Rabu, 07 Maret 2018

Pemuda Harus Jadikan Sejarah sebagai Refleksi

Banyuwangi, Pondok Pesantren Attauhidiyyah 

Tugas pemuda bukan hanya membaca sejarah, tapi mengingat dan menjadikannya refleksi. Kaum muda memperjuangkan kemerdekaan dengan semangat yang sangat tinggi. Bagi mahasiswa harus mengingat sejarah kemerdekaan yang kala itu dimotori oleh para pemuda. 



Hal tersebut disampaikan Direktur Student Crisis Centre IPNU Banyuwangi, Ibnu Tsani Rosyada pada kegiatan Ngobrol Pintar (Ngopi)) Pelajar Keren di Taman Hijau Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng, Banyuwangi (16/09).

Pemuda Harus Jadikan Sejarah sebagai Refleksi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Harus Jadikan Sejarah sebagai Refleksi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Harus Jadikan Sejarah sebagai Refleksi

Ibnu yang akrab disapa Noe, mengungkapkan pentingnya organisasi, mengingat para pemuda dulu juga berorganisasi dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Yang terpenting dalam sebuah organisasi adalah proses. Dan, pemuda dituntut sebagai insan yang terpelajar yang dapat menghadirkan perubahan. Tidak melihat saja," katanya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Noe juga mengatakan para pemuda hari ini diharapkan menjadi penerus generasi selanjutnya.

“Tentunya perlu ada persiapan baik ilmu pengetahuan maupun sebuah karya," tambah Noe.

Menurutnya banyak cara ketika pemuda dalam berkarya. Seperti memberikan sebuah pemikiran, atau menghasilkan produk tertentu. 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Acara yang digelar Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi IPNU IPPNU Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng tersebut berjalan aktif. Para peserta didominasi kader-kader Nahdliyin muda, mahasiswa baru, dan pengurus PMII Ibrahimy Genteng. Dipenghujung diskusi, para peserta Ngopi Pelajar Keren diajak mengumandangkan shalawat badar. (Red/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Jadwal Kajian, Kajian Sunnah, Nahdlatul Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar