Senin, 08 Agustus 2016

IPNU IPPNU UINSA Siap Kawal Pemberdayaan Era Millenial

Surabaya, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama – Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Universitas Islam Negeri Surabaya (PKPT IPNU-IPPNU UINSA) turut serta menjaga NKRI dari paham radikal dan anti Pancasila, dengan mengadakan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di Villa Pondok Jowo Gondang, Padusan, Pacet, Mojokerto, Jumat-Ahad, 27-29 Oktober 2017.

“Makesta merupakan tahap awal pengkaderan IPNU IPPNU dalam meneruskan perjuangan para ulama dalam mensyiarkan faham Ahlusunnah Wal Jama’ah (Aswaja) dan turut serta membentengi  faham radikal yang mulai memasuki dunia pelajar dan kampu,” terang Kartika Nur Umami, Ketua PKPT IPPNU UINSA.

IPNU IPPNU UINSA Siap Kawal Pemberdayaan Era Millenial (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU IPPNU UINSA Siap Kawal Pemberdayaan Era Millenial (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU IPPNU UINSA Siap Kawal Pemberdayaan Era Millenial

Makesta diikuti seluruh fakultas yang ada di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya diantaranya Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Syariah. Pengkaderan Makesta diikuti oleh 207 peserta yang didominasi oleh peserta perempuan. 

Mengawal kader NU dalam lingkungan kampus menjadi suatu tantangan tersendiri bagi PKPT IPNU IPPNU UINSA karena mengingat pemikiran-pemikiran para mahasiswa baru yang kadang masih menjadi  beradaptasi sesuai perasaan dan logikanya. Sehingga PKPT IPNU IPPNU UINSA  juga mengupayakan pemberdayaan kader di dalam kampus.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Alhamdulillah, dengan adanya kegiatan ini saya bisa menambah wawasan tentang kebangsaan dan ke-NU-an, yang jarang sekali kami dapat dibangku sekolah maupun kuliah,” kata salah satu peserta, Muhammad Fajar.

Fajar menambahkan setelah kegiatan dirinya akan berusaha sebaik-baik mungkin untuk mengabdi dan menjadikan IPNU-IPPNU UINSA lebih baik. 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sulistia Prabawati, alumni Ketua PKPT IPPNU UINSA tahun priode 2014-2015 dan Ketua PC IPPNU Kota Surabaya tahun 2017-2019 sangat mengapresiasi kegiatan Pengkaderan Makesta tersebut.

“Mengikuti makesta merupakan gerbang awal untuk ikut menjadi bagian dari IPNU-IPPNU dan pemberdayaan kader pun sangat dibutuhkan bagi para kader agar kader tersebut tetap selalu berdaya di IPNU-IPPNU maupun NU pada khususnya,” katanya. (Sumriyah/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Khutbah, AlaNu Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 06 Agustus 2016

Kemensos Terjunkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Sampang

Sidoarjo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kementerian Sosial RI akan menerjunkan bantuan ke masyarakat Sampang Madura, Jawa Timur. Bantuan itu diberikan Kemensos karena di wilayah tersebut, sejak kemarin diguyur hujan dengan intensitas sangat tinggi dan mengakitbatkan wilayah Sampang terendam banjir setinggi 2 meter.

Kemensos Terjunkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Sampang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemensos Terjunkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Sampang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemensos Terjunkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Sampang

Hal itu disampaikan Menteri Sosial RI Hj Khofifah Indar Parawansa kepada awak media usai menghadiri acara majlis dzikir dan doa bersama Al-Khidmah di depan Masjid Agung Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (28/2) lalu.

"Kami sudah mengirimkan satu perahu karet ke Sampang, Madura. Semoga bisa digunakan dengan maksimal. Senin besok, 29 Februari, kami juga akan mengirimkan kembali perahu karet dan dapur umum lapangan bersama Pemkab setempat, Pemprov Jatim dan BNPB. Dapur umum lapangan sebanyak satu paket satu mobil. Di dalamnya sudah ingklut untuk menyiapkan dapur umum lapangan," kata Khofifah.

Ia menjelaskan, di Sampang terdapat 274 titik yang potensial longsor dan banjir. Masing-masing titik sudah dikoordinasikan. "Justru pada saat kita setelah elino itu. Karena siklusnya setelah elino, baru lalino," jelasnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

SOP yang sudah disiapkan Kemensos relatif memudahkan untuk mendorong logistik. Kalau misalnya ada kabupaten/kota, disitu terjadi bencana alam atau bencana sosisal, bisa mengeluarkan SK darurat. Lalu bisa menggunakan cadangan beras pemerintah sampai 100 ton. Kalau itu sudah terpakai, bisa dilaporkan kepada Gubernur. Selanjutnya Gubernur bisa mengeluarkan SK darurat untuk menggunakan cadangan beras pemerintah sampai 200 ton. Di atas 200 ton baru Mensos.

"Oleh karena itu mudah-mudahan bisa dipercepat untuk mengeluarkan cadangan beras dari pemerintah yang bisa digunakan Bupati/Walikota 100 ton, Gubernur 200 ton. Dan proses yang mendorong logistik itu biasanya karena ada kendala jalan yang tidak bisa digunakan, jalan yang putus. Nah itu bisa menggunakan perahu karet," terangnya.

Di tempat yang sama Wakil Gubernur Jawa Timur, H Saifullah Yusuf mengatakan, pihaknya berencana akan ke Sampang untuk melihat secara langsung kondisi yang terendam banjir. Semua personil Pemprov dan Kabupaten sudah berada di lokasi. "Senin besok kami akan ke lokasi. Terkait bantuan kami juga sudah mendapat laporan di lokasi banjir sudah disiapkan perahu karet, bantuan makan dan minum," ucap pria yang akrap disapa Gus Ipul itu.

Gus Ipul menambahkan, semua bantuan ? sudah terkoordinasi dan sementara semua pengungsi di tempatkan di pendopo dan beberapa tempat. Karena masyarakat di Sampang tidak mau terlalu jauh dari pemukimannya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Halaqoh, Berita, Warta Pondok Pesantren Attauhidiyyah