Senin, 20 Januari 2014

Bermodal 900 Ribu, Kini Menjadi 208 Juta

Brebes, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Meski dengan modal awal Rp 600 ribu pada tahun 1997, kini Koperasi Wanita “An-Nisa” Muslimat NU Brebes berkembang mencapai permodalannya menjadi Rp  208 juta lebih. 

Bermodal 900 Ribu, Kini Menjadi 208 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Bermodal 900 Ribu, Kini Menjadi 208 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Bermodal 900 Ribu, Kini Menjadi 208 Juta

Perkembangan ini sangat membanggakan karena menjalankan roda koperasi untuk era ini sangat sulit namun dan An-Nisa ternyata bisa bertahan.  

“Awal berdiri, kami hanya memiliki anggota 60 orang, kini berkembang menjadi 180 anggota,” terang Hj Nurhalimah Fathoni disela Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2012 di gedung Muslimat NU Jalan KH Cholid Barat Ahad (10/2).

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Begitupun dengan permodalannya meningkat yang ditopang dari simpanan pokok Rp 10 ribu per anggota dan simpanan wajib perbulan Rp 2 ribu. Selain itu mendapatkan bantuan modal stimulan dari Kementerian Koperasi Rp 50 juta, aspirasi anggota DPRD sebesar Rp 50  juta dan Donasi Prov Jateng Rp 6 juta. 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Modal koperasi memang bukan mutlak dari anggota. Tapi, kami juga mendapatkan suntikan pinjaman lunak dari Kementerian Koperasi, aspirasi  anggota dewan dan Pemda Jateng," tutur Halimah.

Meski mendapat pinjaman lunak, lanjut Halimah, tidak berarti pihaknya melalaikan pengembalian pinjaman tersebut. Menurutnya, koperasi yang dipimpinnya dinilai sebagai koperasi yang tertib administrasi oleh Pemerintah Kabupaten Brebes.

“Terbukti, dalam pengembalian kredit tersebut tepat waktu dan tidak ada anggota yang macet," jelasnya.

Bukti kemajuan lain, koperasi tersebut, tiap tahunnya selalu menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Tahun Buku 2012, telah dilangsungkan pada 10 Februari 2013 Gedung Muslimat NU. 

“Alhamdulillah, telah terkumpul Sisa Hasil Usaha sebesar mencapai Rp 6,8 juta," ungkap Halimah.

Sukses membesarkan koperasinya, pihaknya juga ingin membuka toko yang dapat memenuhi kebutuhan pokok ibu-ibu Muslimat. Sebab bidang usaha tidak hanya simpan pinjam saja, tapi kini telah menyediakan barang bagi anggota terutama pakaian seragam Muslimat NU, sembako dan lain-lain. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Hadits Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 17 Januari 2014

Ramadhan, Bulan Suci Obral Ampunan

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Ketua Kodi DKI Jakarta KH Jamaluddin F Hasyim meminta hadirin untuk mensyukuri keberadaan bulan puasa. Menurutnya, diantara kenikmatannya ialah diampuninya dosa-dosa kita oleh Allah. Pada bulan yang pada fase kedua mendapatkan ampunan dari Allah, ia sangat menyayangkan jika ada orang-orang yang tidak mau memanfaatkan obral ampunan.

"Jadi sangat rugi kalau lagi obral dibulan ramadlan ini ampunannya tidak kebagian dari Allah," kata Kiai Jamaluddin pada acara Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim piatu dan kaum dhuafa di Pesantren Sholawat Darut Taubah, Jakarta Pusat, Rabu (14 /6).

Ramadhan, Bulan Suci Obral Ampunan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Bulan Suci Obral Ampunan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Bulan Suci Obral Ampunan

Ia mencontohkan tentang nikmatnya mendapatkan barang, pakaian, elektronik di Atrium yang harganya lagi diobral. Orang-orang yang mau memanfaatkannya itulah orang yang pintar. Sebaliknya, menurut Kiai Jamaluddin, orang-orang yang tidak mau memanfaatkan ampunan pada? bulan Ramadhan ini, disebut orang-orang yang kurang bijak.

Sebelumnya, tausiyah disampaikan Ketua LD PBNU KH Maman Imanul Haq dengan menyampaikan tiga fase yang terdapat pada bulan Ramadhan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pada acara yang dihadiri anak yatim piatu dan kaum dhuafa ini juga akan digelar seminar dengan tema Meneguhkan Ekonomi Umat. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Tegal Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 04 Januari 2014

Dilantik, IPNU-IPPNU Unsuri Siap Tuntaskan Serentetan Program

Sidoarjo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ketua Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PKPT IPNU) Universitas Sunan Giri (Unsuri) Sidoarjo, Jawa Timur, M Asrori Bahiruddin akan merealisasikan program-program yang mana program tersebut belum terealisasi pada periode kepengurusan sebelumnya.

"Kami akan mengadakan pelatihan MC. Pelatihan tersebut akan diagendakan oleh anggota lainnya. Dan akan kami bahas lebih lanjut bersama pengurus dan anggota lainnya. MC itu buat bekal para kader IPNU-IPPNU dalam setiap mengisi acara," kata Asrori usai acara pelantikan PKPT IPNU-IPPNU Unsuri masa periode 2016-2017 di aula Rektorat Unsuri, Ahad (10/1).

Dilantik, IPNU-IPPNU Unsuri Siap Tuntaskan Serentetan Program (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, IPNU-IPPNU Unsuri Siap Tuntaskan Serentetan Program (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, IPNU-IPPNU Unsuri Siap Tuntaskan Serentetan Program

Menurutnya, Departemen Dakwah juga berencana akan mengadakan Festival Al-Banjari se-Jawa Timur. "Jika kondisinya memungkinkan, kami akan mengadakan festival Al-Banjari se-Jatim. Namun, jika kondisinya kurang mendukung, kemungkinan hanya se Surabaya-Sidoarjo," ujarnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sementara itu menurut Ketua IPPNU Sidoarjo Nuryanti Afidah menyatakan, pelantikan PKPT IPNU-IPPNU Unsuri selain sebagai legalitas, pelantikan tersebut juga diharapkan sebagai upaya untuk memacu semangat rekan dan rekanita.

"Pelantikan ini jangan dijadikan sekadar dilantik saja, namun ini merupakan salah satu upaya untuk memantapkan dalam mengawal IPNU-IPPNU Unsuri selama masa kepemimpinan satu tahun kedepan," tegasnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Afidah berpesan kepada pengurus yang baru saja dilantik untuk tetap semangat dalam menjalankan amanah organisasi. Dia mengapresiasi kepada PKPT IPNU-IPPNU Unsuri yang mempunyai anggota banyak. Karena, melihat anggota IPNU-IPPNU di perguruan tinggi di Jawa Timur, hanya di Unsuri yang anggota dan kadernya banyak.

"Melihat PKPT khusunya di Jatim, hanya Unsuri inilah yang paling banyak massa atau kadernya. Jangan sampai disia-siakan. Oleh karenanya, kami dari PC IPNU-IPPNU Sidoarjo berkomitmen untuk tetap amanah, semangat mengawal organisasi ini hingga selesai," ungkap Afidah. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Habib, Daerah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 31 Desember 2013

Menteri BUMN Resmikan Sekolah Kewirausahaan GP Ansor Malang

Malang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Sebagai wujud pemberdayaan ekonomi para kader, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Malang, Jawa Timur, meluncurkan Sekolah Kewirausahaan bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang (Unisma).

Kegiatan yang berlangsung di Aula KH Oesman Mansur Unisma, Jumat (15/11) ini secara resmi dibuka Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Dahlan Iskan. Ketua PC GP Ansor Malang Hasan Abadi mengakui kader GP Ansor mempunyai latar belakang yang cukup beragam.

Menteri BUMN Resmikan Sekolah Kewirausahaan GP Ansor Malang (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri BUMN Resmikan Sekolah Kewirausahaan GP Ansor Malang (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri BUMN Resmikan Sekolah Kewirausahaan GP Ansor Malang

“Yang banyak di jalur pendidikan dan politik, sementara yang di jalur wirausaha masih dirasa kurang. Untuk itulah kami bertekad untuk mengembangkan kader yang mampu menjadi pengusaha, harapannya muncul pengusaha-pengusaha di kalangan Ansor,” jelasnya. 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dahlan Iskan dalam kesempatan tersebut mendorong GP Ansor untuk menjadi organisasi yang mandiri sehingga kian diperhitungkan di tengah-tengah masyarakat. Sementara itu dekan Fakultas Ekonomi Unisma Noor Shodiq Askandar mengaku senang dapat berkontribusi kepada kader-kader NU, khususnya yang aktif di GP Ansor.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Sebagai kampus yang berlatarbelakang NU, kami merasa terpanggil untuk ikut bersama-sama dengan Ansor berkiprah memberikan pengabdian melalui kerjasama sekolah kewirausahaan. Kami akan siapkan dosen-dosen terbaik sebagai mentornya. Tidak hanya itu, lanjut  kami juga akan membuka jejaring yang selama ini bekerjasama dengan FE UNISMA untuk gerakan pemuda Ansor,” katanya. (Suryo/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pahlawan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 22 November 2013

IPNU-IPPNU Ziarahi Kubur Para Pendiri NU Sulsel

Makassar, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Belasan pengurus IPNU-IPPNU Sulawesi Selatan dan IPNU-IPPNU Makassar mengunjungi Pekuburan Arab jalan Kandea nomor 3 Makassar, Ahad-Senin (3-4/8). Mereka di sana mendoakan arwah sejumlah ulama dan tokoh pendiri NU seperti Anre Gurutta KH Muhammad Ramli, Anre Gurutta KH Ahmad Bone, ayah Jusuf Kalla Anre Gurutta H Kalla.

Di pemakaman ini, mereka juga berdoa untuk Anre Gurutta KH Muhiddin Zain, Anre Gurutta KH Abduh Shafa, Anre Gurutta KH Said Musamma, Imam besar masjid raya Anre Gurutta KH Tahir Mahdali, ibu Jussuf Kalla Hj Athirah, Dr Harifuddin Cawidu, Bunyamin Matalitti.

IPNU-IPPNU Ziarahi Kubur Para Pendiri NU Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Ziarahi Kubur Para Pendiri NU Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Ziarahi Kubur Para Pendiri NU Sulsel

Dari sana rombongan pelajar NU bergerak menuju makam Syekh Nashirussunna Anre Gurutta KH Muhammad Nur di Daya dan makam Anre Gurutta KH Muh Harisah AS di pekuburan Al-Waqiah, Gowa.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Kami rutin berziarah dan tahlilan setiap tahunnya sebagai upaya menghormati para pendiri NU di Sulsel di samping menjaga tradisi NU,” kata Ketua IPNU Sulsel Muhammad Ramli Syamsuddin, Senin (4/8).

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Maklum, kata Ramli, belakangan ini banyak aliran sempalan yang mengafirkan tradisi masyarakat. Karenanyatekad kami semakin menguat untuk melestarikan tradisi ziarah makam. “IPNU-IPPNU mestinya berdiri di garis depan untuk melestaikan budaya atau tradisi ziarah makam sebagai bentuk kewajiban dan tanggung jawab,” tegas Ramli.

Tampak dalam rombongan ziarah antara lain Ketua IPPNU Sulsel Mirna Kartika, Wakil Ketua IPNU Andy, Bendahara IPNU Sudirman, Ketua IPNU Makassar Muhammad Nur, Wakil Ketua IPNU Makassar Abd Rahman, Ketua IPPNU Makassar Nur Azizah Dahlan, Sekretaris IPNU Makassar Aswad, Wakil Bendahara IPNU Makassar Rusli Gani, dan sejumlah kader IPNU-IPPNU Sulawesi Selatan di Makassar. (Andi M Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Hikmah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 07 November 2013

Ribuan Warga Meriahkan Harlah NU di Pamekasan

Pamekasan, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ribuan masyarakat memadati halaman pondok pesantren Al-Kautsar, Lawangan Daya, Pademawu, Pamekasan, Sabtu (16/6). Mereka sedang memperingati hari lahir (Harlah) ke-89 Nahdlatul Ulama (NU).

Ribuan Warga Meriahkan Harlah NU di Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Meriahkan Harlah NU di Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Meriahkan Harlah NU di Pamekasan

Puncak Harlah yang cukup semarak ini dihadiri oleh mustasyar PCNU Pamekasan yang sedang mengemban amanah sebagai bupati Pamekasan, Kholilurrahman. Hadir pula para pengurus PCNU, lembaga, lajnah, dan banom NU se Madura serta PWNU Jawa Timur.

Ketua PCNU Pamekasan Abd Ghoffar dalam sambutannya mengatakan, Harlah NU penting diadakan untuk mengingatkan para warga NU terhadap para pendiri organisasi yang mengedepankan kemaslahatan dalam berdakwah ini.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Sampai kapan pun, NU akan tetap berpegang teguh pada ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamâah. Yaitu ajaran Islam yang mengedepankan perdamaian yang memang dipilih oleh para pendiri NU ini,” tegasnya.

Dikatakan, tantangan utama NU saat ini ialah paham berhaluan garis keras. Kekerasan dalam beragama kerapkali masih mewarnai Indonesia termasuk Madura sendiri.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Dari itu, marilah kita sama-sama merawat, mengukuhkan, dan menyerbarluaskan Islam Ahlussunnah wal Jamâah ini. Satu yang perlu diingat ialah cara yang harus kita lakukan dalam berdakwah adalah menjauhkan diri dari sikap kekerasan,” tegas Kiai Ghoffar sembari menekankan pentingnya menguatkan persahabatan antarsesama manusia dan umat Islam.

Puncak Harlah dikemas dengan Pengajian Akbar dan Musyawarah Cabang (Muscab) yang melibatkan segenap para ulama atau kiai di Pamekasan. Pengajian Akbar disampaikan oleh  Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, KH Miftachul Akhyar. 

