| Kang Said: Bangsa Besar Mau Pertahankan Bahasanya (Sumber Gambar : Nu Online) |
Kang Said: Bangsa Besar Mau Pertahankan Bahasanya
Kiai yang akrab disapa Kang Said itu mencontohkan, dalam memaknai kitab kuning, santri memiliki rumus khusus dalam bahasa Jawa. Jika kedudukan kalimat itu mutada, maka akan ditandai utawi, khobar itu iku, fail atau naibul fail itu sopo atau opo, maf’ul bih itu ing, dhorof itu ingdalem, tamyiz apane, hal itu hale.Pada praktiknya, misalnya dalam kalimat alhamdu utawi sedoyo puji. Utawi di situ supaya tahu santri bahwa itu mubtada. Iku lillahi, kagungan allah. Iku di situ supaya tahu bahwa itu khobar.
Pondok Pesantren Attauhidiyyah
“Karena bahasa itu menunjukkan bangsa, pesantren adalah cagar budaya, benteng budaya dan sumber budaya,” tegasnya ketika diwawancarai di ruangannya, gedung PBNU, Jakarta, Senin (17/2).Pondok Pesantren Attauhidiyyah
Ia kemudian mengimbau, supaya bangsa Indonesia mempertahankan bahasa ibu masing-masing karena bahasa Indonesia tidak selengkap bahasa ibu. “Bangsa besar adalah bangsa yang bisa mempertahankan jatidirinya, bahasanya, kepribadiannya, wisdomnya, tidak tergilas era apapun, termasuk era globalisasi.”Hari Bahasa Ibu berasal dari pengakuan internasional terhadap Hari Gerakan Bahasa yang dirayakan di Bangladesh. Tanggal 21 Februari dinyatakan sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional oleh UNESCO pada tanggal 17 November 1999. (Abdullah Alawi)
Dari Nu Online: nu.or.id
Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pendidikan, Jadwal Kajian Pondok Pesantren Attauhidiyyah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar