Minggu, 18 Oktober 2009

Khofifah Usulkan Syaraf Libido Pelaku Kejahatan Seksual Diputus

Samarinda, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ketua Umum Pucuk Pimpinan Muslimat Nahdlatul Ulama Khofifah Indar Parawansa menyarankan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Muslimat Nahdatul Ulama (NU) menelurkan rekomendasi berupa hukuman maksimal untuk pelaku kejahatan seksual.

Khofifah Usulkan Syaraf Libido Pelaku Kejahatan Seksual Diputus (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Usulkan Syaraf Libido Pelaku Kejahatan Seksual Diputus (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Usulkan Syaraf Libido Pelaku Kejahatan Seksual Diputus

Hal ini diungkapkan Khofifah yang juga Menteri Sosial Kabinet Kerja itu dalam sambutannya saat membuka Rakernas Muslimat NU di Lamin Etam, komplek Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (5/2) kemarin. “Hukumannya juga harus berat. Bisa saja saraf libidonya diputus,” kata Khofifah.

Khofifah menuturkan, adiksi (kecanduan) pornografi lebih bahaya dari kecanduan narkoba. Khofifah pun mengaku sudah berdiskusi dengan dokter dan ahli hukum mengenai hukuman maksimal ini.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Efek trauma bagi korbannya ini yang kita perhitungkan. Apalagi, pelaku kejahatan seksual ini korbannya banyak. Jadi, Indonesia tidak hanya darurat narkoba, tapi juga darurat pornografi,” katanya dalam pembukaan Rakernas Muslimat itu.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rakernas di Samarinda akan berlangsung hingga Sabtu (7/2) besok. Sekjen Muslimat, Aniroh Slamet Efendi Yusuf mengatakan, Muslimat NU mengamanatkan Rakernas dilaksanakan sekurang-kurangnya satu kali diantara dua kongres atas undangan Pimpinan Pusat.

Menurutnya, sebelum Kongres tahun 2016, PP Muslimat NU menyelenggarakan  Rapat Kerja Nasional Bidang Pendidikan dan mengagendakan Rapat Kerja Nasional Bidang Kesehatan dan Bidang Ekonomi.

Rakernas  Pendidikan kali ini diselenggarakan   tanggal 5 -7 Februari 2015 di Samarinda, Kalimantan Timur, dengan mengambil tema "Menguatkan Jaringan Pendidikan yang Makin Berkualitas, dan Terjangkau untuk Menyiapkan SDM yang Unggul, Kompetitif dan Ber-Akhlak Mulia". (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah PonPes, Olahraga, Warta Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 13 Oktober 2009

Menpora Jelaskan Potensi Kerja Sama Pemuda dan Olahraga kepada Dubes

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menpora Imam Nahrawi hari Selasa (16/2/2016) siang menerima sejumlah Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Indonesia yang akan bertugas di luar negeri. Negara-negara tujuan para dubes Indonesia adalah Bosnia, Equador, Aljazair, Iran, Denmark, Panama, Kroasia, Oman dan Vatikan. Menpora juga menjamu makan siang bersama para dubes di lantai 10 Gedung Kemenpora, Jakarta. 

Menpora Jelaskan Potensi Kerja Sama Pemuda dan Olahraga kepada Dubes (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora Jelaskan Potensi Kerja Sama Pemuda dan Olahraga kepada Dubes (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora Jelaskan Potensi Kerja Sama Pemuda dan Olahraga kepada Dubes

Para dubes itu adalah Dubes RI untuk Bosnia Amelia Yani, Dubes RI untuk Equador Diennaryati Tjokrosuprihartono, Dubes RI untuk Aljazair Safira Machrusah, Dubes RI untuk Iran Husnan Bey Fanani, Dubes RI untuk Denmark Ibnu Said, Dubes RI untuk Panama Budhy Santoso, Dubes RI untuk Kroasia Alexander Litaay, Dubes RI untuk Oman Musthofa Taufik Abdul Latif, dan Dubes RI untuk Vatikan Antonius Agus Sriyono. 

Menpora cukup senang dengan kedatangan para dubes dan menjelaskan potensi kerja sama yang bisa dilakukan, terutama kerja sama bidang pemuda dan olahraga. Yakni pertukaran pemuda dan pertukaran pelatih olahraga. Menpora juga menjelaskan event TAFISA Games 2016 dan Asian Games 2018. 

"Dalam konteks keolahragaan, kita juga sedang memperjuangkan tambahan dana buat Rio Haryanto. Soal pertukaran pelatih, utamanya adalah di olahraga unggulan. Kami betul-betul ingin mempromosikan olahraga khas Indonesia. Kami ada federasi pencak silat dan sepak takraw. Keduanya sangat menarik dan kami promosikan betul. Ada juga olahraga Tarung Derajat dari Bandung," ujar Nahrawi seperti diberitakan laman kemenpora.go.id. 

Terkait kepemudaan, Menpora berharap ada pertukaran pemuda berbagai bidang. "Kami didampingi semua deputi agar kerjasama pemuda dan olahraga dapat direalisasikan. Kami sudah ada kesepahaman dengan Menlu bahwa setiap pertukaran disambut luar biasa oleh KBRI," tandas Menpora. 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dubes RI untuk Bosnia Amelia Yani cukup senang dengan pertemuan ini. "Kami adalah para dubes di negara-negara Balkan, ada Dubes Kroasia pecahan Yugoslavia, dan dubes-dubes lain. Kita pernah mengalami pelanggaran HAM di Indonesia 50 tahun, di sana baru 20 tahun. Kami ingin bertemu Menpora untuk mendorong pertukaran di bidang pemuda dan olahraga, seperti pelatih tenis, dan olahraga lain. Sikap mental atlet juga penting untuk ditransformasikan antar negara," ujarnya. 

"Penduduk Kroasia cuma 4,2 juta tetapi turis yang berkeliaran di sana 17 juta orang. Di Kroasia dikenal dengan bola kaki. Saya akan promosikan senam olahraga poco-poco nanti," ujar Dubes RI untuk Kroasia Alexander Litaay. 

"Saya menjadi Dubes Panama merangkap Kosta Rika, Nikaragua, dan Honduras. Pendekatan olahraga dan budaya akan menjadi kerjasama sebagai ujung tombak diplomasi," ujar Dubes RI untuk Panama Budhy Santoso. 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Oman kurang begitu populer, namun Muscat (Ibukota Oman) itu paling cantik. Oman itu Arab yang paling sopan. Organisasi Konferensi Islam (OKI) saat ini hanya dipakai secara politis. Saya berpikir itu perlu dimanfaatkan untuk peluang ekonomi," ujar Dubes RI untuk Oman Musthofa Taufik Abdul Latif 

Dubes RI untuk Denmark Ibnu Said mengatakan, setiap tahun ada Denmark Open. "Di Denmark, orang senang naik sepeda. Sekitar 70 persen di sana senang naik sepeda. Pertukaran pelatih bidang sepakbola sangat mungkin," katanya. 

"Vatikan wilayahnya sangat kecil, namun pengaruh kebijakannya sangat besar. Asian Beach Games bisa dikerjasamakan karena seribu pemuda Katholik se-Asia akan berkumpul," ujar Dubes RI untuk Vatikan Agus Sriyono. 

"Pencak silat di Iran sangat disukai. Bagi KBRI, yang terpenting adalah sosial budaya. Selama ini persepsinya hanya soal sunni-syiah. Padahal urusan lainnya banyak," kata Dubes RI untuk Iran. 

Sejumlah deputi dan staf khusus mendampingi Menpora. Yakni Deputi Pemberdayaan Pemuda Yuni Poerwanti, Deputi Pengembangan Pemuda Sakhyan Asmara, Deputi Pembudayaan Olahraga Faisal Abdullah, Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Djoko Pekik Irianto, Kepala Komunikasi Publik Kemenpora Gatot S Dewabroto, dan Staf Khusus Olahraga M Khusen Yusuf. 

Deputi Pemberdayaan Pemuda Yuni Poerwanti mengusulkan kerja sama di bidang kreativitas, pencegahan narkoba, pencegahan terorisme, kemaritiman, dan pluralisme atau lintas agama. Deputi Pengembangan Pemuda Sakhyan Asmara mengusulkan kerjasama pertukaran pemuda dan wirausaha pemuda. Deputi Pembudayaan Olahraga menjelaskan TAFISA. Sementara Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga menjelaskan kerjasama olahraga. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Nusantara Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 17 September 2009

Pesantren Nurul Jadid Segera Kembangkan Universitas Berbasis Pesantren

Probolinggo, Pondok Pesantren Attauhidiyyah



Dalam rangka mengembangkan lembaga pendidikan tinggi (Dikti), Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo melakukan kunjungan ilmiah ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang, Ahad (20/8).

Kunjungan ke pesantren yang juga mengelola lembaga Dikti Universitas KH Wahab Chasbullah (Unwaha) ini diikuti oleh tiga pimpinan tiga perguruan tinggi yang berada di Pesantren Nurul Jadid, yakni Rektor IAI Nurul Jadid, Ketua STT Nurul Jadid dan Ketua STIKes Nurul Jadid Paiton.

Pesantren Nurul Jadid Segera Kembangkan Universitas Berbasis Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nurul Jadid Segera Kembangkan Universitas Berbasis Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nurul Jadid Segera Kembangkan Universitas Berbasis Pesantren

Rombongan diterima oleh Dr. Fathullah Malik, selaku Wakil Rektor 1 Universitas KH. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang beserta segenap jajaran. Selanjutnya mereka melakukan dialog seputar perkembangan lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang.?

“Kunjungan ini bertujuan untuk mengembangkan lembaga tinggi di Pesantren Nurul Jadid Paiton menjadi universitas yang berbasis pesantren,” kata Kepala Pesantren Nurul Jadid Paiton KH Hamid Wahid.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menurut Kiai Hamid, kedatangannya ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum tidak lain adalah untuk menimba ilmu terkait dengan merger perguruan tinggi yang ada di pesantren menjadi universitas di bawah naungan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek dan Dikti) Republik Indonesia.?

“Kami tidak bisa menunggu lagi, karena perguruan tinggi pesaing juga sudah berkompetisi untuk meningkatkan mutu PTKI (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam). Mumpung ada peluang dari Kemenristek dan Dikti, maka kita mencoba ambil peluang menjadi universitas. Dengan model beberapa program studi di lembaga kami, Insya Allah kami bisa apabila disertasi kesungguhan, ikhtiar dan doa,” tegasnya.

Sementara Wakil Rektor 1 Unwaha Jombang Dr. Fathullah Malik menyampaikan bahwa antara Pesantren Nurul Jadid dan Pesantren Bahrul Ulum sekilas memiliki budaya yang sama. Yakni, lembaga pendidikan tinggi yang berada di pondok pesantren dan perguruan tinggi yang berasaskan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) atau berbasis Nahdliyin.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Universitas yang kita miliki ini merupakan cita-cita dari KH. Wahab Chasbullah yang sangat visioner. Tentunya tidak mudah untuk mewujudkan universitas ini, diperlukan ? ketelatenan dan usaha keras untuk mewujudkan ini semua,” katanya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Amalan Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rabu, 16 September 2009

Mengangkat tangan dan Mengusap Muka ketika Berdo’a

Pada dasarnya mengangkat tangan ketika berdo’a dan dan mengusap wajah sesudahnya bukanlah sekedar tradisi yang tanpa dasa. Keduanya merupakan sunnah Rasulullah saw. sebagaimana termaktub dalam salah satu haditsnya yang diceritakan oleh Ibn Abbas:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  ? (? ? ?)

Apabila engkau memohon kepada Allah, maka bermohonlah dengan bagian dalam kedua telapak tanganmu, dan jangan dengan bagian luarnya. Dan ketika kamu telah usai, maka usaplah mukamu dengan keduanya.

Mengangkat tangan dan Mengusap Muka ketika Berdo’a (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengangkat tangan dan Mengusap Muka ketika Berdo’a (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengangkat tangan dan Mengusap Muka ketika Berdo’a

Demikian pula keterangan para ulama dari beberapa kitab. Bahkan mereka menganjurkan ketika semakin penting permintaan agar semakin tinggi pula mengangkat tangan. Adapun ukuran mengangkat tangan adalah setinggi kedua belah bahu. Dalam I’anatut Thaibin Juz Dua diterangkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dan diwaktu berdoa disunnahkan mengangkat kedua tangannya yang suci setinggi kedua bahu, dan disunnahkan pula menyapu muka dengan keduanya setelah berdo’a.

Keterangan ini ditambahi oleh keterangan Syaikh Muhammad bin Sulaiman al-Kurdy dalam Al-Hawasyil Madaniyyah  dengan sangat singkat.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

? ? ? ? ? ? ? ?

Batas maksimal mengangkat tangan adalah setinggi kedua bahu, kecuali apabila keadaan sudah amat kritis, maka ketika itu bolehlah melewati tinggi kedua bahu.

 Akan tetapi, di masa sekarang ini banyak kelompok yang meragukan dan menyangsikan sunnah Rasulullah saw ini. mereka meanyakan kembali tentang keabsahannya. Sungguh hal ini bukanlah sesuatu yang baru karena dulu telah disinggung oleh pengarang kitab al-Futuhatur rabbaniyyah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sang pengarang telah berkata bahwa “telah ada hadits-hadits yang tak terbatas banyaknya mengenai mengangkat tangan ke langit ketika berdo’a, barang siapa menganggap itu tidak ada, maka ia telah keliru.

Red. Ulil H.  

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Bahtsul Masail, Sholawat, Nasional Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 20 Juli 2009

Usai Rakernas, IPNU Bertekad Terdepan Kaderisasi di Tubuh NU

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Paragon Ahad (11/12) Pimpinan Pusat IPNU mensahkan sistem kaderisasi dalam memperkuat organisasi. Pengesahan tersebut setelah 24 Pimpinan Wilayah IPNU seluruh Indonesia turut menyepekati.

Usai Rakernas, IPNU Bertekad Terdepan Kaderisasi di Tubuh NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Rakernas, IPNU Bertekad Terdepan Kaderisasi di Tubuh NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Rakernas, IPNU Bertekad Terdepan Kaderisasi di Tubuh NU

"?Pelaksanaan Rakernas sudah mencurahkan energi, berbagai langkah dan regulasi memperkuat organisasi," ujar Ketua Umum PP IPNU Asep Irfan Mujahid seusai Rakernas yang dilakukan sejak tanggal 8 sampai 11 Desamber 2016,.

Asep menuturkan, dalam Rakernas dilakukan pembahasan organisasi, kaderisasi, CBP, sampai dengan rekomendasi wilayah dan rekomendasi nasional. Dalam memutuskan peraturan organisasi ditambah dengan penguatan sistem keorganisian, serta penguatan tatanan ideologi organisasi IPNU ke depan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Seluruh kader IPNU? semakin memadukan gerak langkah sinergis dengan berbagai elemen, dengan menggerakan organisasi menjadi lebih baik," katanya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dia menambahkan, ?program IPNU ke depan dengan menjadikan kaderisasi garda terdepan NU, dengan dapat? menjawab atas krisis kader Nahdlatu Ulama. Disamping itu, hasil keputusan dapat dilaksanakan secepatnya di semua tingkatan organisasi.

"Dalam menatap usia satu abad NU, ada kegelisahan dengan minimnya kader kritis dalam tubuh Nahdlatul Ulama," katanya.

Lanjut dia, ?hilangnya peranan strategis di masyarakat harus diperkuat dengan ?berkomitmen keputusan bersama di Rakernas IPNU. Organisasi IPNU ke depan sudah dapat melihat perkembangan yang lebih baik untuk organisasi, agar memiliki kader IPNU yang memiliki militansi yang tinggi.

"Semua dapat melaksanakan hasil keputusan tersebut, terutama dalam memperkuat kaderisasi di semua tingkatan," lanjutnya.

Asmoez, Saapan akrabnya menambahkan, ?peran IPNU harus aktif dalam pengawalan isu strategis dan wacana kritis yang terjadi di sekeliling masyarakat, sehingga dapat direspons dengan secepatnya. Ditambah, dalam rakernas akan dilakukan gerakan sejuta kartu anggota, agar memiliki data base organisasi yang secara sistematis.

?"Ada sekitar 28 PW IPNU yang sudah sah, dan ada 6 PW IPNU yang sedang dipersiapkan," pungkasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Presidium Majelis Alumni IPNU Dr. Hilmy Muhammadiyah, M.Si mengatakan, Rakernas IPNU berlangsung dengan baik, dengan meningkatkan tata kelola organisasi yang profesional. Sesungguhnya pelaksanaan Rakernas semakin mengarahkan menjaga segmentasi NU, dengan generasi IPNU yang terdidik.

"Menyiapkan warga Nahdliyin yang terdidik, dan tata kelola organisasi yang baik," katanya.

Dia menambahkan, ?sebagai Banom NU sudah memiliki? tata kelola organisasi dengan baik, ?dengan memiliki manajemen yang profesional? dan organisasi modern. NU pada satu abad akan memiliki tantangan yang kompleks, sehingga ?IPNU yang masuk tetap eksis dengan kontribusi terhadap kemajuan bangsa.

"NU semakin harus tetap kontribusi terhadap kemajuan bangsa," ungkapnya.

Dia melanjutkan, ?pemikiran yang berkembang dengan penerapan akreditasi pada semua tingkatan organisasi IPNU, untuk melakukan penataan organisasi yang lebih baik. ?Dalam akreditasi organisasi harus memiliki ukuran yang jelas, agar kaderisasi dapat berlanjut untuk organisasi yang kuat.

"Dalam akreditasi harus memiliki ukuran yang jelas, sehingga dalam penguatan organisasi," pungkasnya. (Benny Ferdiansyah/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Tokoh Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 17 Mei 2009

Subang Miliki Tradisi Tukar Rantang Jelang Lebaran

Subang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Setiap daerah memiliki keunikan sendiri dalam menyambut lebaran, seperti di wilayah pantura kabupaten Subang terdapat tradisi tukar rantang atau biasa disebut dengan udun-udunan.

Subang Miliki Tradisi Tukar Rantang Jelang Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Subang Miliki Tradisi Tukar Rantang Jelang Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Subang Miliki Tradisi Tukar Rantang Jelang Lebaran

Menurut Reti salah satu warga desa Cilamayagirang tukar rantang adalah saling tukar makanan atau masakan yang disimpan di dalam rantang susun, “Tradisi tersebut sudah turun temurun dari nenek moyang daerah sini” jelasnya.

”Dalam tukar tantang ada perbedaan antara kerabat dan tetangga. Jika kerabat yang nasabnya lebih tua, tukar rantang berisi lengkap, seperti nasi, bakakak (ayam panggang), gula, kopi, udud (rokok) aneka macam buah-buahan,” ujar Siti Aisyah.  

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kalau untuk kerabat yang nasabnya lebih muda dan tetangga, tukar tantang isinya sederhana, yaitu nasi lengkap lauk pauknya, seperti telur atau ayam opor. 

“Kebiasaan orang yang diberi hantaran rantang akan membalas hantaran pada hari yang sama atau hari berikutnya. Tentu saja isinya sama, nasi lengkap dengan lauk-pauk,” jelas Aisyah pada Pondok Pesantren Attauhidiyyah, Selasa (6/8/2013).

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menurut Ustadz Sobri, Tradisi tukar rantang harus dilestarikan karena selain bersedekah makanan, tradisi tersebut untuk memperetat tali silaturrahim antar kerabat dan tentangga.

Uniknya, dalam tradisi tukar rantang ada juga angpau atau amplop yang berisi uang yang disisipkan. Uang tersebut diperuntukkan kepada si anak pengirim rantang. 

Untuk isi amplop beragam, mulai dari Rp5.000 sampai dengan  Rp50.000 atau pun Rp100.000, tergantung pada kemampuan si pemberi.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Ahmad Rosyidi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Pertandingan, Internasional Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selasa, 07 April 2009

40 Santriwati MA Ali Maksum Ikuti Pelatihan Jurnalistik

Krapyak, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Sebanyak 40 santriwati Pondok Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum tingkat Madrasah Aliyah mengikuti Training and Workshop Jurnalistik yang diselenggarakan oleh Lentera Foundation bersama Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) dan Kedutaan Amerika Serikat di Jakarta (US Embassy).

Tema pelatihan ini ‘Journalism Training and Women Leadership Program for Female Students in Islamic Boarding School (pesantren)’. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari pada 14-15 September 2015 di gedung pengajian Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta.

40 Santriwati MA Ali Maksum Ikuti Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
40 Santriwati MA Ali Maksum Ikuti Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

40 Santriwati MA Ali Maksum Ikuti Pelatihan Jurnalistik

Dalam acara pembukaan, Indar, perwakilan dari Kedutaan Amerika menyampaikan sambutan dan rasa senang bisa mengadakaan pelatihan ini di pesantren. "Kami merasa senang, selain bisa mengunjungi pesantren, kami juga berharap potensi-potensi besar yang dimiliki santri khususnya santriwati bisa dikembangkan terutama bidang jurnalistik," katanya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari pihak yayasan pondok pesantren yang diwakili oleh Ibu Ny Hj Maya Fitria sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. "Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak penyelenggara dan kami berharap para santriwati mendapat pemahaman dan pengalaman dalam pelatihan ini," jelasnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pelatihan ini sebelumnya juga dilaksanakan di PPMI Assalaam Solo. Kemudian usai dari pesantren Krapyak, kegiatan ini akan dilanjutkan ke Semesta Boarding School Semarang. (Muyas/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Tegal, AlaSantri, Halaqoh Pondok Pesantren Attauhidiyyah