Jumat, 20 Maret 2015

Rektor IAI Nganjuk Dorong Anak Muda Masuk Perguruan Tinggi

Nganjuk, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Generasi muda menjadi bagian penting untuk pembangunan bangsa. Karenanya, perlu diberikan perhatian khusus bagi anak muda Indonesia masuk perguruan tinggi, terlebih hanya 9 persen masyarakat kita yang pernah mengenyam perguruan tinggi.

Demikian pernyataan Rektor Institut Agama Islam (IAI) Pangeran Diponegoro, Drs Riduwan M.Pd.I, saat membuka Sanlat BPUN 2016, di Aula Kampus Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro, Nganjuk, Jawa Timur, Ahad (10/4).

Rektor IAI Nganjuk Dorong Anak Muda Masuk Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rektor IAI Nganjuk Dorong Anak Muda Masuk Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rektor IAI Nganjuk Dorong Anak Muda Masuk Perguruan Tinggi

Menurut Riduwan, salah satu syarat menjadi negara maju yakni harus mendorong anak-anak muda supaya lebih banyak lagi masuk ke perguruan tinggi. "Sekarang ini baru 9 persen anak-anak Indonesia yang masuk ke perguruan tinggi, setidaknya harus 20 persen. Malaysia sudah 20 persen, jangan sampai anak muda usia 18-21 semakin sedikit yang masuk ke perguruan tinggi," ujarnya.

Indonesia dalam beberapa tahun ke depan, lanjut dia, berada pada masa emas, dimana jumlah usia produktif rakyat Indonesia mendominasi. Sementara di berbagai negara justru sudah sebaliknya karena masuk pada generasi tua.

Jumlah pelajar yang meneruskan ke perguruan tinggi di Indonesia kalah jauh dibandingkan Korea dan Malaysia. Ada anggapan rendahnya angka partisipasi itu karena biaya kuliah di Indonesia yang mahal.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Karenanya ? bagi pelajar yang nantinya tidak lolos seleksi pesantren kilat (Sanlat) BPUN 2016 di Kabupaten Nganjuk, pihaknya akan memberikan bantuan. “Kami Istitut Agama Islam Pangeran Diponegoro Kabupaten Nganjuk membuka beasiswa bagi siswa/siswi program beasiswa yayasan” ujar Ketua LPTNU Nganjuk ini.

Kampus IAI Pangeran Diponegoro membuka beasiswa untuk Fakultas Ushuludin dan Studi Agama (FUSA) meliputi ? Ilmu Quran dan Tafsir (IAT), Akhlaq Tasawuf ( AT), Fakultas Dakwah Komunikasi Islam (FDKI) Menejemen Dakwah (MD) dan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI).

Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro memiliki empat Fakultas ? yaitu Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) meliputi (PAI), (PGMI) dan (PGRA). Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI)) meliputi Ekonomi Syariah (ES), Hukum Tata Negara/Siyasah (HTN). Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), Manajemen Dakwah (MD) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Fakultas Usuludhin dan Studi Agama (FUSA) meliputi ? Ilmu Al Quran dan Tafsir (IAT), Akhlak Tasawuf (AT).

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Sekarang dalam proses pembangunan fakultas kesehatan (Stikes) dan Tehnik (STIT). Insyaallah tahun depan sudah beroprasi. Target kami 2020 sudah jadi universitas,” pungkas Ketua MWC NU Kecamatan Wilangan ini. (Anwar Muhammad/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pondok Pesantren Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 19 Maret 2015

Sebar Islam Damai, Gusdurian Didorong Kuasai Strategi Bermedia Sosial

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jaringan Gusdurian diharapkan tidak sekadar sebagai wadah kumpul-kumpul. Gusdurian harus memberikan dampak positif. Demikian disampaikan mantan aktivis 1998, Syafi’ Alielha, di hadapan anggota Jaringan Gusdurian, di Griya Gus Dur, Jakarta, Sabtu (5/3) sore.

Sebar Islam Damai, Gusdurian Didorong Kuasai Strategi Bermedia Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebar Islam Damai, Gusdurian Didorong Kuasai Strategi Bermedia Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebar Islam Damai, Gusdurian Didorong Kuasai Strategi Bermedia Sosial

Lebih lanjut, Syafi’ yang menjadi pembicara pada lokakarya media sosial Jaringan Gusdurian mengatakan bahwa tantangan saat ini memang besar tetapi bukan berarti tanpa peluang.

Dalam upaya menyebarkan Islam yang damai, Jaringan Gusdurian harus menguasai teknologi dan strategi bermedia sosial. Jaringan Gusdurian bisa membuat meme, status, atau membagikan link-link yang terkait Islam damai melalui media sosial.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menurutnya, masyarakat saat ini sangat haus akan informasi spiritual. Jangan sampai informasi yang tersedia hanya berasal dari golongan-golongan yang mengedepankan intoleransi dan kekerasan, yang dewasa ini begitu gencar.

Syafi’ mengingatkan, penyebaran informasi soal Islam yang damai, harus didukung dengan penguasaan bahan. Oleh karena itu, diperlukan kebiasaan membaca yang aktif.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Lokakarya media sosial tersebut merupakan rangkaian awal dari pertemuan regional Jaringan Gusdurian Wilayah Jawa Bagian Barat yang meliputi Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten, berlangsung 5-6 Maret 2016. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Quote, Lomba Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 07 Maret 2015

Tak Benar Pesantren Tak Bekali Santri Keahlian untuk Hidup

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Rais syuriyah PBNU Dr. Masyhuri Naim mengungkapkan ketidaksetujuannya pada pandangan sebagian masyarakat yang menganggap bahwa pesantren tidak memberi bekal untuk hidup.

Kiai lulusan Saudi Arabia ini menjelaskan bahwa saat ini banyak pesantren yang memberi bekal santrinya dengan berbagai ketrampilan seperti peternakan, pertanian dan bidang keahlian lainnya.

Tak Benar Pesantren Tak Bekali Santri Keahlian untuk Hidup (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Benar Pesantren Tak Bekali Santri Keahlian untuk Hidup (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Benar Pesantren Tak Bekali Santri Keahlian untuk Hidup

Ia mencontohkan pesantren Sidogiri Pasuruan yang dengan metodenya telah berhasil membuat para santrinya bisa eksis dalam berbagai bidang kehidupan. Pesantren ini telah memiliki koperasi dengan omset milyaran per tahun maupun Baitul Mal wat Tamwil (BMT) yang kini sudah menjangkau banyak kota di Jawa Timur.

Dalam sistem pengajarannya, para santri juga diminta untuk tugas belajar atau semacam KKN selama setahun sebelum mereka lulus. Program yang sudah berjalan lama ini membuat para santri belajar untuk mengajarkan ilmunya maupun belajar kehidupan secara langsung di masyarakat.

“Metode ini yang juga dilakukan oleh Rasulullah dengan mengirim sahabat-sahabatnya ke berbagai tempat sementara yang tinggal di Madinah sendiri tidak terlalu banyak sehingga Islam bisa berkembang dengan cepat,” tandasnya di PBNU disela-sela acara halaqah syuriyah, Rabu.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kiai yang kini mengajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarata ini juga menunjukkan bahwa dengan pengiriman santri ke pesantren-pesantren lainnya yang membutuhkan ustadz, akhirnya akan terbentuk jaringan antar pesantren yang bisa saling membantu. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Warta, Hikmah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rabu, 18 Februari 2015

Berdoa kepada Allah Harus Didasarkan pada Prasangka Baik

Sidoarjo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Setiap doa yang dipanjatkan manusia kepada Allah SWT, hanya Allah yang tahu kapan doa itu akan dikabulkan. Pasalnya, berdoa itu, diibaratkan Wakil Gubernur Jawa Timur, H Saifullah Yusuf, seorang anak berusia 9 tahun yang meminta motor kepada orang tuanya.

Berdoa kepada Allah Harus Didasarkan pada Prasangka Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Berdoa kepada Allah Harus Didasarkan pada Prasangka Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Berdoa kepada Allah Harus Didasarkan pada Prasangka Baik

"Berdoa itu ibarat anak kecil berusia 9 tahun minta motor ke orang tuanya. Apakah harus dikasih, kapan permintaan itu dikasih. Itulah ibarat kita berdoa. Kalau tidak dikasihkan ke kita, mungkin dikasih ke anak, cucu atau nanti ketika kita di surga. Oleh karena itu, setiap doa yang dipanjatkan kepada Allah, harus didasari dengan prasangka baik," kata Gus Ipul saat memberikan arahan pada acara pengajian umum di perumahan Park Royal Regency, Buduran Sidoarjo, Ahad (2/4).

Menurutnya, anak yang berusia 9 tahun ini rentan mengalami kecelakaan jika diberikan motor. Karena, seorang anak berusia 9 tahun belum selayaknya diberikan motor. "Jangan kan anak kecil, orang tua saja masih banyak yang melanggar lalu lintas. Umur 9 tahun itu jika dikasih motor akan menimbulkan musibah," ujarnya.

Lebih lanjut Gus Ipul mengatakan, suatu ketika ada seorang anak sedang mengendarai motor. Mereka berboncengan tiga, tanpa memakai helm, belum mempunyai SIM, melanggar lalu lintas. Akhinya, polisi yang mengetahui hal itu langsung memperingatkan kepada anak tersebut. Dan anak itu mengakui kalau tidak mematuhi peraturan lalu lintas. Hanya satu yang tidak diketahui anak itu.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Dengan berbagai pertanyaan dari polisi, sang anak kemudian menjawab, saya tidak mengetahui kalau disini ada Pak Polisi. Kalau saya tahu, mungkin saya tidak lewat sini," kata Gus Ipul yang kemudian disambut tawa hadirin.

Untuk mengatisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Gus Ipul berpesan kepada orang tua, agar senantiasi memberikan pendidikan karakter yang baik serta mendoakan yang terbaik untuk anak-anaknya. Agar generasi penerus bangsa mampu menjadi anak yang berprestasi, sehingga bisa menjadi pemimpin di masa mendatang. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Ubudiyah, Internasional Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 14 Februari 2015

MTQ Bertujuan Syiarkan Al-Quran

Pontianak, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQ) yang digelar Jam’iyyatul Qurra` Wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) maupun yang digelar Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) sama-sama bertujuan menysiarkan syiar Al-Quran di seluruh persada Indonesia.

Hal itu ditegaskan Rais Majelis Ilmi JQHNU Prof. Dr. KH Ahsin Sakho Muhammad pada malam penutupan MTQ Nasional VII antar-Pondok Pesantren, MTQ Internasional I dan Musyawarah Nasional IV JQH NU, Ahad malam (8/7) di stadion Sultan Syarif Abdurahman, Pontianak, Kalimantan Barat.?

MTQ Bertujuan Syiarkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
MTQ Bertujuan Syiarkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

MTQ Bertujuan Syiarkan Al-Quran

“Dengan demikian, LPTQ dan JQHNU adalah mitra yang saling mendukung, sama-sama berjuang menyebarkan Al-Quran,” tambahnya.

Menurut Ahsin, jumlah provinsi di Indonesia lebih dari 30. MTQ Nasional yang diselenggarakan dua tahun sekali, sehingga satu provinsi yang telah menyelenggarakan MTQ, harus menunggu sekitar 60 tahun ke depan.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Nah, MTQ Jam’iyyatul Qurra` Wal Huffazh ingin mengisi provinsi-provinsi yang sedang lama menunggu itu,” ujarnya. Ahsin juga memuji pemerintah Kalimantan Barat dan dan warga masyarakat yang berhasil mendukung dan menyukseskan MTQ JQH NU.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Pontianak menjadi tonggak bersejarah Jam’iyyatul Qurra` Wal Huffazh Nahdaltul Ulama, karena untuk pertama kalinya, di bumi khatulistiwa ini, MTQ Internasional I Jam’iyyatul Qurra` Wal Huffazh diselenggarakan,” ungkapnya, disambut gegap gempita ribuan hadirin yang memenuhi stadion dan haru para pengurus JQH NU.

MTQ ditutup secara resmi Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya ditandai dengan pemukulan bedug bertalu-talu. Kemudian disambut tepuk tangan seluruh hadirin dan pesta kembang api warna-warni dan mercon yang memenuhi langit Pontianak.

Penulis : Abdullah Alawi

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Santri, Fragmen Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 12 Februari 2015

Kader PMII UMI Pimpin KNPI Sulsel

Makassar, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Selawesi Selatan menggelar Musyawarah Daerah yang diikuti puluhan organisasi kepemudaan yang tegabung dalam KNPI Sulsel. Dalam musyawarah tersebut Yasir Mahmud terpilih menjadi pemimpin.

Yasir Mahmud merupakan salah satu Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) komisariat UMI dari Fakultas Ekonomi UMI.

Kader PMII UMI Pimpin KNPI Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII UMI Pimpin KNPI Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII UMI Pimpin KNPI Sulsel

Ketua PMII Komisariat UMI Cabang Makassar Fajar Rakasiwi mengucapkan selamat atas kemenangan tersebut. "Semoga dengan terpilihnya beliau dapat membawa perubahan di dunia pemuda khususnya di Sulsel," ujarnya.

Lanjut Fajar, kami yakin sahabat Yasir Mahmud dapat mempersatukan pemuda Sulawesi Selatan guna dapat berkonstribusi dalam pengawalan kebijakan di daerah. “Kami dari PMII UMI siap mengawal sahabat Yasir Mahmud,” tegas Fajar.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dalam musyawarah di Hotel Clarion Rabu (14/12) tersebut, terdapat 4 kandidat calon ketua. Mereka diantaranya Arsoni, Yasir Mahmud, Ramanda Manji, dan? Mujiburrahman.

Yasir Mahmud terpilih secara aklamasi kerena ketiga kandidat mengundurkan diri saat musyawarah berlangsung. "Semoga kepemimpinan Yasir Mahmud dapat mendapatkan legalitas secepatnya agar dapat menjalankan kepengurusan KNPI Sulsel," jelas Fajar. (Muhammad Aras Prabowo/Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah IMNU, Makam, Tokoh Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 26 Januari 2015

Pesan ini 3 Kali Disampaikan Gus Dur kepada Khofifah

Jakarta,Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Sebagai anggota Kabinet Persatuan Nasional di bawah kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Khofifah Indar Parawansa memiliki kenangan tak terlupakan dari presiden keempat Republik Indonesia itu.

Pesan ini 3 Kali Disampaikan Gus Dur kepada Khofifah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan ini 3 Kali Disampaikan Gus Dur kepada Khofifah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan ini 3 Kali Disampaikan Gus Dur kepada Khofifah

Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan itu menceritakan pesan unik Gus Dur kepada dirinya. Pesan tersebut bahkan diulangi Gus Dur hingga tiga kali dalam tiga kesempatan berbeda. Terakhir kali disampaikan pada pertengahan Oktober 2009.

“Ada amanat Gus Dur yang mudah-mudahan malam ini saya punya keberanian menyampaikan kepada keluarga beliau,” kata Menteri Sosial Khofifah kepada wartawan di sela-sela haul kelima KH Abdurrahman Wahid di Jl Warung Sila No 10 Ciganjur-Jagakarsa-Jakarta Selatan, Sabtu (27/12/2014) malam.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ketua umum PP Muslimat NU ini menambahkan, rahasia tersebut telah ia pendam beberapa tahun lamanya sebelum Gus Dur wafat pada 30 Desember 2009 silam. Bahkan, sejak dua tahun sebelum wafat, Gus Dur memintanya menuliskan sebuah kalimat di pusara makamnya.

“Kata beliau, Mbak, kalau saya meninggal, tolong di batu nisan saya ditulisi ‘The Humanist Died Here’. Tiga kali beliau pesan begitu kepada saya,” ungkap Khofifah menirukan ucapan Gus Dur.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sebagai seorang pemimpin, lanjut Khofifah, Gus Dur dikenal sebagai tokoh pluralisme dan multikulturalisme yang bergerak karena hati nuraninya. Bagi dia, Gus Dur lebih merupakan tokoh humanisme. Ia menilai, Gus Dur sebagai figur yang memiliki sisi kemanusiaan di atas rata-rata.

“Selama ini pesan itu saya pendam saja. Saya pernah tanya kepada beberapa teman, ada yang pernah diberi pesan seperti saya nggak? Tapi saya belum mendapatkan kesamaan pesan itu,” ujarnya.

Selain Khofifah Indarparawansa, hadir juga Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali, mantan Katib Am Syuriah PBNU KH Nasaruddin Umar,

mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli, mantan Ketua DPR Akbar Tandjung, para ulama, para pemuka agama, dan ribuan warga yang meluber hingga halaman Yayasan KH A Wahid Hasyim Ciganjur.

Ketua panitia haul Inayah Wahid mengatakan, haul kelima ini mengusung tema “Kepemimpinan Etis dan Tawadhu’ yang Berpihak kepada Umat” karena sesuai sikap politik Gus Dur. “Keberanian Gus Dur muncul karena tawadhu kepada rakyat, bukan tunduk kepada kemewahan. Makanya, kami mengusung tema itu,” tutur putri bungsu Gus Dur ini. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pondok Pesantren, Kiai Pondok Pesantren Attauhidiyyah