Senin, 08 Agustus 2011

Qasidah Al-Karimiyyah Meriahkan Pembukaan Makesta

Subang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Grup Qasidah “Band Kepret” dari Pesantren Al-Karimiyyah turut berpartisipasi dalam memeriahkan kegiatan Pembukaan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) dan sekaligus Pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecatamatan Patokbeusi, Subang, Jawa Barat, di gedung Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Al-Huda, Ahad (10/3) kemarin.

Qasidah Al-Karimiyyah Meriahkan Pembukaan Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)
Qasidah Al-Karimiyyah Meriahkan Pembukaan Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)

Qasidah Al-Karimiyyah Meriahkan Pembukaan Makesta

Salah satu keunikan dari Grup Qasidah yang digawangi oleh Nashori, Cecep, Ino, Epul, Wisnu, Gofur, Irfan, Radi, Yadi dan Sopyan tersebut ketika tampil di hadapan sedikitnya 78 orang peserta dan 30 orang panitia adalah berhasil membawakan beberapa lagu shalawat dengan beberapa arransemen dan para penabuh yang mengiringinya pun dapat menyesuaikan dengan arransemen yang dibawakan oleh Nashori, sang vokalis.

Selain itu, keunikan lainnya adalah dalam Grup Qasidah ini pun terdapat beberapa alat musik yang tidak biasanya hadir dalam Grup Qasidah “Band Kepret”, karena selain alat musik konvensional dari “band kepret”, juga dilengkapi dengan tam-tam, kotek, symbal dan drum tenor.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menurut Nashori, kolaborasi alat musik tersebut merupakan hasil karyanya sendiri, naluri dan imajinasi musiknya berhasil membuat inovasi suara dalam “band kepret” apalagi kemampuan musiknya selalu dilatih dalam seminggu paling tidak 2 kali.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Jadwal latihan kita seminggu dua kali, hari jum`at sore dan minggu sore,” ujarnya

Menurut mahasiswa STAI Riyadlul Jannah ini, dibandingkan dengan marawis dan hadroh, qasidah dihitung lebih mudah dalam melakukan inovasi.

“Menurut saya, untuk membuat kreasi dan inovasi musik lebih gampang qasidah daripada marawis dan hadrah,” ungkapnya

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Pengurus MWCNU Patokbeusi, PC IPNU Subang, Sekretaris Kecamatan dan beberapa tokoh masyarakat tersebut grup qasidah Al-karimiyyah cukup menghibur hadirin dan hadirin pun terlihat khusu dalam mendengarkan beberapa lantunan shalawat yang dibawakan oleh mereka.

Redaktur? ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Aiz Luthfi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Meme Islam, Kajian Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 29 Juli 2011

Santri Digoda Setan Kelas Santri

Yogyakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. KH. Henry Sutopo mengatakan, Iblis mendapat kewenangan menggoda anak keturunan Adam. Ia menggoda manusia sesuai dengan kedudukan.

Santri Digoda Setan Kelas Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Digoda Setan Kelas Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Digoda Setan Kelas Santri

“Kalau santri, ya yang menggoda setannya kelas santri. Kalau kiai, yang menggoda setannya juga kelas kiai.” 

Ia menyampaikan hal itu pada pengajian menjelang buka bersama puasa arafah di masjid Yasayan Kodama (Korps Dakwah Mahasiwa) Yogyakarta, Senin (14/10).

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Di akhir pengajian, Henry Sutopo menegaskan bahwa semua manusia itu tidak ada yang selamat dari bujuk rayu iblis, kecuali Nabi Muhammad Saw.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Tidak ada yang selamat dari bujuk rayu Iblis kecuali Nabi Muhammad Saw.” Pungkasnya, disambut suara adzan maghrib. 

Kegiatan tersebut, dihadiri oleh puluhan jamaah yang terdiri dari masyarakat di sekitar masjid Kodama Yogyakarta.  (Rokhim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Ahlussunnah, Humor Islam Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rabu, 27 Juli 2011

Gandeng Komunitas Matapena, Hasyim Asyari Gelar Liburan Sastra

Jepara, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Komunitas Matapena Rayon Hasyim Asyari Bangsri menggandeng komunitas Matapena Yogyakarta menggelar Liburan Sastra di Pesantren (LSdP) #8. kegiatan yang rencananya diselenggarakan Jum’at-Ahad (29/6-1/7) mendatang bertempat di Rumah Joglo Hasyim Asyari Bangsri.

Materi yang disampaikan Sastra Pesantren yang Berpihak pada Kasunyatan Obyektif, ke-Matapena-an, Motivasi Menulis, Penanaman Nilai, Menggali Ide, Membuat Setting Cerita, Penokohan, Alur, Tahlilan Sastra, Olah Rasa, Seni Panggung dan Teater. 

Gandeng Komunitas Matapena, Hasyim Asyari Gelar Liburan Sastra (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng Komunitas Matapena, Hasyim Asyari Gelar Liburan Sastra (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng Komunitas Matapena, Hasyim Asyari Gelar Liburan Sastra

Untuk pemateri Zastrow Al-Ngatawi (Budayawan Lesbumi), KH Nuruddin Amin (Pengasuh Pesantren Hasyim Asyari Bangsri), Adipati Genk Kobra, Ahmad Fikri AF (Pembina Komunitas Matapena) dan kru Matapena Yogyakarta; Akhiriyati Sundari, Arifa Juhas, Pijer Sri Laswiji, Zaki Zarung, Mahbub Djamaluddin, Sachree M Daroini, Hugeng Satya Dharma dan Humam Rimba. 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

KH Zainal Umam, pembina Matapena Rayon Hasyim Asyari menuturkan kegiatan bertujuan mengisi liburan dengan kegiatan bersastra dan berkarya, menggali dan mengasak skill menulis maupun ajang silaturahmi dan berjejaring antar rayon komunitas Matapena yang berada di Kabupaten Jepara dan sekitarnya. 

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Untuk syarat pendaftaran; peserta berusia 15-22 tahun, mengisi formulir pendaftaran, membayar kontribusi sebesar Rp.150.000, menyerahkan cerpen karya sendiri, pendaftaran ditutup hingga 28 Juni 2012. 

Tempat pendaftaran sekretariat Matapena Jl. Wonosari KM 4.5 Gang Musholla Jeruk Legi Bantul Yogyakarta atau MTs Hasyim Asyari Jl. Raya Bangsri-Jepara (depan Masjid An-Nur) Bangsri Jepara. Contact person 085643274002 (Mansyur) atau 085742391972 (Shofaun Nafis). 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Syaiful Mustaqim 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Daerah, Amalan, Khutbah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 25 Juni 2011

Pantau Radikalisme GP Ansor Bolmut Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin di Tiap Masjid

Bolmong Utara, Pondok Pesantren Attauhidiyyah - Gerakan Pemuda Ansor Bolang Mongondow Utara kembali berdakwah Islam rahmatan lil alamin di masjid-masjid. Mereka membuat mengadakan kajian-kajian rutin Islam yang penuh rahmat di tiap masjid.

Pada pekan ini, mereka menggelar kajian di masjid Al-Ikhwan Desa Tote, Sabtu (27/02). Pada kesempatan ini mereka mengangkat tema "Menangkal Bahaya Radikalisme dan Penguatan Kebangsaan Ini.”

Pantau Radikalisme GP Ansor Bolmut Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin di Tiap Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Pantau Radikalisme GP Ansor Bolmut Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin di Tiap Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Pantau Radikalisme GP Ansor Bolmut Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin di Tiap Masjid

"Kajian seperti ini memang harus dikuatkan pada setiap generasi penerus bangsa apalagi pada saat ini banyak paham-paham radikal,” kata Dansatkorcab Banser Bolmong Utara Ridwan.

Menurut Ridwan, Islam Rahmatan lil Alamin dan penguatan kebagsaan perlu diberikan kepada generasi penerus bangsa sehingga mereka diharapkan tidak menjadi target penyebaran paham-paham radikal yang saat ini mengacam NKRI.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kajian ini langsung dipandu langsung oleh Ketua GP Ansor Bolmong Utara Donal Lamunte. Hadir Juga Ketua BPD Desa Tote dan para pemuda Desa Tote. (Taufik Paputungan/Alhafiz K)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Santri Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jumat, 03 Juni 2011

Dema STISNU-Kemenag Kota Tangerang Cegah Radikalisme Pelajar

Tangerang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah?



Mencegah radikalisme perlu dimulai dari kalangan pelajar. Sebab itu, Dewan Mahasiswa (Dema) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang menggandeng Kementerian Agama Kota Tangerang untuk mencegah radikalisme di kalangan pelajar. Ini sebagai bentuk kegiatan di bulan Ramadhan?

Presiden Dema STISNU Imam Khoiri menjelaskan, Kemenag harus ikut andil bersama-sama Dema STISNU dalam melakukan pencegahan bahaya radikalisme dan terorisme. "Kami (Dema) dan Kemenag sepakat terjun bersama menangkal radikalisme atas nama agama. Kita memulai dari sosialisasi di kalangan pelajar," ujarnya saat melakukan kunjungan ke Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang, Selasa (30/5).

Dema STISNU-Kemenag Kota Tangerang Cegah Radikalisme Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Dema STISNU-Kemenag Kota Tangerang Cegah Radikalisme Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Dema STISNU-Kemenag Kota Tangerang Cegah Radikalisme Pelajar

Ia menambahkan, dema STISNU dan Kemenag sudah menyepakati beberapa poin sebagai manifesto kader mujahid untuk memberikan pemahaman pentingnya pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila dan UUD 1945.?

Kesepakatan juga berisi untuk menolak keras radikalisme atas nama agama, menolak organisasi yang ingin mengubah dasar negara, dan mendorong generasi muslim Indonesia berpikir moderat, toleran, dan penuh cinta serta kasih sayang.

Kepala Kemenag Kota Tangerang H. Dedi Mahfudin a mengapresiasi langkah mahasiswa STISNU Nusantara. Menurutnya, radikalisme perlu ditangkal sejak dini karena pemikirian radikal dapat merusak integrasi kebangsaan.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sebab itu, Kemenag Kota Tangerang sangat mendukung program mencegah sejak dini bahaya pemikiran radikal di kalangan pelajar.

"Kita akan adakan kegiatan sosialisasi bersama-sama mencegah tindakan radikal di kalangan pelajar Kota Tangerang ", terangnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Jalinan kerjasama ini akan wujudkan pada kegiatan Gema (Gerakan Mahasiswa) Ramadhan 2017, yaitu berupa kegiatan roadshow dan sosialisasi bahaya radikalisme dan "ngaji pancasila" di 5 (lima) kelurahan Kota Tangerang selama bulan Ramadhan.?

Hadir pada acara silaturrahmi tersebut, Idrus Maulana pendiri PMII STISNU, Aflah Mumtaz Ketua Komisariat PMII, Raudhoh Amalia Pengurus Dema STISNU, dan pengurus Dema lainnya. (Suhendra/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Doa, Khutbah, Berita Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Kamis, 14 April 2011

Penguatan NU Indonesia Timur Sangat Dibutuhkan

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Dakwah NU di wilayah Indonesia bagian timur amat diperlukan. Hal ini dikarenakan kondisi sosio-kultural masyarakatnya yang agak berbeda dari daerah-daerah lain, khususnya Pulau Jawa. Selain agamanya plural, sejumlah daerah merupakan lokasi rawan konflik.

Penguatan NU Indonesia Timur Sangat Dibutuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Penguatan NU Indonesia Timur Sangat Dibutuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Penguatan NU Indonesia Timur Sangat Dibutuhkan

Pendapat ini disampaikan Sekretaris Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) H Nurul Yakin Ishaq di Jakarta, Jumat (22/3).

Yakin menyatakan, berdasarkan pengalaman LDNU berkunjung ke beberapa daerah seperti Maluku, Papua Barat, dan Gorontalo, kebutuhan tersebut nyata dan NU penting hadir untuk menyebarluaskan karakter Islam yang damai.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

”Sebab ahlussunnah wal jamaah yang dikembangkan NU ini berpijak pada prinsip tasammuh (toleransi), tawassuth (moderasi), dan tawazun (kesemimbangan),” tegasnya.

Seperti di Ambon, sambung Yakin, beberapa masjid terbengkalai dan kecenderungan untuk membuat kampung eksklusif berdasarkan agama tertentu cukup kuat. ”Mungkin ini sisa-sisa ekses dari kerusuhan yang pernah memanas di daerah ini,” imbuhnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Menurut Yakin, gerakan Islam garis keras yang dulu turut serta dalam konflik di sana hingga kini masih aktif menyebarluaskan paham mereka yang rentan akan merusak kerukunan masyarakat. ”Padahal perbedaan adalah suatu keniscayaan. Dan itu dilindungi oleh konstitusi."

LDNU baru-baru ini menghadiri istighatsah kubra dan peletakan batu pertama Pesantren Nurul Huda Kobisanto, Seram Utara, Maluku Tengah, Maluku. Acara dengan ribuan peserta ini dihadiri pula Menteri PDT dan para pejabat daerah setempat.

”Timbul kebanggaan di hati saya. Ternyata setelah melintasi perbukitan, sungai, dan hutan belantara,  ada NU di sana,” ujar Yakin.

LDNU berharap, Pengurus Wilayah NU (PWNU) Maluku yang baru terpilih dua minggu lalu dapat bekerja maksimal dan mewarnai proses keberagamaan dan kerukunan di bekas wilayah yang terkenal kental dengan konflik bernuansa SARA ini.

Penulis: Mahbib Khoiron

 

Foto: Kunjung LDNU ke acara Istighatsah Kubra di Seram Utara, Maluku Tengah, Maluku

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Berita Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 20 Februari 2011

Enak Zaman Soeharto atau Jokowi? Jawaban Kakek Ini Bikin Ngakak

Hingga sekarang masyarakat Indonesia masih membanding-bandingkan kualitas hidup dari Presiden satu ke Presiden lain. Poster bergambar Soeharto dengan tulisan “Piye kabare, penak zamanku toh?” (bagaimana kabarnya, enak zamanku kan?) sering ditemukan menempel di dinding publik, baik di tembok hingga bagian belakang truk.

Perbedaan ini dirasakan oleh kakek Lasimin. Suatu ketika kakek berusia 70 tahun yang tinggal di Banyumas, Jawa Tengah ini ditanya oleh seorang pemuda kampung bernama Zaenal.?

Zaenal melontarkan sebuah pertanyaan mengenai perbedaan hidup di zaman Presiden Soeharto dengan era Presiden Jokowi saat ini. Obrolan ringan ini berlangsung di sebuah dipan di depan rumah kakek Lasimin yang terlihat begitu sejuk dan rindang karena berada di bawah Pohon Jambu.

Enak Zaman Soeharto atau Jokowi? Jawaban Kakek Ini Bikin Ngakak (Sumber Gambar : Nu Online)
Enak Zaman Soeharto atau Jokowi? Jawaban Kakek Ini Bikin Ngakak (Sumber Gambar : Nu Online)

Enak Zaman Soeharto atau Jokowi? Jawaban Kakek Ini Bikin Ngakak

“Kek, kalau kakek rasakan, enak zaman siapa sih, Soeharto atau Jokowi,” tanya Zaenal to the point.

“Yo jelas enakan zaman Soeharto toh,” jawab kakek Lasimin sambil menyungging senyum hingga gigi ompongnya terlihat.

“Kenapa kek?”

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

“Soalnya di zaman Soeharto, istriku masih muda dan seger.” Geerrrrr....muncul dari mulut Zaenal. (Fathoni Ahmad)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Tegal Pondok Pesantren Attauhidiyyah