Sabtu, 15 September 2012

5 Hari Usai Peluncuran, Batik IPNU-IPPNU Pekalongan Laris Manis

Pekalongan, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, secara resmi meluncurkan seragam batik IPNU-IPPNU menjelang akhir masa bakti organisasi di bawah kepemimpinan Abraham Usman (ketua IPNU) dan Fitriyah (ketua IPPNU) ini.

Ketua PC IPNU Kabupaten Pekalongan Abraham Usman, dalam rilis Kamis (10/3), menyatakan, baru 5 hari sejak peresmiannya, batik IPNU-IPPNU ini telah terjual sebanyak 1000 potong. Ia berharap omzet penjualannya akan terus meningkat sehingga PC IPNU IPPNU Kabupaten Pekalongan dapat menjadi organisasi yang mandiri secara finansial.

5 Hari Usai Peluncuran, Batik IPNU-IPPNU Pekalongan Laris Manis (Sumber Gambar : Nu Online)
5 Hari Usai Peluncuran, Batik IPNU-IPPNU Pekalongan Laris Manis (Sumber Gambar : Nu Online)

5 Hari Usai Peluncuran, Batik IPNU-IPPNU Pekalongan Laris Manis

Batik tersebut diluncurkan pada acara pembukaan Konferensi XVIII Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Pekalongan yang berlangsung 4-6 Maret 2016. Seragam batik ini sekaligus menjadi seragam resmi peserta konferensi bertema "Komitmen Pelajar Islam yang Berbudaya untuk Toleransi dan Pembangunan Negeri" itu.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Batik diresmikan oleh Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Pekalongan mewakili bupati setempat, didampingi bupati Pekalongan terpilih Asip Kholbihi. Turut serta pula pada kesempatan itu anggota DPR RI H Bisri Romly dan anggota DPRD Jawa Tengah Abdul Khamid.

Abraham juga berharap ke depan batik IPNU-IPPNU ini bisa digunakan oleh kader IPNU IPPNU seluruh Indonesia. Dirinya menjamin bahwa kualitas dan harga batik buatan PC IPNU-IPPNU Kabupaten Pekalongan tidak mengecewakan.

Ia berpesan bagi kader IPNU IPPNU dimana saja berada yang berminat untuk mendapatkan batik ini bisa menghubungi Abdul Khafidz (085741909585) selaku koordinator pemasaran. (Red: Mahbib)

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Hikmah, Berita, Sejarah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rabu, 12 September 2012

Wakil Rais ‘Aam PBNU Kritik Gerakan HTI dan FPI

Kubu Raya, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Dalam Halaqah Alim Ulama NU yang digelar PWNU Kalimantan Barat di Pondok Pesantren Darul Ulum, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Ahad (30/4/2017), Wakil Rais Aam PBNU, KH Miftahul Akhyar mengungkapkan perlunya kewaspadaan warga NU terhadap organisasi transnasional seperti HTI, Wahabi, Syiah, termasuk Jaulah.

Wakil Rais ‘Aam PBNU Kritik Gerakan HTI dan FPI (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakil Rais ‘Aam PBNU Kritik Gerakan HTI dan FPI (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakil Rais ‘Aam PBNU Kritik Gerakan HTI dan FPI

"Kalau kita runut, kelompok ini adalah kelompok Khawarij. Karena mereka nolak madzhab," ujarnya.

Mengenai maraknya penolakan-penolakan terhadap kelompok tersebut, menurut Kiai Miftah adalah wajar. "Kalian datang melawan tradisi dan madzhab di Indonesia. Ingin membentuk madzhab dan akidah baru, secara frontal, jadi wajar ditolak," tandasnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Lebih lanjut, kata Kiai Miftah, penolakan terhadap kelompok transnasional ini semakin mengental lantaran kelompok tersebut juga ingin mengubah dasar negara RI, serta rajin menebar fitnah dan berita palsu.

Kebiasaan menebar kabar dusta tanpa tabayyun itu juga kerap dilakukan oleh FPI. Laskar bentukan Habib Rizieq itu, menurut Kiai Miftah, juga kurang melakukan tabayyun. Sehingga FPI juga mendapat penolakan di berbagai tempat, termasuk di Kalbar.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Ini kritik saya terhadap FPI. Meski amar maruf nahi munkar perlu diupayakan, tapi harus lebih santun. FPI juga sering bicara keras, menuduh kita (NU), tanpa tabayyun. Ini kekurangan FPI yang membuat banyak resistensi masyarakat," ungkapnya.

Kiai Miftah juga menyesalkan para pengurus FPI yang kurang selektif dalam rekrutmen anggotanya. Sehingga banyak anggota yang masuk berlatar belakang dendam dan menunggangi gerakan-gerakan FPI.

"Jadi banyak anggota FPI berlatar belakang tidak jelas. Sehingga malah menunggangi dan merusak citra FPI," ujarnya. Meski demikian, Kiai Miftah mengakui bahwa secara amaliah dan akidah, FPI serupa dengan NU. (Malik Mughni/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Habib, Nahdlatul Ulama, Pesantren Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Minggu, 26 Agustus 2012

PBNU: AS Tak Mungkin Tinggalkan Irak Sebelum Dapat Minyak

Jakarta, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengatakan, Amerika Serikat (AS) tak mungkin meninggalkan Irak sebelum berhasil mengeruk keuntungan ekonomis, yakni mendapatkan minyak. Karena hal itulah yang menjadi tujuan utama AS menginvasi negeri 1001 Malam itu.

“Karena kalau sekarang, bondo (modal, Red) Amerika Serikat untuk perang (invasi ke Irak) belum kembali. Sulit kalau untuk menarik pasukannya dari Irak sekarang,” ujar Hasyim kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (30/4)

Desakan dari berbagai pihak pun, menurut Hasyim, sulit mengubah kebijakan Presiden AS Goerge W Bush, terutama dalam pendudukannya terhadap Irak. “PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) saja nggak didengar, juga rakyatnya sendiri, yang jadi korban kebijakan Bush,” terangnya.

PBNU: AS Tak Mungkin Tinggalkan Irak Sebelum Dapat Minyak (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: AS Tak Mungkin Tinggalkan Irak Sebelum Dapat Minyak (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: AS Tak Mungkin Tinggalkan Irak Sebelum Dapat Minyak

Namun demikian, tambah Presiden World Conference on Religion for Peace itu, perlawanan terhadap negara Adidaya itu, apapun caranya, tetap harus digelorakan. Meski sekedar desakan moral yang tak banyak berpengaruh, harus tetap disuarakan.

Indonesia, lanjutnya, sebagai negara yang berdaulat dan memiliki komitmen untuk ikut serta dalam memelihara perdamaian dunia dan keadilan sosial, pun harus melakukan perlawanan.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Salah satu caranya adalah melakukan pengggalangan dukungan oleh parlemen Indonesia dengan parlemen negara lain pada sidang majelis Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-116 di Nusa Dua, Bali, 29 April hingga 4 Mei 2007, untuk mendesak penarikan pasukan AS dan sekutunya dari Irak.

Desakan terhadap upaya penarikan pasukan AS dari Irak, baginya, bisa menjadi langkah tepat untuk menaikkan derajat bangsa Indonesia di mata dunia yang menurun akibat dukungan pemerintah Indonesia pada resolusi Dewan Keamanan PBB bernomer 1747 yang menjatuhkan sanksi pada Iran.

“Dengan begitu, Indonesia sebagai polopor gerakan Non-Blok, bisa terangkat derajatnya. Indonesia bisa menyatakan keberpihakannya sebagai sebuah bangsa, bukan keberpihakan terhadap yang kuat,” urai Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars itu.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Selain itu, Hasyim menambahkan, desakan terhadap penarikan pasukan pendudukan AS dan sekutunya dari Irak yang juga didukung Kongres AS, bisa menjadi cara untuk membantu memulihkan citra AS di mata dunia yang mulai menurun, terutama di bawah pimpinan Presiden Bush. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Olahraga, Kyai, Quote Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 20 Agustus 2012

Banser Harus Militan dan Ideologis

Jepara, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor kecamatan Batealit Jepara selama tiga hari Jum’at-Ahad, (16-18/10) sukses menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Diklatsar yang digelar di Dukuh Setro, Desa Batealit, kecamatan Batealit kabupaten Jepara itu diikuti 45 peserta yang kini telah dibaiat menjadi angota Banser baru.

Diklatsar itu merupakan kali pertama digelar PAC GP Ansor Batealit. Sementara di Jepara, merupakan Dikltasar angkatan kelima.

Banser Harus Militan dan Ideologis (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Harus Militan dan Ideologis (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Harus Militan dan Ideologis

Peserta yang mengikuti Diklastar itu sebagian besar dari wilayah Kemacatan Batealit dan beberapa ada delegasi dari PAC Tahunan, Keling dan Donorojo.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Ketua PAC GP Ansor Batealit, Nur Alimin mengatakan Diklatsar banser diadakan dalam rangka menyiapkan barisan kader muda NU yang tanggap akan problem keumatan dan kebangsaan demi mengawal tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Banser menjadi garda terdepan Ansor maupun NU yang harus memiliki kemampuan untuk menyelesaikan berbagai problem. Khususnya masalah-masalah keumatan dan kebangsaan,” tambahnya sebagaimana rilis yang diterima Pondok Pesantren Attauhidiyyah.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Subchan Zuhri, Wakil Ketua PAC Ansor Batealit menambahkan dalam rangka membentuk kader Banser yang tangguh peserta Diklastar diberi materi yang lengkap. Mulai dari materi Ke-NU-an, Aswaja, Keansoran, Kebanseran, analisis SWOT, leadership, wawasan kebangsaan, PBB, kelalulintasan, SAR, Bagana, dan materi-materi pendukung lainnya.

Pada malam terakhir kemarin, panitia juga menghadirkan KH Subakir dari Kudus untuk memberikan materi penguatan mental spriritual kader banser,” imbuhnya.

Diklatsar Banser di Batealit Jepara itu juga dihadiri Sekretaris Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Tengah, Sholahuddin Ali. Mantan Ketua Umum PKC PMII Jawa Tengah itu menyampaikan materi Keansoran di hari pertama.

Sholahuddin menegaskan, bahwa Banser sebagai kekuatan utama Ansor harus memiliki militansi dan ideologi Islam Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) yang kuat. Tantangan Banser dan Ansor pada saat ini semakin kompleks dan harus dihadapi dengan kemampuan-kemampuan khusus.

“Sikap Banser adalah merepresentasikan Ansor dan NU yang harus menampakkan Islam Ahlussunah Waljamaah. Islam yang ramah, bukan Islam yang marah-marah,” tandasnya. (Syaiful Mustaqim/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah RMI NU, Tegal, Kajian Sunnah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Senin, 13 Agustus 2012

Ribuan Jamaah Iringi Pemakaman KH Noor Ahmad

Jepara, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Ribuan jamaah turut mengiringi pemakaman KH Noor Ahmad SS, ahli falak Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Rabu (20/6) kemarin. Sejak pagi, tepatnya pukul 10.00 WIB Yi Noor pulang ke rahmatullah. Kediamannya di Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan ramai dengan pentakziyah.?

Ribuan Jamaah Iringi Pemakaman KH Noor Ahmad (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Iringi Pemakaman KH Noor Ahmad (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Iringi Pemakaman KH Noor Ahmad

Puncaknya selepas Ashar. Atas nama shohibul musibah KH Sholeh Taufiq mengatakan sebelum wafat, Kiai Noor masih dalam keadaan baik-baik saja. Saat pukul 08.30 WIB kondisinya sedang kurang baik akhirnya diberangkatkan ke RSUD Kudus. “Kurang lebih jam 10.00 WIB Kiai Noor dalam usia 83 tahun kapundut ila rahmatillah,” paparnya.?

