Sabtu, 31 Desember 2016

Aktivis PMII Kabupaten Bandung Hadiahkan Lukisan untuk Ketum PBNU

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah



Aktivis Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PMII) Rohmat Hidayatulloh menghadiahkan lukisan karya pribadinya kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Untuk menyerahkan hadiah, Rohmat diantar enam temannya menemui Kiai Said langsung di gedung PBNU, Jakarta, Senin (8/5).

Aktivis PMII Kabupaten Bandung Hadiahkan Lukisan untuk Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis PMII Kabupaten Bandung Hadiahkan Lukisan untuk Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis PMII Kabupaten Bandung Hadiahkan Lukisan untuk Ketum PBNU

Rohmat menghadiahkan sebanyak dua lukisan, dua memuat rona wajah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan yang dua lagi wajah Kiai Said sendiri.?

Mendapat hadiah itu, Kiai Said mengaku sebagai sebuah kehormatan. Lukisan karya Rohmat dinilai sebagai sesuatu yang sangat baik.?

“Ini hal yang sangat baik. Saya yakin Rohmat membuatnya dengan ketulusan, keikhlasan, dan sepenuh jiwa, bukan sembarang melukis,” kata Kiai Said.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kiai Said berharap Rohmat terus mengembangkan bakatnya agar menjadi pelukis yang sukses.

“Apalagi dimulai dengan melukis tokoh-tokoh seperti Gus Dur. Semoga lebih maju lagi, dan diberi kekuatan lahir batin dari Allah,” sambung Kiai Said.

Rohmat Hidayatulloh menceritakan, lukisan setiap tokoh dibuat dalam waktu sekitar tiga jam. “Saya membuatnya di dalam ruangan 2x3 meter, menggunakan cat air,” kata Rohmat.

Rohmat mengaku senang dan terharu dengan sambutan Kiai Said. “Saya senang dan terharu campur aduk. Ini pengalaman berharga buat saya,” kata Rohmat yang mengawali kegemarannya melukis dengan media tembok. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah News, Hikmah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 23 Desember 2016

Diusulkan, Moratorium Pendaftaran Haji

Probolinggo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pendaftaran ibadah haji di Indonesia saat ini mengalami kejenuhan. Sebab untuk naik haji, masyarakat harus menunggu belasan tahun lamanya. Bahkan tidak sedikit yang putus asa.

Hal ini mendapat sorotan dari Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H. Hasan Aminuddin yang saat ini menjadi anggota Komisi VIII DPR RI. Menurutnya, sistem pelaksanaan haji yang diterapkan pemerintah Indonesia harus dirombak. “Sistem yang dilaksanakan saat ini tidak efisien dan cenderung merugikan pendaftar haji,” ungkapnya, Rabu (17/12).

Diusulkan, Moratorium Pendaftaran Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Diusulkan, Moratorium Pendaftaran Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Diusulkan, Moratorium Pendaftaran Haji

Hasan menuturkan, permasalahan haji saat ini merupakan problem syariat. Faktanya, orang yang mau melaksanakan rukun Islam kelima itu banyak yang putus asa karena lamanya masa pemberangkatan. Apalagi jika melihat bertambahnya usia.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Masa tunggu yang terlampau lama itu membuat banyak muslim yang memilih untuk menjalankan ibadah umroh. Terutama yang usianya sudah tua. “Sisa umur yang menjadi penghalang, bukan karena bukan tidak mampu membayar biaya naik haji,” katanya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menurut Hasan, pada Januari mendatang, Komisi VIII yang salah satu tugasnya memang mengurusi haji ini akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag).

Pembahasan haji yang menjadi prioritas pertama adalah memperpendek masa keberangkatan haji. “Pertama dengan menerapkan kebijakan moratorium haji. Pendaftaran ditutup dulu hingga pendaftar lama sudah berangkat semua,” ujarnya.

Misalnya saat ini sudah ada 1 juta yang mendaftar. Dengan kuota sebanyak 200 ribu jamaah berangkat tiap tahun, maka dalam lima tahun pemerintahan Jokowi-JK, pendaftar haji sudah selesai berangkat. “Jadi tidak hanya moratorium PNS saja, tetapi juga moratorium haji,” tegasnya.

Hal ini jelas Hasan sudah ia diskusikan dengan sejumlah tokoh agama. Salah satunya dengan KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah selaku Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo yang juga Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur.

“Selain saya upayakan melalui Komisi VIII bersama Kementerian Agama, Insya Allah akan diwacanakan juga di Muktamar NU mendatang,” tambah lelaki asal Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo ini.

Yang kedua adalah dengan membuat skala prioritas siapa yang akan diberangkatkan terlebih dahulu. Dalam hal ini, kalangan yang diprioritaskan adalah mereka yang belum pernah menunaikan ibadah haji serta sudah berusia lanjut.

Solusi ketiga adalah memangkas biaya yang mahal (high cost). Hal ini agar biaya haji tidak tinggi. Salah satunya dengan memangkas jumlah petugas haji yang berangkat. Yang dikecualikan adalah ketua kloter. Sebab anggaran untuk petugas haji saat ini menelan ratusan miliar rupiah.

“Yang menjadi petugas haji adalah mereka yang terdaftar di tahap kedua, tapi ditawari menjadi petugas haji. Ada percepatan pemberangkatan dengan menyandang status petugas haji, tapi tetap dengan membayar. Insya Allah banyak yang berebut menjadi petugas haji,” ungkapnya optimis.

Solusi keempat yakni dengan mengurangi durasi pelaksanaan ibadah haji. Selama ini ibadah haji berlangsung dalam 40 hari. Menurut Hasan, ibadah selama 40 hari itu dapat dipangkas menjadi 25 hari saja. Apalagi ibadah haji yang wajib hanya berlangsung selama beberapa hari saja.

Agar pelaksanaan haji lebih cepat, menurutnya pemondokan haji diperdekat. Selain itu, penyediaan konsumsi jamaah haji dilaksanakan oleh pemerintah. “Bukan dengan cara seperti yang berlangsung saat ini, dimana jamaah haji harus memasak sendiri makanannya,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Cerita, Pemurnian Aqidah, Sholawat Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 19 Desember 2016

Di Muktamar, Pemikiran Konstruktif Diperlukan untuk Kemajuan NU

Bandung, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ketua Tanfidyah PWNU Jawa Barat, Dr H Eman Suryaman berharap kepada para pengurus NU seluruh Indonesia agar menyiapkan pemikiran-pemikiran yang kontsruktif untuk kemajuan NU pada perhelatan Muktamar ke-33 NU di Jombang Agustus mendatang. 

"Kita sama-sama sudah memiliki pemikiran jauh dan luas untuk mengglobalkan Islam Nusantara. Itu artinya bukan sekadar memberi merek, atau menjual label ke publik, melainkan sebagai sarana memperjelas gerakan NU," jelasnya kepada Pondok Pesantren Attauhidiyyah saat ditemui dalam persiapan Seminar Civic Islam, Rabu (20/5) di Kantor PWNU Jawa Barat, Jalan Galunggung No 9 Bandung.

Di Muktamar, Pemikiran Konstruktif Diperlukan untuk Kemajuan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Muktamar, Pemikiran Konstruktif Diperlukan untuk Kemajuan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Muktamar, Pemikiran Konstruktif Diperlukan untuk Kemajuan NU

Dalam pandangan tokoh yang dikenal sebagai wirausahawan dan pegiat sosial ini, spirit yang harus ditumbuhkan NU bukan lagi soal apakah NU akan memainkan politik atau lebih memilih jalur kultural. Tetapi lebih pada NU yang selalu mendatangkan manfaat untuk umat.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Saya kira sekarang Sumber Daya Manusia NU sudah semakin bagus. Namun jangan lengah karena mutu SDM sehebat apapun bisa tak banyak berguna kalau tidak mampu bekerja secara kolektif dan menemukan kesamaan visi dalam menetapkan tujuan berorganisasi," terangnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pada Muktamar nanti, Eman akan menyampaikan banyak pemikiran dan juga pengalaman konkret. Sebab selama empat tahun memimpin NU Jawa Barat, Eman dan teman-teman PWNU Jawa Barat sangat aktif dan dinamis. Banyak prestasi dalam bentuk pembangunan fisik maupun konsolidasi antar pengurus.

"Soal ilmu mungkin bisa sama, tapi soal pengalaman adalah sesuatu yang sulit digantikan oleh wacana. Bukan soal membanggakan diri bahwa NU Jawa Barat punya kemajuan. Kami ingin pengalaman itu berguna, diserap dan bisa menjadi model bagi pengembangan organisasi," pungkasnya. (Yus Makmun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah AlaNu Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 13 Desember 2016

IPNU Pekalongan Raih Tiga Besar OKP Berprestasi 2015

Boyolali, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Pekalongan berhasil meraih peringkat tiga besar dalam ajang Pemilihan Organisasi Kepemudaan Berprestasi tingkat Nasional tahun 2015 yang diselenggarakan Kemenpora RI. IPNU Pekalongan berhasil masuk pada putara bergengsi Soegondo Djojopoespito Award kategori kepelajaran.

