Selasa, 11 April 2017

Kiai Hasyim: Ingin Negara Selamat, NU Harus Dirawat

Jombang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Rais Syuriah PBNU, KH Hasyim Muszadi mengusulkan agar negara memberikan anggaran untuk organisasi kemasyarakatan (ormas) seperti NU. Pasalnya NU merupakan penjaga NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) paling tangguh. Karena kalau NU-nya ruwet maka negaranya juga pasti ruwet.

"Kalau ingin Negara selamat ini, NU harus dirawat, seharusnya negara memberikan anggaran untuk NU. Bukan malah partai politik saja yang diributkan anggarannya," ujar KH Hasyim Muzadi saat hadir di Jombang pada silaturrahim Dirut  Perhutani dengan ulama pesantren, Jumat (8/5). 

Kiai Hasyim: Ingin Negara Selamat, NU Harus Dirawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hasyim: Ingin Negara Selamat, NU Harus Dirawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Hasyim: Ingin Negara Selamat, NU Harus Dirawat

KH Hasyim yang juga Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini menambahkan, bahwa NU merupakan organisasi penjaga NKRI yang paling tangguh. Dikatakannya, kalau NU-nya ruwet maka Negara dipastikan ruwet. "Karena apapun yang terjadi di NU, pasti akan mempengaruhi konstelasi politik secara nasional," jelas mantan Ketua PBNU ini menambahkan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Mestinya, tambah Hasyim, bukan hanya partai politik yang diberi anggaran, akan tetapi civil society juga harus diberi anggaran.

Dikatakannya, organisasi Islam yang ada di Indonesia sejak awal adalah NU dan Muhammadiyah, sedangkan yang lain itu belakangan datang. "Dan kemungkinan yang baru-baru itu ditunggangi kepentingan luar. Nah ini repotnya kan," katanya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menanggapi usulan ini, KH Sholahudin Wahid adik kandung Gus Dur mendukung usulan yang diontarkan KH Hasyim Muzadi yang juga Anggota Watimpres ini. Menurutnya ormas NU dan Muhamadiyah layak mendapat anggaran dari Negara. 

"NU dan Muhamadiyah ikut mendirikan Negara, maka sangat wajar jika pemerintah memberikan anggaran bagi ormas terbesar di Indonesia ini," tutur Gus Sholah.

Disinggung apakah tidak khawatir akan terseret korupsi jika NU menerima anggaran dari pemerintah.  Mantan anggota Komnas HAM ini mengatakan, hal itu bisa diantisipasi dengan adanya pengawasan. "Tidak lah, kalau digunakan dengan benar dan tentunya diawasi dan harus transparan, saya yakin tidak," jelas Pengasuh Pesantren Tebuireng yang dikabarkan kembali mencalonkan sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-33 NU Agustus mendatang ini. (Muslim Abdurrahman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Warta Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar