Sabtu, 04 Januari 2014

Dilantik, IPNU-IPPNU Unsuri Siap Tuntaskan Serentetan Program

Sidoarjo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ketua Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PKPT IPNU) Universitas Sunan Giri (Unsuri) Sidoarjo, Jawa Timur, M Asrori Bahiruddin akan merealisasikan program-program yang mana program tersebut belum terealisasi pada periode kepengurusan sebelumnya.

"Kami akan mengadakan pelatihan MC. Pelatihan tersebut akan diagendakan oleh anggota lainnya. Dan akan kami bahas lebih lanjut bersama pengurus dan anggota lainnya. MC itu buat bekal para kader IPNU-IPPNU dalam setiap mengisi acara," kata Asrori usai acara pelantikan PKPT IPNU-IPPNU Unsuri masa periode 2016-2017 di aula Rektorat Unsuri, Ahad (10/1).

Dilantik, IPNU-IPPNU Unsuri Siap Tuntaskan Serentetan Program (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, IPNU-IPPNU Unsuri Siap Tuntaskan Serentetan Program (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, IPNU-IPPNU Unsuri Siap Tuntaskan Serentetan Program

Menurutnya, Departemen Dakwah juga berencana akan mengadakan Festival Al-Banjari se-Jawa Timur. "Jika kondisinya memungkinkan, kami akan mengadakan festival Al-Banjari se-Jatim. Namun, jika kondisinya kurang mendukung, kemungkinan hanya se Surabaya-Sidoarjo," ujarnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sementara itu menurut Ketua IPPNU Sidoarjo Nuryanti Afidah menyatakan, pelantikan PKPT IPNU-IPPNU Unsuri selain sebagai legalitas, pelantikan tersebut juga diharapkan sebagai upaya untuk memacu semangat rekan dan rekanita.

"Pelantikan ini jangan dijadikan sekadar dilantik saja, namun ini merupakan salah satu upaya untuk memantapkan dalam mengawal IPNU-IPPNU Unsuri selama masa kepemimpinan satu tahun kedepan," tegasnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Afidah berpesan kepada pengurus yang baru saja dilantik untuk tetap semangat dalam menjalankan amanah organisasi. Dia mengapresiasi kepada PKPT IPNU-IPPNU Unsuri yang mempunyai anggota banyak. Karena, melihat anggota IPNU-IPPNU di perguruan tinggi di Jawa Timur, hanya di Unsuri yang anggota dan kadernya banyak.

"Melihat PKPT khusunya di Jatim, hanya Unsuri inilah yang paling banyak massa atau kadernya. Jangan sampai disia-siakan. Oleh karenanya, kami dari PC IPNU-IPPNU Sidoarjo berkomitmen untuk tetap amanah, semangat mengawal organisasi ini hingga selesai," ungkap Afidah. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Habib, Daerah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 31 Desember 2013

Menteri BUMN Resmikan Sekolah Kewirausahaan GP Ansor Malang

Malang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Sebagai wujud pemberdayaan ekonomi para kader, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Malang, Jawa Timur, meluncurkan Sekolah Kewirausahaan bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang (Unisma).

Kegiatan yang berlangsung di Aula KH Oesman Mansur Unisma, Jumat (15/11) ini secara resmi dibuka Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Dahlan Iskan. Ketua PC GP Ansor Malang Hasan Abadi mengakui kader GP Ansor mempunyai latar belakang yang cukup beragam.

Menteri BUMN Resmikan Sekolah Kewirausahaan GP Ansor Malang (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri BUMN Resmikan Sekolah Kewirausahaan GP Ansor Malang (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri BUMN Resmikan Sekolah Kewirausahaan GP Ansor Malang

“Yang banyak di jalur pendidikan dan politik, sementara yang di jalur wirausaha masih dirasa kurang. Untuk itulah kami bertekad untuk mengembangkan kader yang mampu menjadi pengusaha, harapannya muncul pengusaha-pengusaha di kalangan Ansor,” jelasnya. 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dahlan Iskan dalam kesempatan tersebut mendorong GP Ansor untuk menjadi organisasi yang mandiri sehingga kian diperhitungkan di tengah-tengah masyarakat. Sementara itu dekan Fakultas Ekonomi Unisma Noor Shodiq Askandar mengaku senang dapat berkontribusi kepada kader-kader NU, khususnya yang aktif di GP Ansor.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Sebagai kampus yang berlatarbelakang NU, kami merasa terpanggil untuk ikut bersama-sama dengan Ansor berkiprah memberikan pengabdian melalui kerjasama sekolah kewirausahaan. Kami akan siapkan dosen-dosen terbaik sebagai mentornya. Tidak hanya itu, lanjut  kami juga akan membuka jejaring yang selama ini bekerjasama dengan FE UNISMA untuk gerakan pemuda Ansor,” katanya. (Suryo/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pahlawan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 22 November 2013

IPNU-IPPNU Ziarahi Kubur Para Pendiri NU Sulsel

Makassar, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Belasan pengurus IPNU-IPPNU Sulawesi Selatan dan IPNU-IPPNU Makassar mengunjungi Pekuburan Arab jalan Kandea nomor 3 Makassar, Ahad-Senin (3-4/8). Mereka di sana mendoakan arwah sejumlah ulama dan tokoh pendiri NU seperti Anre Gurutta KH Muhammad Ramli, Anre Gurutta KH Ahmad Bone, ayah Jusuf Kalla Anre Gurutta H Kalla.

Di pemakaman ini, mereka juga berdoa untuk Anre Gurutta KH Muhiddin Zain, Anre Gurutta KH Abduh Shafa, Anre Gurutta KH Said Musamma, Imam besar masjid raya Anre Gurutta KH Tahir Mahdali, ibu Jussuf Kalla Hj Athirah, Dr Harifuddin Cawidu, Bunyamin Matalitti.

IPNU-IPPNU Ziarahi Kubur Para Pendiri NU Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Ziarahi Kubur Para Pendiri NU Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Ziarahi Kubur Para Pendiri NU Sulsel

Dari sana rombongan pelajar NU bergerak menuju makam Syekh Nashirussunna Anre Gurutta KH Muhammad Nur di Daya dan makam Anre Gurutta KH Muh Harisah AS di pekuburan Al-Waqiah, Gowa.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Kami rutin berziarah dan tahlilan setiap tahunnya sebagai upaya menghormati para pendiri NU di Sulsel di samping menjaga tradisi NU,” kata Ketua IPNU Sulsel Muhammad Ramli Syamsuddin, Senin (4/8).

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Maklum, kata Ramli, belakangan ini banyak aliran sempalan yang mengafirkan tradisi masyarakat. Karenanyatekad kami semakin menguat untuk melestarikan tradisi ziarah makam. “IPNU-IPPNU mestinya berdiri di garis depan untuk melestaikan budaya atau tradisi ziarah makam sebagai bentuk kewajiban dan tanggung jawab,” tegas Ramli.

Tampak dalam rombongan ziarah antara lain Ketua IPPNU Sulsel Mirna Kartika, Wakil Ketua IPNU Andy, Bendahara IPNU Sudirman, Ketua IPNU Makassar Muhammad Nur, Wakil Ketua IPNU Makassar Abd Rahman, Ketua IPPNU Makassar Nur Azizah Dahlan, Sekretaris IPNU Makassar Aswad, Wakil Bendahara IPNU Makassar Rusli Gani, dan sejumlah kader IPNU-IPPNU Sulawesi Selatan di Makassar. (Andi M Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Hikmah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 07 November 2013

Ribuan Warga Meriahkan Harlah NU di Pamekasan

Pamekasan, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ribuan masyarakat memadati halaman pondok pesantren Al-Kautsar, Lawangan Daya, Pademawu, Pamekasan, Sabtu (16/6). Mereka sedang memperingati hari lahir (Harlah) ke-89 Nahdlatul Ulama (NU).

Ribuan Warga Meriahkan Harlah NU di Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Meriahkan Harlah NU di Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Meriahkan Harlah NU di Pamekasan

Puncak Harlah yang cukup semarak ini dihadiri oleh mustasyar PCNU Pamekasan yang sedang mengemban amanah sebagai bupati Pamekasan, Kholilurrahman. Hadir pula para pengurus PCNU, lembaga, lajnah, dan banom NU se Madura serta PWNU Jawa Timur.

Ketua PCNU Pamekasan Abd Ghoffar dalam sambutannya mengatakan, Harlah NU penting diadakan untuk mengingatkan para warga NU terhadap para pendiri organisasi yang mengedepankan kemaslahatan dalam berdakwah ini.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Sampai kapan pun, NU akan tetap berpegang teguh pada ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamâah. Yaitu ajaran Islam yang mengedepankan perdamaian yang memang dipilih oleh para pendiri NU ini,” tegasnya.

Dikatakan, tantangan utama NU saat ini ialah paham berhaluan garis keras. Kekerasan dalam beragama kerapkali masih mewarnai Indonesia termasuk Madura sendiri.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Dari itu, marilah kita sama-sama merawat, mengukuhkan, dan menyerbarluaskan Islam Ahlussunnah wal Jamâah ini. Satu yang perlu diingat ialah cara yang harus kita lakukan dalam berdakwah adalah menjauhkan diri dari sikap kekerasan,” tegas Kiai Ghoffar sembari menekankan pentingnya menguatkan persahabatan antarsesama manusia dan umat Islam.

Puncak Harlah dikemas dengan Pengajian Akbar dan Musyawarah Cabang (Muscab) yang melibatkan segenap para ulama atau kiai di Pamekasan. Pengajian Akbar disampaikan oleh  Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, KH Miftachul Akhyar. 

Sebelumnya, digelar rangkaian kegiatan pra-Harlah, antara lain sosialisasi Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pamekasan, ziarah ke makam ulama dan muassis NU, lomba baca kitab kuning, pembukaan lembaga kursus dan bimbingan belajar, pawai Harlah, kajian dan pelatihan Aswaja, zikir dan istiqhasah, dan pelatihan kompetensi guru.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Hairul Anam 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Warta, Tokoh, Cerita Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 22 Oktober 2013

Gerakan Perempuan Tak Boleh Mereduksi Makna Kemanusiaan

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa berpendapat gerakan perjuangan hak-hak perempuan harus tetap dalam koridor norma, nilai dan syr’i bagi yang muslim serta tak boleh mereduksi mana kemanusiaan.

“Misalnya begini, atas nama women right, kemudian mereka single parent, pokoknya saya mau beli sperma, saya nga mau suami, ia bilang soal haknya dia, tapi hak anak gimana, ini sudah keluar dari norma,” katanya kepada Pondok Pesantren Attauhidiyyah baru-baru ini.

Gerakan Perempuan Tak Boleh Mereduksi Makna Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Perempuan Tak Boleh Mereduksi Makna Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Perempuan Tak Boleh Mereduksi Makna Kemanusiaan

 

Dijelaskannya, diantara para pejuang hak perempuan, ada yang dikategorikan sebagai women liberation. Mereka berusaha memperjuangkan hak-hak perempuan sebebas-bebasnya, tanpa memperdulikan nilai dan norma yang ada.

“Norma-norma itulah yang menjadikan ada peradaban dan budaya. Jadi yang tidak dimiliki dia, berarti bukan manusia,” imbuhnya.

Beberapa isu yang diperjuangkan oleh kelompok ini atas nama women right dan atas nama reproductive right adalah legal aborsion. Menurutnya, hal ini dalam ajaran Islam sudah keluar dari syariah sehingga harus dijaga. Aborsi diperbolehkan pada saat janin itu mengganggu keselamatan. Pengecualian tetap dimungkinkan sesuai dengan aturan, ada aturan agama, norma, susila.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Saya terserah mau dibilang sok moralis, sok apa-sok apa, tetapi itulah yang membedakan manusia dan yang tidak manusia, jangan mereduksi makna kemanusiaan itu sendiri,” tandasnya.

Makna kemanusiaan, menurut Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini tak boleh direduksi atas nama kebebasan tanpa batas. “Menempatkan perempuan sebagai bagian dari penerus budaya, penerus peradaban itu menjadi penting. Kalau ada pola-pola yang kita tahu menerabas dan itu dibiarkan, merusak peradaban manusia itu sendiri, juga dilestarikan, ya saya berbeda dengan mereka,” tegasnya.

Mengenai hubungan antara laki-laki dan perempuan, Khofifah berpendapat sifatnya fungsional saja, seusia dengan peran dan fungsi yang harus diembannya. Ada saatnya, suami sakit dan istri yang harus mencari uang untuk keluarga.

“Menurut saya bagaimana dibangun kesetaraan dalam posisi mutual understanding. Ya mereka harus memahami posisi masing-masing, tidak harus memaksakan. Mbok meskipun suaminya penjudi, peminum, pemakai narkoba, pokoknya dia kepala keluarga, apa keputusan yang mau diambil, yang benar saja,” paparnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dijelaskannya, saat ini berdasarkan data perceraian tahun 2005 yang merupakan data terbaru yang bisa diakses tahun 2007 dari Dirjen Bimas Islam, terdapat kecenderungan gugat cerai yang sangat tinggi.

Di Makassar gugat cerai mencapai 85 persen, Jakarta ini 75 -80 persen,? Surabaya 80 persen, Bandung justru 65 persen. Di Semarang 70 persen, Medan 75 persen, dan di Cilacap 80 persen. Ada 13 item yang menjadi penyebabnya yang diantaranya suami poligami, kedua suaminya tidak bertanggung jawab, ketiga, persoalan ekonomi dan ke 13 persoalan beda partai.

“Ini yang saya apal. Ini kalau tidak ditelaah bisa berbahaya lho, menyangkut ketahanan keluarga. Janganlah bilang ketahanan nasional kalau keluarganya rentan seperti ini,” katanya.

Menurutnya, ini adalah problem serius dan masing-masing fihak yang terkait dengan ketahanan keluarga harus memberikan respon. “Harus direspon supaya ada refleksi dari masing-masing individu dan keluarga. Ini jangan dianggap remeh. Dan di Muslimat, ini tak omongno di berbagai tempat. Bapak-bapak jagalah keluarga, jangan cuma ibu-ibu yang disuruh jaga keluarga,” tandasnya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Santri Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 07 Oktober 2013

Kiai Masdar Farid Mas’udi: FDS Lebih Besar Mudharatnya

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Sikap tegas penolakan terhadap pelaksanaan full day school (FDS) ditunjukkan oleh pelbagai pihak. Selain sikap tegas penolakan berbentuk unjuk rasa dan aksi damai di sejumlah daerah, sikap tegas juga ditunjukkan oleh Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Masudi saat ditemui di Gedung PBNU Jakarta, Jumat (11/8).

Kiai Masdar Farid Mas’udi: FDS Lebih Besar Mudharatnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Masdar Farid Mas’udi: FDS Lebih Besar Mudharatnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Masdar Farid Mas’udi: FDS Lebih Besar Mudharatnya

Menurut Kiai Masdar, pelaksanaan full day school akan menyebabkan mudharat (kerugian) yang lebih besar di kalangan masyarakat daripada kemaslahatan (kebaikan)-nya

"Selain terbukti telah menimbulkan polemik, full day school juga akan berpotensi mematikan eksistensi Madrasah Diniyah yang selama ini terbukti berkontribusi dalam memerangi radikalisme," jelas Kiai Masdar.

Kebijakan, lanjut Kiai Masdar, harusnya didasarkan pada basis pengkajian yang komprehensif sehingga seminimal mungkin tidak menimbulkan polemik.?

"Jangan sampai sebuah kebijakan justru kontraproduktif dan cenderung membuat kegaduhan. Maka menurut saya full day school ini sebaiknya dibatalkan saja," jelas penulis buku Syarah Konstitusi: UUD 1945 Perspektif Islam ini.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sementara itu sampai saat ini gelombang penolakan demi penolakan terus dilakukan di pelbagai daerah. Sikap resmi juga ditunjukkan oleh Pengurus Wilayah dan Cabang di Jawa Timur dan Jawa Tengah. (Fariz Alniezar/Fathoni)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Santri, Lomba, Pesantren Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 05 Oktober 2013

Darurat Radikalisme, PBNU Dukung Revisi UU Terorisme

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ketua PBNU Robikin Emhas berpandangan, Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2013 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang ada sekarang belum dapat menjangkau berbagai tindakan yang jelas-jelas mengarah dan merupakan fase terwujudnya aksi terorisme.

Darurat Radikalisme, PBNU Dukung Revisi UU Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Darurat Radikalisme, PBNU Dukung Revisi UU Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Darurat Radikalisme, PBNU Dukung Revisi UU Terorisme

“Misalnya WNI (warga negara Indonesia) yang ikut pelatihan perang di luar negeri oleh kelompok terduga terorisme. Bahkan WNI yang teridentifikasi bergabung dengan ISIS dan melakukan aksi teror di luar negeri pun sekembalinya di Indonesia tidak dapat disentuh berdasarkan UU Terorisme yang ada sekarang ini,” katanya Kamis (21) malam.

Ia juga melihat otoritas negara yang berwenang mencegah dan menindak pelaku teror belum terkoordinasi dengan baik. Untuk itu, dalam revisi UU Terorisme, kata Robikin, harus memastikan terjaminnya fungsi koordninasi antara Polri, TNI, BIN dan BNPT.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Namun demikian, revisi UU Terorisme tidak boleh melampaui batas kewenangan yang dijamin konstitusi. Apalagi berpotensi terancamnya kebebasan sipil dan kebebasan berpendapat warga negara. “Demikian halnya, law enforcement di bidang terorisme harus tetap menjunjung tinggi dan menjamin dipenuhi? hak-hak dasar terduga teroris ketika sedang dalam proses hukum (due process of law),” imbuhnya dalam siaran pers.

Menurutnya, perlu ditegaskan bahwa revisi UU Terorisme juga tidak berarti memberikan kewenangan kepada lembaga inteligen seperti BIN untuk melakukan tindakan polisionil berupa penangkapan, misalnya. “Biarkan tugas semacam itu tetap melekat pada institusi Polri,” ujarnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ketua PBNU Bidang Hukum ini menjelaskan, dukungan terhadap revisi UU Terorisme bukan merupakan reaksi emosional terhadap peristiwa bom Sarinah. Sebab, dalam pandangan PBNU, Indonesia saat ini senyatanya sudah boleh dibilang berada dalam kondisi darurat radikalisme dan dalam batas-batas tertentu terorisme.

Padahal, menjaga keselamatan jiwa bukan saja merupakan amanat konstitusi atas warga negara, tetapi sekaligus merupakan maqasid syariah (tujuan pokok doktrin Islam). “Sekaitan hal itu, PBNU mendukung penuh revisi UU Terorisme apabila dimaksudkan sebagai upaya untuk mengefektifkan langkah pencegahan dan penindakan terhadap aksi terorisme dan bukan untuk maksud dan kepentingan yang lain,” tutur Robikin. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Jadwal Kajian, Olahraga Pondok Pesantren Attauhidiyyah