Minggu, 12 Oktober 2008

Fatayat NU Malaysia Berkomitmen Beri Solusi Permasalahan TKW

Kuala Lumpur, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pengurus Pusat  Fatayat NU memberikan orientasi kepada pengurus PCI Fatayat NU Malaysia, Senin (25/9). Orientasi bertujuan  menyemangati para pengurus PCI Fatayat NU Malaysia yang dilantik sehari sebelumnya.

Fatayat NU Malaysia Berkomitmen Beri Solusi Permasalahan TKW (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Malaysia Berkomitmen Beri Solusi Permasalahan TKW (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Malaysia Berkomitmen Beri Solusi Permasalahan TKW

“Organisasi Fatayat NU harus mampu menjawab kebutuhan dan kepentingan para kader perempuan NU di Malaysia,” ujar Sekretaris Umum PP Fatayat NU, Margareth Aliyatul Maimunah.

Ketua Bidang Keorganisasian PP Fatayat NU, Nadhifa mengungkapkan banyaknya jumlah tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia. “Di antara mereka banyak yang terlibat permasalahan hukum,” tambahnya.

Perempuan yang juga staff ahli Mentri Ketenagakerjaan ini juga mengungkapkan dengan berbagai masalah yang dialami TKW di Malaysia, PCI Fatayat Malaysia harus dapat membantu para TKW tersebut dalam advokasi hukum.  

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sementara itu, Ketua PCI Fatayat NU Malaysia Kiki Rizki Makiya, menyampaikan tugas dan tantangan Fatayat semakin berat.

“Tetapi yang paling penting adalah tidak boleh keluar dari ideologi kita, yaitu ahlussunah wal jamaah,” ujarnya.

Pelantikan PCI Fatayat NU Malaysia mengambil moto Jadilah orang yang tangguh dan mampu struggle. Kiki menegaskan, dengan moto itu  tidak ada kalimat menyerah dan buntu dalam menyampaikan amanah. (Uswah/Kendi Setiawan)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Kajian Sunnah, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 22 Agustus 2008

GP Ansor Pilih Bergerak Memberi Manfaat daripada Nyinyir di Medsos

Denpasar, Pondok Pesantren Attauhidiyyah 



Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor mengapresiasi seluruh pimpinan wilayah, cabang hingga ranting yang terus menunjukan komitmen kemanusiaan. Satu di antaranya, membantu pengungsi Gunung Agung di Provinsi Bali.

GP Ansor Pilih Bergerak Memberi Manfaat daripada Nyinyir di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pilih Bergerak Memberi Manfaat daripada Nyinyir di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pilih Bergerak Memberi Manfaat daripada Nyinyir di Medsos

Hal tersebut sebagai penegasan bahwa pemuda Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia lebih memilih bergerak daripada pandai unjuk celoteh atau nyinyir di media sosial tanpa memberi kontribusi bagi negara, kemanusiaan dan agama.

"Pimpinan Pusat Pemuda Ansor kemarin (Selasa, 10 Oktober 2017) menyalurkan bantuan bagi saudara-saudara kita yang sedang dalam pengungsian," ujar Wakil Ketua Umum PP GP Ansor H Alfa Isnaeni, di Denpasar, Rabu (11/10).

Kasatkornas Banser itu melanjutkan, bantuan disalurkan lebih dari Rp50 juta. Meliputi kebutuhan konsumsi untuk orang dewasa hingga balita senilai Rp25 juta. Kemudian Rp25 juta untuk kebutuhan sarana air bersih.

Bantuan lain disalurkan ialah masker. Termasuk bantuan operasional bagi Banser yang tengah melakukan tugas kemanusiaan bagi sekitar 660 pengungsi Gunung Agung, di Desa Buitan Kecamatan Manggis, Kabupaten Karang Asem.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sumbangan dari Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas itu disampaikan Kasatkornas didampingi Kepala Satuan Unit Khusus  Nasional Banser Husada (Basada) Yunianto Wahyudi dan Kepala Satuan Unit Khusus Nasional Banser Tanggap Bencana (Bagana) Chabibullah.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Kami juga melakukan koordinasi dengan Posko Induk di PWNU Bali. Lalu melanjutkan silaturahim dengan para pengungsi di Posko yang dibuat jajaran PC Ansor dan Satkorcab Banser Karangasem di Masjid Al Hikmah," kata Alfa lagi.

Kehadiran jajaran Satkornas ke lokasi pengungsian didampingi Ketua PW Ansor Bali Amron Sudarmanto dan Kasatkorwil Banser Suraji. Di lokasi pengungsian itu, mereka disambut jajaran PCNU, PC Ansor dan Satkorcab Banser Karangasem.

"Pimpinan Pusat Pemuda Ansor dan Satkornas Banser mengapresiasi respon dilakukan kader di Karangasem yang melakukan pendampingan dalam bentuk terapi psikologi. Pengajaran keagamaan serta melibatkan langsung para pengungsi untuk pengelolaan dapur umum," papar Kasatkornas.

Jika status Gunung Agung sudah kembali dalam kondisi normal, maka ujar Chabibullah menambahkan, perlu adanya peningkatan kapasitas Banser dalam penanganan kebencanaan. Rencana itu disambut baik sehingga akan digelar Diklatsus Khusus Bagana. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pendidikan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 18 Juli 2008

Keluarga NU Tunisia Gelar Orientasi Kader

Tunis, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Keluarga Nahdlatul Ulama (KNU) Tunisia memulai kegiatan orientasi bagi para anggota, Sabtu (21/11) kemarin di Tunis. Kegiatan akan berlanjut dalam beberapa sesi selama bulan Nopember-Desember 2014.

Keluarga NU Tunisia Gelar Orientasi Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
Keluarga NU Tunisia Gelar Orientasi Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

Keluarga NU Tunisia Gelar Orientasi Kader

Kegiatan yang dilakukan dalam rangka memperkuat pemahaman anggota tentang ke-NU-an dan ke-aswaja-anini diikuti oleh 35 orang mahasiswa warga NU. Pada Sabtu kemarin, Dr KH Fuad Tohari (Wakil Ketua LBM PBNU) dan Dr. Ahmad Kholil Yasir (Dosen STAIN Kediri) memberikan orientasi sesi pertama. ?

Mengawali pemaparannya, KH Fuad menjelaskan latar belakang sejarah pendirian NU, serta berbagai problematika yang mewarnai perjalanan jamiyyah ini hingga era reformasi. Kemudian, disampaikan pula tantangan-tantangan yang dihadapi jamiyyah NU pada era modern ini.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menurutnya, tantangan berasal dari luar NU, terutama adanya ekspansi ideologi dan gerakan transnasional yang merasuki masyarakat nahdliyin di tanah air.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Para mahasiswa yang belajar di luar negeri, seharusnya lebih memahami dan mampu mewaspadai gerarakan-gerakan transnasional ini", kata Kyai Fuad.

Sedangkan tantangan yang bersifat internal adalah persoalan-persoalan keumatan seperti kemiskinan dan rendahnya tingkat pendidikan umat. "Itu semua adalah PR besar bagi warga NU, termasuk para mahasiswa yang sedang menimba ilmu di luar negeri", tutur KH Fuad yang juga dosen UIN Jakarta ini.

Karena itu, lanjut Fuad, para kader muda NU harus menyiapkan diri agar saatnya nanti siap melanjutkan estafet kepemimpinan yang akan diwariskan para ulama generasi sekarang.

Sedangkan Dr Kholil mendorong para kader NU di Tunisia untuk mengoptimalkan perannya melalui jamiyyah Nahdlatul Ulama. "Pengalaman berorganisasi selama masa kuliah adalah modal besar bagi terciptanya para pemimpin handal di masa yang akan datang", tutur Kholil.

Pada acara sambutan pendahuluan, ketua Keluarga Nahdlatul Ulama (KNU) Dede Ahmad Permana menjelaskan, KNU Tunisia didirikan sebagai wadah silaturahmi warga nahdliyin di Tunis, sekaligus sebagai rintisan pendirian PCINU Tunisia. "Pembenahan internal dan kelengkapan organsasi telah dilakukan secara bertahap, sambil mengurus pengajuan SK ke PBNU," tutur mahasiwa S3 Universitas Zitouna ini.

Di Tunisia, saat ini terdapat sekitar 150 WNI, termasuk di dalamnya 70 mahasiswa yang sedang menimba ilmu di sejumlah lembaga pendidikan, seperti Universitas Zitouna, Universitas Tunis dan Universitas Manouba. Mereka berasal dari berbagai daerah di tanah air dan rata-rata lulusan pesantren.

Potensi itu dapat dioptimalkan dalam rangka transformasi wacana-wacana keislaman anara Tunisia dan Indonesia, mengingat umat Islam Tunisia yang berakidah Ahlussunnah dan bermazhab Fiqh Maliki, dikenal sangat moderat dan toleran. Hal ini sejalan dengan karakter umum umat Islam Indonesia dan sebagaimana prinsip tawassuth, tawazun dan tasamuh yang diusung oleh jamiyyah NU.? (Madid-Muntaha-Dede/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pahlawan, Quote Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 24 Juni 2008

Libatkan Cabang, PMII Jatim Gelar Dialog Kebangsaan

Surabaya, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pengurus Koordinator Cabang PMII Jawa Timur, menggelar Dialog Kebangsaan bertajuk "Merangkai Kerukunan di Tengah Keberagaman," Sabtu (20/6). Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur Boedi Soepratikno, Sekretaris Umum KNPI Jawa Timur H Muslich Hasyim, dan Ketua Yayasan Pondok Kasih Surabaya Hanna Amalia Handayani Ananda, hadir sebagai pembicara dalam forum ini.

"Maraknya kasus kekerasan berlatarbelakang agama, suku, etnis, ditengarai sebagai sebuah tantangan terbesar pengelolaan keberagaman yang selama ini menjadi identitas bangsa Indonesia," kata Ketua Umum PKC PMII Jawa Timur Muhammad Zunaidi dalam pidato pembukaannya di aula PWNU Jawa Timur, Surabaya.

Libatkan Cabang, PMII Jatim Gelar Dialog Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Libatkan Cabang, PMII Jatim Gelar Dialog Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Libatkan Cabang, PMII Jatim Gelar Dialog Kebangsaan

PMII Jawa Timur sebagai organisasi kepemudaan menggagas dialog ini sebagai bagian dari sumbangsih terhadap bangsa dalam merangkai kerukunan di tengah kemajemukan yang ada di Jawa Timur, imbuhnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dialog yang dihadiri kurang lebih 200 kader PMII dari cabang-cabang se-Jawa Timur, ini mengikrarkan kembali sumpah pemuda untuk merefleksikan perjuangan para pendiri bangsa dalam menyatukan pemuda-pemuda bangsa.

Dalam kesempatan yang sama, Boedi Soepratikno, menjabarkan beberapa program Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur dalam menjaga kesatuan dan kerukunan di Jawa Timur.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sebagai representasi Pemerintah, Bakesbang telah menyelenggarakan berbagai forum yang diikuti beragam elemen masyarakat agar tercipta silaturahmi dan kerukunan antar umat beragama di Jatim.

Sementara, Muslich menegaskan, Perjuangan Islam Indonesia yang dipelopori oleh PMII sebagai salah satu bagian dari NU melanjutkan perjuangan KH Hasyim Asyari dalam menjaga kerukunan keberagaman di Indonesia, ujarnya. (Iqbal/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Nasional, Pertandingan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 24 Mei 2008

Pemutaran Video Sejarah PCINU Maroko Awali Konferensi

Rabat, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Penampilan santri berprestasi yang tengah mengikuti program kelas internasional di Universitas Ibnu Thofail kota Kenitra, membuka konferensi cabang ke-2 PCINU Maroko dengan menyanyikan himne Pelajar NU dan sholawatan di auditorim Institut Dar El-Hadith Al-Hasaniyah, Rabat, Maroko. Usai itu mereka menyaksikan pemutaran film dokumenter perihal sejarah berdirinya PCINU Maroko.

Pemutaran Video Sejarah PCINU Maroko Awali Konferensi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemutaran Video Sejarah PCINU Maroko Awali Konferensi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemutaran Video Sejarah PCINU Maroko Awali Konferensi

Anggota Majelis Ilmi Kota Kenitra Maroko, Ahmad ‘Aid Bahdah, berkesempatan membuka secara resmi forum bergengsi ini, Ahad (10/8).

Tampak hadir dalam pembukaan konferensi ini antara lain Dubes RI untuk Kerajaan Maroko H Tosari Widjaja, utusan direktur Institut Dar El-hadith Al-Hasaniyah, staf KBRI Rabat, Mustasyar PCINU Maroko H Husnul Amal, Prabowo Wiratmoko Jati, warga NU di Maroko, anggota Persatuan Pelajar Indonesia Maroko beserta, dan sejumlah tamu undangan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ketua panitia konferensi ini Fairuz Ainun berharap agar PCINU ke depan dapat menciptakan sistem organisasi yang baik dan ke luar meningkatkan hubungan keagamaan dengan ulama Maroko.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sementara H Tosari Widjaja mengimbau anggota PCINU Maroko untuk menangkap isyarat kelahiran PCINU bukan hanya sebagai wadah untuk kongko atau berdiskusi semata tanpa makna apapun.

“Kelahiran PCINU Maroko berpijak dari sebuah amanah dari PBNU agar PCINU dapat menjadi duta-duta Islam Aswaja Indonesia untuk berbagai negara khususnya di Maroko,” kata H Tosari.

Forum konferensi ini akhirnya memberikan amanah kepada Alvian Zahasvan sebagai Rais Syuriyah dan Kusnadi El-Ghezwa sebagai Ketua PCINU Maroko untuk masa bakti 2014-2016.

Kusnadi dalam menyatakan visinya ke depan, menginginkan PCINU Maroko yang familiar, bermartabat dan bermuatan intelektual. Ia pun mengajak kepada semua pengurus dan anggota PCINU Maroko untuk bekerja sama sehingga program Go Internasional NU dapat terwujud. (Red. Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Daerah, Quote, News Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 15 April 2008

Gus Dur Pembela Pertama dalam Suaka Kemanusiaan Romo Sandy

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Ignasius Sandyawan Sumardi (Romo Sandy) mengatakan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah Uskup (dari NU) yang pertama membelanya. Pernyataan itu sangat beralasan bagi Romo Sandy sebab Gus Dur (selain juga Romo Mangunwijaya dan Danuwinata) adalah tokoh yang menjadi pembela Romo Sandy dalam gerakan Suaka Kemanusiaan Kasus 27 Juli 1996.

Romo Sandy mengisahkan pengalaman tersebut dalam Forum Jumat Pertama (FJP) Jaringan Gus Durian, Jumat (2/9) malam di Griya Gus Dur, Jl. Taman Amir Hamzah Jakarta Pusat. FJP malam itu bertema ‘Gus Dur dan Rakyat Kecil’, didatangi puluhan hadirin, yang mayoritas kaum muda.

Gus Dur Pembela Pertama dalam Suaka Kemanusiaan Romo Sandy (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Pembela Pertama dalam Suaka Kemanusiaan Romo Sandy (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Pembela Pertama dalam Suaka Kemanusiaan Romo Sandy

Menurut Romo Sandy, sejak perjumpaan pertamanya yang terjadi saat Gus Dur masih sebagai intelektual muda NU yang vokal dan cerdas, telah menggunggah inspirasi baginya. Ia menilai pemikiran Gus Dur sangat orisinil dan otentik.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Hal lainnya yang juga sangat mengesankan dari Gus Dur adalah setiap Romo Sandy, datang Gus Dur selalu sudah bersentuhan dengan perkara sehingga Gus Dur menjadi ‘tukang kompor’.

“Kalau sudah ingin melakukan (niat baik), ya sudah. Lakukan dengan sungguh-sungguh, jangan setengah-setengah. Artinya Gus Dur itu sangat total. Dalam hal apa pun selalu begitu,” terang Romo Sandy.

Kesan ketotalan dari Gus Dur itu mengingatkan Romo Sandy kepada salah satu pesan guru silatnya saat mengambil pendidikan di Seminari Menengah Santo Petrus Kanisius, Mertoyodan Magelang.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

”Kowe nek dadi pendekar, dadio pendekar beneran (kalau? kamu ingin menjadi pendekar, jadilah pendekar sejati atau sungguhan),” kata Romo Sandy mengutip pesan gurunya.

Pesan tersebut, berpadu dengan sosok Gus Dur, menjadikan Romo Sandy semakin bersemangat dan mantap dalam perjuangan membela kemanusiaan. Romo Sandy lalu menyebut beberapa gerakan yang ia lakukan dan menyebabkannya sering berinteraksi dengan Gus Dur.

Dalam perjumpaan-perjumpaan tersebut, Gus Dur, menurut Romo Sandy membaur dengan rakyat kecil, tanpa kesan pencitraan atau dibuat-buat. Hal yang sangat berbeda dengan para politikus lainnya.

Terhadap dunia politik, Gus Dur menjadikan politik sebagai sesuatu yang substansial, artinya politik sebagai sesuatu yang bersentuhan dengan persoalan-persoalan kehidupan masyarakat sehari-hari. Gus Dur sama sekali jauh dari politik artifisial atau politik dagang sapi, di mana politik hanya menjadi ajang tawar menawar kekuasaan.

“Yang paling ujung di dalam politik adalah kemanusiaan. Oleh karena itu Gus Dur sangat demokratis, tidak pernah menolak berdialog dengan siapa pun,” kenang Romo Sandy.

Romo Sandy meneruskan, Gus Dur juga menjadi semacam pantulan dari setiap orang yang datang, termasuk Romo Sandy. Saat bertemu dengannya, ia tidak akan menceramahi. Hal itu memberi pelajaran bahwa pendidikan yang diberikan Gus Dur seperti model pendidikan dalam filsafat Yunani, di mana ada persentuhan yang kuat.

Adalah tugas kita dalam mengembangkan pendidikan seseorang, seperti bidan yang membantu melahirkan ilmu yang sudah ada dalam jiwa atau roh orang tersebut. Dan itulah yang dilakukan Gus Dur karena substansi pendidikan adalah fasilitator pembebasan manusia.

Romo Sandy meyayangkan, saat ini sangat sulit menemukan—kalau bukan tidak ada—sosok seperti Gus Dur. Menurut Romo Sandy, anak-anak muda sekarang tidak orisinil. Dalam mencari pendidikan atau pengetahuan, bahkan membentuk dirinya, mereka mendasarkannnya pada apa yang disajikan oleh internet, mendengar dan menonton audio visual yang tersedia di ineternet. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Kiai Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 08 April 2008

PBNU: Kami Bangga Blitar Juara Umum NU Award 2017

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kabupaten Blitar, Jawa Timur, Senin (31/7), bersilaturahim ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta. Rombongan terdiri dari perwakilan seluruh Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) di kabupaten setempat.

Pada tahun ini PCNU Kabupaten Blitar kembali meraih Juara Umum NU Award yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Kunjungan tersebut sebagai pemenuhan nazar atas capaian ini.

PBNU: Kami Bangga Blitar Juara Umum NU Award 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Kami Bangga Blitar Juara Umum NU Award 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Kami Bangga Blitar Juara Umum NU Award 2017



(Baca: Juara Umum NU Award 2017, NU Blitar Ajak MWC Ke PBNU)


Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rombongan yang berangkat dari Blitar menggunakan bus sejak kemarin ini diterima Ketua PBNU H Aizzuddin Abdurrahman dan Robikin Emhas, serta Wasekjen PBNU Masduki Baidlowi dan Ishfah Abidal Aziz. Turut hadir Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU Anggia Ermarini.

“Terus terang kami bangga atas prestasi PCNU Blitar dalam Nu award di Jawa Timur,” kata Robikin di hadapan rombongan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah



(Baca: PCNU Blitar Berhasil Pertahankan Juara Umum NU Award 2017)


Ia juga mengingatkan sejumlah tantangan NU di bidang kesehatan, pendidikan, keagamaan, dan teknologi siber. Robikin mendorong cabang-cabang NU di seluruh Indonesia untuk berperan aktif dalam meningkatkan khidmah ke masyarakat.

Selain itu mereka juga menerima wawasan soal persiapan perhelatan Munas-Konbes NU yang bakal digelar di Nusa Tenggara Barat pada November mendatang. Ishfah dalam kesempatan itu menyampaikan salah satu materi yang akan dibahas di forum tertinggi kedua setelah Muktamar NU itu adalah soal Peraturan Organisasi (PO) yang mengatur urusan permohonan Surat Keputusan (SK). (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Khutbah, Pertandingan Pondok Pesantren Attauhidiyyah