Sebelumnya, digelar rangkaian kegiatan pra-Harlah, antara lain sosialisasi Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pamekasan, ziarah ke makam ulama dan muassis NU, lomba baca kitab kuning, pembukaan lembaga kursus dan bimbingan belajar, pawai Harlah, kajian dan pelatihan Aswaja, zikir dan istiqhasah, dan pelatihan kompetensi guru.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Hairul Anam 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Warta, Tokoh, Cerita Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 22 Oktober 2013

Gerakan Perempuan Tak Boleh Mereduksi Makna Kemanusiaan

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa berpendapat gerakan perjuangan hak-hak perempuan harus tetap dalam koridor norma, nilai dan syr’i bagi yang muslim serta tak boleh mereduksi mana kemanusiaan.

“Misalnya begini, atas nama women right, kemudian mereka single parent, pokoknya saya mau beli sperma, saya nga mau suami, ia bilang soal haknya dia, tapi hak anak gimana, ini sudah keluar dari norma,” katanya kepada Pondok Pesantren Attauhidiyyah baru-baru ini.

Gerakan Perempuan Tak Boleh Mereduksi Makna Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Perempuan Tak Boleh Mereduksi Makna Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Perempuan Tak Boleh Mereduksi Makna Kemanusiaan

 

Dijelaskannya, diantara para pejuang hak perempuan, ada yang dikategorikan sebagai women liberation. Mereka berusaha memperjuangkan hak-hak perempuan sebebas-bebasnya, tanpa memperdulikan nilai dan norma yang ada.

“Norma-norma itulah yang menjadikan ada peradaban dan budaya. Jadi yang tidak dimiliki dia, berarti bukan manusia,” imbuhnya.

Beberapa isu yang diperjuangkan oleh kelompok ini atas nama women right dan atas nama reproductive right adalah legal aborsion. Menurutnya, hal ini dalam ajaran Islam sudah keluar dari syariah sehingga harus dijaga. Aborsi diperbolehkan pada saat janin itu mengganggu keselamatan. Pengecualian tetap dimungkinkan sesuai dengan aturan, ada aturan agama, norma, susila.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Saya terserah mau dibilang sok moralis, sok apa-sok apa, tetapi itulah yang membedakan manusia dan yang tidak manusia, jangan mereduksi makna kemanusiaan itu sendiri,” tandasnya.

Makna kemanusiaan, menurut Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini tak boleh direduksi atas nama kebebasan tanpa batas. “Menempatkan perempuan sebagai bagian dari penerus budaya, penerus peradaban itu menjadi penting. Kalau ada pola-pola yang kita tahu menerabas dan itu dibiarkan, merusak peradaban manusia itu sendiri, juga dilestarikan, ya saya berbeda dengan mereka,” tegasnya.

Mengenai hubungan antara laki-laki dan perempuan, Khofifah berpendapat sifatnya fungsional saja, seusia dengan peran dan fungsi yang harus diembannya. Ada saatnya, suami sakit dan istri yang harus mencari uang untuk keluarga.

“Menurut saya bagaimana dibangun kesetaraan dalam posisi mutual understanding. Ya mereka harus memahami posisi masing-masing, tidak harus memaksakan. Mbok meskipun suaminya penjudi, peminum, pemakai narkoba, pokoknya dia kepala keluarga, apa keputusan yang mau diambil, yang benar saja,” paparnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dijelaskannya, saat ini berdasarkan data perceraian tahun 2005 yang merupakan data terbaru yang bisa diakses tahun 2007 dari Dirjen Bimas Islam, terdapat kecenderungan gugat cerai yang sangat tinggi.

Di Makassar gugat cerai mencapai 85 persen, Jakarta ini 75 -80 persen,? Surabaya 80 persen, Bandung justru 65 persen. Di Semarang 70 persen, Medan 75 persen, dan di Cilacap 80 persen. Ada 13 item yang menjadi penyebabnya yang diantaranya suami poligami, kedua suaminya tidak bertanggung jawab, ketiga, persoalan ekonomi dan ke 13 persoalan beda partai.

“Ini yang saya apal. Ini kalau tidak ditelaah bisa berbahaya lho, menyangkut ketahanan keluarga. Janganlah bilang ketahanan nasional kalau keluarganya rentan seperti ini,” katanya.

Menurutnya, ini adalah problem serius dan masing-masing fihak yang terkait dengan ketahanan keluarga harus memberikan respon. “Harus direspon supaya ada refleksi dari masing-masing individu dan keluarga. Ini jangan dianggap remeh. Dan di Muslimat, ini tak omongno di berbagai tempat. Bapak-bapak jagalah keluarga, jangan cuma ibu-ibu yang disuruh jaga keluarga,” tandasnya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Santri Pondok Pesantren Attauhidiyyah