Rabu, 17 Januari 2018

Nasionalisme NU Bertumpu pada Nilai Pesantren

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H As’ad Said Ali menegaskan, rasa kebangsaan Nahdlatul Ulama tumbuh dan dilandasi nilai-nilai keagamaan pesantren. Hal inilah yang membedakan nasionalisme NU dengan nasionalisme sekuler.

Demikian disampaikan As’ad pada peluncuran Program Penguatan Aswaja Ikatan Pelajar NU (IPNU) di Jakarta, Kamis (18/7) petang. Acara yang dirangkai dengan bedah buku dan buka puasa bersama ini dihadiri penulis buku Ahmad Baso, Ketum Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana NU (ISNU) Ali Masykur Musa, pengamat politik Marbawi A Katon, dan ratusan pelajar NU.

Nasionalisme NU Bertumpu pada Nilai Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Nasionalisme NU Bertumpu pada Nilai Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Nasionalisme NU Bertumpu pada Nilai Pesantren

Menurut dia, salah satu pendiri NU KH Wahab Hasbullah mendirikan organisasi Nahdlatul Wathan (kebangkitan Tanah Air) pada 1916 bukan atas dasar motivasi kosong. Keputusan tersebut didorong dan dijiwai oleh ajaran pesantren.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

As’ad mengatakan, nasionalisme sekuler yang juga masih berkembang saat ini menolak pandangan ini. Menurut paham sekulerisme, agama dilarang masuk sama sekali ke dalam negara. “Nasionalisme Islam dan nasionalisme sekuler masih bertempur hingga sekarang,” ujarnya.

Demikian dalam hal toleransi. Penulis buku Negara Pancasila ini menilai, Indonesia cocok dengan toleransi ala NU yang menolak kebebasan mutlak dalam berekspresi tanpa mempertimbangkan nilai-nilai adat dan agama di Tanah Air.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Liberasi yang diarahkan ke positif. Bukan negatif yang semata mengikuti Barat,” jelasnya.

Asad optimis, NU tetap diminati dan berjaya di masa mendatang."Insyaallah hari lahir ke-100 NU akan tampil dengan wajah berseri dan gagah," katanya.

 

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pesantren, PonPes Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar