Senin, 27 November 2017

Bagi-bagi Makanan, Ansor Kencong Semangati Petugas Posko Lebaran

Jember, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jajaran Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kencong, Kabupten Jember, Jawa Timur menaruh perhatian terhadap lancarnya mudik Lebaran. Bukan dengan mendirikan posko, namun membagikan nasi kotak kepada para petugas posko mudik Lebaran yang tersebar di wilayah Jember.

Bagi-bagi Makanan, Ansor Kencong Semangati Petugas Posko Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagi-bagi Makanan, Ansor Kencong Semangati Petugas Posko Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagi-bagi Makanan, Ansor Kencong Semangati Petugas Posko Lebaran

Hal ini sebagaimana tampak pada Ahad (3/7). Aksi sosial ini dipimpin langsung Ketua PC GP Ansor Kencong Muhammad Yasin Yusuf Ghazali. Dengan menggunakan tiga mobil, sejak pukul 13.00 WIB, mereka berkeliling membagikan nasi kotak. Beberapa posko mudik lebaran yang disambangi antara lain adalah posko di Desa Pondok Dalem, Kecamatan Semboro; Kecamatan Bangsalsari, terminal Tawang Alun, terminal Arjasa, terminal Pakusari, dan Gunung Gumitir.

“Kalau nasinya tidak seberapa, tapi intinya kami ingin memberi semangat kepada petugas posko dalam melayani lancarnya pemudik lebaran,” ujar Muhammad Yasin Yusuf Ghazali kepada Pondok Pesantren Attauhidiyyah.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pengawas Madrasah Kecamatan Wuluhan itu menambahkan, pihaknya selalu siap memberi bantuan sewaktu-waktu demi lancarnya pemudik Lebaran. Dikatakanya, pekerjaan petugas posko atau siapa pun yang melayani kelancaran mudik Lebaran sangatlah mulia. Betapa tidak, di saat orang lain berkumpul bersama keluarga dan handai taulan untuk merayakan Lebaran, mereka justru berada di jalan melaksanakan tugas. “Kami salut kepada mereka,” ucap Yasin.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jember memastikan akan mendirikan posko mudik Lebaran di tiga titik. Yaitu di kota Jember, di Jember utara, yakni perbatasan Bondowoso-Jember, dan di Jember barat, untuk menyambut pemudik yang datang dari arah Lumajang.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menurut Komandan Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Ansor Jember Lutfi Alif, pihaknya menyiapkan sejumlah anggota Banser untuk mengisi posko tersebut. “Mereka akan membantu polisi untuk menjaga keamanan, kenyamanan dan kelancaran pemudik,” ucapnya. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Makam, Berita, Budaya Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Mau Mudah Masuk Unila? Datanglah ke Posko SBMPTN KMNU!

Bandar Lampung, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Bagi para pelajar yang berminat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016, Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Lampung telah membuka posko pendaftaran dan informasi untuk mempermudah proses tersebut.

Mau Mudah Masuk Unila? Datanglah ke Posko SBMPTN KMNU! (Sumber Gambar : Nu Online)
Mau Mudah Masuk Unila? Datanglah ke Posko SBMPTN KMNU! (Sumber Gambar : Nu Online)

Mau Mudah Masuk Unila? Datanglah ke Posko SBMPTN KMNU!

Menurut Ketua Umum KMNU Universitas Lampung Ahmad Nur Fuadi, posko tersebut memberikan kesempatan bagi para pendaftaran untuk berkonsultasi tentang pilihan jurusan dan program studi yang diminati. "Kami juga memberikan berbagai tips dan trik lolos tes SBMPTN dengan memberi gratis soal-soal tes saintek (sains-teknologi) dan soshum (sosial-humaniora)," katanya, Ahad (01/5).

Posko yang berlokasi di depan Museum Lampung tersebut juga memberi banyak informasi tentang beasiswa yang dapat diperoleh di Kampus Universitas Lampung. "Kami juga siap memberi layanan jemput berkas bagi sekolah atau madrasah yang secara kolektif mendaftarkan sekolahnya dengan jumlah minimal 20 siswa," tambah mahasiswa Jurusan Fisika Unila ini.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pemuda berkacamata alumni MAN 1 Pringsewu ini menambahkan bahwa posko yang dibuka sejak 25 April 2016 sampai dengan 20 Mei 2016 itu juga membantu para pelajar untuk proses pendaftaran SBMPTN Bidikmisi dan Non-Bidikmisi. "Tinggal datang dengan membawa foto resmi, kami siap membantu para pelajar meraih cita cita masa depan yang cerah," ujarnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Di samping untuk membantu para pelajar, langkah KMNU ini menurut Fuad dilakukan sebagai sarana perkenalan sekaligus langkah awal rekrutmen kader KMNU Unila di masa depan. "Diharapkan para pelajar khususnya putra putri dari tokoh dan kader NU dapat bergabung dengan kita untuk mensyiarkan NU di kampus Universitas Lampung," jelasnya.

Untuk lebih detail tentang Posko SBMPTN KMNU Universitas Lampung, para pelajar bisa menghubungi Dira Fauzi (085779986865), Hafid (085769637883) atau Tari (085768126704). "Kami tunggu para pelajar Lampung di posko kami. Sukses kuliah dan sukses berorganisasi," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Ubudiyah, Sholawat Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rais Syuriyah PBNU AGH Sanusi Baco Peroleh Doktor Honoris Causa

Makassar, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Rais Syuriyah PBNU AGH M. Sanusi Baco memperoleh gelar Doktor Honoris Causa dalam bidang Hukum Islam pada Rapat Senat Terbuka Luar Biasa, Kamis (20/12) di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

Tampak � hadir dalam penganugerahan itu antara lain Dr H M. Jusuf Kalla, Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Wagub Sulsel Agus Arifin Nu’mang.

Rais Syuriyah PBNU AGH Sanusi Baco Peroleh Doktor Honoris Causa (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah PBNU AGH Sanusi Baco Peroleh Doktor Honoris Causa (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriyah PBNU AGH Sanusi Baco Peroleh Doktor Honoris Causa

Dalam sambutan Promotor dan Co Promotor Prof Dr H. Minjahuddin MA dan Prof Dr H. Achmad Abubakar M.Ag. mengatakan, AGH Sanusi Baco dikenal sebagai ulama kharismatik dan merupakan tipe seorang ulama yang sejak awal kehidupannya tumbuh dan berkembang dalam tradisi pesantren.

“Beliau telah berupaya pengembangan Ilmu Perbandingan Mazhab, selaku dosen Fakultas Syariah IAIN Alauddin mengajarkan Ilmu Ushul Fikih dan Ilmu Fikih Perbandingan Mazhab. Ternyata ketiak Promovendus menjadi Ketua Jurusan Perbandinagan Mazhab Fakultas Syariah antara tahun 1977-1983," jelas Minhajudin.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Beliau telah berupaya mengembangkan Ilmu Fiqih Perbandingan Mazhab dengan mewajibkan bagi mahasiswa yang akan ujian akhir jurusan agar membaca salah satu buku referensi dalam Mata Kuliah, diantaranya, Kitabul Fiqh ‘ala Habbul Arba’ah (Mazhab Syafi’i), Bidayatul Mujtahid (Mazhab Maliki), Fiqh Hanbali, dan Fiqh Al Islamiyah Wa Adillatuhu (MAzhab Hanafi),” lanjutnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Metode perbandingan Mazhab juga diajarkan Promovendus kepada peserta Pendidikan Kader Ulama (PKU) yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Provinsi Sulawesi Selatan sejak tahun 1993 sampai sekarang.

Penyelenggaraan PKU tersebut dipusatkan di Masjid Raya Makassar dan Asrama PHI dan hingga kini sudah terlaksana sampai angkatan ke-15. Lulusan PKU tersebut ada yang melanjutkan studinya di Pasca Sarjana (S2-S3) UIN Alauddin Makassar, ada yang menjadi PNS, Pengusaha dan ada yang menjadi imam dan membina pesantren di daerahnya. Jelas Promotor beliau

AGH M. Sanusi Baco, Lc dikenal sebagai Ulama Kharismatik Sulawesi Selatan. Ia dikenal sebagai Rois Syuriah PWNU Sulsel dan Ketua MUI Sulsel, serta pada Muktamar NU 2009 di Makassar beliapun masuk dalam jajaran Rais Syuriyah PBNU.

Redaktur Â? Â? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Andy Muhammad Idris

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Olahraga, Makam, Hadits Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Relawan LAZISNU Pringsewu Siap Berkhidmat untuk Umat

Pringsewu, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Saat ini Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Pringsewu telah memiliki sejumlah relawan yang sudah berkomitmen untuk bekhidmah mengembangkan organisasi bagi kemaslahatan umat melalui organisasi tersebut.

Relawan yang rata-rata masih muda dan energik ini siap menjadi ujung tombak dalam menggalang zakat, infaq dan shadaqah yang akan dikelola dan didistribusikan kepada mustahiq atau yang berhaq.

Relawan LAZISNU Pringsewu Siap Berkhidmat untuk Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Relawan LAZISNU Pringsewu Siap Berkhidmat untuk Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Relawan LAZISNU Pringsewu Siap Berkhidmat untuk Umat

"Para relawan tersebut nantinya akan dibekali dengan pelatihan khusus dalam melaksanakan tugas di lapangan," kata Ketua LAZISNU Pringsewu Heru saat melakukan pertemuan dengan para relawan di Pringkumpul, Ahad (26/2) malam.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Heru menambahkan, saat ini para relawan sedang fokus melaksanakan penggalangan dana yang nantinya akan disalurkan untuk bantuan pascabencana para korban banjir di Kecamatan Gadingrejo yang terjadi beberapa waktu lalu.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sementara itu Katib Syuriyah PCNU Pringsewu KH Munawir yang hadir pada pertemuan relawan tersebut berharap LAZISNU terus berbenah dan menajamkan program agar kiprah organisasi semakin maksimal.

"Manajemen organisasi dan pengelolaan zakat infaq dan shadaqah sangat penting untuk meningkatkan tingkat kepercayaan para donatur," katanya.

Karena itu harus ada progress report yang terus dipublikasikan untuk diketahui oleh khalayak ramai. "Kita sangat berharap LAZISNU Pringsewu akan menjadi lembaga yang akuntabel dan bisa menjadi contoh dalam berkiprah serta memberikan manfaat bagi para mustahiq," katanya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Fragmen Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kitab Kuning Landasan Berpikir Islam Nusantara

Jember, Pondok Pesantren Attauhidiyyah



Kitab kuning mempunyai kontribusi penting dalam merekonstruksi tumbuh kembangnya Islam yang ramah. Di dalam kitab kuninglah Islam yang rahmatal lil alamin dijabarkan secara detail yang kemudian dalam konteks keindonesiaan dikenal dengan ? istilah ? Islam Nusantara. Karena itu, para santri dan pemuda Nahdlatul Ulama diimbau untuk tidak bosan-bosannya belajar membaca dan memahami isi kitab kuning.?

Kitab Kuning Landasan Berpikir Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Kuning Landasan Berpikir Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Kuning Landasan Berpikir Islam Nusantara

Hal itu disampaikan Wakil Ketua PCNU Jember H. Miftahul Ulum di hadapan peserta Musabaqah Kitab Kuning di Pondok Pesantren Nurul Falah, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, Jember, Jawa Timur, Sabtu (8/4).

Menurut Cak Ulum, sapaan akrabnya, kitab kuning merupakan salah satu landasan penting cara berpikir para ulama NU dalam memahami Islam secara konprehensif.?

"Kitab kuning adalah kitab yang menjadi materi pokok di pondok pesantren sejak dulu. Dan kitab kuning itulah yang menjadi konstruksi berpikir para ulama seperti Kiai Wahab Hasbullah, Kiai Kholil Bangkalan, Kiai Hamid Pasuruan, Kiai Asad Syamsul Arifin dan sebagainya," ucap Cak Ulum.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menambahkan, ulama Indonesia juga banyak yang mempunyai karya kitab kuning, yang itu melengkapi referensi khazanah keislaman Nusantara.?

Dikatakannya, Islam Nusantara menjadi terasa kian penting disaat gerakan liberalisme dan radikalisme semakin massif menyusup dalam kehidupan masyarakat.?

Islam Nusantara, katanya, adalah Islam yang menjunjung tinggi toleransi dan kemajemukan bangsa Indonesia, dan pada saat yang sama juga "memusuhi" liberalisme.?

"Radikalisme itu sangat berbahaya. Liberalisme juga tidak bagus. Karenanya, santri dan pemuda NU harus belajar ktiab kuning untuk menangkal dua pemikiran tersebut," jelasnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Musabaqah Kitab Kuning itu diikuti ratusan santri putra dan putri dari berbagai pondok pesantren ? se-Kabupaten Jember. Sejumlah pengurus PCNU Jember dan para kiai juga tampak hadir di perhelatan tersebut.? (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah IMNU Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 26 November 2017

Banser NU Kalimatan Mulai Bangkit

Tabalong, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Barisan Ansor Serba Guna Nahdlatul Ulama (Banser NU) Kalimantan mulai bangkit dan telah menyebar sampai ke pelosok pulau, di wilayah propinsi Kalimantan Selatan paling timur, tepatnya di Kabupaten Tabalong.

Awal pekan lalu diadakan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser yang dibuka oleh Polres Tabalong, dihadiri oleh pejabat-pejabat pemkab, kepala pengadilan negeri, kejaksaan negeri dan Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Tabalong, serta para pengurus wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Propinsi Kalimantan Selatan.

Banser NU Kalimatan Mulai Bangkit (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser NU Kalimatan Mulai Bangkit (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser NU Kalimatan Mulai Bangkit

Kasatlantas Polres Tabalong mewakili Kapolres dalam sambutannya mengatakan, Banser sebagai salah satu potensi Masyarakat perlu membangun kerjasama dengan semua pihak, sehingga diharapkan kedepan dapat bekerjasama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia khususnya Polres Tabalong dalam memberikan bantuan keamanan kepada masyarakat sebagai salah satu tugas dan fungsi Banser.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tabalong mengatakan, Diklatsar Banser secara langsung maupun tidak akan berpengaruh terhadap profesionalitas kader-kader NU dimasa mendatang.

”Jika mereka mendapatkan tempaan keilmuan keorganisasian GP Ansor dan berbagai macam teknik kegiatan lapangan serta penguatan Aswaja, maka akan menjadi bekal bagi mereka tatkala terjun ditengah-tengah masyarakat nanti, mereka tidak akan merasa canggung karena lebih kenal medan perjuangan,” Katanya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kepala Satuan Koordinasi Nasional Banser, H Tatang Hidayat yang juga hadir pada kegiatan pembukaan menegaskan bahwa tujuan orientasi medan laga banser secara Nasional perlu diarahkan pada “paradigma baru? banser”, yaitu setiap anggota Banser harus ”terlatih, terampil dan berdaya guna atau profesional”. Hal ini harus dipahami oleh seluruh anggota melalui pendidikan dan pengkadenan semacam ini.

Pengertian terlatih adalah, bahwa ke depan tidak ada Anggota Banser yang rekrutmennya tidak melalui prosedur pendidikan dan pelatihan yang berlaku di lingkungan Banser, yaitu Diklatsar untuk pendidikan-pelatihan anggota baru, Susbalan (Kursus Banser Lanjutan) untuk penyelenggara organisasi tingkat menengah (PAC-Cabang) dan Susbanpim (Kersus Banser Pimpinan) untuk penyelenggara organisasi tingkat Tinggi antara Satkorwil dan Satkornas.

Terampil merupakan bekal bagi para anggota untuk memiliki kecakapan hidup sebagai upaya memenuhi kebutuhan hidup mereka, sehingga disamping berjuang di dalam Banser namun disisi lain telah memiliki sumber pencaharian yang cukup, sehingga komitmen menghidupi organisasi bisa terwujud.

Sedangkan pengertian profesional, bahwa Banser kedepan diarahkan agar memiliki? ketrampilan khusus yang disesuaikan dengan kondisi daerahnya masing-masing. Misalnya tersedia Banser yang ahli di bidang pengamanan dan kelau lintasan karena telah ditempa oleh Kepolisian melalui pendidikan garda pratama.

Diperlukan juga Banser yang ahli dalam bidang Search and Rescue (SAR) dan telah menerima pelatihan dari Badan SAR Nasional. Juga Banser yang sigap dalam pemadaman kebakaran karena telah dididik dalam penanggulangan kebakaran dan lain-lain yang dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan perjuangan dalam membantu masyarakat sebagai tugas pengabdian Banser.? ? ? ?

Dalam Diklatsar itu para peserta digembleng dengan orientasi medan dan materi lapangan oleh Asrendiklat Satkornas Banser yang diikuti oleh peserta dengan penuh semangat.

Diklatsar dihadiri oleh perwakilan pengurus pusat GP Ansor. Tampak hadir Wakil Sekjen PP GP Ansor Muhtar Hadyayu, Asiten Perencanaan, Pendidikan dan Pelatihan Satuan Koordinasi Nasional Banser Drs H Abdul Mujib Syadzili, dan Sekretaris Pimpinan Wilayah GP Ansor Propinsi Kalimantan Selatan Drs Hadnan. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah RMI NU, Tokoh, Warta Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ribuan Santri Ikuti Sepeda Santai Napak Tilas Laku Sunan Kudus

Kudus, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ribuan santri mengikuti Sepeda Santai Napak Tilas Laku Kanjeng Sunan Kudus yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah (Yapiq) Kudus, Ahad (3/4) pagi. Bupati Kudus H Musthofa melepas rombongan sepeda yang diselenggarakan dalam rangka Satu Abad Qudsiyyah Menara Kudus.

Tampak hadir Ketua Yapiq KH Em Nadjib Hassan, KH Noor Halim Maruf, Prof H Abdurrahman Masud, dan jajaran Forkopindo Kabupaten Kudus.

Ribuan Santri Ikuti Sepeda Santai Napak Tilas Laku Sunan Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Santri Ikuti Sepeda Santai Napak Tilas Laku Sunan Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Santri Ikuti Sepeda Santai Napak Tilas Laku Sunan Kudus

KH Nadjib Hassan menjelaskan kenapa sepeda santai ini memakai napak tilas laku kanjeng Sunan Kudus.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Bahwa Qudsiyyah ini didirikan Mbah KHR Asnawi pada tahun 1337 H, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama. Mbah KHR Asnawi adalah cucu ke-19 Sayid Jafar Shadiq (Sunan Kudus,). Jadi kalau kemudian Qudsiyyah ini dikaitkan dengan mbah Sunan Kudus, nyambungnya dengan Muassis Qudsiyyah Mbah KHR Asnawi," terang Ketua Lembaga Bathsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) ini.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Bupati Kudus H Musthofa mengapresiasi sepeda santai napak tilas laku Kanjeng Sunan Kudus ini. Ia berharap tradisi napak tilas Sunan Kudus ini bisa diagendakan setiap tahunnya.

"Tradisi untuk memperingati napak tilas ini, harapan kami tidak hanya untuk satu abad, tetapi mari kita bersama-sama untuk selalu kita peringati setiap tahunnya, dan saya akan perintahkan dinas pariwisata dan DPRD Kudus diagendakan," tegasnya.

Musthofa memaparkan bahwa Pemkab Kudus sudah mengimplementasikan tradisi Gusjigang yang diwariskan dari kanjeng Sunan Kudus.

"Pertama saya menancapkan bahwa Kudus ini menjadi paku pendidikan, kedua bagaimana kesehatan itu bisa kita gratiskan mulai dari puskesmas sampai RSUD (Rumah Sakit Daerah Umum) Kudus walaupun tidak pakai kartu, yang penting warga Kudus, dan yang ketiga pemberdayaan ekonomi kerakyatan adalah implementasi dari pada Gusjigang," tandasnya.

Seperti yang kita ketahui bahwa tema besar Satu Abad Qudsiyyah ialah "Membumikan Gusjigang untuk Kemandirian Bangsa". Yang dimaksud Gusjigang ialah bagus akhlaq dan tingkah lakunya, pinter ngaji atau beribadah haji, dan pandai berdagang atau mandiri.

Dalam kesempatan ini, panitia membagikan hadiah 21 sepeda gunung, 3 kambing, dan ratusan hadiah hiburan lainnya. Selain kegiatan sepeda santai napak tilas laku kanjeng Sunan Kudus, kegiatan lainnya juga bakal digelar yakni Khotmil Quran 100 khataman, 100 ribu surat Al-Ikhlas, dan bancaan 100 ingkung yang akan diselenggarakan di kompleks makam Menara Kudus, Selasa (5/4) malam.

Madrasah Qudsiyyah Menara Kudus merupakan madrasah salaf yang didirikan oleh KHR Asnawi Kudus, salah satu tokoh pendiri Nahdlatul Ulama dari Kudus. Madrasah Qudsiyyah resmi berdiri pada tahun 1337 H. (Yusrul Wafa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Hikmah, Hadits, Cerita Pondok Pesantren Attauhidiyyah