Minggu, 28 Januari 2018

Berikan Kontribusi Terbaik untuk Peradaban Indonesia dan Dunia

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Tantangan yang dihadapi NU semakin besar. Peradaban modern dan kecanggihan teknologi informasi harus dijawab dengan cerdas. Kalau waktu berdirinya NU, ajaran radikalisme berkembang di luar negeri. Kini, radikalisme ada di tengah-tengah kita. Jangan sampai kita lengah. Kita harus bersatu memberikan yang terbaik untuk peradaban Indonesia dan dunia.

Demikian ditegaskan KH Said Aqil Siroj dalam silaturahim PWNU se-Indonesia dan PBNU di lantai 8 Kantor PBNU, Rabu (15/12).

Berikan Kontribusi Terbaik untuk Peradaban Indonesia dan Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Berikan Kontribusi Terbaik untuk Peradaban Indonesia dan Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Berikan Kontribusi Terbaik untuk Peradaban Indonesia dan Dunia

"Muktamar sudah selesai. Sekarang waktunya kita bersama-sama membangun Indonesia. Tema Islam Nusantara yang sudah digagas NU dalam Muktamar Ke-33 di Jombang sudah menjadi referensi bagi dunia Islam. Sudah banyak sekali duta besar dari berbagai negara yang ingin ketemu PBNU," tegas Kiai Said.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dalam diskusi dengan berbagai PWNU se-Indonesia, Kiai Said juga menegaskan bahwa kepengurusan PBNU yang baru sudah menyiapkan banyak agenda kerja ke depan. Sudah disiapkan koordinator wilayah yang pada tahun 2016 nanti sudah turun ke bawah. Penguatan organisasi akan diprioritaskan, mulai menata PCNU, MWCNU, ranting, dan anak ranting.

"Secara organisasi harus kuat. Semua kepengurusan harus ditata dengan rapi. Para koordinator wilayah akan bekerja dengan serius, menjalin hubungan dan kerja  sama dengan semua PWNU. Ini langkah nyata agar NU semakin kerja maksimal dalam membangun Islam Nusantara. Peradaban Indonesia dan dunia sudah menunggu peran NU," tambahnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dalam silaturrahim ini, hadir para pengurus PBNU, diantaranya Prof Maksum Mahfoedz, Helmy Faisal, Marsudi Suhud, Bina Suhendra, Imam Pituduh, KH Abdul Manan, dan lain sebagainya. (Madun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Ulama Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar