| Islah Gagal, Solusinya Parpol Baru (Sumber Gambar : Nu Online) |
Islah Gagal, Solusinya Parpol Baru
“Seharusnya rujuk semacam itu mudah, karena keduanya tidak memiliki perbedaan yang fundamental. Secara ideologis keduanya menjunjung tinggi prinsip kebangsaan dan keislaman yang sama dan sebangun,”kata Ketua PBNU H Slamet Effendy Yusuf di Gedung PBNU Jl. Kramat Raya, Jakarta, Jumat (17/12).<br /> Bahkan lanjut Slamet, Yenny dan Muhaimin sama-sama memiliki akar keluarga yang serumpun. Hanya saja masalahnya politik itu memiliki logika sendiri. Yaitu ada kepentingan, gengsi, sharing politik dan lain-lain. Sehingga rujuk atau islah seringkali mengalami kebuntuan.
Namun demikian demi PKB dan warga NU, seharusnya untuk islah tersebut Yenny dan Muhaimin harus saling memberi dan menerima. “Harus bersedia berdialog dan berkompromi. Jangan menang-menangan, tapi harus ada sikap saling mengalah untuk kepentingan yang lebih besar,”ujar mantan tokoh Golkar ini menganjurkan.
Pondok Pesantren Attauhidiyyah
Tapi, kalau mereka tetap menghadapi kebuntuan, yakni islah gagal, maka alternatifnya adalah Yennyharus berani mengibarkan bendera baru (Parpol baru, red). Kalau Yenny yakin dengan itu, kenapa tidak? Hanya dengan cara itu konflik akan berakhir,”kata Slamet meyakinkan.
Pondok Pesantren Attauhidiyyah
Sehingga nantinya menurut mantan Ketua Umum PP GP Ansor ini, rakyatlah yang akan menjadi penentu masa depan partai tersebut. “Kami PBNU akan berbahagia jika warga NU yang tersebar di berbagai parpol membawa misi ke-NU-annya, yaitu terbangunnya sistem politik yang solid, demokratis, dilandasi dengan moralitas politik yang tinggi dan diabdikan demi kemaslahatan rakyat,”tutur Slamet yang juga Ketua MUI ini.(amf)Dari Nu Online: nu.or.id
Pondok Pesantren Attauhidiyyah Habib, RMI NU, Warta Pondok Pesantren Attauhidiyyah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar