“Saat ini shalawat tengah menjadi magnet luar biasa di wilayah Soloraya. Shalawat merupakan mahabah atau cinta kepada Rasulullah. Sehingga paling tidak menjadi pengingat Rasul dan tidak hanya itu, ternyata dengan bershalawat bersama mampu menyatukan masyarakat,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya di Sroyo, Jaten, Karanganyar, Jawa Tengah, Ahad (7/9).
| Mustasyar PCNU Karanganyar Bangun Joglo Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online) |
Mustasyar PCNU Karanganyar Bangun Joglo Shalawat
Membaca shalawat mampu memperngaruhi suasana batin bagi yang membacanya. Ketika yang jenuh menjadi hilang kejenuhannya, yang tegang menjadi lebih tenang. Dan kala itu dilaksanakan bersama-sama maka akan tumbuh rasa kasih sayang kepada sesama, sehingga tercipta kehidupan damai rukun dalam komunitas masyarakat pecinta shalawat dan masyarakat pada umumnya, imbuh mantan ketua PCNU Karanganyar yang juga mengemban amanah sebagai dosen IAIN Surakarta.Pondok Pesantren Attauhidiyyah
Oleh sebab itu pembangunan joglo shalawat ini dimaksudkan sebagai salah satu cara kami untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat kultural NU. “Intinya jika ada konflik di struktural, jangan sampai hal itu membuat kita putus asa, terutama untuk ngopeni (mengurusi) jama’ah. Mari kita majukan NU Karanganyar dengan cara dan kemampuan masing-masing,” ajak alumni Lirboyo ini.Sementara berdasarkan pengamatan Pondok Pesantren Attauhidiyyah bangunan joglo shalawat tersebut saat ini masih proses penyelesaian. Meski sudah ada atapnya, namun masih tampak puluhan bambu menyangga beton bangunan tersebut. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)
Pondok Pesantren Attauhidiyyah
Foto: Ketua Mustasyar PCNU Kiai Hudaya Karanganyar (berjas hitam)Dari Nu Online: nu.or.id
Pondok Pesantren Attauhidiyyah Meme Islam, Olahraga Pondok Pesantren Attauhidiyyah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar