Sabtu, 25 Juni 2011

Pantau Radikalisme GP Ansor Bolmut Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin di Tiap Masjid

Bolmong Utara, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Gerakan Pemuda Ansor Bolang Mongondow Utara kembali berdakwah Islam rahmatan lil alamin di masjid-masjid. Mereka membuat mengadakan kajian-kajian rutin Islam yang penuh rahmat di tiap masjid.

Pada pekan ini, mereka menggelar kajian di masjid Al-Ikhwan Desa Tote, Sabtu (27/02). Pada kesempatan ini mereka mengangkat tema "Menangkal Bahaya Radikalisme dan Penguatan Kebangsaan Ini.”

Pantau Radikalisme GP Ansor Bolmut Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin di Tiap Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Pantau Radikalisme GP Ansor Bolmut Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin di Tiap Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Pantau Radikalisme GP Ansor Bolmut Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin di Tiap Masjid

"Kajian seperti ini memang harus dikuatkan pada setiap generasi penerus bangsa apalagi pada saat ini banyak paham-paham radikal,” kata Dansatkorcab Banser Bolmong Utara Ridwan.

Menurut Ridwan, Islam Rahmatan lil Alamin dan penguatan kebagsaan perlu diberikan kepada generasi penerus bangsa sehingga mereka diharapkan tidak menjadi target penyebaran paham-paham radikal yang saat ini mengacam NKRI.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kajian ini langsung dipandu langsung oleh Ketua GP Ansor Bolmong Utara Donal Lamunte. Hadir Juga Ketua BPD Desa Tote dan para pemuda Desa Tote. (Taufik Paputungan/Alhafiz K)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Santri Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 03 Juni 2011

Dema STISNU-Kemenag Kota Tangerang Cegah Radikalisme Pelajar

Tangerang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah?



Mencegah radikalisme perlu dimulai dari kalangan pelajar. Sebab itu, Dewan Mahasiswa (Dema) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang menggandeng Kementerian Agama Kota Tangerang untuk mencegah radikalisme di kalangan pelajar. Ini sebagai bentuk kegiatan di bulan Ramadhan?

Presiden Dema STISNU Imam Khoiri menjelaskan, Kemenag harus ikut andil bersama-sama Dema STISNU dalam melakukan pencegahan bahaya radikalisme dan terorisme. "Kami (Dema) dan Kemenag sepakat terjun bersama menangkal radikalisme atas nama agama. Kita memulai dari sosialisasi di kalangan pelajar," ujarnya saat melakukan kunjungan ke Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang, Selasa (30/5).

Dema STISNU-Kemenag Kota Tangerang Cegah Radikalisme Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Dema STISNU-Kemenag Kota Tangerang Cegah Radikalisme Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Dema STISNU-Kemenag Kota Tangerang Cegah Radikalisme Pelajar

Ia menambahkan, dema STISNU dan Kemenag sudah menyepakati beberapa poin sebagai manifesto kader mujahid untuk memberikan pemahaman pentingnya pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila dan UUD 1945.?

Kesepakatan juga berisi untuk menolak keras radikalisme atas nama agama, menolak organisasi yang ingin mengubah dasar negara, dan mendorong generasi muslim Indonesia berpikir moderat, toleran, dan penuh cinta serta kasih sayang.

Kepala Kemenag Kota Tangerang H. Dedi Mahfudin a mengapresiasi langkah mahasiswa STISNU Nusantara. Menurutnya, radikalisme perlu ditangkal sejak dini karena pemikirian radikal dapat merusak integrasi kebangsaan.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sebab itu, Kemenag Kota Tangerang sangat mendukung program mencegah sejak dini bahaya pemikiran radikal di kalangan pelajar.

"Kita akan adakan kegiatan sosialisasi bersama-sama mencegah tindakan radikal di kalangan pelajar Kota Tangerang ", terangnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jalinan kerjasama ini akan wujudkan pada kegiatan Gema (Gerakan Mahasiswa) Ramadhan 2017, yaitu berupa kegiatan roadshow dan sosialisasi bahaya radikalisme dan "ngaji pancasila" di 5 (lima) kelurahan Kota Tangerang selama bulan Ramadhan.?

Hadir pada acara silaturrahmi tersebut, Idrus Maulana pendiri PMII STISNU, Aflah Mumtaz Ketua Komisariat PMII, Raudhoh Amalia Pengurus Dema STISNU, dan pengurus Dema lainnya. (Suhendra/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Doa, Khutbah, Berita Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 14 April 2011

Penguatan NU Indonesia Timur Sangat Dibutuhkan

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Dakwah NU di wilayah Indonesia bagian timur amat diperlukan. Hal ini dikarenakan kondisi sosio-kultural masyarakatnya yang agak berbeda dari daerah-daerah lain, khususnya Pulau Jawa. Selain agamanya plural, sejumlah daerah merupakan lokasi rawan konflik.

Penguatan NU Indonesia Timur Sangat Dibutuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Penguatan NU Indonesia Timur Sangat Dibutuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Penguatan NU Indonesia Timur Sangat Dibutuhkan

Pendapat ini disampaikan Sekretaris Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) H Nurul Yakin Ishaq di Jakarta, Jumat (22/3).

Yakin menyatakan, berdasarkan pengalaman LDNU berkunjung ke beberapa daerah seperti Maluku, Papua Barat, dan Gorontalo, kebutuhan tersebut nyata dan NU penting hadir untuk menyebarluaskan karakter Islam yang damai.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

”Sebab ahlussunnah wal jamaah yang dikembangkan NU ini berpijak pada prinsip tasammuh (toleransi), tawassuth (moderasi), dan tawazun (kesemimbangan),” tegasnya.

Seperti di Ambon, sambung Yakin, beberapa masjid terbengkalai dan kecenderungan untuk membuat kampung eksklusif berdasarkan agama tertentu cukup kuat. ”Mungkin ini sisa-sisa ekses dari kerusuhan yang pernah memanas di daerah ini,” imbuhnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menurut Yakin, gerakan Islam garis keras yang dulu turut serta dalam konflik di sana hingga kini masih aktif menyebarluaskan paham mereka yang rentan akan merusak kerukunan masyarakat. ”Padahal perbedaan adalah suatu keniscayaan. Dan itu dilindungi oleh konstitusi."

LDNU baru-baru ini menghadiri istighatsah kubra dan peletakan batu pertama Pesantren Nurul Huda Kobisanto, Seram Utara, Maluku Tengah, Maluku. Acara dengan ribuan peserta ini dihadiri pula Menteri PDT dan para pejabat daerah setempat.

”Timbul kebanggaan di hati saya. Ternyata setelah melintasi perbukitan, sungai, dan hutan belantara,  ada NU di sana,” ujar Yakin.

LDNU berharap, Pengurus Wilayah NU (PWNU) Maluku yang baru terpilih dua minggu lalu dapat bekerja maksimal dan mewarnai proses keberagamaan dan kerukunan di bekas wilayah yang terkenal kental dengan konflik bernuansa SARA ini.

Penulis: Mahbib Khoiron

 

Foto: Kunjung LDNU ke acara Istighatsah Kubra di Seram Utara, Maluku Tengah, Maluku

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Berita Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 20 Februari 2011

Enak Zaman Soeharto atau Jokowi? Jawaban Kakek Ini Bikin Ngakak

Hingga sekarang masyarakat Indonesia masih membanding-bandingkan kualitas hidup dari Presiden satu ke Presiden lain. Poster bergambar Soeharto dengan tulisan “Piye kabare, penak zamanku toh?” (bagaimana kabarnya, enak zamanku kan?) sering ditemukan menempel di dinding publik, baik di tembok hingga bagian belakang truk.

Perbedaan ini dirasakan oleh kakek Lasimin. Suatu ketika kakek berusia 70 tahun yang tinggal di Banyumas, Jawa Tengah ini ditanya oleh seorang pemuda kampung bernama Zaenal.?

Zaenal melontarkan sebuah pertanyaan mengenai perbedaan hidup di zaman Presiden Soeharto dengan era Presiden Jokowi saat ini. Obrolan ringan ini berlangsung di sebuah dipan di depan rumah kakek Lasimin yang terlihat begitu sejuk dan rindang karena berada di bawah Pohon Jambu.

Enak Zaman Soeharto atau Jokowi? Jawaban Kakek Ini Bikin Ngakak (Sumber Gambar : Nu Online)
Enak Zaman Soeharto atau Jokowi? Jawaban Kakek Ini Bikin Ngakak (Sumber Gambar : Nu Online)

Enak Zaman Soeharto atau Jokowi? Jawaban Kakek Ini Bikin Ngakak

“Kek, kalau kakek rasakan, enak zaman siapa sih, Soeharto atau Jokowi,” tanya Zaenal to the point.

“Yo jelas enakan zaman Soeharto toh,” jawab kakek Lasimin sambil menyungging senyum hingga gigi ompongnya terlihat.

“Kenapa kek?”

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Soalnya di zaman Soeharto, istriku masih muda dan seger.” Geerrrrr....muncul dari mulut Zaenal. (Fathoni Ahmad)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Tegal Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 16 Januari 2011

Pesantren Darunnajah Gelar Lomba Tahfidz Quran

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah



Pesantren Darunnajah Jakarta mengelar Musabaqoh Hifzhul Quran yang ke-3 antar Pondok Pesantren se-Indonesia. Musabaqoh Hifzhul Quran merupakan acara rutin setiap tahun, yag pada tahun ini bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda  ke-89. 

Pesantren Darunnajah Gelar Lomba Tahfidz Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Darunnajah Gelar Lomba Tahfidz Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Darunnajah Gelar Lomba Tahfidz Quran

Ketua Panitia Sofwan Manaf megungkapkan Musabaqoh Hifzhul Quran ini adalah salah satu cara untuk mencerdaskan kader bangsa.

“Agar mencintai Agama dan Negara, para santri juga diharapkan membawa nilai-nilai Al Quran, mampu menjaga toleransi dan keberagaman yang ada di Indonesia serta berpegang teguh pada nilai-nilai kebangsaan demi terciptanya cinta tanah air Indonesia raya," ungkapnya pada Jumat, (27/10).

Sofwan mengatakan sebanyak 426 hafidz dan hafidzah dari pesantren se-Indonesia menjadi peserta kegiatan tersebut. Mereka sebelumnya mengikuti seleksi di 14 kota meliputi Medan, Kuningan, Tidore, Maros,

Tenggarong, Martapura, Dumai, Palembang, DKI Jakarta, Magelang, Surabaya, Bondowoso, Sumbawa, dan Lombok.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Para pemenang (terbaik) pada tiap golongan, baik putra dan putri mendapatkan hadiah ibadah umroh. Sedangkan terbaik 2, 3, harapan 1, dan harapan 2 mendapatkan dana pembinaan. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah PonPes, Pondok Pesantren, Internasional Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 30 Desember 2010

PCNU Kota Bekasi Laksanakan Kurban Hari Tasyriq Terakhir

Bekasi, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bekasi melaksanakan penyembelihan kurban di kantor PCNU setempat, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (26/9), atau pada hari tasyriq terakhir, 13 Dzulhijjah 1436 H. Hewan yang disembelih terdiri dari 3 ekor sapi dan 9 ekor kambing.

Dari jumlah hewab tersebut terkumpul 694 kantong daging yang kemudian dibagikan kepada warga sekitar dengan melibatkan seluruh lembaga dan badan otonom NU. Distribusi daging dilaksanakan pada hari tasyrik ketiga lantaran banyaknya pengurus NU yang menjadi tokoh dan sekaligus terlibat dalam kepanitiaan kurban di lingkungan rumah masing-masing. Pelaksanaan kurban pada akhir pekan dipandang lebih efektif dan efisien.

PCNU Kota Bekasi Laksanakan Kurban Hari Tasyriq Terakhir (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kota Bekasi Laksanakan Kurban Hari Tasyriq Terakhir (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kota Bekasi Laksanakan Kurban Hari Tasyriq Terakhir

Ketua Panitia Kurban H. Ahmad Mirza menjelaskan, amanah kurban yang disalurkan melalui PCNU berasal dari Walikota Bekasi, PT Riung, dan iuran bersama KH Nandi Naqsabandi, KH Zamakhsyari Abdul Majid, Sri, Hj Itut, dan H. Abdul Manan. Sementara kambing berasal dari H. Rahmat Ukar, Edy Wagiana, Sriyono bin Prayitno, Herman, H. Suwartono, Hj. Nur Hayati, Arie Wibowo, dan Polresta Bekasi Kota.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Termasuk kita juga mendapat bantuan operasional penyembelihan dari Baznas Kota Bekasi, Kemenag Kota Bekasi, DKM Grand Metropolitan, serta sejumlah donatur dari pengurus dan simpatisan NU. Kita juga melakukan inventarisir jumlah kurban dari masjid, mushala, ponpes, serta yayasan yang berada di bawah naungan NU, dengan total quban mencapai 656 yang terdiri dari 446 ekor kambing dan 210 ekor sapi, ” ujar H Ahmad Mirza.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ketua PCNU Kota Bekasi, KH. Zamaskhsyari Abdul Majid menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada segenap pengurus dan panitia yang telah bekerja keras menyukseskan pelaksanaan kurban 2015 M/ 1436 H. Dia menuturkan, di tengah kondisi perekonomian yang sulit, PCNU Kota Bekasi masih dapat melaksanakan kurban dengan jumlah sapi dan kambing tak berbeda jauh dari tahun kemarin.

“Itulah pentingnya kita tetap optimis, sebagaimana optimisme dan keyakinan yang ditunjukkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Sebab, orang yang optimis akan diberikan reward oleh Allah. Insya Allah mulai awal tahun depan PCNU Kota Bekasi akan membuka rekening kurban, tempat di mana kita bisa menabung, supaya tumbuh kemandirian dalam tubuh NU. Semoga kurban kita semua diterima oleh Allah SWT,” ujarnya. (Syamsul/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Internasional Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 04 Desember 2010

Ridwal Kamil Paparkan Kiat Memimpin Bandung di Pesantren Tebuireng

Jombang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah



Banyak cara yang harus dilakukan para pemimpin agar bisa sukses membawa perubahan. Namun yang lebih utama adalah keteladanan, menjaga ucapan, serta memperbanyak silaturahim.

Sejumlah pesan ini disampaikan H Ridwan Kamil saat memberikan kuliah umum di Pesantren Tebuireng Jombang, Rabu (8/3). Menurut Wali Kota Bandung tersebut, tidak ada perbedaan antara pemimpin dan orang kebanyakan. "Masing-masing memiliki waktu 24 jam," jelas Kang Emil, sapaan akrabnya.

Ridwal Kamil Paparkan Kiat Memimpin Bandung di Pesantren Tebuireng (Sumber Gambar : Nu Online)
Ridwal Kamil Paparkan Kiat Memimpin Bandung di Pesantren Tebuireng (Sumber Gambar : Nu Online)

Ridwal Kamil Paparkan Kiat Memimpin Bandung di Pesantren Tebuireng

Akan tetapi, bagaimana mengatur waktu yang sudah dimiliki tersebut untuk kegiatan yang lebih terukur. "Ada waktu untuk diri sendiri, ibadah, keluarga serta masyarakat," ungkapnya. Dan semakin banyak waktu yang diberikan untuk khalayak, tentu akan lebih baik, lanjutnya sembari mengutip sebuah hadits.

Pada acara yang juga diikuti sejumlah ustadz, guru dan pimpinan pesantren tersebut, Kang Emil memaparkan sejumlah terobosan ketika memimpin Bandung. "Memang butuh waktu agar ide kita bisa diterima dengan baik oleh masyarakat," katanya. Termasuk memindahkan mereka yang menempati kawasan kumuh ke lokasi pemukiman yang lebih layak. "Untuk sosialisasi, saya butuh waktu selama setahun," kisahnya.

Karena itu, Kang Emil memanfaatkan betul silaturahim dengan warga, sekaligus menjaga ucapannya. "Saat itu saya harus duduk bersama mereka sembari memberikan pemahaman terkait ide relokasi tersebut," jelasnya. Dan lewat komunikasi yang kian intensif tersebut, akhirnya warga dapat menerima pemindahan dengan tanpa ada perlawanan berarti, lanjutnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Yang tidak kalah penting dari silaturahim tersebut adalah bagaimana menjaga ucapan agar jangan ada yang menyakiti masyarakat. "Apa senjata yang lebih tajam?" katanya sembari mengisahkan dialog Imam al-Ghazali dengan muridnya. "Bukan pedang, pisau dan sejenisnya, akan tetapi lisan atau ucapan," ungkapnya.

Terkait ide gerakan ngaji usai waktu Magrib dan shalat Shubuh berjamaah, Kang Emil menandaskan bahwa hal tersebut sebagai kewajiban pemimpin. "Kami tidak hanya mengejar kemajuan fisik, juga mental," katanya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dia beralasan bahwa banyak warga negara yang penduduknya ternyata merasa tidak nyaman kendati pembangunan infrastruktur dan kemajuan ekonomi berkembang pesat. "Minimal saya bisa mempertanggungjawabkan di akhirat bahwa yang saya bangun selama ini tidak semata kemajuan fisik," jelasnya.

Di akhir paparannya, Kang Emil berharap para santri kelak dapat menjadi kalangan yang mandiri serta peduli dengan keadaan. "Menjadi orang yang turun tangan, bukan lepas tangan," katanya. Juga bukan mereka yang tangannya di bawah, justru di atas, lanjutnya.

Usai memberikan kuliah umum, Kang Emil melanjutkan ziarah ke makam keluarga Tebuireng serta bertemu KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) di dalem kasepuhan. ? (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah IMNU, Hadits, Amalan Pondok Pesantren Attauhidiyyah