Senin, 07 Desember 2015

NU Sumedang Revitalisasi Masjid melalui Tenaga Muharrik

Sumedang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pengurus Cabang Lembaga Tamir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat kembali mengadakan Pelatihan Muharrik Masajid di Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang, Selasa (26/1).

Ketua LTMNU Eman Sulaeman mengatakan, muharrik (penggerak) masjid adalah orang yang bertugas mengatur dan menggerakan para pengurus takmir masjid dengan memanfaatkan segala sumber daya dan dana yang dimilki oleh masjid bersangkutan.

NU Sumedang Revitalisasi Masjid melalui Tenaga Muharrik (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sumedang Revitalisasi Masjid melalui Tenaga Muharrik (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sumedang Revitalisasi Masjid melalui Tenaga Muharrik

Seorang muharrik, katanya, juga membantu pengurus takmir masjid untuk memahami dan menghadapi kesulitan dan tantangan yang dihadapinya. “Jadi seorang muharrik tidak hanya memberi rekomendasi dan melakukan presentasi, akan tetapi dituntut selalu tampil dalam proses implementasi. Ia berperan sebagai pendamping takmir dalam mengimplementasikan agenda revitalisasi masjid,” terangnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pengurus LTMNU kini sedang melakukan pendataan terhadap masjid NU. Eman bersyukur pihaknya sudah berhasil memberikan surat keputusan (SK) masjid-masjid di empat kecamatan di Sumedang.

“Dan ini menjadi program prioritas LTMNU untuk terus meng-SK-an masjid-masjid di Kabupaten Sumedang. Sehingga kita dapat mengetahui jumlah masjid-masjid NU itu ada berapa, tipologinya seperti apa di Sumedang ini. Di samping bertujuan untuk membentengi dari paham-paham yang menghancurkan paham Ahlusunnah wal Jamaah,” katanya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pendidikan bagi para penggerak masjid ini dihadiri 50 orang. Hadir sebagai pemateri Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh. Menurutnya, jumlah masjid yang begitu banyak membuktikan bahwa keberadaan tempat ibadah ini sangat penting di mata umat Islam.

Di negeri yang dihuni mayoritas umat Islam ini, sambungnya, jumlah masjid dan mushala mencapai 1.070.000. Jumlah tersebut berdasarkan data Kementerian Agama RI pada tahun 2009. Sementara, berdasarkan data Lazuardi Biru tahun 2010, kurang lebih 80 persen masjid di Indonesia menggunakan amaliyah ala NU dalam hal beribadah, misalnya qunut saat shalat subuh, wirid setelah imam salam, adzan jumat dilakukan dua kali, dan sebagainya. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Aswaja, Nahdlatul Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 06 Desember 2015

Ada Si Jidan dan Burhan di Masjid As-Segaf Solo

Solo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Selama bulan Ramadhan, seperti biasa Masjid Jami’ Assegaf Pasar Kliwon Solo, menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan. Menurut Imam Masjid Jami’ Assegaf, Habib Jamal Bin Abdul Qodir Assegaf, kegiatan sudah dimulai sejak pukul 12.00 WIB.

“Setiap harinya, rutin mulai pukul 12 siang sampai dini hari, ada banyak kegiatan” terang kakak Habib Syech As-Segaf itu, saat ditemui Pondok Pesantren Attauhidiyyah, Rabu (2/7) sore.

Ada Si Jidan dan Burhan di Masjid As-Segaf Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Si Jidan dan Burhan di Masjid As-Segaf Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Si Jidan dan Burhan di Masjid As-Segaf Solo

Setelah diawali dengan pengajian tafsir al-Qur’an, waktu sore hari dilanjut dengan kegiatan Rauhah Sore. “Setiap sore kita menafsiri Kitab Rayadhus Shalihin karangan Imam Nawawi,” ujar Habib Jamal.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Usai kajian kitab, kemudian jamaah berkumpul di serambi masjid untuk mendengarkan kultum dari salah seorang ustadz. Kultum berakhir hingga waktu azan Maghrib tiba.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Berbagai kegiatan usai salat tarawih, juga sudah disiapkan takmir masjid. “Ada Nyantri Ramadhan, Sarasehan Ramadhan, Dzikir dan Muhasabah,” katanya.

Agar jamaah tidak mengantuk, ada pula beberapa acara inspiratif seperti Kisah Malam, Suara Anda, dan Dialog Interaktif. Untuk tahun ini, panitia juga mengadakan beberapa program baru.

“Ada Burhan (Bubur Ramadhan) yang diselenggarakan pada dua puluh hari pertama Ramadhan dan Si Jidan (Santri Masjid Ramadhan),”

Dengan berbagai kegiatan tersebut, pihaknya berharap dapat menjadikan jamaah lebih tertarik untuk semakin giat dalam beribadah di bulan Ramadhan. Tak lupa, di malam hari para jamaah akan disuguhi secangkir kopi rempah khas masjid ini. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Meme Islam Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 03 Desember 2015

PBNU Adakan Pembekalan Program Dai Internasional

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj memberikan pembekalan kepada Tim Inti Dai Internasional dan Media (TIDIM) atau Dai Ambassador di Gedung PBNU Lantai 8, Jalan Kramat Raya, Jakarta. TIDIM merupakan program Lembaga Dakwah NU yang bertujuan menyiapkan dai agar siap bertugas di luar negeri.?

PBNU Adakan Pembekalan Program Dai Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Adakan Pembekalan Program Dai Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Adakan Pembekalan Program Dai Internasional

Dalam sambutannya, Wakil Sekretaris LDNU, KH Wahfiudin Sakam mengutarakan jika selama 11 hari (19/5-29/5) 20 dai dari berbagai daerah akan digembleng di Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Ia menambahkan, selama pelatihan para dai akan mendapatkan pembelajaran terkait komunikasi, pemanfaatan media sosial, bahasa Inggris, fisik dan mental, membuat presentasi serta psikoterapi.?

"Alhamdulillah untuk bulan ramadhan tahun ini, LDNU akan mengirimkan satu dai ke Amsterdam dan dua dai ke Hongkong. Untuk Australia kami masih menjalin komunikasi," ungkap penanggung jawab program TIDIM itu.

Rencananya selepas Idul Fitri, LDNU akan memperkuat TIDIM dengan kemampuan bahasa Inggris mereka agar lebih siap go International. "Insyaallah selama tiga minggu TIDIM akan intensif belajar bahasa Inggris," ungkap KH Wahfiudin.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sementara itu, Wakil Ketua LDNU, KH Maman Imanul Haq mengamini agar dai-dai yang memiliki basis pengetahuan Islam aswaja dan kemampuan komunikasi yang baik dapat diterjunkan ke seluruh dunia. “Sebuah harapan baru bagi Islam Nusantara untuk menjadi ruh bagi perjuangan Islam yang rahmatan lil alamin,” terang Anggota DPR RI ini.

Pembekalan juga disampaikan oleh salah satu Ketua PBNU, KH Manan Abdul Ghani. Ia menegaskan bahwa NU terus bergerak dan pergerakan dimulai dari masjid. "Saat ini kita juga sedang menjalankan program penggerak masjid. Kader dai internasional harus mampu mengembangkan dakwah yang bermuara dari masjid," pungkasnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengingatkan jika TIDIM harus memegang amanah dengan baik. Islam yang berkembang di Indonesia terbukti mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Janganlah kita ragu untuk terus mendakwahkan kebenaran dalam kondisi apapun," tutupnya. (Idan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pesantren, AlaSantri Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 22 November 2015

NU Menuju Organisasi Profesional

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Sekjen PBNU Ir Iqbal Sullam menegaskan, arah dan kebijakan NU ke depan adalah menuju organisasi yang memiliki tradisi profesional agar bisa bersaing dengan umat yang lainnya. Semuanya tersebut, diarahkan untuk menghasilkan kesejahteraan ummat.

“Untuk mencapai itu, perlu dilakukan secara konsisten sehingga mampu menghasilkan keahlian,” katanya ketika menerima rombongan dari MWC NU Kangkung Kendal, Selasa (21/12).

NU Menuju Organisasi Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Menuju Organisasi Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Menuju Organisasi Profesional

Untuk memperbaiki kinerja NU, Iqbal menganjurkan agar MWC atau Cabang NU yang sudah maju dapat menjadi contoh bagi yang lainnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Drs Khofidin, wakil ketua MWC NU Kangkung menjelaskan, saat ini Maarif NU yang ada di daerahnya telah mengelola sejumlah lembaga pendidikan, diantaranya ada 2 Madrasah Tsanawiyah, 6 Madrasah Ibtidaiyah, 1 Madrasah Aliyah, 1 SMA, 23 Madrasah Diniyah, 16 Madrasah Wustho, 24 PTQ dan 1 Madrasah Ulya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Khofidin yang juga kepala sekolah di MTs NU Kangkung menjelaskan, kurikulum dan pengorganisasian sekolah-sekolah di Kendal sudah ditata rapi. MTs NU Kangkung sendiri saat ini terdaftar sebagai MTsNU nomor 20, dari total 29 MTsNU yang ada di Kendal. Saat ini Maarif NU Kendal sudah mengelola 29 MTs, 10 SMP, 5 SMA dan 3 SMK.

“Kita berharap agar PBNU mampu mendorong PCNU Kendal untuk membuat perguruan tinggi,” katanya.

Meskipun jumlah lembaga pendidikan yang dikelola sudah banyak, tetapi perlu peningkatan kualitas agar mampu bersaing dengan sekolah lainnya.

Hadir dalam rombongan tersebut ketua PAC Muslimat NU, Fatayat NU dan Ansor NU. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Cerita, Habib, Santri Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 17 November 2015

Habis Ciamis, Langsung Tasikmalaya

Tasikmalaya, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Setelah kemarin digelar di Kabupaten Ciamis, Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda); dalam rangka knsolidasi dan koordinasi para imam, khotib, dan DKM, akan digelar pula di Tasikmalaya, hari ini, Ahad (10/2).

Habis Ciamis, Langsung Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Habis Ciamis, Langsung Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Habis Ciamis, Langsung Tasikmalaya

Kegiatan tersebut rencananya akan berlangsung di aula PCNU Kabupaten Tasikmalaya. Acara akan dimulai pukul 09.00, dibuka amanat Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F. Mas’udi. Kemudian dilanjutkan materi pertama Revitalisasi masjid untuk memperkuat struktur dan kultur NU; akan disampaikan Ketua PP LTMNU KH Abdul Manan A. Ghani.

Kemudian materi fundrising (keuangan masjid) disampaikan KH Mansur Saeroji, pengembangan ekonomi masjid oleh Ir. Suaidi MM., database masjid oleh Sekretaris PP LTMNU KH Ibnu Hazen dan Ir. Soecipto, pentingnya sertifikasi wakaf nadzir NU dan tekniknya oleh KH Sholeh Qosim MM.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kegiatan yang diagendakan berakhir pukul 17.00 tersebut bertema “Wujudkan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat”; diikuti 200 orang peserta dari Kabupaten/Kota Tasikmalaya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rapimda tersebut terselenggara atas kerjasama PP LTMNU, PCNU Kabupaten/Kota Tasikmalaya dan PT Sinde Budi Sentosa.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Halaqoh Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 10 November 2015

Mahasiswa Pascasarjana NU di UGM Bahas Pangan Fungsional untuk Masyarakat

Yogyakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah  

Dalam rangka memperingati hari pangan dunia yang jatuh pada tanggal 16 Oktober, Forum Silaturrahmi Mahasiswa Pascasarjana Nahdlatul Ulama UGM bekerjasama dengan Pusat Studi Energi UGM menyelenggarakan diskusi bulanan ke-3 pada Rabu, (18/10). Diskusi ini mengusung tema “Peran Pangan Fungsional untuk Kesejahteraan Masyarakat.” 

Mahasiswa Pascasarjana NU di UGM Bahas Pangan Fungsional untuk Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Pascasarjana NU di UGM Bahas Pangan Fungsional untuk Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Pascasarjana NU di UGM Bahas Pangan Fungsional untuk Masyarakat

Hadir sebagai pembicara Satyaguna Rakhmatullah, alumni S2 Fakultas Peternakan UGM yang sekarang menjadi  peneliti di Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM. Selain itu ia juga aktif sebagai pengurus Lembaga Pengembangan Pertanian PWNU DIY. 

Satyaguna menyampaikan bahwa pangan fungsional itu erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Pangan fungsional ini adalah pangan yang tidak hanya memberikan nutrient atau nilai gizi, tetapi juga memberikan nilai kesehatan lebih bagi tubuh kita. 

Lebih lanjut, Satyaguna mengatakan bahwa pangan fungsional yang jumlahnya sangat banyak itu dapat kita temukan di lingkungan sekitar kita baik dalam bentuk umbi, sayur, maupun buah-buahan lokal. 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pemerintah diharapkan dapat mendorong kampanye pangan fungsional ini dalam rangka untuk meningkatkan taraf hidup masyarkat baik dalam sisi kesehatan maupun dalam konteks ekonomi. Setiap desa diharapkan dapat mengembangkan pangan fungsional yang berasal dari hasil alam yang organik sebagi ciri khas daerah tersebut dan sekaligus untuk menguatkan ketahanan pangan masyarakat.

Sementara Ahmad Rahma Wardhana, perwakilan Pusat Studi Energi menyampaikan bahwa yang terpenting dalam menyelenggarakan diskusi seperti ini adalah keistiqomahan. 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selain itu ia juga menyampaikan, sebagai forum yang berisi mahasiswa dari litas disiplin, forum ini memungkinkan kita untuk mengembangkan sudut pandang multi perspektif, untuk keluasan dan kedewasaan dalam mengambil keputusan. 

Diskusi ini diikuti oleh sekitar 30 mahasiswa S2 dan S3 yang berasal dari bebagai jurusan di kampus UGM, UIN Sunan Kalijaga dan UNY.  Forum ini merupakan wadah diskusi untuk mengembangkan intelektualitas mahasiswa Pascasarjana dari berbagai disiplin ilmu yang terikat oleh satu rasa emosi yang sama, yakni sebagai keluarga besar Nahdhlatul Ulama. (Irsyadul Ibad/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Kajian Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pesantren Al Hikam Gelar Sesarehan Pra Munas

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Meskipun pelaksanaan musyawarah nasional (munas) dan konferensi besar (konbes) yang sejatinya diselenggarakan pada 30-31 Agustus ini diundur pada 1-2 November, pesantren Al Hikam yang menjadi tuan rumah tetap menggelar kegiatan dalam bentuk silaturrahim halal bihalal dan sarasehan nasional ulama pesantren serta penataan program pra munas dan konbes.?

Pesantren Al Hikam Gelar Sesarehan Pra Munas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al Hikam Gelar Sesarehan Pra Munas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al Hikam Gelar Sesarehan Pra Munas

Ahmad Millah Hasan, panitia tim media dari pesantren Al Hikam, Kamis (28/8) menjelaskan, kegiatan tetap dilaksanakan karena panitia lokal sudah mempersiapkan semua kebutuhan yang diperlukan, sementara keputusan pengunduran jadual baru dilakukan dalam waktu yang mepet.

Rapat gabungan syuriyah-tanfidziyah yang diselenggarakan pada Rabu (27/8) memutuskan munas-konbes diundur agar rekomendasi jatuh pada tangan yang tepat, yaitu pemerintah baru, agar masukan dapat dilaksanakan. Hadir pada rapat tersebut Rais Aam KH Musthofa Bisri, Katib Aam KH Malik Madany, Ketua Umum KH Said Aqil Siroj, Wakil Ketua Umum H As’ad Said Ali dan para pengurus lainnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Akan hadir dalam pertemuan di pesantren Al Hikam tersebut 80 ulama terkemuka dari Jatim, 70 ulama pesantren dari Jateng, 62 ulama dari Jabar, dan 32 ulama Banten selain para peserta dari pengurus wilayah NU seluruh Indonesia.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sejumlah masalah penting masuk dalam agenda pembahasan yaitu Ahlussunnah dan Islam moderat dalam lintas Indonesia dan dunia, dan Indonesia masa depan pasca pilpres. Selain itu, dalam acara itu akan dibacakan "maklumat kebangsaan" tentang Indonesia masa depan.

Sejumlah nama tokoh nasional dijadwalkan hadir menjadi pembicara. Yaitu Presiden terpilih Joko Widodo, Jimly Asshiddiqie, Wahiduddin Adams, Jenderal Moldoko, Prof Masud Said, Refly Harun, Prof Gumilar Rusliwa, dll. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Hikmah, Makam Pondok Pesantren Attauhidiyyah