Senin, 11 April 2016

Peringati Harlah NU, Kepengurusan ISHARI Kraksaan Dilantik

Probolinggo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pimpinan Cabang Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI) Kota Kraksaan, Senin (9/5) malam resmi dilantik di halaman Masjid Bin KH Aminuddin area Pondok Hati di Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Para pengurus ISHARI ini dilantik oleh Ketua Pimpinan Wilayah ISHARI Jawa Timur H. Yusuf Arif Anwar.

Pelantikan yang digelar dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-93 NU ini dihadiri Mustasyar PCNU Kota Kraksaan H. Hasan Aminuddin, Kasdim 0820 Probolinggo Mayor Inf. Winarso, Kapolsek Kraksaan Kompol Faroek Mahmud, jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan serta lembaga dan badan otonom PCNU Kota Kraksaan.

Peringati Harlah NU, Kepengurusan ISHARI Kraksaan Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah NU, Kepengurusan ISHARI Kraksaan Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harlah NU, Kepengurusan ISHARI Kraksaan Dilantik

Dalam sambutannya Mustasyar PCNU Kota Kraksaan H. Hasan Aminuddin mengungkapkan para pengurus harus berkhidmat dengan ikhlas hanya semata-mata untuk Allah. Jangan pernah mengharapkan bayaran di NU, karena NU tidak bisa memberikan bayaran.

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pengurus MWCNU yang sudah mampu membangun kantor dengan swadaya. Sebab kantor ini merupakan simbol organisasi dan perjuangan para ulama NU. Meskipun tidak ada dukungan biaya, namun kantor ini bisa selesai karena bermodalkan semangat dan berkhidmat untuk masyarakat,” katanya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menurut Hasan, selama ini PCNU Kota Kraksaan belum mampu memberikan bantuan penuh kepada semua pengurus MWCNU. Walaupun demikian, diharapkan para pengurus NU ini bisa memberikan warna dalam mempertahankan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“Dengan berpegang teguh kepada aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), berarti masyarakat memiliki benteng yang kuat. Sehingga organisasi di luar NU tidak mampu mengembangkan sayapnya,” jelasnya.

Lebih lanjut Hasan menyampaikan rasa bangganya karena pengurus ISHARI Kota Kraksaan banyak diisi oleh generasi muda. Dengan demikian para generasi muda akan memiliki kejadian positif di tengah pesatnya perkembangan zaman.?

“Saya bangga karena banyak anak muda yang mau bergabung dengan ISHARI. Sampaikan kepada generasi muda yang lain agar senantiasa tetap berpegang teguh kepada aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Para generasi muda harus bisa belajar terhadap sejarah berdirinya NKRI yang tidak bisa dipisahkan dengan NU,” pungkasnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan beragam hadiah dan penghargaan kepada para pemenang lomba yang diadakan dalam rangka memeriahkan Harlah ke-93 NU. Baik yang diadakan oleh PCNU Kota Kraksaan sendiri maupun lembaga dan badan otonomnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Ulama, Daerah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 10 April 2016

Khutbah Jumat Menyambut HUT Kemerdekaan RI Ke-72

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Khutbah Jumat Menyambut HUT Kemerdekaan RI Ke-72 (Sumber Gambar : Nu Online)
Khutbah Jumat Menyambut HUT Kemerdekaan RI Ke-72 (Sumber Gambar : Nu Online)

Khutbah Jumat Menyambut HUT Kemerdekaan RI Ke-72

? ? ?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Setiap 17 Agustus kita merayakan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Kita semua wajib bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada bangsa Indonesia sehingga para pejuang kita berhasil meraih kemerdekaan itu dengan segala pengorbanannya. Berjuang melawan penjajah merupakan keharusan karena pada dasarnya hanya kepada Allah SWT makhluk-makhluk yang diciptakan-Nya, terlebih manusia, menghambakan dirinya. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam surah Adz-Dzariat, ayat 56:

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

? ? ? ? ? ?

Artinya: “Dan aku tidak mencipatakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepa-Ku.”

Ayat di atas menjadi landasan teologis bahwa sebuah bangsa harus memiliki kemerdekaan. Tanpa kemerdekaan manusia akan terus menerus ditindas oleh manusia lain untuk mengabdi kepada kepentingan mereka demi mewujudkan ambisi dan keserakahannya. Hilangnya kemerdekaan manusia akibat penindasan dan penjajahan sesama manusia menjadikannya jauh dari melaksanakan perintah-perintah Allah SWT. Justru karena itulah, maka berjuang dengan berperang melawan penjajah agar dapat memiliki kebebasan beribadah kepada Allah SWT menjadi wajib hukumnya. Mereka yang gugur dalam perjuangan itu disebut para syuhada dan disediakan surga sebagai tempat terkahirnya yang layak.

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Kalau kita kembali kepada sejarah Islam, kita akan tahu bahwa Rasulullah SAW adalah seorang tokoh agung pejuang pembebasan dan kemerdekaan. Beliau telah membebaskan umat manusia dari segala bentuk penjajahan dan penghambaan kepada sesama manusia. Sejarah membuktikan kepada kita bahwa di saat beliau diutus menjadi nabi dan rasul, umat manusia telah terlalu jauh dari bimbingan para rasul terdahulu.

Mereka menjadi hamba bagi hawa nafsunya sendiri. Mereka sesat dalam mencari arah dan tujuan hidup dan berlaku bodoh dalam memenuhi tuntutan kerohaniahan sehingga menyembah patung dan berhala yang mereka buat sendiri. Golongan yang kuat bertindak sewenang-wenang dengan merebut atau merampas hak orang lain yang lemah. Golongan yang lemah terus tertindas dan terjajah. Kebodohan karena ketidaktahuan mana yang benar dan mana yang salah terus mencengkeram sehingga jaman itu dikenal dengan jaman jahiliyah.

Oleh karena itu, diutuslah Rasulullah SAW untuk memerdekakan masyarakat dari segala bentuk penjajahan baik secara jasmani maupun rohani. Perjuangannya bermula di Mekah dan direalisasikan sepenuhnya dengan membentuk umat Islam di Madinah yang kemudian menjadi model masyarakat madani. Model dan strategi perjuangan beliau ini menjadi acuan dalam membina sebuah negara yang merdeka dan berdaulat.

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Peringatan hari kemerdekaan menuntut kita untuk merenung sejenak apakah yang telah kita kerjakan dalam mengisi kemerdekaan ini. Tuntutan ini telah diabadikan dalam Al-Qur’an dalam surah At-Taubah, ayat 105, yang berbunyi:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Dan katakanlah (wahai Muhammad): Bekerjalah kamu, maka sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang beriman akan melihat apa yang kamu kerjakan dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui perkara-perkara yang gaib dan yang nyata, kemudian Dia menerangkan kepada kamu tentang apa yang telah kamu kerjakan.”

Ayat tersebut menegaskan bahwa kita harus mengisi hidup ini dengan beramal dan bekerja baik untuk kepentingan duniawi maupun ukhrawi. Tidak ada alasan untuk mengabaikan kedua amal tersebut karena Allah SWT telah memberi kita kemerdekaan. Dengan kemerdekaan itu kita memiliki kebebasan seluas-luasnya untuk beribadah kepada Allah SWT karena memang tujuan Allah menciptakan manusia di dunia ini tak ada lain adalah agar kita semua senantiasa menyembah atau beribadah kepada-Nya.

Ibadah itu sangat luas yang memungkinkan seseorang mampu beribadah selama 24 jam sehari. Hal ini dimungkinkan ketika kita memaknai ibadah sebagai segala sesuatu yang dicintai dan diridhai oleh Allah SWT berupa ucapan, perbuatan maupun sikap, lahir maupun batin. Allah SWT telah membuka pintu-pintu kebaikan. Rasulullah SAW telah menjelaskan kepada kita amal-amal kebaikan yang bisa mendekatkan diri kita kepada Allah. Bukankah beliau telah bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Al-Hakim:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? , ? ? ? ? ?

? ? ? ?

Artinya: “Tidak satu pun amal yang bisa mendekatkan kalian ke surga melainkan aku memerintahkannya kepada kalian. Dan tidak satupun amal yang bisa mendekatkan kalian ke neraka melainkan aku telah melarang kalian darinya.”

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Kita patut bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat kemerdekaan yang telah dianugerahkan kepada kita sebagai rahmat-Nya. Dengan kemerdekaan itu kita bebas ke mana saja untuk beribadah, bekerja, belajar, dan menjalani kehidupan yang aman dan damai. Bisa kita bayangkan betapa mengerikan dan sulitnya hidup di sebuah negara yang dilanda peperangan. Peperangan dengan latar belakang apapun, seperti perang melawan penjajah, perang saudara, konflik antar etnis dan golongan, pasti sangat mengerikan.

Kita bersyukur kepada Allah SWT karena dengan kemerdekaan, maka keamanan lebih bermakna dalam diri kita. Kita dapat menikmati berbagai kemakmuran, pembangunan dan kemajuan. Kita berdoa semoga Allah SWT terus memberikan nikmat ini dan menambahkannya. Semoga pula kita mampu menunjukkan rasa cinta kita yang terus bertambah kepada agama dan negara tercinta ini. Allah SWT telah menegaskan di dalam Al-Qur’an, Surat Ibrahim, ayat 7 sebagai berikut:

? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Sekiranya kamu bersyukur, niscaya Aku akan tambahkan nikmat-Ku, dan sekiranya kamu kufur, sesungguhnya adzab-Ku amatlah pedih.”

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Sebagai tanda syukur kita kepada Allah yang telah menganugerahkan kemerdekaan dan terima kasih kita kepada para pejuang dan pahlawan kita yang telah berhasil meraihnya, maka tidak sepatutnya kita menyia-nyiakan nikmat dan kesempatan-kesempatan yang ada dalam rangka mengisi kemerdekaan. Pemerintah telah menetapkan tema peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke-72 ini adalah “Disiplin Kerja dan Cinta Budaya”. Tema ini sejalan dengan firman Allah dalam Surat Al-Insyirah, ayat 7-8:

? ? ? ? ? ?

Artinya: “Maka apabila kamu telah selesau dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Rabbmulah hendaknya kamu berharap,”

Ayat ini melandasi upaya kita bahwa setelah kemerdekaan kita capai, kita harus mengisinya dengan disiplin kerja yang tinggi dan tetap mencintai budaya bangsa sendiri. Kemerdekaan sesungguhnya bukan tujuan tetapi merupakan jembatan emas untuk mencapai cita-cita luhur. Bangsa Indonesia telah bercita-cita menjadi bangsa merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Bangsa Indonesia memiliki budaya sendiri yang memungkinkan untuk tetap menjaga dan merawat negeri ini berdasarkan Pancasila, UUD 1945, Binneka Tungga Ika dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Untuk itu, marilah sesuai dengan peran dan fungsi kita masing-masing di masyarakat, kita isi kemerdekaan ini dengan beramal dan bekerja sebaik-baiknya sehingga Indonesia menjadi negara yang baldatun thayyibatun warabbul ghafur, yakni sebuah negara yang elok dimana Allah senantiasa memberikan ampunan dan ridha-Nya para pemimpin dan rakyatnya. Sudah pasti ampunan dan ridha-Nya akan kita peroleh selama kita bertahuhid, yakni selama kita menyembah dan tunduk hanya kepada Allah SWT. Semoga kita semua menjadi orang-orang merdeka yang senantiasa men-tauhidkankan-Nya. Amin ya rabbal alamin.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?



Khutbah II


? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

?
Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Quote, Amalan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 09 April 2016

Pesantren di Pringsewu Ini Cetak Yatim Piatu Jadi Hafidh dan Sarjana

Pringsewu, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Niat tulus dan ikhlas ditunjukkan Ketua Lembaga Pendidikan Maarif NU Provinsi Lampung H Fauzi yang juga pemilik STMIK dan STIT Pringsewu. Berawal dari kegelisahannya terhadap fenomena gersangnya akhlak dan ilmu agama para mahasiswa di zaman sekarang, ia merintis sebuah pondok pesantren bagi para mahasiswanya.

Pesantren di Pringsewu Ini Cetak Yatim Piatu Jadi Hafidh dan Sarjana (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren di Pringsewu Ini Cetak Yatim Piatu Jadi Hafidh dan Sarjana (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren di Pringsewu Ini Cetak Yatim Piatu Jadi Hafidh dan Sarjana

Awalnya, doktor lulusan Universitas Gajah Mada ini sudah secara rutin membantu mahasiswanya dalam bentuk pendidikan secara gratis. Seiring berjalannya waktu ia menilai bahwa hasil perubahan yang didapat kurang maksimal. Sehingga ia pun mengubah metode penyaluran beasiswa dengan cara mengasramakan para penerima beasiswa tersebut. Hal ini ditujukan untuk lebih fokus dalam pembinaan akhlak mereka.

"Setelah mendirikan asrama, ia (Fauzi) pun berinisiatif untuk merintisnya menjadi sebuah pondok pesantren yang diberi nama Baitul Quran. Dalam mengelolanya ia mempercayakannya kepada saya," kata Ustadz Abdul Hamid Al Hafidz yang juga Pengurus Jamiyyatul Qurra wal Huffadh NU Pringsewu saat menceritakan pesantren yang diasuhnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Abdul Hamid menambahkan bahwa Pesantren Baitul Quran memiliki konsep beasiswa bagi para anak yatim piatu yang memiliki keinginan menghafalkan Al-Qur’an. "Selain para santri menghafal Al-Qur’an dan belajar ilmu agama, mereka juga mendapat perkuliahan yang nantinya akan menjadikan mereka para sarjana yang hafidz quran," jelasnya, Selasa (18/5).

Untuk kurikulumnya, Pesantren Baitul Quran memiliki banyak matakuliah yang difokuskan pada pendalaman keilmuan para santri di bidang agama khususnya ilmu Al-Qur’an. "Perkuliahan dilaksanakan di kompleks pondok yang statusnya bekerja sama dengan STIT Pringsewu yang masih merupakan (di bawah naungan) satu yayasan," imbuhnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dengan mata kuliah yang diberikan Pondok Pesantren Baitul Quran, lanjutnya, para santri juga diharapkan memiliki 10 kompetensi para dai. Kompetensi tersebut yaitu memiliki aqidah yang benar, berakhlak mulia, taat beribadah, mandiri, berwawasan luas, sehat jasmani dan rohani, memiliki semangat juang tinggi, dinamis, disiplin dan bermanfaat bagi sesama.

Selama di pesantren para santri diberi beasiswa penuh dan dibebaskan seluruh biaya pendidikan sarjananya serta bebas biasa asrama dan kebutuhan makan sehari hari. "Jika ada anak yatim piatu yang ingin masuk Pesantren Baitul Quran bisa menghubungi saya langsung melalui HP 081369740662 atau datang langsung ke Pesantren yang beralamatkan di Jalan SMA 2 Perum Podomoro Indah Pringsewu," pungkasnya. (Muhammad Faizin).

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Budaya Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 08 April 2016

Menpora Salut Ika Uinsa Selenggarakan Lomba Patrol

Jombang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Tradisi baru dilakukan Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya atau Ika Uinsa koordinator daerah (korda) Jombang. Saat pengukuhan kepengurusan baru di kota santri tersebut juga diisi dengan Festival Musik Patrol Nusantara.

Menpora Salut Ika Uinsa Selenggarakan Lomba Patrol (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora Salut Ika Uinsa Selenggarakan Lomba Patrol (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora Salut Ika Uinsa Selenggarakan Lomba Patrol

Ketua Umum Ika Uinsa Pusat H Imam Nahrawi sangat mengapresiasi ikhtiar para pengurus yang menggandeng Pemerintah Kabupaten Jombang dengan menyelenggarakan kegiatan ini.

Menurut Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), musik patrol merupakan bagian dari kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia terutama di Jombang yang dikenal sebagai kota santri. Sehingga tradisi tersebut bisa dilestarikan. "Ini perlu dilestarikan. Sebab budaya musik patrol bisa menjadi alternatif hiburan khususnya saat pada bulan Ramadhan," katanya, Sabtu (24/12)? sebelum melepas peserta yang berjumlah 28 kontingen tersebut.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Bahkan Bupati Jombang H Nyono Suharli Wihandoko yang mendampingi, Menpora mendapatkan kepastian bahwa kegiatan seperti ini akan menjadi agenda tahunan. "Bahkan kata bupati akan diselenggarakan dengan lebih besar dengan melibatkan banyak peserta," ungkapnya saat memberikan sambutan setelah melantik kepengurusan Ika Uinsa Jombang.

Karenanya Menpora juga berharap festival tersebut bisa menjadi agenda tahunan sekaligus kalender nasional. "Saya berharap, Menteri Pariwisata untuk melihat budaya ini sebagai menjadi hal penting untuk dijadikan kalender tahunan," ujar Imam.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menpora sangat bangga dengan kreasi yang dilakukan para alumni. "Ini membuktikan bahwa pengurus bisa bersinergi dengan pemerintah dalam melestarikan kekayaan tradisi di masyarakat," ungkapnya di pendopo Kabupaten Jombang.

Ika Uinsa Jombang dilantik oleh Menpora yang juga Ketua Umum Ika Uinsa. Pantauan di lokasi, ribuan warga Jombang tampak memadati jalan protokol tempat dilaluinya para peserta lomba. "Kita datang ke sini untuk melihat musik patrol. Bisa menjadi hiburan saat liburan sekolah," kata Tutik (45) salah satu warga.

Warga rela berdesakan demi melihat lomba yang digelar Pemkab Jombang, untuk menghidupkan musik yang lebih sering didengar pada saat bulan puasa.

Terdapat sekitar 28 grup dari beberapa daerah di Kabupaten Jombang yang ikut menyemarakkan festival tersebut. "Yang mengikuti lomba ini dari beberapa kecamatan dan desa di Jombang," ujar salah seorang panitia, Ahmad Fanani.

Sebelumnya, pelantikan Ika Uinsa juga dilakukan di Mojokerto yang diisi dengan jalan sehat. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)



?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Aswaja Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rabu, 06 April 2016

Perburuan Macan Sumatra Diharamkan

Cirebon, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Perburuan hewan langka sekelas Macan Sumatra menarik perhatian forum bahtsul masail yang digelar dalam peringatan haul al-marhumin sesepuh dan warga pondok Buntet Pesantren Cirebon di masjid agung pondok Buntet Pesantren Cirebon, Kamis (3/4) malam.

Dalam pembahasan awal Kiai Mutohar yang didaulat sebagai moderator menjelaskan, konteks perburuan hewan buas seperti Macan Sumatra memang harus dibedakan dengan kondisi pembelaan  diri sebagai alasan yang banyak dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab. 

Perburuan Macan Sumatra Diharamkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Perburuan Macan Sumatra Diharamkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Perburuan Macan Sumatra Diharamkan

“Perburuan dengan pembelaan diri itu harus dibedakan jauh. Perburuan hewan langka tentu akan melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sementara alasan membela diri dari serangan hewan buas hanya bersifat kasuistik dan berpotensi untuk dijadikan alasan pihak-pihak tertentu,” ungkapnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Lebih lanjut Kiai Mutohar menyimpulkan dari tanggapan para peserta bahwa perburuan Macan Sumatra dengan status sebagai hewan buas dikhawatirkan akan memutus rantai makanan dan juga mengakibatkan kerugian bagi manusia dengan dampak lebih besar.

“Dari pertimbangan mashlahat dan mafsadatnya, forum bahtsul masail ini akhirnya menyatakan bahwa perburuan Macan Sumatra lebih banyak menimbulkan kerugian dan bahaya bagi masyarakat. Karenanya forum memutuskan haramnya perburuan Macan Sumatra,” pungkasnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selain soal hukum perburuan hewan langka, forum bahtsul masail yang dihadiri oleh puluhan tokoh sepuh dan kiai muda ini juga membahas seputar isu penjualan Gunung Ciremai yang marak dibicarakan. Masing-masing kiai sebagai perwakilan dari pesantren-pesantren se-Wilayah III Cirebon ini, dengan hikmat membahas dan berdebat dengan rujukan puluhan kitab yang mu’tabarah. (Sobih Adnan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Hikmah, Pahlawan, Kyai Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 29 Maret 2016

Advokat Ini Ungkap 4 Lembaga Zakat Besar Tapi Ilegal

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Advokat Syariah Mustolih Siradj turut menjadi pembicara pada acara Ngobrol Filantropi (Ngopi) yang diadakan oleh Lembaga Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) di Blue Sky Hotel Jakarta Pusat, Rabu (29/12).

