Jumat, 09 Maret 2012

Kongres Pagar Nusa Digelar Pertengahan Juli

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ikatan Pencak Silat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama akan menyelenggarakan Kongres pada pertengahan Juli 2007 nanti. Kongres akan memilih Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Pagar Nusa NU yang baru dan merumuskan langkah-langkah strategis setelah sempat vakum sepeninggal "sang pendekar" KH Maksum Jauhari Lirboyo (Gus Maksum).

Muktamar ke-31 NU di Solo Jawa Tengah, pada akhir November 2004 silam menitahkan organisasi pencak silat kebanggaan warga pesantren itu untuk mengukuhkan diri sebagai "badan otonom" di bawah naungan Nahdlatul Ulama yang menangani "dunia persilatan"

Kongres akan berlangsung selama empat hari (19-21 Juli 2007), di Asrama Haji, Pondok Gede Jakarta, bertema "Memperkokoh Persatuan dan Persaudaraan Sejati;  Membangun Kebersamaan untuk Penguatan Profesi dan Prestasi."

Kongres Pagar Nusa Digelar Pertengahan Juli (Sumber Gambar : Nu Online)
Kongres Pagar Nusa Digelar Pertengahan Juli (Sumber Gambar : Nu Online)

Kongres Pagar Nusa Digelar Pertengahan Juli

Rencananya Kongres akan dibuka oleh Menegpora Adhyaksa Dault dan Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi serta akan ditutup oleh para pinisepuh Pagar Nusa NU. Selain memilih Ketua Umum Pagar Nusa yang baru menggantikan Gus Maksum, kongres ini sekaligus sebagai deklarasi Pagar Nusa dari lembaga yang berada di bawah NU menjadi badan otonom.

Ketua Panitia Konggres KH Fuad Anwar yang didampingi sekretaris H Mujtahidur Ridho kepada wartawan di Gedung DPR/MPR RI Jakarta, Kamis (28/6) kemarin, mengatakan, Kongres itu akan dihadiri oleh 211 cabang lebih dari 21 provinsi se-Indonesia. Sebanyak 87 cabang berada di Jawa dan 60 cabang lainnya berada di luar Jawa.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kongres juga akan menghadirkan Panglima TNI, Kapolri Jenderal (Pol) Sutanto, Menteri Agama HM. Maftuh Basyuni, Menegpora Adhyaksa Dault, IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia).

Fuad Anwar mengatakan, Pagar Nusa dalam kiprahnya juga pernah ikut membantu mengamankan negara. Sedangkan Kapolri juga untuk mengawal keamanan di tengah masyarakat sejalan dengan program polisi masyarakat (Polmas Polri).

"Pagar Nusa mempunyai sejarah panjang dalam mengawal perjuangan NU, yang kemudian menjadi lembaga Pencak Silat resmi di lingkungan NU. Sebagai sebuah pengabdian moral kepada para kiai Pagar Nusa mengalami perkembangan pesat di seluruh Indonesia," katanya.

Karena itu, dikatakan, sejalan dengan krisis berkepanjangan yang terjadi di negeri ini, Pagar Nusa NU harus mampu memimpin dan membenahi dirinya secara kreatif, kompak, dan saling tolong-menolong serta memberikan kontribusinya pada terciptanya keamanan, kedamaian, ketentraman, dan kehidupan yang tolerans di tengah masyarakat.

Ditambahkan Fuad Anwar, hadirnya Menegpora karena Pencak Silat itu bagian dari olahraga dan olah mental yang berhubungan dengan kesehatan tubuh dan mental. Semantra Menteri Agama diundang terkait adanya aliran-aliran di dunia persialtan yang disebut sebagai aliran putih, merah, dan hitam.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Dari aliran itu kira-kira yang mana yang benar menurut agama dan sebagainya. Untuk Menteri Pariwisata dan Seni, karena silat juga erat hubungan dengan seni bela diri. Sedangkan dengan IPSI tentu saja terkait dengan pencak silat itu sendiri,” ujar Fuad Anwar.(nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Syariah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 05 Maret 2012

Sempat Vakum, Pelajar NU Lumbang Kembali Gerak

Probolinggo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Setelah sempat vakum, akhirnya kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) kecamatan Lumbang kabupaten Probolinggo periode 2015-2017 terbentuk. Kepengurusan ini pun resmi dilantik di pesantren Zainul Hasan IV desa Boto kecamatan Lumbang, Ahad (1/1).

Sempat Vakum, Pelajar NU Lumbang Kembali Gerak (Sumber Gambar : Nu Online)
Sempat Vakum, Pelajar NU Lumbang Kembali Gerak (Sumber Gambar : Nu Online)

Sempat Vakum, Pelajar NU Lumbang Kembali Gerak

Pelantikan yang dipimpin oleh Ketua IPNU Probolinggo Eko Cahyono ini dihadiri oleh para pengurus IPNU Probolinggo, pengurus IPNU Lumbang, IPNU Kuripan dan seluruh pengurus Pimpinan Ranting IPNU sekecamatan Lumbang.

Dalam kepengurusan ini, Multazam diberi amanah untuk memimpin organisasi pelajar NU di Lumbang dua tahun mendatang. “Alhamdulillah, setelah sempat vakum kepengurusan PAC IPNU Lumbang bisa terbentuk kembali,” kata Eko Cahyono.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Eko berharap pengurus yang baru dilantik ini dapat betul-betul menjalankan roda organisasi sesuai dengan tupoksinya sebaik-baiknya demi memajukan IPNU di Probolinggo.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Selamat bergabung dan berjuang bersama kami dengan rekan dari kecamatan lain untuk membina watak generasi muda. Kami juga memohon agar para ulama, pejabat serta tokoh masyarakat turut serta mendukung kegiatan kepemudaan,” ungkapnya.

Multazam menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah yang diberikan dengan sebaik-baiknya dan yakin bisa lebih eksis lagi serta lebih maju lagi dari sebelum-sebelumnya.

”Semoga kita terbang dengan ilmunya dan kita berlayar dengan pengalamannya serta kita tercantum sebagai sosok yang berakhlaqul karimah. Mohon doa dan dukungannya supaya kami bisa menjalankan amanah dengan sebaik mungkin,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Hadits, Pondok Pesantren Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ribuan Massa Hadiri Puncak Acara

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Puncak acara penyelenggaraan Global Peace Festival yang diselenggarakan di Gelora Bung Karno, Ahad (17/10)  dihadiri oleh ribuan massa yang terdiri dari para santri, pelajar dan mahasiswa.



Ribuan Massa Hadiri Puncak Acara (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Massa Hadiri Puncak Acara (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Massa Hadiri Puncak Acara

Secara bersama-sama mereka menyerukan tentang pentingnya perdamaian yang belakangan ini terus menghadapi tantangan.

Beberapa perguruan tinggi yang terlibat aktif dalam acara ini diantaranya adalah Universitas Indonesia, Universitas Nasional, Universitas Guna Darma, UIN Jakarta, Universitas Kristen Indonesia, Presiden University, London School, Budi Luhur dan lainnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Seluruh badan otonom juga mengerahkan anggotanya untuk memeriahkan acara ini seperti IPNU, IPPNU, Fatayat NU, Muslimat NU, Pagar Nusa, Ansor NU dan lainnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Acara ini dimeriahkan dengan sejumlah pentas seni yang mewakili tradisi di Indonesia, seperti tari saman, barongsai, Soreang yang merupakan tradisi masyarakat lereng Merbabu, lagu-lagu daerah dan lainnya. Turut pula ditampilkan hadrah yang sudah akrab bagi warga NU. Marching band siswa Maarif NU Blitar yang telah menjadi juara tingkat internasional juga unjuk kebolehan.

Audiens juga dihibur dengan pentas seni dari para artis terkenal seperti Harvey Malaiholo, Mike Mohede serta Maudi Wilhemina. Para penonton yang sebagian besar masih berusia muda menantikan aksi dari penyanyi Rossa, Evelyn Young, Sarwana serta Slank menutup acara. Tak ketinggalan Slanker dengan setia mengikuti kemana pujaan mereka beraksi.

Pada kesempatan tersebut program power of rupiah yang merupakan upaya mengumpulkan dana melalui koin-koin untuk membantu kelompok tidak mampu, yang telah berjalan sekitar sebulan ini diserahkan kepada panitia yang selanjutnya akan dikelola oleh PBNU untuk kelompok masyarakat miskin dan anak tak mampu sekolah.

Program ini bertemakan aksi kecil harapan besar, tidak bermaksud untuk mengumpulkan milyaran rupiah, tetapi lebih pada upaya memberdayakan masyarakat untuk membantu orang lain.

Hadir pada acara tersebut KH Said Aqil Siradj, pendiri Global Peace Foundation Hung Jim Moon, Ketua MK Mahfud MD, Menakertrans Muhaimin Iskandar, sekitar seratus peserta Global Peace Leadership Conference dari 17 negara serta para tokoh lintas agama. (mkf) Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah RMI NU, Hadits, Doa Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 02 Maret 2012

Sejak Kapan Tradisi Bedug Diganti Lonceng

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah



Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU) A Helmy Faishal Zaini berhasil meluncurkan buku terbarunya, “Miqat Kebinekaan: Sebuah Renungan Meramu Pancasila, Nasionalisme, dan NU sebagai Titik Pijak Perjuangan” di gedung PBNU, Jakarta, Jumat (9/6).

Peluncuran tersebut menghadirkan narasumber Pendeta Andreas Yawangoe (PGI), Romo Agus Uluhayana (KWI), dan Biksu Dutavira Mahasthravira.

Sejak Kapan Tradisi Bedug Diganti Lonceng (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejak Kapan Tradisi Bedug Diganti Lonceng (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejak Kapan Tradisi Bedug Diganti Lonceng

Di sela-sela sambutannya, Helmy mengungkapkan alasannya mengapa menggunakan kata peluncuran bukan kata ‘launching.’?

Menurut dia, pada acara Pra-Muktamar NU Makasaar, ia pernah dikritik oleh Wakil Rais ‘Aam karena menggunakan istilah ‘launching’ dalam menyelenggarakan suatu acara.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Sengaja kami menggunakan peluncuran Pak, tidak launching karena pernah dikritik oleh Wakil Rais ‘Aam,” ungkapnya. “Sejak kapan tradisi bedug diganti lonceng?” ucapnya menirukan ucapan Wakil Rais ‘Aam saat itu yang mungkin salah dengar. Sontak hadirin tertawa berderai.

Maka dari itu, imbuh Helmy, sejak itu NU tidak pernah menggunakan istilah ‘launching’ lagi saat mengadakan sebuah acara yang bertemakan peluncuran.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Buku Miqat Kebinekaan itu mengangkat tiga tema besar, yaitu Pancasila, Islam, dan NU. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Khutbah, AlaSantri Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 07 Februari 2012

Radikalisme Sasar Mahasiswa Awam Pengetahuan Agama

Bandung, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Penyebaran radikalisme agama semakin berkembang ke berbagai lapisan masyarakat, khususnya di kalangan mahasiswa. Kelompok garis keras sengaja merekrut anak muda yang cerdas, mempunyai emosionalnya tinggi, tetapi awam pengetahuan agamanya alias tidak berbasis pesantren.

Demikian muncul dalam seminar bertajuk “Mencegah Kekerasan Atas Nama Agama” yang digelar Dewan Mahasiswa (Dema) Fakultas Tarbiyyah dan Keguruan, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, di aula fakultas setempat, Senin (28/3).

Radikalisme Sasar Mahasiswa Awam Pengetahuan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Radikalisme Sasar Mahasiswa Awam Pengetahuan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Radikalisme Sasar Mahasiswa Awam Pengetahuan Agama

“Akibatnya mereka mudah dicuci otaknya. Termasuk juga para preman yang baru tobat kemudian diberi konsep-konsep jihad,” ujar Ketua Mahasiswa Ahlit Thariqah al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (Matan) Adjid Thohir.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sementara itu, Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tedi Priatna menjamin mahasiswa Fakultas Tarbiyyah dan Keguruan tidak akan menjadi teroris, karena cara pendidikannya sudah benar.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Makanya saya percaya betul, salah satu faktornya munculnya radikalisme adalah bagaimana cara membelajarkan dan mendidik mereka,” kata Tedi di hadapan ratusan aktivis mahasiswa dari kalangan NU, Muhammadiyah, Persis dan PUI.

Tedi mengingatkan kepada para mahasiswa bahwa adalah hal yang tidak masuk akal ketika agama yang mengajarkan kebahagiaan, kedamaian, tiba-tiba menjadi momok yang menyeramkan karena dianggap berpotensi menjadi menjadi jahat.

Untuk itu pihaknya mengajak mahasiswa untuk berpartisipasi dalam mengajarkan pendidikan toleransi antarumat beragama. Sebab munculnya pemahaman radikal dan tindakan ekstrem lantaran terdapat kesalahan dalam mendidik umat beragama.

“Mudah-mudahan ini menjadi wawasan bagi mahasiswa untuk mengetahui untuk kemajuan dan syiar Islam untuk tetap menjadi Islam rahmatan lil alamin,” pungkasnya. (M. Zidni Nafi’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Quote Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 14 Januari 2012

KH Lukman Harits Imbau Warga dan Santri di Lampung Bela Prinsip Negara

Lampung Tengah, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Katib Syuriyah PBNU KH Lukman Harits Dimyati menyampaikan, santri-santri NU selain menguasai kitab kuning dan hidup bermasyarakat harus memahami pilar-pilar negara. Salah satunya adalah mamahami Pancasila. Bagi NU, Pancasila sudah final dan sudah sesuai dengan syariat Islam.

Demikian disampaikan Kiai Harits di hadapan seribu warga dalam rangka khataman kitab Al-‘Imrithi Haflah Akhirussanah di halaman kompleks Pesantren Baitul Mustaqim Sidomulyo Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah asuhan Ketua Idaroh Syu’biyyah Jatman Lampung Tengah KH Muhtar Ghozali, Ahad (14/5).

KH Lukman Harits Imbau Warga dan Santri di Lampung Bela Prinsip Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Lukman Harits Imbau Warga dan Santri di Lampung Bela Prinsip Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Lukman Harits Imbau Warga dan Santri di Lampung Bela Prinsip Negara

“Warga Nahdlatul Ulama di Provinsi Lampung umumnya dan khususnya di Kabupaten Lampung Tengah harus hati-hati dengan adanya upaya gerakan-gerakan, kelompok Islam radikal yang merongrong Pancasila. Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, UUD 1945 adalah harga mati. Yang Tidak sepaham dengan Pancasila. Silakan pergi dari Indonesia,” kata Kiai Harits yang juga Koordinator Nasional Gerakan Ayo Mondok Pesantrenku Keren ini.

“Gerakan merongrong Pancasila jangan-jangan juga menjalar ke para pegawai negeri sipil di Lampung Tengah. Pak Wakil Bupati Lampung Tengah mohon disisir para ASN (aparatur sipil negara) di kabupaten ini. Mereka anti-Pancasila, pemerintah adalah thoghut tapi setiap bulan menerima gaji negara. Pemkab Lampung Tengah harus tanggap dengan kondisi ini,” tegas Katib Suriyah PBNU ini.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Tampak hadir pada haflah ini Rais Syuriyah PCNU Lampung Tengah KH Nur Daim, Sekretaris Jatman Lampung Tengah KH Nur Salim, Wakil Ketua PCNU Lampung Tengah KH Slamet Anwar, Sekretaris Fatayat NU Lampung Nurhayati, Wakil Bupati Lampung Tengah H Lukman Djoyosumarto, Dosen IAIM NU Kota Metro Lampung Aminan, Kabag Perekonomian Lampung Tengah Ahmad Jailani, Kadis Kominfo Lampung Tengah H Sarjito, anggota DPRD Lampung H Midi Iswanto, Camat Punggur, para kepala kampung, anggota TNI dan Polri, dan puluhan generasi muda NU lainnya. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pahlawan, Kyai, Kajian Sunnah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 22 Desember 2011

Fatayat NU Imbau Masyarakat Tak Terpengaruh Paham ISIS

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ketua Umum PP Fatayat NU Ida Fauziyah mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan paham gerakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).?

"Saya berharap agar masyarakat tidak terpengaruh dengan gerakan dan ideologi yang aneh-aneh, organisasi yang aneh-aneh. Jaga kebersamaan dan keutuhan NKRI," kata Ida di Jakarta, Selasa.?

Fatayat NU Imbau Masyarakat Tak Terpengaruh Paham ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Imbau Masyarakat Tak Terpengaruh Paham ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Imbau Masyarakat Tak Terpengaruh Paham ISIS

Ia juga meminta kepada pemerintah untuk memberikan penjelasan secara luas kepada masyarakat melalui berbagai media mengenai ISIS dan ancamannya bagi keutuhan NKRI.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Melakukan dialog sekaligus penggalangan kerja sama dengan tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh adat untuk mengantisipasi gerakan ISIS agar tidak berpengaruh atau tidak diikuti oleh masyarakat," sebut politisi PKB itu.?

Ida juga berharap agar lembaga kemasyarakatan termasuk RT/RW untuk membangun kewaspadaan terhadap gerakan-gerakan ISIS.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Langkah-langkah tersebut tentu saja jangan sampai menimbulkan suasana yang mencekam dan justru menjadi alat untuk menakuti-nakuti masyarakat," kata Ida. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Hadits, Khutbah Pondok Pesantren Attauhidiyyah