Jumat, 14 September 2007

Sepuluh Faedah Menziarahi Makam Rasulullah SAW

Islam mengajurkan umatnya berziarah ke makam Rasulullah SAW di Madinah. Kalau menziarahi makam orang tua dan makam orang saleh dianjurkan, maka makam Rasul SAW lebih layak lagi untuk diziarahi. Kecuali mengingat kematian, ziarah kubur di makam ulama dan para wali terlebih lagi makam Nabi Muhammad SAW, berdaya guna untuk meraih berkah.

Rasulullah Saw sendiri menganjurkan umatnya untuk menziarahi makamnya di banyak hadits. Anjuran ini perlu untuk diamalkan mengingat beliau Saw tentunya lebih mengerti betapa tingginya kedudukan ziarah ke makam rasul.

Sepuluh Faedah Menziarahi Makam Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Sepuluh Faedah Menziarahi Makam Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

Sepuluh Faedah Menziarahi Makam Rasulullah SAW

Syekh Sayid Bakri bin Sayid M Syatho Dimyathi dalam I‘anatut Tholibin mengatakan,

? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ?. ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ?. ? ? ?. ? ? ?. ? ? ? ? ?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sebagian ulama mengatakan bahwa orang yang menziarahi makam Rasulullah SAW berhak menerima 10 kehormatan dari Allah SWT. Pertama, akan diberikan derajat tertinggi di sisi Allah. Kedua, akan disampaikan pada cita-cita tertinggi. Ketiga, akan dipenuhi kebutuhannya. Keempat, akan diberikan banyak anugerah-Nya. Kelima, akan diselamatkan dari bencana. Keenam, akan dilindungi dari aib. Ketujuh, akan dimudahkan dalam kesulitan. Kedelapan, akan diringankan bebanmya dalam musibah. Kesembilan, dapat merasakan apa yang akan terjadi. Kesepuluh, akan mendapat limpahan rahmat Allah SWT.

Orang yang mampu menempuh perjalanan ke Madinah, selayaknya tidak melewatkan kesempatan untuk menziarahi makam Rasulullah Saw. Sayang sekali kalau melewatkan kesempatan emas tersebut mengingat banyak sekali keutamaan yang Allah sediakan untuk mereka yang menziarahi makam Rasul Saw.

Di samping itu, ziarah ke makam Nabi Muhammad Saw sudah menjadi hak beliau SAW terhadap umatnya bahkan segenap makhluq Allah. Dalam mengungkapkan betapa besarnya hak Rasulullah, seseorang yang berjalan melalui kepalanya menuju makam Rasul SAW dari tempat terjauh sekalipun, tetap tidak bisa membayar hak Rasulullah Saw. Allahumma sholli wa sallim wa barik ala Sayyidina Muhammadin shollallahu alaihi wa sallam. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Kajian Sunnah, Berita, Hadits Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 26 Agustus 2007

PMII Majalengka Tekankan Keadaban Kader dalam PKD

Majalengka, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Majalengka mengadakan pelatihan kader dasar (PKD) tingkat Kabupaten Majalengka dengan tema membentuk kesadaran kader yang berkeadaban, beradab, dan menyejarah yang berlangsung dari Jumat-Senin, (16-19/9) bertempat di aula PCNU Majalengka.

PMII Majalengka Tekankan Keadaban Kader dalam PKD (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Majalengka Tekankan Keadaban Kader dalam PKD (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Majalengka Tekankan Keadaban Kader dalam PKD

Ketua panitia Wanding Ahmad Nurdin kegiatan ini untuk menggalang kembali para kader PMII pemula. dari tiap kader PMII diharuskan untuk mensinergikan program dari gerakan membaca ke analisis.

“Sebenarnya kegiatan mahasiswa yaitu membaca dan melihat (analisis, red) karena mahasiswa bagian struktur yang tertinggi dalam pengetahuan. Selain itu, kegiatan ini untuk melahirnya peradaban manusia maju dan menyejarah,” ujar guru Penjas itu.

Lanjut Wanding, selain itu, mahasiswa merupakan struktur tertinggi dalam bagian ilmu pengetahuan begitu juga PMII salah satu pergerakan maka inilah minatur lahirnya peradaban manusia maju dan menyejarah,” kata Alumi PMII ini

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Selain itu, gerakan mahasiswa dan segala merupakan struktur tertinggi dalam bagian ilmu pengetahuan begitu juga PMII salah satu pergerakan maka inilah minatur lahirnya peradaban manusia maju dan menyejarah,” kata laki-laki berkacamata ini. (Tata Irawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Meme Islam, Olahraga Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 06 Agustus 2007

Masjid Tiban, Masjid Tertua di Karanganyar

Karanganyar, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Jika kaki menginjakkan pelataran Masjid Tiban, niscaya sepasang mata akan menemukan sudut-sudut bangunan yang unik. Masjid yang memiliki nama resmi Masjid Darul Muttaqin ini terletak kurang lebih 9 KM di sebelah utara Kota Karanganyar, tepatnya di Dukuh Pulosari Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Masjid Tiban, Masjid Tertua di Karanganyar (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Tiban, Masjid Tertua di Karanganyar (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Tiban, Masjid Tertua di Karanganyar

Salah satu tokoh masyarakat, Joko Purnomo? menuturkan bahwa Masjid Tiban adalah peninggalan Waliyullah Eyang Abdullah Fattah atau biasa panggil Mbah Dullah. Nama “Masjid Tiban” adalah sebutan populer masyarakat sekitar.

Masjid ini, tambah Joko, mungkin tertua di Kabupaten Karanganyar, sebab nenek moyang dulu atau masyarakat Pulosari dan sekitarnya saja tidak mengetahui kapan berdirinya masjid tersebut. Yang jelas sejak adanya Dukuh Pulosari, masjid ini sudah berdiri.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Kemungkinan (masjid) ini usianya sejajar dengan Masjid Agung Demak. Sebab Jika dilihat dari bentuk mahkota, mimbar serta tiang tengah yang ada di dalamnya,? menyerupai sekali dengan Masjid Agung Demak, tapi sebagian mahkotanya sudah rusak karena termakan usia,” ujar Joko, Selasa (30/6).

Pada bagian belakang masjid Tiban, terdapat beberapa makam tua, salah satunya adalah makam Eyang Abdullah Fattah. “Khususnya tiap malam Jumat Legi dan malam Jumat kliwon, masjid tersebut banyak sekali pengunjungnya (untuk ziarah, red),” tuturnya. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Sunnah, Sholawat Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 02 Juni 2007

NU Sayangkan Pemberian Grasi untuk Dua Gembong Narkoba

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyayangkan pemberian grasi untuk dua gembong narkoba oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Langkah tersebut dinilai sebagai penggunaan hak konstitusional yang tidak tepat.?

"Dengan segala hormat, untuk keputusan grasi itu saya menyatakan tidak sependapat," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Jumat (12/10).?

Kiai Said beralasan, pemberian grasi tersebut dikhawatirkan melemahkan semangat pengenaan efek jera sebagai tujuan akhir keputusan hukum terhadap terpidana kasus peredaran narkoba.

NU Sayangkan Pemberian Grasi untuk Dua Gembong Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sayangkan Pemberian Grasi untuk Dua Gembong Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sayangkan Pemberian Grasi untuk Dua Gembong Narkoba

"Tirulah China dan Singapura. Tidak peduli warga negaranya sendiri, jika terjerat peredaran narkoba hukumannya pasti berat. Mereka jelas non muslim dan bisa, kita kok tidak," tambah Kiai Said tegas.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) PBNU Andi Najmi Fuaidi, juga menyesalkan pemberian grasi tersebut. Andi menilai itu sebagai tindakan penggunaan hak konstitusional yang tidak tepat oleh Presiden, karena peredaran narkoba masuk dalam 20 jenis kejahatan serius yang mengancam setiap bangsa sebagaimana teroris, korupsi, dan pembunuhan massal atau genocida.?

"Pemberian grasi adalah hak konstitusional Presiden. Namun demikian pemberian grasi atas terpidana kasus peredaran narkoba teramat sangat mengusik rasa keadilan masyarakat," tegas Andi.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Lebih lanjut Andi mengkhawatirkan langkah Presiden tersebut dapat menimbulkan kegalauan kepada kelompok masyarakat yang tengah berjihad memberantas narkoba.

Seperti diberitakan, Presiden SBY mengabulkan pengajuan grasi oleh 2 gembong narkoba Deni Setia Maharwan alias Rapi Mohammed Majid, dan Merika Pranola alias Ola alias Tania. Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha, mengatakan pemberian grasi tersebut dilakukan SBY atas dasar perhatiannya kepada warga negara Indonesia yang dijatuhi vonis hukuman mati dalam kasus pidana.?

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Nabil Haroen

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Warta, Hikmah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rabu, 16 Mei 2007

Impian Gus Dur Membangun Poros China-India

Sebagai kepala negara kala itu, KH Abdurrahman Wahid (1940-2009) memiliki kecerdasan membaca peta geo-politik dan geo-strategis internasional. Langkah-langkah Gus Dur tidak mudah ditebak. Manuver Gus Dur terkadang membingungkan lawan politik maupun analis. Namun, gerak cepat Gus Dur sangat jitu.

Langkah politik Gus Dur yang tidak mudah dibaca ini, sering dianggap kontroversial. Padahal, Gus Dur memiliki perhitungan sangat matang dalam setiap gerak politiknya. Gus Dur juga menganalisa dengan beragam pengalaman serta endapan bacaan yang dikuasai.

Membaca peta ekonomi dunia, Gus Dur melihat geliat pertumbuhan China dan India yang massif. Kedua negara ini, memiliki penduduk besar dengan sumber daya yang terus meningkat kualitasnya. Peneliti dan dosen dari China dan India banyak yang berkiprah sebagai profesor di beberapa kampus bergengsi di Amerika dan Eropa. Selain itu, pasar domestik yang terus tumbuh dan demografi yang sedemikian besar, menjadi peluang ekonomi serta kekuatan politik.

Impian Gus Dur Membangun Poros China-India (Sumber Gambar : Nu Online)
Impian Gus Dur Membangun Poros China-India (Sumber Gambar : Nu Online)

Impian Gus Dur Membangun Poros China-India

Gus Dur konsisten dengan prinsip ekonominya, ia mendapat tekanan keras dari IMF. Meski demikian, Gus Dur tidak patah arang, ia tetap konsisten dengan gagasan dan kebijakan yang pro-rakyat. Gus Dur melawan IMF dengan membangun poros Jakarta-Beijing -New Delhi. Membangun poros ini, Gus Dur dengan sadar memainkan jurus diplomasi untuk merebut pasar dunia.

Selain itu, Gus Dur tidak bersedia menjual aset-aset potensial, serta perusahaan yang membawa bendera Indonesia. Semisal: Texmaco, yang memiliki utang segunung. Gus Dur tidak bersedia melikuidasi dan menjualnya kepada investor asing. Gus Dur ingin agar perusahaan-perusahaan dapat mengibarkan bendera Indonesia, dengan kekuatan ekonomi dan sumber daya.

Hingga Gus Dur dimakzulkan DPR, IMF tidak bersedia mencairkan pinjaman ke kabinet persatuan Gus Dur-Mega. Gus Dur memang sejak awal tidak ingin utang Indonesia semakin menumpuk, hingga tidak memiliki kebebasan politik dan kedaulatan diplomasi di dunia internasional. Menumpuk utang, hanya akan menjadikan Indonesia semakin terpuruk.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sebaliknya, pada era kepemimpinan Megawati, IMF dengan mudah mencairkan pinjaman. Apakah pinjaman ini gratis? Tentu saja tidak. IMF meminta kompensasi berupa kepatuhan, dalam program-program penjualan aset negara. Satu demi satu, aset-aset negara yang potensial berpindah ke tangan penguasa dan investor asing (Ishak Rafick, Catatan Hitam Lima Presiden Indonesia, 2008).

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Politik luar negeri Indonesia, pada masa Gus Dur berpijak pada tiga prinsip. Melalui Menteri Luar Negeri Alwi Shihab, Gus Dur mengintrodusir tiga elemen kunci politik luar negeri. Pertama, menjaga jarak dengan semua negara. Kedua, hidup bertetangga yang baik, dan ketiga, "kebajikan universal". Tiga poin inilah yang menjadi panduan diplomasi politik internasional Indonesia, pada masa pemerintahan Gus Dur (Budiarto Shambazy, Politik Luar Negeri Gus Dur, 2010).

Di tengah situasi politik yang memanas, Gus Dur menggelar konferensi internasional yang dihadiri belasan kepala negara. Akhir Mei 2001, diselenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-15, di Jakarta Convention Center. G-15 merupakan forum informal negara-negara sedang berkembang dengan tujuan melakuan dialog-dialog dengan negara maju (G-8). Penyebutan G-15 merujuk pada jumlah negara yang bergabung pada awalnya. Namun, di kemudian hari beberapa negara berkembang ikut serta.

Di sesela KTT G-15 itu, diselenggarakan pula Indonesian International Telecommunication and Information Technology (IITELMIT). Memperindag Luhut Binsar Pandjaitan mempersiapkan agenda ini, sekaligus membuka acara. IITLEMIT mempertemukan sejumlah perusahaan IT, serta menghadirkan menteri-menteri di bidang IT anggota G-15. Jelas, Gus Dur memiliki proyeksi pengembangan teknologi untuk menopang ekonomi negara-negara berkembang.

Gus Dur juga mengundang menteri IT dari India dan China ke istana negara untuk ngobrol. Seperti biasa, Gus Dur menyapa ramah tamu-tamunya dan menyajikan humor-humor segar yang membuat tamunya terpingkal-pingkal. Setelah akrab, Gus Dur melempar diskusi serius, menyodorkan impiannya, sebagaimana dikisahkan Adhie M Massardi (Gus Dur dan Poros Impian, 2014). ? ?

"Sesungguhnya, kita bertiga ini mewakili tiga negara yang kalau ditotal penduduknya, hampir setengah penghuni dunia," ungkap Gus Dur. Sontak saja, pejabat dari China dan India terperanjat.

"Kalau kita kompak, kita bisa menguasai paling tidak setengah pasar dunia atas produk IT kita. Jadi, kalau RRC yang kuat di sektor hardware dan India yang canggih di bidang software, serta Indonesia dapat membantu di kedua sektor itu bersatu, kita bisa melahirkan produk IT yang berkualitas dan menguasai pasar dunia," terang Gus Dur.

Gus Dur telah lama bermimpi membangun poros Jakarta-Beijing-New Delhi. Dalam bayangan Gus Dur, poros inilah yang mampu menahan gempuran serta dominasi Amerika Serikat-Eropa dalam beberapa bidang. Jika Indonesia, China dan India bersatu, maka akan membentuk sinergi yang hebat dalam bidang politik, keamanan dan ekonomi. Impian yang sekarang terbukti kebeneran pengaruh strategisnya.

Munawir Aziz, Peneliti Islam dan Kebangsaan.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Sejarah, Pesantren, Bahtsul Masail Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 10 Mei 2007

Pelajar NU Kerahkan Relawan ke Longsor Banjarnegara

Banjarnegera, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pelajar-pelajar NU dari Pekalongan, Kedu dan Banyumas turut berpartisipasi mencari korban bencana longsor yang menerjang Dusun Jemblung, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah pada 12 Desember 2014 lalu.

Pelajar NU Kerahkan Relawan ke Longsor Banjarnegara (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kerahkan Relawan ke Longsor Banjarnegara (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kerahkan Relawan ke Longsor Banjarnegara

Corp Brigade Pembangunan (CBP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Korp Kepanduan Putri (KKP) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama dari tiap kabupaten tersebut mengirimkan 10 relawan. Disusul kemudian cabang IPNU lain, yaitu Purbalingga, Batang.

“Kami sangat senang karena banyak rekan-rekan IPNU dari cabang-cabang sekitar yang peduli terhadap bencana longsor di kabupaten kami. Alhamdulillah, mereka juga mengirimkan anggota CBP-nya untuk menjadi relawan,” ungkap Mad Solihin, Ketua Pimpinan Cabang IPNU Banjarnegara, kepada NU Onlline Rabu (17/12).

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ahmad Yusuf, Ketua PC IPNU Kabupaten Batang yang juga turun sebagai relawan bersama anggotanya menerangkan, bahwa kondisi lokasi longsor masih sangat memperihatinkan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Bahkan, tambah dia, dalam proses evakuasi jenazah pada hari Senin pagi kemarin, ia bersama relawan CBP lainnya berhasil menemukan jenazah seorang wanita di dalam mobil yang tertimbun material longsoran.

Melihat kerja keras dari seluruh kader IPNU yang turut serta dalam kegiatan kemanusiaan tersebut, Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat H. Muhammad Nahdhy menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras dari seluruh kader CBP dan IPNU pada umumnya yang telah ikut serta dalam kegiatan kemanusiaan ini,” ungkapnya saat terjun ke lokasi bencana  Rabu (17/12).

Selain dalam bentuk bantuan tenaga untuk pencarian korban longsor, beberapa cabang IPNU juga melakukan penggalangan dana di berbagai daerah untuk membantu para korban longsor.

Kota Pekalongan misalnya, PC IPNU-IPPNU menginstruksikan kepada seluruh PAC IPNU-IPPNU untuk terjun ke komisariat-komisariat dan tempat umum untuk menggalang dana. Begitu pula dengan PC IPNU-IPPNU Banjarnegara dan Batang yang juga melakukan hal yang sama untuk meringankan penderitaan korban longsor. (Slamet Ng/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah PonPes Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 06 April 2007

Bantu Polres, GP Ansor Depok Turunkan 100 Banser Amankan Gereja

Depok, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Gerakan Pemuda (GP) Ansor NU Depok kembali turut serta mengamankan peringatan Hari Natal. Pengamanan ini menyebar di sejumlah titik ? gereja di Kota Depok. Sebanyak 100 personel Banser akan menjaga keamanan dan kenyamanan ibadah pengunjung gereja saat Natal.

Hal itu dibenarkan Ketua GP Ansor NU Depok Abdul Kodir. "Kita ikut serta serta ? mengamankan gereja saat Natal. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam upaya menjaga kondusifitas dan kenyamanan umat beragama dalam menjalankan ibadah," ujarnya.

Bantu Polres, GP Ansor Depok Turunkan 100 Banser Amankan Gereja (Sumber Gambar : Nu Online)
Bantu Polres, GP Ansor Depok Turunkan 100 Banser Amankan Gereja (Sumber Gambar : Nu Online)

Bantu Polres, GP Ansor Depok Turunkan 100 Banser Amankan Gereja

Kodir mengungkapkan, upaya pengamanan gereja saat Natal merupakan agenda rutin. Langkah tersebut juga merupakan bagian dari menjaga stabilitas kemanan dari masyarakat melalui organisasi massa. Meski begitu, dalam menjalankan pengamanan tersebut pihaknya berkordinasi dengan sejumlah pihak seperti Polresta Depok.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Tentunya dalam pengaman gereja nanti, kita berkoordinasi dengan pihak terkait," ujarnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ia berharap, peringatan Natal berjalan dengan suasana kondusif dan aman. Dia menilai, ancaman keamanan kapan saja bisa terjadi. Apalagi, lanjutnya, kondisi saat ini bisa dipahami berdekatan dengan tahun baru dan pascapilkada.

"Kita hanya berupaya dalam mewujudkan keamanan dan kenyamanan dalam menjalankan ibadah. Sebagai bentuk solidaritas antaragama dan menjaga keutuhan umat beragama dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika," tandasnya. (Aan Humaidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Budaya, Makam Pondok Pesantren Attauhidiyyah