Rabu, 19 Februari 2014

Kiai Maruf Amin dan Para Da’i NU Doakan Warga Gaza

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ketua Umum Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa memohon kesediaan Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin memimpin sedikitnya 120 peserta pelatihan da’i dan da‘iyah NU untuk mendoakan korban sipil di Gaza Palestina. Doa bersama untuk Palestina ini sekaligus menutup pelatihan dakwah di Gedung PBNU, Selasa (22/7) sore.

“Kita sedih menyaksikan kebrutalan agresi militer Israel yang menyerang korban sipil di jalur Gaza. Kita mengharapkan warga dunia dalam hal ini PBB, negara-negara Islam, dan liga Arab untuk berpartisipasi dalam perdamaian di Palestina,” kata Khofifah.

Kiai Maruf Amin dan Para Da’i NU Doakan Warga Gaza (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Maruf Amin dan Para Da’i NU Doakan Warga Gaza (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Maruf Amin dan Para Da’i NU Doakan Warga Gaza

Sebelum memimpin doa, Kiai Ma’ruf yang juga mengisi materi Keaswajaan dan Kepemimpinan Nasional dalam pelatihan yang difasilitasi PP LDNU dan Himpunan Da’i dan Majelis Taklim Muslimat NU ini menekankan peran para da’i NU di tengah tantangan dakwah yang semakin berat.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Tugas para da’i ialah membuat peta dakwah agar mengetahui medan tantangan dakwah dari segala dimensinya. Karena itu, da’i mesti terus berpikir memetakan strategi dakwah. Tantangan terus berubah,” kata Kiai Ma’ruf.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kelenturan Aswaja NU memberikan keluasan kepada kita semua untuk tidak berhenti di titik nyaman. Da’i tidak boleh statis, harap Kiai Ma’ruf.

“Mari kita tengadahkan tangan mengharapkan ridho Allah untuk menurunkan bantuannya bagi kemaslahatan warga Gaza,” ujar Kiai Ma’ruf sebelum membacakan doa yang diaminkan peserta pelatihan da’i. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Lomba, Pesantren Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 09 Februari 2014

NU Diusulan Miliki Lembaga Kelautan

Subang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Luas wilayah Indonesia lebih banyak lautan dibanding daratan. Dengan kondisi semacam ini, Nahdlatul Ulama semestinya mempunyai lembaga khusus yang menangani persoalan kelautan. Demikian disampaikan A Hisyam Karim, Ketua Pengurus Ranting NU Caracas, Kalijati, Subang, Jawa Barat.

"Sebagai negara maritim, bagusnya NU punya lembaga khusus yang menangani kelautan karena wilayah kita lebih banyak laut daripada darat. Dulu kan Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) juga waktu jadi Presiden bikin Depertamen Kelautan dan Perikanan karena beliau tahu laut ini penting," ungkapnya usai Ngaji Pasaran NU Caracas di Pesantren Al-Mukhtariyyah, Selasa (8/7) malam.

NU Diusulan Miliki Lembaga Kelautan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Diusulan Miliki Lembaga Kelautan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Diusulan Miliki Lembaga Kelautan

Menurut mahasiswa Pascasarjana STAINU Jakarta ini, laut Nusantara adalah anugerah dari Allah untuk bisa dimanfaatkan dengan baik, seperti sebagai sumber mata pencaharian para nelayan yang mayoritas adalah warga NU, eksplorasi energi, dan lainnya. Agar terfokus ia mengatakan mestinya NU melembagakannya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Bukan hanya itu, laut atau maritim juga mempengaruhi dalam pembentukan sebuah kebudayaan, makanya dalam kajian budaya ada budaya maritim dan budaya kontinental," tambahnya

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Hisyam mencontohkan, salah satu ciri atau karakteristik budaya maritim adalah tidak ada hak cipta dalam sebuah karya dan sebaliknya hak cipta merupakan budaya kontinental.

"Jadi royaltinya maritim sifatnya moril, kalau kontinental sifatnya materiil. Coba kalau wayang, lenong, lagu, syair atau kitab? karya ulama Nusantara ada hak ciptanya, keturunannya bisa jadi kaya raya karena punya royalti," selorohnya.

Untuk itu, Hisyam mengharapkan agar ke depan NU bisa mempunyai lembaga kemaritiman dan bisa membentuk peradaban dari jalur kelautan sebagaimana jargon Jalesveva Jayamahe (Di Atas Lautan Kita Berjaya). (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pondok Pesantren, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rabu, 05 Februari 2014

PBNU Harus Perhatikan Pengembangan NU di Luar Jawa

Jombang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2015-2020 mendatang harus memperhatikan lebih serius pengembangan NU di luar pulau Jawa. Pengembangan NU di luar Jawa ini sangat penting karena masih banyak kelemahan dari NU di luar Jawa dibanding di pulau Jawa. Siapa pun yang memimpin PBNU ke depan dari hasil Muktmar ke-33 NU, ini harus menjadi perhatian.

Demikian diungkapkan Rais Syuriah PWNU Sumatera Barat KH Zainal MS menjawab pertanyaan Pondok Pesantren Attauhidiyyah di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Sabtu (1/8). Menurut Zainal, kondisi NU di luar Jawa hanya pada wilayah tertentu saja yang lumayan baik. Tetapi masih banyak yang kondisi struktural dan pengkaderannya yang memprihatinkan.

PBNU Harus Perhatikan Pengembangan NU di Luar Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Harus Perhatikan Pengembangan NU di Luar Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Harus Perhatikan Pengembangan NU di Luar Jawa

"Perhatian khusus PBNU untuk pengembangan NU di luar pulau Jawa sangat dibutuhkan untuk memperkuat jaringan dan akses NU dalam mempertahankan NKRI yang sudah final bagi NU. Dengan makin gencarnya gerakan yang merongrong keutuhan NKRI belakangan ini, maka kehadiran NU semakin dibutuhkan," kata Zainal.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dikatakan Kiai Zainal, perhatian khusus PBNU tersebut harus lebih konkrit, tersistem dan support yang jelas. Kesulitan yang utama dialami pengurus NU di luar Jawa tersebut adalah tidak adanya bidang usaha yang dapat mendukung aktivitas ke-NU-an. Beberapa bidang usaha yang bisa dikembangkan NU di daerah adalah pengembangan unit usaha pelayanan masyarakat, pengembangan bidang energi dan pertanian. Pengembangan usaha ini sesuai dengan potensi wilayah masing-masing.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"NU harus dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat maupun pemerintahan (daerah). Dengan adanya fokus pengembangan dan penguatan NU di luar Jawa, maka NU akan lebih banyak dirasakan manfaatnya bagi bangsa Indonesia ini," tambah Zainal.

Untuk itu, PBNU ? harus memperkuat pengkaderan berbasis pondok pesantren. Pesantren di luar Jawa harus dilibatkan dalam pengembangan NU. Selain itu, memperdalam penguatan nilai-nilai Ahlussunnah Waljamaah di tengah masyarakat. “Kalau di pulau Jawa mayoritas pondok pesantrennya sudah NU. Berbeda dengan di luar Jawa, yang masih "asing" dengan NU,” tutur Zainal menambahkan. ? (Armaidi ? Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Kajian Sunnah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 20 Januari 2014

Bermodal 900 Ribu, Kini Menjadi 208 Juta

Brebes, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Meski dengan modal awal Rp 600 ribu pada tahun 1997, kini Koperasi Wanita “An-Nisa” Muslimat NU Brebes berkembang mencapai permodalannya menjadi Rp  208 juta lebih. 

Bermodal 900 Ribu, Kini Menjadi 208 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Bermodal 900 Ribu, Kini Menjadi 208 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Bermodal 900 Ribu, Kini Menjadi 208 Juta

Perkembangan ini sangat membanggakan karena menjalankan roda koperasi untuk era ini sangat sulit namun dan An-Nisa ternyata bisa bertahan.  

“Awal berdiri, kami hanya memiliki anggota 60 orang, kini berkembang menjadi 180 anggota,” terang Hj Nurhalimah Fathoni disela Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2012 di gedung Muslimat NU Jalan KH Cholid Barat Ahad (10/2).

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Begitupun dengan permodalannya meningkat yang ditopang dari simpanan pokok Rp 10 ribu per anggota dan simpanan wajib perbulan Rp 2 ribu. Selain itu mendapatkan bantuan modal stimulan dari Kementerian Koperasi Rp 50 juta, aspirasi anggota DPRD sebesar Rp 50  juta dan Donasi Prov Jateng Rp 6 juta. 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Modal koperasi memang bukan mutlak dari anggota. Tapi, kami juga mendapatkan suntikan pinjaman lunak dari Kementerian Koperasi, aspirasi  anggota dewan dan Pemda Jateng," tutur Halimah.

Meski mendapat pinjaman lunak, lanjut Halimah, tidak berarti pihaknya melalaikan pengembalian pinjaman tersebut. Menurutnya, koperasi yang dipimpinnya dinilai sebagai koperasi yang tertib administrasi oleh Pemerintah Kabupaten Brebes.

“Terbukti, dalam pengembalian kredit tersebut tepat waktu dan tidak ada anggota yang macet," jelasnya.

Bukti kemajuan lain, koperasi tersebut, tiap tahunnya selalu menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Tahun Buku 2012, telah dilangsungkan pada 10 Februari 2013 Gedung Muslimat NU. 

“Alhamdulillah, telah terkumpul Sisa Hasil Usaha sebesar mencapai Rp 6,8 juta," ungkap Halimah.

Sukses membesarkan koperasinya, pihaknya juga ingin membuka toko yang dapat memenuhi kebutuhan pokok ibu-ibu Muslimat. Sebab bidang usaha tidak hanya simpan pinjam saja, tapi kini telah menyediakan barang bagi anggota terutama pakaian seragam Muslimat NU, sembako dan lain-lain. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Hadits Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 17 Januari 2014

Ramadhan, Bulan Suci Obral Ampunan

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Ketua Kodi DKI Jakarta KH Jamaluddin F Hasyim meminta hadirin untuk mensyukuri keberadaan bulan puasa. Menurutnya, diantara kenikmatannya ialah diampuninya dosa-dosa kita oleh Allah. Pada bulan yang pada fase kedua mendapatkan ampunan dari Allah, ia sangat menyayangkan jika ada orang-orang yang tidak mau memanfaatkan obral ampunan.

"Jadi sangat rugi kalau lagi obral dibulan ramadlan ini ampunannya tidak kebagian dari Allah," kata Kiai Jamaluddin pada acara Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim piatu dan kaum dhuafa di Pesantren Sholawat Darut Taubah, Jakarta Pusat, Rabu (14 /6).

Ramadhan, Bulan Suci Obral Ampunan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Bulan Suci Obral Ampunan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Bulan Suci Obral Ampunan

Ia mencontohkan tentang nikmatnya mendapatkan barang, pakaian, elektronik di Atrium yang harganya lagi diobral. Orang-orang yang mau memanfaatkannya itulah orang yang pintar. Sebaliknya, menurut Kiai Jamaluddin, orang-orang yang tidak mau memanfaatkan ampunan pada? bulan Ramadhan ini, disebut orang-orang yang kurang bijak.

Sebelumnya, tausiyah disampaikan Ketua LD PBNU KH Maman Imanul Haq dengan menyampaikan tiga fase yang terdapat pada bulan Ramadhan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pada acara yang dihadiri anak yatim piatu dan kaum dhuafa ini juga akan digelar seminar dengan tema Meneguhkan Ekonomi Umat. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Tegal Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 04 Januari 2014

Dilantik, IPNU-IPPNU Unsuri Siap Tuntaskan Serentetan Program

Sidoarjo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ketua Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PKPT IPNU) Universitas Sunan Giri (Unsuri) Sidoarjo, Jawa Timur, M Asrori Bahiruddin akan merealisasikan program-program yang mana program tersebut belum terealisasi pada periode kepengurusan sebelumnya.

"Kami akan mengadakan pelatihan MC. Pelatihan tersebut akan diagendakan oleh anggota lainnya. Dan akan kami bahas lebih lanjut bersama pengurus dan anggota lainnya. MC itu buat bekal para kader IPNU-IPPNU dalam setiap mengisi acara," kata Asrori usai acara pelantikan PKPT IPNU-IPPNU Unsuri masa periode 2016-2017 di aula Rektorat Unsuri, Ahad (10/1).

Dilantik, IPNU-IPPNU Unsuri Siap Tuntaskan Serentetan Program (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, IPNU-IPPNU Unsuri Siap Tuntaskan Serentetan Program (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, IPNU-IPPNU Unsuri Siap Tuntaskan Serentetan Program

Menurutnya, Departemen Dakwah juga berencana akan mengadakan Festival Al-Banjari se-Jawa Timur. "Jika kondisinya memungkinkan, kami akan mengadakan festival Al-Banjari se-Jatim. Namun, jika kondisinya kurang mendukung, kemungkinan hanya se Surabaya-Sidoarjo," ujarnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sementara itu menurut Ketua IPPNU Sidoarjo Nuryanti Afidah menyatakan, pelantikan PKPT IPNU-IPPNU Unsuri selain sebagai legalitas, pelantikan tersebut juga diharapkan sebagai upaya untuk memacu semangat rekan dan rekanita.

"Pelantikan ini jangan dijadikan sekadar dilantik saja, namun ini merupakan salah satu upaya untuk memantapkan dalam mengawal IPNU-IPPNU Unsuri selama masa kepemimpinan satu tahun kedepan," tegasnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Afidah berpesan kepada pengurus yang baru saja dilantik untuk tetap semangat dalam menjalankan amanah organisasi. Dia mengapresiasi kepada PKPT IPNU-IPPNU Unsuri yang mempunyai anggota banyak. Karena, melihat anggota IPNU-IPPNU di perguruan tinggi di Jawa Timur, hanya di Unsuri yang anggota dan kadernya banyak.

"Melihat PKPT khusunya di Jatim, hanya Unsuri inilah yang paling banyak massa atau kadernya. Jangan sampai disia-siakan. Oleh karenanya, kami dari PC IPNU-IPPNU Sidoarjo berkomitmen untuk tetap amanah, semangat mengawal organisasi ini hingga selesai," ungkap Afidah. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Habib, Daerah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 31 Desember 2013

Menteri BUMN Resmikan Sekolah Kewirausahaan GP Ansor Malang

Malang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Sebagai wujud pemberdayaan ekonomi para kader, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Malang, Jawa Timur, meluncurkan Sekolah Kewirausahaan bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang (Unisma).

Kegiatan yang berlangsung di Aula KH Oesman Mansur Unisma, Jumat (15/11) ini secara resmi dibuka Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Dahlan Iskan. Ketua PC GP Ansor Malang Hasan Abadi mengakui kader GP Ansor mempunyai latar belakang yang cukup beragam.

Menteri BUMN Resmikan Sekolah Kewirausahaan GP Ansor Malang (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri BUMN Resmikan Sekolah Kewirausahaan GP Ansor Malang (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri BUMN Resmikan Sekolah Kewirausahaan GP Ansor Malang

“Yang banyak di jalur pendidikan dan politik, sementara yang di jalur wirausaha masih dirasa kurang. Untuk itulah kami bertekad untuk mengembangkan kader yang mampu menjadi pengusaha, harapannya muncul pengusaha-pengusaha di kalangan Ansor,” jelasnya. 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dahlan Iskan dalam kesempatan tersebut mendorong GP Ansor untuk menjadi organisasi yang mandiri sehingga kian diperhitungkan di tengah-tengah masyarakat. Sementara itu dekan Fakultas Ekonomi Unisma Noor Shodiq Askandar mengaku senang dapat berkontribusi kepada kader-kader NU, khususnya yang aktif di GP Ansor.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Sebagai kampus yang berlatarbelakang NU, kami merasa terpanggil untuk ikut bersama-sama dengan Ansor berkiprah memberikan pengabdian melalui kerjasama sekolah kewirausahaan. Kami akan siapkan dosen-dosen terbaik sebagai mentornya. Tidak hanya itu, lanjut  kami juga akan membuka jejaring yang selama ini bekerjasama dengan FE UNISMA untuk gerakan pemuda Ansor,” katanya. (Suryo/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pahlawan Pondok Pesantren Attauhidiyyah