Kiai Noor, dikatakannya adalah seorang Ulama yang ikhlas utamanya dalam membimbing santri dalam ilmu Falak. Santrinya sudah tersebar di berbagai penjuru. Sebagai manusia biasa, lanjut Sholeh Kiai Noor tentu mempunyai urusan haqqul adami. Karenanya urusan hak adam dipasrahkan kepada anaknya, H Romli.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rais Syuriyah PCNU Jepara, KH Ahmad Kholil mengungkapkan, Kiai Noor Ahmad merupakan ulama yang ngrumati masyarakat. Meski beliau telah tiada, tambahnya Lajnah Falakiyah masih tetap membutuhkan pemikirannya. “Hal itulah kemanfataan dari sosok Kiai Noor,” ungkapnya.?

Matinya orang alim adalah matinya alam semesta. Kyai Kholil menjelaskan wafatnya orang alim adalah cobaan yang besar. “Meskipun demikian semoga akan ada yang menggantikan KH Noor Ahmad,” harapnya.?

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Tiga kategori manusia yang disabdakan Nabi, tegasnya juga tercermin pada pribadi Kiai Noor. Alim, abid dan arif. “Kiai Noor seorang alim pewaris Nabi, seorang abid yang taat beribadah maupun bermujahadah dan seorang arif, mengerti serta menjalankan perintah Rasul,” jelasnya.?

H Ahmad Marzuqi, Bupati Jepara yang turut hadir menghaturkan rasa bela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Cepat atau lambat, imbuhnya semuanya akan menyusul almarhum. “Semoga keluarga yang ditinggalkan tetap diberikan kesabaran atas ujian yang diberikan Allah SWT,” doanya.?

Ilmu Falak yang dimiliki Kiai Noor Ahmad papar Marzuqi dibutuhkan masyarakat maupun pemerintah. Oleh karenanya, apa yang dicita-citakan almarhum di waktu berikutnya bisa diteruskan sanak keluarga maupun para santri.?

Karena banyaknya pentakziyah, shalat jenazah dilaksanakan tiga kali bertempat di Masjid Al-Makmur. Almarhum KH Noor Ahmad SS dikebumikan di makam Jabang Bayi.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Ahlussunnah Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Sabtu, 11 Agustus 2012

Kopri Prihatin Narkoba dan Kekerasan Seksual Meningkat di Jombang

Jombang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pengurus Cabang Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Putri (Kopri) Jombang berupaya menekan maraknya penyalahgunaan narkoba dan kekerasan seksual yang menimpa masyarakat setempat.

Kopri Prihatin Narkoba dan Kekerasan Seksual Meningkat di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopri Prihatin Narkoba dan Kekerasan Seksual Meningkat di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopri Prihatin Narkoba dan Kekerasan Seksual Meningkat di Jombang

Upaya demikian tercermin dalam pagelaran seminar terbuka dengan tema “Kopri PMII : Melawan Teror Narkoba dan Kekerasan Seksual” sebagai pembukaan kegiatan Sekolah Kader Kopri (SKK) pada Kamis, (10/11), di aula Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang.

Ketua PC Kopri Jombang Priwahayu menyebutkan bahwa dua problem itu terus mengalami peningkatan di Jombang. Kesimpulan itu diperoleh dari data Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur dan hasil kajian sejumlah data yang diperoleh dari penanganan kasus kekerasan seksual oleh Woman Crisis Center (WCC) setempat selama beberapa tahun sebelumnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

"Berdasarkan data BNN Provinsi Jawa Timur, bahwa Kabupaten Jombang sebagai daerah dengan kasus narkoba tertinggi kelima tingkat Jawa Timur. Dan hasil kajian kami dan WCC bahwa jumlah kekerasan seksual di Jombang pada 2004 lalu sebanyak 29 kasus, namun pada tahun 2015 mengalami peningkatan hingga 36 kasus," katanya, Rabu (9/11).

Sementara itu, lanjut dia, usia korban kekerasan seksual rata-rata di bawah 18 tahun. "Sebanyak 85 persen, kekerasan seksual masih berumur di bawah 18 tahun, kemudian pelakunya adalah orang terdekat korban, seperti orang tua, saudara, pacar, teman dan tetangga," imbuhnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Terjadinya kasus kekerasan seksual cenderung berkaitan erat dengan penyalahgunaan narkoba dalam perkembangannya. Sehingga ketika kasus penyalahgunaan narkoba mengalami peningkatan, maka juga terkadang akan memicu terhadap naiknya kasus kekerasan seksual.

"Akibat penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak fisik, namun juga mental, sehingga tidak bisa mengontrol dirinya, dan akan mudah melakukan hal-hal yang di luar kekuasaannya, seperti kekerasan seksual. Kemudian naiknya angka kasus kekerasan terhadap perempuan dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya penyalahgunaan narkoba," tegasnya.

Untuk itu, Ayu panggilan akrab Priwahayu mengajak kepada segenap elemen masyarakat juga pemerintah untuk melek dua persoalan tersebut, kemudian mencari solusi tepat untuk menanganinya.

"Dalam Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 dijelaskan bahwa masyarakat bisa berpartisipasi dalam pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Di pasal 104 berbunyi kalau masyarakat mempunyai kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta dalam membantu upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika," tutur mahasiswa asal Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Peterongan Jombang itu.

Menurutnya, seminar tersebut adalah salah satu media dalam memberikan pemahaman lebih kepada khalayak terkait dua persoalan itu, dan juga upaya pencegahannya.

Seminar akan dihadiri sejumlah perwakilan organisasi kemasyarakatan (Ormas) se-Jawa Timur, anggota dan kader PMII se-Jawa Timur, lembaga dan instansi pemerintah terkait, pondok pesantren se-Jombang, seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa se-Jombang.

Sementara untuk narasumber kegiatan diantaranya Drs Amrin Remico MM, Kepala BNPP Jawa Timur, Andy Irfan, Ketua Kontras Surabaya dan Muklinah Shohib, Ketua DPD Nasdem Jombang. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Nahdlatul, Makam, Internasional Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Rabu, 18 Juli 2012

PMII Jombang Garap Pesantren Aswaja

Jombang, Pondok Pesantren Attauhidiyyah. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Jombang, Jawa Timur tengah menyiapkan kegiatan Pesantren Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah) dan seminar deradikalisasi aliran anti Pancasila dan NKRI.?

PMII Jombang Garap Pesantren Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Jombang Garap Pesantren Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Jombang Garap Pesantren Aswaja

Rencananya acara tersebut berlangsung selama tiga hari, sejak tanggal 16-18 September 2016 mendatang bertempat di Gedung Islamic Center Jombang.?

"Susunan kegiatannya, sebelum kegiatan Pesantren Aswaja berlangsung, lebih dulu kami menyajikan seminar deradikalisasi untuk seluruh kader PMII Jombang pada tanggal 16 September yang insyaallah akan disampaikan oleh pihak Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang," kata Rizki Amalia, Ketua Pelaksana kegiatan ini, Ahad (27/8).?

Khusus saat kegiatan Pesantren Aswaja, delegasi peserta hanya dari Wakil Ketua III Bidang Keagamaan komisariat maupun rayon. "Pesertanya itu Wakil ketua III bidang keagamaan komisariat maupun rayon yang memiliki wawasan cukup prihal Aswaja dan siap dikader menjadi fasilitator Aswaja untuk follow up materi Aswaja di rayon maupun Komisariat," imbuhnya.

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Disinggung terkait indikator kegiatan, ia menekankan pada kualitas out put kader yang didorong oleh dua belas pemateri handal, tujuh pemateri diantaranya dari Aswaja NU Center Jombang, dan lima pemateri dari pakar dan alumni PMII sendiri. "Mereka cukup mumpuni untuk menggembleng peserta menjadi ahli dalam bidang keaswajaan," tandasnya.?

Pada gilirannya, lanjut dia, masing-masing diantara mereka sudah siap menjadi instruktur atau fasilitor tentang materi Aswaja di lintas komisariat dan rayon se-Jombang.?

"Tidak hanya berhenti pasca kegiatan tersebut, nanti akan ada RTL sebagai pembekalan lebih lanjut para calon fasilitor Aswaja yang mesti siap dikirim ke rayon dan komisariat se-Jombang," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Attauhidiyyah

Pondok Pesantren Attauhidiyyah Fragmen, Olahraga, Warta Pondok Pesantren Attauhidiyyah