Menurutnya, hari ini kalau berbicara tentang uang, ada 3 aspek yang bisa mendapatkan uang segar dan cash, mendatangkan kran uang besar. Pertama, lembaga zakat, infaq, dan shodaqoh; kedua, Corporate Social Responsibility (CSR); dan ketiga, dana bencana.

Advokat Ini Ungkap 4 Lembaga Zakat Besar Tapi Ilegal (Sumber Gambar : Nu Online)
Advokat Ini Ungkap 4 Lembaga Zakat Besar Tapi Ilegal (Sumber Gambar : Nu Online)

Advokat Ini Ungkap 4 Lembaga Zakat Besar Tapi Ilegal

Mustolih mengingatkan kepada masyarakat bahwa hari ini masih banyak lembaga amil zakat yg tidak memiliki izin atau ilegal.?

“Sedikitnya ada 4 lembaga besar yang tercatat dan masuk dalam kategori sebagai lembaga pengelola zakat ilegal,” ujarnya tanpa menyebutkan secara jelas 4 lembaga tersebut.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pentingnya mempunyai izin karena terdapat ancaman bagi pengelola zakat yang ilegal. “Barang siapa yang mengelola zakat tanpa ada izin. Maka bisa terkena pidana 1 tahun,” tegasnya

“Kalau LAZISNU sih sudah punya izin,” katanya diikuti tepuk tangan peserta.

Hadir pada acara yang bertemakan Penguatan Filantropi Islam Nusantara berjumlah 38 peserta sebagai perwakilan dari lembaga-lembaga dan banom-banom Nahdlatul Ulama. (Husni Sahal/Fathoni)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Makam, Sejarah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 25 Maret 2016

Pelajar NU Sumedang Dikader Jadi Regu Penyelamat

Sumedang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengadakan pendidikan dan pelatihan pertama (Diklatama) untuk anggota Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) di tingkat komisariat atau sekolah setingkat SMA, 16-17 November 2013, di wahana wisata Cipadayungan Cimalaka, Sumedang.

Pelajar NU Sumedang Dikader Jadi Regu Penyelamat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Sumedang Dikader Jadi Regu Penyelamat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Sumedang Dikader Jadi Regu Penyelamat

Sebanyak 40 peserta yang merupaklan utusan dari lima sekolah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU, antara lain, dididik untuk terlibat aktif dalam usaha penyelamatan dan pertolongan korban bencana atau kecelakaan.

Mereka mendapatkan materi SAR (search and rescue) dan P3K (pertolongan pertama pada kecelakaan) dari Kepala Seksi Pendidikan dan Latihan Palang Merah Indonesia (PMI) H Lili Sumedang.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selain itu, pelajar NU ini juga dikenalkan seputar ke-NU-an oleh Ketua PCNU Sumedang KH Sa’dullah), latihan dasar bela diri (Ketua Pencak Silat Pagar Nusa Sumpena Saripudin), peraturan baris berbaris (Tentara Yonif 301), navigasi darat (DKC CBP Sumedang), dan perihal IPNU-IPPNU.

Ketua Pimpinan Cabang IPNU Sumedang Salman Al-Farishi saat membuka acara menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas komitmen peserta untuk menghadiri Diklatama selama dua hari.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Kegiatan ini sengaja dilaksanakan untuk melatih serta mendidik kedisiplinan, penguatan ideologi Aswaja, dan mengasah intelektual para pelajar yang siap dan mampu untuk berjuang dan membela tanah air Indonesia,” ujarnya.

Diklatama ini  ditutup Ahad dan dihadiri Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Barat Acep K Hidayat Susanto, dan Komandan DKW CBP Jawa Barat Asyrikin. “Alhamdulillah, IPNU-IPPNU Sumedang hari ini benar-benar konsentrasi pada kaderisasi, dan DIKLATAMA ini adalah salah satu kegiatan pengkaderan IPNU-IPPNU bagi pelajar yang memang senang dengan kegiatan outdoor,” kata Asep Irfan Mujahid dari Pimpinan Pusat IPNU saat menutup acara. (Salman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Aswaja Pondok Pesantren Attauhidiyyah