IPNU Pekalongan Raih Tiga Besar OKP Berprestasi 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Pekalongan Raih Tiga Besar OKP Berprestasi 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Pekalongan Raih Tiga Besar OKP Berprestasi 2015

Prestasi ini diraih setelah mengikuti presentasi 4 besar organisasi yang terpilih di hadapan tim penilai, Jumat-Sabtu (11-12/12). Proses presentasi sendiri diselenggarakan di salah satu hotel di Jakarta.

Salah satu perwakilan pengurus IPNU Pekalongan Hafidz Ahmad yang hadir dalam presentasi itu mengatakan, proses penilaian sudah berlangsung sejak lama.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Hari ini, kami diundang untuk mempresentasikan profil dan kegiatan IPNU Pekalongan. Alhamdulillah, kami meraih peringkat ketiga,” terang Wakil Sekretaris IPNU Pekalongan itu saat dihubungi Pondok Pesantren Attauhidiyyah, Sabtu (12/12).

Kriteria OKP yang dinilai berprestasi antara lain memiliki dan melakukan program yang berdampak bagi masyarakat khususnya membantu permasalahan masyarakat. OKP itu juga memiliki dan melakukan program organisasi yang bisa menjadi contoh bagi organisasi kepemudaan lainnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Atas prestasi ini Ketua Umum PP IPNU Asep Irfan Mujahid menyatakan apresiasinya. “Ini menunjukkan kesungguhan komitmen rekan-rekan dalam mengelola organisasi,” kata Asep melalui pesan singkatnya.

Pelajar asal Ciamis ini berharap pengurus IPNU cabang lainnya meniru keseriusan IPNU Pekalongan. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Khutbah, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 29 November 2016

10.000 Kader Muslimat NU Banjiri Pembukaan Kongres Hari Ini

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pembukaan Kongres Ke17 Muslimat NU digelar hari ini, Kamis (24/11) di Gedung Serba Guna 2 Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. Sekitar 10.000 kader Muslimat NU dari seluruh Indonesia termasuk peserta kongres hadir untuk menghadiri pembukaan hajatan lima tahunan itu.

10.000 Kader Muslimat NU Banjiri Pembukaan Kongres Hari Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
10.000 Kader Muslimat NU Banjiri Pembukaan Kongres Hari Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

10.000 Kader Muslimat NU Banjiri Pembukaan Kongres Hari Ini

“10.000 kader dan anggota Muslimat NU akan menghadiri pembukaan,” ujar Wakil Ketua Steering Commitee Hj Nurhayati Said Aqil Siroj, Rabu (23/11).

Sebelumnya, Ketua Umum PP Msulimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa telah mengonfirmasi kepastian bahwa Kongres akan dibuka oleh Presiden, Penglima TNI, dan Ketua Umum PBNU.

“Insyaallah besok pagi jam 9 (hari ini, red), kami sudah mendapat konfirmasi, Presiden berkenan membuka Kongres, selanjutnya sambutan dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo,” ujar Khofifah.

Dalam penutupan Kongres yang akan dilaksanakan 27 November nanti, lanjutnya, Wapres JK dan Rais Aam PBNU akan menutup kegiatan lima tahunan ini.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Khofifah juga menjelaskan, ada 4 menteri dari Kabinet Kerja yang juga akan hadir dalam pembukaan besok. Menteri-menteri tersebut diantaranya, Menag Lukman Hakim Saifuddin, Menkes Nila F Moeloek, Mendikbud Muhadjir Effendy, Menkop Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, termasuk Kementerian Sosial.?

Kongres ke-17 Muslimat NU yang mengambil tema Dengan Semangat Islam Nusantara, Kita Wujudkan Indonesia Damai Sejahtera ini dihadiri oleh 34 Pengurus Wilayah, 525 Pimpinan Cabang, dan 4 Pengurus Cabang Istimewa.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sebelum pembukaan Kongres hari ini, seluruh peserta menggelar Malam Ta’aruf, Rabu (23/11). Dalam acara tersebut, seluruh peserta diberikan pengarahan oleh Ketua Panitia Kongres Hj Mursyidah Tahir dan Khofifah. Malam Ta’aruf juga dimeriahkan oleh penampilan penyanyi klasik Dewi Yull. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Olahraga, Kyai, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 27 November 2016

Ribuan Warga Kunjungi Haul Syekh M Nawawi Banten

Serang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Ribuan warga menghadiri Haul Ke-124 Al-Maghfurlah Syekh Nawawi Al-Bantani di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara (Penata), Serang, Jumat (21/7) malam. Mereka hadir tanpa diundang untuk mendoakan Syekh Nawawi yang menjadi guru besar para kiai Nusantara.

KH Ahmad Syauqi Maruf Amin, turunan ke empat dari Syekh Nawawi mengatakan, meski kakek buyutnya itu wafat dan dimakamkan di Mala, Mekkah Al-Mukarramah, tetapi hari wafatnya diperingati setiap akhir Syawwal di tempat lahirnya, di Desa Tanara, Serang.

Ribuan Warga Kunjungi Haul Syekh M Nawawi Banten (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Kunjungi Haul Syekh M Nawawi Banten (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Kunjungi Haul Syekh M Nawawi Banten

"Haul ini adalah tradisi yang berjalan puluhan tahun lalu. Umat Islam dari berbagai daerah di Nusantara biasa berziarah ke rumah tempat lahir syekh, memperingati haulnya setiap akhir Syawwal," kata Pengasuh Penata itu.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Warga yang hadir, kata Syauqi, datang tanpa diundang karena mereka tahu bahwa setiap akhir Syawwal di Tanara haul digelar oleh keluarga.

Pada haul Syekh Nawawi tahun ini, Presiden RI Joko Widodo hadir bersama sejumlah Menteri Kabinet Kerja II. tampak hadir Menteri Agama H Lukman Hakim, Menteri BUMN Rini Suwandi W, Menteri PU Budi Karya, Gubernur Banten Wahidin Halim, Walikota Bandung Ridwan Kamil. Mereka mengapresiasi kegiatan tersebut.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Peringatan haul ini merupakan penghormatan masyarakat Nusantara untuk beliau. Mungkin karena tak berkesempatan berziarah dan menggelar haulnya di Mala, masyarakat berinisiatif menggelarnya di tempat kelahiran beliau," tambah Syauqi.

Haul ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan tahlil bersama yang ditutup dengan ceramah agama oleh Pengurus MUI KH Cholil Nafis. (Abdul Malik Mughni/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Kajian Sunnah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 19 November 2016

Makesta IPNU-IPPNU Bandung di Kertasari

Bandung, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Sebanyak 100 pelajar dari kecamatan Pacet dan kecamatan Kertasari kabupaten Bandung, mengikuti kaderisasi Makesta IPNU-IPPNU Bandung. Kaderisasi selama dua hari ini sejak Sabtu-Ahad (31/5-1/6) dipusatkan di pesantren Nurul Huda desa Cibeureum, kecamatan Kertasari, Bandung.

Turut hadir dalam pembukaan Wakil Sekretaris PCNU kabupaten Bandung H Saepuloh dan Kades Cibeureum Atep. Tampak di jajaran depan Pimpinan pesantren Nurul Huda yang juga Ketua MWCNU Kertasari KH Asep Syarifulloh dan beberapa pimpinan Pergunu, GP Ansor, dan Pagarnusa, serta PW IPNU Jawa Barat.

Makesta IPNU-IPPNU Bandung di Kertasari (Sumber Gambar : Nu Online)
Makesta IPNU-IPPNU Bandung di Kertasari (Sumber Gambar : Nu Online)

Makesta IPNU-IPPNU Bandung di Kertasari

KH Asep Syarifulloh berharap, setelah Makesta ini PAC IPNU-IPPNU di Kertasari segera terbentuk.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sementara menurut Ketua IPPNU kabupaten Bandung Ida, Makesta merupakan kaderisasi tahap awal menuju perekrutan dan pengenalan anggota terhadap organisasi IPNU-IPPNU.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Kegiatan ini diharapkan dapat mempertegas perjuangan pelajar putra dan putri Nahdlatul Ulama," tutur Ida.

H Saepuloh dalam sambutan mengharapkan kontinuitas kaderisasi di setiap kecamatan. Karena, hakikatnya gerakan NU terletak pada Lembaga, Lajnah dan Banom.

Menurut H Saepuloh, PCNU kabupaten Bandung sedang melaksanakan 4 program utama. Program itu meliputi pendidian, penerbitan, perekonomian, dan keanggotaan.

“Pendidikan bagi pelatih kader penggerak PCNU dengan 400 alumni, pengelolaan website www.pcnu-bandung.com di mana warga NU bisa daftar Kartanu serta anggota Pergunu secara online, penerbitan majalah Nahdliyatuna serta buku tentang argumentasi amaliah NU serta perekonomian dalam bidang pengembang koperasi. (Awis Saepuloh/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Anti Hoax Pondok Pesantren Attauhidiyyah