Sabtu, 09 April 2016

Pesantren di Pringsewu Ini Cetak Yatim Piatu Jadi Hafidh dan Sarjana

Pringsewu, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Niat tulus dan ikhlas ditunjukkan Ketua Lembaga Pendidikan Maarif NU Provinsi Lampung H Fauzi yang juga pemilik STMIK dan STIT Pringsewu. Berawal dari kegelisahannya terhadap fenomena gersangnya akhlak dan ilmu agama para mahasiswa di zaman sekarang, ia merintis sebuah pondok pesantren bagi para mahasiswanya.

Pesantren di Pringsewu Ini Cetak Yatim Piatu Jadi Hafidh dan Sarjana (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren di Pringsewu Ini Cetak Yatim Piatu Jadi Hafidh dan Sarjana (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren di Pringsewu Ini Cetak Yatim Piatu Jadi Hafidh dan Sarjana

Awalnya, doktor lulusan Universitas Gajah Mada ini sudah secara rutin membantu mahasiswanya dalam bentuk pendidikan secara gratis. Seiring berjalannya waktu ia menilai bahwa hasil perubahan yang didapat kurang maksimal. Sehingga ia pun mengubah metode penyaluran beasiswa dengan cara mengasramakan para penerima beasiswa tersebut. Hal ini ditujukan untuk lebih fokus dalam pembinaan akhlak mereka.

"Setelah mendirikan asrama, ia (Fauzi) pun berinisiatif untuk merintisnya menjadi sebuah pondok pesantren yang diberi nama Baitul Quran. Dalam mengelolanya ia mempercayakannya kepada saya," kata Ustadz Abdul Hamid Al Hafidz yang juga Pengurus Jamiyyatul Qurra wal Huffadh NU Pringsewu saat menceritakan pesantren yang diasuhnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Abdul Hamid menambahkan bahwa Pesantren Baitul Quran memiliki konsep beasiswa bagi para anak yatim piatu yang memiliki keinginan menghafalkan Al-Qur’an. "Selain para santri menghafal Al-Qur’an dan belajar ilmu agama, mereka juga mendapat perkuliahan yang nantinya akan menjadikan mereka para sarjana yang hafidz quran," jelasnya, Selasa (18/5).

Untuk kurikulumnya, Pesantren Baitul Quran memiliki banyak matakuliah yang difokuskan pada pendalaman keilmuan para santri di bidang agama khususnya ilmu Al-Qur’an. "Perkuliahan dilaksanakan di kompleks pondok yang statusnya bekerja sama dengan STIT Pringsewu yang masih merupakan (di bawah naungan) satu yayasan," imbuhnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dengan mata kuliah yang diberikan Pondok Pesantren Baitul Quran, lanjutnya, para santri juga diharapkan memiliki 10 kompetensi para dai. Kompetensi tersebut yaitu memiliki aqidah yang benar, berakhlak mulia, taat beribadah, mandiri, berwawasan luas, sehat jasmani dan rohani, memiliki semangat juang tinggi, dinamis, disiplin dan bermanfaat bagi sesama.

Selama di pesantren para santri diberi beasiswa penuh dan dibebaskan seluruh biaya pendidikan sarjananya serta bebas biasa asrama dan kebutuhan makan sehari hari. "Jika ada anak yatim piatu yang ingin masuk Pesantren Baitul Quran bisa menghubungi saya langsung melalui HP 081369740662 atau datang langsung ke Pesantren yang beralamatkan di Jalan SMA 2 Perum Podomoro Indah Pringsewu," pungkasnya. (Muhammad Faizin).

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Budaya Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 08 April 2016

Menpora Salut Ika Uinsa Selenggarakan Lomba Patrol

Jombang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Tradisi baru dilakukan Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya atau Ika Uinsa koordinator daerah (korda) Jombang. Saat pengukuhan kepengurusan baru di kota santri tersebut juga diisi dengan Festival Musik Patrol Nusantara.

Menpora Salut Ika Uinsa Selenggarakan Lomba Patrol (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora Salut Ika Uinsa Selenggarakan Lomba Patrol (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora Salut Ika Uinsa Selenggarakan Lomba Patrol

Ketua Umum Ika Uinsa Pusat H Imam Nahrawi sangat mengapresiasi ikhtiar para pengurus yang menggandeng Pemerintah Kabupaten Jombang dengan menyelenggarakan kegiatan ini.

Menurut Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), musik patrol merupakan bagian dari kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia terutama di Jombang yang dikenal sebagai kota santri. Sehingga tradisi tersebut bisa dilestarikan. "Ini perlu dilestarikan. Sebab budaya musik patrol bisa menjadi alternatif hiburan khususnya saat pada bulan Ramadhan," katanya, Sabtu (24/12)? sebelum melepas peserta yang berjumlah 28 kontingen tersebut.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Bahkan Bupati Jombang H Nyono Suharli Wihandoko yang mendampingi, Menpora mendapatkan kepastian bahwa kegiatan seperti ini akan menjadi agenda tahunan. "Bahkan kata bupati akan diselenggarakan dengan lebih besar dengan melibatkan banyak peserta," ungkapnya saat memberikan sambutan setelah melantik kepengurusan Ika Uinsa Jombang.

Karenanya Menpora juga berharap festival tersebut bisa menjadi agenda tahunan sekaligus kalender nasional. "Saya berharap, Menteri Pariwisata untuk melihat budaya ini sebagai menjadi hal penting untuk dijadikan kalender tahunan," ujar Imam.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menpora sangat bangga dengan kreasi yang dilakukan para alumni. "Ini membuktikan bahwa pengurus bisa bersinergi dengan pemerintah dalam melestarikan kekayaan tradisi di masyarakat," ungkapnya di pendopo Kabupaten Jombang.

Ika Uinsa Jombang dilantik oleh Menpora yang juga Ketua Umum Ika Uinsa. Pantauan di lokasi, ribuan warga Jombang tampak memadati jalan protokol tempat dilaluinya para peserta lomba. "Kita datang ke sini untuk melihat musik patrol. Bisa menjadi hiburan saat liburan sekolah," kata Tutik (45) salah satu warga.

Warga rela berdesakan demi melihat lomba yang digelar Pemkab Jombang, untuk menghidupkan musik yang lebih sering didengar pada saat bulan puasa.

Terdapat sekitar 28 grup dari beberapa daerah di Kabupaten Jombang yang ikut menyemarakkan festival tersebut. "Yang mengikuti lomba ini dari beberapa kecamatan dan desa di Jombang," ujar salah seorang panitia, Ahmad Fanani.

Sebelumnya, pelantikan Ika Uinsa juga dilakukan di Mojokerto yang diisi dengan jalan sehat. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)



?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Aswaja Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rabu, 06 April 2016

Perburuan Macan Sumatra Diharamkan

Cirebon, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Perburuan hewan langka sekelas Macan Sumatra menarik perhatian forum bahtsul masail yang digelar dalam peringatan haul al-marhumin sesepuh dan warga pondok Buntet Pesantren Cirebon di masjid agung pondok Buntet Pesantren Cirebon, Kamis (3/4) malam.

Dalam pembahasan awal Kiai Mutohar yang didaulat sebagai moderator menjelaskan, konteks perburuan hewan buas seperti Macan Sumatra memang harus dibedakan dengan kondisi pembelaan  diri sebagai alasan yang banyak dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab. 

Perburuan Macan Sumatra Diharamkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Perburuan Macan Sumatra Diharamkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Perburuan Macan Sumatra Diharamkan

“Perburuan dengan pembelaan diri itu harus dibedakan jauh. Perburuan hewan langka tentu akan melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sementara alasan membela diri dari serangan hewan buas hanya bersifat kasuistik dan berpotensi untuk dijadikan alasan pihak-pihak tertentu,” ungkapnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Lebih lanjut Kiai Mutohar menyimpulkan dari tanggapan para peserta bahwa perburuan Macan Sumatra dengan status sebagai hewan buas dikhawatirkan akan memutus rantai makanan dan juga mengakibatkan kerugian bagi manusia dengan dampak lebih besar.

“Dari pertimbangan mashlahat dan mafsadatnya, forum bahtsul masail ini akhirnya menyatakan bahwa perburuan Macan Sumatra lebih banyak menimbulkan kerugian dan bahaya bagi masyarakat. Karenanya forum memutuskan haramnya perburuan Macan Sumatra,” pungkasnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selain soal hukum perburuan hewan langka, forum bahtsul masail yang dihadiri oleh puluhan tokoh sepuh dan kiai muda ini juga membahas seputar isu penjualan Gunung Ciremai yang marak dibicarakan. Masing-masing kiai sebagai perwakilan dari pesantren-pesantren se-Wilayah III Cirebon ini, dengan hikmat membahas dan berdebat dengan rujukan puluhan kitab yang mu’tabarah. (Sobih Adnan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Hikmah, Pahlawan, Kyai Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 29 Maret 2016

Advokat Ini Ungkap 4 Lembaga Zakat Besar Tapi Ilegal

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Advokat Syariah Mustolih Siradj turut menjadi pembicara pada acara Ngobrol Filantropi (Ngopi) yang diadakan oleh Lembaga Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) di Blue Sky Hotel Jakarta Pusat, Rabu (29/12).

Menurutnya, hari ini kalau berbicara tentang uang, ada 3 aspek yang bisa mendapatkan uang segar dan cash, mendatangkan kran uang besar. Pertama, lembaga zakat, infaq, dan shodaqoh; kedua, Corporate Social Responsibility (CSR); dan ketiga, dana bencana.

Advokat Ini Ungkap 4 Lembaga Zakat Besar Tapi Ilegal (Sumber Gambar : Nu Online)
Advokat Ini Ungkap 4 Lembaga Zakat Besar Tapi Ilegal (Sumber Gambar : Nu Online)

Advokat Ini Ungkap 4 Lembaga Zakat Besar Tapi Ilegal

Mustolih mengingatkan kepada masyarakat bahwa hari ini masih banyak lembaga amil zakat yg tidak memiliki izin atau ilegal.?

“Sedikitnya ada 4 lembaga besar yang tercatat dan masuk dalam kategori sebagai lembaga pengelola zakat ilegal,” ujarnya tanpa menyebutkan secara jelas 4 lembaga tersebut.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pentingnya mempunyai izin karena terdapat ancaman bagi pengelola zakat yang ilegal. “Barang siapa yang mengelola zakat tanpa ada izin. Maka bisa terkena pidana 1 tahun,” tegasnya

“Kalau LAZISNU sih sudah punya izin,” katanya diikuti tepuk tangan peserta.

Hadir pada acara yang bertemakan Penguatan Filantropi Islam Nusantara berjumlah 38 peserta sebagai perwakilan dari lembaga-lembaga dan banom-banom Nahdlatul Ulama. (Husni Sahal/Fathoni)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Makam, Sejarah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 25 Maret 2016

Pelajar NU Sumedang Dikader Jadi Regu Penyelamat

Sumedang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengadakan pendidikan dan pelatihan pertama (Diklatama) untuk anggota Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) di tingkat komisariat atau sekolah setingkat SMA, 16-17 November 2013, di wahana wisata Cipadayungan Cimalaka, Sumedang.

Pelajar NU Sumedang Dikader Jadi Regu Penyelamat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Sumedang Dikader Jadi Regu Penyelamat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Sumedang Dikader Jadi Regu Penyelamat

Sebanyak 40 peserta yang merupaklan utusan dari lima sekolah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU, antara lain, dididik untuk terlibat aktif dalam usaha penyelamatan dan pertolongan korban bencana atau kecelakaan.

Mereka mendapatkan materi SAR (search and rescue) dan P3K (pertolongan pertama pada kecelakaan) dari Kepala Seksi Pendidikan dan Latihan Palang Merah Indonesia (PMI) H Lili Sumedang.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selain itu, pelajar NU ini juga dikenalkan seputar ke-NU-an oleh Ketua PCNU Sumedang KH Sa’dullah), latihan dasar bela diri (Ketua Pencak Silat Pagar Nusa Sumpena Saripudin), peraturan baris berbaris (Tentara Yonif 301), navigasi darat (DKC CBP Sumedang), dan perihal IPNU-IPPNU.

Ketua Pimpinan Cabang IPNU Sumedang Salman Al-Farishi saat membuka acara menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas komitmen peserta untuk menghadiri Diklatama selama dua hari.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Kegiatan ini sengaja dilaksanakan untuk melatih serta mendidik kedisiplinan, penguatan ideologi Aswaja, dan mengasah intelektual para pelajar yang siap dan mampu untuk berjuang dan membela tanah air Indonesia,” ujarnya.

Diklatama ini  ditutup Ahad dan dihadiri Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Barat Acep K Hidayat Susanto, dan Komandan DKW CBP Jawa Barat Asyrikin. “Alhamdulillah, IPNU-IPPNU Sumedang hari ini benar-benar konsentrasi pada kaderisasi, dan DIKLATAMA ini adalah salah satu kegiatan pengkaderan IPNU-IPPNU bagi pelajar yang memang senang dengan kegiatan outdoor,” kata Asep Irfan Mujahid dari Pimpinan Pusat IPNU saat menutup acara. (Salman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Aswaja Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 07 Maret 2016

Sukses di Bidang Agama, NU Jangan Abaikan Ekonomi

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah
Gerakan NU yang dimulai pada tahun 1926 telah berhasil mengembangkan dakwah dalam bidang keagamaan, mendirikan berbagai pesantren yang telah menyebar ke seluruh Indonesia. NU juga pernah menjadi partai politik dan mendirikan partai politik, namun NU masih harus berjuang dalam mengembangkan ekonomi ummat.

“Nahdlatut Tujjar yang merupakan bagian cari cikal bakal berdirinya NU merupakan gerakan ekonomi. Karena itu, NU harus kembali ke semangat awalnya ini,” tandas sekretaris Lakepesdam Yahya Maksum (6/6).

Basis NU sebagian besar terdiri dari petani dan nelayan yang hidup di pedesaan Jawa Timur dan Jawa Tengah dan daerah pantai pesisir utara, Cirebon dan lainnya. Jika mereka tidak berdayakan NU akan tetap terpinggirkan.

Yahya berpendapat dalam hal ini, lembaga-lembaga NU yang membidaninya seperti Lembaga Pengembangan Pertanian NU (LP2NU), Lembaga Perekonomian NU dan lembaga terkait lainnya yang harus proaktif. “Mereka dapat membangun jaringan dan melakukan advokasi kepada masyarakat, membangun koperasi dan lainnya,” tandasnya.

Untuk saat ini yang melakukan hal tersebut LSM-LSM yang banyak dikelola oleh anak muda NU sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat sipil.

Saat ini wacana pengembangan ekonomi selalu mengemuka dalam berbagai acara NU. Namun implementasinya masih belum banyak berhasil. Yahya mengungkapkan bahwa memang hal tersebut tak cukup sekedar wacana, tetapi juga harus menjadi ideologi dan dioperasionalkan sehingga dapat menjadi gerakan besar di NU.(mkf)

 

 

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah AlaSantri, Syariah, Ubudiyah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sukses di Bidang Agama, NU Jangan Abaikan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Sukses di Bidang Agama, NU Jangan Abaikan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Sukses di Bidang Agama, NU Jangan Abaikan Ekonomi

Selasa, 16 Februari 2016

Pengurus MWCNU Pajarakan Dilantik

Probolinggo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Sedikitnya 65 orang pengurus MWCNU Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo masa khidmat 2016-2021 resmi dilantik oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H. Hasan Aminuddin, Sabtu (17/12) pagi.

Pengurus MWCNU Pajarakan Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus MWCNU Pajarakan Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus MWCNU Pajarakan Dilantik

Pelantikan ini digelar di sela peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta pemberian santunan kepada anak yatim. Santunan ini diberikan kepada 100 orang anak yatim dari semua ranting se-Kecamatan Pajarakan.

Pelantikan ini dihadiri oleh Rais PCNU Kota Kraksaan KH. Munir Kholili, Ketua PCNU Kota Kraksaan KH. Ahmad Sujai Syafii beserta Sekretaris PCNU H. Fauzan Hafidzi dan Camat Pajarakan Sukarno beserta Forkopimka Pajarakan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dalam sambutannya Hasan Aminuddin mengatakan bahwa mukjizat Al-Quran sangat terbukti di negara kita. Inilah kehebatan Al-Quran, dari itulah kitab suci Al-Qur’an harus dijadikan sebagai pedoman untuk pedoman kehidupan.

“Kegiatan NU yang disangka bidah itu sudah tidak ada lagi karena yang diputusnya gerakan dan sikap beragama tidak diputuskan oleh ulama siapapun kecuali pengurus NU melalui koordinasi dan keputusan rapat organisasi. Terlebih lagi kebijakan Pemkab Probolinggo selalu bersinergi dengan NU,” katanya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menurut Hasan Aminuddin, pengurus ranting harus ada getaran di lingkungannya. Yakni dengan usulan program takziyah (dana) yang diberikan oleh shohibul musibah.

“Yang harus dilakukan sebagai umat Islam diwajibkan untuk menghadiri dan membantu untuk meringankan penderitaan di setiap salah satu warga yang berduka di lingkungannya. Budayakan secara istiqomah melaksanakan tahlil selama 7 hari tanpa dikorupsi disertai dengan tanpa konsumsi di rumah yang berduka,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pertandingan Pondok Pesantren Attauhidiyyah