhasil meluncurkan buku terbarunya, “Miqat Kebinekaan: Sebuah Renungan Meramu Pancasila, Nasionalisme, dan NU sebagai Titik Pijak Perjuangan” di gedung PBNU, Jakarta, Jumat (9/6).

Peluncuran tersebut menghadirkan narasumber Pendeta Andreas Yawangoe (PGI), Romo Agus Uluhayana (KWI), dan Biksu Dutavira Mahasthravira.

Sejak Kapan Tradisi Bedug Diganti Lonceng (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejak Kapan Tradisi Bedug Diganti Lonceng (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejak Kapan Tradisi Bedug Diganti Lonceng

Di sela-sela sambutannya, Helmy mengungkapkan alasannya mengapa menggunakan kata peluncuran bukan kata ‘launching.’?

Menurut dia, pada acara Pra-Muktamar NU Makasaar, ia pernah dikritik oleh Wakil Rais ‘Aam karena menggunakan istilah ‘launching’ dalam menyelenggarakan suatu acara.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Sengaja kami menggunakan peluncuran Pak, tidak launching karena pernah dikritik oleh Wakil Rais ‘Aam,” ungkapnya. “Sejak kapan tradisi bedug diganti lonceng?” ucapnya menirukan ucapan Wakil Rais ‘Aam saat itu yang mungkin salah dengar. Sontak hadirin tertawa berderai.

Maka dari itu, imbuh Helmy, sejak itu NU tidak pernah menggunakan istilah ‘launching’ lagi saat mengadakan sebuah acara yang bertemakan peluncuran.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Buku Miqat Kebinekaan itu mengangkat tiga tema besar, yaitu Pancasila, Islam, dan NU. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Khutbah, AlaSantri Pondok Pesantren Attauhidiyyah