Jumat, 16 Februari 2018

NU Rambipuji Perkuat Aswaja Lewat Tradisi Pertemuan Jumat Pon

Jember, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Gerakan radikal tak pernah mati, namun terus menyusup ke tengah-tengah masyarakat untuk mempengaruhi orang per orang. Itulah salah satu yang mendasari  MWCNU Kecamatan Rambipuji, Jember, Jawa Timur  untuk menggelar pertemuan  rutin  sebulan sekali setiap Jumat Pon. Lokasi pertemuan tersebut bergiliran di masing-masing  Ranting NU.

NU Rambipuji Perkuat Aswaja Lewat Tradisi Pertemuan Jumat Pon (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Rambipuji Perkuat Aswaja Lewat Tradisi Pertemuan Jumat Pon (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Rambipuji Perkuat Aswaja Lewat Tradisi Pertemuan Jumat Pon

Menurut Rais Syuriah MWCNU Rambipuji, Kiai Mustaqim Asnawi, pertemuan rutin itu untuk memperkuat organisasi dan jamaah agar tetap solid berpegangan pada Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

"Kalau warga NU tetap kokoh dengan keyakinannya, saya kira propaganda apapun, tak akan mempan. Jadi kita perkuat pemantaban ke dalam, otomatis mencegah gangguan dari luar," jelasnya di Jember, Kamis (4/1).

Selain diisi dengan pengajian kitab-kitab Aswaja yang disampaikan oleh para kiai yang berkompeten, pertemuan Jumat Pon itu juga diisi dengan sosialisasi hasil  bahtsul masail yang sudah dibahas tim LBM NU Jember setiap bulan. Dikatakan Kiai Mustaqim Asnawi, hasil bahtsul masail itu sangat penting diketahui jamaah.

Sebab, itu adalah hasil instan yang  sudah digodok melalui pembahasan yang sangat detail berdasarkan dalil-dalil yang shahih.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Setiap bulan LBM NU membahas dua sampai tiga masalah terkini berdasarkan usulan dari MWC-MWC, eman kalau tidak disosialisasikan," jelasnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pertemuan Jumat Pon tesebut  sudah berlangsung beberapa kali. Bulan lalu, Jumat Pon  jatuh pada tanggal 29 Desember 2017,  pertemuan digelar di Masjid Arrouyan, Rambipuji. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Kajian Sunnah, Sholawat Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar