Namun sekali lagi kematian datang sesuka hati, dia tidak tahu ternyata istri, adik, kakak, ataupun emak yang ditinggalkan dalam keadaan hadats besar. Seringkali mereka bingung bolehkah berkirim doa membaca surat ikhlas dan Fatihah, jika dalam keadaa haidh. Padahal mayit kesayangan sangat membutuhkan doanya?
Mengenai hal ini Ianatuht Thaibin menerangkan dengan jelas:
| Perempuan Haidh Boleh Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online) |
Perempuan Haidh Boleh Tahlil
? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?
Apabila ada tujuan berdzikir saja atau berdoa, atau ngalap berkah atau menjaga hafalan, atau tanpa tujuan apapun (selama tidak berniat membaca al-Quran) maka (membacaal-quan bagi perempuan haidh) tidak diharamkan. Kerena ketika dijumpai suatu qarinah, maka yang dibacanya itu bukanlah al-Quran kecuali jika memang dia sengaja berniat membaca al-Quran. Walaupun bacaan itu seseungguhnya adalah bagian dari alquran semisal surat al-ikhlas.
Demikianlah seseungguhnya seorang yang sedang haidh diperbolehkan membaca al-Quran selama tidak diniatkan untuk berzikir maupun berdoa demikian pula membaca tahlil dan tahmid dan takbir. Bahakan dalam kitab al-Mizanul Kubra diterangkan dengan tegas bahwa Imam Malik memperbolehkan wanita haidh membaca al-Quran. (Pen/Red. Ulil H)
Dari Nu Online: nu.or.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar