Kamis, 18 Mei 2017

Tujuh Alasan Mengapa Harus Memilih Nahdlatul Ulama

Boalemo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Manan Ghani menyebutkan, ada tujuh alasan mengapa umat Islam harus memilih dan masuk ke dalam Nahdlatul Ulama (NU). Pertama, NU didirikan para ulama. NU merupakan ormas Islam yang didirikan para ulama pada 1926, jauh sebelum Indonesia merdeka. Hadratussyekh Hasyim Asyari didaulat menjadi Rais Akbar NU atau pimpinan tertinggi sejak NU didirikan hingga ia wafat.

Kedua, ulama adalah pewaris nabi. Para nabi diutus ke dunia untuk memperkenalkan Allah kepada umat manusia dan mengajak mereka untuk menyembah Allah. Setelah para nabi tersebut wafat, maka yang menjadi penerusnya adalah para ulama.

Tujuh Alasan Mengapa Harus Memilih Nahdlatul Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Tujuh Alasan Mengapa Harus Memilih Nahdlatul Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Tujuh Alasan Mengapa Harus Memilih Nahdlatul Ulama

"Islam datang ke Nusantara dibawa oleh ulama sebagai pewaris nabi," Kata Kiai Manan dalam acara Pelatihan Pemuda Pelopor 2017 di Boalemo Gorontalo, Selasa (5/12).

Ketiga, ulama NU adalah penerus Wali Songo. Di dalam sejarahnya, Wali Songo adalah para penyebar Islam di wilayah Nusantara. Mereka menyebarkan Islam dengan cara-cara yang damai, sejuk, dan menggunakan pendekatan budaya lokal sehingga dalam kurun waktu yang singkat berhasil mengislamkan mayoritas masyarakat Nusantara, khususnya Jawa.

Keempat, NU mengusung paham Ahlussunnah wal Jamaah. Dalam bidang akidah, NU mengikuti Abu Musa Al Asyari dan Abu Hasan Al Maturidi. Fikihnya mengikuti imam empat yaitu Imam Abu Hanifah, Maliki, Syafii, dan Hanbali. 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Sedangkan tasawufnya mengikuti Imam Ghazali," ujar Kiai Manan.

Kelima, sanad keilmuan NU sampai kepada Nabi Muhammad. Ilmu-ilmu agama yang diajarkan di lingkungan NU memiliki sanad yang tidak terputus hingga ke penulis kitab, bahkan kepada Nabi Muhammad.

“Keenam, NU berdiri di atas kebenaran,” tambahnya.

Terakhir, NKRI harga mati. Bagi NU, keindonesiaan dan keislaman itu dalam satu tarikan nafas. Keduanya tidak perlu dipertentangkan. Ulama dan warga NU menganggap bahwa NKRI bukan negara agama tertentu dan juga bukan negara sekuler, namun Indonesia itu seperti Negara Madinah yang dibangun atas dasar kesepakatan antar elemen bangsa yang berbeda untuk hidup bersama di bawah bendera NKRI. (Muchlishon Rochmat)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pendidikan, Olahraga, Pesantren Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar